• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemberantasan Korupsi.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pemberantasan Korupsi."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

-

--SUARA I<ARYA

o

Se1asa

1 2 3

17 18 19

o

Jan ') Peb 4

20

OMar

5 7

22

OMei

8 23

n

K.1mis '} Jumat

0

Sabtu

0

Minggu

@

9 10 11 12 13 14 15 16

24 2~ 26 27 28 29 30 31

OJun OJul 04gs OSep OOkt 8Nov ODE:s () Rabu

- --

---

-.---Pemberantasan Korupsi

-- -

-

- - - - -

-.. - - --

- - -- - --.-~

Sudah kurang lebih dua

minggu publik Indonesia

dia-)ak untuk menyakSikan

sebagian

daTi dinamika

dunia hukum dan politik.

Dinamika tersebut adalah

perlarungan

antara dua

lem-baga penegak

hukum yaitu

kepolisian dan Komisi

Pemberantasan

Korupsi

(KPK). Alih-alih bisa

menda-patkan

sebuah pembelajaran

berharga mengenai

hukum

dan politik, masyarakat

jus-tru mulai merasakan

jengG.h

dengan

pemberitaan-pembe-ritaan kasus itu.

P

erkembangan kasus per-tarungan antara "cicak" dan "buaya" hari demi hari sungguh amat membuat ter-cengang publik Indonesia. Kedua lembaga itu secara eksplisit terli-hat saling menyerang, saling menampakkan kewenangan yang tidak pada tempatnya, serta merasa dirinyayang paling benar. Makin melebamya para pihak yang terkait dengan kasus terse-but juga merupakan berita yang sangat mengagetkan. Teruc~p

ada beberapa nama urtsur aparat pene~k hukum baik dari kepolisian, kejaksaan maupun KPK sendiri. Selain itu ada juga nama mantan menteri, cendeki-awan nasional bahkan pucuk pimpinan tertinggi negara pun, Bapak Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ikut terseret namanya di dalam kasus tersebut.

Terlepas dari benar atau tidaknya nama-nama tersebut terkait dalam kasus itu, asas hukum praduga tak bersalah perlu dijunjung tinggi terhadap setiap orang yang namanya sudah disebut. Satu hal penting yang perlu dimengerti dalam asas praduga tak bersalah itu adalah seseorang baik pada posisi penyidikan, penuntutan maupun yang sudah berstatus terdakwa, harus dianggap tak bersalah hingga ada putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.

Seirama dengan perkem bang-an kasus di atas, Presiden SBY sebagai kepala negara yang telah terpilih kembali dengan 60 persen suara menetapkan program 100 hari pemerintahannya. Pembe-rantasan mafia peradilan dengan jargon "ganyang mafia" menjadi prioritas pertama dan utama dari program itu. Presiden SBY secara . terang-terangan juga menya-takan akan memimpin langsung gerakan pemberantasan korupsi terse but.

Oleh Ade Komarudin

Meskipun belurn terlihat secara mendetail mengenai teknis dari program ganyang mafia, keputusan membuka wadah bagi rnasyarakat untuk dapat mela-porkan secara langsung segala tindakan mafia peradilan melalui PO BOX 9949 perlulah kita

apre-Presiden SBY

secara terang-terangan

juga menyatakan

akan memimpin

lang-sung gerakan

pemberantasan

korupsi tersebut.

siasi baik. Bahkan SBY juga membentuk tim pencari fakta yang tugasnya mencari bukti, data, dan fakta terkait kasus penyalahgunaan wewenang dan pemerasanyang dituduhkan Polri kepada Bibit dan Chandra. Untuk itu, masyarakat kebanyakan tentunya berharap hal ini akan menjadi sebuah

__

_ _ _ _

langkah awal untuk dapat

mem-Kliping

Humos

Un pod

2009

(2)

--bawa dunia peradilan Indonesia ke ranah yang lebih baik.

Suasana Indonesia yang kon-dusif merupakan salah satu syarat mutlak agar pemerintahan terutama program 100 hari pemerintahan yang baru dapat beIjalan. Secara khusus untuk program ganyang mafia, tanpa maksud bersikap apriori, namun akan menjadi hal yang mustahil apabila ketiga institusi penegak hukum di Indonesia yaitu kepolisian, kejaksaan, dan KPK masih mengutamakan sikap aro-gan dan egosektoralnya Satu hal yang tidak kalah pentingnya, si-nergi dalam hal penyelidikan, penyidikan, serta penuntutan tin-dak pidana korupsi oleh ketiga institusi penegak hukum tersebut perlu dilakukan dengan visi mengedepankan kepentingan bangsa

Perlu disadari pula bahwa untuk saat ini diperlukan seorang fasilitator yang cukup berkompe-ten untuk dapat memfasilitasi ketiga institusi penegak hukum itu dalam melakukan keIja sarna dan harmonisasi proses beracara di bidang tindak pidana korupsi. Oleh karena itu, dalam rangka mendukung suksesnya program 100 hari, Presiden SBY perlu kiranya menyikapi, menindaklan-juti, dan memfasilitasi hal

terse-but. Dengan demikian, rakyat dapat melihat satu iktikad baik pemerintah lagi dalam hal ganyang mafia

--.----Akan tetapi, menurut penulis, masih ada satu langkah lagi yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam rangka menyukseskan penegakan hukum di Indonesia. Langkah tersebut adalah dengan menjunjung tinggi komitmen

dalam -hal pemberitukan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di setiap kabupaten dalam waktu dua tahun. Hal ini sekaligus merupakan implemen-tasi konkret sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor

44

Tahun 2009 tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Akan lebih baik untuk .langkah pertama dalam tempo 100 hari pemerintahan ini, pemerintah mengeluarkan perat-uran presiden untuk membentuk sepuluh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang tersebar di ibu kota provinsi dan mencakup wilayah hukum pengadilan secara merata

Selain itu, ada hal mendasar yang tidak kalah penting. Ketiga

institusi tersebut perlu menyadari bahwa sangat mungkin mereka sendirilah yang dapat dijadikan sebagai suatu sarana oleh para mafia untuk memuluskan kepentingan mere-ka semere-kaligus menghancurmere-kan sis-tern hukum di Indonesia Oleh karena itu, baik kepolisian, kejak-Saan maupun KPK sepatutnya membentengi diri mereka sendiri dari upaya-upaya jahat para mafia terse but. ***

Referensi

Dokumen terkait