• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ditetapkan di : K e n d a r i Pada Tanggal :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Ditetapkan di : K e n d a r i Pada Tanggal :"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Ditetapkan di : K e n d a r i Pada Tanggal : 17 - 2 - 2006

GUBERNURSULAWESITENGGARA

cap/ttd

A LI M A Z I, SH

GUBERNURSULAWESITENGGARA

PERATURAN GUBERNURSULAWESITENGGARA NOMOR : 17TAHUN 2006

TENTANG

SATUAN KOORDINASIPELAKSANA PENANGGULANGAN BENCANA DAN PENANGANAN

PENGUNGSI (SATKORLAK PBP)

GUBERNURSULAWESITENGGARA

a. bahwa sehubungan dengan penataan kelembagaan

perangkat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara sesuai Peraturan Daerah Nomor 15Tahun 2001 yang berimplikasi kepada penggabungan dan pembentukan kembali beberapa unit kerja Tingkat Provinsi dan berlakunya Peraturan Presiden RI Nomor 83 Tahun 2005 tentang Badan Koordinasi Nasional Penanganan Bencana, serta adanya pergantian Pejabat instansi yang terkait dengan organisasi SATKORLAK maka dalam rangka efesiensi dan efektifitas tugas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi,

SATKORLAK PBP Provinsi Sulawesi Tenggara berdasarkan

Keputusan Gubernur Sulawesi Tenggara nomor 217 Tahun 2001 perlu dilakukan peninjauan kembali;

b.

bahwa berdasarkan pertimbangan huruf a diatas, dipandang perlu menetapkan Peraturan Gubernur Sulawesi Tenggara tentang Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (SATKORLAK PUP)

Provinsi Sulawesi Tenggara.

Mengingat : Menimbang

v>

(2)

I

4.

UndarE-{ndang

tlomor 13Tahun 1964 tentang penetapan Peraturan Pernerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1964 tentang Pembentukan Daerah -IirEkat

I

Sulawesi Tengah dan

Daerah'Iingkat I

Sulawesi Tenggara dengan

mengubah

Undang-Undang Nomor

47

Prp.

Tahun

1960

tentang

Pembentukan Daerah ]-ingkat

I

Sulawesi Utara

-

Tengah dan Daerah

Tingkat I

Sulawesi Selatan-Tenggara

(Lembaran

Negara

Tahun 1964 Nomor 7,

Tambahan Lembaran Negam Nomor 2687);

Undang{ndang RI No.32Tahun 2004 tenfarE Pemednbhan oaerah (Lembaran Negara No. 125 Tahun 2004 Tambahan Lembaran Negara RI Nomor

4437);

UrdarE - Undang RI No.33 Tahun 20Ol

bntang

FerimbangEn Keuangan

antara Pemerintah

Pusat

dan

Pemerintahan

Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126'

Tambahan Lembaran Negara Nomor r+438);

Peraturan Pemerintah

RI

Nomor 25 Tahun 2000 Tentang Kewenangan Pemerintah dan kev{enangan Provinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 165);

Peraturan Pemerintah

RI

nomor 84 Tahun 2000 Tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daemh ( Lembaran Negara Tahun 2000 Nornor 155);

Peraturan Pemerintah

RI

Nomor 39 Tahun 2001

tentang

Penvelenqqaraan Dekonsentrasi ( Lembaran Negara Tahun zOOi Homor eZ, fambahan Lembaran Negara Nornor'1095);

Peratunn

Presiden Republik Indonesia Nomor 83 Tahun

2006, Tentang

Badan

Koordinasi Nasional

Penanganan Bencana;

Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2000 Tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah

Provinsi Sulawesi Tenggara, sebagaimana

telah diubah

beberapa kali dan terakhir dengan Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun

2001|

ME'flrTuSl(Al{:

MENFTAPSN

: PERATURANGUBERNURST'IAWESITE'IGGARATENTANG

SATUAN

KOORDIIIASI

PEI.AIGANA PENAI{GGUI.ANGAI{

BEl{CANll DAll PEI{ANG,|M|{

PEI{GUNGST

(SAfiORI-AK

PBP )

PR()VII$;I S'IAWESITEIIGGAR'L B'IBI

PEilBE{rulG& lG)Ullrlslt{

DAilTTTGAS

Pasal 1

Dengan Peraturan ini membentuk Satuan Koordinasi

Pelaksanaan

Penanggulangan

Bencana

dan

penanganan

Pengungsi (SATKORLAK PBP) Provinsi Sulawesi Tenggara

Pasal

2

Satuan Koordinasi Penanggulangan Bencana dan penanganan Pengungsi Sulawesi

Tenggara selanjutnya disebut

dengan SATKORLAK PBP SulawesiTenggara adalah wadah koordinasi yang bersifat non

stuktunl

bagi penanggulangan berrana dan penanganan pengungsi 1rdng diketuai oleh Gubernur, dimana keghtan

operdional

sehari - han dipimpin oleh pelalGana hanan dan bertanggung

Fwab

langsung kepada Gubernur Sulawesi Tenggara.

Penanggulangan bencana sebagaimana di maksud dalam

ayat

(1) meliputi upaya penanggulangan bencana baik yang ditiinbulkan oleh alam maupun oleh ulah manusia,

yang

mencakup kegiatan pencegahan, penjmakan / migitasi,

penyehmatan, rehabfFttasi dan rekonstruksi.

Penanganan pengungsi sebagaimana dimaksud dalam ayat

(1) meliputi upaya pelayanan dan perlmdtngan

kemanusiaan

terhadap

pengungsi

yang timbul akibat konflilt baik

sosial maupun

poliUklang terjadi

dalam Wilayah Sulawesi Tenggara maupun

dan luar wilalah

Sulawesi Tenggara,

yang meliputi kegiatan pencegahan, tanggap darurat' penampungan,

pemmdahan dan pengembalian kelokasi pengungsi'

Pasal 3

(1)

(2)

(3)

Tugas SATKORIAK PBP adalah:

(3)

(1)

mengkoordinasikan upaya penanggulangan bencana

yang terjadi

dalam wilalah SuhwesiTenggara sesuai kebiiakan

png

ditetapkan oleh BAKORT'IAS

PBP

meliputi kegiatan pencegahan, penyelamatan, rehabilitasi

dan rekonstruksi .

(2)

Mengkoordinasikan upaya penanganan pengungsi baik yang terjadi dalam

wilayah

Sulawesi

Tenggara maupun diluar

Sulawesi

Tenggara

sesuai kebijakan

yang ditetapkan oleh

BAKORNAS PBP

meliputi

p€ncegahan'

penerimaan penampungan, pemindahan dan

pengembalian

/

kelokasi

pengungsi.

(3) Merumuskan pedoman pelaksanaan penanggulangan bencana

dan penanganan pengungsiyang cepat, efisien dan efektif yang akan menjath

acuan kerja

SATLAK PBP

yang meliputi ,

pencegahan,penyelamatan, rehabilitasi dan rekonstruksi.

(4)

Melakukan

pengecekan langsung ditempat terjadinya bencana untuk mendapatkan informasi tentang langkah - langkah

penanganan yang dilakukan oleh SATI-AK PBP.

4.

q 6.

7.

Da Lanud Wolter Monginsidi Dan Lanai Kendari.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggam.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara'

KeDala Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah ProvinsiSulawesi Tenggara

Kepala Perum

KeDala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. Sultra

lcpah

Badan Fengendalian Dampak Lingkungan Daerah Prw.

Suhn,

KeDala Dinas Kehutanan Prov, Sultra.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Prov. Sultrd.

Kepala Kantor BMG Kendari

Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong

Pnja

Prov. Sultra.

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka SulawesiTenggara KeDala Kantor SAR Kendari

Kepala Palang Merah Indonesia Provinsi SulawesiTenggara.

Ketua

OMRI

Daerah Sulawesi Tenggara.

Ketua RAPI Sulawesi Tenggara.

8.

o 10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

(7)

Untuk memberikan dukirngan dibentuk sekretariat SA-TKORLAK PBP yang bertugas memberikan pela)anan staf dan administrasi kepada SATKORLAK PBP yang merupakan satu kesatuan dalam keputusan ini.

Sekretariat gqTKORtAK PBP sebagaimana dimaksud dalam

apt

(2) dipimpin oleh Sekretaris yang dibantu oleh wakil sekretaris dan anggota - anggota.

Sekretaris, wakil Sekretaris dan anggota - anggota diangkat

dan diberhentikan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara

BAB NI TATA

KER'A

Pasal

5

(1)

Untuk kelancaran pelaksanaan tugasnya, Ketua

/

Ketua Pelaksana Harian dapat mengundarE unsur -

unsur/ Instansiterkait

unfuk hadirdalam rapat

/ pertemuan

SATKoRLAK PBP

serta mengikut sertakannya dalam

penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi.

(2)

SATKORLAK PBP mengadakan rapat koordlnasi secara berkala sekurang -

kurangnya 2 ( dua ) kali setahun atau sewaKu -waKu

sesuai dengan keperluan:

BABII

ORGANISASI DAN TATA

KER]A

Pasal

4

(1)

Susunan Organisasi SATKORLAK PBP Provinsi SulawesiTenggara sebagimana dimaksud pasal

I

ditetapkan sebagai berikut:

(3)

(4)

a. Ketua

b.

Wakil Ketua I(Pelaksana harian) Tenggara

c.

Wakil Ketua H Sulawesi Tenggara

d.

Wakil Ketua ifi Sulawesi Tenggara

e.

Sekretaris

dan Linmas Provinsi Sulawesi Tenggara

h. anggota-anggota

1.

KapoldaSulawesiTenggara

2.

Dan Rem 143 Haluoleo

Gubernur Sulawesi Tenggara

Wakil Gubernur Sulawesi

Sekretaris Daerah Provinsi

Kepala Dinas Sosial

Provinsi Kepala Badan Kesatuan Bangsa

(4)

a.

Merumuskan dan menetapkan kebijakan

daenh

yang akan menjadi

pedoman operasional penanggulangan bencana dan

penaganan

.

pengungsi termasuk petunjuk pelaksanaannya, antara lain mekanisme

'

kerja, tata cara penyaluran

/

penggunaan bantuan' pengawasan dan p€rlarEgung Fwabannya.

b. Menetapkan kebijakan dan langkah - langkah operasional bagi penyelesaian masalah yang timbul dalam rangka pelaksanaan

penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi.

c.

Menetapkan langkah - langkah penyelesaian permasalahan yang timbul sehubungan dengan dampak penanggulangan berrcana dan penanganan perEungsi

d.

Mengambil keputusan yang berhubungan dengan hal

-

hal

tersebut

pada

hurufa,

b dan

hurufc

dalam rangka memperlancar pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi'

(3)Sekretariat SATKORLAK PBP, sesuaifungsi dan kewenangan instansi

/

satuan

unit

kerjanya masing

-

masing. menyusun langkah

-

langkah operasional dalam benfuk mekanisrne kerja dan

plcedur

tetap penanggulangan bencana

dan penanganan pengungsi dibawah petunjuk Satkorlak

PBP

untuk

selanlutnya dihimpun

/

disatukan dalam buku panduan kerja SATKORTAK

PBP antara lain:

a.

Mekanisrne kerja dan prosedur tetap penanggulangan kebakaran hutan oleh Dinas Kehutanan.

b.

Mekanisme kerja dan progedur tetap penanggulangan dan penanganan penyakit menular oleh Dinas Kesehatan'

c.

Mekanisme kerja dan prosedur tetap penanggulangan dan penanganan musibah atau tenggelamnya kapal dilaut oleh dmas Perhubungan'

d.

Mekanisme kerja dan prosedur tetap penanggulangan dan penanganan bahaya kekeringan yang mengakibatkan kekurangan pangan oleh Dmas Pertanian.

(4)Masing - masing anggota SATKORLAK PBP yang dibantu oleh sekretariat dan

' -

instansi

-

instansi

/ unit

kerja

/

organisasi yang sesuai kewenangan dan

fungsinya setelah menangani permasalahan

bencana

dan

pengungsi diwaliblon menyampaikan laponn tertulis tentang penanggularEan bencana dan

-penanganin

p€ngungsi

termasuk

laporan

tentang

kemungkinan

/

perkiiaan afan tenjadinya

bencana dan pengungsi kepada Wakil Ketua

I

ipelaksana harian ) untuk selanjutnya dilaporkan kepada ketua SATKoRLAK PBP SulawesiTenggara dan Kepada BAKORNAS PBP'

(5)

SATKORLAK PBP

Sulawesi Tenggara menyampaikan laporan

kepada

BAKORNAS PBP sekurang

-

kurangnya 2

(dua)

kali dalam

waktu I

(satu)

tahun atau sewaKu - waKu apabila dipandang perlu,

BABIV

PEMBIAYMNDAI{ BAffruAN

Pasal

5

Segala pembiayaan untuk mendukung kegiatan op€rasional SATKORLAK PBP dan sekretariat SATKoRLAK PBP dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi SulawesiTenggara atau bantuan dan BAKORNAS PBP serta bantuan lainnya,

Pasal

7

Pembiayaan kegiatan teknis operasional instami terkait dalam rargka pelaksanaan penanggulangan bencana

dan

penanganan Pengungsi

dibebankan

kepada anggaran instansimasing - masing.

Pasal

8

(1)

Segala bantuan yang diberikan oleh masyarakat bagi penanggulangan bencana atau penanganan pengungsidapat diberikan langsung kepada korban bencana

abu

perEungsi rnelalui Gubemur selaku ketua SA-IKORLAK PBP

abu lchra

SATTAK PEF.

(2)

Bantuan

dan

luar negeri yang

diberikan

bagi penanggulangan

benclna

atau penanganan pengungsi baik

yang melalui

koordinasi BAKORNAS PBP yang

ditujukan

kepada ketua SATTAK PBP yang Wilayah terkena bencana

/ terdapat

pengungsi, dikoordiasikan oleh Ketua SA'IKORLAK PBP.

(3)

Dalam keadaan yang sangat mendesak, bantuan dapat diserahkan langsung

oleh pemberi bantuan kepada korban

bencana

atau pengungsi dan

hasil pelaksanaannya tetap dilaporkan kepada Ketua SATKORIAK PBP

Pasal

9

Pertanggungjawaban pengguna bantuan sebagaimana diatur pada pasal6 dan pasal

7 dalam

Peraturan

ini dilakukan

sesuai

dengan ketentuan

pemturan perundang - undangan yang berlaku.

(5)

BABV KEIETII'ANPE{I'NP

- PasallO

Dengan

berlakunp

keputusan ini, maka keputusan Gubernur SulawesiTenggam Nomor 217 Tahun 2001

tentang,

SATKORI-AK Penanggulangan Bencana dan penanganan Pengungsi dinyatakan dinyatakan tidak berlaku lagi.

Pasal

11

Peraturan ini mulai berlaku tanggal diundangkan agar setiap orang mengetahui, memerinta h ka n peng undanga nnya da lam Berita Daerah.

Ditetapkan

di

: Kendari

PadaTanggal z2-3

2006

GUBERNURST'IAU'EI TENGGARA

cap/ttd

ALI 1r{AZI,SH

I.AMPIRAN PERATUMN GUBERNUR SUI.AWESI TENGGAM

NOMOR

: 17 Tahun 2006 TANGGAL

:2-3-

2006

SUSUNAN PERSONALIA/ STAF PEHDUKUNG SEIG.ETARIAT SATKORLAK PBP PROVINSI SULAWESI TENGGAM

GUBERNUR SUIAWESI TENGGARA

cap/ttd ALIMA:A,SH

Diundangkan Pada Tanggal

: Kendari

:2-3

2006

PIL SEKRETARIS DAERAH PROVINSI

cap/ttd

Drc.

H,

DIALIMAN MADI' MM

NAMA lNrsra\6t'ABATAN KEIX.DIXAN DATA\'I KEI

AEXRETARIAT

4 6,

B 10 1t 12 13 14 15

L7 ra

OG. K6q Eudr ors. Ahd. RayU ardhE ltdwlti Md<rsa OB rbd. Ha!0kL.T H. Kmalrddh Rril, SE

f\nh N.tsa, stl H, Z6r*a, S.s fl6'uddn Ttama,sE

*s tts{nh I'th. St tl, SSo3 DG A. tttr. T(e H tlohi(!, SH wamsl RVd Avabddh, ssos TUml A(lm

FL SJd(l"l NrmlE Kmaucrcrl

sckreab sada Kesbr€ dfl Lhrc Flrov. s€

K.p.h Bdrlg Lhm.3 Bldrt K€sbtE (kt Lhmas Prry' sJtra

r<a s-ttrd sf,t'{ B€da Kc.bmg (r' LhmB Prry. s-.fe

k slbq KurEm 8dn kcsbag da Lhma Frw. g-tta b ab. Ketqrba|E t'l6vt*at 8€da K€$tE df,l Lhm6 Prov, glt'a

Ka Bld KesbaE Badm Kesbag da Llr6 Ptw. S-fra

Kr Bil. HtuEm AnE LdbagE 6€da (csbt€ dar Lhm6 hov. Slba

Ka s-bd RCrSdltaI Bad-t Kclbag da LrrE Prry. SJtsa Ka SLb4 Ps€.@a Bada Kesbtg da LtttE ft@. Slfa

Ka gdd lr€xe Gt€gF Badn Kc!b{€ dtt Lhms Prw. 9.&a

Ka S,bid Pqldamarr Badar Kcb{E dtr Lhm€s Prw, sut-a

Ka 9.ba9 Tata t b*B Badat Kcsbflg dm Lm 6 Prq. sjua

Ka sDd Ket-aE aags Bda Kerb{B da Lrmd Prry. sJt'a

Ka s-.be Kee!tralan sadan Kesb-p dat Lmd Prry. gjva

Staf Eada Ke$ang (b'r Lh|r Prw. S-isa SttBad-r KcsbrE (b't Lhm6 Rq. slfr€

stafB€da K€sb{rg (bl LhmG Fov. sjta Su Badar KeSE€ da Lhm6 F{ov. s.fta StdBadrt Ke*E€ d- Lhmd ftov. s.ltsa Staf B#r Kesb-g da Lhm6 Prq, SJUa

W*l S€kretErb I w€ki sckrabrb II

Bsd*E!

trEEpb tr|lrgoE rEgob

Ar€€Dta

t€EpE lngqpb algob tr€{pE trEEPE rrggob trEEPE trroooE rEEpe rr€gob rEqota trEgpE

Referensi

Dokumen terkait

Saya kerap kali mengatakan kepada para pemuda yang berniat menikah dengan luar Jemaat, jika mereka telah menikah di luar Jemaat secara terpaksa karena beberapa alasan tertentu,

Dengan tidak mengurangi ketentuan pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21, terhadap perusahaan perasuransian yang tidak memenuhi ketentuan Undang-undang ini dan peraturan

dengan ketajaman penglihatan mata kanan tenaga kerja out Sourcing bulu mata palsu (p = 0,007). Intensitas pencahayaan yang buruk merupakan salah satu faktor fisik

• Because most metabolic wastes must be dissolved in water when they are removed from the body, the type and quantity of waste products may have a large impact on

Nilai wajar setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal aset

Pada lokasi penelitian ditemukan jenis gastropoda yang dominan adalah Littorina neritoides dengan kepadatan yang cukup tinggi, sehingga diperlukan suatu analisis mengenai

Pada penelitian ini dibangun sebuah sistem pakar yang difungsikan untuk meniru keahlian seorang ahli dibuat menggunakan case base reasoning (CBR) dengan

Sistem pengendalian dilakukan menggunakan metode PI.Sistem kendali PI memiliki kelebihan yaitu dapat mengoreksi error sehingga dapat meningkatkan akurasi dan stabilitas