• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANGROVE DAN KETERKAITANNYA DENGAN POPULASI GASTROPODA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MANGROVE DAN KETERKAITANNYA DENGAN POPULASI GASTROPODA"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Musayyadah Tis’in. TIPOLOGI MANGROVE DAN KETERKAITANNYA DENGAN POPULASI GASTROPODA Littorina neritoides (LINNE, 1758) DI KEPULAUAN TANAKEKE, KABUPATEN TAKALAR, SULAWESI SELATAN. Di bawah bimbingan : Prof. DR. Ir. Dietriech G. Bengen, DEA dan DR. Ir. Fredinan Yulianda, M.Sc.

Ekosistem mangrove memegang peranan penting sebagai habitat berbagai organisme, diantaranya gastropoda Littorina neritoides. Kebutuhan untuk mendapatkan informasi tentang pentingnya ekosistem mangrove terhadap gastropoda Littorina neritoides dan untuk mengetahui sejauh mana keterkaitan antara ekosistem mangrove dengan jenis gastropoda ini merupakan dasar dari penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi mangrove, populasi Littorina neritoides dan keterkaitan antara keduanya. Pengukuran kondisi ekosistem mangrove dilakukan dengan menggunakan transek kuadrat berukuran 10 m x 10 m, 5 m x 5 m dan 1 m x 1 m, populasi Littorina neritoides menggunakan transek kuadrat berukuran 1 m x 1 m . Analisis regresi digunakan untuk mendeterminasi hubungan antara ekosistem mangrove dengan Littorina

neritoides, dan percobaan dilakukan untuk kontribusi mangrove berupa nitrat dan

fosfat terhadap Littorina neritoides. Analisis Komponen Utama digunakan untuk mengetahui hubungan antara kondisi fisika kimia lingkungan dengan biologi dalam hal ini kerapatan mangrove, kepadatan Littorina neritoides dan produktivitas serasah.

Ekosistem mangrove di lokasi penelitian relatif homogen dan didominasi oleh Rhizophora mucronata, sementara jenis mangrove lain seperti Lumnitzera

racemosa, Sonneratia alba, Rhizophora apiculata and Rhizophora stylosa

ditemukan dalam jumlah yang relatif lebih kecil. Kontribusi mangrove terhadap

Littorina neritoides berupa nitrat sebesar 0.71 mg/ind/thn dan fosfat sebesar 0.44

mg/ind/thn. Kerapatan mangrove dengan kepadatan Littorina neritoides memiliki hubungan yang kuat dengan korelasi 0.81 sementara penutupan mangrove dan kepadatan Littorina neritoides memiliki korelasi 0.97.

(2)

ABSTRACT

Musayyadah Tis’in. MANGROVE TYPOLOGY AND ITS RELATION WITH GASTROPOD Littorina neritoides (LINNE, 1758) IN TANAKEKE ISLANDS, TAKALAR REGENCY, SOUTH SULAWESI. Under supervision of Prof. DR. Ir. Dietriech G. Bengen, DEA and DR. Ir. Fredinan Yulianda, M.Sc.

Mangrove ecosystem plays an important role as habitat for divers living such as gastropod Littorina neritoides. The need to get information about mangrove ecosystem condition which important for gastropod Littorina

neritoides and to identify its relation is the principal reason of this research. The

research aims to analyse mangrove condition, Littorina neritoides population, and relation of both. Mangrove ecosystem condition was measure using square transect of 10 m x 10 m, 5 m x 5 m and 1 m x 1 m, and population of Littorina

neritoides using square transect of 1 m x 1 m. Regretion analysis was used to

determine the relation between mangrove and Littorina neritoides, and an experiment the was undertaken to analyse mangrove contribution (nitrat and phosphate) to Littorina neritoides. Principal Components Analysis (PCA) was used to explore relation between environment condition and biologycal condition.

Mangrove of the research location are relatively homogenous and dominated by Rhizophora mucronata, while the others mangrove species such as

Lumnitzera racemosa, Sonneratia alba, Rhizophora apiculata and Rhizophora stylosa were found in relatively smaller number. The mangrove contribution to Littorina neritoides were nitrat and phosphate where nitrat contributed about

0.71 mg/ind/year dan phosphate about 0.44 mg/ind/year. Mangrove ecosystem and Littorina neritoides have strong corelation of 0.81 betweeen mangrove density and L. neritoides density, and 0.97 between mangrove cover and L.

(3)

RINGKASAN

Musayyadah Tis’in. TIPOLOGI MANGROVE DAN KETERKAITANNYA DENGAN POPULASI GASTROPODA Littorina neritoides (LINNE, 1758) DI KEPULAUAN TANAKEKE, KABUPATEN TAKALAR, SULAWESI SELATAN. Di bawah bimbingan : Prof. DR. Ir. Dietriech G. Bengen, DEA dan DR. Ir. Fredinan Yulianda, M.Sc.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi mangrove, populasi gastropoda Littorina neritoides dan keterkaitan antara keduanya. Pada lokasi penelitian ditemukan jenis gastropoda yang dominan adalah Littorina neritoides dengan kepadatan yang cukup tinggi, sehingga diperlukan suatu analisis mengenai keterkaitan antara ekosistem mangrove dengan Littorina neritoides.

Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan April sampai Juni 2007 di Pulau Bauluang dan Lantangpeo, kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Pengukuran kondisi ekosistem mangrove dilakukan dengan menggunakan transek kuadrat berukuran 10 m x 10 m (kategori pohon), 5 m x 5 m (kategori anakan) dan 1 m x 1 m (kategori semai), sementara populasi Littorina

neritoides menggunakan transek kuadrat berukuran 1 m x 1 m . Analisis regresi

digunakan untuk mendeterminasi hubungan antara ekosistem mangrove dengan

Littorina neritoides, dan percobaan dilakukan untuk mengetahui kontribusi

mangrove berupa nitrat dan fosfat terhadap Littorina neritoides. Analisis Komponen Utama digunakan untuk mengetahui hubungan antara kondisi fisika kimia lingkungan dengan biologi dalam hal ini kerapatan mangrove, kepadatan

Littorina neritoides dan produktivitas serasah.

Ekosistem mangrove di lokasi penelitian relatif homogen dan didominasi oleh Rhizophora mucronata, sementara jenis mangrove lain seperti Lumnitzera

racemosa, Sonneratia alba, Rhizophora apiculata and Rhizophora stylosa

ditemukan dalam jumlah yang relatif lebih kecil. Kerapatan mangrove tertinggi didapatkan di Pulau Bauluang, kepadatan gastropoda Littorina neritoides juga terdapat di Pulau Bauluang.

Kontribusi mangrove terhadap Littorina neritoides berupa nitrat sebesar 0.71 mg/ind/thn dan fosfat sebesar 0.44 mg/ind/thn. Kerapatan mangrove dengan kepadatan Littorina neritoides memiliki hubungan yang kuat dengan korelasi 0.81 sementara penutupan mangrove dan kepadatan Littorina neritoides memiliki korelasi 0.97.

Kondisi fisika kimia lingkungan di Pulau Bauluang dicirikan dengan suhu, salinitas, Oksigen terlarut (DO) yang tinggi serta didominasi oleh fraksi pasir kasar. Sementara di Pulau Lantangpeo dicirikan dengan kandungan nitrat, fosfat dan produktivitas serasah yang tinggi, serta proporsi pasir halus dan lumpur yang tinggi.

Hasil Analisis Komponen Utama menunjukkan bahwa kepadatan gastropoda Littorina neritoides tinggi pada lingkungan dengan kandungan DO, dan salinitas yang tinggi, kerapatan mangrove yang tinggi serta substrat berpasir.

(4)

PRAKATA

Puji syukur dari segenap keikhlasan hati kepada Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Besar, yang mengajarkan makhluknya melalui perantara Kalam-Nya, yang tiada hentinya mengurus dan memelihara mahluk-Nya siang dan malam, yang memberikan pelajaran dan petunjuk pada yang dikehendaki-Nya dan membebani mahluknya sesuai kemampuannya, sehingga penulisan Tesis ini dapat diselesaikan.

Tesis ini adalah hasil penelitian yang InsyaAllah memberikan pengayaan dan manfaat bagi pembaca, terutama bagi penulis. Dalam pelaksanaan penelitian ini, penulis telah mendapatkan kemudahan dan bantuan dari berbagai pihak, olehnya tidaklah berlebihan untuk menghaturkan ucapan terima kasih kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Ir. Dietriech G. Bengen, DEA, selaku ketua komisi pembimbing dan Bapak Dr. Ir. Fredinan Yulianda, M.Sc, selaku anggota komisi pembimbing yang telah meluangkan waktu, memberikan bimbingan, arahan, dan masukan;

2. Bapak/ibu staf pengajar dan administrasi PS. Ilmu Kelautan (PS-IKL) IPB yang membantu proses penyelesaian studi penulis;

3. Suamiku Kasim Mansyur, orang tua tercinta, Ayahanda Tis’in dan ibundaku Nurbayti, ayahanda mertuaku Mansyur Djima dan ibunda mertuaku Saharia (alm), untuk semua keikhlasan, doa dan dukungannya.

4. Segenap keluarga besar penulis atas kasih sayang, cinta dan motivasi yang tiada hentinya.

5. Teman-teman seperjuangan di IKL-IPB atas dukungan dan kerjasamanya.

6. Staf sekretariat dan perpustakaan yang membantu dengan koleksi buku-bukunya serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Akhir kata, penulis mengharapkan saran dan koreksi dari pembaca dan penggunanya atas kekurangan penulisan tesis ini.

Semoga Allah SWT senantiasa memberi kita petunjuk dan karunia serta meridhoi segala aktivitas kita, amin

Bogor, Januari 2008

(5)

PERNYATAAN MENGENAI TESIS

DAN SUMBER INFORMASI

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis “Tipologi Mangrove dan Keterkaitannya dengan Populasi Gastropoda Littorina neritoides (LINNE, 1758) di Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan” adalah karya saya sendiri di bawah bimbingan Komisi Pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal dan/atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir tesis ini.

Bogor, Januari 2008

(6)

Judul : Tipologi Mangrove dan Keterkaitannya dengan Populasi Gastropoda Littorina neritoides (LINNE, 1758) di Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

N a m a : Musayyadah Tis’in N R P : C651050051

Disetujui Komisi Pembimbing

Prof. Dr.Ir. Dietriech G. Bengen, DEA Ketua

Dr.Ir. Fredinan Yulianda, M.Sc Anggota

Diketahui,

Ketua Program Studi Imu Kelautan Dekan Sekolah Pascasarjana

Dr. Ir. Djisman Manurung, M.Sc Prof. Dr. Ir. Khairil A. Notodiputro, M.S

(7)
(8)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Murante pada tanggal 11 Oktober 1980 dari Ayah Tis’in dan Ibu Nurbayti. Penulis adalah anak kedua dari 2 orang bersaudara.

Pendidikan Sarjana (S1) ditempuh di Program Studi Eksplorasi Sumberdaya Kelautan, Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin, Makassar dan berhasil menyelesaikan studi pada tahun 2004. Penulis diterima di Program Studi Ilmu Kelautan IPB pada Tahun 2005.

(9)

DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiv

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1 1.2. Perumusan Masalah ... 2 1.3. Tujuan Penelitian ... 3 1.4. Manfaat Penelitian ... 3 1.5. Hipotesis ... 3 1.6. Kerangka Pemikiran ... 4

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Ekosistem mangrove ... 6

2.2. Produktivitas Ekosistem Mangrove ... 8

2.3. Peran Mangrove sebagai Habitat Moluska ... 10

2.4. Nilai Penting Gastropoda Littorina spp ... 14

III. METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat ... 16

3.2. Alat dan Bahan ... 18

3.3. Prosedur penelitian ... 18

3.4. Analisis Data ... 21

3.4.1 Ekosistem Mangrove ... 21

3.4.2 Kepadatan Individu Gastropoda ... 23

3.4.3. Pola Sebaran ... 23

3.4.4 Pemanfaatan Nutrien ... 23

3.4.5 Pemanfaatan alga ... 24

3.4.6 Analisis Parameter Lingkungan ... 24

3.4.7 Hubungan antara kerapatan dan penutupan mangrove dengan kepadatan L. neritoides ... 27

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Karakteristik Mangrove di Pulau Bauluang dan Pulau Lantangpeo ... 28

4.2. Karakteristik Fisika Kimia Air dan Sedimen ... 31

4.3. Karakteristik Populasi Gastropoda Littorina neritoides ... 34

4.4. Keterkaitan Populasi Littorina neritoides dengan Ekosistem Mangrove 39 4.4.1. Kepadatan L. neritoides berdasarkan Zona Vertikal Mangrove dan Hubungannya dengan Kerapatan Mangrove ... 39

4.4.2. Pemanfaatan Alga oleh L. neritoides ... 45

4.4.3. Pola Hubungan antara Kepadatan L. neritoides dengan Kerapatan dan Penutupan Mangrove ... 46

4.4.4. Hubungan antara kondisi lingkungan, kerapatan mangrove dan kepadatan gastropoda L. neritoides ... 48

(10)

xii

KESIMPULAN DAN SARAN ... 54

DAFTAR PUSTAKA ... 56

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah kemampuan guru SD di kecamatan sekongkang dalam merencanakan dan mengimplementasikan pembelajaran yang mampu

Fokus kami adalah membantu perusahaan tentang rencana penyusunan dan pelaksanaan kegiatan pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja (MCU) serta Pemeriksaan dan Pengujian

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dinyatakan di atas, dapat dilihat masih ramai pembangun yang mengalami masalah dalam menyesuaikan teks pada paparan elektronik.

Urutan korelasi antara butir pernyataan dengan faktor adalah sama.Tampak bahwa korelasi antara butir dan faktor untuk kepentingan memiliki nilai yang lebih

Karang Taruna adalah Organisasi Sosial wadah pengembangan generasi muda Karang Taruna adalah Organisasi Sosial wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas

Penularan Ascariasis dapat terjadi melalui bebrapa jalan yaitu masuknya telur yang infektif ke dalam mulut bersama makanan atau minuman yang tercemar, tertelan telur melalui

Uji hipotesis penerapan media pembelajaran video dalam pembelajaran biologi pada materi Fungi di kelas X SMA Negeri 2 Karanganyar tahun pelajaran 2011/2012

Kegiatan penelitian di SMP Darullughah Wal Karomah Kraksaan Probolinggo ini, secara konseptual lebih memfokuskan pada tiga hal, antara lain; a peran guru IPS dalam meningkatkan