BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan merupakan sebuah aspek yang sangat penting dalam pembangunan bangsa yang bergantung dari kualitas SDM atau sumber daya manusianya. Salah satu elemen esensial untuk membangun SDM yang berkualitas adalah pendidikan yang bermutu [1]. Dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu tersebut, maka seorang individu harus memilih jenjang karier yang sesuai dengan bakat maupun minat individu tersebut [1]. Pentingnya pemilihan jenjang karier sejak dini adalah untuk mengurangi tidak sesuainya jenjang karier yang diinginkan seorang individu dengan pendidikannya.
Berdasarkan penelitian Indonesian Career Center Network (ICCN) tahun 2017, diketahui sebanyak 87 % mahasiswa Indonesia mengakui bahwa jurusan yang diambil tidak sesuai dengan minat dan bakatnya, dan 71,7 % pekerja memiliki profesi yang tidak sesuai dengan pendidikannya [2]. Kemudian penelitian lain yang dilakukan oleh Andi. A. N, Ahmad, dan Kurniati. Z pada jurnalnya yang berjudul “Psychological well-being ditinjau dari coping strategy mahasiswa salah jurusan”, melakukan pengujian terhadap 115 mahasiswa dari 14 fakultas di Universitas Hasanuddin Makassar. Dari 115 mahasiswa yang diuji terdapat 89 mahasiswa yang memiliki konflik psikologi, konflik sosial, dan konflik akademik, dan hal tersebut dapat dikatakan bahwa sejumlah 89 mahasiswa tersebut merasa stres. Menurut penelitian tersebut stres yang dialami individu tersebut salah satunya diakibatkan ketidaksesuaian minat individu tersebut dengan jurusan yang diambil.
Berdasarkan masalah tersebut, dalam membantu mewujudkan membangun SDM yang berkualitas, maka dibutuhkan sebuah metode dalam pemilihan jenjang karier seorang individu, dalam penelitian ini jenjang karier tersebut di adopsi menjadi pemilihan program studi pada perguruan tinggi, objek yang digunakan dalam pemilihan program studi ini adalah siswa SMA. Hal tersebut dilandasi oleh pernyataan seorang ahli, yaitu Nurul Chomaira, S.Psi. dalam bukunya yang
berjudul “Who Am I”, menurut beliau minat, bakat, dan kepribadian seorang individu dibutuhkan dalam menentukan jenjang karier [3].
Dari beberapa observasi dan penelitian yang dilakukan oleh pemikir-pemikir terdahulu, sebuah sistem pemilihan jurusan biasanya menghasilkan data yang di kelompokkan menjadi beberapa kategori, contohnya dalam mengukur respons dari responden terhadap suatu pernyataan: sangat tidak setuju =1, tidak setuju = 2, biasa saja =3, setuju = 4, dan sangat setuju = 5. Nilai (1,2,3,4 dan 5) tersebut hanyalah simbol untuk membedakan tingkatan kategori dari yang terendah hingga yang tertinggi, maupun sebaliknya, sehingga hal tersebut menimbulkan ketidakpastian [4].
Pada umumnya analisis yang digunakan oleh peneliti dalam penggolongan data berdasarkan suatu kategori tertentu ialah dengan menghitung persentase frekuensi atau dengan menghitung rata-rata berdasarkan bobot yang telah ditentukan. Akan tetapi cara tersebut menghasilkan nilai yang sulit untuk ditafsirkan ke dalam makna yang sebenarnya dan menimbulkan ketidakpastian.
Misalkan dalam analisis hasil kuesioner survei respons masyarakat terhadap suatu kebijakan, peneliti memberikan bobot pada masing-masing level seperti: Sangat Tidak Setuju = 1, Tidak Setuju = 2, Netral = 3, Setuju = 4 dan Sangat Setuju = 5.
Setelah dilakukan perhitungan, ternyata diperoleh rata-rata sebesar 3,5.
Berdasarkan bobot yang telah ditentukan sebelumnya, nilai 3,5 tidak terdapat dalam pembobotan. Oleh karena itu sulit untuk menafsirkannya. Jika dilihat, nilai 3,5 berada di antara level Netral dan Setuju. Hal inilah yang menimbulkan ketidakpastian serta terkadang mengakibatkan kesalahan dalam penafsiran makna yang sebenarnya [4]. Oleh karena itu penggunaan logika (kaidah) Fuzzy pada pemilihan program studi sangat dianjurkan, sebab logika Fuzzy memperhatikan setiap pergeseran nilai dalam tiap level dari kategori data pemilihan program studi tersebut serta dapat mengetahui nilai keanggotaan yang dapat digunakan untuk penentuan level pada kategori tersebut.
Logika Fuzzy sendiri merupakan sebuah logika yang dipakai untuk mengatasi hal yang tidak pasti pada masalah – masalah yang mempunyai banyak jawaban.
Pada dasarnya logika Fuzzy merupakan logika yang bernilai banyak atau
multivalued logic yang mampu mendefinisikan nilai di antara keadaan yang konvensional seperti benar atau salah, ya atau tidak, putih atau hitam dan lain-lain [5]. Penalaran Logika Fuzzy menyediakan cara untuk memahami kinerja sistem dengan cara menilai input dan output sistem dari hasil pengamatan. Logika Fuzzy menyediakan cara untuk menggambarkan kesimpulan pasti dari informasi yang samar-samar, ambigu dan tidak tepat. Kelebihan logika Fuzzy ada pada kemampuan penalaran secara bahasa. Sehingga dalam perancangannya tidak memerlukan persamaan matematis yang kompleks dari objek yang akan dikendalikan. Logika Fuzzy sendiri pertama kali dikembangkan oleh Lotfi. A.
Zadeh tahun 1965 [5].
Pada logika Fuzzy terdapat beberapa metode yang dapat digunakan dalam melakukan pemrosesan data, menentukan peluang, maupun menentukan keputusan. Beberapa metode tersebut di antaranya adalah, Metode Tsukamoto, Metode Mamdani, dan Metode Sugeno [4]. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis perbandingan beberapa metode dalam logika Fuzzy dalam melakukan perhitungan data pemilihan program studi di perguruan tinggi, kemudian akan dicari metode dengan akurasi tertinggi dalam menentukan program studi tersebut menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) .
Fenomena yang sering terjadi di Indonesia, khususnya pada siswa-siswa.
lulusan SMA. Mereka memiliki keinginan yang tinggi untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi negeri, hal ini dibuktikan dengan banyaknya siswa SMA yang mengikuti ujian seleksi masuk perguruan tinggi.
Namun dalam proses mengikuti ujian seleksi ini adalah kurang matangnya para siswa dalam memilih program studi yang ada di perguruan tinggi, akibatnya banyak terjadi kegagalan dalam proses ujian seleksi maupun kegagalan dalam proses pembelajaran pada perguruan tinggi [6].
Untuk mengatasi masalah-masalah yang di uraikan di atas, maka dilakukan pengujian minat bakat yang berguna untuk menentukan program studi yang sesuai dengan minat bakat siswa, dalam kasus ini objek uji yang digunakan adalah siswa MAN 2 Bandar Lampung.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, dapat diidentifikasikan permasalahannya adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana merekomendasikan program studi seorang individu yang sesuai dengan minat bakat, dan kepribadiannya.
2. Bagaimana membentuk aturan fuzzy yang berkaitan dengan minat dan bakat siswa dalam pemilihan program studi.
3. Bagaimana membentuk sistem dalam pemilihan program studi menggunakan logika fuzzy dengan metode Tsukamoto, Mamdani, dan Sugeno.
4. Seberapa akurat sistem yang dibuat menggunakan logika fuzzy metode tsukamoto, mamdani, dan sugeno dalam pemilihan program studi.
1.3 Batasan Masalah
Adapun batasan masalah dalam tugas akhir ini adalah sebagai berikut:
1. Variabel umum yang digunakan dalam pemilihan program studi ini ada 2, yaitu minat bakat dan kepribadian.
2. Masing-masing variabel umum tersebut memiliki anggota variabel khusus, untuk minat bakat yaitu verbal, numerik, visual, kinetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis. Sedangkan untuk kepribadian variabel khususnya adalah sanguinis, koleris, melankolis, dan plegmatis.
3. Program studi yang digunakan dalam pemilihan program studi dihasilkan dari wawancara dengan ahli psikologi.
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam tugas akhir ini adalah:
1. Untuk merekomendasikan program studi yang sesuai dengan minat bakat dan kepribadian siswa.
2. Untuk menentukan seberapa besar nilai keanggotaan siswa pada program studi yang sesuai dengan minat bakat, dan kepribadiannya menggunakan metode-metode logika Fuzzy.
3. Melakukan perbandingan pada logika Fuzzy metode Tsukamoto, Mamdani dan Sugeno, lalu mendapatkan metode terbaik.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat yang diperoleh dalam penelitian ini diantara-Nya adalah:
1. Bagi siswa dapat membantu siswa dalam mengetahui program studi yang sesuai dengan minat bakatnya.
2. Bagi penulis dapat menambah ilmu pengetahuan secara langsung dalam melakukan pengujian bakat dalam pemilihan program studi di perguruan tinggi.
1.6 Metodelogi Penelitian
Dalam penyusunan penelitian ini akan digunakan metodologi sebagai berikut:
1. Studi literatur
Tahap studi literatur digunakan membantu peneliti sebagai pembelajaran teori-teori yang mendukung dalam penelitian dengan cara pengumpulan jurnal, buku, Paper, maupun sumber informasi lainnya.
2. Analisis dan perancangan.
Pada tahapan ini dilakukan perancangan umum aturan-aturan yang digunakan dalam pemilihan program studi dan kuesioner yang digunakan untuk pengambilan data.
3. Pengambilan data
Pada tahap ini dilakukan pengambilan data menggunakan kuesioner yang sudah dirancang pada Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandar Lampung.
4. Penerapan dan Pengujian
Pada tahapan ini dilakukan proses pemilihan jurusan menggunakan aturan- aturan yang sudah dirancang, serta melakukan analisis perbandingan metode.
5. Menyusun laporan
Pada tahapan ini dilakukan penyusunan laporan penelitian berupa skripsi 1.7 Sistematika Penulisan
Sistematika laporan penelitian ini adalah sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab pendahuluan membahas mengenai latar belakang penulisan penelitian, tujuan penelitian, ruang lingkup atau batasan masalah, metodologi yang digunakan serta sistematika pembahasan dari laporan penelitian.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab landasan teori memuat berbagai pengetahuan dari studi literatur. Pengetahuan yang dibahas meliputi teori sistem pendukung keputusan, Logika Fuzzy, Differential Aptitude Tes (DAT), bakat, minat, dan pengetahuan lainnya.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Bab metodologi dan perancangan menjelaskan alur penelitian, dan metode yang digunakan dalam pengambilan data serta perancangan sistem.
BAB IV PEMBAHASAN DAN EVALUASI
Pada bab ini membahas perhitungan dalam klasifikasi pengambilan keputusan, serta melakukan perbandingan hasil perhitungan.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab terakhir ini, akan membahas kesimpulan dan saran dari hasil pelaksanaan penelitian.