• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKU AJAR MATA KULIAH : METODE PENELITIAN ADMINISTRASI PUBLIK (MPAP) DISUSUN OLEH : Dr. DEYSI LIVI TAMPONGANGOY, S.SOS, M.Si

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BUKU AJAR MATA KULIAH : METODE PENELITIAN ADMINISTRASI PUBLIK (MPAP) DISUSUN OLEH : Dr. DEYSI LIVI TAMPONGANGOY, S.SOS, M.Si"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

BUKU AJAR

MATA KULIAH :

METODE PENELITIAN ADMINISTRASI PUBLIK (MPAP)

DISUSUN OLEH :

Dr. DEYSI LIVI TAMPONGANGOY, S.SOS, M.Si (Dosen Metodologi Program Studi Ilmu Administrasi Negara)

Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik UNSRAT Manado)

LEMBAGA PENDIDIKAN PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN (LP3)

UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO

April 2018

(2)

BAB 1

KONSEP DASAR

METODE PENELITIAN ADMINISTRASI

A. PENDAHULUAN

Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu. Setiap penelitian mempunyai tujuan tertentu. Secara umum terdapat tiga sifat tujuan penelitian, yaitu: (1) penemuan, (2) pembuktian, dan (3) pengembangan. Penemuan berarti hasil penelitian mampu menemukan sesuatu yang relatif baru tentang suatu pengetahuan tertentu. Pembuktian berarti hasil penelitian mampu membuktikan adanya keragu-raguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu. Pengembangan berarti hasil penelitian mampu memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada.

B. TUJUAN BELAJAR

Setelah membaca bab ini, diharapkan mahasiswa :

1. Memahami pengertian metode penelitian dan ruang lingkup ilmu administrasi publik,

2. Memahami jenis-jenis penelitian dan karakteristik penelitian yang baik,

3. Memahami penelitian kuantitatif dan kualitatif,

(3)

4. Memahami tahapan penelitian kuantitatif.

A. PENYAJIAN

1. Pengertian Metode Penelitian Dan Ruang Lingkup Ilmu Administrasi

Penelitian merupakan kegiatan taat kaidah dalam upaya untuk menemukan kebenaran dan/atau menyelesaikan masalah dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian. Sedangkan, metode penelitian merupakan cara atau teknik ilmiah untuk memperoleh data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.

Cara atau teknik ilmiah yang dimaksud adalah dimana kegiatan penelitian itu dilaksanakan berdasarkan ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris dan sistematis. Rasional, berarti penelitian dilakukan dengan cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh nalar manusia. Empiris, berarti cara atau teknik yang dilakukan selama penelitian itu dapat diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara atau teknik atau langkah yang digunakan selama proses penelitian. Sistematis, maksudnya adalah proses yang dilakukan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang logis.

(4)

Data yang diperoleh melalui penelitian adalah data empiris. Data empiris harus mempunyai kriteria valid. Valid, berarti menunjukkan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada obyek dengan data yang dikumpulkan oleh peneliti. Untuk mendapatkan data yang valid, maka validitas hasil penelitian dapat diuji melalui pengujian reliabilitas dan obyektivitas data penelitian yang telah terkumpul. Pada umumnya, jika data penelitian adalah realiabel dan obyektif, maka terdapat kecenderungan hasil penelitian akan valid. Reliabel berkenaan dengan derajad konsistensi (keajegan) data dalam interval waktu tertentu.

Obyektif berkenaan dengan kesepakatan antar banyak orang (interpersonal agreement). Validitas data hasil penelitian dapat diperoleh dengan cara menggunakan instrumen penelitian yang valid, sumber data yang tepat dan cukup jumlahnya, serta metode pengumpulan dan analisis data yang benar. Untuk memperoleh data yang reliabel, maka instrumen penelitian yang digunakan harus reliabel. Selanjutnya, untuk memperoleh data yang obyektif, maka perlu digunakan sampel yang besar atau sumber data yang jumlahnya mendekati jumlah populasi.

Oleh karena itu, sebelum dilakukan tahap pengumpulan

(5)

data maka instrumen penelitian terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya.

Tujuan dilakukan penelitian ialah dapat menggunakan hasil yang diperoleh. Secara umum hasil penelitian diharapkan dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah. Memahami, berarti memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya menjadi tahu.

Memecahkan, berarti meminimalkan atau menghilangkan masalah. Mengantisipasi, berarti mengupayakan agar masalah tidak terjadi.

Lalu, apakah yang dimaksud dengan metode penelitian Administrasi? Metode penelitian Administrasi dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dibuktikan, dan dikembangkan suatu pengetahuan sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam bidang Ilmu Administasi.

Penjelasan selanjutnya ialah berkenaan dengan ruang lingkup Ilmu Administrasi. Administrasi merupakan proses pengelolaan sumber daya untuk

(6)

mencapai tujuan secara efektif dan efisien, terdiri dari unsur-unsur berikut:

1. Proses pengelolaan ke dalam fungsi-fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengontrolan),

2. Sumber daya yang dikelola, meliputi 7 M (man, money, materials, methods, mechines, market, minute), dan 3. Kriteria pencapaian tujuan (efektif dan efisien).

Efektivitas merupakan landasan untuk mencapai sukses (pekerjaan yang betul yang dikerjakan). Efesiensi merupakan sumber daya minimal yang digunakan untuk mencapai kesuksesan itu (mengerjakan sesuatu dengan betul)

Administrasi dapat digunakan dalam berbagai bidang kegiatan, baik secara individu maupun organisasi, dengan harapan agar tujuan yang ditetapkan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Ilmu Administrasi dapat diartikan sebagai ilmu tentang pengelolaan organisasi, baik organisasi privat maupun publik.

Secara umum, ilmu administrasi dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu : Ilmu Administrasi Niaga (Bisnis) dan Ilmu Administrasi Negara (Publik).

Ilmu Administrasi Niaga berkenaan dengan pengelolaan

(7)

kegiatan usaha yang bersifat bisnis dengan tujuan utama ialah mencari keuntungan. Ilmu Administrasi Negara berkenaan dengan pengelolaan kegiatan yang bersifat kenegaraan, yang tujuan utamanya adalah untuk memberikan pelayanan, meningkatkan kesejahteraan, serta pemberdayaan masyarakat.

Berdasarkan uraian tersebut, maka lingkup penelitian bidang Ilmu Administrasi terdapat pada bidang Administrasi Niaga dan Negara. Namun dalam operasionalnya, kegiatan penelitian administrasi dapat dilakukan pada seluruh bidang kegiatan. Misalnya, berkenaan dengan manajemen rumah sakit, pendidikan, militer, politik, ekonomi, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

2. Jenis-Jenis Penelitian Dan Karakteristik Penelitian Yang Baik

Jenis penelitian yang dapat dilakukan adalah sangat banyak dan beragam. Hal ini bergantung pada tujuan, bidang ilmu, tempat, tingkat eksplanasi, dan lain sebagainya.

a. Penelitian ditinjau dari tujuan

(8)

Penelitian menurut tujuan dapat dikelompokkan menjadi penelitian terapan dan murni. Penelitian terapan ialah suatu penelitian yang diarahkan untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk pemecahan masalah. Penelitian murni (dasar) ialah suatu penelitian yang diarahkan untuk memahami masalah organisasi secara mendalam (tanpa keinginkan untuk menerapkan hasilnya). Hasil penelitian yang diperoleh akan berguna untuk pengembangan Ilmu Administrasi.

b. Penelitian ditinjau dari metode

Penelitian menurut metode, dapat dikelompokkan menjadi metode penelitian survey, ex post facto, eksperimen, naturalistik, policy research (penelitian kebijakan), action research (penelitian tindakan), evaluasi, dan sejarah.

c. Penelitian Survey

Penelitian survey ialah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari smapel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian- kejadian relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variabel sosiologis maupun psikologis.

(9)

d. Penelitian Ex Post Facto

Penelitian ex post facto ialah suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya kejadian tersebut.

e. Penelitian Eksperimen

Penelitian eksperimen ialah suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat.

f. Penelitian Naturalistik

Penelitian naturalistik disebut juga sebagai penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk meneliti kondisi obyek alamiah.

g. Policy Research

Penelitian kebijakan bertujuan untuk merekomendasikan hasil penelitian untuk digunakan oleh pembuat keputusan untuk beryindak secara praktis dalam menyelesaikan masalah.

h. Action Research

Penelitian tindakan bertujuan untuk mengembangkan metode kerja yang paling efisien,

(10)

sehingga biaya produksi dapat ditelan dan produktivitas dapat meningkat.

i. Penelitian Evaluasi

Penelitian evaluasi berkenaan dengan penilaian atas proses pembuatan keputusan, yaitu untuk membandingkan suatu kejadian, kegiatan, dan produk dengan standar dan program yang telah ditetapkan.

j. Penelitian Sejarah

Penelitian sejarah berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian- kejadian yang berlangsung di masa lalu.

3. Penelitian Ditinjau Dari Tingkat Eksplanasi

Berdasarkan tinjauan tingkat eksplanasi, penelitian dapat dikelompokkan menjadi: deskriptif, komparatif, dan asosiatif.

a. Penelitian Deskriptif

Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan anatar variabel satu dengan variabel yang lain.

(11)

b. Penelitian Komparatif

Penelitian yang bersifat membandingkan. Variabel yang digunakan masih sama dengan penelitian variabel mandiri tetapi untuk sampel yang lebih dari satu, atau dalam waktu yang berbeda.

c. Penelitian Asosiatif (Hubungan)

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih.

4. Penelitian Ditinjau Dari Jenis Data dan Analisis Berdasarkan jenis data dan analisisnya, penelitian dikelompokkan menjadi tiga hal utama yaitu : penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif, dan gabungan keduanya. Penjelasan tentang penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif akan diuraikan pada sub bab berikutnya.

Selanjutnya dijelaskan tentang karakteristik penelitian yang baik. Karakteristik penelitian yang baik menurut Sugiyono (2006) antara lain:

a. Masalah dan tujuan penelitian harus dirumuskan secara tepat, jelas dan spesifik sehingga tidak menimbulkan berbagai penafsiran. Masalah yang diteliti harus benar sebagai masalah, sehingga data

(12)

yang terkumpul dapat digunakan untuk pemecahan masalah. Dengan rumusan masalah dan tujuan yang tepat dan jelas, maka penelitian akan lebih terarah sehingga pelaksanaan penelitian akan menjadi efektif dan efisien.

b. Prosedur penelitian perlu dijabarkan secara rinci, sehingga orang lain dapat memahami, dan dapat melaksanakan (mengulangi) ataupun melanjutkan penelitian tanpa konsultasi dengan peneliti sebelumnya.

c. Prosedur dalam rancangan penelitian harus dibuat dengan teliti dan cermat sehingga dapat menghasilkan data yang valid, reliabel, dan obyektif.

d. Peneliti harus membuat laporan yang lengkap dan sistematis dengan mengikuti prosedur sesuai rancangan, dan mampu memberikan saran-saran untuk pemecahan masalah berdasarkan temuannya.

e. Analisis data yang digunakan harus tepat (dengan memberikan penjelasan tentang alasan penggunaan metode analisis yang dipilih), serta mampu membuat generalisasi yang signifikan.

f. Setiap kesimpulan dan saran yang diberikan harus didukung oleh data yang diperoleh melalui

(13)

penelitian. Jangan membuat kesimpulan dan meberikan saran berdasarkan pendapat sendir yang cenderung bersifat subyektif.

g. Hasil penelitian akan lebih dapat dipercaya, apabila penelitian dilakukan oleh peneliti yang mempunyai integritas tinggi, berpengalaman, dan telah mempunyai reputasi berkaitan dengan bidang ilmu yang ditekuni.

5. Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif

Dalam perkembangannya, ada dua pendekatan penelitian yang disebut dengan penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang terstruktur dan mengkuantifikasikan data untuk dapat digeneralisasikan. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang tidak terstruktur dan hasilnya tidak untuk digeneralisasikan. Perbedaan penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1

Perbedaan Pendekatan Penelitian Kuantitatif Dan Penelitian Kualitatif

No. Penelitian Kuantitatif Penelitian Kualitatif

(14)

1 Kejelasan Unsur: Tujuan, pendekatan, subyek, sampel, sumber data sudah jelas, dan sudah terinci sejak awal

Kejelasan Unsur: subyek sampel, sumber data tidak jelas dan tidak terinci, bersifat fleksibel

2 Langkah Penelitian: Segala sesuatu sudah direncanakan secara terstruktur dan sistematis ketika persiapakan disusun

Langkah Penelitian: baru diketahui dengan jelas setelah penelitian selesai

3 Hipotesis: Mengajukan hipotesis yang akan diuji/ dibuktikan dalam penelitian.

Hipotesis menentukan hasil yang diramalkan/ diprediksikan (apriori)

Hipotesis: tidak mengajukan hipotesis.

Hasil penelitian terbuka.

4 Desain: Dalam desain sudah jelas langkah- langkah penelitian dan hasil yang diharapkan

Desain: bersifat fleksibel dengan langkah dan hasil yang tidak dapat dipastikan sebelumnya

5 Pengumpulan Data: kegiatan pengumpulan data memungkinkan untuk diwakilkan

Pengumpulan Data: harus dilakukan oleh peneliti (tidak dapat diwakilkan) 6 Analisis Data: dilakukan sesudah

semua data terkumpul

Analisis Data: dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data

Sumber: Anshori & Iswati (2009)

Apabila dilihat dari penjelasan tentang perbedaan penelitian kuantitatif dan penelitian kualititatif maka nampak ada katerkaitan diantara kedua pendekatan penelitian tersebut.

Penelitian kualitatif dimaksudkan untuk memperoleh pemaham awal tenatng suatu fenomena, sedangkan penelitian kuantitatif dimaksudkan untuk membuat generalisasi terhadap populasi yang diteliti.

B. RANGKUMAN

Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu. Cara atau teknik

(15)

ilmiah yang dimaksud adalah dimana kegiatan penelitian itu dilaksanakan berdasarkan ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris dan sistematis. Secara umum terdapat tiga sifat tujuan penelitian, yaitu: (1) penemuan, (2) pembuktian, dan (3) pengembangan.

Metode penelitian Administrasi merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dibuktikan, dan dikembangkan suatu pengetahuan sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam bidang Ilmu Administasi.

Administrasi merupakan proses pengelolaan sumber daya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Ilmu Administrasi dapat diartikan sebagai ilmu tentang pengelolaan organisasi, baik organisasi privat maupun publik. Ilmu administrasi dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu: Ilmu Administrasi Niaga (Bisnis) dan Ilmu Administrasi Negara (Publik).

Jenis penelitian sangat banyak dan beragam. Penelitian yang dilakukan bergantung pada tujuan, pendekatan, bidang ilmu, tempat, tingkat eksplanasi, dan lain sebagainya. Penelitian ditinjau dari tujuan, terdiri dari: penelitian terapan dan penelitian murni.

Penelitian ditinjau dari metode, terdiri dari: penelitian survey, ex post facto, eksperimen, naturalistik, policy research (penelitian kebijakan), action research (penelitian tindakan), evaluasi, dan sejarah. Penelitian ditinjau dari tingkat eksplanasi, terdiri dari:

penelitian deskriptif, komparatif, dan asosiatif. Penelitian ditinjau

(16)

dari jenis data dan analisis, terdiri dari: penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.

C. PENUTUP

1. Soal-Soal Latihan

1) Jelaskan apa yang dimaksud dengan metode penelitian 2) Jelaskan tentang ruang lingkup penelitian bidang Ilmu

Administrasi publik

3) Apa saja kegunaan suatu penelitian, jelaskan dan berikan contoh yang relevan.

4) Jelaskan jenis-jenis penelitian

5) Apa yang dimaksud dengan penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif

6) Apa perbedaan pokok di antara keduanya dan bagaimana keterkaitan antara kedua pendekatan penelitian tersebut 2. Kegiatan Tugas Terstruk

3. Referensi

Anshori M, Iswati S, 2009. Metodologi Penelitian Kuantitatif.

Surabaya: Airlangga University Press.

Indriantoro N, B Supomo, 1999. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi & Manajemen. Edisi Pertama.

Yogyakarta: BPFE.

Kuncoro M, 2003. Metode Riset Untuk Bisnis & Ekonomi:

Bagaimana Meneliti & Menulis Tesis ?. Jakarta:

Erlangga.

(17)

Sarmanu, 2007. Metodologi Penelitian. Materi Pelatihan:

Structural Equation Modeling dan Partial Least Square (Teori). Angkatan XV. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Airlangga, Surabaya.

Sarwoko, 2005. Dasar-Dasar Ekonometrika. Yogyakarta:

Penerbit Andi.

Sugiyono, 2006. Metode Penelitian Administrasi: Dilengkapi dengan Metode R&D. Bandung: Penerbit ALFABETA.

Sugiyono, 2008. Metode Penelitian Bisnis : Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Penerbit ALFABETA.

Wibowo A, 2010. Praktikum Analisis Korelasi dan Regresi Linier. Materi Pelatihan Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Statistika Parametrik. Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga, Surabaya.

Zikmund WG, 2000. Business Research Methods. 7th Edition.

Thomson, South- Western.

Referensi

Dokumen terkait

Metode Penelitian Pendidikan dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan,

Metode penelitian dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan, suatu

Metode penelitian adalah ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga

Metode penelitian pendidikan dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan,

Menurut Sugiyono, metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan suatu

Berdasarkan pendapat Sugiyono (2004, p1) metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dibuktikan, dan

Metode penelitian dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan, suatu

Metode penelitian bisnis dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan, suatu