• Tidak ada hasil yang ditemukan

NUMERALIA DALAM BAHASA ARAB DAN BAHASA INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "NUMERALIA DALAM BAHASA ARAB DAN BAHASA INDONESIA"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

Oleh: Hamza Pansuri

1

PENDAHULUAN

Mengkaji perbedaan dan persamaan sistem urutan kata dua bahasa atau lebih merupakan bagian dari kajian linguistik kontrastif dengan tujuan menjelaskan persamaan dan perbedaan dua bahasa. Dengan pengertian dalam analisis ini terbuka luas memperbandingkan beragam tipe urutan kata benda, kata kerja, kata sifat, numeralia (bilangan).

Numeralia atau kata bilangan merupakan kata yang dipakai untuk menghitung konsep maujud (orang, binatang, atau barang) dan konsep.

Numeralia itu ada dua bagian utama, yaitu: (1) Numeralia Pokok (cardinal number) yang memberi jawaban atas pertanyaan berapa? Dan Numeralia Tingkat (ordinal number) yang memberi jawaban atas pertanyaan ke berapa?2

Makalah ini memperbandingkan Numeralia Pokok Bahasa Arab (selanjutnya disingkat NPBA) dengan Numeralia Pokok Bahasa Indonesia (selanjutnya disingkat NPBI). Perbandingannya meliputi angka satuan, puluhan, ratusan, ribuan, puluhan ribu, ratusan ribu dan jutaan.

Melalui perbandingan kata dan urutan kata antara NPBA dengan NPBI, dijelaskan persamaan dan perbedaannya. Persamaannya meliputi persamaan dalam angka satuan, puluhan, ratusan, ribuan, puluhan ribu, ratusan ribu dan

1 Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurulfalah, Airmolek

2 Hasan Alwi, Dkk. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia:Edisi Ketiga. (Jakarta: Balai Bahasa, 2003) h. 275

(2)

jutaan. Perbedaannya juga melihat dari angka satuan, puluhan, ratusan, ribuan, puluhan ribu, ratusan ribu dan jutaan tersebut.

Hasil perbandingan NPBA dan NPBI ini diharapkan berguna baik secara teoritis maupun secara praktis. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang subsistem kebahasaan berupa kontrastif antara NPBA dan NPBI sehingga dapat diketahui persamaan dan perbedaannya. Secara praktis, hasil kajian ini diharapkan bermanfaat bagi pembelajar Bahasa Arab terutama mahasiswa jurusan Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia, serta jurusan dalam melihat kontrastif NPBA dan NPBI.

PEMBAHASAN

1. Pengertian

Dalam penelitian ini ada beberapa istilah yang diuraikan yaitu:

transliterasi BA, Numeria Pokok, Kata atau Leksem, dan Morfem.

a. Transliterasi Bahasa Arab

Untuk mempermudah perbandingan antara NPBA dengan NPBI, Bahasa Arab ditulis dengan huruf latin dengan menggunakan transliterasi konsonan Arab3 di bawah ini:

NO Arab Latin No Arab Latin

1. ا‎ ’ 15. ﺽ‎ ḍ

2. ﺏ‎ b 16. ﻁ‎ ṭ

3. ﺕ‎ t 17. ﻅ‎ ẓ

4. ﺙ‎ ts 18. ﻉ‎ ‘

3 Di unduh tanggal 24 Januari 2010 di http://en.wikipedia.org/wiki/Arabic_phonology

(3)

5. ﺝ‎ j 19. ﻍ‎ Gh

6. ﺡ‎ ħ 20. ف‎ F

7. ﺥ‎ kh 21. ﻕ‎ Q

8. ﺩ‎ d 22. ﻙ‎ K

9. ﺫ‎ dh 23. ﻝ‎ L

10. ﺭ‎ r 24. ﻡ‎ M

11. ﺯ‎ z 25. ن‎ N

12. ﺱ‎ s 26. ﻩ‎ H

13. ﺵ‎ sh 27. ﻭ‎ w

14. ﺹ‎ ṣ 28. ﻱ‎ Y

1. Transliterasi Konsonan Arab ke Latin

Sementara untuk Vokal bahasa Arab mempunyai tiga vocal pendek dan tiga vocal panjang. Untuk vokal pendek yaitu harkat fatħah dilambangkan dengan huruf /a/, harkat ḍammah dilambangkan dengan huruf /u/, harkat kashrah dilambangkan dengan huruf /i/ sebagaimana yang terdapat dalam table berikut ini.

No Arab Transliterasi

1. َ ــ A

2. َ ــ U

3. َ ــ I

2. Transliterasi Vokal Pendek Arab ke Latin

Vokal panjang bahasa Arab mempunyai tiga macam. Untuk vokal panjang yaitu harkat fatħah bergabung alif dilambangkan dengan

(4)

huruf /a:/, harkat ḍammah bergabung waw dilambangkan dengan huruf /u/, harkat kashrah bergabung ya dilambangkan dengan huruf /i:/

sebagaimana yang terdapat dalam table berikut ini.

No Arab Transliterasi

1. ا ــ a:

2. َ ﻭ َ ــ u:

3. َ ي ــ i:

3. Transliterasi Vokal Panjang Arab ke Latin

b. Numeralia Pokok

Numeralia atau kata bilangan merupakan kata yang dipakai untuk menghitung konsep maujud (orang, binatang, atau barang).

Numeralia itu ada dua bagian utama, yaitu: (1) Numeralia Pokok (cardinal number) yang memberi jawaban atas pertanyaan berapa? Dan Numeralia Tingkat (ordinal number) yang memberi jawaban atas pertanyaan ke berapa?4

Dalam makalah ini akan dikaji NPBA danNPBI. Hal ini berkaitan dengan jumlah yang dapat dikontraskan antara NPBA dengan NPBI dalam bilangan satuan, puluhan, ratusan, ribuan, puluhan ribu, ratusan ribu dan jutaan.

4 Hasan Alwi, Dkk. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia:Edisi Ketiga. (Jakarta: Balai Bahasa, 2003) h. 275

(5)

c. Kata dan Morfem

Kata merupakan morfem atau kombinasi morfem yang dianggap sebagai satuan terkecil.5 Morfem ada yang bebas dan terikat. Morfem bebas adalah morfem yang dapat berdiri sendiri. Dan morfem terikat selalu terikat pada satuan lain.6 Dalam bahasa Arab‘ishru:n adalah kata yang terdiri dari morfem bebas‘ishru dan morfem terikat u:n, kadang dibaca i:n tergantung dari gramitikanya.

Dalam makalah ini menggunakan kata sebagaimana yang diuraikan dalam contoh di atas. Begitu juga analisisnya menggunakan konsep kata sehingga mempermudah perbandingan NPBA dan NPBI.

d. Data

Dalam makalah ini mencakup tiga hal, yaitu pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data. Tahapan penyediaan data dilakukan dengan menggunakan teknik catat. Data diperoleh dari NPBA dan NPBI yang terdapat di website yang membahas NPBA, dan buku Tata Bahasa Indonesia. Data penelitian yang disajikan melalui pembahasan bilangan satuan, puluhan, ratusan, ribuan, puluhan ribu, ratusan ribu dan jutaan NPBA dan NPBI.

Hasil klasifikasi data dianalisis sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian dengan menggunakan analisis kontrastif. Dalam hal ini memperbandingkan NPBA dan NPBI.

2. Perbandingan Kontrastif NPBA dan NPBI a. Bilangan Satuan

5 Harimurti Kridalaksana. Kamus Linguistik: Edisi Ketiga. (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama). h. 98

6 M. Ramlan. Morfologi: Suatu Tinjauan Deskriptif. (Yogyakarta: CV Karyono) h. 28-29

(6)

Bilangan satuan yaitu hitungan 0 sampai dengan 9 antara NPBA dan NPBI dapat disetarakan dalam bagan berikut:

Numerlia Pokok NPBA NPBI

0 Sifr Nol

1 wa:hid Satu

2 ’ithna:n Dua

3 thala:that Tiga

4 ’arba‘at Empat

5 Khamsat Lima

6 Sittat Enam

7 sab‘at Tujuh

8 thama:niyat Delapan

9 tis‘at Sembilan

Pada tabel di atas bilangan NPBA dan NPBI memiliki hitungan yang sama: untuk angka 0 menggunakan kata Sifr dalam NPBA dan Nol dalam NPBI. Dalam konsep kata angka satuan di atas, hitungan 0 s.d 9 menggunakan satu kata.

b. Bilangan Belasan

Bilangan belasan yaitu hitungan 10 sampai dengan 19 antara NPBA dan NPBI dapat disetarakan dalam bagan berikut:

Numerlia Pokok PNBA PNBI

10 ‘ashrata Sepuluh

11 ’ahada ‘ashara Sebelas

(7)

12 ’ithna: ‘ashara Dua belas 13 thala:thata ‘ashara Tiga belas 14 ’arba‘ata ‘ashara Empat belas 15 khamsata ‘ashara Lima belas

16 sittata ‘ashara Enam belas

17 sab‘ata ‘ashara Tujuh belas

18 thama:niyata ‘ashara Delapan belas 19 tis‘ata ‘ashara Sembilan belas

Pada bilangan puluhan di atas baik NPBA dan NPBI memiliki dua pola perhitungan. Untuk bilangan angka 10 baik NPBA menggunakan satu kata ‘ashrata sedangkan NPBI menggunakan dua kata yaitu se dan puluh. Sementara untuk bilangan angka 11 s.d 19 baik NPBA maupun NPBI menggunakan dua kata pada contoh table di atas kata ’ithna: dan ‘ashara, dan NPBI menggunakan Dua belas.

Dari segi urutan kata antara bilangan 11 sampai dengan 19 baik NPBA maupun NPBI menggunakan pola satuan + belasan hal ini terlihat dalam salah satu bilangan 17 yaitu: NPBA sab‘ata + ‘ashara sementara NPBI Tujuh + belas

c. Bilangan Puluhan

Bilangan puluhan yaitu 20 sampai dengan 99 antara NPBA dan NPBI dapat disetarakan dalam bagan berikut:

(8)

Numerlia Pokok

NPBA NPBI

20 ‘ishru:n Dua puluh

21 wa:hid wa ‘ishru:n Dua puluh satu 22 ’ithna:n wa ‘ishru:n Dua puluh dua 23 , thala:that wa ‘ishru:n Dua puluh tiga 24 ’arba‘at wa ‘ishru:n Dua puluh empat 25 khamsat wa ‘ishru:n Dua puluh lima 26 sittat wa ‘ishru:n, Dua puluh enam 27 sab‘at wa ‘ishru:n Dua puluh tujuh 28 , thama:niyat wa ‘ishru:n Dua puluh delapan 29 , tis‘at wa ‘ishru:n Dua puluh sembilan

30 thala:thu:n Tiga puluh

31 wa:hid wa thala:thu:n Tiga puluh satu 32 ’ithna:n wa thala:thu:n Tiga puluh dua 33 thala:that wa thala:thu:n Tiga puluh tiga 34 ’arba‘at wa thala:thu:n Tiga puluh empat 35 khamsat wa thala:thu:n Tiga puluh lima 36 sittat wa thala:thu:n Tiga puluh enam 37 sab‘at wa thala:thu:n Tiga puluh tujuh

38

thama:niyat wa thala:thu:n

Tiga puluh delapan

39 tis‘at wa thala:thu:n Tiga puluh sembilan

40 ’arba‘u:n Empat puluh

(9)

41 wa:hid wa ’arba‘u:n Empat puluh satu 42 ’ithna:n wa ’arba‘u:n Empat puluh dua 43 thala:that wa ’arba‘u:n Empat puluh tiga 44 ’arba‘at wa ’arba‘u:n Empat puluh empat 45 khamsat wa ’arba‘u:n Empat puluh lima 46 sittat wa ’arba‘u:n Empat puluh enam 47 sab‘at wa ’arba‘u:n Empat puluh tujuh 48 thama:niyat wa ’arba‘u:n Empat puluh delapan 49 tis‘at wa ’arba‘u:n Empat puluh Sembilan

50 khamsu:n Lima puluh

51 wa:hid wa khamsu:n Lima puluh satu 52 ’ithna:n wa khamsu:n Lima puluh dua 53 thala:that wa khamsu:n Lima puluh tiga 54 ’arba‘at wa khamsu:n Lima puluh empat 55 khamsat wa khamsu:n Lima puluh lima 56 sittat wa khamsu:n Lima puluh enam 57 sab‘at wa khamsu:n Lima puluh tujuh 58 thama:niyat wa khamsu:n Lima puluh delapan 59 tis‘at wa khamsu:n Lima puluh Sembilan

60 sittu:n Enam puluh

61 wa:hid wa sittu:n Enam puluh satu 62 ’ithna:n wa sittu:n Enam puluh dua 63 thala:that wa sittu:n Enam puluh tiga 64 ’arba‘at wa sittu:n Enam puluh empat

(10)

65 khamsat wa sittu:n Enam puluh lima 66 sittat wa sittu:n Enam puluh enam 67 sab‘at wa sittu:n Enam puluh tujuh 68 thama:niyat wa sittu:n Enam puluh delapan 69 tis‘at wa sittu:n Enam puluh Sembilan

70 sab‘u:n Tujuh puluh

71 wa:hid wa sab‘u:n Tujuh puluh satu 72 ’ithna:n wa sab‘u:n Tujuh puluh dua 73 thala:that wa sab‘u:n Tujuh puluh tiga 74 ’arba‘at wa sab‘u:n Tujuh puluh empat 75 khamsat wa sab‘u:n Tujuh puluh lima 76 sittat wa sab‘u:n Tujuh puluh enam 77 sab‘at wa sab‘u:n Tujuh puluh tujuh 78 thama:niyat wa sab‘u:n Tujuh puluh delpan 79 tis‘at wa sab‘u:n Tujuh puluh Sembilan

80 thama:nu:n Delapan puluh

81 wa:hid wa thama:nu:n Delapan puluh satu 82 ’ithna:n wa thama:nu:n Delapan puluh dua 83 thala:that wa thama:nu:n Delapan puluh tiga 84 ’arba‘at wa thama:nu:n Delapan puluh empat 85 khamsat wa thama:nu:n Delapan puluh lima 86 sittat wa thama:nu:n Delapan puluh enam 87 sab‘at wa thama:nu:n Delapan puluh tujuh 88 thama:niyat wa Delapan puluh delapan

(11)

thama:nu:n

89 tis‘at wa thama:nu:n Delapan puluh Sembilan

90 tis‘u:n Sembilan puluh

91 wa:hid wa tis‘u:n Sembilan puluh satu 92 ’ithna:n wa tis‘u:n Sembilan puluh dua 93 thala:that wa tis‘u:n Sembilan puluh tiga 94 ’arba‘at wa tis‘u:n Sembilan puluh empat 95 khamsat wa tis‘u:n Sembilan puluh lima 96 sittat wa tis‘u:n Sembilan puluh enam 97 sab‘at wa tis‘u:n Sembilan puluh tujuh 98 thama:niyat wa tis‘u:n Sembilan puluh delapan

99 tis‘at wa tis‘u:n

Sembilan puluh sembilan

Pada bilangan angka 20 s.d 99 terdapat beberapa perbedaan antara bilnagan angka 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80 dan 90. Untuk bilangan angkat tersebut, NPBA menggunakan dua kata, angka 20 ‘ishr dan u:n, angka 30 thala:th dan u:n , angka 40’arba dan ‘u:n, angka 50 khams dan u:n, angka 60 sitt dan u:n, angka 70 sab‘ dan u:n, angka 80 thama:n dan u:n, angka 90 tis‘ dan u:n. kata yang pertama untuk Satuan yaitu morfem ‘ishr dan kata yang kedua untuk Puluhan yaitu morfem u:n. Untuk angka 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80 dan 90 dalam NPBI menggunakan kata dua dan puluh, tiga dan puluh, empat dan puluh, lima dan puluh, enam dan puluh, tujuh dan puluh, delapan dan puluh,

(12)

dan Sembilan dan puluh. Kata yang pertama untuk Satuan dan kata yang kedua untuk Puluhan.

Untuk bilangan angka 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, NPBA mempunyai rumusan sebagai berikut. Untuk angka 21 NPBA menggunakan kata satuan wa:hid, kata penghubung wa, kata puluhan

‘ishru:n. Dalam pembentukan bilangan tersebut menggunakan pola satuan + kata hubung + puluh. Untuk bilangan angka 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, NPBI mempunyai rumusan sebagai berikut. Untuk angka 21 NPBI menggunakan kata satuan dua, kata puluhan puluh, kata satuan satu. Dalam pembentukan bilangan tersebut menggunakan pola satuan + puluhan + puluh.

d. Bilangan Ratusan

Bilangan ratusan yaitu 100, 200, 300, 400, 500, 600, 700, 800 dan 900 antara NPBA dan NPBI dapat disetarakan dalam bagan berikut:

Numerlia Pokok NPBA NPBI

100 mi’at Seratus

200 mi’ata:n Dua ratus

300 thala:thu mi’at Tiga ratus 400 ’arba‘u mi’at Empat ratus 500 khamsu mi’at Lima ratus 600 sittu mi’at Enam ratus 700 sab‘u mi’at Tujuh ratus 800 thama:nu mi’at Delapan ratus 900 tis‘u mi’at Sembilan ratus

(13)

Pada bilangan angka 100 di atas NPBA menggunakan satu kata mi’at sedangkan NPBI menggunakan dua kata yaitu se dan ratus.

Sementara untuk bilangan angka 200, 300, 400, 500, 600, 700, 800, 900 baik NPBA maupun NPBI menggunakan dua kata. Untuk bilangan angka 200 NPBA menggunakan duakata yaitu, kata mi’at dan morfem a:n. Sementara NPBI menggunakan dua kata yaitu kata Dua dan kata ratus. Untuk bilangan angka 300 s.d 900 baik NPBA maupun NPBI mempunyai dua kata yang hamper sama, yaitu satuan + ratusan.

Bilangan angka 300 NPBA terdiri dari kata thala:thu dan kata mi’at.

Sementara NPBI juga menggunakan dua kata yaitu kata satuan Tiga dan kata ratusan ratus.

Untuk bilangan angka 150 NPBA menggunakan tiga kata yang terdiri dari angka 100 dan 50. NPBA menggunakan pola kata ratusan mi’at, kata penghubung wa, kata puluhan khamsu:n. Sementara NPBI menggunakan pola kata ratusan seratus, kata satuan lima, kata puluhan puluh.

Untuk bilangan angka 151 NPBA menggunakan kata ratusan mi’at, kata penghubung wa, kata satuan wa:hid, kata penghubung wa, kata puluhan khamsu:n. Sementara NPBI menggunakan pola ratusan seratus, kata satuan lima, kata puluhan puluh, satuan satu.

e. Bilangan Ribuan

Bilangan ribuan yaitu 1000, 2000, 3000, 4000, 5000, 6000, 7000, 8000 dan 9000 antara NPBA dan NPBI dapat disetarakan dalam bagan berikut:

(14)

Numerlia Pokok NPBA NPBI

1000 ’alf Seribu

2000 ’alfa:n Dua ribu

3000 thala:thu ’ala:f Tiga ribu 4000 ’arba‘u ’ala:, Empat ribu

5000 khamsu ’ala:f Lima ribu

6000 sittu ’ala:f Enam ribu

7000 sab‘u ’ala:f Tujuh ribu

8000 thama:nu ’ala:f Delapan ribu

9000 tis‘u ’ala:f Sembilan ribu

Pada bilangan angka 1000 di atas NPBA menggunakan satu kata

’alf sedangkan NPBI menggunakan dua kata yaitu se dan ribu.

Sementara untuk bilangan angka 2000, 3000, 4000, 5000, 6000, 7000, 8000, 9000 baik NPBA maupun NPBI menggunakan dua kata. Untuk bilangan angka 2000 NPBA menggunakan duakata yaitu, kata ’alf dan morfem a:n. Sementara NPBI menggunakan dua kata yaitu kata Dua dan kata ribu. Untuk bilangan angka 3000 s.d 9000 baik NPBA maupun NPBI mempunyai dua kata yang hamper sama, yaitu satuan + ribuan.

Bilangan angka 3000 NPBA terdiri dari kata thala:thu dan kata ’ala:f.

Sementara NPBI juga menggunakan dua kata yaitu kata satuan Tiga dan kata ribuan ribu.

Untuk bilangan angka 1.150 NPBA menggunakan kata ribuan

’alf, kata penghubung wa, kata ratusan mi’at, kata penghubung wa, kata puluhan khamsu:n. Sementara NPBI menggunakan pola bilangan

(15)

angka di atas dengan menggunakan kata ribuan seribu, kata ratusan seratus, kata satuan lima, kata puluhan puluh.

Untuk bilangan angka 1001 NPBA menggunakan kata ribuan

’alf, kata penghubung wa, kata satuan wa:hid. Sementara NPBI menggunakan pola bilangan angka di atas dengan menggunakan kata ribuan seribu, dan kata satuan satu.

f. Bilangan Puluhan ribu

Bilangan puluhan ribu yaitu 10.000 , 20.000, 30.000, 40.000, 50.000, 60.000, 70.000, 80.000 dan 90.000 antara NPBA dan NPBI dapat disetarakan dalam bagan berikut:

Numerlia Pokok PNBA PNBI

10000 ‘ashara ’alf Sepuluh ribu 20000 ‘ishru:na ’alf Dua puluh ribu 30000 thala:thu:na ’alf Tiga puluh ribu 40000 ’arba‘u:na ’alf Empat puluh ribu 50000 khamsu:na ’alf Lima puluh ribu 60000 sittu:na ’alf Enam puluh ribu 70000 sab‘u:na ’alf Tujuh puluh ribu 80000 thama:nu:na ’alf Delapan puluh ribu 90000 tis‘u:na ’alf Sembilan puluh ribu

Pada bilangan angka 10.000 di atas NPBA menggunakan dua kata yaitu kata puluhan ‘ashara dan kata ribuan’alf. Sedangkan NPBI menggunakan dua kata yaitu kata puluhan sepuluh dan kata ribuan seribu. Sementara untuk bilangan angka 20.000, 30.000, 40.000,

(16)

50.000, 60.000, 70.000, 80.000, 90.000 baik NPBA maupun NPBI juga menggunakan dua kata. Untuk bilangan angka 20.000 NPBA menggunakan dua kata yaitu, kata puluhan ‘ishru:na dan kata ribuan

’alf. Sementara NPBI menggunakan tiga kata yaitu kata dua, kata puluhan puluh dan kata ribuan ribu. Untuk bilangan angka 30000 s.d 90000 baik NPBA maupun NPBI mempunyai dua kata yang sama, yaitu satuan + ribuan. Bilangan angka 30000 NPBA terdiri dari kata kata puluhan thala:thu:na dan kata ribuan ’alf. Sementara NPBI menggunakan tiga kata yaitu kata satuan Tiga, kata puluhan puluh dan kata ribuan ribu.

Untuk bilangan angka 10.001 NPBA menggunakan kata puluhan‘ashara, kata ribuan ’alf, kata penghubung wa, kata satuan wa:hid. Sementara NPBI menggunakan pola bilangan angka di atas dengan menggunakan kata puluhan sepuluh, kata ribuan seribu, dan kata satuan satu.

Untuk bilangan angka 10.051 NPBA menggunakan kata puluhan

‘ashara, kata ribuan ’alf, kata penghubung wa, kata satuan wa:hid, kata penghubung wa, kata puluhan khamsu:n. Sementara NPBI menggunakan pola bilangan angka di atas dengan menggunakan kata puluhan sepuluh, ribuan ribu, kata satuan lima, kata puluhan puluh, kata satuan satu.

Untuk bilangan angka 10.151 NPBA menggunakan kata puluhan

‘ashara, kata ribuan ’alf, kata penghubung wa, kata ratusan mi’at, kata penghubung wa, kata satuan wa:hid, kata penghubung wa, kata puluhan khamsu:n. Sementara NPBI menggunakan pola bilangan angka di atas

(17)

dengan menggunakan kata puluhan sepuluh, ribuan ribu, kata ratusan seratus, kata satuan lima, kata puluhan puluh, kata satuan satu.

g. Bilangan Ratusan ribu

Bilangan ratusan ribu yaitu 100.000, 200.000, 300.000, 400.000, 500.000, 600.000, 700.000, 800.000 dan 900.000 antara NPBA dan NPBI dapat disetarakan dalam bagan berikut:

Numerlia Pokok PNBA PNBI

100000 mi’at ’alf Seratus ribu

200000 mi’ata: ’alf Dua ratus ribu

300000 thala:thu mi’at ’alf Tiga ratus ribu 400000 ’arba‘u mi’at ’alf Empat ratus ribu 500000 khamsu mi’at ’alf Lima ratus ribu 600000 sittu mi’at ’alf Enam ratus ribu 700000 sab‘u mi’at ’alf Tujuh ratus ribu 800000 thama:nu mi’at ’alf Delapan ratus ribu 900000 tis‘u mi’at ’alf Sembilan ratus ribu

Pada bilangan angka 100.000 di atas NPBA menggunakan dua kata yaitu kata ratusan mi’at dan kata ribuan’alf. Sedangkan NPBI menggunakan dua kata yaitu kata ratusan seratus dan kata ribuan ribu.

Sementara untuk bilangan angka 200.000, 300.000, 400.000, 500.000, 600.000, 700.000, 800.000, 900.000 baik NPBA maupun NPBI juga menggunakan dua kata. Untuk bilangan angka 200.000 NPBA menggunakan dua kata yaitu, kata ratusan mi’ata: dan kata ribuan ’alf.

Sementara NPBI menggunakan tiga kata yaitu kata dua, kata ratusan

(18)

ratus dan kata ribuan ribu. Untuk bilangan angka 300.000 s.d 900.000 baik NPBA maupun NPBI mempunyai dua kata yang sama, yaitu ratusan + ribuan. Bilangan angka 300000 NPBA terdiri dari kata satuan thala:thu, kata ratusan mi’at dan kata ribuan ’alf. Sementara NPBI juga menggunakan tiga kata yaitu kata satuan Tiga, kata ratusan ratus dan kata ribuan ribu. aitu: satuan + ratusan + ribuan.

Untuk bilangan angka 100.001 NPBA menggunakan kata ratusan mi’at dan kata ribuan’alf, kata penghubung wa, kata satuan wa:hid. Sementara NPBI menggunakan pola bilangan angka di atas dengan menggunakan kata ratusan seratus, kata ribuan ribu, dan kata satuan satu.

Untuk bilangan angka 100.151 NPBA menggunakan menggunakan kata ratusan mi’at, kata ribuan’alf, kata penghubung wa, kata ratusan mi’at, kata penghubung wa, kata satuan wa:hid, kata penghubung wa, kata puluhan khamsu:n. Sementara NPBI menggunakan pola bilangan angka di atas dengan menggunakan kata ratusan seratus, kata ribuan ribu, kata ratusan seratus, kata satuan lima, kata puluhan puluh, kata satuan satu.

Untuk bilangan angka 101.000 NPBA menggunakan menggunakan kata ratusan mi’at, kata ribuan’alf, kata penghubung wa, kata ratusan alf. Sementara NPBI menggunakan pola bilangan angka di atas dengan menggunakan kata ratusan seratus, kata satuan satu, kata ribuan ribu

.

(19)

h. Bilangan Jutaan

Bilangan belasan yaitu 1000.000 – 9000.000 antara NPBA dan NPBI dapat disetarakan dalam bagan berikut:

Numerlia Pokok NPBA NPBI

1000000 miliyu:n Sejuta

2000000 miliya:n Dua juta

3000000 thala:thu mala:yi:n Tiga juta

4000000 ’arba‘u mala:yi:n Empat juta

5000000 khamsu mala:yi:n Lima lima

6000000 sittu mala:yi:n Enam enam

7000000 sab‘u mala:yi:n Tujuh tujuh

8000000 thama:nu mala:yi:n Delapan juta

9000000 tis‘u mala:yi:n Sembilan juta

Pada bilangan angka 1000000 di atas NPBA menggunakan satu kata yaitu kata miliyu:n. Sedangkan NPBI menggunakan dua kata yaitu kata satuan satu dan kata jutaan juta. Sementara untuk bilangan angka 2000000, 3000000, 4000000, 5000000, 6000000, 7000000, 8000000, 9000000 baik NPBA maupun NPBI juga menggunakan dua kata. Untuk bilangan angka 2000000 NPBA menggunakan dua kata yaitu, kata miliy dan morfem a:n.. Sementara NPBI juga menggunakan dua kata yaitu kata satuan dua, dan kata jutaan juta. Untuk bilangan angka 3000000 s.d 9000000 baik NPBA maupun NPBI mempunyai dua kata yang sama, yaitu satuan + jutaan. Bilangan angka 3000000 NPBA

(20)

terdiri dari kata satuan thala:thu, kata jutaan mala:yi:n. Sementara NPBI juga menggunakan dua kata yaitu kata satuan Tiga, dan kata jutaan ribu.

Untuk bilangan angka 1000.001 NPBA menggunakan kata jutaan miliyu:n, kata penghubung wa, kata satuan wa:hid. Sementara NPBI menggunakan pola bilangan angka di atas dengan menggunakan kata juta sejuta dan kata satuan satu.

Untuk bilangan angka 1001.000 NPBA menggunakan menggunakan kata jutaan miliyu:n, kata penghubung wa, kata ribuan’alf. Sementara NPBI menggunakan pola bilangan angka di atas dengan menggunakan kata jutaan sejuta, kata satuan satu, kata ribuan ribu.

Untuk bilangan angka 1001.051 NPBA menggunakan menggunakan kata jutaan miliyu:n, kata penghubung wa, kata ribuan’alf, kata penghubung wa, kata satuan wa:hid, kata penghubung wa, kata puluhan khamsu:n. Sementara NPBI menggunakan pola bilangan angka di atas dengan menggunakan kata jutaan sejuta, kata satuan satu, kata ribuan ribu, kata satuan lima, kata puluhan puluh, kata satuan satu.

(21)

KESIMPULAN

Pengucapan dari angka yang sama menggunakan cara yang sangat berbeda baik dalam urutan kata-kata yang digunakan. Penggunaan angka satuan, belasan, puluhan, ribuan, puluhan ribu, ratusan ribu dan jutaan.

Perbedaan antara NPBA dan NPBA terdapat dalam pengucapan angka di atas dua puluh. Perbedaan tersebut menyebabkan struktur penyebutan satuan baru menggunakan puluhan.

Bagi pembelajar bahasa Arab, penting untuk memperbandingkan penggunaan satuan, puluhan, dan urutan angkanya sehingga mempermudah dalam penguasaan konsep menghitung menggunakan bahasa Arab.

DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan, dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia: Edisi Ketiga.

Jakarta: Balai Pustaka.

Arsyad, Azhar.2001. Dasar-dasar Penguasaan Bahasa Arab. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar.

Crystal, David. 1991. A Dictionary of Linguistics and Phonetics. Cambridge:

Basil Blackwell.

Kridalkasana, Harimurti. 2001. Kamus Linguistik: Edisi Ketiga. Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama.

Ramlan, M. 2001. Morfologi: Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: CV.

Karyono

Referensi

Dokumen terkait

Dengan kata lain, pemilik sertifikat Berkaitan dengan sertifikat sebagai tanda bukti hak yang bersifat kuat,. sertifikat yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan

[r]

[r]

- Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang.. Undang-Undang

Aplikasi penelitian ini dimasa yang akan datang disarankan agar Hotel Grand Duta Syariah Palembang dapat membedakan fungsi penjualan dan fungsi kas agar tidak

Atas kehendak-Nya penulis dapat meenyelesaikan skripsi dengan judul “ Perbedaan Pengaruh Latihan Interval Aerob dan Interval Anaerob Terhadap Peningkatan Kecepatan

Membawa Dokumen Penawaran Asli dan Foto copy sesuai dengan yang telah diunggah. dalam

dari pusat layanan kesehatan rujukan persalinan, rendahnya pengetahuan dan sikap masyarakat, serta masih banyaknya kasus persalinan muda (di bawah usia 18 tahun) sangatlah