• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PEMBERIAN LIMBAH PENETASAN DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMA PUYUH (Coturnix coturnix japonica).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH PEMBERIAN LIMBAH PENETASAN DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMA PUYUH (Coturnix coturnix japonica)."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

1

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ketersediaan bahan pakan sering menjadi kendala karena mahalnya harga

pakan akibat sebagian bahan pakan tersebut masih didatangkan dari luar negeri

seperti tepung ikan, jagung dan bungkil kedelai, sehingga meningkatkan biaya

produksi (Filawati, 2008). Salah satu bahan pakan alternatif yang dapat digunakan

untuk menyiasati permasalahan tersebut adalah limbah penetasan. Dalam

penyusunan ransum, limbah penetasan merupakan bahan pakan alternatif yang

bukan merupakan pilihan utama untuk menyediakan nutrien pada ternak sehingga

harganya relatif murah (Iyayi, 2008).

Usaha penetasan unggas menghasilkan sejumlah limbah penetasan yang

terdiri dari kerabang kosong, telur infertil, embrio yang mati, telur yang terlambat

menetas dan cairan kental dari telur (Glatz et al., 2011). Limbah penetasan puyuh

mempunyai kandungan nutrien yang cukup baik, yaitu energi metabolis 2.795,24

kkal/kg, protein kasar 36,24%, lemak kasar 29,59%, serat kasar 0,92%, abu

25,16%, kalsium 10,73% dan fosfor 0,69% (Sathishkumar dan Prabakaran, 2008).

Berdasarkan kandungan nutrien tersebut, limbah penetasan dapat diklasifikasikan

sebagai sumber protein (Lilburn et al., 1997). Salah satu kandungan nutrien dalam

ransum yang memengaruhi performa puyuh adalah protein (North dan Bell, 1990;

Wahju, 1997).

Odunsi et al. (2013) menyatakan bahwa puyuh yang diberi limbah

penetasan sebanyak 9,67% dalam ransum memiliki produksi dan bobot telur lebih

tinggi serta konversi ransum lebih rendah daripada puyuh yang diberi tepung ikan

sebanyak 5% dalam ransum isoprotein. Penelitian yang dilakukan oleh Alaba dan

Ekeocha (2012) menunjukkan bahwa ayam petelur berumur 30–34 minggu yang

diberi limbah penetasan sebanyak 9,44% dalam ransum menghasilkan konversi

ransum lebih rendah daripada ayam petelur yang diberi tepung ikan sebanyak 8%

dalam ransum. Sathishkumar dan Prabakaran (2008) menyatakan bahwa

(2)

2

memengaruhi konsumsi ransum, produksi telur, berat telur dan efisiensi ransum.

Berdasarkan uraian tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh

pemberian TLP dalam ransum terhadap performa puyuh petelur.

B. Rumusan Masalah

Ketersediaan pakan yang kontinyu dengan harga yang relatif murah dan

kandungan nutrien sesuai dengan kebutuhan ternak merupakan permasalahan bagi

para peternak di Indonesia. Tingginya harga bahan pakan membuat peternak harus

mencari solusi mengganti bahan pakan konvensional dengan bahan pakan

alternatif yang lebih murah. Salah satu bahan pakan alternatif yang mudah

didapatkan dan murah adalah limbah penetasan.

Limbah penetasan memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan pakan

unggas karena memiliki kandungan nutrien yang cukup baik seperti energi

metabolis, protein dan kalsium tinggi. Protein yang terkandung dalam limbah

penetasan mempunyai nilai biologi dan kecernaan yang tinggi serta keseimbangan

asam-asam amino dari limbah penetasan lebih baik dibandingkan dengan tepung

ikan dan bahan pakan sumber protein hewani yang lain, selain itu kandungan

energi metabolis dalam limbah penetasan cukup tinggi. Pemberian limbah

penetasan dalam ransum diharapkan meningkatkan performa puyuh petelur.

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian

Referensi

Dokumen terkait

dengan judul “Pemanfaatan Kalsium Puyuh (Coturnix coturnix japonica) yang Mendapat Tepung Limbah Penetasan Keseluruhan atau Tanpa.. Kerabang

PERFORMA PUYUH (Coturnix coturnix japonica) YANG DISUPLEMENTASI BETAIN DALAM RANSUM DENGAN LEVEL ENERGI METABOLIS YANG

Tidak terdapat interaksi untuk perlakuan dan perlakuan level protein signifikan pada konsumsi ransum sedang untuk penambahan lama pencahayaan tidak terdapat

aaaaaSimpulan dari penelitian penggunaan tepung limbah penetasan sampai level 15% dalam pakan mengakibatkan peningkatan konsumsi dan massa telur puyuh namun

Bahan Pakan alternatif yang diharapkan dapat mengurangi penggunaan tepung ikan adalah tepung limbah penetasan (TLP) karena memiliki kandungan protein dan kalsium

Simpulan dari penelitian ini adalah penggunaan tepung limbah penetasan telur puyuh dalam ransum sampai level 15% menghasilkan berat telur, tebal kerabang,

penggunaan tepung limbah penetasan pada ransum terhadap berat telur, tebal. kerabang, indeks putih telur, indeks kuning telur, dan Haugh

Hasil penelitian pengaruh pemberian kandungan protein yang berbeda dalam ransum terhadap pertambahan bobot badan disajikan pada Tabel 10..