15 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian
Desain penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (RnD). Metode RnD merupakan penelitian dengan tujuan menghasilkan suatu produk sekaligus melakukan uji efektifitasnya (Sugiyono, 2010:407). Borg and Gall (1989) menjelaskan bahwa RnD ialah metode penelitian yang digunakan untuk pengembangan atau validasi suatu produk yang diterapkan pada pembelajaran maupun pendidikan ( Sugiyono, 2015:9).
Penelitian ini bermaksud untuk mengembangkan media pembelajaran motif batik Ngawi berbasis audio visual sebagai media pengenalan batik Ngawi di sekolah dasar. Prosedur dalam penelitian ini menerapkan prosedur penelitian dan pengembangan atau RnD dari Borg and Gall (1989) yang sudah dimodifikasi oleh Sukmadinata (2012:184-189) yang meliputi tiga tahap RnD, yaitu 1) studi awal; 2) pengembangan model; 3) uji. Namun, dalam penelitian ini hanya akan dilakukan prosedur penelitian sampai tahap 2 pengembangan model yaitu uji terbatas karena terbatasnya waktu peneliti.
Penelitian ini dilaksanakan di SDN Papungan I, Ngawi, Jawa Timur.
Pemilihan tempat ini dengan menggunakan teknik purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik menentukan suatu sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2016 : 85). Berikut beberapa pertimbangan peneliti dalam memilih lokasi tersebut sebagai lokasi penelitian.
1. Terdapat permasalahan dalam pembelajaran, yaitu guru hanya menyampaikan materi batik secara text book saja. Belum mengajarkan motif batik Ngawi kepada peserta didik.
2. Terdapat data yang diperlukan guna kepentingan penelitian.
3. Ketersediaan sarana prasarana yang dapat menunjang pelaksanaan pembelajaran menggunakan media audio visual.
Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021 selama 5 bulan, terhitung mulai minggu ketiga bulan September 2020 sampai
Januari 2021. commit to user
Tabel 3. 1 Waktu Penelitian
No Kegiatan
Bulan
Sept Okt Nov Des Jan
Minggu Ke-
Minggu Ke-
Minggu Ke-
Minggu Ke-
Minggu Ke- 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 Penentuan
masalah dan Judul
2 Pra survey 3 Penyusunan
proposal
6 Perizinan 7 Pengumpulan
data
8 Pengolahan data
9 Penyusunan laporan dan revisi
10 Monev 1 - 5 11 Movev Final 12 Submit
artikel
12 Uji Turnitin 13 Diseminasi
B. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian merupakan langkah konkret daripada model penelitian dan pengembangan. Prosedur penelitian menerapkan prosedur Research and Development (RnD) dari Borg and Gall (1989) yang sudah dimodifikasi oleh commit to user
Sukmadinata, (2012:184-189) yang meliputi tiga tahap Research and Development (RnD), yaitu 1) studi pendahuluan; 2) pengembangan model; 3) uji.
Namun, pada penelitian ini hanya akan dilakukan prosedur penelitian sampai tahap 2 pengembangan model yaitu uji terbatas dikarenakan terbatasanya waktu peneliti.
Gambar 3. 1Modifikasi Prosedur Penelitian dan Pengembangan Borg and Gall, 1989 (Sumber : Sukmadinata, (2012:184-189)
Gambar 3. 2 Prosedur Penelitian dan Pengembangan Media Pembelajaran Motif Batik Ngawi Berbasis Audio Visual Sebagai Media Pengenalan Batik Ngawi di
Sekolah Dasar
Studi Pendahuluan Pengembangan Pengujian
Studi Pustaka
Survei Lapangan
Penyusunan Draft Produk
Uji Coba Terbatas
Uji Coba
Luas Post test
Perlakuan Pretest
Studi Pendahuluan Pengembangan
Studi Pustaka
Survei Lapangan
Penyusunan Draft Produk
Uji Coba Terbatas
Pengembangan Media Pembelajaran Motif Batik Ngawi Berbasis Audio Visual Sebagai Media Pengenalan Batik Ngawi Di Sekolah Dasar
commit to user
1. Tahap Studi Pendahuluan
Studi pendahuluan yakni tahap awal dari sebuah metode penelitian RnD. Pada tahap ini peneliti mengambil data berdasarkan kondisi nyata di lapangan guna menganalisis kebutuhan - kebutuhan pada penelitian. Adapun kegiatan pada tahap ini antara lain.
a. Strategi Penelitian
Strategi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Diawali dengan melakukan wawancara melalui kegiatan Focus Grup Discussion dengan 15 guru kelas 5 SD Se- Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi mengenai media pembelajaran materi batik. Setelah menemukan permasalahan pada media pembelajaran materi batik, dilakukan wawancara dengan beberapa pengrajin batik di Ngawi yaitu, Ibu Ajeng, Ibu Miyati Waluyo, dan Bapak Suwandi. Juga dilakukan observasi dan analisis dokumen-dokumen terkait maslaah tersebut.
b. Data dan Sumber Data
Data yang dibutuhkan pada studi pendahuluan ini dikumpulkan melelui observasi, wawancara, serta analisis dokumen. Sedangkan sumber data didapatkan dari informan, yakni pihak-pihak yang memahami implementasi media pembelajaran materi batik di kelasnya, yakni Guru Kelas 5 SD, serta informan yang berkaitan dengan batik Ngawi yakni beberapa pengrajin batik di Ngawi yaitu, Ibu Ajeng, Ibu Miyati Waluyo, dan Bapak Suwandi. Tujuannya ialah untuk mengetahui permasalahan pada media pembelajaran materi batik serta untuk mengumpulkan data guna pengembangan media pembelajaran motif batik Ngawi berbasis audio visual.
c. Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ialah kegiatan yang dengan tujuan memperoleh hasil dalam bentuk data. Kualitas data dari hasil penelitian dipengaruhi dua hal yaitu pengumpulan data dan instrumen yang dipakai dalam penelitian (Sugiyono, 2015:193). Pengumpulan data merupukan usaha pembatasan commit to user
penelitian, pengumpulan informasi dari wawancara yang terstrukur maupun tidak terstruktur, dokumentasi, observasi, materi-materi visual, serta usaha perancangan protokol guna perekaman/pencatatan informasi (Creswell, 2016, hal. 253). Berikut teknik pengumpulan data yang digunakan.
1) Wawancara
Teknik ini diterapkan jika peneliti hendak mengadakan studi awal guna menemukan masalah sebagai acuan apa yang harus diteliti (Sugiyono, 2015:194). Wawancara yang akan digunakan adalah wawancara tidak terstrukur dan dilakukan secara mendalam.
Wawancara tidak terstrukur merupakan wawancara bebas atau terbuka yang mana pedoman wawancara tidak disusun sistematis dan lengkap, melainkan berupa garis besar masalah yang hendak dicari jawabannya (Sugiyono, 2015). Wawancara dengan pertanyaan tidak terstrukur serta open-ended (terbuka) disusun guna menggali opini dari partisipan (Creswell, 2016). Wawancara dilaksanakan bersama 15 guru kelas V Sekolah Dasar Se-Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi, serta Bapak Suwandi, Ibu Miyati Waluyo, dan Ibu Ajeng yang merupakan para pengrajin Batik Ngawi.
2) Observasi
Teknik observasi memiliki ciri yaitu tidak terbatas pada manusia saja, tetapi observasi dapat dilakukan terhadap objek-objek lain (Sugiyono, 2015). Observasi dilakukan peneliti guna mengetahui pembelajaran SBdP KD 3.4 dalam mengenalkan Batik Ngawi di kelas V SDN se-kecamatan Jogorogo. Observasi juga dilakukan guna mengkroscek kebenaran data yang didapat dari narasumber dengan melihat langsung keadaan di lapangan.
3) Dokumentasi
Dokumen yaitu mengumpulkan data melalui catatan peristiwa lampau. Dokumen bisa berbentuk gambar, tulisan, ataupun karya monumental (Sugiyono, 2015). Dokumentasi digunakan guna commit to user
melengkapi metode observasi dan wawancara agar lebih kredibel.
Dalam penelitian ini, peneliti melakukan dokumentasi pada proses membatik, motif-motif batik, tempat-tempat atau benda-benda yang dijadikan inspirasi pengrajin untuk motif-motif batik Ngawi.
d. Validitas Data
Pada tahap ini menggunakan teknik triangulasi sebagai uji validitas. Triangulasi digunakan untuk mengecek data melalui berbagai sumber dengan menggunakan gabungan cara serta waktu (Sugiyono, 2015). Teknik ini dibagi menjadi tiga, yakni triangulasi sumber, waktu, dan teknik. Triangulasi sumber dipakai guna pengujian kredibilitas data dengan melakukan pengecekan data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber (Sugiyono, 2015). Triangulasi waktu penting dalam uji validitas data, waktu dapat berpengaruh pada kredibilitas data (Sugiyono, 2015).
Triangulasi teknik digunakan dalam uji kredibilitas data melalui pengecekan data yang didapat dari berbagai sumber (Sugiyono, 2015).
Teknik uji validitas data yang dipakai pada penelitian ini yakni triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Triangulasi teknik dilakukan dengan pengecekan data dan pembandingan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan Triangulasi sumber data dilakukan dengan pengecekan data dan pembandingan data dari pengrajin batik, guru, serta pengamat..
e. Teknik Analisis Data
Teknik yang digunakan adalah model Miles dan Huberman. Teknik ini dilakukan selama dan setelah peneliti melakukan penelitian di lapangan dalam kurun waktu tertentu (Sugiyono, 2015). Terdapat tiga jalur analisis data kualitatif, yakni data reduction/ reduksi data, data display/ penyajian data dan conclusion drawing/ verifikasi. (Sugiyono, 2015).
1) Reduksi Data
Reduksi data adalah kesensitifan dalam proses berpikir yang membutuhkan kkeluasan dan kecerdasan serta wawasan luas. Untuk peneliti yang awam dalam reduksi data dapat dilakukan bersama teman commit to user
atau orang lain yang dianggap ahli. Pada reduksi data, peneliti memilah hal-hal pokok dan memangkas hal-hal yang tidak sesuai.
2) Penyajian Data
Langkah berikutnya yaitu menyajikan data. Penyajian data dapat dilakukan dengan uraian singkat, bagan, flowchart, dan sebagainya. Penyajian ini akan memprmudah peneliti memahami apa yang terjadi, dan melakukan perencanaan kerja selanjutnya.
3) Conclusion drawing/ verifikasi
Terakhir yakni menyimpulkan dan memverifikasi. Kesimpulan awal yang dipaparkan sifatnya baru sementara dan dapat berganti jika cena penguat yang mendukung pengumpulan data di tahap selanjutnya tidak ditemukan.
f. Luaran
Melalui analisis data yang peneliti lakukan didapatkan hasil bahwa media pembelajaran batik di SDN Se-Kecamatan Jogorogo masih terbatas.
Dalam memberi pelajaran materi batik, guru hanya mengajarkan secara text-book. Guru belum mengajarkan batik Ngawi pada pembelajarannya, padahal dewasa ini perkembangan batik Ngawi sudah mulai menggeliat dan dapat dijadikan materi pelajaran.
Luaran dari tahap ini adalah perencanaan yang berkaitan dengan pengembangan media pembelajaran guna mengatasi permasalahan yang ada dalam proses pembelajaran. Kemudian peneliti membuat desain produk pengembangan media pembelajaran motif batik Ngawi.
2. Tahap Pengembangan
a. Model Pengembangan (Desain Produk)
Pada tahap ini ditetapkan rancangan produk guna memecahkan permasalahan yang ditemukan dalam tahap studi pendahuluan. Hal-hal yang dilakukan antara lain, menetapkan produk yang akan dikembangkan, perumusan materi yang akan dimasukkan dalam media, identifikasi hal-hal yang akan dilakukan dalam setiap tahapan penelitian, mempersiapkan peralatan yang diperlukan. commit to user
b. Validasi Desain
Tahap ini merupakan tahap yang dilakukan guna menilai apakah draft produk (sistem kerja baru secara rasional) lebih efektif daripada produk yang terdahulu atau masih kurang efektif. Rasional yang dimaksud yakni validasi yang dilakukan sifatnya baru berupa penilaian yang mendasar pada pemikiran rasional, bukan fakta yang ada di lapangan (Sugiyono, 2015:414). Instrumen yang dipakai berupa angket validasi dengan skala likert. Adapun penilai dalam hal ini adalah yakni ahli materi, media, dan praktisi.
c. Revisi Desain
Revisi dilakukan guna memperbaiki desain produk sesuai dengan validasi yang telah didapatkan dari ahli dan praktisi di tahap sebelumnya.
d. Uji Coba Terbatas
Uji ini dilakukan guna mengetahui apakah produk yang dikembangkan memiliki kelayakan baik aspek materi, aspek pembelajaran, maupun aspek manfaat.
1) Subjek Uji Coba
Subjek uji coba pada penelitia ini adalah SDN Papungan 01.
Pemilihan tempat uji coba didasarkan pada teknik purposive sampling. Teknik purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang memakai pertimbangan khusus (Sugiyono, 2015).
2) Data dan Sumber Data
Data yang didapatkan pada tahap ini yaitu data kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif didapatkan dari observasi, wawancara melalui FGD, dan dokumentasi maupun kritik saran para ahli. Data berupa angket validasi dari ahli materi, ahli media, dan ahli praktisi, serta angket respon peserta didik terhadap media pembelajaran motif batik Ngawi berbasis audio visual.
3) Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen pengumpulan data yang dipakai pakai tahap ini berupa angket atau kuesioner dan dokumentasi. Lembar kuesioner commit to user
digunakan untuk mengetahui penilaian ahli serta respon peserta didik terhadap media pembelajaran motif batik Ngawi berbasis audio visual. Sedangkan dokumentasi merupakan data yang digunakan sebagai penguat dari penerapan media pembelajaran motif batik Ngawi berbasis audio visual.
4) Validitas data
Pada tahap ini menggunakan teknik triangulasi sebagai uji validitas. Triangulasi digunakan untuk mengecek data melalui berbagai sumber dengan menggunakan gabungan cara serta waktu (Sugiyono, 2015). Teknik ini dibagi menjadi tiga, yakni triangulasi sumber, waktu, dan teknik. Triangulasi sumber dipakai guna pengujian kredibilitas data dengan melakukan pengecekan data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber (Sugiyono, 2015).
Triangulasi waktu penting dalam uji validitas data, waktu dapat berpengaruh pada kredibilitas data (Sugiyono, 2015). Triangulasi teknik digunakan dalam uji kredibilitas data melalui pengecekan data yang didapat dari berbagai sumber (Sugiyono, 2015). Teknik uji validitas data yang dipakai pada penelitian ini yakni triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Triangulasi teknik dilakukan dengan pengecekan data dan pembandingan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan Triangulasi sumber data dilakukan dengan pengecekan data dan pembandingan data dari pengrajin batik, guru, serta pengamat.
5) Teknik Analisis Data
Data yang telah diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan cara deskriptif kualitatif dan kuantitatif.
a) Data Kualitatif
Data kualitatif diperoleh peneliti melalui studi pendahuluan serta masukan yang diberikan oleh ahli media, ahli materi, ahli praktisi dan peserta didik. Masukan yang diperoleh kemudian di analisis secara deskriptif kualitatif. Data yang commit to user
didapatkan tersebut digunakan guna memperbaiki media pembelajaran yang dikembangkan.
b) Data Kuantitatif
Analisis kelayakan produk
Data kelayakan produk didapatkan dari angket yang disebarkan kepada ahli media, ahli materi, ahli praktisi. Hasil angket tersebut dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Penilaian dari para ahli dianalisis dan dihitung untuk didapatkan sebuah nilai dalam bentuk konversi sebagai acuan menilai kualitas bahan ajar yang dikembangkan. Berikut cara yang digunakan peneliti dalam menganalisis secara deskriptif kuantitatif.
- Mengganti angket yang menggunakan skala likert dengan skor seperti yang dikemukakan Sugiyono, 2015:135.
Tabel 3. 2 Skala Likert
Jawaban Skor
Sangat Setuju 5
Setuju 4
Kurang Setuju 3
Tidak Setuju 2
Sangat Tidak Setuju 1
- Menghitung skor total dan rerata skor setiap komponen dengan menggunakan rumus dari Azwar, 2013.
X =Σ𝑓𝑥 𝑁 Keterangan:
X : Skor rata-rata Σ𝑓𝑥 : Jumlah Skor N : Jumlah komponen
commit to user
- Rerata skor yang diperoleh kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif dengan rumus yang dikemukakan Sukardjo, 2010:101.
Tabel 3. 3 Konversi Interval Rerata Skor Menjadi Kriteria Pada Pengembangan Media Pembelajaran Motif Batik Ngawi Berbasis Audio Visual Sebagai Media Pengenalan Batik Ngawi Di Sekolah Dasar
Nilai Interval Skor Kriteria A X > X i + 1,8 Sbi Sangat
Baik
B Xi + 0,6 SBi < X
Xi + 1,8 SbiBaik
C Xi – 0,6 SBi < X
Xi + 0,6 SbiCukup
D Xi – 1,8 SBi < X
Xi – 0,6 SbiKurang Baik
E X
Xi - 1,8 Sbi TidakBaik Keterangan
Xi (Rerata skor ideal)
Xi = 12( 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 + 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑖𝑛𝑖𝑚𝑢𝑚) Sbi : Simpangan baku ideal
Sbi = 16( 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 − 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑖𝑛𝑖𝑚𝑢𝑚) X : Skor yang diperoleh
- Skor yang diperoleh juga dikonversi ke dalam persentase dengan cara sebagai berikut.
𝑃 =∑xi∑x× 100%
Keterangan :
∑x = Skor perolehan penilaian
∑xi = Skor Maksimal
Peneliti menentukan kelayakan produk dengan nilai minimal B (Baik). Apabila nilai kelayakan kurang
commit to user
dari B maka akan menjadi bahan pertimbangan peneliti untuk merevisi produk yang dikembangkan.
Analisis hasil uji coba terbatas
Angket penelitian yang disebarkan kepada peserta didik dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Penilaian dari peserta didik dianalisis dan dihitung untuk didapatkan sebuah nilai dalam bentuk konversi sebagai acuan menilai kualitas bahan ajar yang dikembangkan. Berikut cara yang digunakan peneliti dalam menganalisis secara deskriptif kuantitatif.
- Mengganti angket yang menggunakan skala likert dengan skor seperti yang dikemukakan Sugiyono, 2015:135.
Tabel 3. 4 Skala Likert
Jawaban Skor
Sangat Setuju 5
Setuju 4
Kurang Setuju 3
Tidak Setuju 2
Sangat Tidak Setuju 1
- Menghitung skor total dan rerata skor setiap komponen dengan menggunakan rumus dari Azwar, 2013.
X =Σ𝑓𝑥 𝑁 Keterangan:
X : Skor rata-rata Σ𝑓𝑥 : Jumlah Skor N : Jumlah komponen
commit to user
- Rerata skor yang didapatkan kemudian dikonversi menjadi data kualitatif dengan rumus yang dikemukakan Sukardjo, 2010:101.
Tabel 3. 5 Konversi Interval Rerata Skor Menjadi Kriteria Pada Pengembangan Media Pembelajaran Motif Batik Ngawi Berbasis Audio Visual Sebagai Media Pengenalan Batik Ngawi di Sekolah Dasar
Nilai Interval Skor Kriteria A X > X i + 1,8 Sbi Sangat
Baik B Xi + 0,6 SBi < X
Xi + 1,8Sbi
Baik
C Xi – 0,6 SBi < X
Xi + 0,6 SbiCukup
D Xi – 1,8 SBi < X
Xi – 0,6 SbiKurang Baik
E X
Xi - 1,8 Sbi TidakBaik Keterangan :
Xi (Rerata skor ideal)
Xi = 12( 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 + 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑖𝑛𝑖𝑚𝑢𝑚) Sbi : Simpangan baku ideal
Sbi = 16( 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 − 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑖𝑛𝑖𝑚𝑢𝑚) X : Skor yang diperoleh
- Skor yang diperoleh juga dikonversi ke dalam persentase dengan cara sebagai berikut.
𝑃 =∑xi∑x× 100%
Keterangan :
∑x = Skor perolehan penilaian
∑xi = Skor Maksimal
Peneliti menentukan hasil uji coba terbatas dengan nilai minimal B (Baik). Apabila nilai kelayakan kurang
commit to user
dari B maka akan menjadi bahan pertimbangan peneliti untuk merevisi produk yang dikembangkan.
6) Luaran
Luaran dari tahap ini adalah berupa media pembelajaran motif batik Ngawi berbasis audio visual sebagai media pengenalan batik Ngawi di sekolah dasar.
commit to user