BUKTI UNGGAH DOKUMEN PENELITIAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS GUNADARMA
SURAT KETERANGAN
Nomor: 282/PERPUS/UG/2021
Surat ini menerangkan bahwa:
Nama Penulis : RISA SEPTIANI
Nomor Penulis : 140514
Email Penulis : [email protected] Alamat Penulis : Jl Pepaya Raya No 45 jagakarsa
dengan penulis lainnya sebagai berikut:
Penulis ke-2/Nomor/Email : DARYL AMANAH / 11217462 / [email protected]
Telah menyerahkan hasil penelitian/ penulisan untuk disimpan dan dimanfaatkan di Perpustakaan Universitas Gunadarma, dengan rincian sebagai berikut :
Nomor Induk : FEUG/EB/PENELITIAN/282/2021
Judul Penelitian : Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Harga Saham Perusahaan Sub Sektor Makanan Dan Minuman Pada Tahun 2014-2018
Tanggal Penyerahan : 26 / 02 / 2021
Demikian surat ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya dilingkungan Universitas Gunadarma dan Kopertis Wilayah III.
Dicetak pada: 04/03/2021 08:45:26 AM, IP:114.5.212.11 Halaman 1/1
1 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Harga Saham Perusahaan Sub Sektor Makanan Dan
Minuman Pada Tahun 2014-2018
1Risa Septiani Daryl Amanah
Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma
ABSTRAK
Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh rasio keuangan yang terdiri dari Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS) secara parsial dan simultan terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI tahun 2014-2018. Analisis yang dilakukan menggunakan metode kulitatif dengan uji normalitas dan uji regresi liner berganda. Berdasarkan hasil uji normalitas dengan menggunakan uji Kolmogrov-Smirnov (K-S) menunjukkan data terdistribusi secara normal. Pada uji t (parsial) menunjukkan variabel ROA, ROE, dan EPS berpengaruh terhadap harga saham. Sedangkan hasil pada uji F (simultan) ketiga variable tersebut berpengaruh secara bersama-sama terhadap harga saham. Nilai Adjusted R Square pada penelitian ini sebesar 71,1% dimana ROA, ROE dan EPS mempengaruhi harga saham.
Kata kunci : Rasio Keuangan, BEI, Harga Saham
PENDAHULUAN
Di era globalisasi ekonomi saat ini, dunia usaha menjadi semakin kompetitif dan perusahaan dituntut untuk mampu mempertahankan atau bahkan meningkatkan kinerjanya agar unggul baik dalam pasar modal maupun dalam persaingan usaha dengan perusahaan lain. Terkait dengan pasar modal, di Indonesia sendiri mengalami perkembangan yang cukup pesat. Pada akhir Januari 2019 tercatat jumlah investor di pasar modal Indonesia telah mencapai 1.676.606.
Jumlah tersebut telah meningkat 3,53% bila dibandingkan pada akhir tahun 2018. Selain itu, perkembangannya ditunjukan dengan banyaknya jumlah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pasar modal merupakan tempat bertemunya pihak yang memiliki kelebihan dana dengan memperjualbelikan surat-surat berharga baik dalam bentuk saham atau obligasi (Tandelilin, 2010). Pasar modal dianggap sebagai indikator ekonomi dalam suatu negara. Ketika pasar modal menunjukkan peningkatan maka terdapat indikator bahwa perekonomian suatu negara mengalami peningkatan. Sebaliknya apabila pasar modal sedang lesu maka terdapat indikator bahwa perekonomian negara tersebut terjadi penurunan (Pratama dan Purwanto, 2014).
Salah satu yang menjadi instrumen dari pasar modal itu sendiri adalah saham. Saham merupakan tanda penyertaan modal pada suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Wujud saham
2 adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas yaitu pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Perusahaan-perusahaan yang telah go public (perusahaan terbuka) ini menerbitkan sahamnya di pasar modal. Oleh sebab itu, investor yang menjadi pelaku dalam pasar modal ini sangat berperan besar dalam menjalankan saham-saham yang dimiliki.
Keputusan investor dalam hal ini akan menentukan kelangsungan dari modal yang ditanamkan (Darmadji dan Fakhruddin, 2001), selain itu juga memengaruhi harga saham.
Harga saham merupakan salah satu indikator keberhasilan pengelolaan perusahaan, jika harga saham suatu perusahaan selalu mengalami kenaikan, maka investor atau calon investor menilai bahwa perusahaan berhasil dalam mengelola usahanya. Kepercayaan investor atau calon investor sangat bermanfaat bagi perusahaan, karena semakin banyak orang yang percaya terhadap perusahaan maka keinginan untuk berinvestasi pada perusahaan semakin kuat (Rahayu dan Dana, 2016).
Nurhasanah (2014) dalam penelitiannya mengenai pengaruh ROA, ROE, dan EPS terhadap Harga Saham (Survey pada Perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2011) menyatakan bahwa secara parsial Return on Asset tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham, sedangkan Return on Equity dan Earning Per Share berpengaruh signifikan terhadap harga saham dan secara simultan Return on Asset, Return on Equity, dan Earning per Share berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Sedangkan pada penelitian Putri (2017) menyatakan bahwa secara parsial Return on Asset, Return on Equity dan Earning Per Share berpegaruh signifikan terhadap harga saham.
Dari hasil penelitian yang disebutkan diatas dapat disimpulkan bahwa ternyata banyak faktor yang penting untuk diperhatikan yang berkaitan dengan perubahan harga saham dan terdapat beberapa penelitian yang menggunakan variabel yang sama ternyata menghasilkan kesimpulan yang berbeda, hal ini menunjukkan terjadinya inkonsistensi dengan penelitian terdahulu.
Bursa Efek Indonesia memiliki banyak sektor yang ada di dalamnya. Perusahaan yang tergabung di BEI terbagi menjadi beberapa sektor industri, salah satunya adalah industri manufaktur. Manufaktur sendiri merupakan proses membuat atau mengubah bahan mentah menjadi barang yang dapat dikonsumsi manusia dengan tangan atau mesin. Industri manufaktur di BEI terbagi menjadi tiga sektor utama, yaitu sektor industri dasar dan kimia, sektor aneka industri, dan sektor industri barang konsumsi. Sektor industri barang konsumsi masih dibagi lagi menjadi 5 sektor, salah satunya adalah subsektor makanan dan minuman. Industri ini (sub sektor manakan dan minuman) memiliki posisi yang cukup baik di Indonesia, hal tersebut terjadi karena masyarakat Indonesia cenderung bersifat konsumtif dalam pemenuhan kebutuhan pokok dan pada kenyataannya pun perusahaan makanan dan minuman dianggap akan terus survive.
Menurut www.investor.co.id, industri makanan dan minuman menduduki posisi ke tiga dari empat industri manufaktur yang diminati oleh investor. Hal tersebut karena industri manufaktur sub sektor makanan dan minuman memiliki prospek yang bagus. Banyak investor yang ingin menanamkan modalnya ke industri manufaktur sub sektor makanan dan minuman. Untuk menjaga agar investor tidak mengalami kerugian, perusahaan perlu menjaga kinerjanya agar dapat terus bertahan di dalam industri. Baik buruknya kinerja perusahaan dapat dianalisis menggunakan laporan keuangan yang dapat membantu perusahaan dalam mengambil keputusan atau kebijakan perusahaan. Agar kinerja suatu perusahaan menjadi baik kebijakan perusahaan tersebut akan digunakan, sehingga perusahaan mendapatkan laba yang baik pula. Jika kinerja
perusahaan baik maka investor akan mendapatkan keuntungan dan tetap menanamkan investasinya di perusahaan tersebut.
TINJAUAN PUSTAKA
Return On Asset (ROA) rasio yang memberikan gambaran tentang seberapa baik pengolahan seluruh aset oleh manajemen dikonversikan ke dalam laba perusahaan (Zulfikar, 2016). ROA merupakan rasio profitabilitas yang lebih luas dari return on common stockholder's equity, karena rasio ini membandingkan imbalan untuk para pemegang saham dan kreditur dengan jumlah aset perusahaan (Simamora, 2009). Semakin besar ROA, maka semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai oleh perusahaan tersebut dari segi penggunaan asset.
Peningkatan daya tarik perusahaan menjadikan perusahaan tersebut semakin diminati oleh investor, karena tingkat pengembalian atau deviden akan semakin besar. Hal ini juga akan berdampak pada harga saham dari perusahaan tersebut di pasar modal yang akan semakin meningkat sehingga ROA akan berpengaruh terhadap harga saham perusahaan. Standar Rasio Industri Profitabilitas untuk Return On Assets adalah 30% (Kasmir, 2008).
Return On Equity (ROE) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat keuntungan yang tersedia bagi pemilik perusahaan atas ekuitas yang telah diinvestasikan pada perusahaan (Kasmir, 2010). Semakin tinggi ROE, maka secara langsung akan memberikan jaminan atas keamanan investasi di perusahaan (Horne & Wachowicz, 2005). Apabila ROE bernilai 100% menandakan bahwa setiap 1 rupiah ekuitas pemegang saham, dapat menghasilkan 1 rupiah dari laba bersih perusahaan. Return On Equity ini menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan modal sendiri yang dimiliki. Standar Rasio Industri Profitabilitas untuk Return On Equity adalah 40% (Kasmir, 2008).
Perbandingan antara jumlah laba bersih dengan jumlah lembar saham biasa yang beredar dapat diketahui melalui Earning Per Share. Rasio ini merupakan rasio yang mengukur porsi dari laba perusahaan yang dapat dialokasikan ke setiap lembar saham yang beredar (Zulfikar, 2016).
EPS merupakan salah satu indikator keberhasilan perusahaan, sehingga EPS yang tinggi akan menarik minat investor (Syamsuddin, 2011). Menurut Karnadjaja (2009) nilai EPS saat ini akan dibandingkan dengan nilai EPS tahun sebelumnya pada kuartal yang sama untuk mengetahui pertumbuhan keuntungan perusahaan. Semakin tinggi laba bersih yang diperoleh perusahaan maka semikin tinggi pula nilai EPS. Menurut Widoatmodjo (2012), EPS sangat berpengaruh terhadap harga saham. Semakin tinggi nilai EPS maka akan semakin mahal suatu saham, karena EPS merupakan salah satu bentuk rasio keuangan untuk menilai kinerja perusahaan.
Harga saham menurut Darmadji dan Fakhruddin (2006) harga saham adalah nilai dan penyertaan atau kepemilikkan seseorang dalam suatu perusahaan. Harga saham merupakan harga per lembar saham yang berlaku di pasar modal. Harga saham di pasar modal terdiri dari tiga kategori, yaitu harga tertinggi (high price), harga terendah (low price), dan harga penutupan (close price). Harga tertinggi dan terendah adalah harga dimana saham yang paling tinggi dan paling rendah pada satu hari bursa. Sedangkan harga penutupan adalah harga terakhir yang terjadi pada saat akhir jam bursa. Dari ketiga kategori tersebut dapat dilihat perubahan harga saham yang terjadi. Banyak investor yang tergesa-gesa menjual sahamnya tanpa memperhatikan apakah prospek ke depan bagus atau tidak. Harga saham dapat dikatakan sebagai indikator keberhasilan pengelolaan perusahaan, dimana kekuatan pasar ditunjukkan dengan terjadinya transaksi perdagangan saham perusahaan di pasar modal.
4 METODE PENELITIAN
Penelitian ini akan menguji pengaruh Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS) secara parsial dan simultan terhadap harga saham dengan menggunakan paradigma kuantitatif. Untuk menguji hipotesis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah;
Y = a + b1(X1) + b2(X2) + b3(X3) + e Dimana:
Y = Variabel Harga Saham a = Konstanta
b1 = Koefisien regresi variabel independen ROA X1 = Variabel ROA
b2 = Koefisien regresi variabel independen ROE X2 = Variabel ROE
b3 = Koefisien regresi variabel independen EPS X3 = Variabel EPS
e = error term
Penelitian ini menganalisis hubungan antara variabel dependen dan variabel independen.
Definisi masing-masing variabel sebagai berikut : Tabel 1. Variabel operasional
No Variabel Pengukuran variabel Skala pengukuran
1. Harga Saham (Y) Harga penutupan saham (Closing Price) Nominal 2. ROA (X1) (Laba bersih (EAT) / Total aset) x 100% Rasio 3. ROE (X2) (Laba bersih (EAT) / Total ekuitas) x 100% Rasio 4. EPS (X3) (Laba bersih – Dividen preferen) / Jumlah
saham beredar
Rasio
Sumber : Data Diolah, 2020
Penelitian ini menggunakan 13 sampel perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2018. Berikut perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian :
Tabel 2. Sampel Penelitian No Kode Nama Perusahaan
1 ALTO PT. Tri Banyan Tirta Tbk
2 CEKA PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk
5 No Kode Nama Perusahaan
3 DLTA PT. Delta Djakarta Tbk
4 ICBP PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 5 INDF PT. Indofood Sukses Makmur Tbk 6 MLBI PT. Multi Bintang Indonesia Tbk 7 MYOR PT. Mayora Indah Tbk
8 PSDN PT. Prashida Aneka Niaga Tbk 9 ROTI PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk 10 SKBM PT. Sekar Bumi Tbk
11 SKLT PT. Sekar Laut Tbk 12 STTP PT. Siantar Top Tbk
13 ULTJ PT. Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk Sumber: www.sahamok.com 2020
Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan data berupa laporan keuangan yang diakses melalui situs resmi www.idx.co.id dan harga saham perusahaan yang diakses melalui situs resmi www.indopremier.com/ipotgo/. Hipotesis diuji menggunakan model regresi linear berganda. Sebelum melakukan uji hipotesis, akan dilakukan uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Uji asumsi klasik bermanfaat untuk memastikan bahwa data tidak mengalami gangguan sehingga layak untuk diuji. Selanjutnya uji hipotesis dilakukan menggunakan uji F dan uji t. Uji F dilakukan untuk melihat pengaruh independent variable secara silmutan terhadap dependent variable. Sedangkan uji t dilakukan untuk melihat pengaruh independent variable secara parsial terhadap dependent variable.
HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengujian Data Penelitian
Hasil pengujian asumsi klasik pada penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji multikolonieritas, uji autokolerasi, dan uji hesteroskedastisitas sebagaimana dapat dijelaskan di bawah ini :
Tabel 3. Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 65
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation .80291830
6
Most Extreme Differences Absolute .101
Positive .067
Negative -.101
Test Statistic .101
Asymp. Sig. (2-tailed) .094c
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
Sumber : Data Diolah spss 25, 2020
Penelitian ini menggunakan uji normalitas dengan menggunakan Kolmogrov-Smirnov (K-S). dengan melihat nilai probabilitas siginifikan data residual. Jika angka probabalitas kurang dari 0.05 maka variabel ini tidak berdistribusi normal. Sebaliknya, bila diatas 0,05 maka Ha ditolak yang berarti variabel terdistribusi secara normal (Ghozali, 2011). Dari tabel 3 menunjukkan bahwa data terdistribusi normal. Hal ini ditujukkan dengan nilai Asymph. Sig (2- tailed) pada 0,094 yaitu lebih besar dari 0,05. Hal ini berarti residual terdistribusi secara normal, karena nilai signifikansinya lebih dari 0,05. Dengan berdasarkan tabel dapat disimpulkan bahwa pola distribusi data normal.
Tabel 4. Uji Multikolinearitas
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 4.520 .327 13.830 .000
ROA .080 .026 .571 3.076 .003 .131 7.653
ROE -.020 .009 -.389 -2.276 .026 .155 6.466
EPS .586 .080 .670 7.373 .000 .545 1.834
a. Dependent Variable: HARGA SAHAM
Sumber : Data Diolah spss 25, 2020
Suatu model regresi dinyatakan bebas dari multikolinearitas adalah jika mempunyai nilai Tolerance diatas 0,1 dan nilai VIF dibawah 10. Dari tabel 4 diperoleh bahwa semua variabel bebas memiliki nilai Tolerance diatas 0,1 dan nilai VIF dibawah 10. Dengan demikian model uji ini tidak ada masalah multikolinearitas.
7 Tabel 5. Uji Autokorelasi
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the
Estimate Durbin-Watson
1 .851a .725 .711 .82243 1.885
a. Predictors: (Constant), EPS, ROE, ROA b. Dependent Variable: HARGA SAHAM
Sumber : Data Diolah spss 25, 2020
Dari tabel 5 dapat dilihat bahwa nilai Durbin Watson (D-W) pada signifikansi 5% sebesar 1,885. Sedangkan besarnya DW-Tabel: dl (batas luar) = 1,5035; du (batas dalam) = 1,6960; 4-dl = 2,4965; dan 4-du = 2,304. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa DW-test terletak pada daerah uji. Hal tersebut terlihat dari nilai DW sebesar 1,885 yang berada di atas 1,6960 dan dibawah 2,304, sehingga nilai Durbin Watson tidak terdapat autokorelasi.
Gambar 1. Grarik Plot
Sumber : Data Diolah spss 25, 2020
Berdasarkan hasil heteroskedastisitas diketahui titik-titik menyebar dengan pola tidak jelas diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, disimpulkan tidak terjadi masalah heteroskedastisitas pada model regresi.
Pada data dengan metode regresi linear berganda diperoleh hasil sebagai berikut :
8 Tabel 6. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 4.520 .327 13.830 .000
ROA .080 .026 .571 3.076 .003
ROE -.020 .009 -.389 -2.276 .026
EPS .586 .080 .670 7.373 .000
a. Dependent Variable: HARGA SAHAM
Sumber : Data Diolah spss 25, 2020
Hasil uji parameter individual menunjukkan : Y = 4,520 + 0,080 ROA – 0,020 ROE + 0,586 EPS
Berdasarkan hasil table 6, terlihat hasil pengujian konstanta sebesar 4,520 artinya jika variabel ROA, ROE, EPS sebesar 0 atau tetap, maka rata-rata harga saham sebesar 4,520. Pada variabel koefisien regresi ROA sebesar 0,080. Artinya setiap kenaikan ROA sebesar 1 satuan akan menaikkan harga saham sebesar Rp. 0,080. Dengan asumsi variabel lainnya (ROE dan EPS) tetap. Nilai koefisien yang positif menunjukkan bahwa ROA berpengaruh positif terhadap harga saham pada perusahaan makanan dan minuman periode 2014-2018. Hal ini mengartikan bahwa jika perusahaan mampu meningkatan efektivitas dalam menghasilkan laba melalui asset yang tersedia akan berdampak pada kenaikan harga saham perusahaan tersebut.
Pada variabel koefisien regresi ROE sebesar -0,020. Artinya setiap kenaikan ROE sebesar 1 satuan akan menurunkan harga saham sebesar Rp. 0,020. Dengan asumsi variabel lainnya (ROA dan EPS) tetap. Nilai koefisien yang negatif menunjukkan bahwa ROE berpengaruh negatif terhadap harga saham pada perusahaan makanan dan minuman periode 2014-2018. Hal ini mengartikan bahwa jika perusahaan meningkatan efektivitas dalam menghasilkan laba melalui ekuitas yang tersedia akan berdampak pada penurunan harga saham perusahaan tersebut.
Pada variabel Koefisien regresi EPS sebesar 0,586. Artinya setiap kenaikan EPS sebesar Rp. 1 satuan akan menaikan harga saham sebesar Rp. 0,586. Dengan asumsi variabel lainnya (ROA, dan ROE) tetap. Nilai koefisien yang positif menunjukkan bahwa EPS berpengaruh positif terhadap harga saham pada perusahaan makanan dan minuman periode 2014-2018. Hal ini mengartikan bahwa jika perusahaan dapat meningkatan alokasi laba ke setiap lembar saham dengan baik, maka hal tersebut berarti dapat menaikan harga saham.
Nilai uji f secara simultan variabel Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS) berpengaruh secara simultan terhadap Harga Saham. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikan kurang dari 0,05. Nilai Adjusted R Square menunjukkan sebesar 0,711, hal ini berarti bahwa Hal ini berarti variabel independen (ROA, ROE, EPS) dapat
9
menjelaskan variasi dari variabel dependen (harga saham) sebesar 71,1% sedangkan sisanya sebesar 28,9% dijelaskan oleh variabel-variabel yang lain diluar variabel penelitian.
KESIMPULAN DAN SARAN Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Secara parsial Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS) berpengaruh terhadap harga saham perusahaan subsector makanan dan minuman yang terdaftar di BEI tahun 2014-2018.
2. Secara simultan Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS) berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI tahun 2014-2018.
Saran
Berdasarkan kesimpulan dari perhitungan yang telah diuraikan, maka saran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi investor dalam mengambil keputusan investasi saham pada perusahaan manufaktur hendaknya mempertimbangkan rasio ROA, ROE, dan EPS karena secara simultan berpengaruh terhadap harga saham. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian yang menyebutkan bahwa ROA, ROE dan EPS berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham.
2. Bagi perusahaan subsektor makanan dan minuman hendaknya berupaya untuk menghasilkan ROA, ROE dan EPS yang tinggi. ROA yang tinggi dapat diperoleh dengan mengoptimalkan penjualan, memanfaatkan total asset perusahaan secara maksimal untuk menciptakan penjualan atau dengan meminimumkan beban operasional serta beban lain-lain, ROE yang tinggi dapat diperoleh dengan mengefesiensikan penggunaan modal dengan baik dan EPS yang tinggi dapat diperoleh dengan meningkatkan laba perusahaan.
3. Bagi penelitian selanjutnya terkait faktor-faktor yang memengaruhi harga saham agar memperbesar populasi penelitian, menambah variable penelitian seperti Debt to Equity Ratio (DER), Debt to Assets Ratio (DAR), Net Profit Margin (NPM), Price Earning Ratio (PER) atau dapat melakukan perbandingan dengan sektor lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
10
Aminy, Muhammad Muhajir. 2019. “Analisis Pengaruh Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), dan Price Earning Ratio (PER) Terhadap Harga Saham yang Konsisten Listing pada Jakarta Islamic Index (JII)”. Journal of Enterprise and Development, 1(02), 34-50.
Arisna, Yeli. 2014. “Pengaruh Struktur Modal Terhadap Profitabilitas (Studi Kasus pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2012)”. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository.
Aryani, Y.A., Zulkifli, & Alfian, M. 2016. “Pengaruh Rasio Profitabilitas Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Industri Logam dan Sejenisnya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2007-2011”. Jurnal Akuntansi Politeknik Sekayu (ACSY). Vol.4, No.1, Hal.23-31.
Astuti, Opi Dwi Dera. 2018. “Pengaruh Return On Asset (ROA), Earning Per Share (EPS), dan Net Profit Margin (NPM) Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2014-2017”. Jurnal Ekonomi Manajemen. Volume 4, Nomor 2 (November 2018) 134-142. Universitas Siliwangi
Brigham, Eugene F. and Houston, Joel F. 2001. Manajemen Keuangan (terjemahan). Buku 2.
Edisi kedelapan. Erlangga. Jakarta.
Brigham, Eugene F dan Houston, Joel F. 2006. Fundamental of Financial Management: Dasar- Dasar Manajemen Keuangan. Edisi 10. Jakarta: Salemba Empat.
Buchari, Sitti Suhariana. 2015. “Pengaruh ROA, ROE, dan EPS Terhadap Harga Saham PT Unilever Indonesia Tbk (Periode 2007-2014)”. Undergraduate (S1) thesis, Repository UIN Alauddin Makassar. Makassar: Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Budjen, Maria Oktaviani Simonita. 2014. “Analisis Pengaruh EPS, ROE, dan DER Terhadap Harga Saham : Studi Kasus pada Perusahaan Retail Trade di BEI Periode 2008- 2012”. Skripsi thesis, Repository Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Darmadji, Tjiptono dan Fakhruddin, H.M. 2001. Pasar Modal Di Indonesia: Pendekatan Tanya Jawab. Edisi Pertama. Jakarta: Salemba Empat.
11
Darmadji, Tjiptono dan Fakhruddin, H.M. 2006. Pasar Modal di Indonesia Pendekatan Tanya Jawab. Jakarta: Salemba Empat.
Darnita, Elis. 2014. “Analisis Pengaruh Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM) dan Earning Per Share (EPS) Terhadap Harga Saham (Studi Pada Perusahaan Food dan Beverages yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pada Tahun 2008-2012)”. UDiNus Repository. Semarang: Universitas Dian Nuswantoro Semarang
Desiana, Lidia. 2017. “Pengaruh Price Earning Ratio (PER), Earning Per Share (EPS), Dividend Yield Ratio (DYR), Dividend Payout Ratio (DPR), Book Value Per Share (BVS) dan Price Book Value (PBV) Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Subsektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII)”. I-Finance: a Research Journal on Islamic Finance Vol. 3. No. 2. Palembang: UIN Raden Fatah Palembang
Desmond, Wira. 2014. Analisis Fundamental Saham. Edisi Kedua. Jakarta: Exceed.
Dwi Dera Astuti, Opi. 2018. “Pengaruh Return On Asset (ROA), Earning Per Share (EPS), dan Net Profit Margin (NPM) Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2014-2017”. Jurnal Ekonomi Manajemen. Volume 4, Nomor 2 (November 2018) 134-142. Jakarta:
Universitas Mercu Buana
Fahmi, Irham. 2012. Analisis Kinerja Keuangan. Bandung: Alfabeta
Ghozali, Imam. 2012. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS. Yogyakarta:
Universitas Diponegoro
Ghozali, Imam. 2016. Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23 (Edisi8).
Cetakan ke VIII. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Ghonio, Mohamad Gani. 2017. “Pengaruh Return On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE) Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di ASEAN Periode 2013-2015”. Jurnal Profita Edisi 4 Tahun 2017. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta
Hanafi, Mamduh M. 2008. Manajemen Keuangan. Edisi 1. Yogyakarta: BPFE.
12
Harjito, Martono Agus. 2008. Manajemen Keuangan, edisi 1. Yogyakarta: EKONISIA.
Horne V. James dan John M Wachowicz. 2005. Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan (Fundamental of Financial Management). Edisi 12. Diterjemahkan oleh Dewi Fitriasari.
Jakarta: Salemba Empat.
Husnan, Suad. 2001. Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas. Yogyakarta.
Penerbit: UPP AMP YKPN.
Husnan, Suad. 2002. Manajemen Keuangan Teori Dan Praktek. Yayasan Badan Penerbit Gajah Mada Yogyakarta , Yogyakarta.
Husnan, Suad. 2003. Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas. (Edisi 3).
Yogyakarta : UPPN STIM YKPN.
Jamilah, Aprianti. 2014. “Analisis Kinerja Keuangan Berdasarkan Rasio Keuangan pada PT Intan Sengkunyit”. Other thesis, Politeknik Negeri Sriwijaya.
Junaidi. 2010. Tabel F Lengkap. Repository UNJA, Jambi: Universitas Jambi
Karnadjaja, Agustino. 2009. Smart Investment for Mega Profit. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Kartika, Ineke Sotya Nur. 2014. “Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2009-2011”. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta ETD-db.
Kasih, Theresia Dian Segara. 2018. “Pengaruh Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM) terhadap Harga Saham . Studi Kasus pada sembilan Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman di BEI”. Skripsi thesis, Repository Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Kasmir. 2008. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Edisi Revisi 2008. Jakarta: PT.
RAJAGRAFINDO PERSADA.
Kasmir. 2010. Pengantar Manajemen Keuangan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
13
Munawir, S. 2004. Analisis Laporan Keuangan. Edisi Ke-4, Liberty, Yogyakarta. Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). 2004. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK ).
Jakarta: Salemba Empat.
Nordiana, Ariskha dan Budiyanto. 2017. “Pengaruh DER, ROA, dan ROE terhadap harga saham pada perusahaan Food and Beverage”. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen Volume 6, nomor 2. ISSN 2461-0593
Nurhasanah, Rahmalia 2014. “Pengaruh ROA, ROE, dan EPS terhadap Harga Saham (Survey pada Perusahaan LQ-45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2007-2011)”.
Repository Universitas Widyatama. Bandung: Universitas Widyatama
Praditha, Hondiana Elsa and Arifin, M Rahmawan. 2018. “Pengaruh Return On Assets, Return On Equity, dan Earning Per Share terhadap Harga Saham pada Perusahaan yang Terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) Periode 2014-2016”. Skripsi thesis, Repository IAIN Surakarta.
Pratama, B.A.A., dan Purwanto, A. 2014. “Pengaruh Economic Value Added (EVA), Profitabilitas , Kebijakan Dividen dan Pertumbuhan Penjualan terhadap Harga Saham (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur di BEI periode 2011-2013)”. Diponegoro Journal Of Acounting. Vol.3.No.3 Hal. 1-12. ISSN online.2337- 3086.
Putri, Novia Kasyaretta Ananda. 2017. “Pengaruh Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM) dan Earning Per Share (EPS) terhadap Harga Saham (Studi pada Perusahaan Sektor Property Sub Residence yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2016)”. Jurnal Ilmu Admnistrasi Bisnis. Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017. Universitas Diponegoro
Rahayu dan Dana. 2016. “Pengaruh EVA, MVA dan Likuiditas terhadap Harga Saham pada Perusahaan Food and Beverages”. E-Jurnal Manajemen Unud, Vol 5, No, 1:443-469.
ISSN 2303-8912.
Rudianto. 2013. Akuntansi Manajemen Informasi untuk Pengambilan Keputusan Strategis.
Jakarta: Erlangga
Sartono, Drs. R. Agus, M.B.A. 2001. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi, Edisi 4 Cet 1, BPFE: Yogyakarta
Setyorini, Maria M Minarsih dan Andi Tri Haryono. 2016. “Pengaruh Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS) Terhadap Harga Saham
14
Perusahaan Real Estate di Bursa Efek Indonesia (Studi Kasus pada 20 Perusahaan Periode 2011-2015)”. Journal of Management, Vol 2. (No 2), hal 1-23.
Simamora, A. 2009. Flavonoid Dalam Apel Dan Aktifitas Antioksidannya. Jakarta: UKRIDA.
Subarjo. 2012. “Pengaruh EVA (Economic Value Added), ROE (Return On Equity) dan EPS (Earning Per share) Terhadap Harga Saham (Studi Kasus : PT Kimia Farma Tbk periode tahun 2001 – 2010)”. Jurnal Sosio Humaniora. Vol.3, No.4, September 2012. Universitas Mercu Buana Yogyakarta.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sudana, Made. I. 2011. Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta: Erlangga.
Sunarsih, Dian. 2018. “Pengaruh Return On Assets, Return On Equity, Earning Per Share, dan Economic Value Added Terhadap Harga Saham pada Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2016”. Skripsi. Jakarta: Universitas Gunadarma.
Syamsudin, Lukman. 2011. Manajemen Keuangan Perusahaan. Edisi Baru. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Tamuntuan, Ursula. 2015. “Analysing The Effect of Return On Equity, Return On Assets and Earnings Per Share Toward Share Price: An Emperical Study of Food and Beverage Companies Listed on Indonesia Stock Exchange” Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi. Vol.15, No. 5, 2015. Universitas Sam Ratulangi.
Tandelilin, Eduardus. 2010. Portofolio dan Investasi (Teori dan Aplikasi). Edisi Pertama, Yogyakarta: Kanisius.
Triawan, R., & Shofawati, A. 2018. “Pengaruh ROA, ROE, NPM dan EPS Terhadap Harga Saham Perusahaan di Jakarta Islamic Index (JII) Periode 2011-2015”. Jurnal Ekonomi Syariah Teori & Terapan, Vol.5, No. 7, 2018.
15
Utami, M., & Darmawan, A. 2018. “Pengaruh DER, ROA, ROE, EPS dan MVA Terhadap Harga Saham pada Indeks Saham Syariah Indonesia”. Journal of Applied Managerial Accounting, 2(2), 206-218.
Widoatmojo, Sawidji. 1996. Cara Sehat Investasi di Pasar Modal Pengetahuan Dasar. PT.
Jurnalindo Aksara Grafika. Jakarta.
Widoatmodjo, Sawidji. 2015. Pengetahuan Pasar Modal untuk Konteks Indonesia, Jakarta, PT Elex Media Komputindo.
Wijaya Oka, I Gede dan Suarjaya, Anak Agung Gede. 2017. “Pengaruh EVA, ROE dan DPR Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur di BEI”. E-Jurnal Manajemen Unud, Vol. 6, No. 9, 2017: 5175-5204, ISSN : 2302-8912.
Wijayanti, Dyah Ayu. 2013. “Pengaruh Rasio Profitabilita Perusahaan Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Sub-Sektor Industri Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI”. Jurnal Akuntansi Akunesa, Vol 1, No 3. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya Zulfikar. 2016. Pengantar Pasar Modal Dengan Pendekatan Statistik. Edisi Pertama, Cetakan
Pertama, Gramedia, Yogyakarta.