• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Sejenis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Sejenis"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

13 BAB II

KAJIAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Sejenis

Untuk memperkaya persfektif penelitian ini maka selain dari kajian teori yang telah dijelaskan dilakukan juga review terhadap beberapa penelitian sebelumnya. Dari penelitian sejenis, penulis tidak menemukan penelitian dengan judul yang sama seperti judul penelitian penulis. Namun penulis mengangkat beberapa penelitian sebagai referensi untuk memperkaya bahan pengujian pada bahan penulisan. Beberapa kajian penelitian terdahulu yang sejenis dapat dijadikan bahan rujukan sebagai berikut:

Tabel 2. 1 Penelitian Sejenis

Nama peneliti Judul Skripsi Persamaan Perbedaan Christin Eddison

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra Surabaya

Opini Masyarakat Surabaya Menegenai Corporate Identity ARTOTEL Surabaya

- Mengambil konsep opini - Penelitian

dilakukan pada

masyarakat.

- Menggunakan Metode Kuantitatif

- Penelitian dilakukan di Surbaya

Sri Astuti

Handayani

Opini Masyarakat Terhadap Kampanye

- Mengambil konsep opini

- Penelitian dilakukan di Medan

(2)

Program Studi Ilmu Komunikasi Unoversitas

Muhamadiyah Sumatra Utara Medan

Pengurangan Penggunaan

Kantong Plastik Sebagai Wujud Ramah Lingkungan

- Penelitian dilakukan pada

masyarakat.

- Menggunakan Metode Kuantitatif Haryono,DanangD

arunanto,EndangW ahyuniProgram

Studi Ilmu

TransportasidanLo gistik Trisakti Jakarta

Presepsi Masyarakat Tentang Kemacetan Lalu Lintas di Jakarta

- Mengambil konsep opini - Penelitian

dilakukan pada

masyarakat.

- Penelitian sama tentang kemacetan

- Penelitian dilakukan di Jakarta

- Menggunakan Metode Kualitatif

2.2 Landasan teori

2.2.1 Teori Kepercayaan, Sikap dan Nilai

Salah satu teori Kontingensi yang paling komprehensif adalah teori yang d kemukakan oleh Milton Rokeach karena berhasil mengembangkan suatu penjelasan yang luas mengenai tingkah laku manusia berdasarkan kepercayaan (belief), sikap (attitude), dan nilai (value).

(3)

Teori yang dibangun berdasarkan penelitian sebelumnya mengenai system kognitif manusia dan kemudian ia mengembangkan kompleksitas system kognitif tersebut.

Ini merupakan satu teori namun memiliki pengembangan menjadi 3 sub yaitu kepercyaan, sikap, dan nilai.

“Menurut Rokeach, kepercayaan adalah pernyataan yang jumlahnya sangat banyak (mencapai ratusan ribu) yang dibuat seseorang mengenai dirinya dan lingkungannya. Kepercayaan dapat bersifat umum atau khusus. Kepercyaan disusun dalam suatu system berdasarkan tingkat atau bobot kepentingannya terhadap ego.

Pada pusat dari system kepercayaan ini terdapat kepercayaan yang relative mapan yang tidak mudah berubah yang merupakan inti dari system kepercayaan. Pada bagan pinggiran system kepercayaan terdapat sejumlah kepercyaan yang tidak signifikan dan peripheral yang dapat berubah dengan mudah. Anak-anak yang melihat kedua orang tuanya hidup rukun akan memiliki kepercayaan bahwa kehidupan rumah tangga orang tuanya bahagia. Kepercayaan semacam ini pada umumnya terletak pada pusat system kepercayaan anak karena kepercayaan ini memberikan pengaruh pada banyak aspek dalam kehidupan si anak. Jika anda merasa rambut anda terlalu panjang dan ingin memotong rambut ke salon atau tukang cukur. Namun kepercayaan seperti itu adalah periferal.”. (Morissan, 2013:104)

Dalam kepercayaan ada 2 bagian yaitu pusat dan bagian pinggiran atau menurut Rokeach disebut pusat system kepercayaan dan periferal yang mana 2 tipe kepercayaan tersebut memiliki krakterisik yang cukup berbeda yaitu tidak dapat diubah dan dapat diubah.

Namun semakin sentral posisi kepercayaan dalam system maka semakin sulit kepercayaan itu berubah, namun semakin besar dampak yang ditimbulkan terhadap system jika kepercayaan itu mengalami perubahan, seperti ketika seorang anak percaya bahwa kehidupan kedua orang tuanya bahagia namun dalam kenyataanya, orang tuanya bercerai itu akan memberikan dampak yang sangat dalam bahkan dapat menyebabkan gangguan kejiwaan pada anak tersebut.

(4)

Selanjutnya, sikap adalah kelompok kepercayaan yang tersusun di sekitar suatu objek perhatian yang mendorong seseorang untuk seseorang untuk betingkah laku atau bertindak menurut cara-cara tertentu terhadap objek tersebut. Sama halnya dengan kepercayaan, sikap juga memiiki jumlah banyak tergantung dengan kepercayaan yang dimiliki, apabila memiliki ratusan ribu kepercayaan maka mungkin ratusan ribu sikap.

“Menurut Rokeach, kepercayaan dan sikap adalah dua hal penting yang harus di lihat bersama-sama. Sikap terdir atas dua hal yaitu sikap terhadap objek (attitude toward object) dan sikap terhadap situasi (attitude toward situation).

Tingkah laku seseorang terhadap situasi tertentu merupaan fungsi dari kedua sikap tersebut. Jika pada situasi tertentu anda tidak bertingkah laku sesuai dengan sika panda makan hal itu bisa jadi karena sika panda terhadap situasi mencegah atau menghalangi hal itu terjadi. Contoh untuk hal ini adalah bila anda sebagai tamu undangan makan malam oleh tuan rumah namun anda tidak menyukai makanan yang dihidangkan. Dalam hal ini, anda memiliki sikap negative terhadap makanan (sikap terhadap objek) namun memiliki sikap positif terhadap situasi karena uan rumah menghargai anda sebagai tamu yang diundang. Dengan demikian, tigkah laku adalah fungsi kompleks dari berbagai perangkat sikap, dan system terdiri atas banyak kepercayaan mulai dari yang sangat penting hingga sangat tidak penting.”

(Morissan, 2013:105)

Sama hal nya dengan kepercayaan sikap juga terdiri atas 2 bagian yaitu sikap terhadap objek dan sikap terhadap situasi.

“Menurut Rokeach, dari tiga konsep tersebut yaitu kepercayaan, sikap dan nilai maka konsep yang terakhir adalah yang paling penting. Nilai adalah jenis atau tipe khusus dari kepercayaaan yang menjadi pusat system dan bertindak sebagai panduan hidup. Isalnya nilai mengenai kerja keras dan kesetiaan dapat menjadi tuntunan hidup bagi sebagian orang, bahkan menjadi nilai yang sangat penting yang disebut nilai instrumental (instrumental values).

Nilai instrumental merupakan panduan dalam hidup dan menjadi acuan bagi setiap tingkah laku atau sikap tindak seseorang yang menjungjung nilai tersebut setiap hari. Selin nilai instrumental terdapat pula nilai terminal (terminal values) yaitu tujuan akhir (ultimate values) dari hidup yang menjadi dasar, misalnya, mengapa orang harus bekerja. Contoh nilai terminal yang menjadi dasar orang bekerja antara lain: kekayaan dan kebahagian.” (Morissan, 2013:106)

Dari tiga konsep menurut Rokeach nilai merupakan konsep yang sangat penting karena dapat menjadi pedoman atau panduan hidup.

(5)

Masing masing konsep memiliki dua bagian yang penting yaitu: kepercaaan memliliki kawasan inti dan periferal, sikap memiliki sikap terhadap objek dan sikap terhadap situasi, dan nilai memiliki nilai instrumental dan nilai terminal.

“komponen lain di dalam system kepercayaan-sikap-nilai yang sangat penting adalah “konsep diri” (self concept) yaitu kepercayaan seseorang terhadap dirinya sendiri, ini merupakan untuk menjawab pertanyaan “siapakah saya?”

konsep diri memiliki peran penting dalam system karena menjadi motivasi utama yang didiukung oleh seluruh elemen lainnya yang terdapat pada system kognitif manusia. Jadi, jika kepercayaan, sikap, dan nilai menjadi bagian-bagian dalam suatu system maka konsep diri akan memberitahukan kemana arah atau tujuan yang akan dicapai.” (Morissan, 2013:106)

2.2.2 Pembentukan Opini

“Menurut Santoso Sastropoetro (1990) yang dikutip dari Cutlip dan Center (1961), Opini adalah suatu penyataan tentang sikap mengenai suatu masalah yang bersifat kontroversial. Opini timbul sebagai hasil pembicaraan tentang masalah yang

kontroversial yyang menimbulkan pendapat berbeda – beda. Lalu, bagaimana dengan sikap atau attitude, menurut Cutlip & Center adalah kecenderungan untuk memberikan respons terhadap suatu masalah atau suatu situasi tertentu.” (Olii, 2007:33)

Seperti yang dikatakan oleh Santosso Sastropoetro dalam buku Helena olii opini meupakan suatu pernyataan tentang sikap mengenai suau masalah yang bersifat kontriversial, dan opini dapat timbul dari hasil pembicaraan perihal msalah kontroversial tersebut.

“Baik opini maupun sikap terdapat pengertian yang berbeda, walaupun keduaa istilah itu terdapat suatu interaksi yang berkesinambungan. Sikap berada dalam diri seseorang, sedangkan pernyataan (ekspresi) merupakan keluar dari disi seseorang.

Dengan demikian, antara opini dan sikap atau sebaliknya terdapat suatu kerjasama yang

(6)

berkesinambungan didalam diri manusia dalam menghadapi suatu masalah atau suatu situasi tertentu.” (Olii, 2007:34)

Antara opini dengan sikap terdeapat pengertian yang berbeda, namun kedua istilah tersebut terdapat suatu interaksi yang saling berkesinambungan.

Banyak komunkasi dan usuaha penyebaran opini baik yang dilakukan pihak suasta maupuun piihak ressmi mengalami kesukaraan , karena persusasi dilihat hanya sebagai pembeerian data.

Dalam pembentukan suatu opini mengenai suatu persoalan, yang diawali dengan diskusi. Kemungkinan untuk mencapai opini yang benar ataupun baik untuk pemecahan persoalan, tergantung sekali dari:

 Apakah minoritas dapat jua berbicara lain dari pada mayoritas;

 Informasi yang cukup dan benar dapat dipakai sebagai landasan ataupun titik tolak pembentukan pendapat;

 Sifat manusia untuk berpihak. (Olii, 2007:35).

Sesuai kondisi dan pemberian informasi secukupnya dengan jujur, terletak pada tugas seorang komunikator yang memperoleh ilmu komunnikasi.

Pendidikan ilmu komunikasi yang biasanya diarahkan kepada sikap berdiri diatas semua golongan dan kepentingan pribadi serta memberi informasi yang benar. Stimuli atau rangsangan yang diperlukan yang belum terbentuk “public opinion” maka dalam keadaan seperti ini kounikasi berusaha mewujudkan sebagian dari objek formalnya, yaitu menggunakan persuasi. Dengan demikian, maka sekaligus komunikasi berusaha memengaruhi public agar mewujudkan proses social serta masyarakat yang harmonis.” (Olii, 2007:35)

Diatas merupakan kaitan opini dengan ilmu komunikasi dalam pembentukan opini yang akhirnya terbentuknya suatu opini public atau public opinion.

(7)

2.2.3 Opini Publik

“Opini publik terdiri atas 2 kata, yaitu opini dan publik. Kata opini diambil dari kata opinion dalam Bahasa Inggris, yang berarti pendapat. Demikian juga perkataan publik juga berasal dari kata public dalam Bahasa Inggris, yang di terjemahan dalam Bahasa Indonesia dalam beberapa pengertian, yang tergantung pada konteks kata yang mengiringinya.”(Arifin, 2010:5)

“Istilah Opini Publik dapat dipergunakan untuk menandakan setiap pengumpulan pendapat yang dikemukakan individu-individu. Menurut Santoso Sastropoetro (1990) istilah opini publik sering digunakan untuk menujuk kepada pendapat-pendapat kolektif dari sejumlah besar orang.” (Olii, 2007:20).

Opini Publik sering digunakan untuk menujuk pada pendapat-pendapat kolektif sejumlah besar orang atau kelompok masyarakat apabila mereka berpendapat mengenai suatu isu atau persoalan.

“Whyte dalam Arifin (1998:116), menyebut bahwa Opini Publik adalah sikap dari rakyat mengenai sesuatu masalah yang menyangkut kepengtingan umum. Demikian juga Hennessy (1989:12), mengaitkan Opini Publik dengan menyatakan bahwa Opini Publik adalah referensi yang di ekspreskan oleh sejumlah orang penting tentang sesuatu isu yang menyangkut kepentingan umum.” (Arifin, 2010:10)

“Pendapat yang agak berbeda dikemukakan oleh Emory Bogardus (1952:17) yang menyatakan bahwa Opini Publik adalah hasil pengintegrasian pendapat berdasarkan diskusi yang dilakukan dalam masyarakat demokratis.” (Arifin, 2010:11)

(8)

Dari 3 pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa Opini Publik adalah sesuatu isu atau pendapat yang di ekpresikan oleh sejumlah masyarakat yang merupakan hasil pengintegrasian yang menyangkut kepentingan umum.

“Menurut Leonard W. Doob, Opini publik adalah sikap orang-orang mengenai sesuatu permasalahan dimana mereka merupakan anggota dari sebuah masyarakat yang sama. Definisi ini menyebutkan bahwa opini publik itu berhubungan dengan sikap manusia yaitu sikap secara pribadi maupun sebagai anggota suatu kelompok. Opini publik akan terbentuk melalui sikap pribadi seseorang ataupun sikap kelompoknya, karena sikapnya ditentukan oleh pengalamannya, yaitu pengalaman dari dan dalam kelompok tersebut.”(Ardianto, 2005:103).

2.2.4 Komunikasi

“Harold D. Laswell mengatakan komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan; siapa? Mengatakan apa? Dengan saluran apa? Kepada siapa? Efek-efeknya apa? (who? Says what? In with channel? To whom?with what effect?).” (Nurudin, 2017:37)

“Lain halnya dengan Steven, justru ia mengajukan sebuah definisi yang lebih luas, bahwa Komunikasi terjadi kapan saja suatu organisme memberi suatu reaksi terhadap suatu objek atau stimuli, Apakah itu berasal dari seseorang atau lingkungan sekitarnya. Misalnya seorang berlindung pada suatu tempat karena diserang badai, atau kedipan mata sebagai reaksi terhadap sinar kampu, juga adalah peristiwa kommunikasi.” (Cangara, 2016:21)

“Aristoteles, ahli filsafat Yunani Kuno dalam bukunya Rhetorica bahwa suatu proses komunikasi memerlukan tiga unsur yang mendukungnya, yakni

(9)

siapa yang berbicara, apa yang dibicarakan, dan siapa yang mendengarkan.

Pandangan Aristoteles ini oleh sebagian besar pakar komunikasi dinilai paling tepat unntuk mendukung suatu proses komunikasi publik dalam bentuk pidato atau retorika. Hal ini bisa dimengerti, karena pada zaman Aristoteles retorika menjadi bentuk komunikasi yang sangat popular bagi masyarakat.” (Cangara, 2016:25)

Jadi komunikasi memiliki banyak definisi atau sudah banyak pakar besar yang meneliti komunikasi dan memiliki berbagai macam pendapat tapi dari berbagai macam pendapat hamper memiliki definisi yang sama seperti hal nya Unsur komunikasi. Pada saat ini unsur komunikasi yang sering dipakai adalah pendapat dari Harold D Laswell yaitu; Komunikator, pesan, media, Komunikan, dan effek.

Opini sangat berkaitan dengan komunikasi. Karena, dalam proses terjadinya opini terdapat proses komunikasi, seperti dalam proses terbentuknya opini terjadi interaksi antar dua individu, individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok lain, individu dengan organisasi, dan komunikasi dari sebuah media kepada khalayak.

2.2.5 Masyarakat

Masyarakat merupakan sekolompok manusia yang telah hidup dan bekerja sama cukup lama, sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggapdiri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang dirumuskan dengan jelas.

Sementara itu menurut Selo Soemardjan (Soekanto,2013:4) menyatakan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama, yang menghasilkan kebudayaan.

Pengertian manusia yang hidup bersama dalam ilmu sosial tidak mutlakjumlahnya, bisa saja du orang atau lebih. Manusia tersebut hidup bersama dalamwaktu yang cukup lama, dan akhirnya melahirkan manusia-manusia baru yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Hubungan antara manusia itu, kemudian

(10)

melahirkan keinginan, kepentingan, perasaan, kesa, penilaian dan sebagainya.

Keseluruhan itu kemudian mewujudkan adanya sistem komunikasi dan peraturan- peraturan yang mengatur hubungan antara manusia dalam masyarakat tersebut. Dalam sistem hidup tersebut, maka munculah budaya yang mengikat antara satu manusia dengan lainnya.

Masyarakat adalah kelompok-kelompok oarang yang menempati sebuahwilayah (teritorial) tertentu, saling berkomunikasi, memiliki simbol-simbol danaturan tertentu serta sistem hukum yang mengontrol tindakan anggota masyarakat, memiliki sistem stratifikasi, sadar sebgai bagian dari anggota masyarakat tersebut serta relatif dapat menghidup dirinya sendiri (Bungin,2006:163). Masyarakat memilik struktur dan lapisan (layer) yang bermacam-macam, ragam struktur danlapisan masyarakat tergantung pada kompleksitas masyarakat itu sendiri. Semakin kompleks suatu masyarakat, maka struktur masyrakat itu semakin rumit pula. Kompleksitas masyarakat juga ditentukan oleh ragam budaya dan proses-proses soail yang dihasilakannya, maka semakin rumit proses-proses sosial yang dihasilkan.

Berbagai proses komunikasi dalam masyarakat terkait dengan struktur danlapisan (layer) maupun ragam budaya dan proses-proses sosial yang ada dimasyarakat tersebut, serta tergantung pula pada adanya pengaruh dan khalayaknya, baiksecaraindividu, kelompok,ataupunmasyarakatluas.Sedangakan sebstansi bentuk atau wujud komunikasi ditentukan oleh (Bungin,2006:67 ):

a. Pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi (komunikator dan khalayak) b. Cara yang ditempuh

c. Kepentigan atau tujuan komunikasi

(11)

d. Ruanglingkup yang melakukannya e. Saluran yang digunakan dan f. Isi pesan yang disampaikan

2.2.6 Macam-Macam Masyarakat

Secara umum, masyarakat dapat dibagi menjadi duaj enis, yaitu masyarakat primitif dan masyaraka tmodern. Berikut penjelasannya:

a. Masyarakat Primitif/Sederhana

Ini adalah jenis masyarakat yang di dalamnya belum terjadi perkembangan yang berarti dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kehidupan mereka. Umumnya masyarakat ini masih terisolasi dan sangat jarang berinteraksi dengan masyarakat lainnya di luar komunitas mereka.

Ada pun ciri-ciri masyarakat primitif/sederhana adalah sebagai berikut;

1) Masyarakatnya masih miskin ilmu dan harta.

2) Masih berpatokan kepa dabudaya nenek moyang.

3) Menolak budaya asing didalam komunitasnya.

4) Pemimpinnya dipilih berdasarkan garis keturunan.

b. Masyarakat Modern

Ini adalah jenis masyarakat yang sudah mengenal ilmu pengetahuan danteknologi terbaru, serta menggunakannya sehari-hari.

Umumnya masyarakatnya sangat terbuka dengan hal-hal baru dan

(12)

sering berinteraksi dengan masyarakatluar.

Adapun ciri-ciri masyarakat modern adalah sebagai berikut:

a. Masyarakatnya sangat terbuka dengan hal-hal baru.

b. Setiap individu didalam masyarakat modern sangat menghargai waktu.

c. Pemimpin dipilih berdasarkan kemampuannya.

d. Lebih mengandalkan logika dan tindakan rasional.

e. Masyarakatnya terdiri dari berbagai suku dan golongan.(manmaxroe.com).

2.2.7 Komunikasi Masyarakat

Menurut Widjaja (2010:1) komunikas imasyarakat adalah hubungan kontak antar dan antara manusia baik individu maupun kelompok. Dalam kehidupan sehari- hari disadari atau tidak komunikasi adalah bagian dari kehidupan manusia itu sendiri.

Manusia sejak dilahirkan sudah berkomunikasi denganlingkungannya. Gerak dan tangis yang pertama pada saatia dilahirkan adalah suatu tandak komunikasi.

Sementaraitu, untuk menjalin rasa kemanusiaan yang akrab diperlukan saling pengertian sesama anggota masyarakat. Dalam hal ini faktor komunikasi memainkan peranan yang penting, apalagi bagi manusia yang modern. Manusi amodern yaitu manusia yang cara berpikirnya tidak spekulatif tetapi berdasarkan logika dan rasional dalam melaksanakan segala kegiatan dan aktiviasnya.

Kegiatan dan aktivitasnya itu merupakan akan terselenggara dengan baikmelalui proses komunikasi antar manusia. Komunikasi telah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Untuk keberhasilan suatu komunikasi kita harus mengetahui dan mempelajari unsur- unsur apa saja yang terkandung dalam proses komunikasi. Minimal unsur- unsur

(13)

yang diperlukan dalam proses komunikasi adalah sumberpembicaraan, pesan (message), saluran ( channel, media), dan penerima (receiver,audience).

Komunikasi masyarakat memberikan sesuatu kepada orang lain dengan kontak tertentu atau dengan mempergunakan sesuatu alat. Banyak komunikasi terjadi dan berlangsung tetapi kadang-kadang tidak tercapai kepada sasaran tentang apa yang dikomunikasikan itu. Dimungkinkan adanya komunikasi yang baik antara pemberi pesan dan penerima pesan kalau terjalin persesuaian diantara keduanya. Terlaksananya komunikasi yang baik, banyak rintangan yang ditemui dan dihadapi, baik rintangan yang bersifat fisik, individual, bahasa dan sampai Perbedaan arti yang dimaksud oleh orang yang diajak berkomunikasi. Saling pengertian dapat terjadi dengan menggunakan bahasa yang baik sehingga pihak yang menerima dapat mengerti apa yang diberikan atau yabg dipesankan, dengan demikian tercipta situasi komunikasi yang serasi.

2.2.8 Kemacetan

Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan.

Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar, terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk. Kemacetan yang terjadi menghasilkan dampak negatif yang tidak sedikit. Dari aspek ekonomi, kemacetan dapat menghambat proses produksi dan distribusi barang yang berujung pada terhambatnya laju perkeonomian masyarakat. Bagi para pegawai kantoran, kemacetan lalu lintas yang dihadapi tiap hari dapat memengaruhi kondisi fisik dan psikologis mereka dalam bekerja. Kinerja para pekerja tidak dapat mencapai hasil yang maksimal lantaran masalah kemacetan yang

(14)

sungguh menguras tenaga dan pikiran. Kemacetan akan menimbulkan berbagai dampak negatif, baik bagi pengemudinya sendiri maupun ditinjau dari segi ekonomi dan lingkungan. Bagi pengemudi, kemacetan akan menimbulkan ketegangan (stress).

Dampak negatif dari segi ekonomi yaitu berupa kehilangan waktu karena perjalanan yang lama serta bertambahnya biaya operasi kendaraan berhenti. Sedangkan dampak negatif terhadap lingkungan yaitu berupa polusi udara dan gangguan suara kendaraan / kebisingan (Munawar, 2004).

2.2.9 Kerangka Pemikiran

Penjabaran dari kerangka berifikir dibawah itu seperti, bermaksud untuk menguji teori kepercayaan, sikap, nilai. Menggunakan permasalahan mengenai Opini.

Opini adalah suatu penyataan tentang sikap mengenai suatu masalah yang bersifat kontroversial.

Dalam teori ini ada 3 indikator yang mana itu adalah kepercayaan, sikap, dan nilai itu sendiri. Kepercayaan adalah pernyataan yang jumlahnya sangat banyak (mencapai ratusan ribu) yang dibuat seseorang mengenai dirinya dan lingkungannya, dalam indicator kepercayaan ada 2 parameter yaitu kawasan inti dan periferal.

Sikap, kepercayaan dan sikap adalah dua hal penting yang harus di lihat bersama-sama. Sikap terdir atas dua hal (parameter) yaitu sikap terhadap objek (attitude toward object) dan sikap terhadap situasi (attitude toward situation).

Nilai, nilai adalah jenis atau tipe khusus dari kepercayaaan yang menjadi pusat system dan bertindak sebagai panduan hidup. Pada indikator ini terdapat 2 parameter yaitu nilai instrumental dan nilai terminal.

(15)

Target penilitian ini akan dilaksanakan pada masyarakat Rawabadak. Dan penelitian ini berjudul OPINI MASYARAKAT RAWABADAK BERDASARKAN TEORI ROKECH MENGENAI KEMACETAN DI JALAN RAYA KAPTEN HANAFIAH KOTA SUBANG.

(16)

Gambar 2. 1 Kerangka Pemikiran Teori kepercayaan, sikap dan nilai

(Menurut Rokech).

OPINI MASYARAKAT RAWABADAK BERDASARKAN TEORI ROKECH MENGENAI KEMACETAN DI JALAN RAYA KAPTEN

HANAFIAH KOTA SUBANG Masyarakat

Kepercayaan

Kepercayaan adalah pernyataan yang

jumlahnya sangat banyak (mencapai ratusan ribu) yang dibuat seseorang mengenai dirinya dan lingkungannya.

Sikap

kepercayaan dan sikap adalah dua hal penting yang harus di lihat bersama-sama. Sikap terdir atas dua hal yaitu sikap terhadap objek (attitude toward object) dan sikap terhadap situasi (attitude toward situation).

Nilai

Nilai adalah jenis atau tipe khusus dari kepercayaaan yang menjadi pusat system dan

bertindak sebagai panduan hidup.

1. Kawasan Inti 2. Periferal

1. Sikap terhadap objek 2. Sikap terhadap Situasi

1. Nilai Instrumental 2. Nilai terminal dari Cutlip dan Center (1961) Menurut Rokech,

Opini adalah suatu penyataan tentang sikap

mengenai suatu masalah yang bersifat kontroversial.

(Olii, 2007:33)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil rekapitulasi di tingkat PPK Kecamatan Samarinda yang ditolak oleh para saksi dari partai-partai politik termasuk PDK, tidak pernah diperbaiki dan hal ini telah

(1) Pedoman Pengembangan Karakter Bela Negara Dalam Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bela Negara Bagi Mahasiswa Baru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1

• Jika setelah 3 (tiga) hari kerja sejak diterimanya Surat Penolakan oleh pemilik dan/atau kuasanya, bibit strawberry belum dibawa keluar dari wilayah Republik

(Jakarta: Kencana Pernada Media Group, 2010).. tidak mengerti bahasa Jawa. Namun, karena orang-orang di sekitarnya seperti teman kuliah, pedagang, dan sebagainya berbahasa

Penelitian Tugas Akhir yang dilakukan adalah membangun aplikasi yang menerapkan Kalman Filter untuk menelusur multi-blob dari bayangan tangan yang ditangkap

Administrator adalah pengguna yang dipercaya untuk mengelola data master seperti data operator, biaya kendaraan, parkir gratis, slot parkir, parkir keluar, dan

Isi modul ini : Ketakbebasan Linier Himpunan Fungsi, Determinan Wronski, Prinsip Superposisi, PD Linier Homogen Koefisien Konstanta, Persamaan Diferensial Linier Homogen

Abdullah bin Mubarok berkata, “Sungguh mengembalikan satu dirham yang berasal dari harta yang syubhat lebih baik bagiku daripada bersedeqah dengan seratus ribu dirham”..