• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menurut Hair et al

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Menurut Hair et al"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

26 BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif.

Penelitian kuantitatif merupakan metode untuk melakukan pengujian dan pengukuran fakta dengan menjadikan data sebagai landasan untuk menghasilkan informasi yang terukur secara sistematis (Firman, 2018). Menurut Hair et al.

(2017:77), penelitian kuantitatif dilakukan dengan pertanyaan yang telah ditentukan opsi respon dalam bentuk kuesioner yang akan diberikan kepada responden. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dalam pengumpulan data. Penelitian ini dilakukan secara sistematis untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

3.2 Populasi dan Sampel Penelitian 3.2.1 Populasi

Populasi didefinisikan sebagai jumlah keseluruhan unit analisis, yang terdiri atas objek maupun subjek dengan karakteristik dan kualitas tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari lebih dalam (Barlian, 2016). Menurut Bougie & Sekaran (2016) populasi diambil dari hal yang menarik secara keseluruhan yang akan dijadikan objek dalam penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Corporate Entrepreneurship batch 3 angkatan 2017 yang telah melaksanakan program magang yaitu sejumlah 96 orang.

(2)

27 3.2.2 Sampel

Sampel yang dipilih mewakili kesesuaian dengan kriteria yang ditentukan peneliti, dengan ukuran sampel dan model yang praktis dan kecil. Sampel yang digunakan dari keseluruhan populasi yang berjumlah 96 orang peserta magang Corporate Entrepreneurship batch 3 angkatan 2017 Universitas Ciputra. Teknik

pemilihan sampel pada penelitian ini berdasarkan sampling non probability dengan teknik sensus yaitu penentuan sampel apabila semua anggota populasi dijadikan sampel (Sugiyono, 2017). Teknik sampel sensus merupakan istilah lain dari teknik sampel jenuh.

3.3 Jenis Data, Sumber dan Skala Pengukuran

Penelitian ini menggunakan jenis data kuantitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan analisis statistika yang dapat disimpulkan dengan angka- angka (Rosdianto, 2017). Sumber data penelitian ini adalah data primer Pujianto et al. (2018) menyatakan bahwa data primer adalah data yang berasal langsung dari

sumber data atau narasumber. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini berupa hasil survei melalui kuesioner yang dibagikan kepada peserta magang mata kuliah Corporate Entrepreneurship batch 3 angkatan 2017 di Universitas Ciputra.

Skala pengukuran yang digunakan dalam kuesioner penelitian ini adalah skala likert 4 poin. Skala likert yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) sangat tidak setuju, (2) tidak setuju, (3) setuju, (4) sangat setuju. Skala likert 4 poin digunakan dalam penelitian karena skala tersebut tidak memiliki nilai tengah, yang dapat menimbulkan keragu-raguan atau pernyataan ke arah setuju atau tidak setuju (Melianti et al., 2020).

(3)

28 3.4 Variabel dan Definisi Operasional

Terdapat 4 variabel dalam penelitian ini yaitu work engagement (Y), coworker support (X), supervisor support (M1) dan meaningful work (M2). Tabel 3.1 menampilkan definisi operasional setiap variabel.

(4)

29 Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel

Variabel Definisi Konseptual Indikator Definisi Operasional Sumber

Work

Engagement (Y)

Menurut Stephen T.T.

Teo (2020) work engagement adalah bentuk positivitas seorang individu untuk menghasilkan

keterlibatan kerja.

1. Vigor (semangat) 2. Dedication

(dedikasi) 3. Absorption

(absorbsi)

1. Saya selalu bersemangat dalam bekerja 2. Saya bekerja dengan tujuan yang jelas untuk

memenuhi tujuan perusahaan

3. Saya merasa terikat dalam pekerjaan saya, sehingga tanpa sadar waktu telah berlalu ketika saya bekerja

4. Setiap hari saya selalu ingin bekerja

5. Dalam bekerja saya selalu menjalankannya dengan antusias

6. Saya mampu bertahan dalam situasi apapun 7. Saya terlalu fokus dalam pekerjaan saya 8. Saya merasa bangga dengan pekerjaan saya 9. Saya merasa senang ketika saya bekerja dengan

intens (sering)

Teo et al.

(2019)

Coworker Support (X)

Menurut Ahmed et al.

(2018) coworker support adalah dukungan rekan kerja dalam pengembangan aktivitas kerja terkait penyelesaian masalah dan bertukar ide

1. Instrumental Support 2. Emotional

Support

1. Rekan kerja saya sangat membantu dalam menyelesaikan pekerjaan

2. Rekan kerja memiliki niat untuk membantu 3. Rekan kerja saya sangat peduli dengan saya 4. Saya dan rekan kerja mendukung satu sama lain

untuk maju

Michel Zaitouni &

Ouakouak (2018)

(5)

30 Lanjutan Tabel 3.1 Definisi Operasional

Supervisor Support (M1)

Menurut Ahmed et al.

(2018) supervisor support adalah pengaruh atasan dalam menjaga kesejahteraan karyawan dalam bentuk transfer ilmu dan apresiasi

1. Dukungan emosional 2. Penerimaan &

kepedulian

3. Dukungan informatif

1. Kesejahteraan saya diperhatikan atasan saya 2. Atasan saya bersedia membantu saya ketika

membutuhkan bantuan

3. Atasan saya peduli dengan perasaan saya di tempat kerja

4. Pendapat saya diperhatikan oleh atasan

5. Atasan saya bangga dengan capaian pekerjaan saya

6. Atasan saya berusaha mendorong saya melakukan pekerjaan semenarik mungkin

Ghazali et al. (2018)

Meaningful Work (M2)

Menurut Nwabuwe et al. (2017) meaningful work adalah makna dari pekerjaan, pemahaman setiap individu tentang pentingnya pekerjaan, dalam mencapai tujuan perusahaan

1. Development of learning 2. Work quality 3. Quality of

working relation 4. Autonomy 5. Moral

correctness

1. Bagi saya pekerjaan adalah pengalaman yang berharga

2. Saya sangat senang ketika pekerjaan saya diapresiasi

3. Saya selalu bersemangat dalam bekerja

4. Bekerja merupakan hal penting dalam hidup saya 5. Saya berharap dapat bekerja sesuai kemampuan

saya

6. Komunitas sosial dalam pekerjaan saya mendukung dalam pekerjaan saya

7. Saya memahami secara pribadi arti pekerjaan

Ahmed et al. (2018)

Sumber: Data diolah (2021)

(6)

31 3.5 Prosedur Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan cara menyebarkan kuesioner secara online. Menurut Barlian (2016) kuesioner merupakan suatu metode pengumpulan data dengan cara peneliti melakukan tanya jawab yang harus dijawab oleh responden. Penyebaran kuesioner secara online dilakukan peneliti disini menggunakan google form, hal ini dilakukan karena situasi dan kondisi akibat pandemi yang belum memungkinkan untuk melakukan penyebaran kuesioner secara offline. Daftar pernyataan dalam kuesioner yang dibagikan disusun berdasarkan indikator yang telah diadopsi dari beberapa sumber yang telah disesuaikan dengan lingkungan mahasiswa Universitas Ciputra yang menjadi peserta magang dan tergabung pada mata kuliah Corporate Entrepreneurship batch 3 sesuai Tabel 3.1. Tabel 3.2 menyajikan tahapan dalam

mengumpulkan data dari kuesioner.

Tabel 3.2 Tahapan Pengumpulan Data

Tahapan Kegiatan

Tahap I Persiapan sebelum kuesioner tersebar Tahap II Pelaksanaan penyebaran kuesioner

Tahap III Rekapitulasi, pengumpulan dan olah data responden

Sumber: Data diolah peneliti (2021)

Berdasarkan Tabel 3.2 tahapan dibagi menjadi 3 yang pertama adalah melakukan persiapan dengan menyusun pertanyaan yang sesuai, selanjutnya pelaksanaan penyebaran kuesioner terhadap mahasiswa yang telah mengikuti program magang mata kuliah Corporate Entrepreneurship batch 3 angkatan 2017

(7)

32 Universitas Ciputra dan tahapan terakhir apabila sudah memenuhi target responden, akan dilakukan rekapitulasi data responden.

3.6 Metode Analisis dan Pengujian Hipotesis

Penelitian ini menggunakan metode analisis dengan teknik Partial Least Square (PLS) menggunakan software SmartPLS. Menurut Ghozali & Latan (2015) tujuan PLS-SEM adalah untuk mengembangkan teori atau membangun teori (orientasi prediksi). PLS digunakan untuk menjelaskan ada tidaknya hubungan antar variabel laten (prediction). Garson (2016) menambahkan PLS dapat menghubungkan antara sekumpulan variabel independen dengan sekumpulan variabel dependen. PLS menurut Hair et al. (2016) adalah metode yang dapat digunakan untuk jumlah sampel kecil menggunakan perangkat lunak yang sangat ramah pengguna dan menambah ekstensi baru, sejalan dengan penelitian ini dengan sampel berjumlah 96 orang mahasiswa Corporate Entrepreneurship batch 3 angkatan 2017.

3.6.1 Uji Validitas

Bougie & Sekaran (2016) mengatakan uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner, dimana suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Uji validitas konvergen dinyatakan valid jika nilai outer loadings > 0,7 dan nilai average variance extracted (AVE) > 0,5 (Hair, 2014). Uji validitas dilihat dari sejauh mana suatu ukuran berkorelasi secara positif dengan ukuran alternatif dari konstruksi yang sama. Hair

(8)

33 et al. (2017) memberikan pemahaman validitas sebagai suatu kondisi dimana

sebuah konstruk dapat mengukur dengan tepat dengan apa yang seharusnya diukur.

3.6.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dibuktikan sebagai tingkat kemandirian yang tinggi dari hasil tes penyelidikan satu kali dan pengaruh situasional acak. Eisend & Kuss (2019:135) menyatakan hasil tes dari uji reliabilitas sangat berkaitan dengan konsistensi, akurasi, dan prediktabilitas suatu alat ukur. Konsistensi penjawab dinilai penting dalam suatu penelitian agar dapat menghasilkan observasi yang optimal (Hair et al., 2017). Uji reliabilitas dapat dikatakan reliabel ketika nilai Cronbach’s alpha dan composite reliability > 0,7 (Hair et al., 2017:144). Uji reliabilitas juga dinilai penting karena merupakan salah satu kontributor yang dibutuhkan oleh uji validitas untuk melihat ukuran valid dari suatu konsep (Cooper & Schindler, 2006:352).

3.6.3 Model Struktural (Inner Model)

Inner model atau biasa disebut dengan model struktural yang menggambarkan

hubungan antar variabel laten berdasarkan pada teori substantif. R pada struktural model berperan pada variabel moderasi dan variabel dependen (Sugiyono, 2019).

Nilai t-statistic digunakan untuk menguji signifikansi antar variabel yang diuji.

Model penelitian yang baik ditunjukkan dengan tingginya nilai R. Hubungan path variabel yang signifikan ditunjukkan dengan nilai t-statistic > 1,96. Model penelitian kedua yaitu konsep hubungan antara variabel dan variabel indikator (Hair et al., 2017:72).

3.6.3.1 Path Coefficient

(9)

34 Path coefficient digunakan untuk menunjukkan seberapa kuat efek atau

pengaruh variabel independen pada variabel dependen. Analisis ini berhasil digunakan untuk mempartisi korelasi koefisien menjadi efek langsung dan tidak langsung (Tyagi & Lal, 2007).

3.6.3.2 Uji Koefisien Determinasi (r2)

Uji R square atau r2 berguna untuk menghasilkan nilai yang mampu mewakili proposisi variasi dalam variabel dependen yang dijelaskan oleh variabel independen dalam suatu penelitian (George et al., 2019: 374). Uji r2 dinyatakan sebagai pengukuran yang paling umum digunakan dalam penelitian.

Penggunaannya sebagai alat untuk mengukur efek secara menyeluruh dari variabel independen terhadap variabel dependen (George et al., 2019: 210). Nilai r2 yang berada diantara 0,00 hingga 1,0 menunjukkan adanya proporsi variansi yang dijelaskan dalam variabel satu ke variabel lainnya (Hair et al., 2017:325). Semakin nilai r2 mendekati satu maka semakin kuat pula hubungan linier dari kedua variabel tersebut.

3.6.3.3 F Square test (f2)

Uji F square atau f2 dilakukan untuk menjelaskan apakah terjadi perubahan pada nilai r2 apabila konstruk eksogen yang mempengaruhi konstruk endogen dihilangkan (Hair et al., 2018). Nilai f2 meliputi nilai 0,02, 0,15, dan 0,35 masing- masing, mewakili efek kecil, sedang, dan besar dari variabel laten eksogen (Cohen, 1988). Nilai ukuran efek kurang dari 0,02 akan menunjukkan bahwa tidak ada efek.

3.6.3.4 Uji Kesesuaian (Goodness of Fit)

(10)

35 Menurut Garson (2016:79) Uji kesesuaian dilakukan setelah kecocokan pengukuran terbukti dapat diterima. Model yang terdiri dari faktor-faktor dan panah yang menghubungkan satu faktor ke faktor lainnya. Pemuatan faktor penghubung jalur langsung adalah koefisien regresi standar. Menurut Hair et al. (2013) Penelitian tidak disarankan menggunakan goodness of fit, oleh karena tidak mewakili kesesuaian PLS-SEM yang digunakan peneliti. Goodness of fit secara khusus cocok dengan pengukuran melalui CB-SEM.

3.6.5 Uji Efek Moderasi

Uji efek moderasi menggambarkan situasi dimana hubungan antara dua konstruk tidak konstan tetapi tergantung pada nilai variabel ketiga, yang disebut sebagai variabel moderator Hair et al. (2017:246) digunakan untuk menguji efek utama, yakni hubungan langsung antara variabel independen (X) pada variabel dependen (Y) sebagai efek utama harus signifikan (Baron & Kenny; dalam Abdillah

& Jogiyanto, 2015). Pengujian simultan efek moderasi pada pengaruh variabel independen (X) dan variabel moderasi (M) pada variabel dependen (Y) dapat dilakukan jika telah terbukti signifikan dengan kriteria:

a. Jika hubungan antara variabel X dan Y tidak signifikan (t-statistic < 1,96) pada penelitian dengan model variabel moderasi, maka variabel M tidak memiliki peran sebagai moderator hubungan variabel X dan Y.

b. Jika nilai t-statistic (total effect) antara variabel X dan M, serta nilai t statistic variabel M ke Y < 1,96 maka variabel M tidak memiliki peran sebagai moderator hubungan variabel X dan Y.

(11)

36 c. Jika hubungan antara variabel X dan Y signifikan (t-statistic > 1,96), maka variabel M memiliki peran sebagai moderator hubungan variabel X dan Y.

Referensi

Dokumen terkait

perangkat lunak dibuat, artinya terjadi proses kreatifitas dari manusia ( analisis, desain, konstruksi dan pengujian ) diterjemahkan ke dalam bentuk fisik. Perangkat lunak

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan perangkat lunak komputer dengan masukan data berupa koordinat pengguna hotspot dan jumlah perangkat access point yang

Perangkat lunak yang akan dibangun merupakan sebuah aplikasi yang ramah pengguna dengan harapan aplikasi Mobile Learning berbasis Android ini dapat menjadi media pembelajaran

 Perangkat lunak yang telah disampaikan kepada pelanggan harus menyesuaikan dengan lingkungan (periperal atau sistem operasi baru) atau karena pelanggan ingin menambah suatu

SIG adalah kumpulan yang terorganisir dari perangkat keras komputer, perangkat lunak, data geografi dan personil yang dirancang secara efisien untuk memperoleh, menyimpan,

Populasi yang digunakan adalah guru Sekolah Dasar Al-Baitul Amien (Full Day School) Jember. Metode sampel yang digunakan adalah metode sensus dengan jumlah responden 60

Jika kamu ingin menambah hafalan baru (halaman selanjutnya) pada hari berikutnya, maka sebelum kamu menambah dengan hafalan baru dengan metode yang aku sebutkan di atas, maka

Perangkat lunak ini dilengkapi dengan antarmuka pengguna yang ramah dan memiliki berbagai fitur untuk pengolahan citra satelit digital, seperti koreksi radiometrik dan geometrik,