Table of Contents
Articles
Prevalensi dan Identifikasi Nematoda Saluran Pencernaan Kerbau Lumpur di Kecamatan Sambelia,
Lombok Timur, NTB
PDFPDF
Heri Utomo Baihaqi, Ida Bagus Made Oka, I Made Dwinata
Tekanan Osmosis Membran Eritrosit Sapi Bali Jantan PDFPDF
Ardi Apriandi, Sis wanto, I Nyoman Sulabda
Daya Ikat Air, pH, Warna, Bau dan Tekstur Daging Sapi Bali dan Daging Wagyu PDFPDF
Julitha Dewitri Merthayasa, I Ketut Suada, Kadek Karang Agustina
Kualitas Se’i Babi Produksi Denpasar yang Disimpan pada Suhu Dingin PDFPDF
Wilson Lois, I Ketut Suada, Kadek Karang Agustina
Prevalensi Infeksi Escherichia coli O157:H7 pada Sapi Bali di Kecamatan Mengwi dan Kuta Selatan,
Badung, Bali
PDFPDF
Rian Ka Praja, Komang Januartha Putra Pinatih, I Wayan Suardana
Daya Simpan dan Variasi Bumbu Daging Se’i Babi Produksi Kota Denpasar pada Suhu Ruang PDFPDF
Gracemon Loe Mau, I Ketut Suada, I.B.N. Swacita
Prevalensi Trematoda di Sentra Pembibitan Sapi Bali Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten
Badung
PDFPDF
Fajar Mubarok, Nyoman Adi Suratma, I Made Dwinata
Studi Histopatologi Mukosa Saluran Empedu Sapi Bali yang Terinfeksi Cacing Hati (Fasciola
Gigantica)
PDFPDF
Gusti Agung Ayu Putu Adriyati, Ida Bagus Oka Winaya, I Ketut Berata
Juli Yanti, Iwan Harjono Utama, Sri Kayati Widyastuti
Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Kulit Batang Kelor (Moringa oleifera) PDFPDF
Robertino Ikalinus, Sri Kayati Widyastuti, Ni Luh Eka Setiasih
Prevalensi Nematoda Gastrointestinal pada Sapi Bali di Sentra Pembibitan Desa Sobangan, Mengwi,
Badung
PDFPDF
Affan Nur Alamsyah, I Made Dwinata, Ida Bagus Made Oka
Editorial Team
t i k e t k e r e t at o k o b a g u sb e r i t a b o l a t e r k i n ia n t o n n bA n e k a K r e a s i R e s e p M a s a k a n I n d o n e s i ar e s e p m a s a k a nm e n g h i l a n g k a n j e r a w a tv i l l a d i p u n c a kr e c e p t e nb e r i t a h a r i a ng a m e o n l i n eh p d i j u a lw i n d o w s g a d g e tj u a l c o n s o l ev o u c h e r o n l i n eg o s i p t e r b a r ub e r i t a t e r b a r uw i n d o w s g a d g e tt o k o g a m ec e r i t a h o r o r
Editor-in-Chief
1. Dr. drh. I Wayan Batan, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Bali-Indonesia
Associate Editor
1. Dr. drh. Tjok. Gde Oka Pemayun, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Bali, Indonesia
2. Prof. Dr. drh. Nyoman Mantik Astawa, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Bali-Indonesia
3. Prof. Dr. drh. Iwan Harja Utama, Progam Magister Kedokteran Hewan, Program Pascasarjana, Universitas
Udayana, Denpasar, Bali, Indonesia
4. Dr. drh. Ketut Suatha, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Bali-Indonesia
5. Prof. Dr. drh. I Nyoman Suarsana, Lab. Biokimia FKH Unud, Denpasar, Indonesia
6. Dr. drh Wayan Suardana, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Bali, Indonesia
7. drh. Tjok Sari Nindhia, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Bali, Indonesia
Editorial Board
1. Yulia Nugraha, Fakultas Kedokteran Hewan, Unud, Indonesia
2. Moch. Faqih Amrulah, Fakultas Kedokteran Hewan, Unud, Indonesia
3. Moch. Ghaiz Abriansyah, Fakultas Kedokteran Hewan, Unud, Indonesia
4. Saiful Akbar, Fakultas Kedokteran Hewan, Unud, Indonesia
5. Lidya Nofantri, Fakultas Kedokteran Hewan, Unud, Indonesia
6. Hanif Wahyu Wibisono, Fakultas Kedokteran Hewan, Unud, Indonesia
7. Cyrilus Jefferson Bour, Fakultas Kedokteran Hewan, Unud, Indonesia
8. Yusuf Riska Alhamdhani, Fakultas Kedokteran Hewan, Unud, Indonesia
Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Kulit Batang Kelor (Moringa oleifera) PHYTOCHEMICAL SCREENING ETHANOL EXTRACT SKIN STEM MORINGA (MORINGA OLEIFERA)
Robertino Ikalinus1 , Sri Kayati Widyastuti2 , Ni Luh Eka Setiasih3
1Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Hewan 2 Laboratorium Penyakit Dalam Veteriner 3 Laboratorium Histologi Veteriner
Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jalan PB Sudirman, Denpasar, Bali; Telp/Fax: (0361) 223791 Email : [email protected]
ABSTRAK
Tanaman Kelor (Moringa oleifera) memiliki aktivitas farmakologi sebagai antidiabetik, diuretik, ekspektoran, dan antiinflamasi. Aktivitas tersebut disebabkan oleh kandungan kimia yang terdapat di dalam tanaman tersebut. Faktor-faktor lingkungan memilliki pengaruh terhadapmetabolit sekunder yang terdapat dalam suatu tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia yang terdapat di dalam kulit batang kelor (Moringa oleifera) dengan menggunakan skrining fitokimia.Skrining fitokimia yang dilakukan meliputiidentifikasi steroid, flavonoid, alkaloid, fenol, tanin, dan saponin. Kandungan tersebut tidak hanya terdapat pada daun, biji, buah ataupun bunga tetapi juga terdapat pada kulit batangnya.Hasil skriningfitokimia menunjukkan bahwakulit batang kelor (Moringa oleifera) mengandung golongan senyawa steroid, flavonoid, alkaloid, fenol, dan tanin.
Kata kunci : kulit batang kelor, skrining fitokimia
PENDAHULUAN
dapat mengetahui aneka ragam senyawa kimia yang terbentuk dan terkandung di dalam tumbuhan, mulai dari struktur kimia, biosintesa, perubahan serta metabolismenya, dan bioaktivitasnya. Dengan demikian maka perlu dilakukan suatu penelitian dan pengkajian lebih lanjut mengenai fitokimia ekstrak etanol kulit batang kelor.
MATERI DAN METODE
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan skrining fitokimia ekstrak etanol kulit batang kelor (Moringa oleifera) didapatkan beberapa hasil positif pada beberapa senyawa metabolit sekunder seperti yang ditunjukkan pada Tabel.
menunjukkan hasil positif. Uji Fitokimia menggunakan FeCl3 dapat menunjukkan adanya gugus fenol, apabila terdapat senyawa fenol, maka dimungkinkan juga terdapat tanin, karena tanin merupakan senyawa polifenol. Perubahan warna hijau kehitaman terjadi akibat pembentukan senyawa komplek antara tanin dengan FeCl3. Untuk memperkuat dugaan terdapatnya tanin adalah dengan pengujian menggunakan gelatin. Tanin akan menimbulkan endapan baik sedikit atau banyak jika ditambah dengan gelatin (Harborne, 1987). Tanin merupakan himpunan polihidroksi fenol yang dapat dibedakan dari fenol lain karena kemampuannya mengendapkan protein, hal ini bisa dibuktikan apabila tanin direaksikan dengan gelatin akan terbentuk endapan, karena gelatin merupakan salah satu jenis protein yang mampu diendapkan oleh tanin. Endapan tersebut dikarenakan adanya ikatan hidrogen antara tanin dan protein pada gelatin. Ikatan hidrogen yang terbentuk disebabkan oleh atom H yang terikat dengan 2 atom O ataupun terikat dengan atom O dan N dari struktur tanin dan gelatin (Sriwahyuni, 2010). Pada tumbuhan, tanin berfungsi sebagai pertahanan diri dari serangan bakteri, fungi, virus, insekta herbivora dan vertebrata herbivora. Selain itu, tanin juga penting untuk mencegah degradasi nutrien yang berlebihan di dalam tanah. Dengan demikian simpanan nutrien di dalam tanah untuk periode vegetasi berikutnya dari tumbuhan dapat terpenuhi (Leinmuller et al, 1991). Dalam bidang kesehatan, tanin juga memiliki aktivitas sebagai antibiotik. Prinsip kerja tanin sebagai antibiotik adalah dengan cara membentuk kompleks dengan enzim ekstraseluler yang dihasilkan oleh patogen atau dengan mengganggu proses metabolisme patogen tersebut. Ellagitanin dapat mencegah proses absorpsi virus HIV ke dalam sel dan menghambat aktivitas transkriptase kebalikan yang terdapat di dalam virus. Tanin terkondensasi memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan dapat melindungi kulit dari kerusakan yang ditimbulkan oleh radiasi ultraviolet (Cordoves et al, 2001). Uji saponin pada ekstrak etanol kulit batang kelor (Moringa oleifera) menunjukkan hasil negatif. Hal ini ditunjukkan dengan tidak adanya busa pada sampel ketika diberi pereaksi.
SIMPULAN
Berdasarkan skrining fitokimia ekstrak etanol kulit batang kelor yang diambil sampelnya di wilayah Denpasar, Bali, menunjukkan hasil yaitu adanya senyawa metabolit sekunder berupa steroid, flavonoid, alkaloid, fenol, dan tanin.
SARAN
Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan meneliti kualitas kandungan senyawa metabolit sekunder ekstrak kulit batang kelor dengan menggunakan beberapa pelarut, sehingga dapat diketahui lebih detail kadar kandungan dan peranannya untuk obat tradisional.
DAFTAR PUSTAKA
Bennett RN, Mellon FA, Foidl N, Pratt JH, Du pont MS, Perkins L and Kroon PA. 2003. Profiling glucosinolates and phenolics in vegetative and reproductive tissues of the multi purpose trees Moringa oleifera L (Horseradish tree) and Noringa stenopetala L. J Agric Food Chem 51(12): 3546-3553
Divi SM, Bellamkonda R, Dasireddy SK. 2012. Evaluation Of Antidiabetic And Antihyperlipedemic Potential Of Aqueous Extract Of Moringa Oleifera In Fructose Fed Insulin Resistant And Stz Induced Diabetic Wistar Rats: A Comparative Study. Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research 5(1).
Doerge F. 1982. Buku Teks Wilson Dan Gisvold Kimia Farmasi Dan Medicinal Organic, Institute Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Press: Semarang.
Faizi S, Siddiqui B, Saleem R, Siddiqui S, and Aftab K. 1994. Isolation and struture elucidation of new nitrile and mustard oil glycosides from Moringa oleifera and their effect on blood pressure. J Nat Prod. 57(9): 1256-1261.
Goyal BR, Agrawal BB, Goyal RK, and Mehta AA. 2007. Phyto-pharmacology of Moringa oleifera Lam. an overview. Natural Product Radiance 6(4): 347-353.
Guevara AP, Vargas C, Sakurai H, Fujiwara Y, Hashimoto K, Maoka T, Kozuka M, Ito Y, Tokuda H and Nishino H. 1998. An anti-tumor promoter from Moringa oleifera Lam. Mutation Res 440(2): 181-188. Indonesia Medicus Veterinus 2015 4(1) : 71-79 ISSN : 2301-7848 79
Harborne JB. 1987. Metode Fitokimia. Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. Terjemahan Padmawinata K dan Soediro. I. Bandung: Penerbit ITB
Haris M. 2011. Penentuan Kadar Flavanoid Total Dan Aktivitas Antioksidan Dari Daun Dewa (Gynura pseudochina) Dengan spektrofotometer UV-Visibel. Skripsi. Fakultas Farmasi. Universitas Andalas. Padang.
Jonni MS, Sitorus M, Katharina dan Nelly. 2008. Cegah Malnutrisi dengan Kelor. Yogyakarta: Penerbit Kanisius
Leinmuller E, Steingass H, Menke KH. 1991. Tannins in ruminant feedstuffs. Anim Res Develop 33: 9-62.
Marliana SD, Suryanti V, dan Suyono. 2005. Skrining Fitokimia dan Analisis Kromatografi Lapis Tipis Komponen Kimia Buah Labu Siam (Sechium edule Jacq. Swartz.) dalam Ekstrak Etanol. FMIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Biofarmasi 3(1): 26-31.
Pourmourad F, Hosseinimehr SJ, Shahabimajd N. 2006. Antioxidant Activity, Phenol And Flavonoid Contents Of Some Selected Iranian Medicinal Plants. African journal of Biotechnology 5(11): 1142-1145.
Pratt DE dan Hudson BJF. 1990. Natural Antioxidant Not Exploited Commercially. Di dalam Food antioxidant. Hudson, B.J.F (ed) Elsevier Applied science, London.
Robinson T. 1995. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. Penerjemah: K. Padmawinata. Edisi IV. Bandung: ITB Press.
Sirait. 2007. Penuntun Fitokimia dalam Farmasi. Bandung: Penerbit ITB Sriwahyuni I. 2010. Uji fitokimia ekstrak tanaman anting-anting (Acalypha Indica Linn) dengan variasi pelarut dan uji toksisitas menggunakan brine shrimp (artemia salina leach). Skripsi. Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim. Malang