• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perencanaan bisnis pineapple greeting art

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perencanaan bisnis pineapple greeting art"

Copied!
116
0
0

Teks penuh

(1)

PERENCANAAN BISNIS PINEAPPLE

GREETING ART

TESIS

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN

Diajukan oleh MAYKE PRASASTIA

152222120

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

(2)

i

PERENCANAAN BISNIS PINEAPPLE

GREETING ART

TESIS

UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN

MENCAPAI DERAJAT SARJANA S-2

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN

Diajukan oleh

MAYKE PRASASTIA

152222120

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

vi KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Yesus Kristus atas segala bimbingan dan kasih yang diberikanNya sehingga tesis yang berjudul

“Perencanaan Bisnis Pineapple Greeting Art” dapat selesai sesuai dengan yang diharapkan. Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Drs. T. Handono Eko Prabowo, MBA, Ph.D selaku dosen pembimbing dan ketua Program Studi Magister Manajemen atas waktu yang telah diluangkan dan segala masukan, serta arahan yang sangat menginspirasi. 2. Bapak Dr. Lukas Purwoto, M.Si selaku dosen pembahas pada saat proposal

dan kolokium atas masukan yang diberikan sehingga tesis ini menjadi semakin lengkap.

3. Semua dosen dan karyawan Prodi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

4. Babe, mamah, dan adik saya atas perhatian, kasih sayang dan dukungannya selama ini.

5. Stephanus Sigit Dwi Prasetyo atas perhatian, pengertian, dan dukungannya selama saya menjalani perkuliahan sampai penyusunan tesis ini.

6. Audra, Ale, Vithe, dan Mbak Kezia atas kebersamaan, bantuan, dan dukungan yang tidak pernah berhenti setiap saat.

(8)

vii 8. Seluruh teman-teman prodi Magister Manajemen atas cerita, pengalaman,

kebersamaan dan masukan yang diberikan.

9. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu dan telah membantu dalam penyelesaian tesis ini.

Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan tesis ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, besar harapan penulis atas saran dan kritikan yang membangun agar tesis ini menjadi semakin baik. Penulis juga berharap semoga tesis ini dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan bagi Anda yang membaca tulisan ini.

Yogyakarta, 15 Mei 2017

(9)

viii DAFTAR ISI

Halaman Judul ... i

Lembar Persetujuan Tim Penguji Tesis ... ii

Lembar Persetujuan Dosen Pembimbing ... iii

Pernyataan Originalitas ... iv

Lembar Pernyataan Persetujuan Publikasi Ilmiah... v

Kata Pengantar ... vi

1. Lingkungan Eksternal ... 1

2. Lingkungan Internal ... 4

6. Sistematika Penulisan ... 7

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 8

1. Rencana Bisnis ... 8

2. Model Bisnis ... 8

3. Manajemen Operasi ... 11

4. Manajemen Sumber Daya Manusia ... 13

5. Manajemen Pemasaran... 16

6. Manajemen Keuangan ... 18

7. Manajemen Risiko ... 20

8. Exit Strategy ... 22

(10)

ix

1. Tingkat Analisis ... 23

2. Sumber dan Metode Pengumpulan Data ... 23

3. Teknik Analisis Data ... 24

BAB IV FORMULASI STRATEGI ... 25

1. Deskripsi Bisnis Pineapple Greeting Art ... 25

2. Visi dan Misi ... 25

2.1. Visi ... 26

2.2. Misi ... 26

3. Struktur Organisasi ... 26

4. Rencana Operasional ... 27

4.1. Lokasi... 27

4.2. Tata Letak (Layout) ... 27

4.3. Kegiatan Operasional ... 28

5. Rencana Sumber Daya Manusia ... 32

6. Rencana Pemasaran ... 37

6.1. Segmentation, Targeting, dan Positioning ... 38

6.2. Bauran Pemasaran... 42

7. Rencana Keuangan ... 45

7.1. Biaya Modal Awal ... 45

7.2. Proyeksi Keuangan ... 46

7.2.1. Proyeksi Pendapatan ... 48

7.2.2. Perhitungan Break Event Point ... 50

7.2.3. Skenario Normal ... 52

7.2.3.1. Perhitungan Arus Kas ... 52

7.2.3.2. Perhitungan Payback Periode ... 53

7.2.3.3. Perhitungan Net Present Value ... 54

7.2.3.4. Perhitungan Internal Rate of Return ... 55

7.2.4. Skenario Optimis ... 57

7.2.4.1. Perhitungan Arus Kas ... 57

7.2.4.2. Perhitungan Payback Periode ... 58

7.2.4.3. Perhitungan Net Present Value ... 59

7.2.4.4. Perhitungan Internal Rate of Return ... 60

7.2.5. Skenario Pesimis ... 62

(11)

x

7.2.5.2. Perhitungan Payback Periode ... 63

7.2.5.3. Perhitungan Net Present Value ... 64

7.2.5.4. Perhitungan Internal Rate of Return ... 65

8. Model Bisnis Kanvas Pineapple Greeting Art ... 66

9. Manajemen Risiko dan Exit Strategy Bisnis Pineapple Greeting Art ... 71

BAB V RENCANA AKSI ... 72

1. Kegiatan dan Waktu ... 72

5.1. Kegiatan Praoperasional ... 72

5.2. Kegiatan Operasional ... 72

2. Penanggung Jawab ... 74

3. Penilaian Kinerja ... 74

4. Model 7S McKinsey ... 75

DAFTAR PUSTAKA ... 79

(12)

xi

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1. Jabatan dan Kualifikasi Karyawan ... 34

Tabel 4.2. Deskripsi Responden Penelitian... 37

Tabel 4.3. Segmen dan Target Pasar ... 39

Tabel 4.4. Biaya Tetap dan Biaya Variabel Setiap Bulan Bisnis Pineapple Greeting Art ... 50

Tabel 4.5. Perhitungan Arus Kas Skenario Normal ... 52

Tabel 4.6. Perhitungan NPV Berdasarkan Skenario Normal ... 55

Tabel 4.7. Perhitungan Arus Kas Skenario Optimis ... 57

Tabel 4.8. Perhitungan NPV Berdasarkan Skenario Optimis ... 60

Tabel 4.9. Perhitungan Arus Kas Skenario Pesimis ... 62

Tabel 4.10. Perhitungan NPV Berdasarkan Skenario Optimis ... 65

Tabel 4.11. Risiko Potensial dan Tindakan yang akan Dilakukan ... 71

Tabel 5.1. Rancangan Waktu dan Kegiatan ... 73

Tabel 5.2. Kriteria Penilaian Kinerja ... 74

(13)

xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar4.1. Rancangan Struktur Organisasi Pineapple Greeting Art ... 26

Gambar4.2. Peta Lokasi Toko Pineapple Greeting Art... 29

Gambar 4.3. Denah Toko Pineapple Greeting Art ... 30

Gambar 4.4.Gambaran Sederhana Kegiatan Operasional ... 31

Gambar 4.5. Produk yang Ditawarkan ... 42

Gambar 4.6. Model Bisnis Pineapple Greeting Art ... 70

(14)

xiii

DAFTAR GRAFIK

(15)

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Lembar Kuesioner ... 81

Lampiran 2. Analisis Lokasi ... 84

Lampiran 3. Cetak Biru Kegiatan Operasional Bisnis Pineapple Greeting Art ... 89

Lampiran 4. Tugas dan Wewenang Karyawan ... 90

Lampiran 5. Surat Kesepakatan Perjanjian Kerja ... 95

Lampiran6. Biaya Modal Awal ... 98

(16)

xv

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah rencana bisnis Pineapple

greeting art yang tepat dan lengkap sebagai pedoman bagi pemilik dalam mendirikan usaha. Rencana bisnis yang disusun menggunakan pendekatan fungsional yang terdiri dari tahapan-tahapan tindakan yang akan dilakukan untuk menjalankan bisnis Pineapple greeting art yang kemudian disederhanakan dalam bentuk model bisnis kanvas yang merangkum sembilan aspek inti dari suatu bisnis, dan menjelaskan bagaimana faktor-faktor tersebut dapat sejalan dan saling mendukung satu sama lain.

Data dikumpulkan dengan cara melakukan survey dan obeservasi langsung untuk menyusun rencana operasional dan keuangan. Peneliti juga menyebarkan kuesioner dan melakukan wawancara untuk menyusun rencana pemasaran. Dari data yang didapatkan juga dilakukan analisa keuangan terkait kelayakan bisnis Pineapple greeting art.

Hasil analisa keuangan menunjukkan bahwa bisnis Pineapple greeting art akan mencapai titik impas dengan menjual 658 kartu ucapan atau senilai Rp40.174.872,01 dengan payback period selama 19 bulan. Hasil ini diperkuat dengan nilai Net Present Value positif dan nilai Internal Rate of Return yang lebih besar dari nilai risk free rate pada ketiga skenario keuangan yaitu kondisi normal, optimis, dan pesimis yang menunjukkan bahwa bisnis ini layak untuk dijalankan.

(17)

xvi

ABSTRACT

The aim of this research is to create an accurate and complete business plan of Pineapple Greeting Art as a guide for owners to start up the business. This study were prepared with functional approach consisting of the phases of action to be undertaken to run the Pineapple greeting art business which then would be simplified to a business model canvas that summarizes the nine core aspects of a business and explains how all of factors could be in line and support each other. The data collected by survey and direct observation, which is used for operational and financial plan. Questionnaires and interviews are used to formulate a marketing plan. The data analyzed relevant financial feasibility of pineapple greeting art business.

The results of the financial analysis showed that the break even point of Pineapple greeting art business is 658 greeting cards or equivalent with Rp40.174.872,01 and payback period is 19 months. This result is reinforced by feasibility analysis showed that Net Present Value is positive and Internal Rate of Return is more than the value of risk free rate in the three scenarios of finance that are normal, optimistic, and pessimistic condition which indicated that this business is feasible to run.

(18)

1

BAB I PENDAHULUAN 1. Lingkungan Eksternal Bisnis

Berdasarkan grafik 1.1. Industri kreatif selama tahun 2015 menyumbang Rp813.626,4 milyar atau 7,05% dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia, dan usaha kerajinan berkontribusi sebesar 14,88%. Selain menyumbang PDB nasional, industri kreatif menempati urutan keempat dalam hal penyerapan tenaga kerja, dengan konstribusi secara nasional sebesar 10,7% atau 11,8 juta orang. Tren positif ini menggambarkan bahwa industri kreatif masih memiliki ruang yang luas untuk meningkatkan perekonomian nasional maupun daerah khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) (Tempo.Co., 2016).

Grafik 1.1 Perkembangan Industri Kreatif

(Sumber:Tempo.Co., 2016 “telah diolah kembali”)

2010 2011 2012 2013 2014 2015

(19)

2

Gelombang ekonomi kreatif sudah mulai terlihat nyata di Indonesia, banyaknya seniman dan anak muda yang mampu menghasilkan produk-produk yang khas dan inovatif, tidak heran jika pada 20 Januari 2015, melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2015 Tentang Badan Ekonomi Kreatif, Presiden Joko Widodo membentuk lembaga baru non kementerian bernama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Badan ini bertanggung jawab terhadap perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Presiden Joko Widodo optimis bahwa ekonomi kreatif di masa yang akan datang akan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Berbeda dengan sektor lain yang sangat tergantung pada eksploitasi sumber daya alam, kekuatan ekonomi kreatif lebih bertumpu pada keunggulan sumber daya manusia. Kerangka rencana pengembangan industri kreatif terfokus pada 14 subsektor industri kreatif, yaitu arsitektur, desain, fashion, film, video dan fotografi, kerajinan, layanan komputer dan peranti lunak, musik, pasar barang seni, penerbitan dan percetakan, periklanan, permainan interaktif, riset dan pengembangan, seni pertunjukan, serta televisi dan radio. Meskipun begitu, selama ini, yang paling menonjol dalam kontribusi perekonomian adalah subsektor fashion dan kerajinan (Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, 2015).

(20)

3

maupun seniman dan pengusaha industri kreatif adalah FKY (Festival Kesenian Yogyakarta). Acara ini pada tanggal 23 Agustus 2016 yang lalu adalah penyelenggaraan FKY yang ke 28. Antusiasme yang tinggi dari masyarakat ditunjukkan dengan tingginya jumlah peserta maupun pengunjung yang mencapai 200.000 orang, serta meningkatnya apresiasi masyarakat dan pasar terhadap barang yang berkualitas dan bernilai seni, ditunjukkan dengan omset penjualan mencapai lebih dari 1 Milyar Rupiah yang diselenggarakan selama 18 hari dan stand seni kreatif menyumbang 55% dari omset keseluruhan FKY (Sudjatmiko,2016).

Survei Indonesia Best Cities for Business 2016 yang dilakukan oleh SWA dapat dijadikan acuan atau pertimbangan bagi para pebisnis untuk mengembangkan bisnis di daerah. Menurut hasil survei, kota Yogyakarta berada pada peringkat 7 sebagai kota di Indonesia terbaik untuk berbisnis dan walikota Yogyakarta berada pada peringkat 8 sebagai kepala daerah yang mendukung kegiatan bisnis (Djatmiko, 2016).

(21)

4 papertoy, pop up, paper cutting dan masih banyak lagi. Di Indonesia, kesenian kertas masih tergolong baru dan perkembangannya masih terbatas, akan tetapi minat dan antusias konsumen sangat tinggi pada kesenian ini. PeRI adalah salah satu komunitas yang aktif bergerak dibidang papercraft. Komunitas ini dibentuk oleh Julius yang mahir menciptakan pola papercraft sendiri. Selain Julius, Dewi Kucu adalah paper artist Indonesia yang sudah bergelut dibidang

paper cutting selama 5 tahun dan karyanya sudah menjadi langganan para pejabat di Pemerintahan Indonesia.

Tingginya dukungan pemerintah, antusiasme konsumen, dan tren positif terhadap industri kreatif merupakan peluang besar yang harus direspon agar bisnis ini dapat berkembang semakin besar. Untuk membangun dan mengembangkan sebuah bisnis perlu didasarkan pada suatu perencanaan bisnis yang baik agar dapat direalisasikan, bersaing dengan bisnis lain dan meminimalisir risiko yang mungkin muncul pada saat menjalankan bisnis tersebut.

2. Lingkungan Internal Bisnis

(22)

5

Bisnis Pineapple greeting art yang akan dikembangkan adalah bisnis kerajian dengan bahan baku kertas yang akan dibentuk menjadi sebuah produk yang memiliki nilai jual. Produk yang ditawarkan adalah produk yang memiliki nilai estetika dan fungsi sehingga bermanfaat dan memiliki nilai tambah bagi konsumen. Produk yang dihasilkan dibedakan menjadi dua macam yaitu paper cutting dan kartu ucapan pop up kirigami. Produk dibuat berdasarkan keinginan konsumen, sehingga produk ini unik dan berusaha memberikan sentuhan personal bagi para konsumen. Proses bisnis ini dilaksanakan oleh penulis dan satu orang teman yang tergabung sebagai pemilik modal.

Tujuan utama dari perencanaan bisnis adalah untuk membangun atau mengembangkan aktivitas bisnis yang dapat membantu pemilik bisnis untuk meningkatkan jumlah konsumen yang akan bersinergi dengan meningkatnya pendapatan dan mengelola kegiatan bisnis agar dihasilkan produk yang berkualitas dan pelayanan yang memuaskan. Dasar pemikiran pemilik bisnis untuk mengembangkan sebuah bisnis adalah tingginya antusias konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Antusias konsumen pada produk kesenian kertas membuat penulis ingin mengembangkan bisnis dibidang ini agar dapat menjangkau pasar yang kebutuhan dan keinginannya belum terpenuhi.

3. Rumusan Masalah

(23)

6

4. Tujuan Bisnis

Untuk merancang sebuah rencana bisnis Pineapple greeting art yang tepat dan lengkap sebagai pedoman pendirian usaha.

5. Manfaat Bisnis 5.1. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk penelitian-penelitian berikutnya yang relevan dan memberikan pandangan terkait analisis bisnis yang dapat digunakan untuk membantu dalam menganalisis usaha.

5.2.Manfaat Praktis

(24)

7

(25)

8

BAB II

KAJIAN PUSTAKA 1. Rencana Bisnis

Barringer dan Ireland (2016) menyebutkan bahwa rencana bisnis adalah suatu narasi tertulis sebanyak 25 sampai 35 halaman yang berisi tentang penjelasan apa tujuan yang ingin dicapai dari bisnis baru tersebut dan bagaimana cara mencapainya. Untuk sebagian besar usaha baru, rencana bisnis dibuat berdasarkan dua tujuan yaitu untuk internal perusahan dan eksternal perusahaan. Untuk internal perusahaan, rencana bisnis tersebut akan membantu perusahaan dalam mengembangkan petajalan untuk mengeksekusi rencana dan strategi yang sudah dirumuskan. Untuk eksternal perusahaan, rencana bisnis digunakan untuk memperkenalkan peluang bisnis tersebut kepada investor potensial dan pemilik modal lainnya dan bagaimana cara perusahaan untuk dapat memanfaatkan peluang tersebut.

2. Model Bisnis

(26)

9

Secara garis besar terdapat dua model bisnis yaitu model bisnis standar dan model bisnis disruptive. Model bisnis standar menggambarkan rencana atau rancangan bisnis yang sudah ada atau diterapkan pada suatu perusahaan yang digunakan untuk menentukan bagaimana perusahaan tersebut akan menciptakan, menyampaikan, dan menangkap nilai bagi para stakeholder. Model bisnis discruptive adalah model bisnis bagi sebagian perusahaan yang tidak cocok dengan profil dari model bisnis standar, dan cukup berdampak bahwa perusahaan mengubah cara berbisnis di industri atau bagian penting dalam sebuah industri (Scarborough dan Cornwall, 2015).

Model bisnis kanvas adalah model bisnis lain yang ditawarkan oleh Osterwalder dan Pigneur. Model bisnis kanvas terdiri dari sembilan blok yang menggambarkan cara berpikir tentang bagaimana sebuah perusahaan menghasilkan uang. Kesembilan blok tersebut mencakup empat bidang utama dalam suatu bisnis yaitu pelanggan, penawaran, infrastruktur, dan finansial. Model bisnis seperti cetak biru sebuah strategi yang diterapkan melalui struktur organisasi, proses, dan sistem (Osterwalder dan Pigneur, 2013). a. Segmen Pelanggan

Blok bangunan segmen pelanggan menggambarkan sekelompok orang atau organisasi berbeda yang ingin dijangkau atau dilayani oleh perusahaan.

b. Proporsi Nilai

(27)

10

Proporsi nilai adalah alasan yang membuat pelanggan beralih dari satu perusahaan ke perusahaan lain.

c. Saluran

Blok bangunan saluran menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan berkomunikasi dengan segmen pelanggannya dan menjangkau mereka untuk memberikan proporsi nilai. Saluran memiliki beberapa fungsi yaitu meningkatkan kesadaran pelanggan atas produk dan jasa perusahaan, membantu pelanggan mengevaluasi proporsi nilai perusahaan, memungkinkan pelanggan membeli produk dan jasa yang spesifik, memberikan proporsi nilai kepada pelanggan, dan memberikan dukungan purna jual kepada pelanggan.

d. Hubungan dengan Pelanggan

Blok bangunan hubungan pelanggan menggambarkan berbagai jenis hubungan yang dibangun perusahaan bersama segmen pelanggan yang spesifik.

e. Arus Pendapatan

Blok bangunan arus pendapatan menggambarkan uang tunai yang dihasilkan perusahaan dari masing-masing segmen pelanggan (pendapatan harus mengurangi biaya untuk menghasilkan pemasukan).

f. Sumber Daya Utama

(28)

11

menjangkau pasar, mempertahankan hubungan dengan segmen pelanggan dan memperoleh pendapatan. Sumber daya utama dapat berbentuk fisik, finansial, intelektual, atau manusia. Sumber daya utama dapat dimiliki atau disewa oleh perusahaan atau diperoleh dari mitra utama.

g. Aktivitas Kunci

Blok bangunan aktivitas kunci menggambarkan hal-hal terpenting yang harus dilakukan perusahaan agar model bisnisnya dapat bekerja.

h. Kemitraan Utama

Blok bangunan kemitraan utama menggambarkan jaringan pemasok dan mitra yang membuat model bisnis dapat bekerja. Perusahaan menciptakan aliansi untuk mengoptimalkan model bisnis, mengurangi risiko, atau memperoleh sumber daya.

i. Struktur Biaya

Struktur biaya menggambarkan semua biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan model bisnis. Blok bangunan ini menjelaskan biaya terpenting yang muncul ketika mengoperasikan model bisnis tertentu.

3. Manajemen Operasi

(29)

12

manajemen persediaan, penjaminan mutu, memutuskan lokasi untuk menempatkan fasilitas, dan sebagainya (Jacobs, 2015).

Service blue print adalah bagan alir dari sebuah proses pelayanan, yang menekankan pada apa yang terlihat (aktivitas pelayanan yang memiliki kontak tinggi dengan konsumen) dan aktivitas pelayanan yang tidak terlihat oleh

pelanggan. Perbedaan kedua aktivitas tersebut ditunjukkan dengan “line of visibility” pada bagan alir. Service blue print menekankan pada pentingnya rancangan sebuah proses yang mendeskripsikan fitur-fitur rancangan pelayanan. Service blue print ini dapat memberikan pedoman dalam menjalankan suatu proses produksi produk atau dalam memberikan pelayanan (Jacobs, 2015).

(30)

13

pengelompokan barang dagangan. Tujuan perencanaan perputaran pelanggan tersebut adalah untuk memberikan jalur kepada pelanggan yang memungkinkan pelanggan untuk melihat barang dagangan sebanyak mungkin, serta menempatkan layanan apapun yang dibutuhkan di sepanjang jalur ini dalam urutan sebagaimana yang diperlukan (Jacobs, 2015).

Pemlihan lokasi adalah keputusan penting yang harus dilakukan, karena keberhasilan suatu bisnis sangat tergantung pada aliran atau perputaran pelanggan yang datang, sehingga penting untuk melakukan penyesuaian terhadap kenyamanan dan keinginan mendasar pelanggan. Dalam menentukan lokasi bisnis retail dan jasa dapat berdasarkan beberapa wilayah dasar yaitu pusat bisnis, pusat perbelanjaan dan mall, di sebuah tempat bersama, dekat dengan kompetitor, di dalam sebuah toko retail yang besar, di rumah, dan di penggir jalan raya (Scarborough dan Cornwall, 2015).

4. Manajemen Sumber Daya Manusia

(31)

14

Prosedur dan praktik manajemen sumber daya manusia yang efektif tidak hanya mengirimkan manfaat bagi organisasi secara keseluruhan tetapi juga meningkatkan profitabilitas. Dalam melihat sumber daya manusia perusahaan harus melihatnya sebagai modal atau aset dan tidak melihatnya sebagai beban biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Jika perusahaan melihat sumber daya manusia sebagai aset maka perusahaan akan menghargai setiap potensi yang sumber daya manusia tersebut miliki dan perusahaan dapat menciptakan keunggulan kompetitif bagi perusahaan tersebut (McPherson, 2008).

Perencanaan sumber daya manusia adalah proses seorang manajer memastikan bahwa perusahaan memiliki jumlah dan kapabilitas sumber daya manusia yang tepat serta berada pada posisi dan waktu yang tepat. Perencanaan sumber daya manusia terdiri dari dua tahap yaitu penilaian saat ini dan pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia di masa yang akan datang. Bagian penting dari penilaian itu yaitu analisis pekerjaan yang hasilnya dapat membantu manajer dalam menyusun deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan. Kebutuhan sumber daya manusia di masa yang akan datang ditentukan dari misi, tujuan dan strategi suatu organisasi atau perusahaan. Kebutuhan perusahaan terhadap sumber daya manusia merupakan hasil dari pertumbuhan permintaan produk atau jasa oleh konsumen terhadap perusahaan tersebut (Robbins dan Coulter, 2014).

(32)

15

orang yang harus menempati posisi tersebut. Analisis pekerjaan menghasilkan informasi untuk membuat deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan. Informasi yang harus didapatkan untuk dapat melakukan analisis pekerjaan yaitu (1) aktivitas kerja, informasi mengenai aktivitas kerja aktual dari pekerjaan tersebut. Daftar ini meliputi bagaimana, mengapa, dan kapan karyawan melakukan setiap aktivitas tersebut. (2) perilaku manusia, informasi mengenai perilaku manusia yang dibutuhkan oleh pekerjaan tersebut, misalnya mengomunikasikan, mengangkat beban berat, berjalan jauh. (3) mesin alat dan bantuan kerja, informasi mengenai alat yang digunakan, material yang diproses, pengetahuan yang diterapkan, dan layanan yang diberikan. (4) standar kinerja, informasi mengenai standar kinerja pekerjaan tersebut dalam hal kualitas dan kuantitas untuk setiap aktivitas kerja. (5) konteks pekerjaan, informasi mengenai hal-hal seperti kondisi kerja fisik dan jadwal kerja. (6) ketentuan sumber daya manusia yang dibutuhkan, informasi seperti pengetahuan atau keterampilan dan atribut personal yang dipersyaratkan (Dessler, 2015).

(33)

16

5. Manajemen Pemasaran

Manajemen pemasaran adalah suatu ilmu dan seni dalam memilih sasaran pasar dan meraih, mempertahankan, serta menumbuhkan pelanggan bagi suatu perusahaan atau organisasi dengan cara menciptakan, menyampaikan, dan mengkomunikasikan nilai produk yang kompetitif (Kotler dan Keller, 2016). Rencana pemasaran adalah ringkasan dokumen tertulis dari

markerter mengenai kondisi target pasar dan penjelasan terkait bagaimana cara dalam menjangkau target pasar tersebut. Rencana pemasaran adalah panduan taktis program pemasaran dan salah satu perwujudan utama dari proses pemasaran (Scarborough dan Cornwall, 2015).

Untuk mencapai keberhasilan perusahaan baru harus mengetahui siapa konsumen mereka dan bagaimana cara menjangkau konsumen tersebut. Perusahaan dapat menggunakan tiga tapahan proses yang dapat menentukan siapa konsumen perusahaan tersebut. Ketiga tahapan tersebut yaitu

(34)

17

dikembangkan sehingga membedakan perusahaan tersebut dengan para pesaingnya (Kotler dan Keller, 2016).

Strategi pemasaran perusahaan menggambarkan konsumen yang akan dilayani dan bagaimana cara menciptakan nilai bagi konsumen tersebut. Kemudian pemasar mengembangkan program pemasaran yang sesuai untuk dapat memberikan nilai yang dimaksudkan kepada konsumen. Program pemasaran akan membangun hubungan dengan konsumen dengan cara mengubah strategi pemasaran yang telah dirumuskan menjadi tindakan. Alat pemasaran yang dapat digunakan adalah bauran pemasaran, sehingga perusahaan dapat menerapkan strategi pemasarannya (Kotler dan Armstrong, 2016).

Salah satu konsep utama dalam pemasaran modern adalah merencanakan rincian bauran pemasaran. Bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran taktis yang merupakan perpaduan untuk mendapatkan respon yang diharapkan oleh suatu perusahaan. Bauran pemasaran diklasifikasikan menjadi empat kelompok yang disebut dengan empat P: product, price, place, dan promotion. Bauran pemasaran terdiri dari segala sesuatu yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk mempengaruhi permintaan produknya (Kotler dan Armstrong, 2016).

a. Product berarti kombinasi barang dan jasa perusahaan yang ditawarkan kepada target pasar.

(35)

18

diskon, dan memberi jangka waktu kredit. Tindakan ini bertujuan untuk menyesuaikan harga dengan situasi yang kompetitif dan kondisi ekonomi saat ini serta menyesuaikan dengan persepsi pembeli dari nilai produk. c. Place meliputi tempat untuk melakukan kegiatan perusahaan sehingga

menghasilkan produk.

d. Promotion mengacu pada kegiatan yang dilakukan perusahaan dalam mengkomunikasikan manfaat dari produk dan memengaruhi target konsumen untuk membeli produk.

Sebuah program pemasaran yang efektif memadukan unsur-unsur bauran pemasaran dalam sebuah program pemasaran terpadu yang dirancang untuk mencapai tujuan pemasaran perusahaan dengan melibatkan konsumen dan memberikan nilai kepada mereka. Bauran pemasaran merupakan alat taktis perusahaan untuk membangun positioning yang kuat di pasar sasaran (Kotler dan Armstrong, 2016).

6. Manajemen Keuangan

(36)

19

Menurut Scarborough dan Cornwall (2015) manajemen keuangan yaitu kegiatan manajerial terkait peningkatan dana dan pemanfaatan modal yang efektif untuk tujuan memaksimalkan pendapatan bagi pemegang saham. Terdapat dua model yang digunakan untuk melakukan evaluasi proposal investasi modal. Pertama, model discounted cash flow (DCF) yaitu model keputusan penganggaran modal yang menggabungkan nilai sekarang dari arus kas di masa yang akan datang. Model ini mencakup perhitungan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Profitability Index (PI). Kedua, model non-discounted cash flow yaitu model keputusan penganggaran modal yang tidak mendasarkan keputusannya dari nilai sekarang dari arus kas di masa depan. Model ini mencakup perhitungan Accounting Rate of Return

(ARR).

Dalam praktiknya model yang sering digunakan adalah model DCF khususnya perhitungan NPV dan IRR. Model DCF dalam mengevaluasi investasi modal mempertimbangkan nilai waktu uang. Net present value

(NPV) adalah selisih antara present value dari arus kas masuk proyek dan

(37)

20

yaitu investasi diterima jika IRR yang diproyeksikan melebihi tingkat diskonto perusahaan. Model keputusan penganggaran modal lainnya yaitu dengan melakukan perhitungan periode pembayaran kembali (Payback Periode). Periode pembayaran kembali suatu investasi adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk akumulasi arus kas masuk setelah pajak dari investasi untuk mengembalikan pengeluaran di awal investasi (Blocher, Stou, Juras, dan Cokins, 2013).

Analisis sensitivitas adalah metode yang digunakan untuk menentukan sejauh mana perubahan nilai dari satu atau lebih input anggaran yang diramalkan memengaruhi setiap anggaran dan serangkaian laporan keuangan yang dihasilkan dalam proses perencanaan anggaran. Salah satu keunggulan utama dari melakukan analisis sensitivitas adalah kemampuan untuk memisahkan risiko yang berkaitan dengan komponen operasi tertentu dan mengembangkan rencana kontingensi untuk berhubungan dengan risiko-risiko tersebut (Blocher, et al, 2013).

7. Manajemen Risiko

(38)

21

kemungkinan bagi perusahaan untuk mengalami keuntungan maupun kerugian. (2) Risiko mendasar dan risiko spesifik. Risiko mendasar yaitu risiko yang memengaruhi perekonomian secara keseluruhan atau kelompok individu dalam jumlah besar dalam suatu negara. Risiko spesifik yaitu suatu risiko yang hanya berpengaruh terhadap individu-individu dalam jumlah yang kecil atau hanya terhadap suatu perusahaan. (3) Risiko perusahaan meliputi semua kategori risiko utama yang dihadapi oleh sebuah perusahaan yang meliputi risiko murni, risiko spekulasi, risiko strategis, dan risiko operasional. Risiko strategis yaitu risiko yang timbul akibat ketidak pastian terhadap hasil yang akan diperoleh dari tujuan dan implementasi strategi yang telah dilakukan perusahaan. Risiko operasional yaitu risiko yang berasal dari aktivitas operasional organisasi perusahaan (Solihin, 2007).

(39)

22

Terdapat empat metode yang dapat digunakan perusahaan untuk mengelola risiko, yaitu (1) menghindari risiko yang memiliki makna bahwa kerugian tersebut tidak akan diperoleh perusahaan karena perusahaan sudah menghindari risiko tersebut, (2) mencegah kerugian menunjukkan berbagai langkah yang digunakan perusahaan untuk mencegah timbulnya kerugian, (3) mengurangi kerugian menunjukkan berbagai langkah yang digunakan perusahaan untuk mengurangi beban kerugian, apabila kerugian tersebut terjadi, dan (4) transfer risiko yaitu metode untuk mengurangi risiko dengan mentransfer risiko kerugian yang mungkin terjadi kepada perusahaan (Solihin, 2007).

8. Exit Strategy

Exit strategy yaitu suatu tindakan yang dilakukan oleh pengusaha untuk dapat mengembalikan dana yang ditanamkan oleh investor di perusahaan dan pengembalian dana yang dipinjamkan kreditor ke perusahaan (Solihin, 2007). Beberapa exit strategy yang dapat dilakukan oleh seorang pengusaha yaitu :

a. Penawaran saham perdana b. Penjualan saham swasta

c. Pengambilalihan bisnis oleh anggota keluarga maupun bukan anggota keluarga

(40)

23

BAB III

METODE PENELITIAN 1. Tingkat Analisis

Dalam perencanaan bisnis ini, tingkat analisis dilakukan pada tingkat analisa mikro yaitu dari sisi internal perusahaan sebagai teknik utama dan analisa makro sebagai latar belakang dan pendukung perencanaan bisnis.

Unit analisis dalam penelitian ini adalah calon konsumen potensial dan pemilik bisnis Pineapple greeting art. Hal ini dilakukan untuk mengetahui perspektif dari calon pelanggan yang bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku pelanggan terhadap pembelian produk Pineapple greeting art.

2. Sumber dan Metode Pengumpulan Data

(41)

24

data dari berbagai sumber seperti Undang-Undang Tenaga Kerja, Surat Keputusan Gubernur, dan buku terkait manajemen sumber daya manusia.

3. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data dilakukan dengan dua cara yaitu dengan menggunakan pendekatan fungsional dan menggunakan model bisnis nine block building. Dari hasil survei, observasi, dan penyebaran kuesioner akan dibuat perencanaan bisnis berdasarkan pendekatan fungsional yaitu rencana operasi, rencana pemasaran, rencana sumber daya manusia, dan rencana keuangan, yang kemudian akan menjadi dasar dalam pengembangan model bisnis Pineapple greeting art yang diilustrasikan pada model bisnis kanvas

(42)

25

BAB IV

FORMULASI STRATEGI

1. Deskripsi Bisnis Pineapple Greeting Art

Pineapple greeting art adalah bisnis kreatif dengan bahan baku kertas yang menggabungkan antara kesenian origami dan kirigami dan kemudian diproduksi menjadi produk kartu ucapan pop up. Pineapple greeting art akan mulai beroperasi di tahun 2017 pada satu lokasi berupa toko sebagai tempat produksi dan penjualan produk secara langsung.

Kartu ucapan Pineapple greeting art merupakan produk dengan desain yang unik, eksklusif dan bersifat personal. Setiap produk didesain agar setiap orang yang akan menerima produk ini merasa bahwa mereka adalah orang yang spesial. Sehingga konsumen yang akan dilayani adalah konsumen yang menginginkan produk-produk yang unik dan eksklusif karena hanya akan diproduksi terbatas untuk satu konsumen. Berdasarkan ukuran produk yang ditawarkan kartu ucapan greeting art dibedakan menjadi 2 macam yaitu kartu ucapan berukuran 18,5x13,25cm dan 14,8x10,5cm.

2. Visi Dan Misi

(43)

26

2.1.Visi

Menjadi Perusahaan greeting art yang memiliki ciri khas desain yang kreatif dan inovatif serta mampu berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.

2.2.Misi

a. Membangun bisnis di bidang greeting art yang mampu memberikan pelayanan dan kepuasan bagi pelanggan.

b. Mengedepankan kualitas produksi dengan desain yang eksklusif dan bersifat personal

c. Membentuk jaringan pemasaran yang dapat memperluas jangkauan pasar

3. Struktur Organisasi

Gambar 4.1. Rancangan Struktur Organisasi Pineapple greeting art

Gambar 4.1. menunjukkan struktur organisasi yang akan diterapkan pada bisnis Pineapple greeting art. Pemilik bertindak sebagai pemimpin dan penanggung jawab langsung, yang dalam pelaksanaan sehari-hari akan dibantu

(44)

27

oleh seorang manajer. Manajer akan membawahi staf bagian pemasaran, staf bagian produksi, desainer dan staf bagian keuangan.

4. Rencana Operasional

Pada subbab ini akan dijelaskan terkait lokasi, tata letak atau la yout

toko Pineapple greeting art, dan alur kegiatan operasional bisnis. 4.1.Lokasi

(45)

28

4.2.Tata Letak (Layout)

Tata letak akan disesuaikan dengan luas ruko yang akan disewa. Ruko yang akan disewa berukuran 11  4 meter dengan luas 44m2 toko pineapple greeting art akan memiliki dua area utama, yaitu area produksi dan area display dan penjualan. Gambar 4.3. menunjukkan denah toko Pineapple greeting art.

4.3.Kegiatan Operasional

Kegiatan operasional toko yaitu dari jam 08.00 sampai 21.00. Proses produksi yang akan diterapkan dalam memproduksi kartu ucapan yaitu proses hybrid agar dapat memenuhi keinginan konsumen yang beragam sesuai dengan preposisi nilai yang dimiliki oleh Pineapple greeting art

(46)

29

Gambar 4.2. Peta lokasi toko Pineapple greeting art

Lokasi Pineapple greeting art

(47)

30

Gambar 4.3. Denah toko Pineapple greeting art

Keterangan : 1. Meja Display

2. Sofa

3. Meja Ruang Tunggu 4. Rak Display

5. Meja Kasir 6. Kursi

7. Rak Penyimpanan Produk Jadi 8. Meja Komputer Desain

9. Meja Kerja Produksi

10. Rak Penyimpanan Bahan Baku 11. Rak Dokumen

12. Kulkas

(48)

31

(49)

32

5. Rencana Sumber Daya Manusia

Untuk dapat mendukung tercapainya tujuan perusahaan maka pada setiap lini manajemen juga memiliki tindakan-tindakan strategis, sehingga apa yang menjadi tujuan perusahaan dapat tercapai. Sebagai perusahaan yang baru berdiri maka yang perlu dilakukan oleh perusahaan adalah melakukan perekrutan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Kebutuhan staf suatu perusahaan akan disesuikan dengan kegiatan operasional bisnis Pineapple greeting art dan target permintaan produk Pineapple greeting art.

Hal pertama yang perlu dilakukan yaitu melakukan analisis pekerjaan berdasarkan kegiatan operasional bisnis yang kemudian dikembangkan menjadi deskripsi pekerjaan (Lampiran 4). Dari deskripsi pekerjaan dan jam operasional toko Pineapple greeting art, maka jumlah karyawan yang diperlukan oleh perusahaan yaitu sejumlah 8 orang yang terdiri dari 1 orang manajer, 2 orang bagian keuangan, 1 orang bagian pemasaran, dan 4 orang bagian produksi yang terdiri dari 2 orang desainer dan 2 orang staf produksi. Faktor lain yang menjadi dasar pertimbangan dalam menentukan jumlah tenaga kerja bagian produksi yaitu beban kerja dan lama pengerjaan.

(50)

33

jumlah tenaga produksi yang diperlukan adalah 2 orang. Tabel 4.1. mejelaskan secara lebih rinci terkait jumlah, posisi pekerjaan, dan kualifikasi.

(51)

34

Tabel 4.1. Jabatan dan Kualifikasi Karyawan

Jabatan Kualifikasi Jumlah Karyawan yang dibutuhkan

Manajer 1.Latar Pendidikan: Min. Sarjana Strata 1 (S1), jurusan Manajemen

2.Keahlian Teknis Khusus: Menguasai Microsoft Office (Ms. Word, Excel, PowerPoint), diutamakan yang dapat menggunakan program corel draw

3.Sanggup bekerja dengan deadline

4.Inisiatif 5.Percaya diri

6.Mampu berkomunikasi dengan baik 7.Memiliki kemampuan negoasiasi 8.Sanggup bekerja dengan deadline

1

Staf bagian pemasaran 1.Latar Pendidikan: Min. D3, semua jurusan

2.Keahlian Teknis Khusus: Menguasai Microsoft Office (Ms. Word, Excel, PowerPoint), diutamakan yang dapat menggunakan program corel draw

3.Inisiatif 4.Percaya diri

5.Mampu berkomunikasi dengan baik 6.Memiliki kemampuan negosiasi 7.Sanggup bekerja dengan deadline

(52)

35

Tabel 4.1. Jabatan dan Kualifikasi Karyawan (Sambungan)

Jabatan Kualifikasi Jumlah Karyawan yang dibutuhkan

Staf bagian keuangan 1.Latar Pendidikan: Min. D3, jurusan akuntansi

2.Keahlian Teknis Khusus: Menguasai program Microsoft Office (Ms. Word dan Excel).

3.Mampu berkomunikasi dengan baik 4.Jujur

2

Staf bagian produksi 1.Latar Pendidikan: Min. SMA, semua jurusan

2.Diutamakan yang dapat menggunakan program corel draw

3.Mampu berkomunikasi dengan baik 4.Disiplin

5.Teliti

6.Sanggup bekerja dengan deadline

2

Desainer 1.Latar Pendidikan: Min. SMK jurusan desain grafis

2.Keahlian Teknis Khusus: Menguasai program Photoshop, CorelDraw, AutoCad.

3.Sanggup bekerja dengan deadline

2

(53)

36

Karyawan Pineapple greeting art akan diberikan kompensasi sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta No.235/KEP/2016 tahun 2016 yang menetapkan upah minimum daerah Sleman yaitu sebesar Rp1.448.385,00 karena Pineapple greeting art

beroperasi di wilayah Sleman. Selain gaji pokok karyawan akan diberikan bonus dan asuransi kesehatan. Perhitungan bonus atau insentif akan disesuaikan dengan pendapatan perusahaan setiap bulannya. Kesepakatan kerja yang dilakukan pemilik dengan setiap karyawan disampaikan secara lisan dan tertulis (Lampiran 5). Surat perjanjian kerja akan ditandatangani oleh kedua belah pihak di atas materai 6000 dan dibuat dalam 2 rangkap. Perusahaan harus memastikan bahwa setiap karyawan baru perlu memahami visi, misi, dan tujuan perusahaan agar dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan, untuk dapat melakukan hal tersebut maka perlu dilakukan pelatihan.

(54)

37

6. Rencana Pemasaran

Untuk merumuskan rencana pemasaran peneliti melakukan survei menggunakan kuesioner yang hasilnya disajikan pada tabel 4.2.

Tabel 4.2. Deskripsi Responden Penelitian

Keterangan Jumlah Persentase

Jenis Kelamin

Pelajar atau Mahasiswa 37 78,72%

Pegawai Swasta 10 21,28%

Rp1.000.000,00 - Rp2.000.000,00 24 51,10%

Rp2.000.001,00 – Rp3.000.000,00 2 4,26%

Rp3.000.001,00-Rp4.000.000,00 2 4,26%

>Rp4.000.000,00 3 6,34%

Responden selalu memberikan hadiah pada teman/sahabat/relasi/pasangan

Ya 32 68,09%

Tidak 15 31,91%

Peristiwa penting yang membuat responden selalu memberikan hadiah

Ulang Tahun 39 73,59%

Anniversary 7 13,21%

Wisuda 4 7,55%

Hari Besar Keagamaan 2 3,77%

Lainnya 1 1,88%

(55)

38

Tabel 4.2. Deskripsi Responden Penelitian (Sambungan)

Keterangan Jumlah Persentase

Hal-hal yang menjadi pertimbangan dalam memilih produk sebagai hadiah untuk teman/sahabat/relasi/pasangan

Barang yang paling seringdipilih oleh responden sebagai hadiah untuk teman/sahabat/relasi/pasangan

Kesediaan untuk membeli kartu ucapan Pineapple greeting art

Ya 40 85,11%

Tidak 7 14,89%

Harga yang diharapkan oleh responden

<Rp50.000,00 29 61,70%

Rp50.001,00 - Rp100.000,00 14 29,78%

Rp100.001,00 - Rp150.000,00 2 4,26%

> Rp2.000.000,00 2 4,26%

Sumber : Data Primer, 2017

6.1.Segmentation, Targeting, dan Positioning

(56)

39 greeting art adalah kelompok pasar ceruk (nieche) yaitu kelompok pelanggan yang jumlahnya tidak sebesar kelompok pasar masal tetapi kelompok pasar ini bersedia untuk membayar dengan harga yang lebih tinggi agar kebutuhan dan keinginan mereka terpenuhi. Dari hasil survei awal yang dilakukan bisnis Pineapple greeting art akan melayani konsumen yang dalam memilih produk sebagai hadiah untuk teman/sahabat/relasi/pasangannya lebih mempertimbangkan kualitas dan kesan atau keunikan suatu produk. Selain itu target pasar bisnis Pineapple

greeting art adalah konsumen penikmat seni khususnya seni berbahan baku kertas yang melihat produk dari sisi seni yang ditampilkan bukan dari fungsi produk tersebut. Tabel 4.3. menyajikan secara lebih rinci segmentasi dan target pasar untuk bisnis Pineapple greeting art

berdasarkan demografis dan perilaku, dan taget pasar yang akan dilayani oleh bisnis Pineapple greeting art.

Tabel 4.3. Segmen dan Target Pasar

Variabel Segmentasi Target Konsumen Demografis

Usia 18-35 tahun

Jenis kelamin Pria dan wanita Psikografis

Kelas sosial Menengah ke atas Perilaku

Manfaat Mengutamakan kualitas produk Sikap Personal atau customized

Sumber : Data Primer, 2017

(57)

40

diketahui kondisi demografi Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DIY. Berdasarkan data kependudukan yang dilansir oleh Biro Tata Pemerintahan Setda DIY tahun 2016, kecamatan Depok adalah kecamatan terpadat se Kabupaten Sleman, dengan tingkat kepadatan penduduk 3.464 jiwa/km2.

Asian Development Bank (ADB) mendefinisikan kelas menengah adalah mereka yang memiliki kisaran pengeluaran per hari $2-$4 atau Rp26.000-Rp52.000 (Widiatmanti, 2015). Menurut Kottler dan Amastrong (2016) kelas sosial ditunjukkan oleh beberapa faktor yaitu pendapatan, pekerjaan, pendidikan, dan kesejahteraan. Data yang didapatkan dari Biro Tata Pemerintahan Setda DIY tahun 2016, berdasarkan aktivitas ketenagakerjaan jumlah penduduk yang merupakan angkatan kerja di wilayah Kecamatan Depok, Sleman sebanyak 50.381 jiwa. Berdasarkan pendidikan, jumlah penduduk yang lulus pendidikan minimal SMA/SMK/MA adalah sebanyak 69.224 jiwa. Hasil survei Badan Pusat Statistik tahun 2014, jumlah keluarga miskin dan rentan miskin di wilayah kabupaten Sleman adalah sebanyak 4.473 keluarga, angka ini menunjukkan bahwa sekitar 96% penduduk di wilayah kabupaten Sleman mampu untuk memenuhi kebutuhan pokok.

(58)

41

Setelah melakukan segmentasi dan target pasar, kemudian dilakukan

positioning. Positioning adalah posisi dari sebuah produk atau merek di mata dan benak konsumen. Untuk mencapai positioning yang sesuai dengan yang diharapkan maka dilakukan kegiatan pemasaran yang tidak hanya dilakukan di awal bisnis ini dibangun tetapi secara terus menerus dan konsisten. Untuk dapat mencapai hal tersebut menurut Kotler dan Armstrong (2016) pemilik bisnis harus mengidentifikasi terlebih dahulu preposisi nilai yang membedakan produk atau jasa dari bisnis tersebut dengan bisnis sejenis yang lain dan keunggulan kompetitif yang ditawarkan oleh produk atau jasa suatu bisnis baru kemudian merumuskan

positioning statement yang nantinya akan disampaikan dan dikomunikasikan kepada konsumen.

(59)

42

6.2.Bauran Pemasaran

Strategi pemasaran merupakan hal yang paling penting dalam sebuah perencanaan bisnis. Bauran pemasaran adalah salah satu alat yang dapat digunakan untuk menjadi dasar dalam merumuskan strategi pemasaran. Agar rencana pemasaran dapat dijalankan dan memberikan hasil dengan optimal maka 4 variabel bauran pemasaran yaitu product, place, price, dan

promotion harus saling terkait dan mendukung. a. Product

Produk yang ditawarkan Pineapple greeting art adalah kartu ucapan dengan 2 macam ukuran yaitu 18,513,25cm dan 14,810,5cm. Setiap kartu ucapan yang diproduksi memiliki desain yang akan disesuaikan dengan keinginan masing-masing konsumen. Konsumen dapat mencatumkan nama atau foto konsumen yang akan di bentuk dalam bentuk cutting art pada kartu ucapan yang dipesan. Contoh produk yang akan ditawarkan ditunjukkan pada gambar 4.5.

(60)

43

b. Price

Dasar penetapan harga yang dilakukan oleh Pineapple greeting art yang dengan melakukan survei terhadap produk sejenis dipasaran, yang kemudian dilakukan juga survei menggunakan kuesioner sebagai pertimbangan harga atau biaya yang konsumen bersedia keluarkan untuk membeli produk yang ditawarkan. Sebanyak 29 responden menyatakan bahwa mereka bersedia membeli produk yang ditawarkan Pineapple greeting art dengan harga ≤ Rp50.000,00. Dari perhitungan harga pokok produksi ditambah dengan biaya yang harus dikeluarkan dan data yang dimiliki maka harga yang ditetapkan untuk produk kartu ucapan berukuran 14,810,5cm yaitu Rp50.000,00 dan untuk kartu ucapan berukuran 18,513,25cm dengan harga Rp80.000,00 c. Place

Kemudahan konsumen untuk mendapatkan produk adalah salah satu faktor yang memengaruhi minat beli konsumen. Pineapple

(61)

44

d. Promotion

Promosi adalah kegiatan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk memperkenalkan produk yang dimiliki. Kegiatan promosi yang akan dilakukan oleh Pineapple greeting art yaitu melalui media sosial,

website, dan dengan mengikuti acara-acara yang diadakan oleh badan ekonomi kreatif dan dinas koperasi dan UMKM.

(62)

45

lihat, yang secara tidak langsung akan mempromosikan produk yang dihasilkan.

Selain melalui media promosi online, bisnis Pineapple greeting art akan rutin mengikuti acara-acara yang diadakan secara rutin oleh badan ekonomi kretif yaitu Ina Craft yang diadakan di Jakarta dan Festival Kesenian Yogyakarta yang diadakan di Yogyakarta. kedua acara tersebut selalu diadakan setiap tahunnya dan yang datang pada kedua acara besar tersebut adalah konsumen-konsumen potensial yang sesuai dengan target pasar bisnis Pineapple greeting art yaitu konsumen dengan sikap yang menyukai produk yang bersifat personal atau customized dan mengutamakan kualitas. Tidak hanya acara yang diadakan oleh badan atau dinas pemerintahan, bisnis Pineapple

greeting art juga akan mengikuti acara yang diadakan oleh event organizer independent yang rutin diadakan setiap tiga bulan di mall yang ada di Yogyakarta, karena acara tersebut selalu dapat menarik konsumen yang sesuai dengan target pasar bisnis Pineapple greeting art yaitu pria dan wanita dengan usia 18-35 tahun.

7. Rencana Keuangan 7.1.Biaya Modal Awal

(63)

46

Pineapple greeting art. Modal awal yang diperlukan adalah sebesar Rp203.702.000,00 berdasarkan hasil estimasi harga setiap sumber daya yang akan dibeli untuk menunjang kegiatan operasional bisnis pineapple

greeting art berdasarkan pada hasil survei harga yang dilakukan oleh peneliti.

7.2.PROYEKSI KEUANGAN

Proyeksi keuangan bisnis Pineapple greeting art dibedakan menjadi tiga skenario, yaitu skenario optimis, skenario normal, dan skenario pesimis. Perhitungan yang dilakukan menggunakan asumsi, sebagai berikut :

a. Umur proyek adalah 5 tahun.

b. Pajak penghasilan yang digunakan sebesar 1% dari laba kotor.

c. Depresiasi peralatan menggunakan metode garis lurus dan usia pakai selama 5 tahun.

d. Nilai bunga yang digunakan yaitu 6,5% yaitu bunga deposito selama 1 tahun di Bank Negara Indonesia. Meskipun biaya modal yang dikeluarkan merupakan modal sendiri, peneliti tetap menghitung biaya bunga yang dalam hal ini merupakan biaya kesempatan yang hilang karena jika uang yang dikeluarkan untuk modal disimpan di bank dalam bentuk deposito akan menghasilkan Rp13.240.630,00 pertahun. e. Pertumbuhan penjualan skenario normal adalah 5,34% pada tahun

(64)

47

f. Pertumbuhan penjualan skenario optimis adalah sebesar 6,23% pada tahun kedua sampai tahun kelima. Hal ini ditentukan berdasarkan target pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 6% ditahun 2018 dan berdasarkan nilai pertumbuhan ekonomi tertinggi dari tahun 2012-2016.

g. Penjualan skenario pesimis mengalami penurunan sebesar 4,88% pada tahun kedua sampai tahun kelima. Hal ini ditentukan berdasarkan selama 5 tahun terakhir dari tahun 2012-2016, pertumbuhan ekonomi nasional terendah adalah 4,88%.

h. Perhitungan NPV menggunakan risk free rate yang sama dengan nilai suku bunga dasar kredit dari Bank Mandiri yaitu 18,75%.

i. Berdasarkan nilai inflasi tertinggi sepanjang tahun 2016 yaitu sebesar 4,45%, maka proyeksi peningkatan biaya yang dikeluarkan setiap tahun yaitu sebesar 4,5%, hal ini berlaku pada ketiga skenario proyeksi keuangan

(65)

48

7.2.1.Proyeksi Pendapatan

Berdasarkan Business P lanning and Financial Forecasting A Start-up Guide yang dikeluarkan oleh Ministry of Small Business and Economic Development dalam melakukan perhitungan proyeksi penjualan pada bisnis yang baru berdiri dapat dilakukan berdasarkan hasil perhitungan break event point dalam unit yang merupakan target yang ingin dicapai bisnis tersebut. Faktor pertimbangan lain dalam melakukan proyeksi pendapatan yaitu berdasarkan kemampuan produksi bisnis Pineapple greeting art. Waktu yang diperlukan untuk membuat satu buah kartu ucapan berukuran 18,513,25cm yaitu 25 menit dan kartu ucapan berukuran 14,810,5cm yaitu 15 menit, sehingga 1 orang tenaga kerja bagian produksi dalam satu hari mampu menyelesaikan 7 kartu ucapan berukuran 18,513,25cm dan 12 kartu ucapan berukuran 14,810,5cm. Berdasarkan rencana sumber daya manusia, Pineapple

greeting art akan memiliki 2 tenaga kerja dibagian produksi yang dalam 1 hari kerja sama dengan 6 jam waktu produktif, 1 bulan sama dengan 25 hari kerja, maka dalam 1 bulan, bisnis Pineapple greeting art mampu menghasilkan 24 kartu ucapan berukuran 14,810,5cm dan 14 kartu ucapan berukuran 18,513,25cm dengan harga Rp80.000,00.

(66)

49

yang bersedia membeli kartu ucapan dengan harga ≤ Rp50.000,00

sebanyak 61,70% dan yang bersedia membeli kartu ucapan > Rp50.000,00 sebanyak 48,30%. Dari data tersebut, sehingga dapat dilakukan perhitungan proyeksi pendapatan seperti di bawah ini :

Kemampuan Produksi 38 Kartu Ucapan

×Persentase pembeli potensial 85,11%

= Jumlah kartu ucapan yang akan terjual 32 Kartu Ucapan

Jumlah kartu ucapan yang akan terjual 32 Kartu Ucapan ×Persentase pembeli potensial yang bersedia

membeli dengan harga < Rp50.000,00

61,70%

= Jumlah kartu ucapan berukuran 14,810,5cm yang akan terjual

20 Kartu Ucapan

Jumlah kartu ucapan berukuran 14,810,5cm yang akan terjual

20 Kartu Ucapan

× Harga kartu Ucapan berukuran 14,810,5cm Rp50.000,00 = Proyeksi pendapatan perhari dari penjualan

kartu ucapan berukuran 14,810,5cm

Rp1.000.000,00

Jumlah kartu ucapan yang akan terjual 32 Kartu Ucapan × Persentase pembeli potensial yang bersedia

membeli dengan harga > Rp50.000,00

48,70%

= Jumlah kartu ucapan berukuran 18,513,25cm yang akan terjual

12 Kartu Ucapan

Jumlah kartu ucapan berukuran 18,513,25cm yang akan terjual

12 Kartu Ucapan

× Harga kartu Ucapan berukuran 18,513,25cm Rp80.000,00 = Proyeksi pendapatan perhari dari penjualan

kartu ucapan berukuran 18,513,25cm

Rp960.000,00

Proyeksi pendapatan perhari dari penjualan kartu ucapan berukuran 14,810,5cm

Rp1.000.000,00

+ Proyeksi pendapatan perhari dari penjualan kartu ucapan berukuran 18,513,25cm

Rp960.000,00

(67)

50

Proyeksi Pendapatan Perbulan (25 hari Kerja) : Rp49.000.000,00

7.2.2.Perhitungan Break Event Point

Perhitungan break event point dilakukan untuk mengetahui titik impas yang dimana bisnis Pineapple greeting art belum mengalami keuntungan tetapi juga tidak mengalami kerugian. Hasil perhitungan BEP dalam unit maupun dalam rupiah dapat dijadikan sebagai target penjualan minimum bisnis Pineapple greeting art. Untuk melakukan perhitungan BEP Peneliti membagi biaya menjadi 2 kelompok yaitu biaya tetap dan biaya variabel seperti yang ditunjukkan pada tabel 4.4.

Tabel 4.4. Biaya Tetap dan Biaya Variabel setiap bulan bisnis Pineapple greeting art

Sumber : Data Primer, 2017

Komponen Jumlah

Modal Rp 3.395.033,33

HPP Produk 35% dari harga jual Rp 17.150.000,00

Gaji Karyawan Rp 11.587.200,00

Tunjangan Kesehatan Karyawan Rp 408.000,00 Total Biaya Tetap Rp 32.540.233,33

Biaya Listrik Rp 2.000.000,00

Biaya Telepon Rp 500.000,00

Total Biaya Variabel Rp 9.288.919,17 Total Pengeluaran Rp 41.829.152,50

Biaya Tetap

(68)

51

Dari data di atas kemudian dilakukan perhitungan seperti di bawah ini, jika target penjualan setiap bulan adalah 800 kartu ucapan:

(69)

52

7.2.3.Skenario Normal

7.2.3.1.Perhitungan Arus Kas

Tabel 4.5. Perhitungan Arus Kas Skenario Normal

Sumber : Data Primer, 2017

0 1 2 3 4 5

Modal Rp 203.702.000,00 Rp - Rp - Rp - Rp - Rp -Penjualan Produk Rp 588.000.000,00 Rp 619.399.200,00 Rp 652.475.117,28 Rp 687.317.288,54 Rp 724.020.031,75 HPP Rp 205.800.000,00 Rp 216.789.720,00 Rp 228.366.291,05 Rp 240.561.050,99 Rp 253.407.011,11 Laba Kotor Rp 382.200.000,00 Rp 402.609.480,00 Rp 424.108.826,23 Rp 446.756.237,55 Rp 470.613.020,64

Gaji Karyawan Rp 139.046.400,00 Rp 145.303.488,00 Rp 151.842.144,96 Rp 158.675.041,48 Rp 165.815.418,35 Tunjangan Kesehatan Karyawan Rp 4.896.000,00 Rp 5.116.320,00 Rp 5.346.554,40 Rp 5.587.149,35 Rp 5.838.571,07 Pendapatan Sebelum Bunga dan Pajak Rp 143.853.200,00 Rp 153.503.324,00 Rp 163.741.999,25 Rp 174.603.949,94 Rp 186.125.902,84 Bunga Rp 13.240.630,00 Rp 13.240.630,00 Rp 13.240.630,00 Rp 13.240.630,00 Rp 13.240.630,00 Pendapatan Sebelum Pajak Rp 130.612.570,00 Rp 140.262.694,00 Rp 150.501.369,25 Rp 161.363.319,94 Rp 172.885.272,84 Pajak Rp 3.822.000,00 Rp 4.026.094,80 Rp 4.241.088,26 Rp 4.467.562,38 Rp 4.706.130,21 Laba Bersih -Rp 203.702.000,00 Rp 126.790.570,00 Rp 136.236.599,20 Rp 146.260.280,99 Rp 156.895.757,57 Rp 168.179.142,64

Komponen Tahun

Pendapatan

(70)

53

Dari hasil perhitungan arus kas kemudian disajikan dalam bentuk grafik pertumbuhan penjualan selama 5 tahun pada grafik 4.1.

Grafik 4.1. Pertumbuhan Penjualan Bisnis Pineapple Greeting Art Berdasarkan Skenario Normal

7.2.3.2.Perhitungan Payback Periode

(71)

54

menggunakan skenario normal. Perhitungan dilakukan menggunakan rumus di bawah ini:

Keterangan :

Pada skenario normal Payback Periode akan dicapai selama 19 bulan atau 1 tahun 7 bulan. 19 bulan adalah waktu yang sangat cepat untuk suatu proyek dapat mengembalikan biaya yang dikeluarkan pada saat investasi awal, karena lebih cepat dari yang diharapkan oleh peneliti yaitu 2,5 tahun. 7.2.3.3.Perhitungan Net Present Value

Net Present Value adalah salah satu kriteria yang harus dipenuhi oleh suatu proyek investasi dalam menentukan apakah proyek tersebut layak untuk dijalankan atau tidak, yang ditentukan dari nilai sekarang arus kas bebas setelah dikurangi pajak dan pengeluaran awal. Suatu proyek dinyatakan diterima apabila nilai NPV ≥ 0,0 dan dinyatakan

m = Tahun terakhir dimana jumlah arus kas masih belum bisa menutup investasi awal

b = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun terakhir sebelum kembali modal terpenuhi

(72)

55

ditolak apabila nilai NPV ≤ 0,0. Perhitungan NPV didasarkan

pada data arus kas yang hasilnya secara lebih rinci ditunjukkan pada tabel 4.6. dan dihitung menggunakan rumus di bawah ini :

Keterangan :

Tabel 4.6. Perhitungan NPV berdasarkan skenario normal

Sumber : Data Primer, 2017

Nilai NPV yang dihasilkan pada skenario normal, menunjukkan nilai NPV positif yang menunjukkan bahwa proyek ini dapat diterima dan layak untuk dijalankan.

7.2.3.4.Perhitungan Internal Rate of Return

Internal Rate of Return adalah kriteria lainnya yang harus dipenuhi oleh suatu proyek investasi dalam menentukan apakah proyek tersebut layak untuk dijalankan atau tidak, yang ditentukan dari besarnya tingkat

Tahun Modal Awal Arus Kas Present Value

0 -Rp 203.702.000,00

1 Rp 126.790.570,00 Rp 106.771.006,32 2 Rp 136.236.599,20 Rp 96.610.995,55

n = Umur yang diharapkan dari sebuah proyek t = Tahun

(73)

56

pengembalian yang dihasilkan oleh suatu. Suatu proyek dinyatakan diterima apabila nilai IRR > tingkat pengembalian yang diinginkan dan dinyatakan ditolak apabila nilai IRR < tingkat pengembalian yang diinginkan. Tingkat pengembalian yang diinginkan pada bisnis ini yaitu sama dengan nilai suku bunga dasar kredit yang ditetapkan oleh Bank Mandiri yaitu 18,75%. Perhitungan IRR didasarkan pada data arus kas skenario normal yang dihitung menggunakan rumus di bawah ini :

besar dari nilai risk free rate yang ditetapkan,sehingga proyek ini dapat diterima dan layak untuk dijalankan.

a = Jumlah investasi awal

n = Umur yang diharapkan dari sebuah proyek t = Tahun

(74)

57

7.2.4.1.Perhitungan Arus Kas

Tabel 4.7. Perhitungan Arus Kas Skenario Optimis

Sumber : Data Primer, 2017

0 1 2 3 4 5

Modal Rp 203.702.000,00 Rp - Rp - Rp - Rp - Rp -Penjualan Produk Rp 588.000.000,00 Rp 624.632.400,00 Rp 663.546.998,52 Rp 704.885.976,53 Rp 748.800.372,87 HPP Rp 205.800.000,00 Rp 218.621.340,00 Rp 232.241.449,48 Rp 246.710.091,78 Rp 262.080.130,50 Laba Kotor Rp 382.200.000,00 Rp 406.011.060,00 Rp 431.305.549,04 Rp 458.175.884,74 Rp 486.720.242,36

Gaji Karyawan Rp 139.046.400,00 Rp 145.303.488,00 Rp 151.842.144,96 Rp 158.675.041,48 Rp 165.815.418,35 Tunjangan Kesehatan Karyawan Rp 4.896.000,00 Rp 5.116.320,00 Rp 5.346.554,40 Rp 5.587.149,35 Rp 5.838.571,07 Pendapatan Sebelum Bunga dan Pajak Rp 143.853.200,00 Rp 156.564.746,00 Rp 170.219.049,77 Rp 184.881.632,41 Rp 200.622.402,40 Bunga Rp 13.240.630,00 Rp 13.240.630,00 Rp 13.240.630,00 Rp 13.240.630,00 Rp 13.240.630,00 Pendapatan Sebelum Pajak Rp 130.612.570,00 Rp 143.324.116,00 Rp 156.978.419,77 Rp 171.641.002,41 Rp 187.381.772,40 Pajak Rp 3.822.000,00 Rp 4.060.110,60 Rp 4.313.055,49 Rp 4.581.758,85 Rp 4.867.202,42 Laba Bersih -Rp 203.702.000,00 Rp 126.790.570,00 Rp 139.264.005,40 Rp 152.665.364,28 Rp 167.059.243,57 Rp 182.514.569,97 Pendapatan

Tahun Komponen

(75)

58

Dari hasil perhitungan arus kas kemudian disajikan dalam bentuk grafik pertumbuhan penjualan selama 5 tahun pada grafik 4.2.

Grafik 4.2. Pertumbuhan Penjualan Bisnis Pineapple Greeting Art Berdasarkan Skenario Optimis

7.2.4.2.Perhitungan Payback Periode

Pada skenario optimis juga dilakukan perhitungan

(76)

59 yaitu selama 19 bulan atau 1 tahun 7 bulan.

7.2.4.3.Perhitungan Net Present Value

Pada skenario optimis juga dilakukan perhitungan Net Present Value yang didasarkan pada data arus kas pada skenario ini yang hasilnya secara lebih rinci ditunjukkan pada tabel 4.8. dan dihitung menggunakan rumus di bawah ini :

Keterangan :

n = Umur yang diharapkan dari sebuah proyek t = Tahun

Bt = Keuntungan tahun ke-t i = Interest rate yang ditentukan K0 = Investasi awal tahun ke-0

m = Tahun terakhir dimana jumlah arus kas masih belum bisa menutup investasi awal

b = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun terakhir sebelum kembali modal terpenuhi

(77)

60

Tabel 4.8. Perhitungan NPV berdasarkan skenario optimis

Sumber : Data Primer, 2017

Nilai NPV yang dihasilkan pada skenario optimis juga menunjukkan nilai NPV positif seperti pada skenario normal yang menunjukkan bahwa proyek ini dapat diterima dan layak untuk dijalankan.

7.2.4.4.Perhitungan Internal Rate of Return

Pada kriteria optimis juga dilakukan perhitungan

Internal Rate of Return yang perhitungan IRR didasarkan pada data arus kas skenario optimis yang dihitung menggunakan rumus di bawah ini :

Tahun Modal Awal Arus Kas Present Value

0 -Rp 203.702.000,00

(78)

61

Keterangan :

Nilai IRR yang dihasilkan pada skenario optimis lebih besar dari nilai risk free rate yang ditetapkan sama seperti pada skenario normal, sehingga proyek ini dapat diterima dan layak untuk dijalankan.

a = Jumlah investasi awal

n = Umur yang diharapkan dari sebuah proyek t = Tahun

(79)

62

7.2.5.1.Perhitungan Arus Kas

Tabel 4.9. Perhitungan Arus Kas Skenario Pesimis

Sumber : Data Primer, 2017

0 1 2 3 4 5

Modal Rp 203.702.000,00 Rp - Rp - Rp - Rp - Rp -Penjualan Produk Rp 588.000.000,00 Rp 559.305.600,00 Rp 532.011.486,72 Rp 506.049.326,17 Rp 481.354.119,05 HPP Rp 205.800.000,00 Rp 195.756.960,00 Rp 186.204.020,35 Rp 177.117.264,16 Rp 168.473.941,67 Laba Kotor Rp 382.200.000,00 Rp 363.548.640,00 Rp 345.807.466,37 Rp 328.932.062,01 Rp 312.880.177,38

(80)

63

Dari hasil perhitungan arus kas kemudian disajikan dalam bentuk grafik pertumbuhan penjualan selama 5 tahun pada grafik 4.3.

Grafik 4.3. Pertumbuhan Penjualan Bisnis Pineapple Greeting Art Berdasarkan Skenario Pesimis

7.2.5.2.Perhitungan Payback Periode

Pada skenario pesimis juga dilakukan perhitungan

(81)

64

Keterangan :

Pada skenario pesimis Payback Periode akan dicapai yaitu selama 21 bulan atau 1 tahun 9 bulan. Meskipun waktu yang diperlukan lebih lama dibandingkan dengan hasil

Payback Periode pada skenario normal dan optimis, proyek tetap dapat diterima karena lebih cepat dari yang diharapkan oleh peneliti yaitu 2,5 tahun.

7.2.5.3.Perhitungan Net Present Value

Pada skenario pesimis juga dilakukan perhitungan Net Present Value yang didasarkan pada data arus kas pada skenario ini yang hasilnya secara lebih rinci ditunjukkan pada tabel 4.10. dan dihitung menggunakan rumus di bawah ini :

m = Tahun terakhir dimana jumlah arus kas masih belum bisa menutup investasi awal

b = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun terakhir sebelum kembali modal terpenuhi

(82)

65

Keterangan :

Tabel 4.10. Perhitungan NPV berdasarkan skenario pesimis

Sumber : Data Primer, 2017

Nilai NPV yang dihasilkan pada skenario pesimis juga menunjukkan nilai NPV positif seperti pada skenario normal dan optimis yang menunjukkan bahwa proyek ini dapat diterima dan layak untuk dijalankan.

7.2.5.4.Perhitungan Internal Rate of Return

Pada kriteria pesimis juga dilakukan perhitungan

Internal Rate of Return yang perhitungan IRR didasarkan pada data arus kas skenario pesimis yang dihitung menggunakan rumus di bawah ini :

Tahun Modal Awal Arus Kas Present Value

0 -Rp 203.702.000,00

1 Rp 126.790.570,00 Rp 106.771.006,32 2 Rp 101.472.451,60 Rp 71.958.303,63

n = Umur yang diharapkan dari sebuah proyek t = Tahun

Gambar

Grafik 4.3. Pertumbuhan Penjualan Bisnis Pineapple Greeting Art Berdasarkan Skenario Pesimis ...................................................................................................
Gambar 4.1. Rancangan Struktur Organisasi Pineapple greeting art
Gambar 4.4. menunjukkan gambaran sederhana operasional bisnis
Gambar 4.2. Peta lokasi toko Pineapple greeting art
+7

Referensi

Dokumen terkait