• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS ISI PADA RUBRIK PEMBACA MENULIS DI KORAN JAWA POS EDISI AGUSTUS – OKTOBER 2013.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS ISI PADA RUBRIK PEMBACA MENULIS DI KORAN JAWA POS EDISI AGUSTUS – OKTOBER 2013."

Copied!
118
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Disusun Oleh :

Arissyah Rinaldi NPM. 0943215025

YAYASAN KESEJ AHTERAAN PENDIDIKAN DAN PERUMAHAN

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” J AWA TIMUR

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI

SURABAYA

(2)

JAWA POS

Oleh

Ar issyah Rinaldi NPM.0943215025

Telah Dipertahankan Dihadapan dan Diterima oleh Tim Penguji Skr ipsi Pr ogram Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Univer sitas Pembangunan Nasional “Veteran” J awa Timur Pada Tanggal 9 Mei 2014

Menyetujui

Pembimbing Utama Tim Penguji

1. Ketua

J uwito, S. Sos, MSi J uwito, S. Sos, MSi

NPT. 367049500361 NPT. 367049500361

2. Sekr etaris

Dr a. Diana Amalia, Msi

NIP. 19630907 1991103 2001

3. Anggota

Zainal Abidin Achmad, M.Si, M.Ed NPT. 370069400351

Mengetahui DEKAN

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan petunjuk-Nya,

penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul " ANALISIS ISI PADA

RUBRIK PEMBACA MENULIS DI KORAN J AWA POS EDISI AGUSTUS

– OKTOBER 2013"

Penulis mengucapkan terima kepada Bapak Juwito, S. Sos, Msi selaku

dosen pembimbing yang dengan segala perhatian dan kesabarannya rela

meluangkan waktu untuk penulis. Terima kasih yang tak terhingga penulis

sampaikan. Dan penulis juga banyak menerima bantuan dari berbagai pihak.

Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Allah SWT yang selalu memberikan rahmat serta hidayahnya.

2. Ibu Dra. Ec. Hj. Suparwati, MSi., selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan

Politik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.

3. Bapak Juwito, S. Sos., MSi., selaku Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”

Jawa Timur.

4. Semua dosen dan staff dosen Universitas Pembangunan Nasioanal ”Veteran”

Jawa Timur.

5. Keluargaku, ibu, ayah, dan seluruh keluarga besarku atas segala dukungan,

doa, dan nasehatnya.

6. Rekan-rekan kampus IKOM (evening)

7. Hakim Uji Realibilitas dari Jawa Pos, Sdr Koko Kurniawan dan Nora

(4)

8. Teman-teman terbaikku, Agnes Ira, Yahya Suprasetyo., Gading Nugroho,

Wiryawan Prasetyo, Mariaji, Rendra Antar Budaya

Penulis menyadari bahwa di dalam penyusunan skripsi Ini banyak

terdapat kekurangan. Untuk Itu kritik dan saran yang membangun dari semua

pihak sangat diharapkan.

Surabaya, April 2014

(5)
(6)

iv

.

2.2.5.Suara Pembaca Sebagai Opini Khalayak dan Kontrol Sosial . 24

2.2.6.Analisis Isi ... 26

3.5. Populasi, Sampel dan Teknik Penarikan Sampel ... 34

3.5.1.Populasi ... 34

4.2.3.Analisis Isi Pada Rubrik Suara Pembaca Di Koran Jawa Pos Edisi Agustus-Oktober 2013 ... 42

4.2.3.1.Katagori Tema Komplain ... 43

(7)

v

4.2.3.6.Katagori Tema Informasi ... 100

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan ...

104

5.2. Saran ...

104

DAFTAR PUSTAKA

(8)

vi

Tabel 4.2 Hasil Pengujian Reliabilitas ... 42

Tabel 4.3 Kategorisasi Tema Rubrik Suaara Pembaca Jawa Pos Edisi

Agustus-Oktober 2013 ... 43

Tabel 4.4 Kategori Tema Kompalin dalam Rubik Jawa Pos Membeca Menulis

Bulan September-Oktober 2013 ... 44

Tabel 4.5 Kategori Tema Tanggapan dalam Rubik Jawa Pos Membeca Menulis

Bulan September-Oktober 2013 ... 77

Tabel 4.6 Kategori Tema Kriminal dalam Rubik Jawa Pos Membaca Menulis

Bulan September-Oktober 2013 ... 92

Tabel 4.7 Kategori Tema Permohonan Maaf dalam Rubik Jawa Pos

Membeca Menulis Bulan September-Oktober 2013 ... 94

Tabel 4.8 Kategori Tema Terima Kasih dalam Rubik Jawa Pos Membeca

Menulis Bulan September-Oktober 2013 ... 97

Tabel 4.9 Kategori Tema Informasi dalam Rubik Jawa Pos Membaca Menulis

Bulan September-Oktober 2013 ...

(9)
(10)

viii Lampiran 2 : Output SPSS

Lampiran 3 : Hasil Uji Validitas

(11)

ix

Media massa merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi. Kolom suara pembaca atau masyarakat merupakan kolom khusus yang disediakan untuk menginspirasikan pendapat, saran, kritik, problem pemerintah, pelayanan public atau apa saja yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis isi ruprik suara pembaca pada Koran Jawa Pos edisi Agustus-Oktober 2013.

Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Adapun katagorisasi tema yang digunakan dalam penelitian ini adalah komplain, tanggapan, kriminal, permohonan maaf, ucapan terima kasih dan informasi. Populasi dalam penelitian ini adalah tema kolom suara pembaca pada surat kabar Jawa Pos bulan Agustus 2013 sampai Oktober 2013 yang berjumlah 299 suara pembaca. Teknik Analisis yang digunakan adalah distribusi Frekuensi.

Berdasarkan hasil penelitian maka di dapat Secara keseluruan dari bulan Agustus – Oktober 2013, jenis katagori tema berita yang paling banyak frekuensinya adalah katagori Komplain. Seluruh item rubrik pembaca menulis telah valid. Selain itu seluruh item berita rubrik membaca menulis reliabilitas.

Kata kunci : Analisis Isi, Rubrik pembaca menulis, Jawa Pos

ABSTRAC

The mass media is a means to meet the information needs of the community. Column readers or the public voice is a special column provided for inspiring opinions, suggestions, criticisms, problems of government, public service or anything that relates to everyday life. The purpose of this study is to analyze the contents of the voice ruprik reader on Java Post newspaper edition of August to October 2013.

The method used in this research is descriptive quantitative method. The theme categorization used in this study is the complaint, response, crime, an apology, a thank you and information. The population in this study is the sound of readers on the theme column Jawa Pos newspaper in August 2013 to October 2013, amounting to 299 voice reader. The analysis technique used is the frequency distribution.

Based on the research results can be In keseluruan of months from August to October, 2013, the type category news theme is the most frequency category of complaint. All the items have a valid reader writes rubric. In addition, all news items read writing rubric reliability.

(12)

1.1.Latar Belakang Masalah

Salah satu kebutuhan yang cukup penting dan esensial bagi manusia

adalah kebutuhan akan informasi. Pada umumnya manusia selalu mencari

informasi yang dianggapnya perlu untuk mereka ketahui. Manusia dapat

mengikuti peristiwa-peristiwa yang terjadi disekitarnya maupun di tempat lain

melalui informasi yang diperolehnya. Selain itu dengan informasi, manusia dapat

memperluas pandangan dan wawasannya, serta dapat lebih meningkatkan

kedudukan dan peranannya dalam masyarakat. Untuk mengetahui dengan jelas

segala hal yang terjadi di dunia sekelilingnya manusia sangat dibatasi oleh

keterbatasan panca inderanya, karena itu dibutuhkan suatu media sarana

komunikasi yang dikenal sebagai media massa. Liliweri menjelaskan bahwa salah

satu peranan media massa dalam kehidupan manusia adalah untuk memberikan

informasi dan membantu mengetahui secara jelas segala ihwal tentang dunia

sekelilingnya (Liliweri;1996:42).

Media massa merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan

masyarakat akan informasi. Dalam perkembangannya media massa tidak hanya

sekedar sarana penyedia informasi, tetapi juga sudah menjadi suatu institusi sosial

dalam kehidupan masyarakat.

Pers dalam hal ini surat kabar di Indonesia dituntut dapat menjadi alat

(13)

membina pendapat umum serta sarana untuk mengerahkan massa sesuai

demokrasi di Indonesia. Karena itu pers di Indonesia diharapkan dapat menjadi

pers yang bebas dan bertanggung jawab dalam menjalankan fungsinya. Peranan

pers dalam perkembangan masyarakat Indonesia yang semakin kompleks adalah

menyajikan pemikiran yang dapat memperkaya kemungkinan pilihan dalam

kebijakan dan mencari jalan keluar. Salah satu caranya adalah melalui berita.

Dalam surat kabar, informasi akan berita merupakan unsur yang yang dominan.

Pers mempunyai peran penting dalam masyarakat. Peran pers lebih

menunjuk pada peran yang “membangun” untuk memberi informasi, mendidik,

dan menggerakkan masyarakat dalam pembangunan. Pers berperan sebagai alat

perubahan sosial dan pembaharuan masyarakat. Pers ikut berperan dalam

penyampaian kebijaksanaan dan program pembangunan kepada masyarakat.

Masyarakat juga dapat menggunakan pers sebagai penyalur aspirasi dan

pendapat serta kritik atau kontrol sosial. Pers berperan sebagai salah satu

penghubung yang kreatif antara pemerintah dan masyarakat, selain berperan

melakukan pemberitaan yang obyektif kepada masyarakat, pers juga berperan

dalam pembentukan pendapat umum. Pers dapat juga berperan sebagai agen

perubahan sosial. Selain mempunyai peran, pers juga mempunyai fungsi. Fungsi

utama dari pers adalah penyebaran informasi dan pemberitaan. Selain fungsi

utama tersebut, pers mempunyai fungsi sebagai berikut: 1). Fungsi menyiarkan

informasi. 2). Fungsi mendidik. 3). Fungsi menghibur. 4).Fungsi mempengaruhi

(14)

Berita adalah suatu fakta atau gagasan (ide) yang akurat yang dapat

menarik perhatian banyak orang, disiarkan tepat pada waktunya, bertujuan

memberitahukan bersifat umum dan aktual dan disiarkan untuk kepentingan

khalayak. Media massa Surat kabar merupakan salah satu jenis media cetak yang

dinilai terbaru dalam menyajikan berita-berita yang akan disampaikan kepada

khalayak. Beberapa kelebihan dari surat kabar diantaranya yaitu bisa disimpan

lebih lama atau dapat diulang dan jelas, berbeda dengan media elektronik yang

hanya bisa menginformasikan sepintas dan membutuhkan perhatian dari

komunikan untuk bisa memahami isi dan pesan (Djuroto, 2002:11).

Surat kabar berbeda dengan media elektronik dalam hal kecepatan

penyampaian informasi ke masyarakat, informasi lewat media elektronik seperti

radio dan televisi lebih bisa menyiarkan informasi dalam waktu beberapa menit

setelah informasi tersebut ditemukan, dan surat kabar harus menunggu beberapa

jam disampaikan kepada masyarakat namun surat kabar mempunyai metode

sendiri untuk menarik perhatian masyarakat dengan versi cerita yang lebih

mendalam, surat kabar berani untuk tampil berbeda, berita ekslusif dari surat

kabar yang sulit dikalahkan oleh media elektronik.

Surat kabar tidak hanya saja sebagai pencarian informasi yang utama

dalam fungsinya, tetapi bisa juga mempunyai suatu karakteristik yang menarik

yang perlu diperhatikan untuk memberikan analisis yang sangat kritis yang akan

menumbuhkan motivasi, mendorong serta dapat mengembangkan pola pikir bagi

masyarakat untuk semakin kritis dan selektif dalam menyikapi berita-berita yang

(15)

mengandung dan memiliki nilai berita. Setiap informasi yang tidak memiliki nilai

berita, menurut pandangan jurnalistik tidak layak untuk dimuat, disiarkan atau

ditayangkan media massa. Hanya informasi yang memiliki nilai berita atau

memberi banyak manfaat kepada publik yang patut mendapat perhatian media

(Sumadiria, 2005:86).

Nilai berita menyediakan standard dan ukuran bagi wartawan sebagai

kriteria dalam praktik kerja jurnalistik. Editor menentukan mana yang layak

diberitakan, mana yang harus diliput dan mana yang tidak perlu diliput. Sebuah

peristiwa yang mempunyai unsur nilai berita paling banyak dan paling tinggi lebih

memungkinkan untuk ditempatkan dalam headline, sedangkan berita yang tidak

mempunyai unsur nilai berita atau setidaknya nilai beritanya tidak besar akan

dibuang. Pendek kata, nilai berita bukan hanya menjadi ukuran dan standar kerja,

melainkan juga telah menjadi ideology dari kerja wartawan. Semua proses itu

ditekankan oleh wartawan dengan pembenaran profesionalitas. Semua proses itu

berhubungan dengan nilai-nilai professional yang dianut. (Eriyanto, 2002:105).

Surat kabar Jawa Pos yang berdiri sejak 1 Juli 1949 dalam seriap

harinya terbit kurang lebih sebanyak 40 halaman dimana terbagi atas kurang lebih

3 bagian yaitu bagian utama atau berita-berita utama nasional dan internasional,

ekonomi bisnis dan olah raga. Dalam surat kabar Jawa Pos tersebut terdapat rubik

suara pembaca yang merupakan tulisan yang ditulis baik oleh masyarakat ataupun

redaksi. Suara pembaca ini juga dapat digunakan sebagai media untuk

menyalurkan opini, saran dan kritik publik. Hal ini diharapkan mampu untuk

menciptakan iklim atau arus informasi yang dapat mendorong terjadinya interaksi

(16)

dengan lembaga atau badan usaha baik milik pemerintah ataupun swasta. Kolom

suara pembaca atau masyarakat merupakan kolom khusus yang disediakan untuk

menginspirasikan pendapat, saran, kritik, problem pemerintah, pelayanan publik

atau apa saja yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Alasan dipilihnya

rubrik pembaca menulis karena merupakan salah satu rubrik lama dari Jawa Pos

yang dipilih oleh Jawa Pos sebagai media berinteraksi antara media dan

masyarakat. Selain itu dipilihnya rubrik membaca dan menulis bulan Agustus,

September dan Oktober sebab untuk lebih memperbaruhi informasi yang diteliti.

Disamping itu hal yang mendasari untuk menganalisis suara pembaca

menulis pada surat kabar Jawa Pos dengan menggunakan teknik analisis isi

kuantitatif, sebab Barelson dan Kerlinger, analisis isi merupakan suatu metode

untuk mempelajari dan menganalisis komunikasi secara sistematik, objektif dan

kualitatif terhadap pesan yang nampak (Kriyantono, 2007:228). Dengan

menggunakan teknik analisis isi peneliti dapat menganalisa isi suara pembaca

pada surat kabar Jawa Pos dengan melakukan katagorisasi tema-tema dari suara

pembaca. Katagorisasi yang digunakan adalah katagorisasi yang dipilih oleh

peneliti. Analisis isi sering dipakai untuk mengkaji pesan-pesan media. Oleh

karena metode ini adalah suatu cara untuk menguji isi secara kualitatif,

keyakinan-keyakinan dan kepentingan-kepentingan para editor dan

penerbit-penerbit, kecenderungan para pembaca (berdasarkan asumsi bahwa bahan-bahan

yang diterbitkan secara berhasil bagi suatu golongan tertentu, mencerminkan

secara akurat kecenderungan golongan yang bersangkutan).

Dipilihnya Jawa Pos sebagai obyek penelitian sebab Jawa Pos

merupakan salah satu surat kabar yang bertaraf nasional yang terbit setiap hari.

(17)

hiburan, dll. Selain itu Jawa Pos juga menyajikan kolom pembaca, yaitu dimana

menampilkan kritik maupun saran mengenai permasalahan publik yang

disampaikan oleh masyarakat melalui media cetak seperti, keluhan saluran air,

listrik, pembayaran dengan kartu kredit dan lain sebagainya.

1.2.Perumusan Masalah

Menyadari pentingnya masalah ini, maka peneliti menetapkan

perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah Analisis Isi pada

ruprik suara pembaca di Koran Jawa Pos edisi Agustus-Oktober 2013 ?

1.3.Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian kali ini adalah untuk menganalisis isi ruprik suara

pembaca pada Koran Jawa Pos edisi Agustus-Oktober 2013 ?

1.4.Manfaat Penelitian

Manfaat yang ingin diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Secara Teoritis

Hasil penelitian diharapkan bermanfaat untuk memperkaya kajian ilmu

komunikasi, khususnya pengaruh media surat kabar, dan lebih melengkapi

khasanah ilmu pengetahuan.

b. Secara Praktis

Dapat menjadi masukan bagi masyarakat Surabaya untuk membudayakan pola

hidup yang sehat dan menghindari makanan yang banyak mengandung bahan

(18)

2.1.Penelitian Terdahulu

Penelitian yang dilakukan oleh Sugiharto (2008) dengan judul Analisis

Isi Berita Pembangunan Periklanan dan Kelautan pada Surat Kabar Kaltim Post.

tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menjelaskan karakteristik profil berita,

untuk mengetahui perbandingan objektivitas pemberitaan berdasarkan hasil sensus

dan pendapat pakar periklanan dan ilmu kelautan dan juga pakar media, serta

untuk mengkaji kebijakan pemberitaan pembangunan periklanan dan kelautan

pada redaksi surat kabar Kaltim Post. Hasil dari penelitian ini adalah saya tidak

pernah dijatuhi hukuman karena melakukan tindak pidana di bidang perpajakan.

Berdasarkan proporsi frekuensi kecenderungan positif dan negatif serta tata letak

berita, berita didominasi oleh kecenderungan positif dan bukan halaman utama

(non-headlines). Berdasarkan proporsi frekuensi kecenderungan positif dan

negatif serta tata letak berita, berita didominasi oleh kecenderungan positif dan

bukan halaman utama (non-headlines). Berdasarkan proporsi frekuensi

kecenderungan positif dan negatif serta tata letak berita, berita didominasi oleh

kecenderungan positif dan bukan halaman utama (non-headlines). Berita

perikanan dan kelautan dipandang sebagai berita minor (minor discource) oleh

pihak Kaltim Post.

Penelitian yang dilakukan oleh Trisnani (2001) dengan judul Potensi

(19)

penelitian ini adalah ingin mengetahui ada persamaan pemuatan issue di surat

kabar dengan pendapat umum di masyarakat, issue apa yang pontensial yang

menimbulkan opini public, dan apa yang dilakukan masyarakat dengan

munculnya opini publik. hasil dari penelitian ini adalah terdapat persamaan

pemuatan issue di surat kabar dengan opini publik, issue kontroversial berpotensi

membentuk opini publik di samping fatwa ulama. dan opini publik yang

kontroversial mendorong munculnya emosional massa yang mengarah pada

tindakan kerusuhan.

2.2.Landasan Teori

2.2.1. Komunikasi Media Massa

Secara etimologis istilah komunikasi berasal dari bahasa latin

communication, dan perkataan ini bersumber pada communis, arti communis

disini adalah sama, dalam arti kata sama makna, yaitu sama mengenai suatu hal.

Jadi komunikasi berlangsung apabila antara orang-orang yang terlibat kesamaan

makna mengenai suatu hal yang dikomunikasikan. Jelasnya jika seseorang

mengerti tentang sesuatu yang dinyatakan orang lain kepadanya, maka

komunikasi berlangsung. Dengan lain perkataan, hubungan antara mereka bersifat

komunikatif. Sebaliknya jika ia tidak mengerutu, komunikasi tidak berlangsung.

Dengan lain perkataan, hubungan antara orang-orang itu tidak komunikatif

(Effendy, 2004:3-4).

Komunikasi massa adalah produksi dan distribusi secara institusional

dan teknologis dari sebagian besar aliran pesan yang dimiliki bersama secara

(20)

dasarnya mempunyai proses yang melibatkan beberapa komponen. dua komponen

yang berinteraksi (sumber dan penerima) terlibat : pesan yang diberi kode oleh

sumber (encoded), disalurkan melalui sebuah saluran dan diberi kode oleh

penerima (decoded), tanggapan diamati penerima umpan balik yang

memungkinkan interaksi berlanjut antara sumber dan penerima. tetapi yang

terdapat beberapa cirri khusus dari komunikasi massa yang membedakannya

dengan komunikasi interpersonal (Winarso, 2005:18-20).

Banyak definisi tentang komunikasi massa yang telah dikemukakan

para ahli komunikasi. Banyak ragam dan titik tekan yang dikemukakannya.

Namun, dari sekian banyak definisi itu ada benang merah kesamaan definisi satu

sama lain. Pada dasarnya komunikasi massa adalah komunikasi melalui media

massa (mdia cetak dan elektronik). Sebab, awal perkembangannya saja,

komunikasi massa berasal dari pengembangan kata media of mass communication

(media komunikasi massa) yang dihasilkan oleh teknologi modern. (Nurudin,

2007:4)

Sedangkan komunikasi secara umum adalah proses penyampaian suatu

pernyataan yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain sebagai konsekuensi

dari hubungan sosial. Maka secara lengkap komunikasi adalah proses

penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk member tahu

atau untuk mengubah sikap, pendapat atau perilaku, baik langsung secara lisan,

maupun tak langsung melalui media.

Komunikasi massa (mass communication) disini ialah komunikasi

(21)

yang luas, siaran radio dan televisi yang ditujukan kepada umum dan film yang

dipertunjukkan di gedung-gedung bioskop (Effendy, 2003:79).

Komunikasi massa menyiarkan infomasi, gagasan dan sikap kepada

komunikan yang beragam dalam jumlah yang banyak dengan menggunakan

media. Melakukan kegiatan komunikasi massa jauh lebih sukar daripada

komunikasi antar pribadi. Seorang komunikator yang menyampaikan pesan

kepada ribuan pribadi yang berbeda pada saat yang sama, tidak akan bisa

menyesuaikan harapannya untuk memperoleh tanggapan mereka secara pribadi.

Suatu pendekatan yang bisa merenggangkan kelompok lainnya. Seorang

komunikator melalui media massa yang mahir adalah seseorang yang berhasil

menemukan metode yang tepat untuk menyiarkan pesannya guna membina empati

dengan jumlah terbanyak diantara komunikannya. Meskipun jumlah komunikan

bisa mencapai jutaan, kontak yang fundamental adalah antara dua orang, benak

komunikator harus mengenai setiap komunikan. Komunikasi massa yang berhasil

ialah kontak pribadi dengan pribadi yang diulangi ribuan kali secara serentak.

Seseorang yang akan menggunakan media massa sebagai alat untuk

melakukan kegiatan komunikasinya perlu memahami karakteristik komunikasi

massa diantaranya:

a. Komunikasi massa bersifat umum artinya pesan komunikasi yang disampaikan

melalui media massa adalah terbuka untuk semua orang.

b. Komunikasi bersifat heterogen artinya perpaduan antara jumlah komunikan

(22)

pesan-pesan komunikasi erat sekali hubungannya dengan sifat heterogen

komunikan.

c. Media massa menimbulkan keserampakkan artinya keserampakan kontak

dengan sejumlah besar penduduk dalam jarak yang jauh dari komunikator, dan

penduduk tersebut satu sama lainnya dalam keadaan terpisah.

2.2.2.Pers dan J ur nalistik

2.2.2.1. Pengertian Pers

Istilah pers berasal dari bahasa Belanda, yang dalam bahasa Inngris

berarti press. Secara harfiah pers berarti cetak dan secara maknawiyah berarti

menyiarkan secara tercetak atau publikasi secara dicetak (printed publication).

Sedangkan dalam perkembangannya pers mempunyai dua pengertian yakni, pers

dalam pengertian luas dan pers dalam pengertian sempit. Pers dalam pengertian

luas meliputi segala penerbitan, bahkan termasuk media massa elektronik, siaran

radio dan siaran televisi. Sedangkan pers dalam pengertian sempit hanya terbatas

pada media massa cetak, yakni surat kabar, majalah dan bulletin kantor berita

(Effendy, 2005:145).

Istilah pers, atau press berasal dari istilah latin pressus artinya tekanan,

atau tertekan, terhimpit, padat. Pers dalam kosakata Indonesia berasal dari bahasa

Belanda yang mempunyai arti sama dengan bahasa Inggris press, sebagai sebutan

untuk alat cetak (Wahidin, 2007: 35).

Menurut UU 10/1999 Pasal 1, Pers adalah lembaga sosial dan wahana

komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari,

(23)

baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik

maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media

elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia

(http://banten.kemenag.go.id/file/file/UUKIP/womp1327369034.pdf).

2.2.2.2. Ciri-Ciri Per s

Ciri-ciri komunikasi massa, yakni komunikasi dengan menggunakan

media massa, adalah prosesnya berlangsung satu arah, komunikatornya

melembaga, pesannya bersifat umum, medianya bersifat umum, medianya

menimbulkan keserempakan dan komunikasinya heterogen. Ciri-ciri tersebut

dipenuhi baik media massa cetak surat kabar dan majalah maupun oleh media

massa elektronik radio dan televisi. Pesan-pesan yang disiarkan oleh media cetak

dapat diulang kaji dan dipelajari serta disimpan untuk dibacapada tiap

kesempatan. Ciri –ciri itulah yang menyebabkan pesan-pesan yang disiarkan oleh

media massa elektronik harus mudah dicerna oleh pendengar dan pemirsa,

sedangkan pesan-pesan yang disiarkan oleh media massa cetak dapat canggih dan

ilmiah. Ciri itulah yang sering menimbulkan polemic diantara para cendikiawan

yang menjanjikan pemikirannya melalui surat kabar atau majalah dan tidak pernah

terdapat pada uraian melalui radio atau televisi. Ciri itulah yang menyebabkan

media cetak lebih tinggi daya persuasinya dari pada media elektronik, karena

pesan-pesan persuasif melalui media cetaklebih banyak ditunjukkan kepada rasio

atau pemikiran, sedangkan pesan-pesan persuasif melalui media elektronik lebih

(24)

2.2.2.3. Peranan Pers Nasional

Menurut UU No. 40 Tahun 1999 pasal 6 yaitu mengenai peranan pers

nasional adalah :

a. Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui

b. Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi

hukum, dan Hak Asasi Manusia, serta menghormat kebhinekaan.

c. Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan

benar

d. Melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang

berkaitan dengan kepentingan umum.

e. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran

2.2.2.4. Fungsi Pers

Menurut Effendy (2005:149-150) idealism yang melekat pada pers

dijabarkan dalam pelaksanaan fungsi-fungsi, selain menyiarkan informasi juga

mendidik, menghibur dan mempengaruhi. Fungsi-fungsi tersebut dapat dijelaskan

sebagai berikut :

1. Fungsi menyiarkan informasi (to inform)

Menyiarkan informasi merupakan fungsi pers yang pertama dan utama.

Khalayak pembaca berlangganan atau membeli surat kabar karena memerlukan

informasi mengenai berbagai hal di bumi ini, mengenai peristiwa yang terjadi,

gagasan atau pikiran orang lain, apa yang dilakukan oleh orang lain, apa yang

(25)

2. Fungsi mendidik (to educate)

Sebagai sarana pendidikan massa, surat kabar dan majalah memuat

tulisan-tulisan yang mengandung pengetahuan sehingga khalayak pembaca bertambah

pengetahuannya. Fungsi mendidik ini bisa secara implicit dalam bentuk artikel

atau tajuk rencana. Kadang-kadang cerita bersambung atau berita beragambar

juga mengandung aspek pendidikan.

3. Fungsi menghibur (to entertain)

Hal-hal yang bersifat hiburan sering dimuat oleh surat kabar dan majalah untuk

mengimbangi berita-berita berat (hard news), dan artikel yang berbobot. Isi

surat kabar dan majalah yang bersifat hiburan bisa berbentuk cerita pendek,

cerita bersambung, cerita bergambar, teka –teki silang, pojok, karikatur, tak

jarang juga berita yang mengandung insane (human interest), dan

kadang-kadang tajuk rencana. Meskipun pemutaran ini mengandung hiburan, itu

semata-mata untuk melemaskan ketegangan pikiran setelah para pembaca

dihidangi berita dan artikel yang benar.

4. Fungsi mempengaruhi (to influence)

Fungsi mempengaruhi yang menyebabkan pers memegang peranan penting

dalam kehidupan masyarakat. Sebagaimana telah disinggung di muka. Sudah

tentu surat kabar yang diakui ini surat kabar yang independent, yang bebas

menyatakan pendapat, bebas melakukan sosial kontrol , bukan surat kabar

(26)

2.2.2.5. Pers Sebagai Media Komunikasi Massa

Selain sebagai lembaga kemasyarakatan atau lembaga sosial, pers disebut

juga sebagai sebagai media atau wahana komunikasi massa. Dalam massa itu

terdapat publik, maka pers jga disebut sebagai media publik. Sebagai pers atau

media cetak yang bersifat visual, pers memiliki kelemahan dan keungulan

sekaligus.

Kelemahan yang melekat pada pers yang meliputi surat kabar dan

majalah adalah hanya dapat dibaca dan tidak memiliki aspek bunyi suara manusia,

sehingga kurang persuasive dan aspek hiburannya sangat lemah. Dengan

demikian dalam menggugah dan menyentuh emosi serta sentiment khalayak, surat

kabar dan majalah hanya bersifat sederhana dan tidak terlalu mengikat publik.

Kata pers berasal dari kata pressa (latin) yang artinya mesin cetak. Kemudian

pengertian itu berkembang menjadi media yang menyebarkan ide tau pesan kepada

masyarakat, yang dicetak dengan alat-alat percetakan sebelumnya,. Media yang

dimaksud adalah buku, surat kabar, majalah, bulletin, brosur atau pamphlet yang isinya

mengandung idea tau pemberitahuan kepada masyarakat. Surat kabar sebagai media

cetak hanya dapat disimak oleh khalayak yang berpendidikan dan yang memiliki

kebiasaan membaca yang tinggi, dan sukar disimak oleh mereka yang berpendidikan

rendah. Surat kabar dan majalah juga sebagai media cetak menghadapi hambatan yang

bersifat geografis, karena dalam penyebarannya memerlukan waktu yang cukup lama

untuk jarak yang jauh. Dengan demikian berita yang disajikan oleh surat kabar dan

majalah kepada khalayaknya tidak secepat radio atau televisi

(27)

2.2.2.6. J ur nalistik

Istilah jurnalistik berasal dari bahasa Belanda journalistiek. Seperti

halnya dengan istilah bahasa inggris journalism yang bersumber pada perkataan

journal, ini merupakan terjemahan dari bahasa latin diura yang berarti “harian”

atau “setiap hari”. Jurnalistik didefisinikan sebagai keterampilan atau kegiatan

mengelola bahan berita mulai dari peliputan sampai kepada penyusunan yang

layak disebarluaskan kepada masyarakat. Apa saja yang terjadi di dunia, apakah

itu fakta peristiwa atau pendapat yang diucapkan seseorang, jika diperkirakan

akan menarik perhatian khalayak, akan merupakan bahan berita untuk dapat

disebarluaskan kepada masyarakat (Effendy, 2004:66).

Jurnalisme sangat penting di mana pun dan kapan pun. Jurnalisme

sangat diperlukan dalam suatu negara demokratis. Tak peduli apa pun

perubahan-perubahan, yang terjadi di masa depan, baik social, ekonomi, politik maupun lain,

lainya. Tak dapat dibayangkan, akan pernah ada saatnya ketika tiada seorang pun

yang fungsinya mencari berita tentang peristiwa yang terjadi dan menyampaikan

Tak dapat dibayangkan, akan pernah ada saatnya ketika tiada seorang pun yang

fungsinya mencari berita tentang peristiwa yang terjadi dan menyampaikan berita

tersebut kepada khalayak ramai, dibarengi dengan penjelasan tentang peristiwa

tersebut. Dan orang yang melakukan pekerjaan jurnalistik disebut dengan jurnalis

(Kusumaningrat, 2007: 15).

Rung lingkup jurnalis dapat dibagi menjadi menjadi dua bagian besar,

(28)

1. News, yang terdiri dari :

a. Stainght news, yang terdiri dari :

1. Matter of fact news

2. Interpretative report

3. Reportage

b. Feature news, yang terdiri dari :

1. Human interest features

2. Historical features

3. Biographical and persomality features

4. Travel features

5. Scientifict features

2. View dapat dibagi kedalam beberapa bagian yaitu :

a. Editorial

b. Special article

c. Colomum

d. Feature article

(http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/466/jbptunikompp-gdl-reninuraen-23251-9-penertia-k.pdf).

2.2.3.Media Cetak

Secara garis besar media massa dapat dibedakan menjadi dua, yakni

media massa cetak dan media massa elektronik. Media massa cetak maupun

elektronik merupakan media massa yang banyak digunakan oleh masyarakat di

(29)

seperti halnya pers, radio, televisi, film, dan lain-lain, tidak terlepas kaitannya

dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Media massa dapat

menjadi jembatan yang menghubungkan komunikator dengan komunikan yang

melintasi jarak, waktu, bahkan lapisan sosial dalam masyarakat (Sugiharti,

2000:3).

Media cetak dalam hal ini adalah suatu bentuk media yang statis yang

mengutamakan pesan-pesan visual. Media ini terdiri dari lembaran dengan

sejumlah kata, gambar atau foto dalam tata warna dan halaman putih (Kasali,

1992 : 99). Sedangkan iklan media cetak adalah pesan atau informasi tentang

penawaran suatu produk atau jasa yang disampaikan kepada khalayak dengan

menggunakan media cetak seperti koran, majalah, brosur dan lain-lain.

2.2.4.Sur at Kabar

2.2.4.1. Pengertian Sur at Kabar

Surat kabar menurut Sutisna (2003:289) merupakan salah satu media

penyampai pesan yang mempunyai daya jangkau yang luas dan massal. Surat

kabar berfungsi sebagai penyampai berita kepada para pembacanya.

Menurut Junaedhie (2002:12) pers disebut sebagai surat kabar, sebutan

bagi penerbitan pers yang masuk dalam media massa tercetak seperti lembaran

kerja berisi berita-berita, karangan-karangan dan iklan dan diterbitkan secara

berkala, bisa harian, mingguan, bulanan serta diedarkan secara umum.

Surat kabar merupakan salah satu jenis media cetak yang dinilai lebih up

to date dalam menyajikan berita-berita yang akan disampaikan kepada khalayak.

(30)

atau dapat diulang dan jelas, berbeda dengan media elektronik yang hanya bisa

menginformasikan sepintas dan membutuhkan perhatian dari komunikan untuk

bisa memahami isi dan pesan.

2.2.4.2. Ciri-Ciri Sur at Kabar

Ciri-ciri surat kabar menurut Effendy (2005:154) adalah sebagai berikut :

a. Publisitas

Pengertian publisitas ialah bahwa surat kabar diperuntukkan umum, karenanya

berita, tajuk rencana, artikel, dan lain-lain harus menyangkut kepentingan

umum. Mungkin saja ada instansi atau organisasi, mislanya sebuah universitas,

yang menerbitkannya secara berkala dalam bentuk dan dengan kualitas kertas

seperti harian umum, tetapi penerbitan tersebut tidak berpredikat surat kabar

atau pers sebab diperuntukkan khusus bagi sivitas akademika universitas

tersebut.

b. Universalitas

Universalitas sebagai ciri lain dari surat kabar menunjukkan bahwa suart kabar

harus aneka berita mengenai kejadian-kejadian di seluruh dunia dan tentang

segala aspek kehidupan manusia. Untuk memenuhi ciri-ciri inilah mereka surat

kabar melengkapi dirinya dengan wartawan-wartawan khusus mengenai bidnag

tertentu, menempatkan koresponden di kota-kota penting, baik di dalam negeri

untuk meliputi berita-berita internasional. Untuk itu ada wartawan olah raga,

(31)

c. Aktualitas

Yang dimaksud dengan aktualitas ialah kecepatan penyampaian laporan

mengenai kejadian di masyarakat kepada khalayak. Bagi surat kabar, aktualitas

ini merupakan faktor yang amat sangat penting karena menyangkut persaingan

dengan surat kabar lain dan berhubungan dengan nama baik surat kabar yang

bersangkutan.

2.2.4.3. Sifat Sur at Kabar

Dibandingkan dengan media elektronik yang menyiarkan pemberitaan

seperti radio dan televisi, ditinjau dari ilmu komunikasi sifat surat kabar adalah

sebagai berikut (Efenddy, 2005:155) :

1. Terekam

Ini berarti bahwa berita-berita yang disiarkan oleh surat kabar tersusun dalam

alinea, kalimat, dan kata-kata yang terdiri atas huruf-huruf, yang dicetak pada

kertas. Dengan demikian, setiap peristiwa atau hal yang diberitakan terekam

sedemikian rupa sehingga dapat dibaca setiap saat dan dapat diulangkaji, bisa

dijadikan dokumentasi dan bisa dipakai sebagai bukti untuk keperluan tertentu.

2. Menimbulkan perangkat mental secara aktif

Karena berita surat kabar yang dikomunikasikan kepada khalayak

menggunakan bahasa dengan huruf yang tercetak “mati” di atas kertas, maka

untuk dapat mengerti maknanya pembaca harus menggunakan pernagkat

mentalnya secara aktif. Karena berita surat kabar menyebabkan pembaca harus

menggunakan perangkat mentalnya secara aktif, maka wartawan yabng

(32)

pembaca mudah merencanakannya. Hal ini erat kaitannya dengan sifat

khalayak surat kabar yang heterogen, yang tingkat pendidikannya tidak sama

dan meyoritas dari mereka rata-rata berpendidikan rendah sampai tengah.

3. Pesan menyangkut kebutuhan komunikan

Dalam proses komunikasi, pesan yang akan disampaikan kepada komunikan

menyangkut teknik trnsmisinya agar mengenai sasarannya dan mencapai

tujuannya.

4. Efek sesuai dengan tujuan

Efek yang diharapkan dari pembaca surat kabar bergantung pada tujuan si

wartawan sebagai komunikator.

5. Yang harus dilakukan oleh wartawan sebagai komunikator.

Meskipun komponen melalui surat kabar, yaitu wartawan, dibahas paling akhir,

ini merupakan hal yang paling penting karena berhasil-tidaknya misi surat

kabar bergantung pada kemampuan dan keterampilan wartawannya.

2.2.4.4. Fungsi Sur at Kabar

Menurut Sumadiria (2005:32-35) dalam Jurnalistik Indonesia

menunjukkan 5 fungsi dari pers yaitu :

a. Fungsi Informasi, sebagai sarana untuk menyampaikan informasi secepat

cepatnya kepada masyarakat yang seluas-luasnya yang aktual, akurat, faktual

dan bermanfaat.

b. Fungsi Edukasi, maksudnya disini informasi yang disebar luaskan pers

hendaknya dalam kerangka mendidik. Dalam istilah sekarang pers harus mau

(33)

c. Fungsi Hiburan, pers harus mampu memerankan dirinya sebagai wahana

hiburan yang menyenangkan sekaligus menyehatkan bagi semua lapisan

masyarakat.

d. Fungsi Kontrol sosial atau koreksi, pers mengemban fungsi sebagai pengawas

pemerintah dan masyarakat. Pers akan senantiasa menyalahkan ketika melihat

penyimpangan dan ketidak adilan dalam suatu masyarakat atau negara.

e. Fungsi mediasi, dengan fungsi mediasi, pers mampu menjadi fasilitator atau

mediator menghubungkan tempat yang satu dengan yang lain, peristiwa yang

satu dengan peristiwa yang lain, atau orang yang satu dengan yang lain.

2.2.4.5. Rubr ik

Onong Uchjana Effendy mengutarakan definisi mengenai rubrik dalam

Kamus Komunikasi, bahwa “Rubrik berasal dari bahasa Belanda yaitu Rubriek,

yang artinya ruangan pada halaman surat kabar, majalah atau media cetak lainnya

mengenai suatu aspek atau kegiatan dalam kehidupan masyarakat; misalnya rubrik

wanita, rubrik olahraga, rubrik pendapat pembaca dan sebagainya“ (Effendy,

1989: 316).

Sementara itu, dikutip dari Kamus Bahasa Indonesia yang disusun oleh

WJS. Poerwadarminta dijelaskan, “Rubrik adalah kepala (ruangan) karangan

dalam suratkabar, majalah, dan lain sebagainya” (WJ.S Peorwadarminta, 1996:

83). Seperti pada media massa lain, surat kabar juga menyajikan rubrik. salah

satunya yaitu “Pembaca menulis”.

(34)

1. Rubrik informasi

§ Perihal keluarga (pertunangan, perkawinan, kelahiran, kematian)

§ Kesejahteraan (koperasi, fasilitas dari organisasi, kredit rumah)

§ Pengumuman pimpinan organisasi

§ Peraturan

§ Surat keputusan

§ Pergantian pemimpin

§ Kepindahan pegawai

§ Pertemuan (rapat kerja, penataran, konferensi, dll)

2. Rubrik edukasi

§ Tajuk rencana

§ Artikel (pengetahuan, keterampilan, keagamaan, dll)

§ Kutipan pendapat tokoh (keahlian, kemasyarakatan, keagamaaan)

3. Rubrik rekreasi

§ Cerita pendek

§ Anekdot

§ Pojok atau sentilan

§ Kisah minat insani (human interest)

2.2.5.Suar a Pembaca Sebagai Opini Khalayak dan Kontr ol Sosial

Berdasarkan pandangan terdapat tiga golongan yang terlibat secara langsung

dengan karya khususnya, dan saling berkomunikasi yaitu; penulis, pembaca, dan

pengkritik. Melalui hiburan dapat menyampaikan maklumat, memberi pendidikan serta

(35)

bentuk yang luas, khususnya melalui pembacaan mempunyai perbagai bentuk

(http://www.utusan.com.my/utusan/Sastera/20130721/sa_04/Komunikasi-antara-penulis-pembaca-dan-pengkritik#ixzz2lsChxmox).

Kontrol Sosial menurut J.S Roucek dalam pengendalian sosial (1987:2)

adalah sekelompok proses yang direncanakan atau tidak yang mana individu

diajarkan atau dipaksa untuk menerima cara-cara dan nilai kehidupan kelompok.

Dari definisi ini menonjol sifat kolektif dan usaha kelompok untuk

mempengaruhi individu agar tidak menyimpang dari apa yang oleh kelompok

dinilai sangat baik. Dalam hubungan ini individu bahkan dapat dipaksa untuk

kalau perlu bertindak bertentangan dengan keinginannya untuk mengikuti

nilai-nilai yang benar menurut kepentingan bersama.

Sedangkan pengertian lain dari kontrol sosial adalah tekanan mental

terhadap individu dalam bersikap dan bertindak sesuai penilaian kelompok.

(Susanto, 2000 :115). Dalam hal ini sebenarnya kontrol sosial bertujuan :

1. Menyadarkan individu tentang apa yang sedang dilakukannya.

2. Mengadakan himbauan kepada individu untuk mengubah sikap diri.

3. Perubahan sikap yang kemudian diusahakan untuk menjadi norma baru

(Susanto, 2000: 116).

Idealisme yang melekat pada pers dijabarkan dalam pelaksanaan

fungsinya, selain menyiarkan informasi yang objektif dan edukatif, menghibur,

melakukan kontrol sosial yang konstruktif dengan menyalurkan segala aspirasi

masyarakat, serta mempengaruhi masyarakat dengan melakukan komunikasi dan

(36)

2.2.6.Analisis Isi

Menurut Barelson (1952:18) dalam Eriyanto (2013:15) analisis isi

adalah suatu teknik penelitian yang dilakukan secara objektif, sistematis dan

deskriptif dari isi komunikasi yang nampak (manifest). Sedangkan menurut

Berelson & Kerlinger dalam Kriyantono (2006:228) analisis isi adalah merupakan

suatu metode untuk mempelajari dan menganalisis komunikasi secara sistematik,

objektif dan kuantitatif terhadap pesan yang tampak.

Menurut Riffe, Lacy dan Fico (1998:20) analisis isi adalah pengujian

yang sistematis dapat direplikasi dari simbol-simbol komunikasi, dimana simbol

ini diberikan nilai numerik berdasarkan yang valid, dan analisis menggunakan

metode statistik untuk menggambarkan isi komunikasi, menarik kesimpulan dan

memberikan konteks, baik produksi ataupun konsumsi.

Ciri-ciri analisis isi berdasarkan definisi di atas menurut Eriyanto

(2013:16-30) antara lain :

1. Objektif

Penelitian dilakukan untuk mendapatkan gambaran dari suatu isi secara

apa adanya, tanpa adanya campur tangan peneliti. Penelitian menghilangkan

bias, keberpihakan, atau kecenderungan tertentu dari peneliti. Analisis isi

memang menggunakan manusia tetapi ini harus dibatasi sedemikian rupa

sehingga subjektivitas ini tidak muncul. Hasil dari analisis isi adalah

benar-benar mencerminkan isi dari suatu teks, dan bukan akibat dari subjektivitas

(37)

Ada dua aspek pentingg dari objektivitas, yakni validitas dan

reliabilitas. Validitas berkaitan dengan apakah analisis isi mengukur apa yang

benar-benar akan yang diukur. Sementara reliabilitas berkaitan dengan apakah

analisis isi akan menghasilkan temuan yang sama biarpun dilakukan oleh orang

yang berbeda dan waktu yang berbeda. Analisis isi disebut reliabel jikalau

menghasilkan temuan yang sama biarpun dilakukan oleh orang (dengan latar

belakang dan kecenderungn yang berbeda).

2. Sitematik

Analisis yang objektif, juga harus sistematis. Sistematis ini bermakna,

semua tahapan dan proses penelitian telah dirumuskan secara jelas, dan

sistematis. Katagori diturunkan dari variabel diturunkan berdasarkan teori,

pengujian dibuat berdasarkan hipotesis. Masing-masing bagian dari penelitian

saling berkaitan.

3. Replikabel

Salah satu ciri penting dari analisis isi yaitu harus replikabel. Penelitian

dengan temuan tertentu dapat diulang dengan menghasilkan temuan yang sama

pula. Hasil-hasil dari analisis isi sepanjang menggunakan bahan dan teknik

yang sama, harus juga menghasilkan temuan yang sama. Temuan yang sama

ini berlaku untuk peneliti yang berbeda, waktu yang berbeda dan konteks yang

berbeda.

4. Isi yang Tampak (Manifest)

Diantara para ahli, ada perbedaan dalam melihat apakah analisis isi

(38)

isi yang tidak tampak (latent). Neuendorf (2002:23) dan Krippendorff

(2006:20) menyatakan bahwa analisis isi dapat dipakai untuk melihat semua

karakteristik dari isi, baik yang nampak (manifest) ataupun yang tidak nampak

(latent). Adapun Barelson (1952:18), Holsti (1969:14) menilai bahwa analisis

isi hanya dapat dipakai untuk melihat isi yang tidak tampak. Sementara Riffe,

Lacy dan Fico (1998:30), mengajukan jalan tengah. Pada saat proses coding

yang mengumpulkan data, peneliti hanya dapat menilai aspek-aspek dari isi

yang terlihat. Sementara pada saat tahap analisis data, peneliti dapat

memasukkan penafsiran akan aspek-aspek dari isi yang tidak terlihat.

5. Perangkuman (Summarizing)

Ciri lain dari analisis isi yaitu ditunjukkan untuk membuat

perangkuman/summarizing. Analisis isi/pesan umumnya dibuat untuk

membuat gambaran umum karakteristik dari suatu isi/pesan. Analisis isi

sebaliknya tidak berpretensi untuk menyajikan secara detail atau beberapa

kasus isi. Analisis isi dapat dikategorikan sebagai penelitian yang bertipe

nomotetik yang ditunjukkan untuk membuat generelalisasi dari pesan, dan

bukan penelitian jenis idiograhic yang umumnya bertujuan membuat gambaran

detail dari suatu fenomena.

6. Generalisasi

Analisis isi tidak hanya bertujuan untuk melakukan perangkuman

(summarizing) tetapi juga berprestasi untuk melakukan generalisasi. Ini

(39)

dimaksudkan untuk memberikan gambaran populasi. Analisis isi tidak

dimaksudkan untuk menganalisis secara detail satu demi satu kasus.

Pengunaan analisis isi mempunyai beberapa manfaat atau tujuan.

Menurut McQuail tahun (2000:305) dalam Kriyantono (2006:229) mengatakan

bahwa tujuan dilakukan analisis terhadap isi pesan komunikasi adalah :

a. Mendeskripsikan dan membuat perbandingan terhadap isi media

b. Membuat perbandingan antara isi media dengan realitas sosial

c. Isi media merupakan refleksi dari nilai-nilai sosial dan budaya serta sistem

kepercayaan masyarakat.

d. Mengetahui fungsi dan efek media

e. Mengevaluasi media performance

f. Mengetahui apakah ada bias media

Langka pertama ddalam setiap analisis adalah kategorisasi adalah

sekedar kata lain untuk untuk pengkotak-kotakan, jadi katagori adalah

pengkotaan atau pengsubkotakan. Dalam analisis isi validitas dan kepercayaan

sangat banyak tergantung pada katagori-katagori yang dipakai.

Terdapat tiga perangkat katagori dalam analisis isi menurut Flournoy

(1989:128-129) :

1. Kelompok pertama

Terdiri dari sebelas katagori subjek dari Deutschmann : (1) perang, pertahanan

dan diplomasi, (2) politik dan pemerintah, (3) kegiatan ekonomi, (4) kejahatan,

(40)

penemuan, (8) masalah-masalah moral masyarakat, (9) kecelakaan dan

bencana, (10) pendidikan dan seni klasik dan (11) hiburan rakyat.

2. Kelompok kedua

Terdiri dari tiga jenis tajuk rencana dari Hillier Krieghbaum : (1)

argumentative, (2) informatif, (3) aneka rupa.

3. Kelompok ketiga

Terdiri dari seperangkat katagori penuntun yang dikembangkan oleh Lasswell :

(1) favorable, (2) unfavorable dan (3) netral.

2.3.Kerangka Berpikir

Media massa adalah suatu aspek komunikasi yang penting, terutama

pada sekarang ini. Manusia merupakan khalayak sasaran media massa, sehingga

keadaan media massa senantiasa dituntut untuk mengikuti gerak dan dinamika

individu sebagai kesatuan dalam masyarakat, namun kehadiran media massa akan

berbeda-beda oleh setiap individu. Surat kabar merupakan salah satu jenis media

cetak yang dinilai lebih up to date dalam menyajikan berita-berita yang akan

menyampaikan kepada khalayak.

Pada saat ini, surat kabar bukan hanya sekedar untuk mengetahui suatu

peristiwa, mengetahui kejadian yang sedang terjadi, memberikan informasi yang

mengenai perkembangan suatu pengetahuan bahkan bukan hanya penyampaian

sejarah, tetapi surat kabar juga menampung aspirasi dari bagi para pembacanya,

selain itu juga terdapat ruangan atau tempat khusus yang berisi suara pembaca

dari masyarakat luas terhadap kritik ataupun saran kepada suatu lembaga,

(41)

Gambar 2.1 :

Kerangka Berpikir Penelitian Suara Pembaca

Surat Kabar Jawa Pos pada rubrik “Pembaca

Menulis”

Kategorisasi Berdasarkan Tema

a. Komplain b. Tanggapan c. Kriminal

d. Permohonan maaf e. Ucapan terima kasih f. Informasi

(42)

3.1.J enis Penelitian

Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan

metode deskriptif kuantitatif dengan tujuan melukiskan secara sistematis fakta dan

karakteristik populasi secara faktual dan cermat (Rakhmat, 2004:22 ). Jenis dalam

penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yakni bermaksud menjelaskan dan

memberikan gambaran tentang bagaimanakah tema-tema yang muncul setiap

harinya pada surat kabar Jawa Pos. Analisis isi adalah suatu teknik sistematis

untuk menganalisis isi pesan dan mengolah pesan atau suatu alat untuk

mengobservasi dan menganalisis isi perilaku komunikasi yang terbuka dari

komunikator yang dipilih.

3.2.Definisi Operasional

Kolom suara pembaca dalam surat kabar Jawa Pos merupakan suatu

tempat atau wadah yang sengaja disediakan oleh lembaga penerbitan surat kabar

Jawa Pos, sebagai tempat menambung aspirasi masyarakat dalam mengeluarkan

pendapatnya tentang berbagai hal kepada pihak lain yang dituju. kolom ini dibuat

sebagai wahana tempat untuk menulis karya tulis yang dapat dibaca oleh

masyarakat. selain itu pendapat atau opini yang muat dapat dijadikan sebagai

bahan refrensi untuk memecahkan suatu masalah yang ada. pada perkembangnnya

(43)

masalah yang dihadapi oleh pembaca, tempat untuk menyatakan pendapat dan

kesan pribadi kepada masyarakat luas dan sebagai perantara dengan pihak ekslutif

pemerintah atau dengan masyarakat luas.

3.3.Kategorisasi

Adapun kategorisasi tema yang digunakan dalam penelitian ini adalah

katagori suara pembaca yang dilakukan oleh peneliti dan dimodifikasi

perubahan-perubahan oleh penulis yang disesuaikan dengan isi suara pembaca dan menjadi

katagorisasi opini dan dilakukan uji keterhandalan terhadap katagorisasi selama

pengamatan. adapun katagori tersebut adalah :

1. Komplain

Komplain atau keluhan itu sebenarnya merupakan bagian dari bentuk “

Komunikasi “. Sebuah informasi tentang ketidaksesuaian yang dirasakan pihak

kedua yang menerima sebuah jasa atau produk. Oleh karena itu, Komplain atau

keluhan itu sebenarnya dibutuhkan, karena komplain akan menghasilkan

sebuah informasi. Entah informasi positif atau informasi negatif. Bahkan

komplain itu merupakan sebuah komunikasi aktif yang bisa menjurus kedalam

sebuah “ interaksi “.

2. Tanggapan

Adalah pendapat ataupun reaksi seseorang setelah melihat,mendengar ataupun

merasakan sesuatu. Tanggapan dapat berupa persetujuan, sanggahan,

pertanyaan, atau pendapat. Semua tanggapan harus disampaikan dengan sopan.

(44)

3. Kriminal

Segala tingkah laku manusia yang dapat dipidana,yang diatur dalam hukum

pidana, seperti perampokan, pemerasan, perampasan, penjambretan,

pembunuhan, perkosaan, pencopetan, penganiayaan, dan kata lain yang

mengandung unsur pemaksaan, atau kekerasan terhadap fisik ataupun harta

benda korban.

4. Permohonan maaf

Permintan maaf kepada seseorang, instansi akan perbuatan yang kurang

berkenan.

5. Ucapan terima kasih

Kata-kata ucapan rasa syukur atau membalas budi setelah menerima kebaikan

dari orang lain.

6. Informasi

Suatu data atau pesan yang telah diolah melalui berbagai media yang tujuannya

untuk disampaikan kepada penerima dan ada sebuah manfaat dari penerimaan

data tersebut.

3.4.Unit Analisis

Unit analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah tematik.

tematik adalah tema yang ada dalam penelitian ini dan unit ferensi adalah segala

sesuatu yang mendukung penelitian. cara yang digunakan adalah dengan

menghitung atau menganalisis tema dalam kolom suara pembaca yang muncul

pada surat kabar Jawa Pos periode bulan Agustus 2013 sampai Oktober 2013

(45)

3.5.Populasi, Sampel dan Teknik Penarikan Sampel

3.5.1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah kolom suara pembaca pada surat

kabar Jawa Pos dengan menggunakan katagorisasi. isi suara pembaca dalam

kolom ini dianalisis untuk mengetahui tema opini, dan apa yang sering diangkat

dalam kolom suara pembaca pada Koran Jawa Pos. Populasi dalam penelitian ini

adalah tema kolom suara pembaca pada surat kabar Jawa Pos bulan Agustus 2013

sampai Oktober 2013 yang berjumlah 299 suara pembaca.

3.5.2.Sampel dan Teknik Penarikan Sampel

Pengambilan sampel dalam suatu penelitian tidak ada ketentuan yang

pasti mengenai besar kecilnya sampel, hanya saja yang paling penting adalah

dalam pengambilan sampel yang mewakili (representative) dari seluruh populasi

yang ada. Namun jika jumlah populasi cukup besar, maka untuk itu, maka untuk

mempermudah penelitian, peneliti mengambil sampel 50% atau 25% minimal

10% dari seluruh populasi (Subiakto, 1992:8).

Dalam penelitian ini metode pengambilan sampel menggunakan teknik

probability sampling. probability sampling adalah teknik penarikan sampel yang

memberikan peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota

populasi untuk dipilih menjadi sampel. Sedangkan Stratified Random Sampling

yaitu teknik penentuan sampel bila populasi mempunyai anggota atau unsur yang

tidak homogeny dan berstrata secara proposional (Sugiyono, 2002:60).

Dalam penelitian ini peneliti mengambil sampel 25% dari seluruh

(46)

perhitungan sampel yang digunakan adalah 149 berita dari bulan Agustus 2013

sampai Oktober 2013 dalam rubrik membaca menulis pada surat kabar Jawa Pos.

Interval untuk pengambilan rubrik yang akan diamati dalam penelitian

ini dengan menggunakan rumus :

primer adalah data yang diperoleh langsung dari tulisan-tulisan dalam kolom

suara pembaca. Prosedur yang digunakan untuk penelitian ini adalah dengan

melakukan pencatatan terhadap data dikumpulkan dengan menggunakan lembar

koding berdasarkan katagori-katagori yang telah ditentukan, kemudian dianalisis

dan diinterprestasikan sesuai dengan tujuan penelitian.

3.7.Metode Analisis Data

3.7.1.Uji Validitas

Uji validitas berkaitan dengan apakah alat ukur yang dipakai secara

tepat mengukur konsep yang ingin diukur. Validitas yang digunakan dalam

penelitian ini menggunakan validitas formula Scott (Scott PI), dalam formula

Scott ini faktor peluang (chance) terjadinya persamaan/agreement di antara kode

perhitungan. Semakin besar katagori semakin kecil peluang terjadinya

(47)

apkan

Untuk menghitung persetujuan yang diamati dapat menggunakan proses

seperti dalam perhitungan untuk presentase persetujuan yang diharapkan dapat

dilakukan dengan menghitung proporsi dari masing-masing katagori dan

kemudian dikuatdratkan. Jika kedua angka tersebut telah diperoleh, tinggal

memasukkan kedalam rumus. Untuk menghitung validitas Scott pertama kali

dihitung persetujuan yang diamati, selanjutnya menghitung persetujuan yang

diharapkan ini dapat dihitung dengan mengkuatdratkan proporsi dari

masing-masing katagori dan kemudian menjumlahkanya. Persetujuan yang diharapkan

adalah ∑ ′pi 2 (Eriyanto, 2013:291).

3.7.2.Uji Reliabilitas

Alat ukur selain harus valid juga harus mempunyai reliabilitas

(keandalan) yang tinggi. Analisis isi haruslah dilakukan secara objektif. Ini berarti

tidak boleh ada beda penafsiran antara satu orang coder dengan dengan coder

yang lain. Kita harus memastikan lembar coding yang akan dipakai adalah alat

ukur yang terpercaya (reliabel) (Eriyanto, 2013:281). Reliabel yang digunakan

dalam penelitian ini adalah Formula Holsti. Formula Holsti adalah uji reliabilitas

antar-coder yang banyak dipakai selain persentase persetujuan. Rumus Holsti

(Holsti, (1969:140) dalam Eriyanto (2013:290)) :

(48)

N1 : Jumlah coding yang dibuat oleh coder 1

N2 : Jumlah coding yang dibuat oleh coder 2

Reliabilitas bergerak antara 0 hingga 1 dimana 0 berarti tidak ada satupun

yang disetujuioleh para coder dan 1 berarti persetujuan sempurna di antara para

coder. Makin tinggi angka, makin tinggi pula angka reliabilitas. Dalam formula

Holsti angka reliabilitas minimum yang ditoleransi adalah 0.7 atau 70%. Artinya

jika hasil perhitungan menunjukkan angka reliabilitas di atas 0.7 atau 70%, berarti

alat ukur ini benar-benar reliabel. Akan tetapi jika di bawah angka 0.7, berarti alat

ukur (coding sheet) bukan alat yang reliabel.

3.7.2.1. Profil Hakim

Hakim yang dipilih untuk uji reliabititas adalah Koko Kurniawan (28

tahun) mengawali karir di Jwa Pos pada tahun 2004, pada awal karir di Jawa Pos

Koko Kurniawan masuk di halaman DetEksi, setelah itu memegang halaman

Show Selebriti, Advetorial dan Kombis, hingga saat ini memegang halaman Opin

serta rubrik pembaca menulis. Selain itu Nora Sampurna (28 tahun) juga menjadi

hakim uji reliabilitas ini. Saat ini Nora menjadi wartawan di halaman kombis dan

mengasuh halaman rubrik pembaca menulis.

3.7.3.Uji Distribusi Fr ekuensi

Untuk menginterprestasikan dan guna memperoleh jawaban dari

permasalahan yang telah ditetapkan agar lebih mendalam dan berbobot. Tabel

frekuensi untuk katagorisasi penelitian ini adalah sebagai berikut:

No Katagor isasi Fr ekuensi Pr osentase

(49)
(50)

4.1.Gambaran Umum Objek Penelitian

Berbasis di Surabaya, Jawa Timur, Jawa Pos merupakan salah satu

koran terbesar di Indonesia. Sirkulasi Jawa Pos menyebar di seluruh Jawa Timur,

Bali, dan sebagian Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Jawa Pos mengklaim sebagai

"Harian Nasional yang Terbit dari Surabaya".

Pada 1 Juli 1949, The Chung Shen mendirikan Jawa Pos dengan nama

Djawa Post. Saat itu The Chung Shen hanyalah seorang pegawai bagian iklan

sebuah bioskop di Surabaya. Saat itu, Shen harus memasang iklan bioskop setiap

hari di surat kabar hingga lama kelamaan dia tertarik untuk membuat surat kabar

sendiri. Setelah sukses dengan Jawa Pos-nya, The Chung Shen mendirikan pula

koran berbahasa Mandarin dan Belanda. Namun perjalanan Jawa Pos mengalami

lika liku perkembangan bisnis. Pada tahun 1982, total sirkulasi jawa Pos hanya

mencapai 6.000 kopi per hari. Akhirnya pada umurnya yang ke-78, Shen

memutuskan untuk menjual Jawa Pos pada PT Grafiti Pers yang merupakan

penerbit Majalah Tempo. Saat itu, tidak ada penerus Shen yang mau meneruskan

perjuangan kakeknya sehingga Eric Samola, Presiden Direktur PT Grafiti Pers,

memilih Dahlan Iskan untuk menjalankan Jawa Pos. Pada saat itu, Dahlan adalah

kepala cabang Tempo di Jawa Timur. Di tangan Dahlan, Jawa Pos mengalami

pertumbuhan yang cepat. Dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah

300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuklah Jawa Pos News Network

(51)

memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan

percetakan di Indonesia.

Pada tahun 1997, Jawa Pos pindah ke gedung yang baru berlantai 21,

Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya. Sejak tahun 2002

dibangun Graha Pena di Jakarta yang menginspirasi banyak gedung Graha Pena

lainnya untuk bermunculan di hampir semua wilayah di Indonesia. Jawa Pos

bahkan membangun pabrik kertas koran sendiri dengan yaitu PT Adiprima Sura

Perinta yang mampu memproduksi kertas koran 450 ton/hari. Pada tahun 2002

Jawa Pos Grup mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian

diikuti Batam TV di Batam, Riau TV di Pekanbaru, Fajar TV di Makassar,

Palembang TV di Palembang, Parijz van Java TV di Bandung, Radar Cirebon

Televisi RCTV di Cirebon Kota Wali.

Memasuki tahun 2003, Jawa Pos Group merambah bisnis baru :

Independent Power Plant. Proyek pertama adalah 1 x 25 MW di Kab. Gresik,

yakni dekat pabrik kertas. Proyek yang kedua 2 x 25 MW, didirikan di Kaltim,

bekerjasama dengan perusahaan daerah setempat. Pada tahun 2008, Jawa Pos

Group menambah stasiun televisi baru: Mahkamah Konstitusi Televisi (MKtv)

yang berkantor di Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta.

Pada tahun 2009, Jawa Pos Group menambah data center baru:

Fangbian Iskan Corporindo (FIC) yang berkantor di Gedung Graha Pena

Surabaya.Selain itu Jawa Pos juga telah berhasil meraih beberapa penghargaan, di

antaranya Indonesia Best Brand (2007), Superbrands Indonesia's Chioce

(52)

(2011), Women Brand (2011), Best Design in Asian Media Awards (2012), World

Young Reader Newspaper of the Year (2011) dan beberapa penghargaan lainnya.

4.2.Penyajian dan Analisis Data

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan lembar coding form yang

kemudian disajikan dalam bentuk tabel frekuensi. Dari tabel frekuensi yang ada

maka dapat dilakukan nalisis dan menarik kesimpulan dari data yang ada. Selain

akan disajikan tabel frekunsi akan dilakukan penyajian data validitas dan

reliabilitas. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada periode bulan Agustus

hingga Oktober 2013 didapat 6 tema pada rubrik suara pembacapada Koran Jawa

Pos.

4.2.1.Hasil Uji Validitas

Uji validitas berkaitan dengan apakah alat ukur yang dipakai secara

tepat mengukur konsep yang ingin diukur. Validitas yang digunakan dalam

penelitian ini menggunakan validitas formula Scott (Scott PI), dalam formula

Scott ini faktor peluang (chance) terjadinya persamaan/agreement di antara kode

perhitungan. Semakin besar Kategori semakin kecil peluang terjadinya

persamaan/agreement. Ambang penerimaan yang sering dipakai untuk uji

validitas Kategori adalah 0,75, apabila nilainya kurang dari 0,75 maka

Kategorisasi yang dibuat belum mencapai tingkat kevalitan (Kriyantono,

(53)

Tabel 4.1.

Persetujuan yang diharapkan adalah , dengan demikian, yang

diharapkan untuk hasil uji validitas adalah sebagai berikut :

= (0,53)2 + (0,25)2 + (0,26)2 + (0,47)2 +(0,30)2 + (0,21)2

= (0,28) + (0,062) + (0,067) + (0,222) +(0,090)+ (0,044)

= 0.766

Validitas =

Berdasarkan hasil pengujian maka dapat diketahui nilai validitas sebesar

0,84, sedangkan nilai yang diisyaratkan sebesar 0,75, maka seluruh item opini

pembaca menulis telah valid.

4.2.2.Hasil Uji Reliabilitas

Alat ukur selain harus valid juga harus mempunyai reliabilitas

(keandalan) yang tinggi. Analisis isi haruslah dilakukan secara objektif. Ini berarti

tidak boleh ada beda penafsiran antara satu orang coder dengan dengan coder

yang lain. Kita harus memastikan lembar coding yang akan dipakai adalah alat

ukur yang terpercaya (reliabel) (Eriyanto, 2013:281). Reliabel yang digunakan

(54)

antar-coder yang banyak dipakai selain persentase persetujuan. Dalam formula

Holsti angka reliabilitas minimum yang ditoleransi adalah 0.7 atau 70%. Artinya

jika hasil perhitungan menunjukkan angka reliabilitas di atas 0.7 atau 70%, berarti

alat ukur ini benar-benar reliabel. Akan tetapi jika di bawah angka 0.7, berarti alat

ukur (coding sheet) bukan alat yang reliabel. Berikut adalah hasil pengujian

Total Persetujuan 2 M/(N1+N2) = 2(74)/104+104= 0,711538

= 0,72 Sumber : Lampiran

Berdasarkan hasil pengujian reliabilitas dengan menggunakan formula

holsti, maka dapat diketahui nilai reliabilitas yang didapat sebesar 0,72, lebih

besar dari nilai yang diisyaratkan sebesar 0,70, artinya alat ukur ini benar-benar

reliabel.

4.2.3.Analisis Analisis Isi Pada Ruprik Suar a Pembaca Di Koran J awa Pos

Edisi Agustus-Oktober 2013.

Setelah melakukan penelitian selama kurun waktu yang telah ditentukan

yaitu mulai dari periode bulan Agustus-Oktober 2013 pada rubrik suara pembaca

pada Koran Jawa Pos setelah melalui proses pengkodingan dari 149 sampel

dengan 6 Kategorisasi, akan tetapi setelah dilakukan seleksi maka di dapat 104

Gambar

Gambar 2.1 :  Kerangka Berpikir Penelitian
Tabel 4.1. Hasil Uji Validitas
Tabel 4.2 Hasil Pengujian Reliabilitas
Tabel 4.3 Kategorisasi Tema Rubrik Suaara Pembaca
+7

Referensi

Dokumen terkait

ANALISIS KRITIK SOSIAL PADA RUBRIK WAYANG DURANGPO KARYA SUJIWO TEJO DALAM SURAT KABAR HARIAN JAWA POS.. EDISI

Berdasarkan hasil dan analisa yang dilakukan terhadap tema pesan karikatur “Clekit” di Surat 

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) jenis konjungsi koordinatif yang terdapat dalam rubrik Hukum dan Kriminal dalam surat kabar Solopos edisi Agustus-Oktober 2013,

(2) Mendeskripsikan kriteria-kriteria tindak tutur dalam wacana Pembaca Menulis pada surat kabar Jawa Pos edisi September 2014. Metode penelitian menggunakan metode

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) jenis konjungsi koordinatif yang terdapat dalam rubrik Hukum dan Kriminal dalam surat kabar Solopos edisi Agustus-Oktober 2013,

Berdasarkan hasil analisis di atas diketahui tindak tutur ekspresif yang paling banyak ditemukan dalam rubrik “Pembaca Menulis” di Harian Jawa Pos edisi Bulan Juli 2016 adalah

Dalam penelitian rubrik opini periode Maret 2013 sampai bulan Mei 2013 pada surat kabar Jawa Pos dipilih dengan alasan bahwa rubrik pada bulan tersebut masih

Data dalam penelitian ini berupa singkatan judul berita yang terdapat dalam surat kabar harian Jawa Pos edisi Oktober-November 2013.. Adapun sumber data dalam penelitian