• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLIKASI PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 69PUUXIII2015 TENTANG PERJANJIAN PERKAWINAN TERHADAP TUJUAN PERKAWINAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "IMPLIKASI PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 69PUUXIII2015 TENTANG PERJANJIAN PERKAWINAN TERHADAP TUJUAN PERKAWINAN"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU- VIII/2010, merupakan suatu putusan yang sangat revolusioner dan berdampak terhadap hubungan keperdataan anak di luar

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa implikasi pembuatan perjanjian perkawinan pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU-XIII/2015 terhadap tujuan perkawinan ditinjau dari

dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Pasal 2 Kompilasi

Dalam rumusan pasal tersebut terlihat bahwa hubungan nasab antara anak yang dilahirkan dari luar perkawinan dengan ayah biologisnya terhalang oleh Pasal 2 Ayat (3) UU Nomor

Pernikahan mempunyai tujuan yang sangat mulia yaitu membentuk suatu keluarga yang bahagia, kekal abadi berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa hal ini sesuai dengan makna Pasal

1) Tujuan pernikahan adalah untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal. Untuk itu suami isteri perlu saling membantu dan melengkapi, agar masing-masing dapat

Berdasarkan permohonan tersebut, maka lahirlah putusan Mahkamah Konstutusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 yang dalam salah satu putusannya, memutuskan bahwa anak yang dilahirkan di

Sebelum dikeluarkannya putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU-XIII/2015 pembuatan perjanjian perkawinan hanya dapat dilakukan pada saat atau sebelum perkawinan