• Tidak ada hasil yang ditemukan

Zakat dan Pengembangan Ekonomi Umat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Zakat dan Pengembangan Ekonomi Umat"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

ZAKAT DAN PENGEMBANGAN EKONOMI

UMAT

Oleh : Usman Jambak Khatib Batuah

A . Ayat -ayat yang terkait dengan permasalahan Zakat

Zakat, yang secara harfiah berarti tambah (al-ziyadah), berkembang, tumbuh (an-numuw), bersih (al-tazkiyah) dan suci (al-thaharah), ialah nama atau sebutan bagi sebagian harta tertentu yang dikeluarkan untuk orang-orang tertentu, menurut aturan dan dengan ukuran-ukuran yang tertentu pula.

Zakat merupakan rukun Islam yang tidak boleh diabaikan. Bila kita simak dengan seksama ayat-ayat suci al-Qur’an terdapat 82 ayat tentang zakat yang langsung dikaitkan dengan perintah shalat. Sehingga dalam rukun Islam, zakat menempati posisi penting ketiga setelah syahadat dan shalat. Cukup banyak ayat al-Qur'an dan matan Hadits yang memerintahkan kaum muslimin supaya mengeluarkan zakat, dan tidak sedikit pula ayat dan Hadits Nabi Muhammad SAW yang mengancam orang-orang yang mengingkari kewajiban zakat.Ayat ayat yang tekait dengan permasalahan zakat : usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, Padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Maksud umum ayat :

(2)

Allah dari bumi.. Jelaslah bahwa keduanya merupakan harta yang pokok dan dominan. Allah melarang mengeluarkan (menginfakkan) dengan sengaja harta yang buruk, berkualitas rendah, sebagaimana dorongan jiwa pada umumnya yaitu menyimpan harta yang baik dan mengeluarkan harta berkualitas rendah.

Sebab nuzul ayat :

Ayat ini turun berkenaan dengan kaum Anshar. Ketika memetik (panen) kurma mereka mengeluarkan beberapa tandan kurma, baik yang sudah matang maupun yang belum matang, lalu digantung pada tambang di antara dua tiang masjid Nabi yang diperuntukkan orang miskin dari kaum Muhajirin. Syahdan, seorang laki-laki dengan sengaja mengeluarkan satu tandan kurma yang kualitasnya sangat buruk. Ia mengira bahwa hal itu dibolehkan mengingat sudah cukup banyak tandanan kurma yang tergantung. Maka berkenaan dengan orang tersebut turunlah ayat ini

Keterangan mufradat :

اوقفنأ : kata infaq berasal dari akar kata nafaqa – yanfaqu – nafaqan – nifaqan ﻖﻔﻨﻴ ﺎﻘﻔﻨ ﺎﻘﺎﻔﻨ - -(

-ﺎﻘﻔﻨ - ) yang artinya “berlalu, habis, laris, ramai”. Kalimat nafaqa asy-syai’u artinya sesuatu itu habis, baik habis karena dijual, mati atau karena dibelanjakan.. Infak yang berarti menghabiskan atau membelanjakan dapat berkenaan dengan harta atau lainnya, dan status hukumnya bisa wajib atau dapat pula sunat (tathawwu).

تابيط : terambil dari kata thayyib yang artinya baik dan disenangi (disukai); lawannya khabis yang berarti buruk dan dibenci (tak disukai).

اومميت

لو : artinya: janganlah kamu bermaksud, menuju, menghendaki. اوضمغت : artinya: meremehkan, memicingkan mata

Istinbat hukum

Bahwasanya apa yang keluar dari bumi dan dari hasil dari usaha sendiri wajib dikeluarkan zakatnya. Hasil tambang emas dan tambang perak, apabila sampai senisab wajib di keluarkan zakatnya pada waktu itu juga dengan tidak di saratkan sampai setahun, seperti pada biji – bijian dan buah – buahan. Zakatnya 1/40 (2½%). Sabda Rasulullah SAW yang artinya : “… Bahwasanya Rasulullah SAW telah mengambil sedekah (zakat nya) dari hasil tambang di negeri Qabaliyah”. Riwayat Abu Daud dan Hakim. Dan pada hadits yang lain Rasulullah bersabda yang artinya “…Pada emas dan perak, zakat keduanya seperempat puluh (1/40) (2½%).

(3)

































Artinya : ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.

Maksud umum ayat

Dikatakan orang bahwa yang diperintahkan untuk diambil dalam ayat tersebut adalah zakat, dan bahwa kata min dalam ayat tersebut berarti “sebagian”. Mereka –para sahabat- hendak menyedekahkan seluruh harta mereka, maka Allah memerintahkan Rasulullah SAW untuk mengambil sebagian dari harta mereka (sebagai pertanda) bagi taubat mereka, karena zakat itu tidak diterima dari sebagian orang-orang munafik.

Sebab nuzul ayat

Ayat ini diturunkan berkenaan dengan apa yang dilakukan oleh Abu Lubabah dan segolongan orang-orang lainnya. Mereka merupakan kaum mukminin dan mereka pun mengakui dosa-dosanya. Jadi, setiap orang yang ada seperti mereka adalah seperti mereka juga dan hukum bagi mereka juga sama. Mereka mengikat diri mereka di tiang-tiang masjid, hal ini mereka lakukan ketika mereka mendengan firman Allah SWT, yang diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang tidak berangkat berjihad, sedang mereka tidak ikut berangkat. Lalu mereka bersumpah bahwa ikatan mereka itu tidak akan dibuka melainkan oleh Nabi SAW sendiri. Kemudian setelah ayat ini diturunkan Nabi melepaskan ikatan mereka. Nabi kemudian mengambil sepertiga dari harta mereka kemudian menyedekahkannya kemudian mendoakan mereka sebagai tanda bahwa taubat mereka telah diterima

مهﻴكزت: artinya dengan sedekah itu kamu mensucikan mereka (dari seluruh perangai tercela

(4)

3. Surah At – Taubah : 60













































Artinya :. Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksanasss

Maksud umum ayat

Dalam ayat ini Allah SWT meneragkan orang – orang yang berhak menerima zakat, dan hukum mengeluarkanya wajib. Yang wajib dikeluarkan zakatnya meliputi hasil – hasil pertanian, peternakan, perdagangan, mas, perak, dan setiap selesai puasa bulan ramadhan di wajibkan mengeluarkan zakat fitrah.

Adapun yang berhak menerima zakat itu terdiri atas 8 golongan, yaitu :

1. Kaum fakir, yaitu orang – orang yang tidak berharta dan tidak bermata pencaharian untuk membiayai keperluan hidupnya.

2. Kaum miskin, yaitu orang – orang yang mempunyai harta dan mata pencaharian akan tetapi tidak dapat mencukupi keperluan hidupya.

3. Al-‘Amilun, mereka adalah orang-orang yang oleh pihak yang berwenang diberi kepercayaan untuk menangani pemungutan dan penyaluran zakat, termasuk di dalamnya para karyawan yang dipekerjakan untuk itu, dalam istilah sekarang semisal BAZIS (Badan Amil Zakat, Infak dan Shadakah) dan lain sebagainya.

(5)

menganut agama Islam; mereka tidak mau masuk ke dalam Islam kecuali dengan mendapatkan pemberian harta.

5. Hamba sahaya yang telah mengadaikan perjanjian dengan tuannya untuk menebus dirinya. 6. Al-gharimin. Secara lughawi, kata al-gharam berarti ketetapan atau keharusan (al-luzum).

Adapun yang punya hutang itu dinamai al-gharim ialah karena dia dibebani kewajiban untuk membayar hutangnya.

7. Fi sabilillah, yaitu orang – orang yang melaksanakan jihad di jalan Allah. Menurut ahli fiqh yang termasuk fi sabilillah selain jihad ialah segala keperluan yang dianggap baik menurut tutunan agama, seperti memakmurkan mesjid, madrasah dll.

8. Ibnu sabil, yaitu orang yang kehabisan bekal dalam berpergian bukan untuk maksiat.

Asbabul nuzul ayat

Banyak riwayat tentang sebab turunnya ayat ini, yang menceritakan kisah–kisah tertentu mengenai orang-orang tertentu yang mencela keadilan Rasulullah SAW dalam pendistribusian zakat ini. Salah satunya adalah: Imam Bukhari dan an-Nasa’i meriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri ra. ia berkata, “ketika Nabi melakukan pembagian zakat, tiba-tiba datanglah Dzul Huwaishir at-Tamimi kepada beliau lalu berkata, ‘Yang adillah wahai Rasululah!’ Kemudian beliau bersabda, ‘Celakalah kamu! Siapakah yang berbuat adil kalau aku tidak berbuat adil?’ Kemudian Umar ibn Khattab berkata, ‘Izinkanlah aku untuk memenggal kepalanya!’ Rasulullah bersabda, ‘Biarkanlah dia! Sesungguhnya dia mempunyai kawan-kawan yang salah seorang dari kamu meremehkan shalatnya bersama shalat mereka, dan puasanya bersama puasa mereka. Mereka lepas dari agama sebagaimana anak panah lepas dari busur…’ Maka, mengenai mereka turunlah ayat, ‘Di antara mereka ada yang mencelamu tentang (pemberian) zakat.”

Keterangan mufradat

1. تﺎقدصلا: zakat wajibah berlaku dalam bentuk uang tunai dan binatang ternak, maupun tanam-tanaman dan perdagangan/perniagaan. Hanya saja, seperti akan diuraikan nanti dalam penjelasan ayat, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai apa yang dimaksud dengan sedekah pada ayat ini, apakah sedekah wajib atau termasuk di dalamnya sedekah tathawwu’.

(6)

3. نﻴكﺎسملا: jamak dari نﻴكسم, yang berasal dari kata نكسي نكس - artinya: hilang kegiatannya, karena menggantungkan kehidupannya kepada manusia. Miskin yaitu orang yang memiliki penghasilan tetap, tetapi penghasilannya tidak mencukupi kebutuhan hidupnya.

4. نﻴلمﺎعلا: orang atau panitia/badan yang mengurusi penerimaan dan penyaluran zakat/sedekah, terutama yang diangkat oleh ulil amri (pemerintah).

5. مهبولق ةﻔلؤملا: orang-orang yang diharapkan hatinya condong (melirik) kepada Islam atau berketetapan dalam agama Islam yang dianutnya.

6. بﺎقرلا: pemerdekaan budak. Kata بﺎقرلا adalah bentuk jamak dari kata raqabah yang pada mulanya berarti “leher”. Makna ini berkembang sehingga bermakna “hamba sahaya” karena tidak jarang hamba sahaya berasal dari tawanan perang yang saat ditawan, tangan mereka dibelenggu dengan mengikatnya ke leher.

7. نﻴمرﺎغلا: orang yang berhutang (debitur) yang tidak mampu membayar hutangnya.

8. هللا لﻴبس: jalan/sarana yang mengantarkan penggunanya menuju ridha Allah dan pahala dari-Nya; dan yang dimaksud dengannya adalah setiap orangyang melakukan aktivitas (kegiatan) yang masuk ke dalam kategori mentaati Allah seperti untuk membiayai peperangan, haji dan lain sebagainya.

9. لﻴبسلا نبإ: musafir yang kekurangan/kehabisan bekal di perjalanan yang relatif cukup jauh, yang mengalami kesulitan meskipun di kampung halamannya dia tergolong orang yang berada.

10. هللا نم ةضرف: Yakni Allah telah menetapkan ketentuan yang demikian itu sebagai suatu

kewajiban yang tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun.

Istinbat hukum

Zakat itu (pembagiannya) terbatas hanya kepada delapan kelompok penerima zakat (mustahiq); tidak boleh untuk dibagikan kepada selain mereka.

Yang berhak menerima zakat itu ialah: 1. Orang fakir, 2. Orang miskin, 3. Amil (Pengurus) zakat, 4. Muallaf, 5. Memerdekakan budak, 6. Orang berhutang, 7. Pada jalan Allah (sabilillah), 8. Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.

B . Zakat dan Pengembangan ekonomi umat

(7)

mendorong setiap muslim memproduktifkan harta miliknya .Harta yang diproduktifkan akan selalu

berkembang dari waktu ke waktu .Hal ini sejalan dengan makna zakat secara bahasa yaitu al nama

berkembang dan bertambah .Sesuai dengan perkembangan zaman dan peradapan, sekarang banyak sekali jenis usaha dan perdagangan yang termasuk harta yang tumbuh dan berkembang yang termasuk objek zakat ,yang apa bila dikelola dengan baik berpotensi membantu menyelesaikan permasalahan ekonomi

umat mengingat zakat adalah pendistribusian harta dari yang kaya kepada yang miskin..

Fakta sejarah membuktikan di zaman sahabat,Daulah Umayyah,dan Daulah Abbasiyyah .Ekonomi umat secara optimal.Di zaman Umar bin Abdul aziz dalam tempo 30 bulan tidak ditemukan lagi masyarakat miskin ,karena semua muzakki melaksanakan kewajibanya dan pendistribusian harta zakat tidak hanya sebatas konsumtif juga produktif.Kenyataan itu harus harus kita wujudkan sekarang ini agar kemiskinan yang menjadi musuh kita dapat diatasi .

Secara spiritual amalan zakat sesungguhnya merupakan tabungan akhirat , zakat dalam pelaksanaanya memiliki beberapa hikmah dan manfaat bagi muzakki ,mustahik zakat dan masyrakat keseluruhanya ,diantaranya :

1 . Sebagaiperwujudan keimanan kepada Allah SWT menumbuhkan akhlak mulia dengan rasa kemanusiaan yang tinggi ,menghilangkan sifat kikir rakus dan materialistis dan merupakan ungkapan syukur bagi muzakki.Dengan bersyukur ,harta dan nikmat yang dimiliki akan semakin bertambah.Firman Alla SWT dalam dalam Ibrahim ayat 7

























Artinya : dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

2 . Karena zakat merupakan hak mustahik maka zakat berfungsi menolong,membantu dan membina mereka terutama fakir miskin kearah kehidupan yang lebih baik dan sejahtera ,sehingga mereka dapat memnuhi kehidupan mereka yang lebih layak yang membuka peluang ibadah yang lebih baik kepada Allah .Zakat juga menghindarka rasa iri dan dengki dari orang miskin terhadap orang kaya yang memiliki banyak harta.

(8)

realisasi dari perintah Allah SWT untuk selalukan tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa sebagaimana firman Allah SWT dalam surat al Maidah ayat 2 :































Artinya : dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.

Dalam hadist Rasululla SAW yang diriwayat kan oleh Bukhari dari Anas menjelaskan bahwa tidak dikatakan beriman seseorang sampai dia mampu mencintai saudaranya sama seperti mencintai diri sendiri

4 . Zakat memasyarakatkan etika bisnis yang benar,sebab zakat bukanlah membersihkan harta ( kat ) dari harta yang did pat secara tidak sahzyang kotor,akan tetapi mengeluarkan hak orang lain yang terdapat dalam harta kita dari usaha is Rasululla Syang baik dan halal .Dalam hadisnya yang diriwayatkan oleh Imam Muslim

لوللغل ننمم ةةققدقصق هلللقلا للبقﻘنيق ﺎلق

Artinya : Allah SWT tidak akan menerima sedekah ( zakat) dari harta yang secar tidak sah.

Dalam hadis lain yang lain yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda :

ملقثل همﻨمﻴممﻴقبم ﺎهقللبلقﻘقتقيق هقللقلا نلقإموق بقﻴلمطلقلا ﺎللقإم هلللقلا للبقﻘنيق ﺎلقوق ب ﻴلمطق ب سنكق ننمم ة رقمنتق لمدنعقبم ققدلقصقتق ننمق

بقجقلنا لقثنمم نقوكلتق ىتلقحق هلولقللفق منكلدلحقأق يبلمرقيل ﺎمقكق همبمحمﺎصقلم ﺎهقﻴبلمرقيل

Artinya : Barang siapa yang bersedekah dengan senilai biji korma dari hasil usaha yang bhalal ,dan Allah tidak akan menerima kecualin dari yang baik dan halal .Dan Allah SWT akan menerima sedekah yang bai dengan tangan kananya ,lalu mengembangkan buat miliknya seperti halnya seorang diantara kamu mengembangkan aqnak ternaknyab ,sehingga hartanya itu akan menjadi besar seperti sebuah gunung

5. Dari sisi pembangunan kesejahteraan uamat ,zakat merupakan salah satu instrument pemerataan pendapatan .Dengan zakat yang dikelola dengan baikdimungkinkan membangun pertumbuhan ekonomi,zakat juga mencegah terjadinya akumulasi harta pada satu tangan.Sesuai firman Allah SWT dalam surat al Hasyr ayat 7













(9)

Referensi

Dokumen terkait

Penerapan Akuntansi Zakat pada lembaga amil zakat diseluruh Indonesia ini akan mendorong LAZ DPU DT Cabang Semarang untuk berusaha lebih baik dalam mencatat

Lain halnya di internet, Agan tidak melakukan transaksi atas jual beli karyanya (hal ini akan lebih dibahas di fungsi sosial). Melainkan, Agan hanya melakukan

Hasil pengujian terhadap hipotesis 1 yang telah dilakukan pada Bab IV menunjukkan bahwa kualitas layanan sebagai variabel bebas memiliki pengaruh positif yang

Granul effervescent temulawak yang dibuat dalam tiga formula dengan kosentrasi kadar pemanis alami stevia yang berbeda memnuhi syarat evaluasi granul dan satu

Untuk komposit serat abaka memberikan α cukup tinggi pada frekuensi standar (1250 Hz) yaitu 0,82, namun pada frekuensi tinggi relatif rendah. Adapun komposit rami menunjukkan α

Kemudian bagi manusia yang memiliki lebih dari satu kebajikan tertentu dalam dirinya akan disebut sebagai divergent.. Para divergent akan diasingkan dan

Dimensi jangkauan mempertanyakan tentang sejauh manakah kesulitan akan menjangkau bagian-bagian lain dari kehidupan individu (Stoltz, 2005: 158). Respon-respon dengan