• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan Hukum Pidana Terhadap Pelaku Money Laundering dengan Kejahatan Asal Penipuan (Analisis terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor: 1329K/PID/2012)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Penerapan Hukum Pidana Terhadap Pelaku Money Laundering dengan Kejahatan Asal Penipuan (Analisis terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor: 1329K/PID/2012)"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, penyelesaian perkara pidana pada pelaku yang berusia lanjut tetap mengacu pada Kitab Undang-Undang Acara Pidana

3.2 Pembuktian dalam Putusan Perkara Pidana Nomor 1102/Pid.B/2012/PN.Jr tidak sesuai dengan Ketentuan di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana

1) Sistem pembuktian dalam perkara pidana di Indonesia adalah sistem pembuktian berdasarkan undang- undang secara negatif dimana pembuktian harus didasarkan pada

Sistem pembuktian dalam perkara pidana di Indonesia adalah sistem pembuktian berdasarkan undang- undang secara negatif dimana pembuktian harus didasarkan pada

Adanya pembuktian melalui visum etrepertum adalah untuk memenuhi ketentuan Pasal 181 jo Pasal 183 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) ditegaskan bahwa dalam

Proses penegakan dan keadilan itu merupakan usaha ilmiah, dapat dilihat pada pasal-pasal yang tercantum di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP),dimana terdapat

Dalam Sistem Pembuktian Tindak Pidana Asal Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor

Jika putusan pembebasan diatur dalam Pasal 191 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana maka putusan pelepasan dari segala tuntutan hukum diatur dalam Pasal