ANALISIS JURNAL
“
Pengaruh Pengeluaran Konsumsi Dan Investasi Pemerintah Terhadap
Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia
“
Mata Kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi
Dosen Pengampu : Darma Rika Swaramarinda
Disusun oleh :
Riva Liyanti 1703517023
Fakultas Ekonomi
Jurusan Ekonomi dan Administrasi Program Studi D3 Administrasi Perkantoran
Universitas Negeri Jakarta Jl. Rawamangun Muka, Jakarta 13220
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berbagai kemajuan dan perkembangan pembangunan telah dicapai dan telah berhasil meningkatkan perekonomian Indonesia. Salah satu indikator keberhasilan tersebut terlihat dari rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,11% per tahunnya pada periode penelitian. Angka rata-rata pertumbuhan ekonomi tersebut menunjukkan bahwa kinerja pembangunan Indonesia cukup tinggi. Hal ini tidak terlepas dari peran serta masyarakat, pemerintah, para pelaku ekonomi, dan juga pihak luar negeri.
Selain tingkat pertumbuhan yang tinggi, pesatnya pembangunan ekonomi pun membawa dampak pada meningkatnya standar hidup dan kesejahteraan masyarakat, dimana peningkatan standar hidup ini tidak hanya peningkatan pendapatan saja tetapi juga peningkatan permintaan terhadap barang dan jasa publik baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
Sering pula dikatakan bahwa pengeluaran investasi pemerintah dapat memainkan peran sebagai salah satu penggerak utama (prime mover) dalam perekonomian, sehingga ketika perekonomian sedang mengalami kelesuan akibat adanya resesi ekonomi yang memerosotkan kemampuan masyarakat dalam melakukan kegiatan perekonomian, pemerintah melalui instrumen kebijakan yang dimiliki dapat tampil menyelamatkan keadaan dengan memperbesar pengeluaran pemerintah melalui anggaran belanja defisit, dan sebaliknya.
Peranan dan besarnya pengeluaran konsumsi dan investasi pemerintah menjadi sesuatu yang mengundang kontroversi pada ekonomi makro. Sementara negara-negara bergerak menuju pasar terbuka dan bebas, pengeluaran konsumsi pemerintah telah meningkat secara terus-menerus.
B. Tujuan
Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan pengeluaran konsumsi dan investasi pemerintah serta hubungan keduanya.
C. Manfaat
BAB II HASIL ANALISIS
A. Pembahasan
Menurut Kuznets, pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan kapasitas dalam jangka panjang dari negara yang bersangkutan untuk menyediakan berbagai barang ekonomi kepada penduduknya. Kenaikan kapasitas itu sendiri ditentukan atau dimungkinkan oleh adanya kemajuan atau penyesuaian-penyesuaian yang bersifat teknologi, institusional (kelembagaan) dan ideologis terhadap berbagai tuntutan keadaan yang ada (Todaro:1994).
Menurut teori pertumbuhan ekonomi neo-klasik, dengan mengasumsikan luas lahan tetap, maka yang mempengaruhi pertumbuhan adalah peningkatan pada penawaran tenaga kerja, peningkatan pada capital stock dan peningkatan pada produktivitas. Meningkatnya penawaran tenaga kerja akan menyebabkan bertambahnya output. Real output meningkat bila semakin banyak orang yang ikut serta dalam proses produksi suatu negara.
Peningkatan modal dapat dibagi menjadi dua, yaitu : peningkatan pada modal fisik dan modal tenaga kerja. Modal fisik meningkatkan output dikarenakan hal tersebut merangsang produktivitas tenaga kerja dan secara langsung menyediakan pelayanan yang berharga. Peningkatan pada produktivitas akan terjadi ketika investasi pada peralatan seperti komputer dan mesin yang dapat mengurangi jam kerja tenaga kerja. Modal tenaga kerja meningkatkan pertumbuhan ekonomi karena tenaga kerja yang mempunyai skill lebih produktif dibandingkan dengan mereka yang tidak.
Investasi pada modal tenaga kerja dapat dilakukan melalui pendidikan atau pelatihan. Peningkatan produktivitas menjelaskan peningkatan pada output yang tidak dapat dijelaskan oleh pertambahan input. Yang terpenting dari produktivitas adalah dengan adanya kemajuan teknologi, yang mempengaruhinya dengan 2
cara. Pertama adalah kemajuan pada pengetahuan yang disebut inventions dan
kedua adalah penggunaan dari pengetahuan itu sendiri yang menyebabkan produksi yang lebih efisien yang disebut inovasi.(Burda dan Wyplosz, 2001) Pengeluaran Konsumsi Pemerintah Pengeluaran konsumsi yaitu pengeluaran rutin negara dalam hal ini belanja pegawai yang mencakup gaji dan pensiun, tunjangan serta belanja barang-barang dalam negeri, dana rutin daerah dan pengeluaran rutin lainnya yang berdampak konsumsi pegawai atau masyarakat terhadap barang-barang meningkat yang kemudian menaikkan fungsi konsumsi yang menyumbang kontribusi terhadap bruto nasional dan pertumbuhan ekonomi. Investasi Pemerintah bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam rangka memajukan kesejahteraan umum.
Permintaan Agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga.Permintaan agregat dapat ditampilkan dengan menggunakan Kurva atau tabel yang menunjukkan berbagai jenis barang & jasa yang dibeli secara kolektif pada tingkat harga tertentu. Kurve permintaan agregat mempunyai slope negatif. Faktor-faktor yang menyebabkan Kurva permintaan agregat ber-slope negatif adalah:
Efek Kekayaan
Biaya yang digunakan oleh produsen tergantung pada kekayaan yang dimiliki. Keduanya memiliki satu hubungan yang positif. (Kekayaan mengacu pada pemegangan uang, saham, obligasi, rumah serta asset fisik yang lain. Kekayaan yang dimiliki dipengaruhi oleh tingkat harga)
Dampak Harga Bunga
Efek harga bunga ditujukan karena perubahan tingkat haraga mempengaruhi harga bunga. Efek ini mempengaruhi produksi & investasi
Efek Pembelian Asing (Ekspor & Impor)
Jumlah ekspor & impor dalam suatu ekonomi tergantung pada harga Domestic & asing
Dengan demikian, pengeluaran pemerintah dapat meningkatkan permintaan agregat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan output tergantung pada besarnya dan efektivitas angka pengganda pengeluaran tersebut.
Teori pertumbuhan Neo-klasik melihat dari sudut pandang yang berbeda, yaitu segi penawaran. Dalam teori ini pertumbuhan ekonomi tergantung kepada pengembangan faktor-faktor produksi, yaitu pertambahan modal dan produktivitas modal marjinal, pertambahan tenaga kerja dan produktivitas tenaga kerja marjinal, serta perkembangan teknologi (Todaro, 1990).
B. Metode
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Modal tenaga kerja meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Tingkat pengeluaran pemerintah yang tinggi dapat meningkatkan jumlah tenaga kerja dan investasi melalui angka pengganda (multiplier effect) permintaan agregat. permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga. Hal ini dikarenakan pengeluaran konsumsi. yaitu pengeluaran rutin negara dalam hal ini belanja pegawai yang mencakup gaji dan pensiun, tunjangan serta belanja barang-barang dalam negeri, dana rutin daerah dan pengeluaran rutin lainnya yang berdampak konsumsi pegawai atau masyarakat terhadap barang-barang meningkat yang kemudian menaikkan fungsi konsumsi yang menyumbang kontribusi terhadap bruto nasional dan pertumbuhan ekonomi.
B. Pendapat
Dalam jurnal ini sudah cukup jelas dalam pemaparannya, Namun akan lebih baik lagi jika membuat ramalan, peramalan itu sangat berguna untuk dijadikan landasan dalam merumuskan langkah-langkah untuk memperbaiki keadaan dalam perekonomian.
C. Daftar Pustaka
Swaramarinda, Darma Rika, dan Indriani, Susi. 2011.
Pengaruh Pengeluaran Konsumsi dan InvestasiPemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia. EconoSains Volume IX, Nomor 2. Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta.
http://pustakauntuksemua.blogspot.co.id/2013/06/analisis-permintaan-dan-penawaran.html