• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM Akustik Noise P

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN RESMI PRAKTIKUM Akustik Noise P"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM

ANATOMI HEWAN CHORDATA

PISCES

Disusun oleh:

Nama : Isnaemi Roosdiana

NIM : K4312032

Kelas : A

Kelompok :

PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

(2)

Laporan Resmi Praktikum

Anatomi Hewan Chordata

I. Judul : Pisces

II. Tujuan :

1. Mengetahui topografi berbagai organ dan sistem organ pada ikan

2. Mengidentifikasi berbagai organ dan sistem organ pada ikan

3. Menggambar berbagai organ dan sistem organ pada ikan

4. Membedakan fungsi organ dan sistem organ pada ikan III. Dasar Teori

Pisces adalah sebutan umum yang dipakai untuk ikan atau sebagai nama super kelas, dan nama ini diambil dari bahasa latin. Ichtyes juga berarti ikan berasal dari bahasa Yunani dan ini dipakai dalam Ichtyoplogy yang berarti ilmu yang mempelajari tentang ikan.

Ikan (Pisces) adalah anggota vertebrata yang bersifat poikiloterm yang hidup di air dan bernapas dengan insang.

Ikan merupakan hewan yang tubuhnya ditutupi oleh sisik-sisik yang tersusun dari zat kapur. Permukaan sisik berlendir untuk memudahkan gerakan ikan di dalam air. Ikan bergerak menggunakan sirip. Di sisi kanan dan kiri tubuhnya terdapat gurat sisi yang berfungsi sebagai alat keseimbangan. Gurat sisi juga berfungsi untuk mengetahui arah arus air dan kedalaman air tempat ikan berenang.

Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan; biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes).

(3)

yang bersisik, bernapas dengan insang. Bermacam-macam spesies hidup dalam air tawar dan bergaram salah satunya adalah kelas osteichtyes.

Pada ikan, hewan yang termasuk ke dalam kelas ikan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

1. Tempat hidupnya di air. Permukaan tubuhnya licin berlendir dan pada umumnya tertutup oleh sisik. Sisik merupakan rangka luar yang tersusun rapat seperti genting. Susunan sisik semacam itu, misalnya terdapat pada ikan mas.

2. Alat pernapasannya berupa insang. Insang pada ikan bertulang sejati, umumnya terlindung oleh tutup insang. Insang pada ikan bertulang rawan pada umumnya tidak terlindung oleh tutup insang.

3. Pada sisi kiri dan kanan tubuh ikan tedapat garis memanjang dari belakang tutup insang hingga ekor. Garis itu disebut gurat sisi yang berfungsi sebagai indra keenam ikan, yaitu untuk mengetahui perubahan tekanan air.

4. Alat geraknya sesuai dengan tempat hidupnya, yaitu berupa sirip. Sirip terdiri atas sirip dada, sirip punggung, sirip perut, sirip anus, dan sirip ekor.

5. Ikan berkembang biak secara kawin, yaitu melalui pembuahan yang dilakukan di luar tubuh. Ikan bersifat ovipar atau bertelur. Mengeluarkan telurnya atau bersifat ovipar

6. Ikan termasuk hewan berdarah dingin. 7. Mulut terdapat di bagian depan tubuh.

8. Celah insang satu di masing-masing sisi kepala.

9. Sirip ekor memiliki panjang yang sama pada bagian atas dan bawah. 10. Kulit licin karena sekresi mucus oleh kelenjar pada kulit

11. Ususnya panjang dan ramping menggulung 12. Fertilisasi terjadi di luar tubuh

Pada praktikum ini, kami mengamati spesies ikan yang bernama Oreochromis niloticus dan Cyprinus caprio.

Oreochromis niloticus

Klasifikasi

Kelas :Osteichthyes

Ordo :Percomorphi

(4)

Genus :Oreochromis

Spesies : Oreochromis niloticus

Ikan nila merupakan ikan sungai atau danau yang ocok di pelihara di perairan tawr yang tenang, kolam dapat berkembang pesat pada perairan payau misalnya tambak. Berdasarkan morfologinya, kelompok ikan oreochromis ini memang berbeda dengan kelompok tilapros. Secara umum bentuk tubuh ikan nila panjang dan ramping dengan sisik berukuran besar. Matanya besar menonjol, dan bagian tepinya berwarna putih, gurat sisi terputus di bagian bawah badan (Amri,2003)

Cyprinus caprio

Klasifikasi Ikan Mas menurut saanin (1984) adalah sebagai berikut :

Filum : Chodata

Kelas : Pisces

Ordo : Ostariophysi

Famili : Cyprinidea

Genus : Cyprinus

Spesies : Cyprinus caprio L

Ikan emas adalah ikan yang hidup di air tawar yang sering kita jumpai di kolam – kolam peternakan ikan. memiliki bentuk tubuh yang memanjang pipih kesamping dan lunak, yang termsuk dalam golongan teleostei. Tubuhnya terbungkus oleh kulit yang bersisik, berenang dengan menggunakan sirip dan bernafas dengan menggunakan insang.

IV. Alat dan Bahan Alat:

1. Papan parafin (1 buah)

(5)

TOPOGRAFI

1. Cor (jantung), berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. 2. Gelembung udara, berfungsi sebagai alat pernapasan saat berenang

3. Ventriculus, berfungsi sebagai alat menampung makanan sementara, atau tempat mencerna makanan secara kimiawi, dimana di dalam vebtriculus makanan akan di cerna lebih lanjut. 4. Hepar (hati), berfungi sebagai tempat menawarkan racun dan merombak sel-sel darah

merah.

5. Intestinum (usus), usus terbagi mejadi dua bagian, yaitu usus halus dan usus besar. Usus halus berfungsi sebagai tempat penyaringan sari-sari makanan. Sedangkan pada usus besar berfungsi untuk menyerap air dan garam-garam mineral yang masih dibutuhkan dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan feses sementara.

6. Insang 7. Gonad

(6)

MORFOLOGI

Pada ikan nila jantan ujung sirip berwarna kemerah-merahan terang dan jelas, warna perut lebih gelap/kehitam-hitaman, warna dagu kehitam-hitaman dan kemerah-merahan. Sedangkan ikan nila betina ujung sirip berwarna kemerah-merahan pucat tidak jelas, warna perut lebih putih, warna dagu putih.

(7)

kepala. Sepasang tutup insang terletak di bagian belakang kepala. Selain itu, pada bagian bawah kepala memiliki dua pasang kumis yang pendek.

2. Badan : terdapat beberapa macam sirip serta garis rusuk (linea lateralis). Memiliki lima buah sirip, yaitu sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip dubur, dan sirip ekor. Sirip punggung panjang terletak di bagian punggung. Sirip dada sepasang terletak di belakang tutup insang, dengan satu jari-jari keras, dan yang lainnya berjari-jari lemah. Sirip perut hanya satu terletak pada perut.

Sisik ikan nila adalah tipe stenoid sisik yang bagian atasnya bergigi. Pada ikan emas memiliki sisik tipe Sikloid. yaitu berukuran besar dan tersusun rapi. Gurat sisi terputus di bagian tengah badan.

3. Ekor. Ekor disebut jaga sirip ekor. Sirip ikan nila memiliki tipe protocercal, dimana columna vertebralis berakhir sampai ujung ekor, dan ujungnya tumpul. Sedangkan sirip ekor ikan mas tipe homocercel, dimana columna vertebralis berakhir tidak persis di ujung ekor, tapi agak membelok sedikit, tapi ujungnya membagi diri menjadi dua bagian yang sama.

A. SISTEM DIGESTIVA

Alat pencernaan sebagai berikut:

1. Rongga mulut, di dalam rongga terdadat sebagai berikut

a. Lidah yang melekat pada dasar mulut dan tidak dapat di gerakan

b. Kelenjar-kelenjar lendir, tetapi tidak terdapat kelenjar ludah.

(8)

2. Faring, yaitu pangkal tenggorokan yang tempatnya yang sesuai dengan tempat insang. Sebagai tempat proses penyaringan makanan.

3. Kerongkongan yaitu kelanjutan faring yang terletak di belakang insang. Esofagus berperan dalam penyerapan garam melalui difusi pasif menyebabkan konsentrasi garam air laut yang diminum akan menurun ketika berada di lambung dan usus sehingga memudahkan penyerapan air oleh usus belakang dan rectum (proses osmoregulasi)

4. Lambung yaitu kelanjutan kerongkongan yang merupakan pembesaran dari usus. Ventriculus, berfungsi sebagai alat menampung makanan sementara, atau tempat mencerna makanan secara kimiawi, dimana di dalam vebtriculus makanan akan di cerna lebih lanjut.

5. Ususnya panjang dan berliku-liku. Intestinum (usus), usus terbagi mejadi dua bagian, yaitu usus halus dan usus besar.

Pada saluran pencernaan terdapat beberapa kelenjar pencernaan, antara lain:

a) Hati, terletak di bagian muka rongga badan meluas mengelilingi usus. Hepar (hati), berfungi sebagai tempat menawarkan racun dan merombak sel-sel darah merah.

b.) kantong empedu, yang berfungsi untk menampung empedu yang dihasilkan oleh sel-sel hati.

c) Pangkereas terletak dibagian lambung dan usus. Pankreas merupakan organ yang mensekresikan bahan (enzim) yang berperan dalam proses pencernaan.

Pada ikan mas hanya terdapat 1 kelenjar pencernaan yang disebut hepato pankreas, yaitu kelenjar yang dibangun oleh sel-sel kelenjar hati dan sel-sel kelenjar pankreas yang telah bersatu.

(9)

Insang berbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap. Tiap lembaran insang terdiri dare sepasang filamen, dan tiap filamen mengandung banyak lapisan tipis (lamela).

Insang pada ikan tersusun atas bagian-bagian sebagai berikut :

1. Tutup insang (operculum), berfungsi melindungi kepala dan mengatur mekanisme aliran air sewaktu bernapas. Operculum di bagian kiri dan kanan yang masing-masing terdiri dari 4 keping, berfungsi sebagai klep atau katup pada saat air masuk ke dalam rongga mulut. 2. Selaput tipis di pinggiran operculum (membrane brankiostega).

3. Lengkung insang (arkus branchialis). Tumbuh pada rigi-rigi yang berguna untuk menyaring air pernapasan yang melaui insang. berfungsi : tempat melekatnya tulang tapis insang dan daun insang, mempunyai banyak saluran-saluran darah dan saluran syaraf.

4. Lembaran (filamen) insang (holobranchialis), berwarna kemerahan, tersusun atas jaringan lunak berbentuk sisir. Berfungsi : tempat terjadinya pertukaran gas oksigen dan karbondioksida.

5. Saringan insang (tapis insang), berfungsi untuk menjaga agar tidak ada benda-benda asing yang masuk ke dalam rongga insang.

(10)
(11)
(12)

Terdiri dari dua hal, yaitu:

 Genital

Organ kelamin (gonad). Gonad adalah organ reproduksi yang berfungsi menghasilkan sel kelamin (gamet). Gonad dapat berfungsi untuk mengontrol karakteristik kelamin sekunder. Gonad ikan betina dinamakan ovari dan gonad ikan jantan dinamakan testes. Gonad terletak pada bagian anus yang memanjang kedepan mengisi rongga perut.

(13)

organ yang bernama ovari dan terdapat 3 buah lubang pada urogenetial yaitu: dubur, lubang pengeluaran telur dan lubang urine dan jika perut distriping tidak mengeluarkan cairan.

 Uropoeticum

Ginjal : teletak di atas rongga perut, di luar peritonium, di bawah tulang punggung dan aorta dorsalis, sebanyak satu pasang, berwarna merah, memanjang. Fungsi ginjal :

1. menyaring sisa-sisa proses metabolisme untuk dibuang, zat-zat yang diperlukan tubuh diedarkan lagi melalui darah.

2. mengatur kekentalan urin yang dibuang untuk menjaga keseimbangan tekanan osmotik cairan tubuh.

D. SISTEM KARDIOVASKULER

(14)

- Jantung terletak di bagian anterior daerah abdomen yang berbatasan dengan tutup insang dan di bungkus oleh selaput. Jantung ikan berfungsi : memompa darah ke seluruh tubuh. Selain itu, terdapat organ sinus venosus, yaitu struktur penghubung berupa rongga yang menerima darah dari vena dan terbuka di ruang depan jantung. Sinus venosus berdinding tipis, berwarna merah cokat, terletak di caudal dorsal cor. Terdiri atas dua ruangan (atriculum dan ventricullum) dengan sinus venosus dan corus arteriosus yang bersifat daerah vena, terdapat empat pasang archus opticus.

- a) Atrium, berdinding tipis, berwarna merah

- b) Ventrikel, berdinding tebal, sebagai pemompa darah - c) Bulbus arteriosus, berdinding tebal, berwarna putih

- Vena terdapat sepasang, yaitu vena cardinalis anterior dan posterior yang menuju ke sinus venosus: atrium dan ventrikel dan aorta ventrinalis

Ketika fase embrio, atrium terletak di belakang ventrikel, sedangkan ketika fase dewasa terjadi pergeseran sehingga serambi (atrium) menjadi di atas ventrikel.

DAFTAR PUSTAKA

http://faisalnento.blogspot.com/2012/09/laporan-praktikum-pisces_5.html

http://cahaya-kebiruan.blogspot.com/2012/05/laporan-praktikum-kelas-pisces-biologi.html

http://dahlia-pendidikanscience.blogspot.com/2011/12/laporan-praktikum-fiswan-pisces.html

http://linc3zbio.blogspot.com/2009/07/praktikum-ikan-mas-cyprinus-carpio.html

http://anatomipisces.blogspot.com/2010/04/laporan-anatomi-pisces.html

Referensi

Dokumen terkait

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,