• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengantar Sosiologi dan Antropologi 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengantar Sosiologi dan Antropologi 1"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

SOSIOLOGI-ANTROPOLOGI

PENGANTAR

A. SOSIOLOGI

Adanya pemikiran tentang masyarakat yang lambat laun mendapat bentuk sebagai ilmu pengetahuan yang dinamakan Sosiologi.

Faktor Pendorong:

-Meningkatnya perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat. -Perubahan yang terjadi pada masyarakat.

-Timbul persoalan kejahatan, pelanggaran, pelacuran, pengangguran kemiskinan, konflik dll. Auguste Comte (abad ke-19), Prancis.

“Semua penelitian terhadap permasalahan kemasyarakatan dan gejala-gejala masyarakat melalui

tahap terakhir, yaitu tahap ilmiah”.

(2)

SOSIOLOGI

Auguste Comte :

-Sosiologi harus dibentuk berdasarkan pengamatan, tidak berspekulasi perihal keadaan masyarakat.

-Hasil Observasi harus disusun secara metodis dan metodologis. -Buku karyanya Positive-Philosophy (1842)

Herbert Spencer dari Inggris

Mengembangkan suatu sistematika penelitian masyarakat dalam bukunya yang berjudul

Principles of Sociology. Membuat Sosiologi berkembang pesat dalam abad ke-20 terurama di Jerman, Prancis dan Amerika Serikat.

(3)

Ilmu Pengetahuan

Manusia sbg makhluk yang sadar, mampu berpikir, berkehendak dan merasa. Dengan pikirannya manusia mendapatkan (ilmu) pengetahuan. Dengan kehendaknya manusia mengarahkan perilakunya dan dengan perasaannya manusia dapat mencapai kesenangan. Sarana untuk memelihara dan meningkatkan ilmu pengetahuan dinamakan logika, yang menunjukkan bagaimana manusia berpikir secara tepat dengan berpedoman pada ide kebenaran.

Apakah Sosiologi merupakan suatu ilmu pengetahuan?

Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan (

knowledge

) yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran, yang selalu dapat diperiksa dan ditelaah (dikontrol) dengan kritis oleh setiap orang yang ingin mengetahuainya.

Unsur-unsur:

1. Knowledge

2. Sistematis

3. Menggunakan pemikiran

(4)

Pengetahuan

Adalah kesan didalam pikiran manusia sebagai hasil penggunaan panca

inderanya.

Berbeda dengan kepercayaan (beliefs), takhayul (supersitions) dan

penerangan-penerangan yang keliru (misinformations).

Pengetahuan berbeda dengan buah pikiran (ideas), karena tidak semua buah

pikiran merupakan pengetahuan.

Pengetahuan yang tersusun secara sistematis

Sistematika berarti urutan-urutan tertentu, unsur-unsur yang merupakan

suatu kebulatan sehingga dengan adanya sistematika tersebut akan jelas

tergambar garis ilmu pengetahuan.

Setiap bagian dari suatu keseluruhan dapat dihubungkan dengan yang

lainnya.

(5)

Pokok Bahasan Sosiologi

Pokok bahasan sosiologi ada empat:

1. Fakta Sosial sebagai cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berada

di luar individu dan

mempunyai kekuatan memaksa dan mengendalikan individu tersebut.

Contoh, di sekolah seorang murid diwajibkan untuk datang tepat waktu,

menggunakan seragam, dan bersikap hormat kepada guru.

Kewajiban-kewajiban tersebut dituangkan ke dalam sebuah aturan dan memiliki sanksi

tertentu jika dilanggar. Dari contoh tersebut bisa dilihat adanya cara

bertindak, berpikir, dan berperasaan yang ada di luar individu (sekolah), yang

bersifat memaksa dan mengendalikan individu (murid).

2. Tindakan Sosial sebagai tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan

perilaku orang lain.

Contoh, menanam bunga untuk kesenangan pribadi bukan merupakan

(6)

Pokok Bahasan Sosiologi

3. Khayalan Sosiologis sebagai cara untuk memahami apa yang terjadi di

masyarakat maupun yang ada dalam diri manusia. Menurut Wright Mills, dengan

khayalan sosiologi, kita mampu memahami sejarah masyarakat, riwayat hidup

pribadi, dan hubungan antara keduanya. Alat untuk melakukan khayalan sosiologis

adalah permasalahan (troubles) dan isu (issues). Permasalahan pribadi individu

merupakan ancaman terhadap nilai-nilai pribadi. Isu merupakan hal yang ada di luar

jangkauan kehidupan pribadi individu.

Contoh, jika suatu daerah hanya memiliki satu orang yang menganggur, maka

pengangguran itu adalah masalah. Masalah individual ini pemecahannya bisa

lewat peningkatan keterampilan pribadi. Sementara jika di kota tersebut ada 12

juta penduduk yang menganggur dari 18 juta jiwa yang ada, maka pengangguran

tersebut merupakan isu, yang pemecahannya menuntut kajian lebih luas lagi.

4. Realitas Sosial adalah penungkapan tabir menjadi suatu realitas yang tidak

terduga oleh sosiolog dengan mengikuti aturan-aturan ilmiah dan melakukan

(7)

B. Antropologi

• Antropologi, khususnya Antropologi Sosial, agak sulit dibedakan dengan Sosiologi, sehingga di beberapa perguruan tinggi dan lembaga-lembaga ilmiah, Antropologi dan Sosiologi

merupakan dua spesialisai yang seringkali digabungkan dalam satu bagian. • Antropologi pada dasarnya mempunya lima lapangan penyelidikan, yaitu :

1. Masalah sejarah terjadinya dan perkembangan manusia sebagai makhluk biologis.

2. Masalah sejarah terjadinya aneka warna bahasa yang di ucapkan oleh manusia di seluruh dunia 3. Masalah perkembangan dan pesebaran terjadinya aneka warna dan kebudayaan manusia di seluruh dunia.

4. Masalah dasar-dasar kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat suku-suku bangsa.

Bila melihat yang ke-4 dan ke-5, sukar sekali untuk mengadakan pembatasan yang tegas

dengan sosiologi. Ada yang berpendapat, bahwa Antropologi memusatkan perhatiannya pada masyarakat yang yang masih sederhana taraf kebudayaanya, sedangkan

Sosiologi menyelidiki masyarakat-masyarakat modern yang sudah kompleks.

(8)

Pengertian Antropologi

Antropologi berasal dari kata Yunani. Antropos yang berarti manusia atau orang, dan

Logos yang berarti studi (ilmu). Jadi, Antropolgi merupakan disiplin yang mempelajari

manusia berdasarkan rasa ingin tahu yang tiada henti-hentinya.

Antropologi merupakan salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari budaya

masyarakat. Juga mempelajari manusia sebagai makhluk biologis sekaligus makhluk

sosial.

Ilmu ini lahir atau muncul dari keterkaitan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri

fisik, adat istiadat dan budaya yang berada di Eropa.

(9)

Pengertian Antropologi

• Antropologi mempelajari :

1. Proses Evolusi Manusia, dari manusia primitif menjadi manusia modern, melalui proses mutasi, seleksi dan adaptasi, menghilangnya gen secara kebetulan.

Namun pandangan ini terbantahkan, karena sejak awal Tuhan menciptakan manusia pertama (Adam AS), tidak melalui proses evolusi dari makhluk primata, hal ini tertuang dalam Al Qur’an. Qs Al Hijr, ayat 28 : “Dan ingatlah ketika Tuhan-mu berfirman kepada malaikat, sesungguhnya Aku (Allah) hendak menciptakan seorang manusia (Adam) dari tanah kering dan lumpur hitam yang berbentu (berupa). Qs Ali Imran, ayat 59: “Dia (Allah) menjadikan Adam dari tanah,

kemudian Allah berfirman kepadanya ‘jadilah engkau’, lalu berbentuk manusia”.

2. Keragaman manusia secara fisik: ras Negroid, ras Mongoloid, ras Kaukasoid, ras Melanesia. Sesuai Al Qur’an surat Al Hujurat ayat 13: “Hai manusia, sesungguhnya Kami memciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku suapay kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

(10)

Pengertian Antroplogi

3. Antropologi mempelajari benda-benda fisik (kebudayaan material) yang pernah dibuat dan di pergunakan oleh masyarakat terdahulu (primitif). Berusaha menggali, merekonstruksi dan

memaknai kembali benda-benda fisik tersebut. Dari informasi tersebut dapat diketahui, kapan benda itu dibuat, pada masa apa, untuk kepentingan apa, bagaimana perubahan budaya yang terjadi saat itu, dsb.

4. Antropologi tidak semata-mata mempelajari masyarakat primitif, masyarakat yang sudah punah,

tetapi juga mempelajari masyarakat masyarakat sekarang dan mempelajari peristiwa-peristiwa sosial, perilaku budaya, sistem religi, sistem organisasi sosial (keluarga, klan, kekerabatan,

perkumpulan, asosiasi) serta sistem budaya yang sudah berlangsung. 5. Antropologi mempelajari bahasa-bahasa, yang disebut Etnolingustik.

6. Antropologi mempelajari semua aspek diatas : keanekaragaman fisik manusia, tahapan

(11)

Antropologi sebagai ilmu

• Antroplogogi sebagai ilmu mempelajari, menganalisa dan mendeskripsikan manusia secara

holistic (menyeluruh).

Claude Levi-Strauss: Antroplogi itu menempatkan manusia sebagai bahan penelitiannya, tetapi berbeda dengan ilmu sosial lainnya, dimana mencoba menangani bahan penelitiannya melalui aspek yang sangat luas :

Kebudayaan sebagai suatu sistem simbol yang merupakan kreasi akal kumulatif dan disalurkan

melalui mitos, seni, hubungan kekeluargaan dan bahasa.

Carol R Ember dan Melvin Ember : Sifat khas yang membedakan Antropologi dengan ilmu lainnya

bahwa ilmu ini memliki perhatian terhadap manusia yang mendiami tempat manapun dari bumi ini dan hidup pada jam manapun.

Referensi

Dokumen terkait

Program yang dilaksanakan untuk PKS di bawah tempoh RMK-8 tertumpu pada peningkatan rantaian antara PKS dengan syarikat besar, mewujudkan akses kepada pasaran

Adalah dosen dengan latar belakang minimal S1/D-IV dalam bidang kesehatan atau keperawatan/kebidanan dengan pengalaman minimal 2 tahun. Jumlah konsultasi bimbingan

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan salah satu teknik klasifikasi yaitu Fuzzy ID3 ( Iterative Dichotomiser ) Decision Tree pada data hasil pemeriksaan lab pasien dan

Berdasarkan tabel V.3 pengujian dilakukan untuk menunjukkan pemamfaatan solar tracking sistem untuk menyalakan lampu, dimana energi listrik yang diperoleh dari sinar matahari

Hal ini sesuai dengan tujuan dari digunakannya media tulisan yang “….bersifat situasional yaitu digunakan sesuai dengan kondisi dan tempat dimana tulisan tersebut

Komisaris independen adalah anggota dewan komisaris yang tidak terafiliasi dengan manajemen, anggota dewan komisaris lainnya dan pemegang saham pengendali, serta

Implikasi terhadap temuan hasil penelitian dengan teori yang digunakan menjelaskan bahwa keberhasilan Unit Bisnis Cargo PT Garuda Indonesia dalam menciptakan pemasaran

Karena masa remaja dalam pertumbuhannya masih mencari jati diri untuk membentuk karakter kepribadiannya, maka kegiatan positif yang dilakukan oleh remaja tentunya akan berpengaruh