• Tidak ada hasil yang ditemukan

T1__BAB III Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Peran Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal dalam Melaksanakan Program Bantuan Siswa Miskin T1 BAB III

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "T1__BAB III Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Peran Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal dalam Melaksanakan Program Bantuan Siswa Miskin T1 BAB III"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari Hasil Penelitian dan Analisis diatas sebagaimana diuraikan pada bab terdahulu,

maka dalam penelitian ini dapat ditarik kesimpulan dari Indikator dibawah ini :

1. Peran Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal dalam melaksanakan program Bantuan

Siswa Miskin

Sesuai dengan data diatas dapat disimpulkan mengenai pemberian bantuan tidak ada

100% yang menerima, seperti di Kecamatan Patean yang seharusnya menerima tidak ada

sama sekali atau 0%, tidak sesuai dan berbanding terbalik dengan Kecamatan Limbangan

yang sebagian anaknya masih mendapatkan atau menerima haknya dalam pemberina

bantuan biaya pendidikan yang diberikan oleh Kabupaten Kendal dengan prosentasi 6.88%,

Namun masih tidak sesuai yang diamanatkan oleh UUD bahwa sebagian 20% dana APBD

untuk pembiayaan atau pendanaan dalam pendidikan, dengan meningkatkan kesadaran

masyarakat dalam penerimaan BSM untuk melaporakan kepada Dinas pendidikan Kabupaten

Kendal.

2. Hambatan yang terjadi dalam program Bantuan Siswa Miskin di Kabupaten Kendal

2.1 Faktor aturan Program

a. Kuota yang terbatas bagi siswa yang kurang mampu

c. Ketetapan sasaran penerima BSM masih banyak rumah tangga yang

masih digolongkan mampu.

2.2 Faktor Pemerintah

(2)

b. Tidak adanya Pengawasan atas Pengelolaan dan Penyelenggaraan

pendidikan

2.3 Faktor Kebijakan sekolah

a. Masalah pendataan yang sering tidak akurat, masih banyak yang

tidak menerima

b. Pencairan BSM yang langsung ke rekening siswa menyebabkan

sekolah tidak mampu mengontrol penggunaan BSM yang diterima

siswa

c. Kurangnya keterlibatan Sekolah dan komite sekolah di dalam

pengelolaan dana BSM yang diterima oleh siswa

c. Kurangnya koordinasi Pemerintah dengan sekolah dalam

pelaksanaan program BSM

2.4 . Faktor Koordinasi Pemerintah kepada sekolah

-Kurangnya sumber daya manusia yang memadai

2.5 Faktor Sarana dan Prasarana

a. Kurangnya ketersediaan dana dan minimnya akses ke daerah-daerah

terpencil

b. Kurangnya Pengawasan dalam pengelolaan BSM

c. Minimnya kegiatan untuk monitoring dan valuas

B. SARAN

1. Proses pendataan siswa penerima BSM hendaknya berasal dari bawah, misalnya

melibatkan Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), Kelurahan dan Sekolah,

bukan dilakukan dan ditentukan oleh pemerintah pusat agar meminimalisir kesalahan

(3)

2. Sekolah dan komite sekolah seyogyanya dilibatkan dalam pengelolaan BSM yang

diterima oleh siswa, misalnya siswa diminta untuk melaporkan penggunaan uang

yang diterima dari BSM kepada dinas pendidikan kabupaten. Dengan demikian, BSM

digunakan untuk kepentingan pendidikan siswa.

3. Meningkatkan kesadaran orang tua dan siswa agar tidak menyalahgunakan dana

BSM sehingga dana BSM benar-benar dimanfaatkan untuk keperluan sekolah.

4. Meningkatkan koordinasi Pemerintah serta antar pelaksana Program BSM yaitu

lintas direktorat dan lintas lembaga (Kemendikbud dan Kemenag) serta

menyosialisasikan program kepada masyarakat luas mengingat program ini baru

dilaksanakan dan belum semua masyarakat mengetahuinya.

5. Masyarakat diharapkan melapor ke pihak yang berwenang apabila menemukan

kasus penyelewengan dana BSM. Diharapkan masyarakat dan pemerintah dapat

bersama-sama bersinergi dalam mengawasi pelaksanaan program BSM ini, agar

Referensi

Dokumen terkait

Sekolah (BOS) di SMP Negeri 2 Sukorejo Kabupaten Kendal telah dilaksanakan dengan baik walaupun dengan adanya beberapa kendala utama yaitu keterlambatan transfer dana dalam masuk

“ PERSEPSI SISWA TERHADAP PROGRAM BANTUAN SISWA MISKIN (BSM) DI SMA N.7 YOGYAKARTA ”.. Dosen Pembimbing

Hambatan- hambatan yang dialami Dinas Koperasi antara lain dari faktor internal yaitu minimnya kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) pembina koperasi, Sarana dan

Peran Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten.. Semarang terhadap KSP di Kabupaten Semarang yang meliputi

Perlindungan Sosial Program Bantuan Siswa Miskin di Desa Gumpa Kecamatan Dusun Timur Kabupaten Barito Timur diharapkan dapat membantu permasalahan kebutuhan

DISKRESI DALAM PELAKSANAAN PROGRAM BANTUAN SISWA MISKIN SEKOLAH DASAR (BSM-SD) (STUDI KASUS DI SEKOLAH DASAR NEGERI SEBANEN II KALISAT KABUPATEN JEMBER); Aulia

Sistem ini menjadi solusi dan mempermudah petugas kelurahan untuk pembagian bantuan, sistem ini berguna untuk menyeleksi penerimaan bantuan beras miskin berbasis mobile.

Pada sebuah penelitian yang berjudul Sistem Pendukung Keputusan Kelayakan Penerimaan Bantuan Beras Miskin dengan Metode Weighted Product (WP) Di Kelurahan Karikil