• Tidak ada hasil yang ditemukan

Beberapa Permasalahan Ekonomi Indonesia (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Beberapa Permasalahan Ekonomi Indonesia (1)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Beberapa Permasalahan Ekonomi Indonesia

Indonesia menggunakan system perekonomian kerakyatan, jadi semua kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak diatur dan dikendalikan oleh pemerintah. Semua hal yang berhubungan dengan kebijakan dan kelangsungan hidup masyarakat Indonesia diatur oleh kebijakan – kebijakan dan peraturan pemerintah.

Tanda-tanda perekonomian mulai mengalami penurunan diawali Bagi Indonesia, dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi maka harapan meningkatnya pendapatan nasional (GNP), pendapatan persaingan kapita akan semakin meningkat, tingkat inflasi dapat ditekan, suku bunga akan berada pada tingkat wajar dan semakin bergairahnya modal bagi dalam negeri maupun luar negeri.

(2)

Selama tiga tahun dari 2005, 2006, dan 2007 perekonomian Indonesia tumbuh cukup signifikan (rata-rata di atas 6%), menjadikan Indonesia saat ini secara ekonomi cukup dipertimbangkan oleh perekonomian dunia. Hal ini dapat dilihat dengan diundangnya Indonesia ke pertemuan kelompok 8-plus (G8plus) di Kyoto Jepang pada bulan Juli 2008 bersama beberapa negara yang disebut BRIICS (Brasil, Rusia, India, Indonesia dan South Africa).

Pada tahun 2008 pendapatan per kapita Indonesia sudah meliwati US$ 2.000, bahkan pada tahun 2009, GDP Indonesia ditetapkan di atas angka 5.000 triliun Rupiah atau setara dengan US$ 555 milyar. Angka-angka ini cukup mendukung estimasi bahwa pada tahun 2015 Indonesia sudah menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia dengan GDP di atas US$ 1 triliun. Namun masih banyak hambatan yang dihadapi oleh perekonomian Indonesia untuk menuju kesana, misalnya; kondisi infrastruktur perekonomian (seperti jalan, jembatan, pelabuhan dan listrik), tingginya angka pengangguran (kisaran 9%), tingginya inflasi yang disebabkan oleh meningkatnya harga energi dunia (sudah menyentuh 11,,%), belum optimalnya kedatangan FDI ke Indonesia, belum optimalnya peranan APBN sebagai stimulus ekonomi (belum ekspansif).

Dari sekian banyak masalah perekonomian yang dapat mewujudkan target pemerintah dapat dikelompokan menjadi masalah yang paling pokok karena dampaknya yang meluas yaitu tentang permasalahan ketenagakerjaan yang melingkupi tingginya jumlah pengangguran dan tingginya tingkat inflasi yang terjadi di Indonesia merupakan hal yang mendasari semua permasalahan – permasalahan sosial di Indonesia.

 Pengangguran

(3)

Pengangguran merupakan masalah utama yang harus dihadapi perekonomian indonesia. Ada beberapa penyebab tingginya pengangguran diantaranya seperti tidak seimbangnya jumlah pekerja dan lapangan pekerjaan yang tidak tersedia, Selain itu tidak cocoknya tenaga yang tersedia dengan spesifikasi yang dicari penyedia lapangan pekerjaan. Penyebab yang lain adalah pendidikan yang tidak cukup dengan standart yang dibutuhkan.

 Jenis-jenis Pengangguran : - Berdasarkan jam kerja :

1. Pengangguran Terselubung: Pengangguran disini adalah kumpulan SDM yang tidak bekerja secara optimal desebabkan karena alasan tertentu.

2. Setengah Menganggur: SDM disini tidak bekerja karena tidak tersedianya lapangan pekerjaan.

3. Pengangguran terbuka: SDM disini merupakan tenaga kerja yang tidak punya pekerjaan sama sekali.

- Berdasarkan penyebab terjadinya :

1. Pengangguran Friksionil: SDM disini menganggur karena mereka memilih untuk menganggur karena menunggu pekerjaan yang lebuh berkualitas atau lebih cocok dengan mereka.

(4)

3. Pengangguran Teknologi: SDM disini diberhentikan perusahaan atau tidak direkrut karena perusahaan sudah tidak membutuhkan tenaganya lagi, karena pekerjaannya sudah diambil alih oleh mesin karena perkembangan teknologi.

4. Pengangguran Siklikal: SDM menjadi pengangguran karena pengurangan tenaga kerja secara menyeluruh.

5. Pengangguran musiman: SDM menjadi pengangguran karena pekerjaanya bersifat musiman. Apabila musimnya sudah habis pekerjaannya sudah tidak ada lagi.

6. Pengangguran Konjungtural: SDM menjadi pengangguran dipengaruhi oleh perubahan perekonomian.

 Penyebab Terjadinya Pengangguran 1. Penduduk yang relatif banyak

2. Pendidikan dan keterampilan yang rendah

3. Angkatan kerja tidak dapat memenuhi persyaratan yang diminta dunia kerja

4. Teknologi yang semakin modern

5. Pengusaha yang selalu mengejar keuntungan dengan cara melakukan penghematan-penghematan.

6. Penerapan rasionalisasi

7. Adanya lapangan kerja yang dengan dipengaruhi musim

8. Ketidakstabilan perekonomian, politik dan keamanan suatu Negara

(5)

1. Pendapatan nasional rill (nyata) yang dicapai oleh masyarakat lebih rendah daripada pendapatan potensial (pendapatan yang seharusnya). Sehingga kemakmuran yang dicapai oleh masyarakat pun lebih rendah.

2. Pengangguran menyebabkan kegiatan perekonomian menurun sehingga kegiatan pembangunan pun akan terus menurun.

3. Tingkat kemakmuran yang dapat dinikmati masyarakat lebih rendah daripada tingkat kemakmuran yang mungkin dicapainya.

4. Jumlah penduduk miskin semakin bertambah. 5. Meningkatkan tindakan kriminalitas.

 Upaya Mengatasi Pengangguran 1. Mengadakan program transmigrasi 2. Meningkatkan kualitas tenaga kerja 3. Mendorong majunya pendidikan

4. Mengintensifkan program keluarga berencana

 Inflasi

Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.

(6)

- Inflasi tarikan permintaan (demand pull inflation) (kelebihan likuiditas/uang/alat tukar) inflasi ini terjadi karena suatu kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian yang bersangkutan dalam situasi full employment dimanana biasanya lebih disebabkan oleh rangsangan volume likuiditas dipasar yang berlebihan. Membanjirnya likuiditas di pasar juga disebabkan oleh banyak faktor selain yang utama tentunya kemampuan bank sentral dalam mengatur peredaran jumlah uang, kebijakan suku bunga bank sentral, sampai dengan aksi spekulasi yang terjadi di sektor industri keuangan.

- Inflasi desakan biaya ( cost push inflation, terjadi akibat adanya kelangkaan produksi dan/atau juga termasuk adanya kelangkaan distribusi, walau permintaan secara umum tidak ada perubahan yang meningkat secara signifikan.

 Ada beberapa dampak dengan terjadinya Inflasi yaitu:  Dampak Postif Inflasi

1. Peredaran / perputaran barang lebih cepat.

2. Produksi barang-barang bertambah, karena keuntungan pengusaha bertambah.

3. Kesempatan kerja bertambah, karena terjadi tambahan investasi.

4. Pendapatan nominal bertambah, tetapi riil berkurang, karena kenaikanpendapatan kecil.

 Dampak Negatif Inflasi

1. Harga barang-barang dan jasa naik.

2. Nilai dan kepercayaan terhadap uang akan turun atau berkurang. 3. Menimbulkan tindakan spekulasi.

4. Banyak proyek pembangunan macet atau terlantar. 5. Kesadaran menabung masyarakat berkurang.

(7)

Inflasi diukur dengan menghitung perubahan tingkat persentase perubahan sebuah indeks harga. Indeks harga tersebut di antaranya:

- Indeks harga konsume (IHK) atau consumer price index (CPI), adalah indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang tertentu yang dibeli oleh konsumen.

- Indeks biaya hidup atau cost-of-living index (COLI).

- Indeks harga produsen adalah indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang-barang yang dibutuhkan produsen untuk melakukan proses produksi. IHP sering digunakan untuk meramalkan tingkat IHK di masa depan karena perubahan harga bahan baku meningkatkan biaya produksi, yang kemudian akan meningkatkan harga barang-barang konsumsi.

- Indeks harga komoditas adalah indeks yang mengukur harga dari komoditas-komoditas tertentu.

- Indeks harga barang-barang modal

- Deflator PDB menunjukkan besarnya perubahan harga dari semua barang baru, barang produksi lokal, barang jadi, dan jasa.

 Hubungan Antara Pengangguran dan Inflasi

(8)

Referensi

Dokumen terkait

terhadap perekonomian Indonesia dalam menyerap tenaga kerja sehingga masalah. pengangguran dan kemiskinan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, agar permasalahan tidak keluar dari pokok permasalahan yang sudah ditentukan, maka penulis membatasi ruang lingkup yang

Ketidakmampuan berprokreasi bagi seorang perempuan menjadi masalah yang sangat besar karena dua alasan yaitu bahwa memiliki anak, khususnya anak laki-laki, merupakan pokok

Pertumbuhan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang pesat didukung oleh target pemerintah dalam mewujudkan pertumbuhan perekonomian Indonesia berlandaskan pada

Pertumbuhan ekonomi suatu negara merupakan salah satu indikasi yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan negara tersebut.. Pertumbuhan ekonomi dapat dilihat

Dalam beberapa tahun terakhir, perekonomian Perancis cenderung stagnan akibat didera masalah pengangguran, yang jumlahnya mencapai 10 persen dari total angkatan kerja..

Islam memperkenankan negara untuk mengatur masalah perekonomian agar kebutuhan masyarakat baik secara individu maupun sosial dapat terpenuhi secara proporsional. Dalam Islam

Inflasi dapat juga didefinisikan sebagai salah satu proses kenaikan harga-harga dalam suatu perekonomian yang disebabkan dua masalah utama, pertama disebabkan tingkat