• Tidak ada hasil yang ditemukan

Identifikasi Pewarna Rhodamin B Pada Arum Manis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Identifikasi Pewarna Rhodamin B Pada Arum Manis"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

10

IDENTIFIKASI PEWARNA RHODAMIN B DALAM ARUM MANIS

ABSTRAK

Penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) bertujuan untuk meningkatkan atau mempertahankan nilai gizi atau daya simpan pangan dan membuat pangan menjadi kelihatan lebih menarik. Arum manis adalah jajanan yang ramai disukai oleh anak-anak karena memiliki rasa yang manis dan warna-warna yang menarik. Rhodamin B adalah zat pewarna-warna sintetik yang biasanya digunakan untuk pewarna tekstil atau pakaian. Berdasarkan Permenkes RI No. 033/2012 Rhodamin B merupakan salah satu bahan pewarna yang dilarang penggunaannya di dalam makanan. Tujuan pengujian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah jajanan arum manis mengandung Rhodamin B.

Metode identifikasi yang digunakan adalah metode reaksi kimia khusus dengan HCl pekat. Hasil identifikasi Rhodamin B adalah positif karena menghasilkan warna merah yang sama seperti warna baku pembanding. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa jajanan arum manis tidak layak untuk dikonsumsi karena mengandung bahan pewarna yang dilarang.

Kata kunci : Arum manis, Rhodamin B, HCl pekat.

Referensi

Dokumen terkait

Namun demikian masih terdapat produsen makanan, terutama pengusaha kecil, yang menggunakan zat-zat pewarna yang dilarang dan berbahaya bagi kesehatan, misalnya Rhodamin

Identifikasi Pewarna Rhodamin Pada Minuman Ringan Tanpa Merk yang Dijual Di Pasar Sentral Kota Makasar. Studi Penggunaan Pewarna Sintetis (Sunset Yellow, Tetrazine dan Rhodamin

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa saus sambal yang beredar di Kota Pekalongan tidak mengandung pewarna Rhodamin B, sehingga perlu dilakukan penelitian

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan Bakteri Escherichia coli dan Kandungan Zat Pewarna Rhodamin B pada. Makanan Jajanan di kantin

BAHAN DAN METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif dengan melakukan uji identifikasi pewarna rhodamin B pada

Dalam Karya Tulis Ilmiah ini penulis membahas tentang “ ANALISIS PEWARNA RHODAMIN B PADA BEBERAPA JENIS KOSMETIKA ” yang disusun sebagai salah satu syarat dalam

Hasil penelitian terhadap 41 jajanan pasar yang dijual di enam pasar Kecamatan Laweyan Kotamadya Surakarta sebanyak 15 sampel mengandung rhodamin B, yaitu: 42,86% di pasar Kadipolo,

27 Berdasarkan Gambar 5.2 menunjukkan bahwa hasil uji kromatografi lapis tipis pada kerupuk basah adalah sampel tidak mengandung Rhodamin B terlihat dari warna yang diperoleh dan