• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kode Etik Petugas LPSE Kementerian Luar Negeri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kode Etik Petugas LPSE Kementerian Luar Negeri"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

KODE ETIK PETUGAS

LAYANAN PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK KEMENTERIAN LUAR NEGERI

KODE ETIK

Untuk menjamin independensi, integritas, dan profesionalitas dalam menjalankan tugas dan wewenangnya, pegawai LPSE wajib:

1. Memegang sumpah dan janji jabatan.

2. Bersikap netral dan tidak berpihak, menjaga hubungan baik dengan sesama pegawai LPSE maupun pengguna layanan.

3. Menghindari terjadinya benturan kepentingan, dan selalu membina kerjasama yang baik dalam melaksanakan tugas.

4. Memberikan pelayanan kepada pengguna layanan dengan baik dan profesional.

5. Meningkatkan wawasan, pengetahuan dan kompetensi yang menjadi penunjang bidang tugasnya.

6. Bersikap terbuka dan responsif terhadap kritik, saran, keluhan, laporan serta pendapat orang lain atau pengguna layanan.

Untuk menjamin independensi, integritas, dan profesionalitas dalam menjalankan tugas dan wewenangnya, pegawai LPSE dilarang:

1. Melakukan penyalahgunaan wewenang dan jabatan serta perbuatan kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN);

2. Menerima pemberian dalam bentuk apapun baik langsung maupun tidak langsung yang diduga atau patut diduga dapat mempengaruhi pelaksanaan tugas dan wewenangnya. 3. Menunjukkan sikap dan perilaku yang dapat menyebabkan orang lain meragukan

independensinya

4. Menggunakan dan/atau mengedarkan zat psikotropika, narkotica dan atau sejenisnya yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan.

PENEGAKAN KODE ETIK

Pegawai yang melakukan pelanggaran Kode Etik dikenakan sanksi moral berupa:

1. Pernyataan permohonan maaf secara lisan dan atau tertulis atau pernyataan penyesalan, dan atau

2. Tindakan administratif hukuman disiplin berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 dalam hal terjadi pelanggaran disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Dugaan terjadinya pelanggaran Kode Etik dan Perilaku diperoleh dari :

(2)

3. Setiap pegawai yang mengetahui adanya dugaan terjadinya pelanggaran dan/atau menerima pengaduan dugaan pelanggaran dari masyarakat, dapat melaporkan kepada atasan dari Pegawai yang diduga melakukan pelanggaran.

4. Penyampaian pengaduan tersebut dilakukan secara tertulis dengan menyebutkan dugaan pelanggaran yang dilakukan, bukti-bukti dan identitas Pelapor, dan ditembuskan kepada Inspektorat Jenderal Kementerian Luar Negeri.

5. Atasan yang menerima pengaduan sebagaimana dimaksud wajib meneliti adanya dugaan pelanggaran tersebut dan menjaga kerahasiaan identitas pelapor.

6. Atasan yang menemukan adanya dugaan pelanggaran wajib meneliti adanya dugaan pelanggaran tersebut.

7. Berdasarkan hasil penelitian, Atasan dari Pegawai yang diduga melakukan pelanggaran dapat meneruskan kepada Pejabat yang berwenang secara hirarki.

REHABILITASI

Pegawai tidak terbukti melakukan pelanggaran Kode Etik berdasarkan keputusan hasil pemeriksaan Majelis Kode Etik direhabilitasi nama baiknya

PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

Referensi

Dokumen terkait

Apabila ada anggota yang diduga melakukan pelanggaran terhadap Kode Etik, baik dugaan tersebut berasal dari pengetahuan Dewan Kehormatan Daerah sendiri maupun

Dewan Kehormatan Pusat dapat mencari fakta pelanggaran atas prakarsa sendiri atau setelah menerima pengaduan secara tertulis dari seorang anggota perkumpulan atau orang lain

(1) KPU atau KPU Kabupaten/Kota sesuai dengan tingkatannya menerima laporan dan/atau pengaduan dari masyarakat terkait adanya dugaan pelanggaran Kode Etik,

Pengaduan dugaan pelanggaran Kode Etik oleh Dosen pada tingkat fakultas disampaikan kepada Dekan Fakultas dan selanjutnya Dekan membentuk Majelis Kode Etik untuk

Semua Profesional Applus+, juga Pihak Ketiga, harus melaporkan melalui Saluran Komunikasi setiap indikasi atau dugaan yang beralasan tentang tindakan yang

Pimpinan fakultas, atau pimpinan program pascasarjana dapat melaporkan dosen, pegawai administrasi atau mahasiswa yang terbukti telah melakukan pelanggaran etika yang

Komisi Etik Universitas Sari Mulia adalah badan yang dibentuk oleh Rektor yang berwenang mengawasi pelaksanaan Kode Etik, menerima dan memeriksa pengaduan pelanggaran kode

a. Pengadaan tertulis dari pegawai, mahasiswa dan/atau masyarakat; b. Temuan aparat pengawas fungsional. 2) Setiap orang yang mengetahui adanya dugaan pelanggaran Kode Etik