PROSIDING
SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
(SeNdiMat) 2013
Peran PPPPTK Matematika dalam Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan (PKB) Guru untuk Mendukung Implementasi
Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Matematika
ISBN: 978-602-70422-0-9
Tim penyunting makalah:
1.
Prof. Dr.rer.nat Widodo, M.S.
2.
Sumaryanta, M. Pd.
3.
Titik Sutanti, M.Ed.
ii
Makalah-makalah dalam prosiding ini telah direview dan dipresentasikan
dalam Seminar Nasional Pendidikan Matematika (SeNdiMat) 2013 pada
tanggal 13
–
14 November 2013 yang diselenggarakan oleh PPPPTK
Matematika.
Diterbitkan oleh:
PPPPTK Matematika
Jl. Kaliurang Km.6 Sambisari Condongcatur Depok Sleman
Daerah Istimewa Yogyakarta
iii
Tim reviewer prosiding:
1.
Prof. Dr.rer.nat Widodo, M.S.
2.
Dr. Sahid
3.
Dr. Supinah
4.
Dr. Wahyudi
5.
Dra. Sri Wardhani
6.
Drs. Rachmadi Widdiharto, M.A.
7.
Dra. Th. Widyantini, M. Si.
8.
Adi Wijaya, S. Pd., M.A.
9.
Sumardyono, M.Pd.
10.
Sigit Tri G, M. Si.
11.
Untung T.S, S. Pd, M. Si.
12.
Fajar Shadiq, M. App. Sc.
13.
Drs. Markhaban, M. Si.
14.
Sapon Suryopurnomo, M. Si.
15.
Agus Dwi Wibawa, M. Si.
16.
Wiworo, S. Si, M. M.
17.
Drs. Marsudi Raharjo, M. Sc. Ed
18.
Dra. Pujiati, M. Ed.
19.
Drs. Agus Suharjana, M. Pd.
20.
Sri Wulandari D, S. Si., M. Pd. Si.
21.
Fajar Nur Hidayat, M. Ed.
22.
Joko Purnomo, M. T.
23.
Muh. Tamimuddin, M. T.
24.
Sumaryanta. M. Pd.
25.
Titik Sutanti, M.Ed.
26.
Marfuah, S. Si., M. T.
27.
Estina Ekawati, S. Si., M. Pd. Si.
28.
Ashari Sutrisno, M. T.
iv
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah yang telah memberikan kekuatan
sehingga prosiding SeNdiMat 2013 ini dapat diterbitkan. Prosiding ini merupakan
dokumentasi makalah yang telah dipresentasikan pada SeNdiMat 2013 yang
diselenggarakan pada tanggal 13 s.d 14 November 2014 di PPPPTK Matematika di
Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada SeNdiMat 2013 yang dibuka secara resmi oleh
Kepala BPSDMPK dan PMP, Prof. Dr. Syawal Gultom, M. Pd. ini dipresentasikan
188 judul makalah yang dalam 6 kategori makalah yaitu Evaluasi Pendidikan dan
Penilaian Pembelajaran Matematika, Inovasi Pembelajaran Matematika, Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Media dalam Pembelajaran Matematika,
Pembelajaran Matematika SD, SMP, atau SMA/SMK, Manajemen Sekolah dan
Supervisi Akademik, dan Matematika untuk Pendidik (
Mathematics for Educator).
Selain itu dipresentasikan juga makalah dari para
keynote speakerdan
invited speakerberikut ini.
1.
Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. (Kepala BPSDMPK & PMP)
Topik: Tantangan PKB Guru dalam Mendukung Implementasi Kurikulum 2013
2.Prof. Dr. rer.nat. Widodo, M.S. (Kepala PPPPTK Matematika)
Topik: Peran PPPPTK Matematika dalam Mendukung PKB bagi Pendidik dan
Tenaga Kependidikan Matematika dan Implementasi Kurikulum 2013
3.Prof. Dr. Tatang Herman, M. Ed. (FMIPA UPI Bandung)
Topik: Inovasi Pembelajaran Matematika sebagai Media PKB Guru untuk
Mendukung Implementasi Kurikulum 2013
4.
Prof. Dr. Suharsimi Arikunto (Guru Besar Emeritus UNY)
Topik: Penelitian Pendidikan Matematika dalam PKB Guru untuk Mendukung
Implementasi Kurikulum 2013
5.
Prof. Dr. Sri Wahyuni, M.S. (FMIPA UGM)
Topik: Matematika untuk Pendidik (
Mathematics for Educator)
6.
Anthony Salcito (Vice President Worldwide Public Sector Education
Microsoft corp. USA)
Topik:
Partners in Learning Worlwide and the Education Vision of MicrosoftSetelah melalui proses review dan revisi oleh pemakalah, dari 188 makalah yang
dipresentasikan terpilih 87 judul makalah yang diterbitkan dalam prosiding ini.
Semoga prosiding ini bermanfaat bagi kemajuan ilmu matematika secara umum dan
lebih khusus kemajuan pendidikan matematika di Indonesia. Akhir kata kami
ucapkan terimakasih dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi
terhadap terbitnya prosiding ini.
v
Ucapan Terimakasih
PPPPTK Matematika sebagai penyelenggara SeNdiMat 2013 mengucapkan
terimakasih kepada:
1.
Prof. Dr. Syawal Gultom, M. Pd. (Kepala BPSDMPK dan PMP)
2.
Prof. Dr. Tatang Herman, M. Ed. (FMIPA UPI Bandung)
3.
Prof. Dr. Suharsimi Arikunto (Guru Besar Emeritus UNY)
4.
Prof. Dr. Sri Wahyuni, M.S. (FMIPA UGM)
5.
Anthony Salcito
6.
Microsoft Indonesia
7.
Bank Mandiri
vi
DAFTAR ISI
Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Pendekatan Scientific
Oleh: Amalia Nurjannah, S.Pd(SMA Islam Terpadu Raudhatul Ulum) 1-9
Penerapan Pendekatan Scientific dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe
Numbered Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Matematika
Siswa Kelas XI Perhotelan SMKN 3 Klaten Tahun Ajaran 2013/2014
Oleh: Ambar Nurhayati(SMKN 3 Klaten) 10-19
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered-Head Together)
untuk Meningkatkan Keaktifan pada Pembelajaran Matematika di Kelas VIIIC SMP Muhammadiyah 8 Yogyakarta
Oleh: Anna Rachmawati, SP (SMP Muhammadiyah 8) 20-29
Proses Berpikir Siswa SMK dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Kecerdasan Ganda
Oleh: Anton Sujarwo (SMK Negeri 5 Surabaya) 30-42
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Materi Limit Fungsi melalui Metode Mind
Mapping pada Siswa Kelas XI IPS.3 SMA 1 Sragi Semester 2 Tahun 2012/2013
Oleh: Apriyanti Arifin (SMA 1 Sragi) 43-55
Meningkatkan Aktivitas Belajar Matematika dan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas X Multimedia SMK Negeri 3 Yogyakarta melalui Pembelajaran Kooperatif Problem Posing
Oleh: Arga Daniati, S.Pd. (SMK Negeri 3 Yogyakarta) 56-66
Implementasi Kriteria Persentil (P90, P95 Dan P99) untuk Analisis Kondisi Ekstrem di Daerah Berpola Curah Hujan Monsunal dan Lokal di Indonesia
Oleh: Arief Suryantoro (Bidang Pemodelan Atmosfer, Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer-
LAPAN) 67-75
Penggunaan Media Jejaring Sosial dan Dampaknya: Studi Kasus di SMK Negeri 1 Kendal
Oleh: Arif Ediyanto(SMK 1 Kendal) 76-84
Bus Micruled (Budaya Sekolah melalui Constructivist Learning Design) dengan Point+
(Penugasan, Observasi, Interview, Note, Presentasi, Plus Penghargaan) sebagai Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Kemampuan Kreatif Matematis pada Materi Hitung Keuangan Siswa Kelas XII PS SMK Negeri 1 Kendal
vii
Pembelajaran Metakognitif Berbasis Soft Skills pada Materi Aritmetika Sosial
Oleh: Atma Murni(FKIP Universitas Riau) 95-106
Pembelajaran Keliling Bangun Datar menurut Standar National Council of Teachers of Mathematics (NCTM) dengan Setting Kooperatif pada Siswa Kelas III SDN 8 Karangharjo
Oleh: Danang Iksan Maulana(SDN 8 Karangharjo) 107-113
Penerapan Metode Think Pair Share (TPS) untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Statistika Siswa Kelas XII TKJ 1 di SMK Negeri 1 Klaten Tahun Ajaran 2013/2014
Oleh: Darno(SMK Negeri 1 Klaten) 114-120
Diklat Online: Salah Satu Upaya PPPPTK Matematika Meningkatkan PKB Guru
Oleh: Diana, S.Pd(SMP Negeri 1 Pampangan) 121-128
Penggunaan Permainan Kartu Dominik dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar di Kelas IX UPTD SMPN 18 Tangerang
Oleh: Dyah Sinto Rini(UPTD SMPN 18 Tangerang) 129-140
Pembelajaran Matematika Realistik Berkonteks Selendang Toh Watu pada Materi Luas Daerah Persegi Panjang di Kelas III SD 1 Purworejo Kudus
Oleh: Eka Zuliana1), Henry Suryo Bintoro2) (Universitas Muria Kudus) 140-150
Peningkatan Proses dan Hasil Pembelajaran Matematika melalui Pendekatan Realistic
Mathematics Education Berbasis Media Visual di Kelas V SD Negeri 09 Kotapadang
Kabupaten Rejang Lebong
Oleh: Eko Budi Santoso, S.Pd (SDN 09 Kotapadang) 151-160
Pengaruh Pembelajaran Matematika dengan Strategi React terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman, dan Penalaran Matematis Siswa SMP
Oleh: Ena Suhena Praja(Prodi. Pendidikan Matematika - FKIP Unswagati) 161-172
Apakah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Tai dapat Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa SMA?
Oleh: Endah Setyarini(SMA Negeri 1 Wates,Kulon Progo) 173-182
Pemanfaatan Website Support sebagai Media Pembelajaran Berbasis ICT dalam Pembelajaran Matematika
viii
Mengembangkan Kemampuan Komunikasi dan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP melalui Penerapan Model Penemuan Terbimbing Menggunakan Tugas Bentuk Superitem
Oleh: Evi Hulukati1), Syamsu Qamar Badu2), Novianita Achmad2) (Universitas Negeri
Gorontalo) 192-204
Telaah Bahan Ajar Matematika Kurikulum 2013 terhadap Literasi Matematika Siswa SMP (Studi Kasus Implementasi Kurikulum 2013 Di SMPN 8 Tangerang)
Oleh: Fadiloes Bahar, S.Pd(SMP N 8 Tangerang) 205-215
Keefektifan Pembelajaran Matematika dengan Optimalisasi Pemanfaatan Lingkungan dan Alat Peraga Manipulatif sebagai Sumber Belajar terhadap Pengembangan Kreativitas Siswa
Oleh: Farida Nursyahidah, Isti Hidayah, Isnarto (FPMIPA IKIP PGRI Semarang) 216-225
Penerapan Pembelajaran Matematika Model CPS Berbantuan CD Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMK
Oleh: FX Rusgianto (SMK Negeri 3 Magelang) 226-236
Penerapan Strategi Pembelajaran Heuristik dengan Metode Bekerja Mundur untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas X7 SMA Negeri 1 Singaraja
Oleh: Gede Alit Narohita (SMA Negeri 1 Singaraja) 237-245
Matematika Ada di Kalender (Kalender Masehi sebagai Konteks Pembelajaran Matematika)
Oleh: Hasnah Yulia, S.Pd (SMP Negeri 3 Indralaya Utara) 246-255
Kurikulum Pembelajaran Matematika Abad 21: Pentingnya Penerapan TIK
Oleh: Hedi Budiman (Universitas Suryakancana Cianjur) 256-267
Permainan Congklak sebagai Media Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Ketrampilan Berhitung pada Siswa Slow Learner
Oleh: Heru Waseso (SD Muhammadiyah Sapen) 268-275
Implementasi Pembelajaran Problem Posing Tipe Within Solution Posing untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Ampelgading Kabupaten Malang
Oleh: Hidayah Susatri(SMPN 1 Ampelgading, Kab. Malang) 276-286
Siklus II Pengembangan Pembelajaran Pecahan di Kelas V Sekolah Dasar dengan Pendekatan Matematika Realistik
Oleh: Hongki Julie1, St. Suwarsono2, And Dwi Juniati3 (Universitas Sanata Dharma,
ix
Alternatif Pembelajaran Geogebra (Sebuah Studi Kasus)
Oleh: Joko Purnomo, M.T. (PPPPTK Matematika) 299-307
Identifikasi Curah Hujan Ekstrim di Kota Malang dengan Menggunakan Metoda
POT (Peaks Over Threshold)
Oleh: Juniarti Visa (Bidang Pemodelan Atmosfer - Pusat Sains Dan Teknologi Atmosfer –
Lapan) 308-316
CL-Star sebagai Model Pembelajaran Alternatif dalam Implementasi Kurikulum 2013
Oleh: Khasanan (SMP N 1 Ngadirejo, Demangan Ngadirejo, Temanggung) 317-325
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika melalui Pendekatan Kontekstual dengan Strategi React pada Materi Dimensi Tiga untuk Meningkatkan Komunikasi Matematis Mahasiswa
Oleh: Laelasari, M. Pd (FKIP Unswagati) 326-335
Karakteristik Tahapan Berpikir Kreatif Siswa dalam Pemecahan Masalah Dimensi Tiga Berdasarkan Tingkat Kemampuan Awal
Oleh: Mardiah Nuntung (SMA Negeri 5 Palu) 336-343
Student Teams Achievement Devision (STAD) Meningkatkan Prestasi Belajar
Kompetensi Luas dan Volum Bangun Ruang Sisi Datar Kelas VIII B SMP Muahammadiyah 9 Yogyakarta Tahun Pelajaran 2011-2012
Oleh: Margiyati (SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta) 344-352
Analisis Persepsi Guru tentang Impelementasi Kurikulum 2013 di Nusa Tenggara Timur
Oleh: Maria Agustina Kleden(Universitas Nusa Cendana, Kupang NTT) 353-361
Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia
Oleh: Masagus Zulkipli, S.Pd (SMP/SMA YPI Tunas Bangsa Palembang) 362-371
Pemanfaatan Media Pembelajaran Multimedia CD Interaktif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Oleh: Maya Saftari (STMIK Atma Luhur, Pangkalpinang) 372-380
Peningkatan Karakter Keingintahuan dan Hasil Belajar Matematika Peserta Didik melalui Model TPS di Kelas VII A SMP Negeri 10 Semarang Tahun 2012
Oleh: Miftahudin (SMPN 10 Semarang, Kota Semarang) 381-392
Implementasi Pembelajaran Matematika Hijau dengan Pendekatan Problem Based
Learning (PBL) Guna Mengembangkan Sikap Cinta Lingkungan pada Siswa SMAN 1
Keumala
x
Pembinaan Olimpiade Matematika Menggunakan Metode Diskusi Kelompok Kecil di Sekolah Menengah Atas
Oleh: Nur Isnaini Taufik (Pengawas SMA/SMK Dinas Pendidikan Kab. Ogan Komering Ulu
Sumatera Selatan) 400-410
Peningkatan Kemampuan Guru Matematika dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Implementasinya di Kelas melalui Supervisi Individual Pendekatan Kolaboratif pada SMA Binaan di Baturaja
Oleh: Nur Isnaini Taufik (Pengawas SMA/SMK Dinas Pendidikan Kab. Ogan Komering Ulu
Sumatera Selatan) 411-422
Pembelajaran Matematika Berbantuan Alat Peraga Trigon-NR untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Respon Siswa pada Materi Trigonometri Kelas X di SMA N 1 Jatibarang
Oleh: Nur Rokhman (SMAN 1 Jatibarang, Brebes) 423-431
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Alat Peraga dan Kurikulum 2013 untuk Peserta Didik SMP Kelas VIII di Provinsi Gorontalo
Oleh: Prof. Dr. Nurhayati Abbas, M.Pd1), Drs. Perry Zakaria, M.Pd2)(Univeristas Negeri
Gorontalo) 432-442
Tinjauan Kompetensi Guru SMK dalam Implementasi Kurikulum 2013
Oleh: Puji Lestari (STKIP Garut) 443-450
Open-Ended Problems Berbasis Kurikulum 2013
Oleh: Rantan Dwijayanti, S.Pd (Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren
Al-Ittifaqiah) 451-461
Pengembangan Modul Evaluasi Pembelajaran Menggunakan Teori Belajar Konstruktivisme
Oleh: Ratu Ilma Indra Putri (Program Magister Pendidikan Matematika FKIP Unsri) 462-471
Pramuka sebagai Salah Satu Pendekatan Tematik Intregatif dalam Kurikulum 2013
Oleh: Ratu Yuliana (Universitas Sriwijaya,Palembang, Sumatera Selatan) 472-481
Implementasi Lesson Study melalui Model Cooperatif Learning untuk Meningkatkan Kemandirian dan Prestasi Belajar Mahasiswa
Oleh: Rita P.Khotimah1), Masduki2) (Universitas Muhammadiyah Surakarta ) 482-491
Pemakaian Alat Peraga Garis Bilangan untuk Operasi Penjumlahan dan Inversnya
Oleh: Prof. Dr. Rusgianto H.S., M.Pd. (Jurusan Pendidikan Matematika FMIPS UNY,
xi
Ethnomathematics Sasak (Eksplorasi Geometri Tenun Suku Sasak Sukarara)
Oleh: Sabilirrosyad (Mahasiswa Pascasarjana/S2 UNESA) 505-515
Kolaborasi Antara Penemuan Terbimbing dengan Permainan Simulasi Matematika Berbantuan Alat Peraga Grafik Magnet Geser (GMG) dan Program Geogebra dalam Pembelajaran Matematika di SMA Negeri 1 Singkep Kabupaten Lingga
Oleh: Samsul Hadi (SMA Negeri 1, Lingga Utara, Kabupaten Lingga) 516-525
Penerapan Program Geogebra untuk Meningkatkan Motivasi dan Pemahaman Siswa Kelas XII-IPA5 (Akselerasi) di SMA Negeri 1 Sedayu dalam Materi Transformasi Geometri Tahun Pelajaran 2013/2014
Oleh: Sarwono (SMA Negeri 1 Sedayu) 526-533
Efektivitas Penggunaan Media Interaktif dengan Aplikasi Macromedia Flash 8 sebagai Alat Bantu Mengajar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika
Oleh: Setiyani (Universitas Swadaya Gunung Jati) 534-542
Mengembangkan Sendiri Soal Matematika Model Pisa
Oleh: Shahibul Ahyan1), Zulkardi2), Darmawijoyo3) (STKIP HAMZANWADI Selong, Lombok
Timur) 543-553
Menentukan Luas Bangun Datar Menggunakan Determinan
Oleh: Sigit Tri Guntoro (PPPPTK Matematika) 554-561
Peningkatan Kecakapan Peserta Didik dalam Menyelesaikan Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat dengan Media Papan Mesir Klasik
Oleh: Slamet Hariyadi (SMP Negeri 1 Tenggarang) 562-571
Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Topik Grafik Fungsi Siswa Kelas VIII G SMP N 1 Yogyakarta dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions ( STAD)
Oleh: Sri Utami (SMP N 1 Yogyakarta) 572-580
Penggunaan LKS Terstruktur pada Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas VIII SMPN 1 Brang Ene Kabupaten Sumbawa Barat
Oleh: Suci Kurnia (SMPN 1 Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat Provinsi Nusa
Tenggara Barat) 581-591
Menggunakan Ubin Aljabar untuk Meningkatkan Aktivitas dan Kemampuan Siswa Menyelesaikan Perkalian dan Pemfaktoran Bentuk Aljabar Siswa Kelas VIIIC SMP Negeri 11 Bulukumba
Oleh: Sugiati Tabrang¹, Ansar Langnge² (SMP Negeri 11 Bulukumba, Balleanging,
xii
Penerapan Pendekatan Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah Matematika Siswa Kelas X-1 SMA Negeri 1 Pundong
Oleh: Suharnanto (SMA Negeri 1 Pundong, Bantul) 602-611
Upaya Meningkatkan Keaktifan Siswa dalam Belajar Operasi Matriks melalui Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) dengan Alat Peraga Kartu Matriks di Kelas XII IPS SMA Negeri 1 Polanharjo Tahun Ajaran 2013/2014
Oleh: Sukardi (SMA Negeri 1 Polanharjo, Klaten)
612-620
Mempertimbangkan PWWs dalam Pembelajaran Matematika
Oleh: Sumardyono (PPPPTK Matematika) 621-629
Pendekatan Kualitatif dalam Penilaian Pembelajaran Matematika pada Kurikulum 2013
Oleh: Sumaryanta (PPPPTK Matematika) 630-637
Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika pada Siswa Kelas XA SMA Negeri 1 Tempel Tahun Ajaran 2013/2014 dengan Menggunakan Geogebra pada Topik Grafik Fungsi Kuadrat
Oleh: Sumiyati (SMAN 1 Tempel, Sleman) 638-647
Peningkatan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika dengan Pendekatan Cooperative LearningThink Pair Share (TPS)
Oleh: Sumiyati (SMK Ma’arif 1 Wates Kulon Progo) 648-658
Efektivitas Model Pembelajaran Project Based Learning untuk Meningkatkan Motivasi dan Keterampilan Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika
Oleh: Sumiyati (SMK Ma’arif 1 Wates Kulon Progo) 659-669
Peningkatan Motivasi Belajar Matematika Pasca Praktek Kerja Industri dengan Model Quantum Learning pada Siswa Kelas XII TKPI 1 SMK N 1 Temon Kulon Progo Tahun Ajaran 2013/2014
Oleh: Supartini (SMK N 1 Temon) 670-681
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VIII B SMP Negeri 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014
Oleh: Suramanto (SMP Negeri 2 Yogyakarta) 682-691
Eksplorasi Attributive Benda Semi Konkrit untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Pembelajaran Operasi Hitung
xiii
Model Snowball Throwing dalam Pemecahan Masalah Pecahan
Oleh: Suryo Hanjono (SD N 02 Selokaton Kab. Karanganyar) 708-716
Pengintegrasian Permainan Rakyat Riau (Setatak) dalam Pembelajaran Matematika Realistik untuk Pengembangan Pendidikan Karakter
Oleh: Syarifah Nur Siregar1), Yenita Roza2), Titi Solfitri3) (Universitas Riau) 717-725
Pengembangan Model Pembelajaran Project Based Learning dalam Pembelajaran Matematika
Oleh: 1)Th. Widyantini, 2)Untung Trisna Suwaji, 3)Joko Purnomo, 4)Estina Ekawati (PPPPTK
Matematika) 726-734
Analisis Komentar Guru pada Sesi Refleksi Siklus Lesson Study Menggunakan
Reflection Rubric
Oleh: Titik Sutanti (PPPPTK Matematika) 735-744
Peningkatan Prestasi Belajar Matematika dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered-Head Together (NHT)di SMK N 1 Pandak Kelas X THP1
Oleh: Dra. Tumisah (SMKN 1 Pandak; Kadekrowo Bantul) 745-754
Penerapan Model Pembelajaran Team Accelerated Instruction (TAI) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Peluang Siswa Kelas XI IPS 1 di SMA N 1 Banguntapan Tahun Pelajaran 2013/2014
Oleh: Tuti Ambaryati (SMAN 1 Banguntapan Bantul) 755-763
Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Menyusun Proposal Ptk Melalui Supervisi Akademik Dengan Lembar Kerja
Oleh: Tutik Saptiningsih (Pengawas Sekolah Dasar Kabupaten Bantul) 764-772
Profil Kemampuan Komunikasi Matematis Tertulis Mahasiswa Pendidikan Matematika pada Mata Kuliah Geometri Bidang
Oleh: Veronika Fitri Rianasari (Universitas Sanata Dharma) 773-780
Pengembangan Media Permainan Tac Tic Toe yang Efektif dan Praktis untuk Membantu Siswa SD Negeri Susukan 01 Menghafal Fakta Dasar Perkalian
Oleh: Warsito (SD Negeri Susukan 01 Kec. Susukan Kab.Semarang) 781-789
Desain Pembelajaran Matematika Menggunakan Metode Inkuiri untuk Melatih Kemandirian Belajar Siswa
Oleh: Welly Yanti, S.Pd (SMP Negeri 2 Semendawai Barat) 790-799
Diklat Jarak Jauh Online Solusi Alternatif Peningkatan Kompetensi Guru Matematika
xiv
Desain Pembelajaran Berbasis PMRI untuk Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa
Oleh: Widiawati (STKIP Muhammadiyah Pagaralam) 809-819
Kerangka Kerja Evaluasi Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru Berbasis Sekolah
Oleh: Wirman Kasmayadi (LPMP NTB) 820-833
Model Kegiatan Olimpiade Matematika di Sekolah dalam Rangka Pengoptimalan Potensi Siswa Berbakat Matematika (Contoh Kegiatan Pembinaan Olimpiade Matematika di SMP Negeri 8 Yogyakarta)
Oleh: Wiworo (PPPPTK Matematika) 834-844
Teknik Dasar Mencacah untuk Memahami Materi Kombinatorika dalam Olimpiade Matematika
Oleh: Wiworo (PPPPTK Matematika) 845-850
Analisis Pemikiran Matematika dan Nilai Karakter pada Permainan Ligu (Permainan Rakyat Daerah Indragiri Hilir Propinsi Riau)
Oleh: Yenita Roza 1) Syarifah Nur Siregar2) Titi Solfitri3) (Prodi Pdd Matematika FKIP
UNRI) 851-860
Pemahaman Mahasiswa tentang Persamaan Diferensial Biasa
Oleh: Yunika Lestarianingsih(Universitas PGRI Palembang) 861-869
Pembelajaran Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat dengan Permainan Balap Katak
Oleh: Zaenuri, S.Pd, M.Pd(SDN Kalibanteng Kidul 03, Kota Semarang) 870-878
Self Regulation dalam Metakognisi Siswa sebagai Alat Bantu Pendidikan Karakter
pada Matematika Sekolah
483
IMPLEMENTASI LESSON STUDY MELALUI
MODEL
COOPERATIF LEARNING
UNTUK
MENINGKATKAN
KEMANDIRIAN
DAN
PRESTASI BELAJAR MAHASISWA
Rita P.Khotimah1), Masduki2)
1)
Universitas Muhammadiyah Surakarta , Jl.A.Yani Tromol Pos I Pabelan Kartasura , Sukoharjo; [email protected]
2)
Universitas Muhammadiyah Surakarta , Jl.A.Yani Tromol Pos I Pabelan Kartasura , Sukoharjo; [email protected]
Abstrak. Penelitian bertujuan untuk: 1) meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa pada mata kuliah Persamaan Diferensial melalui implementasi Lesson Study dengan model pembelajaran kooperatif berbantuan Lembar Kerja Mahasiswa, 2) meningkatkan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Persamaan Diferensial melalui implementasi Lesson Study dengan model pembelajaran kooperatif berbantuan Lembar Kerja Mahasiswa. Desain penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (Lesson Study berbasis PTK) yang dilaksanakan dalam empat siklus. Subyek penelitian 40 mahasiswa semester V-A Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, catatan lapangan, tes dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan metode alur yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: 1) ada peningkatan kemandirian belajar mahasiswa pada mata kuliah Persamaan Diferensial melalui implementasi Lesson Study dengan model pembelajaran kooperatif berbantuan Lembar Kerja Mahasiswa, 2) ada peningkatan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Persamaan Diferensial melalui implementasi Lesson Study dengan model pembelajaran kooperatif berbantuan Lembar Kerja Mahasiswa
Kata Kunci. lesson study, model kooperatif, kemandirian belajar, prestasi belajar
1.
Pendahuluan
Persamaan Diferensial merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh setiap mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMS di semester V dengan bobot 3 SKS. Mata kuliah ini tidak berdiri sendiri. Kalkulus I, Kalkulus II, Kalkulus Lanjut, Matlab dan Metode Numerik merupakan mata kuliah-mata kuliah lain yang berhubungan dengan Persamaan Diferensial. Mata kuliah Persamaan Diferensial lebih bersifat aplikatif atau terapan sehingga setelah memahami konsep materi yang ada, mahasiswa diharapkan mampu untuk menerapkan konsep tersebut dalam suatu kasus atau permasalahan secara mandiri.
484
kemandirian belajarnya masih rendah Dampaknya adalah prestasi belajar mahasiswa yang diraih pun juga masih kurang (Nilai ANUMS 2011-2012).
Rendahnya kemandirian dan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Persamaan Diferensial juga dijumpai di kelas V-A Semester Gasal 2012-2013. Hal ini ditunjukkan oleh indikator-indikator yang dijumpai pada observasi pendahuluan: terdapat 45 % mahasiswa memiliki etos kerja yang tinggi, 37,5 % mahasiswa memiliki kepercayaan diri yang kuat, 25% mahasiswa berani mengambil resiko, 40% memiliki rasa tanggung jawab dan hanya 5 % mahasiswa yang mampu mengatasi masalah. Sedangkan untuk prestasi belajar, 25 % mahasiswa mendapatkan nilai lebih dari 63.
Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses belajar mengajar di Perguruan Tinggi. Untuk mengatasi permasalahan kemandirian belajar mahasiswa salah satunya adalah dengan melibatkan mahasiswa secara aktif pada saat proses perkuliahan atau pembelajaran. Pembelajaran kooperatif (Cooperatif Learning) adalah pembelajaran yang secara sadar menciptakan interaksi yang silih asah sehingga sumber belajar bagi siswa bukan hanya guru dan buku ajar, tetapi juga sesama siswa. Lie [4] mengatakan bahwa pembelajaran kooperatif dikembangkan dengan dasar asumsi bahwa proses belajar akan lebih bermakna jika peserta didik dapat saling mengajari. Dalam hal ini Lembar Kerja Siswa / Mahasiswa sangat baik digunakan untuk meningkatkan keterlibatan siswa / mahasiswa dalam belajar
Selain model pembelajaran yang digunakan oleh dosen, Subadi [5] menyatakan Lesson Study merupakan alternatif untuk memperbaiki mindset dosen dalam proses perkuliahan. Menurut Lewis [3] ide yang terkandung di dalam Lesson Study sebenarnya singkat dan sederhana, yakni jika seorang guru/dosen ingin meningkatkan pembelajaran, salah satu cara yang paling jelas adalah melakukan kolaborasi dengan guru/dosen lain untuk merancang, mengamati dan melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang dilakukan.
Wiliam Cerbin and Bryan Kopp [7] menyatakan bahwa melalui Lesson Study guru dapat saling berkolaborasi mengatasi permasalahan di kelas guna mencapai tujuan pembelajaran. Sedangkan Nurhasanah [1] menyimpulkan dalam kegiatan Lesson Study, keaktifan mahasiswa pada proses pembelajaran mata kuliah Perencanaan dan Pengembangan Program Pengajaran Matematika dengan pendekatan konstruktivisme dan latar belakang kooperatif terlihat dominan muncul pada kegiatan kelompok.
Rumusan masalah dalam penelitian ini: 1. Apakah ada peningkatan kemandirian belajar mahasiswa pada mata kuliah Persamaan Diferensial di kelas VA Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMS Tahun 2012/2013 melalui implementasi Lesson Study dengan Cooperatif Learning yang berbantuan Lembar Kerja Mahasiswa?. 2. Apakah ada peningkatan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Persamaan Diferensial di kelas VA Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMS Tahun 2012/2013 melalui implementasi Lesson Study dengan Cooperatif Learning yang berbantuan Lembar Kerja Mahasiswa?
485
pada mata kuliah Persamaan Diferensial di kelas VA Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMS Tahun 2012/2013 melalui implementasi Lesson Study dengan Cooperatif Learning yang berbantuan Lembar Kerja Mahasiswa. 2) meningkatkan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Persamaan Diferensial di kelas VA Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMS Tahun 2012/2013 melalui implementasi Lesson Study dengan Cooperatif Learning yang berbantuan Lembar Kerja Mahasiswa.
2.
Metode Penelitian
Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian tindakan kelas (Lesson Study Berbasis PTK). Penelitian dilaksanakan dalam 4 siklus, di mana setiap siklusnya melalui 3 tahapan, yaitu plan – do – see
Penelitian dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMS pada semester Gasal 2012/2013, dengan subyek penerima tindakan mahasiswa kelas VA yang berjumlah 40 mahasiswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, catatan lapangan, tes dan dokumentasi. Observasi ini dilaksanakan dengan pengamatan langsung terhadap tindak mengajar dosen dan tindak belajar mahasiswa terutama yang berhubungan dengan kemandirian. Catatan lapangan digunakan untuk mencatat temuan-temuan dalam pembelajaran yang tidak tercantum dalam pedoman observasi. Tes digunakan untuk mengetahui prestasi belajar mahasiswa. Sedangkan dokumentasi untuk merekam segala proses pembelajaran. Instrumen yang digunakan berupa pedoman observasi, Lembar Catatan Lapangan dan soal tes prestasi. Keabsahan data diperoleh dengan triangulasi sumber dan metode.
Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif, dilakukan dengan metode alur yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi.
3.
Hasil Penelitian dan Pembahasan
3.1 Hasil Pelaksanaan Siklus I
Siklus I dimulai dengan diskusi plan / perencanaan siklus I yang dilaksanakan oleh peneliti bersama rekan sejawat di ruang dosen Pendidikan Matematika FKIP UMS pada tanggal 10 Oktober 2012. Pada tahap ini didiskusikan perangkat pembelajaran yang akan digunakan pada saat Do, yang meliputi: Rencana Mutu Perkuliahan (RMP) beserta lampiran-lampirannya ( materi tentang PD Non Eksak, media, instrumen penilaian dan lembar Kerja Mahasiswa) ; Pedoman observasi yang akan digunakan ( untuk dosen dan mahasiswa ); serta lembar catatan lapangan.
486
Setelah do,langsung dilanjutkan dengan tahap see / refleksi. Beberapa hal yang diperoleh dari hasil diskusi refleksi pada siklus ini adalah: pembelajaran sudah dilaksanakan sesuai dengan rencana. Strategi Group investigasi telah dilaksanakan oleh dosen secara runtut. Untuk tindak belajar mahasiswa yang berkaitan dengan kemandirian dan prestasi belajar, pada siklus I ini kemandirian dan prestasi belajar sudah mengalami peningkatan dibandingkan sebelum tindakan. Namun demikian, masih dijumpai beberapa kekurangan, yaitu : 1) Ketika ada perwakilan kelompok yang presentasi, kelompok lain masih banyak yang tidak memperhatikan, masih melanjutkan diskusi sendiri-sendiri. 2) RMP belum dilampirkan dalam pedoman observasi. 3) Penilaian afektif mahasiswa belum dilaksanakan. 4) Saat diskusi berlangsung, masih banyak anggota kelompok yang diam saja.
Sehubungan dengan adanya kekurangan-kekurangan yang ditemukan pada siklus I tersebut, perlu dilaksanakan perbaikan tindakan pada siklus II.
3.2 Hasil Pelaksanaan Siklus II
Diskusi plan/perencanaan Lesson Study siklus II dilaksanakan oleh peneliti pada tanggal 12 Oktober 2012. Pada tahap ini dibahas persiapan untuk open lesson II yang akan dilaksanakan tanggal 19 Oktober 2012 dengan memperhatikan rencana perbaikan pada siklus I.
Do siklus II dilaksanakan pada hari Jumat, 19 Oktober 2012 pukul 09.15 – 11.45 WIB di ruang C2.2. Pada siklus II ini jumlah mahasiswa yang hadir ada 40 mahasiswa. Peneliti dibantu oleh 4 orang dosen yang bertindak sebagai observer. Materi ajar pada tindakan siklus kedua ini adalah menentukan penyelesaian umum PD Linear Tingkat Satu.
Tahap refleksi siklus II dilaksanakan setelah do siklus II berakhir. Beberapa hal yang diperoleh dari hasil diskusi refleksi pada siklus II ini adalah: pembelajaran sudah dilaksanakan sesuai dengan rencana. Strategi STAD dengan metode Discovery Learning telah dilaksanakan oleh dosen secara runtut, pengorganisasian waktu sudah baik. Rencana perbaikan pada siklus I untuk siklus II sudah dilaksanakan. Tindak belajar mahasiswa sudah lebih baik. Mahasiswa sudah terlihat aktif dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran.
Hal-hal yang masih perlu mendapat perbaikan untuk tindak belajar mahasiswa adalah: 1) Pada pertemuan keenam ini mahasiswa terlihat kurang mempersiapkan diri dalam hal materi. 2) Ketika proses diskusi berlangsung masih ada kelompok yang bermasalah. Kelompok VI bermasalah dengan penguasaan materi, sedangkan kelompok VII terpecah menjadi 2 kelompok diskusi. 3) Pada saat presentasi, masih tetap ada yang tidak memperhatikan. 4) Pada saat mengerjakan kuis individu, masih ada beberapa mahasiswa yang melakukan kerjasama. 5) Penghargaan kelompok belum dapat diberikan pada siklus II dikarenakan terkendala masalah waktu.
487
3.3 Hasil Pelaksanaan Siklus III
Diskusi plan/perencanaan Lesson Study siklus III dilaksanakan pada tanggal 14 November 2012 dengan memperhatikan rencana perbaikan pada siklus II.
Tindakan siklus III dilaksanakan pada hari Jumat, 16 November 2012 mulai pukul 09.15 – 11.45 WIB di ruang C2.2 dengan materi ajar Mencari Solusi Kedua dari Solusi Pertama yang Diketahui.
Tahap refleksi siklus III dilaksanakan setelah do siklus III. Beberapa hal yang diperoleh dari hasil diskusi refleksi pada siklus III ini di antaranya adalah: pembelajaran sudah dilaksanakan sesuai dengan rencana. Strategi STAD dengan metode Discovery Learning telah dilaksanakan oleh dosen secara runtut. Rencana perbaikan pada siklus II untuk siklus III sudah dilaksanakan.
Dilihat dari kenaikan masing-masing indikator, kemandirian belajar mahasiswa pada siklus III lebih baik apabila dibandingkan siklus II. Sedang prestasi belajar mahasiswa untuk siklus III mulai mengalami peningkatan dibandingkan siklus II, namun masih tetap di bawah siklus I. Hal-hal yang masih perlu mendapat perbaikan untuk tindak belajar mahasiswa adalah: 1) Pada pertemuan ke-8 ini mahasiswa masih terlihat kurang mempersiapkan materi pertemuan Selain itu mahasiswa juga masih terkendala dalam penguasaan materi prasyarat yaitu derivatif dan integral sehingga hasil tes prestasinya belum bisa optimal. 2) Mahasiswa yang bersedia melakukan presentasi masih sedikit. 3) Pada saat ada mahasiswa yang melakukan presentasi di depan kelas, masih ada mahasiswa yang tidak memperhatikan, meskipun sudah ada tambahan aspek penilaian afektif menghargai kelompok . 4) Ketika mengerjakan soal evaluasi, masih ada mahasiswa yang mencontek pekerjaan teman. 5)Mahasiswa kurang diberikan waktu untuk mencatat point-point materi di dalam bahan tayangan. 6) Materi yang disampaikan belum ada yang dikaitkan dengan kehidupan nyata sehari-hari.
Sehubungan dengan kekurangan-kekurangan yang ditemukan pada siklus III tersebut, perlu adanya perbaikan tindakan pada siklus IV.
3.4 Hasil Pelaksanaan Siklus IV
Diskusi plan/perencanaan Lesson Study siklus II dilaksanakan pada tanggal 21 November 2012 dengan memperhatikan rencana perbaikan pada siklus III.
Tindakan siklus IV dilaksanakan pada hari Jumat, 23 November 2012 mulai pukul 09.15 – 11.45 WIB di ruang C2.2 dengan 40 mahasiswa kelas VA yang hadir . Peneliti dibantu oleh 4 orang dosen yang bertindak sebagai observer. Materi ajar pada tindakan siklus kedua ini adalah menentukan penyelesaian umum PD Linear Tingkat Tinggi Homogen dengan Koefisien Konstan.
rencana-488
rencana perbaikan tindak mengajar dosen sudah dilaksanakan dengan baik. Tindak belajar mahasiswa yang berkaitan dengan kemandirian mengalami peningkatan yang sangat menggembirakan, sudah memenuhi indikator yang mau diraih sehingga siklus penelitian tidak perlu dilanjutkan lagi.
Data hasil penelitian mengenai kemandirian dan prestasi belajar matematika secara ringkas dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 1. Peningkatan Kemandirian Belajar
Berdasarkan gambar 1. ada peningkatan kemandirian belajar belajar mahasiswa yang dapat dilihat dari peningkatan masing-masing indikator. Banyaknya mahasiswa yang memiliki etos kerja yang tinggi, ditunjukkan oleh sikap ulet dan semangat tinggi dalam mengikuti perkuliahan mengalami peningkatan sejak siklus I sampai dengan siklus IV. Sikap ulet dan semangat tinggi ini terlihat pada saat mahasiswa menyelesaikan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) yang diberikan oleh dosen dengan berdiskusi kelompok. Sebelum tindakan penelitian dilaksanakan, mahasiswa hanya diminta mengerjakan soal-soal latihan yang ada di buku secara individual, tidak berkelompok. Setelah diberikan tindakan dengan adanya diskusi kelompok menggunakan media Lembar Kerja Mahasiswa, mahasiswa terlihat lebih bersemangat dan antusias untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Hal ini disebabkan karena di dalam LKM, mahasiswa diberikan panduan atau langkah-langkah dalam menyelesaikan permasalahan Persamaan Diferensial. Selain itu, dengan adanya proses diskusi kelompok membuat mahasiswa menjadi lebih aktif dan bersemangat sehingga etos kerja yang dimiliki mahasiswa menjadi semakin meningkat.
Banyaknya mahasiswa yang memiliki kepercayaan diri yang kuat, ditunjukkan dengan mau menjawab pertanyaan, mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Jika sebelum tindakan, yang mau menjawab pertanyaan dosen hanya mahasiswa-mahasiswa tertentu saja, setelah tindakan, semua mahasiswa terlihat percaya diri dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dosen. Proses pembelajaran kooperatif yang dilaksanakan selama empat pertemuan mampu mendorong mahasiswa untuk memiliki kepercayaan diri yang kuat. Di
Memiliki etos kerja yang tinggi : ulet, semangat tinggi
Memiliki kepercayaan diri yang kuat : mau menjawab pertanyaan
Berani mengambil resiko : mengajukan ide / gagasan
489
dalam proses diskusi kelompok, mahasiswa terbiasa bertanya dan menjawab pertanyaan sesama anggota kelompok, sehingga pada saat dosen memberikan pertanyaan kepada mahasiswa, mahasiswa menjadi terbiasa untuk menjawab pertanyaan yang ada.
Banyaknya mahasiswa yang berani mengambil resiko, yang ditunjukkan dengan mau mengajukan ide/gagasan dalam penelitian ini juga mengalami peningkatan yang sangat besar. Sebelum tindakan dilaksanakan, mahasiswa cenderung takut untuk menyampaikan ide/gagasannya. Namun pada siklus ke-empat, semua mahasiswa sudah bersedia mengajukan ide/gagasan. Hal ini tidak terlepas dari tindakan mengajar yang dilaksanakan dosen, yang senantiasa memberikan motivasi kepada mahasiswa.
Banyaknya mahasiswa yang memiliki rasa tanggungjawab, ditunjukkan dengan mau melakukan kewajiban pada saat diskusi dalam kelompok mengalami peningkatan yang sangat menggembirakan. Jika sebelum tindakan hanya anggota-anggota kelompok diskusi tertentu saja yang memiliki rasa tanggungjawab, sebagian besar masih banyak yang pasif pada saat diskusi, namun untuk diskusi kelompok pada siklus yang terakhir, semua anggota kelompok terlihat sangat aktif, terlihat memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi terhadap setiap kelompoknya. Adanya pengumuman penghargaan bagi kelompok yang memiliki rata-rata nilai peningkatan kelompok di setiap siklus juga menyebabkan masing-masing anggota kelompok merasa memiliki tanggungjawab yang besar terhadap kelompoknya.
Salah satu indikator kemandirian belajar mahasiswa yang hampir meningkat seratus persen (92,5%) adalah indikator mampu mengatasi masalah yang ditunjukkan dengan mau mempresentasikan hasil di depan kelas. Sebelum tindakan dilaksanakan, hanya mahasiswa tertentu saja yang bersedia melakukan presentasi di depan kelas, namun setelah tindakan siklus keempat, semua mahasiswa bersedia untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya masing-masing. Pada siklus keempat, setelah dosen memberikan penghargaan kepada kelompok yang memperoleh rata-rata nilai peningkatan tertinggi, dosen juga mengumumkan kepada mahasiswa akan memberikan reward berupa tambahan nilai bagi kelompok yang aktif dalam mengikuti pembelajaran sehingga pada saat tindakan siklus terakhir, suasana perkuliahan menjadi sangat hidup, mahasiswa saling berebut untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
Peningkatan jumlah mahasiswa yang mampu mengatasi masalah ini tidak terlepas dari adanya penggunaan model pembelajaran kooperatif pada tiap siklus / putaran. Model pembelajaran kooperatif yang dilaksanakan mampu melatih mahasiswa untuk berbicara di hadapan teman – temannya dan aktif dalam setiap tahap pembelajaran. Oleh karena itu, mahasiswa menjadi berani untuk melakukan presentasi di depan kelas, di hadapan teman-temannya seperti biasa.
490
atas tugas-tugas yang diberikan dalam kelompok sehingga dapat berdampak pada hasil belajar siswa (dalam penelitian ini kemandirian dan prestasi mahasiswa).
Pernyataan tersebut didukung oleh Ibrahim dkk [2] yang menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif dapat memberi keuntungan baik pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerja bersama menyelesaikan tugas-tugas akademik. Siswa kelompok atas dapat menjadi tutor bagi siswa kelompok bawah, siswa kelompok bawah dapat memperoleh bantuan khusus dari teman sebaya yang memiliki orientasi dan bahasa yang sama.
Salah satu kesimpulan dari penelitian Subadi, Khotimah & Sutarni [6]: model pembelajaran aktif inovatif kreatif efektif dan menyenangkan adalah “model pembelajaran berbasis kolaboratif dan kooperatif". Apabila dilihat pada siklus terakhir ada peningkatan kemandirian belajar yang sangat signifikan setelah Dosen menawarkan reward guna lebih memotivasi mahasiswa. Hasil ini didukung oleh penelitian Chokshi dalam Subadi [6] yang memberikan kesimpulan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran perlu adanya motivator dan visi yang jelas sehingga permasalahan yang bersumber dari siswa yaitu kurangnya motivasi dalam belajar harus segera dicarikan solusinya agar tercipta pembelajaran yang menyenangkan.
Untuk data prestasi belajar mahasiswa yang diperoleh selama tindakan dilaksanakan dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 2. Peningkatan Prestasi Belajar
Dari gambar2. dapat dilihat prestasi belajar mahasiswa pada siklus I mengalami peningkatan, siklus II mengalami penurunan, siklus III dan IV kembali mengalami peningkatan namun masih tetap di bawah peningkatan siklus I. Berdasarkan hasil analisis jawaban soal tes mahasiswa pada siklus II, III dan IV, ternyata kesalahan utama yang dilakukan mahasiswa bukan terletak pada konsep materi Persamaan Diferensial, tetapi lebih banyak pada kesalahan materi prasyarat, yaitu tentang menghitung integral dan derivatif fungsi. Namun demikian, meskipun masih di bawah siklus I, tetap sudah melampaui indikator yang ditetapkan. Karena keterbatasan waktu penelitian maka penelitian ini hanya sampai pada siklus IV saja, tidak berlanjut pada siklus berikutnya.
Mendapat nilai tes lebih dari
63
Sebelum Tindakan
Siklus I
Siklus II
491
Adanya peningkatan kemandirian dan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Persamaan Diferensial di kelas VA Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMS juga tidak terlepas dari pelaksanaan Lesson Study yang sudah diterapkan. Tahap-tahap plan, do, see yang dilaksanakan bersama-sama antara dosen model sebagai peneliti dengan rekan sejawat sebagai critical friend di dalam Lesson Study dapat dijadikan acuan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang muncul pada setiap siklus tindakan yang dilaksanakan.
Hasil ini didukung oleh hasil penelitian William Cerbin and Bryan Kopp [7] yang menyatakan bahwa melalui lesson study guru dapat saling berkolaborasi mengatasi permasalahan di kelas guna mencapai tujuan pembelajaran. Nurhasanah [1] dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa dalam kegiatan Lesson Study, keaktifan mahasiswa dengan pendekatan konstruktivisme dan latar belakang kooperatif terlihat dominan muncul pada kegiatan kelompok.
4.
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan dari penelitian ini:
1. Implementasi Lesson Study melalui Cooperatif Learning dengan berbantuan Lembar Kerja Mahasiswa dapat meningkatkan kemandirian belajar pada mata kuliah Persamaan Diferensial di kelas VA Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMS Tahun 2012/2013, yang dapat dilihat dari indikator:
a. mahasiswa yang memiliki etos kerja tinggi meningkat sebesar 55%,
b. mahasiswa yang memiliki kepercayaan diri kuat meningkat sebesar 62,5%, c. mahasiswa yang berani mengambil resiko meningkat sebesar 75%,
d. mahasiswa yang memiliki rasa tanggung jawab meningkat 60%, e. mahasiswa yang mampu mengatasi masalah meningkat sebesar 92,5%.
2. Implementasi Lesson Study melalui Cooperatif Learning dengan berbantuan Lembar Kerja Mahasiswa dapat meningkatkan prestasi belajar pada mata kuliah Persamaan Diferensial di kelas VA Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMS Tahun 2012/2013 , dilihat dari mahasiswa mendapatkan nilai lebih dari 63 meningkat sebesar 50%.
Sehubungan dengan adanya kekurangan-kekurangan yang dijumpai dalam penelitian ini, dapat disarankan hal-hal sebagai berikut:
1. Bagi mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Persamaan Diferensial hendaknya tidak melupakan mata kuliah prasyaratnya, yakni Kalkulus I dan Kalkulus II sehingga dapat meraih nilai yang optimal.
2. Mahasiswa hendaknya lebih memiliki motivasi belajar dari dalam yang tinggi.
492
5.
Ucapan Terimakasih
Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada Dikti yang telah memberikan dana hibah Lesson Studi kepada PMIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kepada pihak Universitas melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah mendanai pelaksanaan penelitian ini sampai selesai.
Daftar Pustaka
Nurhasanah, F. Membangun Keaktifan Mahasiswa pada Proses Pembelajaran Mata Kuliah Perencanaan dan Pengembangan Program Pembelajaran Matematika Melalui Konstruktivisme dalam Kegiatan lesson Study. Infinity Vol 1. No. 1 Hal 62-78. STKIP. Bandung.(2012)
Ibrahim, Muslimin dkk. Pembelajaran Kooperatif. University Press. Surabaya. (2002)
Lewis, Catherine C. Lesson Study: A Handbook of Teacher-Led Instructional Change. Philadelphia, PA: Research for Better School, Inc. (2002)
Lie, Anita. Cooperatif Learning. Grasindo. Jakarta (2005)
Subadi. T. Pengembangan Model Pembinaan Guru Melalui Pendekatan Lesson Study (Makalah). UMS. Surakarta.(2010)
Subadi. T ., .Khotimah, Rita P, Sutarni, Sri. Pengembangan Model Peningkatan Kualitas Guru Melalui Pelatihan Lesson Study Bagi Guru SD Se-Karesidenan Surakarta (Laporan Penelitian di Publikasikan di Perpustakaan Pusat UMS). (2009).