79
dengan ilmu jarh} wa ta‘di>l, karena keduanya sama-sama berupaya menyingkap pemaknaan di balik penggunaan bahasa penilaian para kritikus hadis. Meski harus diakui, keduanya juga punya wilayah kerja yang berbeda. Jika analisa wacana lebih terfokus kepada persoalan sosial (antara kelompok Sunni> dan Syi>‘ah) yang tertuang dalam teks, maka ilmu jarh} wa ta‘di>l lebih kepada pemahaman terhadap teks tersebut tanpa melihat persoalan tersebut.
Sebenarnya metode tahkik tidak sepenuhnya diterapkan pada buku ini, hanya bagian-bagian tertentu saja, mengingat bahwa sumber primer dalam buku ini, tidak lagi dalam bentuk makht}u>t}a>t (manuskrip) tetapi sudah dalam bentuk buku yang diterbitkan. Penggunaan tahkik di sini sangat erat kaitannya aktifitas “Telaah kitab”, sebab kitab yang dikaji bukan hanya karena tergolong kitab tura>s\ (karya-karya tempo dulu), tetapi juga karena memuat informasi tentang figur tertentu, teks-teks keagamaan dan istilah-istilah dalam nomenklatur ilmu tertentu yang bisa dianalisa dengan metode tahkik.133
133 Lihat Ja>sim bin Muh}ammad bin Muhalhil Ilya>si>n dan ‘Adna>n bin
80
Selanjutnya data akan dianalisis dan diolah melalui 5 langkah berikut ini:134
1. Penelusuran kembali penilaian-penilaian kritikus hadis pada sumbernya, yaitu referensi yang digunakan Ibn H{ajar sebagai penulis kitab Lisa>n al-Mi>za>n
2. Upaya untuk mengetahui serta menganalisis berbagai argumentasi kritikus hadis Sunni> untuk memilih penilaian tertentu bagi penulis di antara beberapa penilaian yang ada
3. Pencarian relevansi antara penilaian kritikus hadis Sunni> dengan pandangan kesyi>‘ahan rija>l yang dinilai 4. Penelusuran redaksi hadis yang diriwayatkan dari rawi
yang diteliti (jika ditemukan) dalam kaitannya dengan istilah promotor mazhab
5. Penyusunan kesimpulan dalam bentuk pernyataan tentang pandangan kritikus hadis Sunni> terhadap rawi Syi>‘ah yang diteliti.
134 Langkah-langkah pengumpulan dan analisa data yang dituliskan
81
Buku ini akan berupaya untuk merealisasikan beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam rangka menjawab beberapa pertanyaan pada sub pokok masalah yang telah dirincikan pada bagian terdahulu. Tujuan yang dimaksudkan adalah untuk: Pertama, mendeskripsikan bagaimana identifikasi status periwayatan rija>l Syi>‘ah dalam Lisa>n al-Mi>za>n. Kedua, mengeksplorasi dan menganalisis bagaimana para kritikus hadis Sunni> melakukan tajri>h{ dan ta‘di>l terhadap rija>l Syi>‘ah dalam Lisa>n al-Mi>za>n.
Secara umum hasil dari buku ini diharapkan bermanfaat baik secara teoretis maupun praktis bagi insan akademis khususnya dan umat Islam pada umumnya. Secara lebih detail, kegunaan buku adalah sebagai, pertama, sumbangsih wacana pengembangan ilmu hadis secara umum, dan ilmu rija>l hadis secara khusus. Kedua, Suatu “pengantar” dalam penemuan metode alternatif penyusunan kitab rija>l hadis secara umum, dan kitab jarh}
dan ta‘di>l secara khusus, serta merealisasikan temuan itu
82
Bagian Pendahuluan, menjelaskan tentang
pemaknaan Sunni>, rija>l Syi>‘ah, Lisa>n al-Mi>za>n dan Ibn H{ajar al-‘Asqala>ni>. Selain itu akan dijelaskan juga tentang teori bid‘ah dan teori tasyayyu‘ dalam kajian hadis.
Bagian kedua yang membahas perihal kitab Lisa>n al-Mi>za>n dan identifikasi rija>l Syi>‘ah, yaitu dimulai dari riwayat hidup penulis kitab Lisa>n al-Mi>za>n, dilanjutkan penamaan, sistematika dan metode penyusunan kitab Lisa>n al-Mi>za>n, terakhir mengidentifikasikan rija>l Syi>‘ah dalam kitab Lisa>n al-Mi>za>n.
Bagian selanjutnya membahas tentang kaidah jarh} dan ta‘di>l dan pandangan kritikus Sunni> terhadap rija>l Syi>‘ah, yaitu berkaitan dengan: Kaidah jarh{ dan ta‘di>l menurut sarjana hadis, dan pandangan kritikus Sunni> terhadap status periwayatan rija>l Syi>‘ah.
Bagian yang menyajikan analisis status periwayatan rija>l Syi>‘ah menurut pandangan kritikus Sunni> dalam kitab Lisa>n al-Mi>za>n, mencakup: Status periwayatan rija>l Syi>‘ah secara umum, Status periwayatan rija>l Syi>‘ah Ra>fidah, dan Status periwayatan rija>l Syi>‘ah Gula>h.