• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prinsip Motivasi dalam Pembelajaran. docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Prinsip Motivasi dalam Pembelajaran. docx"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

MOTIVASI BELAJAR

Diajukan Sebagai Tugas Mata Kuliah

Disusun oleh:

Fitri Pusvita Sari (8105133191) Jajang Nurjaman (8105133157) Wawan Dwi Hadisaputro (8105133209)

KONSENTRASI PENDIDIKAN AKUNTANSI

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI

JURUSAN EKONOMI DAN ADMINISTRASI

FAKULTAS EKONOMI

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah Swt atas limpahan rahmat, taufiq, dan hidayah-Nya, sehingga kami mampu untuk menyelesaikan makalah yang berjudul “Motivasi Belajar” ini sesuai dengan batas waktu yang telah diberikan kepada kami. Dan tak lupa sholawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW yang telah menuntun kita dari jalan yang gelap gulita menuju jalan yang terang benderang dengan membawa agama yang sempurna Addinul Islam.

Makalah ini disusun guna untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Strategi Belajar Mengajar dan bertujuan agar kita dapat mengetahui tentang prinsip-prinsip motivasi apa saja yang terdapat dalam belajar.

Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini, tentu masih jauh dari kata sempurna dikarenakan keterbatasan pengalaman serta pengetahuan yang penulis miliki. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak demi penyusunan makalah yang lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat memberikan informasi bagi semua dan bermanfaat bagi kita semua. Atas perhatiannya, kami ucapkan terimakasih.

Jakarta, 12 Maret 2016

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... i

DAFTAR ISI... ii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang... 1

B. Rumusan Masalah... 2

C. Tujuan Makalah... 2

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Motivasi... 3

B. Kebutuhan dan Teori Motivasi... 4

C. Peran dan Fungsi Motivasi dalam Belajar... 5

D. Macam-macam Motivasi... 6

E. Bentuk-bentuk Motivasi di Sekolah... 7

F. Prinsip-prinsip Aktivitas Belajar... 11

BAB IIIPENUTUP A. Kesimpulan ... 14

B. Saran... 14

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi sumber daya manusia melalui kegiatan pengajaran. Salah satu faktor dari dalam diri yang menentukan berhasil tidaknya dalam proses belajar mengajar adalah motivasi belajar. Dalam kegiatan belajar, motivasi merupakan keseluruhan daya penggerak di dalam diri yang menimbulkan kegiatan belajar,yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar. Motivasi belajar adalah merupakan faktor psikis yang bersifat non intelektual. Seseorang yang mempunyai intelegensi yang cukup tinggi, bisa gagal karena kurang adanya motivasi dalam belajarnya.

(5)

B. Rumusan Masalah

1. Apa saja perubahan yang terjadi pada siswa apabila dalam aktivitas belajarnya terdapat motivasi di dalamnya ?

2. Bagaimana hubungan antar teori motivasi belajar?

3. Apa saja manfaat yang dihasilkan dari adanya motivasi belajar?

4. Bagaimana perbandingan antara prinsip aktivitas belajar yang satu dengan yang lainnya ?

C. Tujuan Makalah

1. Untuk mengetahui perubahan apa yang terjadi dalam aktivitas belajar terdapat motivasi di dalamnya.

(6)

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Motivasi

Motivasi berasal dari bahasa latin “movere” yang berarti menggerakkan. Berdasarkan pengertian ini, makna motivasi menjadi berkembang. Woldkowski (1985) menjelaskan motivasi sebagai suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, dan yang member arah serta ketahanan pada perilaku tersebut. Pengertian ini jelas bernafaskan behaviorisme. Sedangkan Imron (1996) menjelaskan, bahwa motivasi berasal dari bahasa Inggris motivation, yang berarti dorongan pengalasan dan motivasi. Kata kerjanya adalah to motivate yang berarti mendorong, menyebabkan dan merangsang. Motivate sendiri berarti alas an, sebab dan daya penggerak (Elchols, 1984 dalam Imron, 1996). Motif adalah keadaan dalam diri seseornag yang mendorong individu tersebut untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan(Suryabrata, 1984)

Sementara motivasi belajar dapat diartikan sebagai berikut, Menurut Hamzah motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal siswa-siswa yang sedang belajar mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Menurut Sadirman motivasi dapat dikatakan keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa, yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai.

(7)

B. Kebutuhan dan Teori Motivasi

Menurut teori kebutuhan, setiap manusia bertindak senantiasa didorong untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tertentu. Kebutuhan tersebut pada diri manusia senantiasa menuntut pemenuhan. Abraham Maslow (1943;1970) mengemukakan bahwa pada dasarnya semua manusia memiliki kebutuhan pokok. Menurut Maslow, jika kebutuhan yang lebih rendah tingkatannya telah dipenuhi, maka kebutuhan yang berada di tingkatan atasnya akan muncul dan minta dipenuhi.

Maslow menunjukkannya dalam 5 tingkatan yang berbentuk piramid, orang memulai dorongan dari tingkatan terbawah. Lima tingkat kebutuhan itu dikenal dengan sebutan Hirarki Kebutuhan Maslow, dimulai dari kebutuhan biologis dasar sampai motif psikologis yang lebih kompleks; yang hanya akan penting setelah kebutuhan dasar terpenuhi. Kebutuhan pada suatu peringkat paling tidak harus terpenuhi sebagian sebelum kebutuhan pada peringkat berikutnya menjadi penentu tindakan yang penting.

• Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya) • Kebutuhan rasa aman (merasa aman dan terlindung, jauh dari memahami, dan menjelajahi; kebutuhan estetik: keserasian, keteraturan, dan keindahan; kebutuhan aktualisasi diri: mendapatkan kepuasan diri dan menyadari potensinya)

(8)

dasarnya sudah dapat dipenuhi dengan mudah. Karya seni dan karya ilmiah tidak akan tumbuh subur dalam masyarakat yang anggotanya masih harus bersusah payah mencari makan, perlindungan, dan rasa aman.

Kebutuhan-kebutuhan tersebut menurut Maslow harus dipenuhi, sebab kebutuhan yang telah lama tidak terpenuhi tidak dapat menjadi active motivator. Maka usaha manusia hanya bertahan pada level sebelumnya, dan tidak ada peningkatan. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan merupakan hal penting untuk meningkatkan motivasi seseorang termasuk dalam konteks motivasi belajar. Seseorang yang lama kebutuhannya tidak terpenuhi, dapat menjadi timbulnya sikap-sikap desdruktif, menentang dan bahkan frustasi.

C. Peran dan Fungsi Motivasi dalam Belajar

Motivasi sangat berperan dalam belajar, siswa yang dalam proses belajar mempunyai motivasi yang kuat dan jelas pasti akan tekun dan berhasil belajarnya. Makin tepat motivasi yang diberikan, makin berhasil pelajaran itu. Maka motivasi senantiasa akan menentukan intensitas usaha belajar bagi siswa. Secara umum, terdapat dua peranan penting motivasi dalam belajar, pertama, motivasi merupakan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan belajar demi mencapai suatu tujuan. Kedua, motivasi memegang peranan penting dalam memberikan gairah, semnagat dan rasa senang dalam belajar, sehingga siswa yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energy yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar.

Adapun fungsi motivasi ada tiga, yaitu :

a. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi.

b. Menentukan arah perbuatan yakni kearah tujuan yang hendak dicapai. c. Menyeleksi perbuatan yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa

(9)

menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.

Seorang siswa yang akan menghadapi ujian dengan harapan dapat lulus, tentu akan melakukan kegiatan belajar dan tidak akan menghabiskan waktunya untuk bermain atau membaca komik, sebab tidak serasi dengan tujuan.

Selain itu ada juga fungsi lain yaitu, motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi, karena secara konseptual motivasi berkaitan dengan prestasi dan hasil belajar. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Dengan kata lain, adanya usaha yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi, maka seseorang yang

(10)

2. Motivasi Ekstrinsik

Menurut A.M. Sardiman (2005:90) motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. Sedangkan Rosjidan, et al (2001:51) menganggap motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang tujuan-tujuannya terletak diluar pengetahuan, yakni tidak terkandung didalam perbuatan itu sendiri. Sobry Sutikno berpendapat bahwa motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena ajakan, suruhan atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian seseorang mau melakukan sesuatu. Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan, motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dan berfungsi karena adanya pengaruh dari luar.

E. Bentuk-bentuk Motivasi di Sekolah

Dalam kegiatan belajar-mengajar peranan motivasi yang baik intrinsik maupun ekstrinsik sangat diperlukan. Dengan motivasi, pelajar dapat mengembangkan aktivitas dan inisiatif, dapat mengarahkan dan memelihara ketekunan dan melakukan kegiatan belajar. Dalam kaitan ini perlu diketahui bahwa dalam cara dan jenis menumbuhkan motivasi adalah bermacam-macamtetapi untuk motivasi eksintrik kadang tepat dan kadang-kadang juga bisa kurang sesuai.

Ada beberapa cara dan bentuk untuk menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar disekolah :

1. Memberi angka : Banyak siswa belajar yang utama justru untuk mencapai nilai / angka yang tinggi dan baik. Angka-angka yang baik itu bagi para siswa merupakan motivasi yang sangat kuat.

(11)

yang tidak senang dan tidak berbakat untuk sesutau pekerjaan.

3. Saingan/kompetisi : Dapat juga sebagai motivasi, baik persaingan individual maupun persaingan kelompok yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa 4. Ego-involvement : Menumbuhkan kesadaran siswa agar merasakan

pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras, dengan mempertaruhkan harga diri

5. Memberi ulangan : Para siswa akan menjadi giat belajar kalau akan mengetahui ada ulangan. Oleh karena itu memberi ulangan itu merupakan sarana motivasi

6. Mengetahui hasil : Dengan mengetahui hasil pekerjaan apalgi kalau terjdi kemajuan, akan mendorong siswa untuk lebih giat belajar.

7. Pujian : Pujian ini berbentuk reinforement yang positif yang positif dan sekaligus merupkan motivasi yang baik

8. Hukuman : Hukuman sebagai reinforcement yang negtif tetapi kalau diberikan secara bijak dan tepat bisa menjadi motivasi.

9. Hasrat untuk belajar : Berarti ada unsur kesengajaan ada maksud untuk belajar, hal ini akan lebih baik jika dibandingkan segala sesuatu kegiatan yang tanpa maksud

(12)

11. Tujuan yang diakui : Rumusan tujuan yang diakui dan diterima oleh siswa, akan merupakan alat motivasi yang sangat penting. Sebab dengan memahami tujuan yang harus dicapai karena rasa sangat berguna dan mennguntungkan, maka akan timbul gairah untuk terus belajar.

Dari berbagai teori motivasi yang berkembang, Keller (1983) telah menyusun seperangkat prinsip-prinsip motivasi yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, yang disebut sebagai ARCS model yaitu Attention

(perhatian), Relevance (relevansi), Confidence (kepercayaan diri) dan

Satisfaction (kepuasan). Dalam proses belajar dan pembelajaran keempat kondisi motivasional tersebut sangat penting dipraktikkan untuk terus dijaga sehingga motivasi siswa terpelihara selama proses belajar dan pembelajaran berlangsung.

Attention (perhatian) yaitu dorongan rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu seseornag ini muncul karena dirangsang melalui elemen-elemen baru, aneh, lain dengan yang sudah ada, kontradiktif/kompleks. Terdapat beberapa strategi untuk merangsang minat dan perhatian, yaitu sebagai berikut:

a. Gunakan metode penyampaian yang bervariasi b. Gunakan media untuk melengkapi pembelajaran. c. Gunakan humor dalam penyajian pembelajaran.

d. Gunakan peristiwa nyata, anekdot dan contoh-contoh untuk memperjelas konsep yang diutarakan.

e. Gunakan teknik bertanya untuk melibatkan siswa.

(13)

a. Sampaikan kepada siswa apa yang akan dapat mereka lakukan setelah mempelajari materi pembelajaran.

b. Jelaskan manfaat pengetahuan/keterampilan yang akan dipelajari. c. Berikan contoh, latihan/tes langsung berhubungan dengan kondisi

siswa atau profesi tertentu.

Confidence (kepercayaan diri), yaitu merasa diri kompeten atau mampu merupakan potensi untuk dapat berinteraksi dengan lingkungan. Motivasi akan meningkat sejalan dengan meningkatkan harapan untuk berhasil. Ada sejumlah strategi untuk meningkatkan kepercayaan diri, yaitu sebagai berikut: a. Menigkatkan harapan siswa untuk berhasil dengan memperbanyak

pengalaman berhasil.

b. Menyusun pembelajaran ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil, sehingga siswa tidak dituntut mempelajari banyak konsep sekaligus. c. Meningkatkan harapan berhasil dengan menggunakan persyaratan

untuk berhasil.

d. Menggunakan strategi yang memungkinkan control keberhasilan di tangan siswa.

e. Tumbuhkembangkan kepercayaan diri siswa dengan pernyataan-pernyataan yang membangun.

f. Berikan umpan balik konstruktif selama pembelajaran, agar siswa mengetahui sejauh mana pemahaman dan prestasi belajar mereka.

Satisfaction (kepuasan) merupakan keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan akan menghasilkan kepuasan, siswa akan termotivasi untuk terus berusaha mencapai tujuan serupa. Ada sejumlah strategi untuk mencapai kepuasan, yaitu sebagai berikut:

a. Gunakan pujian secara verbal, umpan baliik yang informative, bukan ancaman atau sejenisnya.

(14)

c. Minta kepada siswa yang telah menguasai untuk membantu teman-temannya yang belum berhasil.

d. Bandingkan prestasi siswa dengan prestasinya sendiri dimasa lalu dengan suatu standar tertentu, bukan dengan siswa lain.

F. Prinsip-prinsip Aktivitas Belajar

Ada beberapa prinsip yang relatif berlaku umum yang dapat kita pakai sebagai dasar dalam upaya pembelajaran, yang baik bagi siswa untuk meningkatakan upaya belajarnya maupun bagi guru yang digunakan untuk meningkatkan upaya mengajarnya.

Berikut ini adalah contoh prinsip-prinspnya: 1. Prinsip Kesiapan

Yang dimaksud dengan prinsip kesiapan yaitu proses yang dipengaruhi kesiapan siswa atau kondisi siswa yang memungkinkan ia dapat belajar.

2. Prinsip Motivasi

Motivasi adalah suatu kondisi atau keadaan dari peserta didik untuk mengatur arah kegiatan dan memelihara kondisi tersebut.

3. Prinsip Persepsi

Prinsip Persepsi adalah interpertasi tentang situasi yang hidup dan dipengaruhi oleh perilaku individu itu sendiri. Setiap individu dapat melihat dunia dengan caranya sendiri yang berbeda dari yang lain.

4. Prinsip Tujuan

Tujuan adalah sasaran khusus yang hendak dicapai oleh setiap individu. Tujuan ini harus lebiah jelas tergambar dalam pikiran dan dapat diterima oleh setiap peserta didik dalam proses pembelajaran itu terjadi.

(15)

Proses pengajaran semestinya memperhatikan perbedaan individual dalam kelas dan dapat memberi kemudahan pencapaian tujuan belajar setinggi-tingginya. Pengajaran yang hanya memperhatikan satu tingkat sasaran akan gagal memenuhi kebutuhan seluruh siswa.

6. Prinsip Transfer dan Retensi

Belajar yang dapat dianggap bermanfaat bila seseorang itu dapat menyimpan dan menerapkan hasil belajar dalam situasi baru dan pada akhirnya dapat digunakan dalam situasi yang lain. Proses itulah yang disebut dengan Proses Transfer. Sedangkan yang dimaksud dengan yang selanjutnya membentuk perilaku baru, berpikir, menalar, menilai dan berimajinasi. Dalam prinsi ini akan melibatkan proses pengenalan dan penemuan.

8. Prinsip Belajar Afektif

Belajar Afektif akan mencakup beberapa unsur yaitu nilai emosi, dorongan, minat dan sikap. Prinsip belajar afektif seseorang akan menemukan bagaimana ia menghubungkan dirinya dengan pengalaman baru.

9. Prinsip Belajar Evaluasi

Belajar evaluasi dapat mempengaruhi proses belajar saat ini dan selanjutnya pelaksanaan pelatihan evaluasi memungkinkan bagi individu untuk menguji kemajuan dalam pencapaian tujuan.

(16)
(17)

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Motivasi mempunyai peranan penting dalam proses belajar mengajar antara seorang guru dan siswanya, kemudian didalam motivasi belajar setiap individu bisa jadi tidaklah sama. Kita harus mengetahui arti motivasi itu sendiri, agar kita dapat memahami arti dari motivasi itu sendiri dan dapat melaksanakannya ke dalam kehidupan kita. Jenis motivasi seperti apa yang kita butuhkan untuk membangkitkan agar siswa termotivasi. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dapat berasal dari dalam diri antara lain motivasi belajar, sedangkan faktor dari luar diri yang dapat mempengaruhi prestasi belajar diantaranya adalah faktor metode pembelajaran dan faktor lingkungan. Bila faktor lingkungan dalam keadaan baik maka akan berdampak baik pula terhadap siswa dan sebaliknya jika lingkungan sekitar tidak baik maka akan berpengaruh negatif dan kita sebagai calon guru harus tau upaya apa yang akan kita lakukan untuk menghadapi situasi seperti itu. Jika semua dapat teratasi maka kita siap untuk meraih cita-cita yang diharapkan. Setelah mengetahui arti penting motivasi bagi siswa dan juga guru , maka di harapkan bagi guru agar selalu menjaga motivasi belajar siswanya . Guru juga harus paham akan kebutuhan motivasi anak didiknya. Karena motivasi yang di butuhkan masing-masing siswa itu berbeda.

B. Saran

(18)
(19)

DAFTAR PUSTAKA

http://azmawaddah.blogspot.co.id/2012/10/pengertian-fungsi-dan-bentuk-motivasi.html diakses 11 Maret 2016

http://belajarpsikologi.com/macam-macam-motivasi-belajar/ diakses 11 Maret 2016

http://distributor-papandata.blogspot.co.id/2014/01/bentuk-bentuk-motivasi-di-sekolah.html diakses 11 Maret 2016

https://afidburhanuddin.wordpress.com/2014/05/05/prinsip-prinsip-belajar-dan-implikasinya/ diakses 11 Maret 2016

http://supiani.staff.gunadarma.ac.id/Publications/files/1178/TEORI+TEORI+MO TIVASI.doc diakses 11 Maret 2016

Referensi

Dokumen terkait

Pengukuran kinerja perusahaan dengan metode balanced scorecard pada perspektif finansial menunjukkan perusahaan telah dapat mencapai target keuangannya di dalam tahap bisnis

Dimana adalah variabel bebas yaitu variabel yang mempengaruhi yang di urutkan dari yang terkecil sampai terbesar (ketinggian anemometer), dan adalah variabel terikat

Tujuan dari penulisan laporan akhir ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem akuntansi penjualan kredit baik dari prosedur, struktur organisasi,

Sesuai dengan Schiffman & Kanuk (2008, p.547) yang menyatakan bahwa keputusan pembelian adalah pemilihan dari dua atau lebih alternatif, artinya dengan

Berdasarkan hasil dari penelitian yang diperoleh, dapat disimpukan bahwa diameter elektroda dan kecepatan las mempengaruhi nilai kekuatan tarik maksimum, kekerasan,

Solusi yang ditawarkan pada Model Divided Transit Material Processing (Fehr, 2006) pada pengelolaan limbah padat domestik adalah dengan melakukan pengurangan sampah

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT. Bank Pundi Indonesia Tbk tahun 2006-2011 yang terdiri dari laporan laba

Dengan demikian berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka penulis bermaksud untuk melakukan penelitian yang kemudian hasilnya akan dituangkan dalam bentuk