PENGARUH PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY TERHADAP HARGA SAHAM
PERUSAHAAN
(Studi Empiris pada Perusahaan yang Tercatat di
Indeks SRI KEHATI Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2012)
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Program Studi Akuntansi
Oleh:
VALENTINA YORAM SAPUTRI
102114044
PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
i
PENGARUH PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY TERHADAP HARGA SAHAM
PERUSAHAAN
(Studi Empiris pada Perusahaan yang Tercatat di
Indeks SRI KEHATI Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2012)
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Program Studi Akuntansi
Oleh:
VALENTINA YORAM SAPUTRI
102114044
PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
iv
Motto dan Persembahan
“Segala
perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi
kekuatan kepadaku.”
Filipi 4:13
“Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu,
karena ada upah bagi usahamu.”
2 Taw 15:7
“Our greatest glory is not in never falling, but in rising every time
we
fall.”
(Confucius)
v
UNIVERSITAS SANATA DHARAMA FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN AKUNTANSI – PROGRM STUDI AKUNTANSI
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS SKRIPSI
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya menyatakan bahwa Skripsi dengan judul:
PENGARUH PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY TERHADAP HARGA SAHAM
PERUSAHAAN
(Studi Empiris pada Perusahaan yang Tercatat di Indeks SRI KEHATI Bursa Efek IndonesiaPeriode 2009-2012)
Dan dimajukan untuk diuji pada tanggal 27 Agustus 2014 adalah hasil karya saya. Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagaian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin, atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain yang saya aku seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri dan atau tidak terdapat bagaian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, tiru, atau yang saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan pada penulis aslinya.
Apabila saya melakukan hal tersebut di atas, baik sengaja maupun tidak, dengan ini saya menyatakan menarik skripsi yang saya ajukan sebagai hasil tulisan saya sendiri ini. Bila kemudian terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan menyalin atau meniru tulisan oramg lain seolah-olah hasil pemikiran saya sendiri, berarti gelar dan ijasah yang telah diberikan oleh universitas batal saya terima.
Yogyakarta, 29 Agustus 2014 Yang membuat pernyataan
vi
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN
PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIK
Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswi Universitas Sanata Dharma: Nama : Valentina Yoram Saputri
Nomor Mahasiswa : 102114044
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:
“
Pengaruh
Pengungkapan
Corporate Social Responsibility
Terhadap Harga
Saham Perusahaan
.”
Studi Empiris pada Perusahaan yang Tercatat di Indeks SRI KEHATI Bursa Efek Indonesia Periode 2009 - 2012 beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya.
Dibuat di Yogyakarta
Pada tanggal: 29 Agustus 2014 Yang menyatakan
vii
KATA PENGANTAR
Puji syukur dan terima kasih ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.
Dalam menyelesaikan skripsi ini penulis mendapat bantuan, bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada:
1. Johanes Eka Priyatma., M.Sc., Ph.D. selaku Rektor Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kepribadian kepada penulis.
2. Dr. H. Herry Maridjo., M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.
3. Drs. YP Supardiyono., M.Si., Ak., QIA., C.A., selaku Ketua Program Studi Akuntansi Universitas Sanata Dharma.
4. Dr. Fr. Reni Retno Anggraini., M.Si., Ak., C.A., sebagai Dosen
Pembimbing yang telah memberikan teladan, semangat, motivasi, bantuan, dan bimbingan kepada penulis dengan sabar.
viii
6. Drs.Yusef Widya Karsana., M.Si., Ak., C.A., selaku Dosen Penguji dalam sidang skripsi.
7. Dra. YF. Gien Agustinawansari., M.M., Akt., C.A., selaku Dosen Pembimbing Akademik terima kasih atas bimbingan dan motivasi kepada penulis.
8. Seluruh Dosen, staf dan karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma khususnya Program Studi Akuntansi atas segala bantuan yang telah diberikan kepada penulis selama menjadi mahasiswi di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
9. Ayah Yoram Hadi Sutomo dan Ibu Ps. Sri Hartanti tersayang, terima kasih atas doa, kasih sayang, perhatian, pendidikan, teladan, dukungan, dan semua yang telah kalian berikan.
10. Untuk saudara sepupu: Natalia, Dian, Joan, dan Grace terima kasih atas doa dan dukungan yang telah diberikan dalam kehidupanku.
11. Untuk sahabat-sahabatku SBL: Stefana, Oviana, Melly, Audy, Kristina, Devina, Prima terima kasih atas doa,dukungan dan pertanyaan kapan wisudanya.
12. Untuk sahabat-sahabatku: Asty, Hetty, Chatrien, Ananta, Anggit, Kristi, Putri, Deizvi, Lia, dan Niken terima kasih atas doa, bantuan, dan dukungan yang diberikan kepada penulis.
ix
14. Teman-teman Puri Nugraha Tercinta (Priska, Ita, Nene, Ce Ayin, Ce Siana, Ce Melly, Nay, Kak Nana, dll) yang secara langsung maupun tidak langsung ikut mendukung dan mendoakan.
15. Teman-teman MPT (Mbak Clara, Yongky, Puput, Dian, Mediana, Natrilyn, Mbak Happy, Dony, Ricky, Nony, Mas Tito) makasi buat
dukungannya, kerjasamanya, dan perjuangan barengnya… sukses buat kita semua…
16. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangannya, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran. Semoga Skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Yogyakarta, 29 Agustus 2014
x
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBIN ... ii
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
HALAMAN PERSEMBAHAN ... iv
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS ... v
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ... vi
HALAMAN KATA PENGANTAR ... vii
HALAMAN DAFTAR ISI... x
HALAMAN DAFTAR TABEL ... xv
HALAMAN DAFTAR GAMBAR ... xvi
HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN ... xvii
ABSTRAK ... xviii
ABSTRACT ... xix
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 5
C. Tujuan Penelitian ... 5
D. Batasan Masalah... 5
xi
F. Sistematika Penulisan ... 7
BAB II LANDASAN TEORI ... 8
A. Teori Pensinyalan (Signalling Theory) ... 8
B. Pengungkapan... 10
C. Jenis Pengungkapan Laporan Keuangan... 11
D. Laporan Tahunan ... 12
E. Corporate Social Responsibility ... 13
1. Pengertian Corporate Social Responsibility... 13
2. Manfaat Penerapan Corporate Social Responsibility ... 14
3. Indeks Corporate Social Responsibility ... 17
4. Pengungkapan Corporate Social Responsibility ... 18
F. Studi Peristiwa dan Periode Pengamatan ... 19
1. Studi Peristiwa ... 19
2. Periode Pengamatan ... 19
G. Pengertian Kandungan Informasi ... 20
H. Saham ... 21
1. Pengertian Saham ... 21
2. Nilai Saham ... 22
I. Indeks Harga Saham ... 23
J. Return Saham ... 26
1. Return Realisasian ... 26
2. Return Ekspektasian ... 27
xii
4. Menghitung Cumulative Abnormal Return ... 30
K. Kerangka Konseptual ... 31
L. Pengembangan Hipotesis Penelitian ... 32
BAB III METODE PENELITIAN ... 36
A. Jenis Penelitian ... 36
B. Populasi dan Sampel Penelitian... 36
1. Populasi ... 36
2. Sampel ... 37
C. Tempat dan Waktu Penelitian ... 38
D. Subyek dan Obyek Penelitian... 39
E. Teknik Pengumpulan Data ... 39
F. Sumber Data ... 40
G. Periode Pengamatan ... 40
H. Definisi Operasional Variabel ... 41
1. Variabel Dependen ... 41
2. Variabel Independen ... 44
3. Variabel Kontrol ... 46
I. Teknik Analisis Data ... 48
1. Statistik Deskriptif ... 48
2. Uji Asumsi Klasik ... 48
a. Uji Normalitas ... 48
b. Uji Multikolonieritas ... 48
xiii
d. Uji Autokorelasi ... 49
3. Uji Hipotesis ... 50
a. Analisis Regresi Berganda ... 50
b. Koefisien Determinasi ... 51
c. Uji Statistik F ... 51
d. Uji Statistik T ... 53
4. Uji Independen T-Test ... 56
BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ... 57
A. Sejarah Bursa Efek Indonesia ... 57
B. Gambaran Umum Perusahaan... 58
BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN ... 69
A. Deskripsi Objek Penelitian ... 69
B. Pengukuran Variabel ... 70
C. Deskriptif Statistik Variabel Penelitian ... 76
D. Analisis Data ... 77
1. Uji Asumsi Klasik ... 77
a. Uji Normalitas... 77
b. Uji Multikolonieritas ... 79
c. Uji Heteroskedektisitas... 80
d. Uji Autokorelasi ... 81
2. Pengujian Hipotesis ... 82
a. Analisis Regresi Berganda... 82
xiv
c. Uji F... 85
d. Uji T ... 86
3. Uji Independen T-test ... 90
E. Pembahasan ... 92
BAB VI Penutup ... 99
A. Kesimpulan ... 99
B. Keterbatasan Penelitian ... 100
C. Saran ... 100
DAFTAR PUSTAKA ... 102
xv
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Tabel Pengambilan Keputusan Autokorelasi ... 50
Tabel 4.1 Data Perusahaan Tidak Sesuai Kriteria ... 65
Tabel 4.2 Data Perusahaan Sampel... 66
Tabel 4.3 Data Perusahaan Bidang Usahanya Berkaitan dengan Sumber Daya Alam ... 67
Tabel 4.4 Data Perusahaan Bidang Usahanya Tidak Berkaitan dengan Sumber Daya Alam ... 68
Tabel 5.1 Perolehan Sampel Penelitian ... 69
Tabel 5.2 Deskripsi Data Penelitian ... 76
Tabel 5.3 Uji Normalitas ... 78
Tabel 5.4 Uji Multikolonieritas ... 79
Tabel 5.5 Uji Autokorelasi ... 81
Tabel 5.6 Koefisien Regresi ... 82
Tabel 5.7 Koefisien Determinasi R2 ... 84
Tabel 5.8 Uji F ... 85
Tabel 5.9 Uji T... 88
Tabel 5.10 Grup Statistik ... 90
xvi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1: Kandungan Informasi ... 21
Gambar 2.2: Kerangka Konseptual ... 32
Gambar 3.1: Periode Pengamatan... 41
xvii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1: Tabel 1 Indeks CSR ... 108
Lampiran 2: Tabel 2 Penentuan Sampel ... 111
Lampiran 3: Tabel 3 Data Sampel ... 113
Lampiran 4: Tabel 4 Tanggal Pengumuman Indeks SRI KEHATI ... 114
Lampiran 5: Tabel 5 Indeks Pengungkapan CSR ... 116
Lampiran 6: Tabel 6 Harga saham (closing Prices) ... 120
Lampiran 7: Tabel 7 Return Aktual ... 128
Lampiran 8: Tabel 8 Indeks Saham Gabungan ... 136
Lampiran 9: Tabel 9 Return Indeks Pasar ... 144
Lampiran 10: Tabel 10 Abnormal Return ... 152
Lampiran 11: Uji Asumsi Klasik ... 160
xviii
ABSTRAK
PENGARUH PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN
(Studi Empiris pada Perusahaan yang Tercatat di
Indeks SRI KEHATI Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2012) Valentina Yoram Saputri
NIM: 102114044 Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta 2014
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh pengungkapan Corporate Social Responsibility terhadap harga saham dan menguji perbedaan kandungan informasi Corporate Social Responsibility antara perusahaan yang bidang usahanya berkaitandengan sumberdaya alam dan perusahaan yang bidang usahanya tidak berkaitan dengan sumberdaya alam. Pengungkapan Corporate Social Responsibility diukur dengan Corporate Social Responsibility Disclosure Indeks (CSRDI) yang mengacu pada Corporate Social Responsibility Checklist dari Sembiring (2005).
Jenis Penelitian ini adalah studi empiris. Penelitian dilakukan terhadap laporan tahunan 30 perusahaan yang terdaftar dalam Indeks SRI KEHATI periode II tahun 2009-2012. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah abnormal return, sedangkan,variabel independennya adalah pengungkapan Corporate Social Responsibility dan jenis industri. Profitabilitas dan ukuran perusahaan (size) sebagai variabel kontrol. Abnormal return dihitung dengan menggunakan market adjusted model.Teknik analisa data yang digunakan adalah regresi linier berganda dan independen t-test.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengungkapan Corporate Social Responsibility berpengaruh signifikan positif terhadap harga saham. Terdapat perbedaan kandungan informasi Corporate Social Responsibility antara perusahaan yang bidang usahanya berkaitan dengan sumberdaya alam dan perusahaan yang bidang usahanya tidak berkaitan dengan sumberdaya alam. Variabel kontrol profitabilitas dan size tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham.
xix
ABSTRACT
THE INFLUENCE OF CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
DISCLOSURE ON COMPANY’S STOCK PRICE
(An Empirical Study of Companies Listed in SRI KEHATI Index of Indonesian Stock Exchange in the year 2009-2012)
Valentina Yoram Saputri corporate social responsibility information content between natural resources companies and non natural resources companies. Corporate social responsibility disclosure was measured by Corporate Social Responsibility Disclosure Indeks (CSRDI) adopted from Corporate Social Responsibility Disclosure Checklist by Sembiring (2005)
This research was an empirical study. Resource of the data was annual reports of 30 companies listed in SRI KEHATI index of Indonesian Stock Exchange in the year 2009-2012. The dependent variable was abnormal return, whereas the independent variable were corporate social responsibility disclosure and industry type. Profitability and size were the control variables. Abnormal return was measured by market adjusted models. The data analysis techniques used were multiple linear regression and independent t-test.
The result showed that, the CSR disclosure had a positive significant influence to the stock price. There was a difference of corporate social responsibility information content between natural resources companies and non natural resources companies. Profitability and size as control variables had no significant influence on stock price.
1
BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Laporan keuangan merupakan alat bagi manajemen perusahaan untuk menyediakan informasi bagi para investor dan sebagai media tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat. Informasi mengenai laba dan harga saham menarik minat investor untuk berinvestasi karena menggambarkan keadaan perusahaan. Selain informasi keuangan tersebut, investor juga dapat mempertimbangkan informasi non keuangan seperti informasi Corporate Social Responsibility (CSR) dalam pengambilan keputusan investasi.
Perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab berdasarkan pada single bottom line, yaitu nilai perusahaan yang direfleksikan dalam kondisi keuangan saja, namun perusahaan juga harus berpijak pada triple bottom line (profit, people, planet), yaitu tujuan bisnis tidak hanya mencari laba (profit), tetapi juga mensejahterakan orang (people), dan menjamin kelestarian lingkungan. Sebagai salah satu upaya perusahaan untuk menunjukkan pertanggungjawaban atas dampak dari kegiatannya, perusahaan memberikan penjelasan dan pelaporan kepada masyarakat mengenai berbagai kegiatan sosial dan lingkungannya.
(revisi 2013) menyatakan bahwa, perusahaan dapat pula menyajikan laporan tambahan seperti laporan mengenai lingkungan hidup dan laporan nilai tambah (value added statement), khususnya bagi industri dimana faktor-faktor lingkungan hidup memegang peranan penting dan bagi idustri yang menganggap pegawai sebagai kelompok pengguna yang memegang peranan penting.
Di Indonesia, pengungkapan CSR bersifat wajib yang diatur Undang– Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas Pasal 74 ayat 1a menyebutkan bahwa, perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Di dalam UU No.25 Tahun 2007 Pasal 15 huruf b tentang Penanaman Modal disebutkan bahwa setiap penanam modal berkewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial. Sedangkan Pasal 34 ayat 1 menyebutkan, penanam modal yang tidak melaksanakan tanggung jawab sosial akan diberikan sanksi administratif berupa peringatan tertulis, pembatasan kegiatan usaha, pembekuan kegiatan usaha dan/atau fasilitas penanaman modal dan pencabutan kegiatan usaha dan/atau fasilitas penanaman modal.
pasar modal. Informasi CSR dianggap oleh perusahaan sebagai goodnews yang diharapkan dapat direspon positif oleh investor. Penelitian mengenai pengaruh CSR terhadap peningkatan nilai perusahaan sudah banyak dilakukan. Hasil penelitian Nurdin dan Cahyandito (2006) menunjukkan bahwa pengungkapan tema-tema sosial dan lingkungan dalam laporan tahunan berpengaruh signifikan terhadap reaksi investor yang diukur dengan abnormal return dan volume perdagangan saham. Hal ini konsisten dengan Sayekti dan Sensi (2007), serta Cheng dan Christiawan (2011) yang menyimpulkan bahwa pelaksanaan CSR memiliki dampak positif dan signifikan terhadap reaksi pasar.
Kartadjumena (2010) menunjukkan bahwa secara parsial voluntary disclosure memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Earning Response Coefficient (ERC), sedangkan CSR disclosure berpengaruh negatif signifikan terhadap Earning Response Coefficient (ERC). ERC diukur dengan abnormal return. Hasil penelitian Andhariani (2005) menunjukkan bahwa pengungkapan sukarela berpengaruh positif signifikan terhadap Earning Response Coefficient (ERC).
(2007) variabel industri dikelompokkan dalam industri jasa dan non jasa. Industri jasa mempunyai luas pengungkapan yang lebih tinggi dibandingkan industri non jasa karena manajemen lebih banyak mengungkapkan informasi di dalam laporan tahunannya. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa jenis industri tidak berpengaruh signifikan terhadap luas pengungkapan CSR.
Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa belum ada kesimpulan yang konklusif dari penelitian-penelitian sebelumnya, maka penelitian tentang pengaruh indeks pengungkapan Corporate Social Responsibility terhadap harga saham menarik untuk dilakukan. Penelitian ini mengacu pada penelitian Pratomo (2010). Tujuan dari penelitian ini untuk menguji kembali pengaruh indeks pengungkapan Corporate Social Responsibility terhadap harga saham perusahaan. Selain itu, juga ditambahkan profitabilitas dan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol dengan alasan semakin tinggi tingkat profitabilitas dan ukuran perusahaan, maka akan semakin besar pula pengungkapan informasi Corporate Social Responsibility.
B. Rumusan Masalah
Atas dasar latar belakang diatas, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
1. Apakah terdapat pengaruh indeks pengungkapan informasi Corporate
Social Responsibility terhadap harga saham perusahaan?
2. Apakah terdapat perbedaan kandungan informasi Corporate Social Responsibility pada setiap jenis industri?
C.Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang dibuat, maka tujuan penelitian ini, yaitu sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengaruh indeks pengungkapan informasi Corporate
Social Responsibility terhadap harga saham.
2. Untuk mengetahui perbedaan kandungan informasi Corporate Social
Responsibility pada setiap jenis industri.
D.Batasan Masalah
E.Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Bagi investor, penelitian ini diharapkan dapat membantu memberikan pengetahuan mengenai kandungan informasi CSR yang menjadi bahan pertimbangan dalam menganalisis, menentukan, dan mengambil keputusan investasi.
2. Bidang akademis, sebagai bahan kajian dalam penelitian sejenis di masa
yang akan datang dan dapat memberikan sumbangsih terhadap ilmu pengetahuan serta menambah wawasan.
F. Sistematika Penulisan
Untuk mendapatkan gambaran secara singkat dari penelitian ini, maka penulis menyusun kerangka penelitian sebagai berikut:
BAB I : Pendahuluan
Dalam bab ini penulis menguraikan mengenai latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB II : Landasan Teori
Dalam bab ini akan diuraikan secara mendalam mengenai teori-teori yang berkaitan dengan penelitian ini. Teori-teori akan digunakan penulis untuk mendukung analisis data dan pembahasan.
BAB III : Metode Penelitian
Dalam bab ini penulis akan menguraikan mengenai jenis penelitian yang dilakukan, populasi dan sampel yang akan diambil, tempat dan waktu penelitian, teknik pengumpulan data, dan analisis data.
BAB IV : Gambaran Umum Perusahaan
Menjelaskan mengenai gambaran umum dari perusahaan-perusahaan yang diambil sebagai sampel penelitian.
BAB V : Analisis dan Pembahasan
Menjelaskan mengenai deskripsi objek penelitian, analisis data, dan pembahasan hasil output program SPSS.
BAB VI : Penutup
8
BAB II
LANDASAN TEORI
A.Teori Pensinyalan (Signalling Theory)
Signalling theory menekankan kepada pentingnya informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan terhadap keputusan investasi pihak di luar perusahaan. Informasi merupakan unsur penting bagi investor dan pelaku bisnis karena informasi pada hakekatnya menyajikan keterangan, catatan atau gambaran baik untuk keadaan masa lalu, saat ini maupun keadaan dimasa yang akan datang bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan dan bagaimana pasaran efeknya.
Agustini (2011) menyatakan bahwa terjadi asimetri informasi antara manajemen dengan pihak eksternal perusahaan seperti investor dan kreditor. Asimetri informasi terjadi ketika manajer memiliki informasi internal perusahaan yang lebih banyak dan mengetahui informasi lebih cepat dibandingkan pihak eksternal. Guna mengurangi asimetri informasi, maka perusahaan harus mengungkapkan informasi yang dimiliki baik informasi keuangan maupun informasi non keuangan.
Pada waktu informasi diumumkan harus lengkap, relevan, akurat dan tepat waktu. Contohnya informasi laba, ketika semua pelaku pasar sudah menerima informasi tersebut, pelaku pasar terlebih dahulu menginterpretasikan dan menganalisis informasi tersebut sebagai signal baik (good news) atau signal buruk (bad news). Jika pengumuman informasi tersebut sebagai signal baik dan penting bagi investor, maka terjadi kenaikan dalam harga saham dan volume perdagangan saham.
Pengumuman informasi akuntansi memberikan signal bahwa perusahaan mempunyai prospek yang baik di masa mendatang (good news) sehingga investor tertarik untuk melakukan perdagangan saham, dengan demikian pasar akan bereaksi positif yang tercermin melalui kenaikan dalam volume perdagangan saham, sedangkan bad news akan di respon negatif oleh investor melalui penurunan harga saham (Ivana 2005: 16).
B.Pengungkapan
Pengungkapan didefinisikan sebagai penyediaan sejumlah informasi yang dibutuhkan untuk pengoperasian secara optimal pasar modal (Hendriksen, 1996 dalam Prastomo, 2010). Secara konseptual, pengungkapan merupakan bagian integral dari pelaporan keuangan. Secara teknis, pengungkapan merupakan langkah akhir dari proses akuntansi yaitu penyajian informasi dalam bentuk seperangkat penuh statemen keuangan (Suwardjono 2007: 578).
Teori yang menjelaskan mengapa perusahaan cenderung mengungkapkan informasi yang berkaitan dengan aktivitasnya dan dampak yang ditimbulkan oleh perusahaan tersebut dikemukakan oleh Gray et al (1995) dalam Cahya (2010) menyebutkan ada tiga studi yaitu :
1. Decision usefullness studies
informasi lain yang relatif baru dalam wacana akuntansi. Mereka menempatkan informasi aktivitas sosial perusahaan pada posisi yang moderately important untuk digunakan sebagai pertimbangan oleh para penggunalaporan keuangan dalam pengambilan keputusan.
2. Economic theory studies
Teori ini membedakan antara pemilik perusahaan dengan pengelola perusahaan dan menyiratkan bahwa pengelola perusahaan harus memberikan laporan pertanggungjawaban atas segala sumber daya yang dimiliki dan dikelola kepada pemilik perusahaan. Perusahaan juga dituntut untuk membuat laporan keuangan yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi stakeholders.
3. Social and political theory studies
Studi di bidang ini menggunakan teori stakeholders, teori legitimasi organisasi, dan teori ekonomi politik. Teori stakeholders mengasumsikan bahwa eksistensi perusahaan ditentukan oleh para stakeholders. Perusahaan berusaha mencari pembenaran dari para stakeholders dalam menjalankan operasi perusahaannya. Sehingga berakibat semakin besar pula kecenderungan perusahaan mengadaptasikan diri terhadap keinginan para stakeholders-nya.
C.Jenis Pengungkapan Laporan Keuangan
adalah pengungkapan yang dilakukan perusahaan diluar apa yang diwajibkan. Teori yang melandasi pengungkapan sukarela adalah teori pensinyalan (signaling theory). Sedangkan pengungkapan wajib adalah pengungkapan yang dimandatkan oleh standard setter kepada manajemen dalam membuat laporan keuangan (Suwardjono 2007: 583).
Perusahaan dianjurkan untuk mengungkapkan telaah keuangan yang menjelaskan karakteristik utama yang mempengaruhi kinerja keuangan, posisi keuangan perusahaan dan kondisi ketidakpastian. Pengungkapan sukarela (voluntary) dapat berupa laporan pertanggungjawaban sosial perusahaan dan laporan nilai tambah (value added statement), khususnya industri dimana faktor-faktor lingkungan hidup memegang peranan penting.
D.Laporan Tahunan
E.Corporate Social Responsibility (CSR)
1. Pengertian Corporate Social Responsibility (CSR)
The World Business Council for Sustainable Development
(WBCSD), mendefinisikan Corporate Social Responsibility atau tanggung jawab sosial perusahaan sebagai:
“Komitmen bisnis untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan
ekonomi berkelanjutan, melalui kerja sama dengan para karyawan serta perwakilan mereka, keluarga mereka, komunitas setempat maupun masyarakat umum untuk meningkatkan kualitas kehidupan dengan cara yang bermanfaat baik bagi bisnis sendiri maupun untuk
pembangunan.” (Cheng dan Christiawan, 2011)
Menurut ISO 26000 dalam Prastowo dan Huda, 2011: 101 menyatakan bahwa:
“Corporate Social Responsibility adalah tanggung jawab sebuah organisasi terhadap dampak keputusan-keputusan dan kegiatan-kegiatannya pada masyarakat dan lingkungan yang diwujudkan dalam bentuk perilaku transparan dan etis yang sejalan dengan pembangunan berkelanjutan termasuk kesehatan dan kesejahteraan masyarakat; mempertimbangkan harapan pemangku kepentingan; sejalan dengan hukum yang ditetapkan dan norma-norma perilaku internasional; serta
terintegrasi dengan organisasi secara menyeluruh.”
2. Manfaat Penerapan Corporate Social Responsibility (CSR)
Menurut Wibisono (2007), beberapa keuntungan yang dapat diperoleh oleh perusahaan dalam penerapan CSR, diantaranya:
a. Mempertahankan dan mendongkrak reputasi dan brand image
perusahaan.
Perbuatan destruktif akan menurunkan reputasi perusahaan, begitupun sebaliknya, kontribusi positif juga akan mendongkrak reputasi dan image positif perusahaan. Inilah yang menjadi modal non-finansial utama bagi perusahaan bagi stakeholder-nya yang menjadi nilai tambah bagi perusahaan untuk dapat tumbuh secara berkelanjutan.
b. Layak mendapatkan sociallicense to operate
c. Mereduksi risiko bisnis perusahaan
Mengelola resiko di tengah kompleksnya permasalahan perusahaan merupakan hal yang esensial untuk suksesnya usaha. Perusahaan mesti menyadari bahwa kegagalan untuk memenuhi ekspektasi stakeholders pasti akan menjadi bom waktu yang dapat memicu resiko yang tidak diharapkan.
d. Melebarkan akses sumber daya
Track record yang baik dalam pengelolaan CSR merupakan keunggulan bersaing bagi perusahaan yang dapat membantu untuk memuluskan jalan menuju sumberdaya yang diperlukan perusahaan.
e. Membentangkan akses menuju market
Investasi yang ditanamkan untuk program CSR ini dapat menjadi tiket bagi perusahaan menuju peluang pasar yang terbuka lebar. Termasuk didalamnya akan memupuk loyalitas konsumen dan menembus pangsa pasar baru. Sudah banyak bukti akan resistensi konsumen terhadap produk-produk yang tidak comply pada aturan dan tidak tanggapterhadap isu sosial dan lingkungan.
f. Mereduksi biaya
tanggung jawab sosialnya. Penerapan program CSR yang mudah dipahami adalah upaya untuk mereduksi limbah melalui proses recycle atau daur ulang kedalam siklus produksi. Disamping mereduksi biaya, proses ini tentu juga mereduksi buangan ke laut sehingga menjadi lebih aman.
g. Memperbaiki hubungan dengan stakeholders
Implementasi program CSR tentunya akan menambah frekuensi komunikasi dengan stakeholders. Nuansa seperti itu dapat membentangkan kapet merah bagi terbentuknya trust kepada perusahaan.
h. Memperbaiki hubungan dengan regulator
Perusahaan yang menerapkan program CSR pada dasarnya merupakan upaya untuk meringankan beban pemerintah sebagai regulator. Sebab pemerintahlah yang menjadi penanggungjawab utama untuk mensejahterakan masyarakat dan melestarikan lingkungan. Tanpa bantuan dari perusahaan, umumnya terlalu berat bagi pemerintah untuk menanggung beban tersebut.
i. Meningkatkan semangat dan produktivitas karyawan
Disamping itu reputasi perusahaan yang baik dimata stakeholders juga merupakan pemacu semangat bagi karyawan untuk meningkatkan motivasi dalam berkarya.
j. Peluang mendapatkan penghargaan
Banyak reward ditawarkan bagi penggiat CSR, sehingga kesempatan untuk mendapatkan penghargaan mempunyai peluang yang cukup tinggi. Praktik CSR dan pengungkapan CSR yang dilakukan oleh perusahaan sudah mampu memberikan manfaat bagi perusahaan dan memperoleh tanggapan yang baik dari investor.
3. Indeks Corporate Social Responsibility
Indeks CSR atau Corporate Social Responsibility Disclosure Indeks (CSRDI) adalah suatu alat atau cara yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat pengungkapan informasi pertanggungjawaban sosial yang telah dilakukan oleh perusahaan. Pengungkapan Corporate Social Responsibility Disclosure Indeks (CSRDI) yang akan digunakan dalam penelitian ini mengacu pada instrumen yang digunakan oleh Sembiring (2005) dalam Pratomo (2010) yang mengelompokkan informasi CSR ke dalam tujuh kategori,yaitu:
a. Lingkungan b. Energi
e. Produk
f. Keterlibatan masyarakat g. Umum
Total item CSR berkisar antara 63 sampai dengan 78, tergantung dari jenis industri perusahaan. Contoh daftar pengungkapan Corporate Social Responsibility disajikan pada lampiran tabel 1.
4. Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR)
F. Studi Peristiwa dan Periode Pengamatan
1. Studi Peristiwa (Event Study)
Studi Peristiwa (event study) merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa (event) yang informasinya dipublikasikan sebagai suatu pengumuman. Event study dapat digunakan untuk menguji kandungan informasi (information content) dari suatu pengumuman dan dapat juga digunakan untuk menguji efisiensi pasar bentuk setengah kuat. Pengujian kandungan informasi dimaksudkan untuk melihat reaksi dari suatu pengumuman. Jika pengumuman mengandung informasi (information content), maka diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima oleh pasar. Reaksi pasar diukur dengan mengunakan return sebagai nilai perubahan harga atau dengan menggunakan abnormal return (Jogiyanto 2010:556).
2. Periode Pengamatan
Periode pengamatan merupakan periode waktu dimana suatu peristiwa akan diamati. Periode pengamatan dibagi menjadi dua, yaitu:
a. Periode Estimasi
b. Periode Jendela (Event Window)
Periode jendela (event window) disebut juga sebagai periode peristiwa (event period). Lama dari jendela yang umum digunakan berkisar 3 hari sampai dengan 121 hari untuk data harian dan 3 bulan untuk sampai 121 bulan untuk data bulanan. Lamanya jendela tergantung dari jenis peristiwanya. Jika peristiwanya merupakan peristiwa yang nilai ekonomis dapat ditentukan dengan mudah oleh investor (misalnya: pengumuman laba dan pengumuman deviden). Periode jendela yang pendek, disebabkan oleh investor yang bereaksi dengan cepat. Periode jendela yang merupakan periode pengamatan merupakan periode yang akan dihitung nilai abnormal return-nya (Jogiyanto 2013:582-583).
G.Pengertian Kandungan Informasi
memberikan abnormal return kepada pasar. Sebaliknya yang tidak mengandung informasi tidak memberikan abnormal return kepada pasar.
Gambar 2.1: Kandungan Informasi Sumber : Jogianto (2010: 557)
H.SAHAM
1. Pengertian Saham
Saham (stock) merupakan surat berharga yang menunjukkan kepemilikan seorang investor di dalam suatu perusahaan. Artinya, jika seseorang membeli saham suatu perusahaan, berarti dia telah menyertakan modal ke dalam perusahaan tersebut sebanyak jumlah saham yang dibeli (Basir dan Hendy 2005:11).
Saham dibagi menjadi tiga jenis, yaitu saham preferen, saham biasa, dan saham tresuri. Pertama, saham preferen merupakan saham yang mempunyai sifat gabungan antara obligasi dan saham biasa. Dibandingkan dengan saham biasa, saham preferen mempunyai beberapa hak, yaitu hak atas deviden tetap dan hak pembayaran terlebih dahulu jika terjadi likuidasi. Oleh karena itu, saham preferen dianggap
mempunyai karakteristik ditengah-tengah antara bond dan saham biasa (Jogiyanto 2010:111).
Kedua, saham biasa (common stock) adalah suatu sertifikat atau piagam yang memiliki fungsi sebagai bukti pemilikan suatu perusahaan dengan berbagai aspek-aspek penting bagi perusahaan. Ketiga, saham tresuri (treasury stock) merupakan saham milik perusahaan yang sudah pernah dikeluarkan dan beredar yang kemudian dibeli kembali oleh perusahaan untuk disimpan sebagai tresuri yang nantinya dapat dijual kembali.
2. Nilai Saham
Nilai suatu saham memiliki 3 (tiga) konsep, yaitu (Jogiyanto 2010:121-130):
a. Nilai buku (book value)
Nilai buku saham merupakan nilai saham menurut pembukuan perusahaan emiten. Nilai buku per lembar saham adalah total ekuitas dibagi dengan jumlah saham beredar.
b. Nilai pasar (market value)
c. Nilai intrinsik (intrinsic value)
Tujuan perhitungan nilai intrinsik atau nilai fundamental adalah menentukan harga wajar suatu saham agar harga saham tersebut mencerminkan nilai saham sebenarnya (riil value) sehingga tidak terlalu mahal (over priced). Perhitungan nilai intrinsik suatu saham adalah mencari nilai sekarang dari semua aliran kas dimasa mendatang baik yang berasal dari deviden maupun capital gain/ loss.
I. Indeks Harga Saham
Indeks harga saham adalah suatu indikator yang menunjukkan pergerakan harga saham. Indeks berfungsi sebagai indikator trend pasar, artinya pergerakan indeks menggambarkan kondisi pasar pada suatu saat, apakah pasar sedang aktif atau lesu. Hal ini merupakan suatu indikator penting bagi para investor untuk menentukan apakah mereka akan menjual, menahan atau membeli saham (Pratomo, 2010).
Di Bursa Efek Indonesia (BEI) terdapat 11 (sebelas) jenis indeks saham, antara lain:
1. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), menggunakan semua emiten
2. Indeks Sektoral, menggunakan semua emiten yang ada pada masing-masing sektor.
3. Indeks LQ 45, menggunakan 45 emiten yang dipilih berdasarkan pertimbangan likuiditas dan kapitalisasi pasar, dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukan.
4. Jakarta Islamic Indeks (JII), menggunakan 30 emiten yag masuk dalam kriteria syariah (Daftar Efek Syariah yang diterbitkan oleh BAPEPAM-LK) dan termasuk saham yang memiliki kapitalisasi besar dan likuiditas tinggi.
5. Indeks Kompas-100, menggunakan 100 emiten yang dipilih berdasarkan pertimbangan likuiditas dan kapitalisasi pasar, dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukan.
6. Indeks Bisnis-27, menggunakan 27 emiten yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu dan merupakan kerjasama antara PT Bursa Efek Indonesia dengan Harian Bisnis Indonesia.
7. Indeks PEFINDO-25, menggunakan 25 emiten yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu dan merupakan kerjasama antara PT Bursa Efek Indonesia dengan Lembaga Rating PEFINDO.
8. Indeks Papan Utama, menggunakan emiten yang masuk dalam kriteria
papan utama.
9. Indeks Papan Pengembangan, menggunakan emiten yang masuk dalam kriteria papan pengembangan.
11. Indeks SRI KEHATI
Sejak 8 Juni 2009, Yayasan KEHATI bekerjasama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan indeks SRI KEHATI yang mengacu pada tata cara Sustainable and Responsible Investment (SRI) dengan nama Indeks SRI KEHATI. Tujuan dibentuknya indeks ini adalah untuk memberikan informasi secara terbuka kepada masyarakat luas mengenai ciri dari perusahaan terpilih pada indeks SRI KEHATI yang dianggap memiliki bermacam bentuk pertimbangan dalam usahanya berkaitan dengan kepedulian pada lingkungan, tata kelola perusahaan, keterlibatan masyarakat, sumber daya manusia, hak asasi manusia, dan perilaku bisnis dengan etika bisnis yang diterima di tingkat international.
Yayasan KEHATI menetapkan 25 (dua puluh lima) perusahaan terpilih yang dianggap dapat memenuhi kriteria dalam indeks SRI KEHATI sehingga dapat menjadi pedoman bagi para investor. Keberadaan perusahaan terpilih akan dievaluasi setiap 2 (dua) periode dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober, dan setelah terpilih nama-nama dari 25 (dua puluh lima) perusahaan tersebut akan di publikasikan oleh BEI yang dapat dilihat di www.idx.co.id.
dengan aspek fundamental. Pada tahap pertama aspek keuangan dilakukan untuk memastikan bahwa perusahaan-perusahaan yang dinilai memenuhi prasyarat penilaian adalah sebagai berikut :
a. Aspek Keuangan
1) Perusahaan memiliki Market Capitalism diatas Rp. 1 triliun
berdasarkan laporan keuangan teraudit tahun terakhir.
2) Perusahaan memiliki Asset di atas Rp. 1 triliun berdasarkan
laporan keuangan teraudit tahun terakhir.
3) Perusahaan memiliki Free Float Ratio diatas 10% berdasarkan saham aktif di bursa dengan kepemilikan publik.
4) Perusahaan memiliki Price Earning Ratio (PER) yang positif dalam 6 (enam) bulan terakhir.
b. Aspek Fundamental
1) Tata Kelola Perusahaan 2) Lingkungan
3) Keterlibatan Masyarakat 4) Perilaku Bisnis
5) Sumber Daya Manusia 6) Hak Asasi Manusia
J. Return Saham
Return relisasian merupakan return yang telah terjadi. Return realisasian penting karena digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja dari perusahaan. Return realisasian juga berguna sebagai dasar penentuan return ekspektasian (ekspected return) dan resiko dimasa datang (Jogiyanto 2010: 205).
Pengukuran return realisasian dapat menggunakan perhitungan return totalnya. Return total merupakan return keseluruhan dari suatu investasi dimasa mendatang dalam suatu periode tertentu. Return total terdiri dari capital gain (loss) dan yield sebagai berikut:
Return = capital gain (loss) + yield
capital gain (loss) merupakan selisih dari harga investasi sekarang relatif dengan harga periode yang lalu :
Rit = capital gain (loss) = Pt – Pt – 1
Pt – 1 Notasi:
Pt = harga Investasi sekarang
Pt – 1= harga investasi periode sebelumnya
Yield merupakan presentase penerimaan kas periodik terhadap harga investasi periode tertentu dari suatu investasi. Untuk saham, yield adalah presentase deviden terhadap harga.
2. Return Ekspektasian (Expected Return)
Jogiyanto 2010:580) mengestimasi return ekspektasian menggunakan model estimasi mean adjusted model, market model, dan market adjusted model.
a. Model Disesuaikan Rata-Rata (Mean Adjusted Model)
Model disesuiakan rata-rata ini menganggap bahwa return ekspektasian bernilai konstan yang sama dengan rata-rata return realisasian sebelumnya selama periode estimasi (estimation period), sebagai berikut ( Jogiyanto 2010 580-582):
E
Notasi:
E = return ekspektasian sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke t.
Rij = return realisasian sekuritas ke-i pada periode estimasike-j.
t = lamanya periode estimasi, yaitu dari t1 sampai t3. b. Market Model
Rij =
Notasi:
Rij = return realisasian sekuritas ke-i pada periode estimasi ke-j.
αi = intercep untuk sekuritas ke-1
βi = koefisien slope yang merupakan beta dari sekuritas ke-i.
RMj = return indeks pasar pada periode estimasi ke-j yang dapat dihitung dengan rumus RMj = (IHSGj-IHSGj-1)/IHSGj-1
dengan IHSG adalah Indeks Harga Saham Gabungan.
Εij = kesalahan residu sekuritas ke-i pada periode estimasi ke-j.
c. Market Adjusted Model
Model sesuaian pasar (market adjusted model) menganggap bahwa penduga yang terbaik untuk mengestimasi return suatu sekuritas adalah return indeks pasar pada saat tersebut. Dengan menggunakan model ini, maka tidak perlu menggunakan model estimasi untuk membentuk model estimasi, karena return sekuritas yang diestimasi adalah sama dengan return indeks pasarnya.
Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut (Jogiyanto 2010: 591):
E = RM,t
Dimana:
RM,t =
Notasi:
IHSGt = Indeks harga saham gabungan pada hari ke-t.
IHSGt-1 = Indeks harga saham gabungan pada hari sebelum ke-t.
3. Return Tidak Normal (Abnormal Return)
Abnormal Return atau excess return merupakan kelebihan dari return yang sesungguhnya terjadi terhadap return normal. Return normal merupakan return ekspektasian (return yang diharapkan oleh investor). Dengan demikian return taknormal (abnormal return) adalah selisih antara return sesungguhnya yang terjadi dengan return ekspektasian. (Jogiyanto 2010: 579-580)
RTNi,t = Ri,t – E(Ri,t)
Notasi:
RTNi,t = Return tak normal (abnormal return) sekuritas ke-i pada priode peristiwa ke-t.
Ri,t = Return realisasian yang terjadi untuk sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t.
E(Ri,t) = Return ekspektasian sekuritas ke-i untuk periode peristiwa ke-t
4. Menghitung Cumulatif Abnormal Return (CAR)
Akumulasi return tidak normal (ARTN) merupakan penjumlahan return tidak normal hari sebelumnya pada periode peristiwa untuk masing-masing sekuritas sebagai berikut:
t
ARTNi,t = ∑ RTNi,a
a= t3
ARTNi,t = Akumulasi return tidak normal sekuritas ke-i pada hari ke-t, yang diakumulasikan dari return tidak normal (RTN) sekuritas ke-i mulai hari awal periode peristiwa (t3) sampai hari ke-t.
RTNi,t = Return tidak normal untuk sekuritas ke-i pada hari ke-a, yaitu mulai mulai t3 (hari awal periode jendela) sampai hari ke-t.
K.Kerangka Konseptual
Gambar 2.2: Kerangka Konseptual
L.Pengembangan Hipotesis Penelitian
1. Pengaruh Indeks Pengungkapan Corporate Social Responsibility
terhadap Harga Saham.
Penelitian mengenai pengaruh CSR terhadap stock return dan telah banyak dilakukan. Muid (2011) meneliti mengenai pengaruh CSR terhadap stock return dalam lingkungan perusahaan yang dikategorikan sensitif dan tidak mengikuti PROPER dari tahun 2008-2009 dengan variabel kontrol PBV dan DER. Hasil penelitian ini menunjukkan variabel CSR (social) dan (evironment) secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap stock return yang diproksikan dengan CAR.
Penelitian ini didukung dengan penelitian Suratno, dkk (2006) menyatakan bahwa perusahaan yang memiliki environmental performance yang baik merupakan good news bagi investor dan calon investor. Hal ini sejalan dengan signaling theory dimana perusahaan dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan mengirimkan signal melalui laporan tahunan yang diterbitkan.
Variabel Independen - Informasi CSR
- Jenis Industri
Variabel Kontrol - ROA
- Ukuran Perusahaan
Variabel Dependen
Pengungkapan CSR dapat mengirimkan signal promosi atau informasi lain yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut lebih baik daripada perusahaan lain karena peduli dengan dampak ekonomi, lingkungan dan sosial dari aktivitas perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan cenderung akan meningkatkan CSR dalam laporan tahunannya. Semakin luas tingkat pengungkapan CSR, maka akan semakin tinggi pula respon positif oleh investor yang dapat dilihat melalui fluktuasi harga saham perusahaan dan volume perdagangan saham (Cheng dan Christiawan, 2011).
Pengujian kandungan informasi dimaksudkan untuk melihat reaksi dari suatu pengumuman. Jika pengumuman mengandung informasi, maka diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu pengumuman tersebut. Reaksi pasar dapat diukur dengan menggunakan abnormal return. Abnormal return merupakan salah satu indikator yang dapat dipakai guna melihat keadaan pasar yang sedang terjadi. Setiap informasi yang didapat oleh investor dapat berpengaruh terhadap kenaikan ataupun penurunan harga saham (Jogiyanto 2010:556).
periode dan sebaliknya jika perusahaan memiliki kinerja lingkungan (environmental performance) yang buruk maka akan muncul keraguan dari para investor terhadap perusahaan tersebut dan direspon negatif dengan fluktuasi harga saham perusahaan di pasar yang semakin menurun dari tahun ke tahun.
Oleh karena itu penulis berkeyakinan bahwa terdapat hubungan antara indeks pengungkapan informasi CSR dengan harga saham.
H1: Indeks pengungkapan informasi CSR berpengaruh signifikan positif terhadap harga saham.
2. Perbedaan Kandungan Informasi Pengungkapan Corporate Social Responsibility Berdasarkan Jenis Industri.
Setelah diberlakukannya Undang-Undang No.40 Pasal 74 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, perusahaan yang menjalankan usahanya berkaitan atau di bidang sumber daya alam wajib melakukan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Oleh karena itu perusahaan tersebut juga wajib melakukan pengungkapan tanggung jawab sosial lingkungan.
Pengungkapan CSR menjelaskan bahwa perusahaan telah menjalankan akuntabilitas sosial dan lingkungan secara optimal atau tidak, dan melaksanakan kegiatan usaha yang sehat, inisiatif, dan komitmen usaha yang telah sesuai atau tidak dengan peraturan Undang-Undang No.40 Pasal 74 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perusahaan yang usahanya tidak berkaitan dengan sumber daya alam secara sukarela mengungkapkan tanggung jawab perusahaan, seperti perusahaan transportasi, perusahaan real estate dan konstruksi, perusahaan infrastruktur, perusahaan manufaktur, perusahaan perbankan dan asuransi.
Penelitian Kuisuko (2013) menyatakan bahwa jenis industri berpengaruh signifikan terhadap luas pengungkapan tanggungjawab sosial pada setiap perusahaan. Hal ini dikaitkan dengan variasi dampak operasi perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat akan mengungkapkan lebih banyak informasi sosial.
Perusahaan melakukan pengungkapan informasi Corporate Social Responsibility secara sukarela (voluntary) merupakan strategi perusahaan untuk menunjukkan citra positif dari perusahaan kepada investor. Semakin banyak infomasi keuangan yang diungkapkan diharapkan dapat mengurangi terjadinya asimetri informasi. Hal ini konsisten dengan penelitian Lang (1993) yang dikutip dalam Kartadjumena (2010) mengenai pengungkapan sukarela menunjukkan bahwa tingkat pengungkapan yang lebih tinggi berhubungan dengan kinerja pasar yang lebih baik diukur dengan menggunakan return saham. Berdasarkan uraian diatas maka hipotesis yang dapat disimpulkan, yaitu:
36
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan dalam penulisan ini adalah penelitian empiris dengan melakukan studi peristiwa (event study) yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh berdasarkan suatu peristiwa.
Studi peristiwa merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa (event) yang informasinya dipublikasikan sebagai suatu pengumuman. Event study dapat digunakan untuk menguji kandungan informasi (information content) dari suatu pengumuman (Jogiyanto 2010:555). Peristiwa yang dimaksud adalah publikasi laporan tahunan.
B. Populasi dan Sampel Penelitian
1. Populasi
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang akan dijadikan objek penelitian. Metode pemilihan pemilihan sampel yang akan digunakan berdasarkan purposive judgment sampling, yaitu tipe pemilihan sampel secara tidak acak yang informasinya diperoleh dengan menggunakan pertimbangan/kriteria tertentu.
Perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan yang masuk dalam Indeks SRI KEHATI periode 2009-2012, dengan kriteria sebagai berikut:
a. Laporan tahunan perusahaan terdapat dalam situs resmi Bursa Efek Indonesia dan situs resmi perusahaan yang bersangkutan. b. Perusahaan yang sahamnya termasuk dalam indeks SRI
KEHATI periode ke-2 (November-April) tahun 2009-2012. c. Mengungkapkan informasi Corporate Social Responsibility
dalam laporan tahunan.
d. Tidak ada informasi yang singnifikan yang mempengaruhi harga saham selain informasi CSR disekitar tanggal pengamatan.
Dalam setiap tahunnya saham-saham yang masuk dalam kategori ini akan dievaluasi setiap dua periode dalam satu tahun, periode pertama bulan Mei-Oktober dan periode ke dua bulan November-April. Penelitian ini menggunakan sampel penelitian untuk Indeks SRI KEHATI periode II (November-April) tahun 2009-2012. Penulis menggunakan sampel Indeks SRI KEHATI periode II (November-April) karena merupakan kelompok terbaru dari saham-saham yang masuk ke Indeks SRI KEHATI periode tahun 2009-2012 dan perusahaan tersebut tidak melakukan pembagian deviden dan pemecahaan saham pada periode pengamatan.
C. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Pojok BEI Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan Pojok BEI Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta.
2. Waktu Penelitian
D. Subyek dan Obyek Penelitian
1. Subyek Penelitian
Subyek penelitian ini adalah saham-saham perusahaan yang masuk dalam indeks SRI-KEHATI periode II (November- April) tahun 2009-2012 di Bursa Efek Indonesia.
2. Obyek Penelitian
Obyek penelitian ini adalah pengungkapan informasi Corporate Social Responsibility (CSR) dan harga saham yang diukur dari abnormal return (diproksikan dengan CAR).
E. Teknik Pengumpulan Data
laporan tahunan periode 2009-2012 yang didapat dengan mendownload di situs www.idx.co.id dan situs resmi masing-masing perusahaan.
F. Sumber Data
Data - data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini, diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Data laporan tahunan perusahaan dan data tanggal pengumuman
perusahaan terdaftar dalam Indeks SRI KEHATI periode II November 2009 sampai denganApril 2012.
b. Data harga saham harian perusahaan yang dijadikan sampel selama periode peristiwa. Harga saham yang dipakai adalah harga saham pada saat penutupan (closing price).
c. Data Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama periode peristiwa.
d. Data tentang informasi CSR diperoleh dari laporan tahunan perusahaan yang listing di BEI pada tahun 2009-2012.
G. Periode Pengamatan
Periode Estimasi Periode Jendela
-203-4 -30 +3
Gambar 3.1: Periode Pengamatan
H. Definisi Operasional Variabel
1. Variabel Dependen
Variabel dependen adalah variabel terikat yang merupakan variabel yang menjadi perhatian utama peneliti, variabel terikat ini dipengaruhi oleh variabel bebas (Sekaran, 2000). Adapun dalam penelitian ini, variabel dependennya adalah abnormal return yang diukur dengan proksi Cummulative Abnormal Return (CAR). CAR merupakan akumulasi dari abnormal return yang merupakan selisih dari actual return dan expected return. Expected return dihitung dengan menggunakan market adjusted model.
menentukan expected return harian masing-masing perusahaan selama periode tahun 2009-2012 untuk hari pengamatan. Perhitungan expected return dengan menggunakan market adjusted model.
a. Menghitung Return Realisasi
Return realisasi merupakan return yang telah terjadi. Return realisasian dihitung menggunakan data historis. Return realisasian penting karena digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja dari perusahaan (Jogiyanto 2010: 205).
Return realisasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Rit = capital gain (loss) = (Pt– Pt – 1)
(Pt – 1) Notasi:
Pt = harga Investasi sekarang
Pt – 1= harga investasi periode sebelumnya
b. Menghitung Return Ekspektasian
Penelitian ini menggunakan market adjusted model
E Rit = Rmt
Dimana Rmt = IHSGt-IHSGt-1
IHSGt-1 Notasi:
Rmt = Return market pada hari ke-t
IHSGt = Indeks harga saham gabungan pada hari ke-t
c. Menghitung Return Tidak Normal (Abnormal Return)
Abnormal Return atau excess return merupakan kelebihan dari return yang sesungguhnya terjadi terhadap return normal. Return normal merupakan return ekspektasian (return yang diharapkan oleh investor). Dengan demikian return taknormal (abnormal return) adalah selisih antara return sesungguhnya yang terjadi dengan return ekspektasian. (Jogiyanto 2010: 579-580)
RTNi,t = Ri,t – E(Ri,t)
Karena (Rit)= Rm,t; maka RTNi,t= Ri,t-Rm,t
Notasi:
RTNi,t = Return tak normal (abnormal return) sekuritas ke-i
pada periode peristiwa ke-t.
Ri,t = Return realisasian yang terjadi untuk sekuritas ke-i
pada periode peristiwa ke-t.
E(Ri,t) = Return ekspektasian sekuritas ke-i untuk periode
peristiwa ke-t.
d. Menghitung Cumulatif Abnormal Return (CAR)
Akumulasi return tidak normal (ARTN) merupakan penjumlahan return tidak normal hari sebelumnya pada periode peristiwa untuk masing-masing sekuritas sebagai berikut:
t
ARTNi,t = ∑ RTNi,a
Notasi:
ARTNi,t = Akumulasi return tidak normal sekuritas ke-i pada hari ke-t, yang diakumulasikan dari return tidak normal (RTN) sekuritas ke-i mulai hari awal periode peristiwa (t3) sampai hari ke-t.
RTNi,t = Return tidak normal untuk sekuritas ke-i pada hari ke-a, yaitu mulai mulai t3 (hari awal periode jendela) sampai hari ke-t.
2. Variabel Independen
Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengungkapan tanggung jawab sosial dan jenis industri.
a. Pengungkapan Corporate Social Responsibility
CSRIj = ∑Xij Nj Notasi:
CSRIj = Corporate Social Responsibility Disclosure Index perusahaan
Nj = Jumlah item untuk perusahaan j, nj ≤ 78.
Xij = Jumlah item yang diungkapkan, jika diungkapkan diberi nilai 1 jika tidak diungkapkan diberi nilai 0.
b. Jenis Industri
3. Variabel Kontrol
Variabel kontrol atau variabel pelengkap yaitu untuk melengkapi atau mengkontrol hubungan kausal supaya lebih baik untuk mendapatkan model empiris yang lebih baik atau lebih lengkap (Jogiyanto 2010:157). Didalam penelitian ini menggunakan dua variabel kontrol, yaitu profitabilitas yang diproksikan dengan ROA dan ukuran perusahaan.
a. Profitabilitas
Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva maupun modal sendiri. (Sartono, 122-123). Profitabiltas dalam penelitian ini menggunakan proksi Return on Asset (ROA). Return on asset (ROA) adalah perbandingan antara laba bersih setelah pajak dengan aktiva untuk mengukur tingkat pengembalian investasi total (Cahya, 2010). Rasio ini merupakan rasio yang terpenting untuk mengetahui profitabilitas suatu perusahaan. Return on assets merupakan ukuran efektifitas perusahaan didalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya.
ROA = Laba setelah pajak Total aktiva b. Ukuran Perusahaan
penjualan, dan total aktiva. Pada dasarnya ukuran perusahaan hanya terbagi dalam tiga kategori yaitu perusahaan besar (large firm), perusahaan menengah (medium size), dan perusahaan kecil (small firm). Ukuran perusahaan ini didasarkan pada total aset perusahaan. Pengelompokkan perusahaan atas dasar skala operasi (besar atau kecil) dapat dipakai oleh investor sebagai salah satu variabel dalam menentukan keputusan investasi. Semakin besar ukuran perusahaan maka sumber informasi perusahaan tersedia semakin luas dan mudah diakses oleh publik (Murwaningsih, 2007).
Perusahaan besar akan mengungkapkan informasi lebih banyak daripada perusahaan kecil, karena perusahaan besar akan menghadapi risiko politis yang lebih besar dibanding perusahaan kecil. Perusahaan yang lebih besar mungkin akan memiliki pemegang saham yang memperhatikan program sosial yang dibuat perusahaan dalam laporan tahunan, yang merupakan media untuk menyebarkan informasi tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (Untari, 2010). Penelitian variabel ukuran perusahaan diukur dengan logaritma natural total asset (Nur dan Priantinah, 2012). Ukuran perusahaan dirumuskan sebagai berikut:
I. Teknik Analisis Data
Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai metode analisis yang digunakan dalam menguji variabel-variabel dalam penelitian ini. Berikut uraian masing-masing bagian.
1. Analisis Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan dan mendeskripsikan suatu data sehingga menjadi sebuah informasi yang lebih jelas dan mudah untuk dipahami. Dengan analisa ini akan dihasilkan rata-rata (mean), median, standar deviasi, nilai minimum, dan nilai maksimum. Uji Statistik Deskriptif tersebut dilakukan dengan program SPSS 16.
2. Uji Asumsi Klasik
a. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah pada dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual mempunyai distribusi normal atau mendekati normal. Pengujian normalitas data dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov.
H0= p > 0,05 maka data residual terdistribusi normal. Hi= p ≤ 0,05 maka data residual tidak terdistribusi normal. b. Uji Multikolinearitas
multikolinearitas. Pengujian multikolinearitas dilakukan dengan cara melihat nilai VIF dan nilai tolerance masing-masing variabel independen, apabila nilai VIF ≤ 10 dan nilai tolerance ≥ 0,10, maka dapat disimpulkan model regresi bebas dari gejala multikolinearitas. c. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedasitisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual suatu pengamatan kepengamatan lain. Untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas digunakan metode diagram berserak atau scatterplot, dengan output SPSS for windows 16. Suatu regresi dikatakan terdeteksi heterokedastisitas apabila diagram pencar residual membentuk pola tertentu. Jika tidak ada pola tertentu berarti tidak terjadi heterokedastisitas dalam data tersebut.
d. Uji Autokorelasi
Tabel 3.1
Tabel Pengambilan Keputusan Autokolerasi
Hipotesis nol Keputusan Jika
Tidak autokorelasi positif Tolak 0<d<dl Tidak ada autokorelasi positif No decision dl≤ d ≤ du Tidak ada korelasi negatif Tolak 4 – dl< d < 4
Pengujian hipotesis untuk mengetahui pengaruh pengungkapan informasi CSR terhadap harga saham menggunakan analisis Regresi Berganda (Multiple Regression Analysis). Metode regresi linier berganda bertujuan untuk menguji pengaruh dua atau lebih variabel independen terhadap variabel dependen dengan skala pengukur atau rasio suatu persamaan linier.
Persamaan regresi yang digunakan sebagai berikut :
Y= α+ β1 X1+ β2 X2+ β3X3+ β4 X4e Keterangan :
Y : Cumulative Abnormal Return harian perusahaan.
α : Koefisien konstanta
X1 : CSR
X2 : Jenis Industri
β1,2,3 : Koefisien Regresi pada tiap variabel
e : Error
b. Koefisien Determinasi (Adjusted R2)
Koefisien Determinasi (Goodness of Fit), yang dinotasikan dengan R2, merupakan suatu ukuran yang penting dalam regresi, karena dapat menginformasikan baik atau tidaknya model regresi yang terestimasi. Jika nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas, namun jika nilai R2 yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2009:87). Pada penelitian ini koefisien determinasi diukur dengan adjusted R2.
c. Uji Statistik F
Langkah-langkah untuk melakukan uji F adalah sebagai berikut: Ho= Tidak ada pengaruh pengungkapan informasi Corporate
Social Responsibility, jenis industri ROA, dan size terhadap harga saham perusahaan.
Ha=Ada pengaruh pengungkapan informasi Corporate Social Responsibility, jenis industri, ROA, dan size terhadap harga saham perusahaan.
1) Menentukan level of significance (α)
level of significance (α) yang digunakan dalam uji F adalah 5%,
level of confidence 95%, degree of freedom (d.f) = n-k-1 2) Mengambil Keputusan
a) Apabila F-hitung ≥ F-tabel pada α: 0,05, maka Ho ditolak
dan Ha diterima.
b) Apabila F-hitung lebih ≤ F- tabel pada α: 0,05, maka Ho
diterima dan Ha ditolak. 3) Mengambil Kesimpulan