• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Barat No. 18/04/61/Th. XVII, 1 April 2014 1 No.18/04/61/Th. XVII, 1 April 2014

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

KOTA PONTIANAK MARET 2014 INFLASI -0,78 PERSEN (DEFLASI)

Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Mulai Februari 2014, pengukuran inflasi di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar 2012=100. Ada beberapa perubahan yang mendasar dalam penghitungan IHK baru (2012=100) dibandingkan IHK lama (2007=100), khususnya mengenai cakupan kota, paket komoditas, dan diagram timbang. Perubahan tersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2012 yang dilaksanakan oleh BPS, yang merupakan salah satu bahan dasar utama dalam penghitungan IHK. Hasil SBH 2012 sekaligus mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dibandingkan dengan hasil SBH sebelumnya.

SBH 2012 dilaksanakan di 82 kota, yang terdiri dari 33 ibukota provinsi dan 49 kota besar lainnya. Dari 82 kota tersebut, 66 kota merupakan cakupan kota SBH lama dan 16 merupakan kota baru. Survei ini hanya dilakukan di daerah perkotaan (urban area) dengan total sampel sebanyak 13.608 Blok Sensus dan total sampel rumahtangga sebanyak 136.080. SBH 2012 dilaksanakan secara triwulanan selama tahun 2012 sehingga setiap triwulan terdapat 34.020 sampel rumahtangga.

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Pada Maret 2014 terjadi inflasi sebesar -0,78 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,94.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada 6 kelompok pengeluaran dan penurunan indeks pada satu kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 0,69 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,29 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,34 persen; kelompok sandang 0,76 persen; kelompok kesehatan 1,31 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,31 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan -6,24 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender Maret 2014 sebesar 1,97 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun

(Maret 2014 terhadap Maret 2013) sebesar 9,09 persen.

(2)

Berdasarkan hasil pemantauan BPS di kota Pontianak pada Maret 2014 terjadi inflasi -0,78 persen (deflasi), atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 114,83 pada Februari 2014 menjadi 113,94 pada Maret 2014. Tingkat inflasi tahun kalender (Maret) 2014 dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2014 terhadap Maret 2013) masing-masing sebesar 1,97 persen dan 9,09 persen.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada 6 kelompok pengeluaran dan penurunan indeks pada satu kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 0,69 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,29 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,34 persen; kelompok sandang 0,76 persen; kelompok kesehatan 1,31 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,31 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan -6,24 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Maret 2014 antara lain: daging ayam ras, kangkung, sawi hijau, cabai rawit, celana panjang jeans, dokter spesialis, upah pembantu rumah tangga, susu bubuk, susu untuk balita, pisang.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah: teri, udang basah, kentang, sotong, telur ayam ras, jeruk, bawang merah, tomat sayur, kembung/gembung, angkutan udara.

Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada Maret 2014, yaitu: kelompok bahan makanan 0,1612 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,0517 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,0710 persen; kelompok sandang 0,0472 persen; kelompok kesehatan 0,0696 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,0208 persen, dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan -1,1966 persen.

Tabel 1

IHK dan Tingkat Inflasi Kota Pontianak Bulan Maret 2014, Tahun Kalender 2014

dan Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran (Tahun 2012 = 100)

IHK IHK Inflasi Inflasi Inflasi

Kelompok Pengeluaran Februari Maret Maret Tahun Tahun Ke

2014 2014 2014*) 2014**) Tahun ***)

[1] [2] [3] [4] [5] [6]

Umum 114.83 113.94 -0.78 1.97 9.09

1 Bahan Makanan 116.10 116.90 0.69 5.25 9.18

2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 111.28 111.60 0.29 3.09 6.55

3 Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 116.34 116.73 0.34 1.21 10.09

4 Sandang 105.28 106.08 0.76 1.75 3.05

5 Kesehatan 116.69 118.22 1.31 2.84 8.62

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 109.44 109.78 0.31 1.15 9.57

7 Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 120.12 112.62 -6.24 -2.09 12.68

*) Persentase perubahan IHK Maret 2014 terhadap IHK Februari 2014 **) Persentase perubahan IHK Maret 2014 terhadap Desember 2013 **) Persentase perubahan IHK Maret 2014 terhadap IHK Maret 2013

(3)

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Barat No. 18/04/61/Th. XVII, 1 April 2014 3

Tabel 2.

Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Kota Pontianak (2012 = 100)

Bulan Maret 2014

Kelompok Andil Inflasi (%)

[1] [2]

Umum -0.7751

1 Bahan Makanan 0.1612

2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0.0517

3 Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 0.0710

4 Sandang 0.0472

5 Kesehatan 0.0696

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0.0208

7 Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan -1.1966

Gambar 1

Perkembangan Inflasi Kota Pontianak (2012 = 100)

Februari 2013 - Februari 2014

Gambar 2

Sumbangan Inflasi Kelompok Pengeluaran Kota Pontianak Bulan Maret 2014

1.02 3.36 1.23 -0.75 1.47 0.22 -0.85 0.73 1.40 0.29 0.01 2.73 0.04 -0.78 -1.5 -1 -0.5 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4

Jan'13 Mar'13 Aprl'13 Mei'13 Juni'13 Juli'13 Agst'13 Sept'13 Okt'13 Nop '13 Des '13 Jan'14 Feb '14 Mar'14 Inflasi 0.1612 0.0517 0.071 0.0472 0.0696 0.0208 -1.1966 -1.4 -1.2 -1 -0.8 -0.6 -0.4 -0.2 0 0.2 0.4 Sumbangan Inflasi

Figure 1

(4)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada Maret 2014 mengalami inflasi 0,69 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 116,10 10 pada Februari 2014 menjadi 116,90 pada Maret 2014.

Dari 11 sub kelompok dalam kelompok bahan makanan, pada bulan ini sembilan sub kelompok mengalami inflasi dan dua sub kelompok mengalami deflasi. Sub kelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah sub kelompok sayur-sayuran 6,10 persen dan terendah terjadi pada sub kelompok ikan segar -2,94 persen.

Kelompok ini pada Maret 2014 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,1612 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain: daging ayam ras 0,0907 persen; kangkung 0,0875 persen, sawi hijau 0,0734 persen, cabai rawit 0,0635 persen, susu bubuk 0,0196 persen, susu untuk balita 0,177 persen, pisang 0,0174 persen, tongkol/ambu-ambu 0,0171 persen, apel 0,126 persen dan buncis 0,0112 persen. Sedangkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi, yaitu: teri -0,0157 persen, udang basah -0,0189 persen, kentang -0,0235 persen, sotong -0,0344 persen dan telur ayam ras -0,0351 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok ini pada Maret 2014 mengalami inflasi 0,29 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 111,28 pada Februari 2014 menjadi 111,60 pada Maret 2014.

Semua sub kelompok mengalami inflasi, yaitu: sub kelompok makanan jadi 0,08 persen; sub kelompok minuman yang tidak beralkohol 0,90 persen dan sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol 0,35 persen.

Kelompok ini pada Maret 2014 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,517 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi, yaitu: sate 0,0043 persen; kopi bubuk 0,0165 persen, teh manis 0,0101 persen. Sedangkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi adalah gula pasir sebesar -0,0015 persen.

3. Perumahan, Air, Gas & Bahan Bakar

Kelompok ini pada Maret 2014 mengalami inflasi 0,34 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 116,34 pada Februari 2014 menjadi 116,73 pada Maret 2014.

Dari empat sub kelompoknya, tiga sub kelompok mengalami kenaikan indeks dan satu sub kelompok mengalami penurunan indeks . Sub kelompok biaya tempat tinggal mengalami kenaikan indeks sebesar 0,18 persen, sub kelompok perlengkapan rumah tangga sebesar 1,29 persen , dan sub kelompok penyelenggaraan rumah tangga sebesar 1,15 persen. Sedangkan sub kelompok yang mengalami penurunan indeks yaitu sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air -0,03 persen,

(5)

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Barat No. 18/04/61/Th. XVII, 1 April 2014 5

Kelompok ini secara umum memberikan sumbangan inflasi 0,0710 persen. Komoditi pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi adalah upah pembantu rumah tangga 0,0217 persen, kursi 0,0085 persen dan kayu balokan 0,0079 persen.

4. Sandang

Indeks Harga Konsumen pada kelompok Sandang bulan Maret 2014 mengalami kenaikan indeks sebesar 0,76 persen dari bulan sebelumnya atau terjadi kenaikan indeks dari 105,28 pada Februari 2014 menjadi 106,08 pada Maret 2014.

Sub kelompok yang mengalami inflasi pada Maret 2014, yaitu: subkelompok sandang laki-laki 0,29 persen; sub kelompok sandang wanita 3,37 persen; sub kelompok barang pribadi dan sandang lainnya 0,07 persen. Sedangkan sub kelompok sandang anak-anak mengalami deflasi -0,38 persen.

Kelompok ini pada Maret 2014 secara keseluruhan memberikan sumbangan/andil inflasi terhadap inflasi sebesar 0,0472 persen.

Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini adalah celana panjang jin wanita 0,0476 persen, kerudung/jilbab 0,0014 persen, seragam sekolah pria 0,0029 persen, sandal kulit pria 0,0025 persen.

5. Kesehatan

Kelompok kesehatan pada Maret 2014 mengalami inflasi 1,31 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 116,69 pada Februari 2014 menjadi 118,22 pada Maret 2014.

Pada Maret 2014 tiga sub kelompok dalam kelompoknya mengalami inflasi, yaitu: sub kelompok jasa kesehatan 2,87 persen; sub kelompok jasa perawatan jasmani 1,45 persen; dan sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika 0,57 persen. Sedangkan sub kelompok obat-obatan mengalami deflasi -0,10 persen.

Kelompok ini pada Maret 2014 secara keseluruhan memberikan sumbangan/andil inflasi 0,0696 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini adalah tarif dokter spesialis 0,0245 persen, dokter umum 0,158 persen, chek up 0,0087 persen.

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga

Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada Maret 2014 mengalami inflasi 0,31 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 109,44 pada Februari 2014 menjadi 109,78 pada Maret 2014.

Sub kelompok yang mengalami inflasi pada Maret 2014, yaitu:sub kelompok kursus-kursus/pelatihan 0,52 persen; sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan dan sub kelompok rekreasi masing-masing 1,08 persen dan 0,93 persen. Sedangkan sub kelompok jasa pendidikan dan sub kelompok olahraga pada bulan ini tidak mengalami perubahan indeks.

Secara keseluruhan kelompok ini pada Maret 2014 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0208 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini adalah buku pelajaran SMA 0,0043 persen, biaya jaringan saluran televisi 0,0041 persen, bimbingan belajar 0,0036 persen, dan surat kabar harian 0,0034 persen.

(6)

7. Transpor dan Komunikasi & Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan pada Maret 2014 mengalami deflasi -6,24 persen atau terjadi penurunan indeks dari 120,12 pada Februari 2014 menjadi 112,62 pada Maret 2014.

Dari empat sub kelompoknya satu sub kelompok yang mengalami inflasi yaitu sub kelompok sarana dan penunjang transpor 0,67 persen, satu sub kelompok tidak mengalami perubahan indeks yaitu sub kelompok jasa keuangan, dan dua sub kelompok mengalami deflasi yaitu sub kelompok komunikasi dan pengiriman -0,09 persen. Dan sub kelompok transpor sebesar 0,67 persen.

Secara keseluruhan kelompok ini pada Maret 2014 memberikan sumbangan deflasi 6,24 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan/andil deflasi , yaitu: tarif angkutan udara 1,1996 persen; angkutan laut -0,0041 persen, dan telepon seluler -0,0046 persen.

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Tingkat inflasi tahun kalender (Maret) 2014 dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2014 terhadap Maret 2013) masing-masing sebesar 1,97 persen dan 9,09 persen . Sedangkan tingkat inflasi pada periode yang sama tahun kalender 2012 dan 2013 masing-masing 2,20 persen dan 2,08 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun untuk Maret 2013 terhadap Maret 2012 dan Maret 2012 terhadap Maret 2011 masing-masing 6,49 persen dan 5,71 persen.

Tabel 3

Inflasi Bulanan, Tahun kalender, Tahun ke Tahun, Tahun 2012–2014

Inflasi 2012 2013 2014

(1) (2) (3) (4)

1. Maret -0,44 1.02 -0.78

2. Januari - Maret (Tahun Kalender) 2,20 2.08 1.97

(7)

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Barat No. 18/04/61/Th. XVII, 1 April 2014 7

PERBANDINGAN ANTARKOTA

Pada Maret 2014 dari 82 kota IHK, tercatat 55 kota mengalami inflasi dan 27 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 1,15 persen dengan IHK 113, 13 dan terendah terjadi di Makassar dengan IHK 108,94. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Tual -2,43 persen dengan IHK 112,53 dan terendah terjadi di Sorong -0,02 persen dengan IHK 109,09.

Perbandingan Antarkota di Pulau Kalimantan

Kota-kota IHK di wilayah Pulau Kalimantan yang berjumlah 9 kota, pada Maret 2014 tercatat 3 (tiga) kota mengalami inflasi dan enam kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tarakan sebesar 0,99 persen dengan IHK 115,44 dan terendah terjadi di Pontianak sebesar -0,78 persen dengan IHK 113,94. (lihat Tabel 4).

Tabel 4

Perbandingan Indeks dan Inflasi/Deflasi Maret 2014 Kota-Kota di Pulau Kalimantan (2012=100)

K O T A MARET 2014 IHK INFLASI/DEFLASI (%) (1) (2) (3) TARAKAN 115.44 0.99 SAMARINDA 113.97 0.17 PALANGKA RAYA 109.76 0.12 BALIKPAPAN 111.85 -0.10 TANJUNG 109.57 -0.21 SAMPIT 110.43 -0.30 SINGKAWANG 110.67 -0.34 BANJARMASIN 108.22 -0.36 PONTIANAK 113.94 -0.78 Gambar 3.

Perbandingan Inflasi Bulan Maret 2014 Antar Kotadi Pulau Kalimantan (%)

-0,78 -0,34 -0,3 0,12 -0,21 -0,36 -0,1 0,17 0,99 -1 -0,8 -0,6 -0,4 -0,2 0 0,2 0,4 0,6 0,8 1 1,2

(8)

Tabel 5.

Indeks Harga Konsumen Kota Pontianak Bulan Maret 2015 dan Perubahannya Serta Sumbangan Inflasi (Tahun 2012 = 100)

Kelompok/Sub Kelompok IHK Feb 2014 IHK Maret 2014 % Perubahan Terhadap Feb 2014 Sumbangan Inflasi [1] [2] [3] [4] [5] UMUM 114.83 113.94 -0.78 -0.7751 I. BAHAN MAKANAN 116.10 116.90 0.69 0.1612

Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 110.13 110.59 0.42 0.0199

Daging dan Hasil-hasilnya 99.94 102.50 2.56 0.0661

Ikan Segar 120.11 116.58 -2.94 -0.1221

Ikan Diawetkan 124.19 123.67 -0.42 -0.0043

Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 114.24 114.58 0.30 0.0100

Sayur-sayuran 137.92 146.34 6.10 0.1346

Kacang – kacangan 118.79 121.39 2.19 0.0150

Buah – buahan 123.10 123.40 0.24 0.0036

Bumbu – bumbuan 137.62 140.50 2.09 0.0360

Lemak dan Minyak 98.96 99.05 0.09 0.0010

Bahan Makanan Lainnya 121.80 123.56 1.44 0.0014

II.

MAKANAN JADI,MINUMAN,ROKOK &

TEMBAKAU 111.28 111.60 0.29 0.0517

Makanan Jadi 109.01 109.10 0.08 0.0096

Minuman yang Tidak Beralkohol 116.20 117.24 0.90 0.0294 Tembakau dan Minuman Beralkohol 114.29 114.69 0.35 0.0127

III.

PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS & BAHAN

BAKAR 116.34 116.73 0.34 0.0710

Biaya Tempat Tinggal 119.70 119.92 0.18 0.0215

Bahan Bakar, Penerangan dan Air 110.35 110.32 -0.03 -0.0012

Perlengkapan Rumahtangga 119.44 120.98 1.29 0.0236 Penyelenggaraan Rumahtangga 112.16 113.45 1.15 0.0271 IV. SANDANG 105.28 106.08 0.76 0.0472 Sandang Laki-laki 108.48 108.80 0.29 0.0039 Sandang Wanita 106.16 109.74 3.37 0.0467 Sandang Anak-anak 114.47 114.03 -0.38 -0.0050

Barang Pribadi dan Sandang Lain 98.04 98.11 0.07 0.0016

V. KESEHATAN 116.69 118.22 1.31 0.0696

Jasa Kesehatan 120.67 124.13 2.87 0.0511

Obat-obatan 111.66 111.55 -0.10 -0.0009

Jasa Perawatan Jasmani 143.38 145.46 1.45 0.0077

Perawatan Jasmani dan Kosmetika 110.57 111.20 0.57 0.0117

VI. PENDIDIKAN, REKREASI, DAN OLAHRAGA 109.44 109.78 0.31 0.0208

Jasa Pendidikan 112.16 112.16 0.00 0.0000

Kursus-kursus/Pelatihan 110.52 111.09 0.52 0.0036

Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 96.90 97.95 1.08 0.0074

Rekreasi 107.89 108.89 0.93 0.0098

Olahraga 106.71 106.71 0.00 0.0000

VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI & JASA KEUANGAN 120.12 112.62 -6.24 -1.1966

Transpor 134.12 120.95 -9.82 -1.2020

Komunikasi dan Pengiriman 99.96 99.87 -0.09 -0.0046

Sarana dan Penunjang Transpor 106.61 107.32 0.67 0.0100

(9)

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Barat No. 18/04/61/Th. XVII, 1 April 2014 9 Tabel 6.

Perbandingan IHK Dan Inflasi Maret 2014 di 82 Kota Se Indonesia (Tahun 2012 = 100) No Kota IHK Maret 2014 % Perubahan thd Februari 2014 [1] [2] [3] [4] 1 MERAUKE 113.13 1.15 2 TARAKAN 115.44 0.99 3 JAYAPURA 113.68 0.68 4 AMBON 110.20 0.64 5 PALU 111.45 0.60 6 PEMATANG SIANTAR 114.07 0.59 7 TERNATE 112.16 0.53 8 MALANG 111.85 0.43 9 CIREBON 110.98 0.42 10 KUDUS 116.87 0.42 11 WATAMPONE 109.81 0.42 12 SERANG 113.36 0.41 13 BEKASI 111.19 0.32 14 DENPASAR 109.89 0.32 15 MANADO 109.39 0.31 16 GORONTALO 108.24 0.31 17 PURWOKERTO 111.37 0.29 18 BOGOR 112.43 0.28 19 SURAKARTA 110.11 0.27 20 SEMARANG 110.96 0.27 21 TASIKMALAYA 110.24 0.25 22 MADIUN 110.65 0.25 23 D U M A I 111.27 0.24 24 SUKABUMI 112.25 0.24 25 SURABAYA 110.97 0.23 26 JAMBI 111.51 0.22 27 TEGAL 108.69 0.20 28 BANYUWANGI 112.39 0.20 29 DKI JAKARTA 111.51 0.19 30 SINGARAJA 115.30 0.17 31 SAMARINDA 113.97 0.17 32 PROBOLINGGO 112.43 0.16 33 PEKANBARU 111.13 0.15 34 TANJUNG PINANG 113.56 0.15 35 YOGYAKARTA 111.00 0.14 36 PALANGKA RAYA 109.76 0.12 37 BANDUNG 110.42 0.11 38 B A T A M 109.82 0.10 39 SUMENEP 110.34 0.08 40 CILEGON 111.96 0.06 41 BENGKULU 113.29 0.04

(10)

No Kota IHK Maret 2014 % Perubahan thd Februari 2014 [1] [2] [3] [4] 42 JEMBER 110.73 0.03 43 BULUKUMBA 117.21 0.03 44 KEDIRI 112.17 0.02 45 MAKASSAR 108.94 0.02 46 SORONG 109.09 -0.02 47 DEPOK 112.09 -0.04 48 PADANGSIDIMPUAN 110.45 -0.05 49 PARE-PARE 108.29 -0.07 50 TEMBILAHAN 116.05 -0.09 51 KUPANG 112.91 -0.10 52 BALIKPAPAN 111.85 -0.10 53 KENDARI 107.34 -0.10 54 MAMUJU 108.92 -0.11 55 LUBUKLINGGAU 107.39 -0.13 56 BANDAR LAMPUNG 109.94 -0.15 57 PALOPO 108.84 -0.15 58 CILACAP 113.36 -0.16 59 TANGERANG 115.60 -0.18 60 BUKITTINGGI 109.82 -0.20 61 PALEMBANG 108.59 -0.20 62 TANJUNG 109.57 -0.21 63 SAMPIT 110.43 -0.30 64 MEDAN 111.57 -0.34 65 SINGKAWANG 110.67 -0.34 66 BUNGO 110.62 -0.35 67 MANOKWARI 106.38 -0.35 68 BIMA 113.35 -0.36 69 BANJARMASIN 108.22 -0.36 70 BAU-BAU 109.84 -0.36 71 PADANG 113.58 -0.39 72 MATARAM 111.12 -0.39 73 MAUMERE 110.00 -0.46 74 BANDA ACEH 107.42 -0.52 75 SIBOLGA 110.37 -0.57 76 MEULABOH 112.12 -0.73 77 LHOKSEUMAWE 107.20 -0.77 78 PONTIANAK 113.94 -0.78 79 METRO 121.33 -1.02 80 TANJUNG PANDAN 115.43 -1.03 81 PANGKAL PINANG 110.52 -1.76 82 TUAL 112.53 -2.43

(11)

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Barat No. 18/04/61/Th. XVII, 1 April 2014 11

Informasi lebih lanjut hubungi:

Edi Rahman Asmara, SSi, MM Kepala Bidang Statistik Distribusi

Telepon: 0561-735345 E-mail : distribusi [email protected]

Website : http://kalbar.bps.go.id

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Referensi

Dokumen terkait

Karena menyesuaikan dengan metode kualitatif yang menyajikan secara langsung hakikat antara hubungan peneliti dan responden dalam hal ini novel Anak Kecil Yang Mengubah

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model yang dikembangkan dapat digunakan untuk menggolongkan mangga Gedong gincu berdasarkan rasio kandungan gula asam dengan

Variabel yang berpengaruh terhadap permintaan tenaga kerja di kotamadya Surakarta adalah jumlah perusahaan besar dan sedang dengan nilai koefisien regresi jangka panjang

pembakaran pun dipraktekkan. Inilah dosa terakhir dari sebuah model pengelolaan yang salah kaprah; dan pembakaran lahan juga merupakan salah satu yang digunakan oleh

Abstrak: Anemia sering ditemukan pada gagal jantung terutama pada pasien yang berusia tua, dengan jenis kelamin perempuan, menderita kelainan ginjal kronik, pengguna ACE inhibitor

Composite yang dilakukan pada Adobe After Effect merupakan penggabungan semua bahan grafis yang sudah dianimasikan satu persatu dengan background dan pemberian transisi

Angket dengan menggunakan skala Likert pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap modul sains-islam pada materi gerak lurus yang

Perkembangan SI dengan adanya SI lokal ini maka anggota SI secara keseluruhan bertambah. 22 Maka dilihat dari aspek inilah dibentuklah CSI, seperti yang sudah