96
PERANCANGAN APLIKASI PREDIKSI JUMLAH PERSEDIAAN
ALAT KESEHATAN DENGAN METODE ANFIS
(STUDI KASUS : RSUD DELI SERDANG)
Pandi Ahmad
Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika STMIK Budi Darma Medan JL.Sisingamangaraja No.338 Simpang Limun Medan
ABSTRAK
Perancangan adalah merancang atau mendesain suatu sistem yang baik,yang isinya adalah langkah-langkah operasi dalam proses pengolahan data dan prosedur untuk mendukung operasi sistem. Prediksi adalah suatu proses memperkirakan secara sistematis tentang sesuatu yang paling mungkin terjadi di masa depan, berdasarkan informasi masa lalu dan sekarang yang dimiliki, agar kesalahan selisih antara sesuatu yang terjadi dengan hasil perkiraan dapat diperkecil. Prediksi tidak harus memberikan jawaban secara pasti kejadian yang akan terjadi, melainkan berusaha untuk mencari jawaban sedekat mungkin yang akan terjadi. Perancangan sistem prediksi dapat menggunakan metode ANFIS (Adaptive Neuro Fuzzy Inference System) adalah arsitektur yang secara fungsional sama dengan fuzzy rule base model Sugeno, dan juga sama dengan jaringan syaraf dengan fungsi radial dengan sedikit batasan tertentu yang dapat digunakan utuk memprediksi data tertentu.Dengan metode ini diharapkan dapat memprediksi jumlah ALKES yang tepat guna sehingga dapat memperoleh hasil yang maksimal.
Kata Kunci: Perancangan, Prediksi, Anfis (Adaptive Neuro Fuzzy Inference System) 1. Pendahuluan
Rumah Sakit Umum Daerah Deli
Serdang Lubuk Pakam adalah badan
pemerintah yang bergerak dibidang pelayanan kesehatan masyarakat, selain obat – obatan, Untuk menunjang kinerja setiap pelayanan pada pasien, dibutuhkan peralatan medis yang mendukung, guna dalam proses pemeriksaan dan juga mendiagnosa keadaan pasien. Alat medis sendiri terbagi dua golongan, yakni alat medis yang dapat dipakai berulang – ulang dan
juga alat medis habis pakai (disposable).
Untuk Alat medis yang bersifat disposable,
alat – alat medis tersebut harus dijaga kesterilanya, yang mana alat ini harus tersedia dalam pemeriksaan setiap pasien yang datang. Dan setelah pemakaian, alat tersebut tidak boleh dipakai kembali dan harus dibuang. Namun, terkadang terjadi kendala dalam melayani pasien, hal ini disebabkan karena keterbatasan alat medis. Terkadang pihak pasien harus menunggu karena rumah sakit sedang menyediakan alat medis dan tidak jarang pasien dirujukan ke rumah sakit yang lain, karena tidak ada ketersediaan alat medis yang menunjang. Sedangkan pada kasus lain, terdapat beberapa alat medis yang harus dibuang percuma karena sudah tidak terjaga kesterilannya, hal ini disebabkan terlalu banyak stok dan tersimpan terlalu lama. Dan
juga pada saat melakukan perekapan data alat kesehatan dibagian kantor farmasi, terdapat
beberapa data yang berulang atau double.
Pengadaan alat kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang Lubuk Pakam tergantung dari besarnya dana anggaran
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.
Banyaknya data alat kesehatan hanya bisa diperkirakan dari banyak atau sedikitnya alat kesehatan yang ada (stok), dikarenakan kebutuhan setiap tahun berbeda-beda. Hal ini mengakibatkan tidak semua kebutuhan alat kesehatan terpenuhi dan sering terjadi stok tambahan sedangkan jumlah APBD telah terbagi untuk setiap instasi. Untuk mengatasi permasalahan mengenai pengolahan data stok alat kesehatan, maka dibutuhkan bantuan dengan membangun suatu aplikasi berbasis komputerisasi dengan menggunakan metode ANFIS.
Metode ANFIS (Adaptive Neuro Fuzzy
Inference System) merupakan suatu metode penentuan urutan atau prioritas. Dengan pertimbangan yang tepat, metode ini bisa menjadi salah satu alat untuk penentuan urutan atau prioritas terhadap produk yang akan dibuat. Penentuan yang diambil sebagai dasar dalam menggunakan kriteria yang dapat terdefinisikan secara jelas dan obyektif. (Ida Bagus, E-Jurnal Matematika Vol. 2, ISSN:
2303-1751). Agar informasi apa saja yang dibutuhkan mengenai pengolahan data dapat dilihat setiap waktu dan tepat waktu. Sehingga diharapkan bisa memprediksi dengan hasil yang tepat dan meminimalkan redudansi data
(perulangan data) dan informasi bisa up to date
(perbaharui).
Berdasarkan latar belakang masalah diatas,Maka penulis tertarik untuk mengakat permasalahan diatas kedalam sebuah skripsi yang berjudul “Perancangan Aplikasi Prediksi Persediaan Alat Kesehatan Dengan Metode
Anfis (Studi Kasus : Rumah Sakit
Umum
Daerah Deli Serdang Lubuk Pakam)”.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan di dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana menentukan jumlah
persediaan alat kesehatan pada Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang Lubuk Pakam?
2. Bagaimana penerapan metode ANFIS
untuk memprediksi jumlah persediaan alat
kesehatan habis pakai (disposable) di
Rumah Sakit Umum Daerah Deli
Serdang?
3.
Bagaimana membangun aplikasimemprediksi persediaan alat kesehatan
dengan menggunakan Micrososft Visual
Basic 2008 dan MySQL sebagai database
pada Rumah Sakit Umum Daerah Deli
Serdang
?
1.3 Batasan Masalah
Agar dalam pembahasan permasalahan tidak menyimpang dari tujuan penulisan, maka perlu dibuat batasan masalah sebagai berikut:
1. Hanya membahas tentang jumlah
persediaan alat kesehatan habis pakai
( disposable ) pada Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang.
2. Data diambil dari tahun 2014 - 2015
sebagai acuan dan menggunakan 25 item barang sebagai contoh untuk memprediksi jumlah persediaan alat kesehatan ditahun yang akan datang.
3. Database menggunakan MySQL dan
bahasa pemograman menggunakan
microsoft Visual Basic 2008.
1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.4.1 Tujuan
Tujuan dari penelitian adalah untuk menentukan jumlah persediaan alat kesehatan pada tahun yang akan datang. Adapun tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Memprediksi jumlah persediaan alat
kesehatan dengan mengunakan metode ANFIS.
2. Menerapkan metode ANFIS dalam
menentukan jumlah persediaan alat
kesehatan pada Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang.
3. Membangun aplikasi yang dapat
melakukan pengolahan data persediaan pada Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang.
1.4.2. Manfaat
Pada umumnya penelitian ini memiliki beberapa manfaat diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Mempermudah dalam menentukan
penyediaan jumlah alat kesehatan sehingga tidak terjadi kelebihan ataupun kekurangan dalam penyediaannya.
2. Mempermudah dalam mengambil
keputusan khususnya dalam hal penentuan
jumlah alat kesehatan dengan
menyusuaikan APBD dengan melihat data-data dari tahun sebelumnya.
3. Mempermudah dalam pencarian data alat
kesehatan serta persediaan alat kesehatan dengan menggunakan metode ANFIS pada Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang.
2. Landasan Teori
2.1 Pengertian Metode ANFIS
Menurut Kusumadewi (2006:359),
Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS) adalah arsitektur yang secara
fungsional sama dengan fuzzy rule base
model Sugeno, dan juga sama dengan jaringan syaraf dengan fungsi radial dengan sedikit batasan tertentu.
Bisa dikatakan bahwa ANFIS adalah suatu metode yang mana dalam melakukan
penyetelan aturan digunakan algoritma
pembelajaran data. Agar jaringan dengan
fungsi basis radial ekuivalen dengan fuzzy
berbasis aturan model sugeno orde 1 ini, diperlukan batasan :
a. Aturan-aturan harus memeiliki metode agregasi yang sama (rata-rata terbobot atau penjumlahan ) untuk menghasilkan semua outputnya.
b. Jumlah fungsi aktivasi harus sama
dengan jumlah aturan fuzzy (IF-THEN)
c. Jika ada beberapa input pada basis
aturanya maka tiap-tiap fungsi harus sama dengan fungsi keanggotaan tiap-tiap inputnya
d. Fungsi aktivasi dan aturan-aturan fuzzy
harus memiliki fungsi yang sama untuk neuron-neuron dan aturan-aturan yang ada disisi outputnya.
3. Analisa Dan Perancangan 3.1 Analisa Masalah
Dalam laporan jumlah persediaan alat kesehatan pada Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang Lubuk pakam, tercatat bahwa
jumlah persedian dan penggunaan alat
kesehatan yang bersifat disposable tidak
signifikan, artinya terjadi penurunan dan
peningkatan tingkat kebutuhan setiap
tahunnya. Mengingat pentingnya mengetahui tingkat jumlah persedian alat kesehatan untuk dapat menentukan persediaan alat kesehatan selama setahun pada Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang Lubuk pakam, maka diperlukan pembangunan sistem yang mampu memprediksi tingkat kebutuhan alat kesehatan yang akan terjadi ditahun yang akan datang berdasarkan data tahun sebelumnya. Misalnya untuk menentukan jumlah persediaan alat kesehatan ditahun 2016, maka data alat kesehatan yang terpakai pada tahun 2014 dan tahun 2015 dijadikan sebagai bahan masukan dan hasilnya sebagai keluaran untuk tahun 2016 .
Pada metode ANFIS (Adaptive neuro
fuzzy Inference System) dalam memprediksi adalah dengan penggunaan data-data ditahun sebelumnya. Data masukan dan data keluaran tersebut di hubungkan dengan satu fungsi yang diolah dengan lapisan-lapisan pada
metode ANFIS. Dari penyesuaian antara
masukan dan keluaran akan menghasilkan suatu fungsi yang dapat memetakan masukan dan keluaran. Kemudian data masukan diubah berupa masukan data tahun 2014 dan 2015, dan hasil output pada lapisan terakhir merupakan keluaran berupa data untuk tahun 2016
.
DATA JUMLAH ALKES TERPAKAI TAHUN 2014-2015
NO NAMA ALAT KESEHATAN
DATA ALKES TERPAKAI
2014 2015
1 ABBOCAT 20 140 360
2 ABBOCAT 24 340 650
3 BLOOD TRANSFUSI SET 650 450
4 FILM X- RAY 240 540 5 FOLEY CHATETER NO 16 540 440 6 FOLEY CHATETER NO 18 430 230 7 HANDSCONE 6,5 STERIL 550 430 8 HANDSCONE 7 STERIL 430 230 9 HANDSCONE 7,5 NON STERIL 150 340
10 INFUS SET MACRO 310 440 11 INFUS SET MICRO 390 880 12 INFUS SET PUMP 430 230
13 NASAL OKSIGEN 580 960 14 NGT NO 12 650 340 15 NGT NO 18 150 330 16 SPINOCAIN 170 560 17 NEBULIZER ADULT 430 450 18 SPUIT 5CC 450 320 19 SPUIT 50CC 430 870 20 SPUIT 100CC 440 230 21 ELASTIS VERBAN 230 130 22 TREEWAY STOP COCK 340 770
23 HD CHATETER 240 360
24 NEBULIZER PEDIATRIC 430 230
25 SPUIT 3CC 650 780
Sumber : RSUD Deli Serdang
Sistem analisa yang digunakan untuk memprediksi persediaan alat kesehatan pada RSUD Deli Serdang dengan menggunakan metode ANFIS komponen yang dipakai dalam sistem ini adalah data jumlah alat yang terpakai dari tahun 2014 sampai 2015. Dimana data tahun 2014 dan 2015 sebagai masukan dan hasilnya merupakan data keluaran hasil
prediksi untuk tahun 2016
.
Berikut adalah sampel data alat
kesehatan pada RSUD Deli Serdang yang
akan dikaji.
Tabel 1 Data Kajian NO
Nama Alat Kesehatan INPUT 2014(X1) 2015 (X2) 1 ABBOCAT 20 140 360 2 ABBOCAT 24 340 650 3 BLOOD TRANSFUSI SET 650 450 4 FILM X- RAY 240 540 5 FOLEY CHATETER NO 16 540 440 6 FOLEY CHATETER NO 18 430 230 7 HANDSCONE 6,5 STERIL 550 430
8 HANDSCONE 7 STERIL 430 230
9
HANDSCONE 7,5 NON
STERIL 150 340
10 INFUS SET MACRO 310 440 11 INFUS SET MICRO 390 880 12 INFUS SET PUMP 430 230 13 NASAL OKSIGEN 580 960 14 NGT NO 12 650 340 15 NGT NO 18 150 330 16 SPINOCAIN 170 560 17 NEBULIZER ADULT 430 450 18 SPUIT 5CC 450 320 19 SPUIT 50CC 430 870 20 SPUIT 100CC 440 230 21 ELASTIS VERBAN 230 130 22 TREEWAY STOP COCK 340 770
23 HD CHATETER 240 360
24
NEBULIZER
PEDIATRIC 430 230
25 SPUIT 3CC 650 780
Dalam rangka mencari nilai awal untuk
parameter a dan c dengan menggunakan
persamaan 3.2. Kita akan menggunakan
algortima FCM untuk melakukan clustering.
Kemudian dilakukan perhitungan untuk mendapatkan nilai setiap cluster, dan berikut adalah tabel hasil clustering data yang
gunakan. Tabel 2 Clustering Data alkes
NO. DERAJAT KEANGGOTAAN
X1 X2 1. 0,822 0,178 2. 0,169 0,831 3. 0,598 0,0402 4. 0,567 0,433 5. 0,720 0,280 6. 0,967 0,033 7. 0,730 0,270 8. 0,967 0,33 9. 0,844 0,156 10. 0,969 0,031 11. 0,044 0,957 12. 0,967 0,033 13 0,108 0,892 14 0,742 0,258 15 0,849 0,151 16 0,529 0,471 17 0,813 0,187 18 0.969 0,031 19 0,032 0,968 20 0,963 0,037 21 0,897 0,103 22 0,044 0,956 23 0,914 0,087 24 0,967 0,033 25 0,130 0,870
Selanjutnya akan menemukan nilai c ( deviasi standar) dan a (mean) awal. Untuk menentukan nilai c dan a adalah sebagai berikut :
Nilai n = 25 dan total cluster X1 = 15,754
dan total cluster X2 = 8,6162
Dari data tersebut dapat diperoleh data c dan a sebagai berikut :
𝑐 = 0,37160,4550 0,33840,8183 dan 𝑎 = 0,1657 0,1175
0,1303 0,1083
Dengan demikian persamaan 3.2, yaitu dengan fungsi keanggotaan Generalized Bell ( Gbell ) yang dinyatakan dengan
untuk setiap neuron pada lapisan pertama akan menjadi: 𝐴1 = 𝜇 𝑋1 = 1 𝑋1− 0,3716 0,1657 2 𝐴2 = 𝜇 𝑋1 1 1 + 𝑋0,11751−0,3384 2
𝐵
1= 𝜇(𝑋
2)= 1 1+ 𝑋2−0,4550,1303 2𝐵
2= 𝜇
𝑋
2=
1 1+ 𝑋2−0,33840,1083 2Selanjutnya, output lapisan pertama
berupa derajat keanggotaan setiap data dapat kita hitung dan hasil dapat dilihat pada tabel 3
Tabel 3 Output Lapisan Pertama alkes Data ke- Derajat keanggotaan 𝜇𝑎1 𝜇𝑎2 𝜇𝑏1 𝜇𝑏2 1. 5,4363 0,7322 5,6331 8,9807 2. 0,9645 0,5621 0,1245 0,2928 3. 0,2616 0,3087 0,5257 0,0796 4. 0,6132 0,2686 0,2536 0,1315 5. 0,4919 0,7015 0,5722 0,0757 6. 0,8895 0,9645 0,5402 0,0328 7. 0,4631 0,6529 0,6220 0,0722 8. 0,8895 0,9645 0,5402 0,0328 9. 0,3586 0,1543 0,9998 0,0488 10. 0,8786 0,4468 0,5402 0,0328 11. 0,9878 0,8007 0,0450 0,7550 12. 0,8895 0,9645 0,5402 0,0328 13. 0,3873 0,5208 0,0345 0,3687 14. 0,2616 0,3087 0,9998 0,0488 15. 0,3586 0,1543 0,9949 0,0469 16. 0,4032 0,1729 0,2195 0,1495 17. 0,8895 0,9645 0,5257 0,0796 18. 0,8171 0,9985 0,9761 0,0451 19. 0,8895 0,9645 0,0466 0,8144 20. 0,8544 0,9869 0,5402 0,0328
21. 0,5779 0,2511 0,2412 0,0242 22. 0,9649 0,5621 0,0690 0,8341 23. 0,6132 0,2686 9673 0,0529 24. 0,8895 0,9645 0,5402 0,0328 25. 0,2616 0,3087 0,0661 0,8888
Pada lapisan ke dua kita kalikan derajat
keanggotaan ,
𝑤
1=
𝜇𝐴
1(𝜇𝐵
1)
. dan,𝑤
2=
𝜇𝐴
2(𝜇𝐵
2)
. Selanjutnya pada lapisanke tiga akan dilakukan normalisasi untuk
mendapatkan 1 dan Ŵ2 berdasarkan
persamaan 3.4. hasilnya dapat dilihat pada tabel 4
Tabel 4 Output Lapisan Kedua dan Ketiga Data ke - Output lapisan ke dua Output lapisan ke tiga W1 W2 Ŵ1 Ŵ2 1. 30,6232 6,5390 0,8240 0,1759 2. 0,1201 0,1646 0,4219 0,5781 3. 0,1375 0,0246 0,8484 0,1516 4. 0,1555 0,0353 0,8149 0,1851 5. 0,2815 0,0531 0,8413 0,1587 6. 0,4805 0,0316 0,9382 0,0618 7. 0,2880 0,0471 0,8594 0,1406 8. 0,4805 0,0316 0,9382 0,0618 9. 0,3585 0,0075 0,9794 0,0206 10. 0,4746 0,0147 0,9700 0,0300 11. 0,0445 0,6045 0,0685 0,9315 12. 0,4805 0,0316 0,9382 0,0618 13. 0,0134 0,1920 0,0651 0,9349 14. 0,2615 0,0151 0,9455 0,0545 15. 0,3568 0,0072 0,9801 0,0199 16. 0,0885 0,0258 0,7740 0,2260 17. 0,4676 0,0768 0,8590 0,1410 18. 0,7976 0,0450 0,9466 0,0534 19. 0,0415 0,7855 0,0501 0,9499 20. 0,4615 0,0324 0,9345 0,0655 21. 0,1394 0,0061 0,9582 0,0418 22. 0,0666 0,4688 0,1243 0,8757 23. 0,5931 0,7855 0,9766 0,0234 24. 0,4805 0,0316 0,9382 0,0618 25. 0,0173 0,0142 0,0593 0,9407
Terakhir pada lapisan keempat kita dapat
menghitung nilai Ŵ1Xij, dengan i=1,2 dan
j=1,2 sebagai koefisien dari Cij, i=1,2 dan
j=0,1,2 pada persamaan 3.4 hasilnya dapat dilihat pada tabel 5
Tabel 5 Koofisien Parameter
Da ta ke Koofisiensi Parameter C11 C12 C10 C21 C22 C20 1.0,67 0,03 0,82 0,14 0,03 0,35 75 09 40 46 09 14 2.0,14 34 0,27 42 0,42 19 0,19 66 0,37 58 0,57 81 3.0,55 15 0,38 18 0,84 84 0,09 85 0,06 82 0,15 16 4.0,19 56 0,44 00 0,81 49 0,04 44 0,10 00 0,18 51 5.0,45 42 0,37 01 0,84 12 0,08 58 0,06 99 0,05 88 6.0,40 35 0,21 58 0,93 83 0,02 65 0,01 42 0,06 17 7.0,47 27 0,36 95 0,85 94 0,07 73 0,06 05 0,14 06 8.0,40 35 0,21 58 0,93 83 0,02 65 0,01 42 0,06 17 9.0,14 69 0,33 30 0,97 94 0,00 31 0,00 70 0,02 06 10.0,30 07 0,22 31 0,97 01 0,00 93 0,00 69 0299 11.0,02 67 0,06 02 0,06 84 0,36 33 0,81 98 0,93 16 12.0,40 35 0,21 58 0,93 83 0,02 65 0,01 42 0,06 17 13.0,03 77 0,06 25 0,06 51 0,54 23 0,89 75 0,93 49 14.0,61 46 0,32 15 0,94 56 0,03 54 0,01 85 0,05 44 15.0,14 70 0,32 34 0,98 01 0.00 30 0,00 66 0,01 99 16.0,13 16 0,43 34 0,77 39 0,03 84 0,12 66 0,0,2 61 17.0,36 94 0,38 66 0,86 90 0,06 06 0,06 34 0,14 10 18.0,42 59 0,30 29 0,94 65 0,02 41 0,01 71 0,05 35 19.0,02 15 0,04 36 0,05 01 0,40 85 0,82 64 0,94 99 20.0,41 12 0,21 49 0,93 45 0.02 88 0,01 51 0,06 55 21.0,22 04 0,12 46 0,95 83 0,00 96 0,00 54 0.04 17 22.0,04 23 0,09 57 0,12 43 0,29 77 0,67 43 0,87 57 23.0,23 44 0,35 16 0,97 660 0,00 56 0,00 84 0,02 34 24.0,40 35 0,21 58 0,93 83 0,02 65 0,01 422 0,06 17 25.0,03 85 0,04 63 0,05 93 0,61 15 0,73 37 0,94 07 Setelah kita mendapatkan hasil lapisan I,II,III dan lapisan IV, selanjutnya kita menghitung seluruh output lapisan, untuk mendapatkan lapisan ke V
Berikut ini adalah tabel yang memetapakan data masukan ( data tahun 2014 + data tahun 2015 ) dengan hasil prediksi
Tabel 6 Hasil Output lapisan 5
No Data Masukan Hasil Prediksi
1 500 338 2 990 534 3 1100 791 4 780 405 5 980 675 6 660 499 7 980 679 8 660 499 9 490 253 10 750 379 11 1270 657 12 660 360 13 1540 869 14 990 752 15 480 350 16 730 412 17 880 566 18 770 549 19 1300 691 20 670 512 21 360 301 22 1110 574 23 600 349 24 660 499 25 1430 887
Setelah kita mendapatkan hasil
keseluruhan lapisan V, maka dilakukan
perhitungan untuk melihat jumlah
perbandingan hasil prediksi dengan data input
dengan mean absolute percentage error
(MAPE), dengan menggunakan persamaan yang telah ditentukan sebagai berikut:
Tabel 7 Hasil Output Akhir No. Perbandingan Layer (%) Hasil Prediksi Total Data Masukan 1 1,29% 338 500 2 11,5 % 534 990 3 12,8% 791 1100 4 7,8% 405 780 5 2,8 % 675 980 6 3,7 % 499 660 7 9,2% 679 980 8 4,6 % 499 660 9 10,3 % 253 490 10 13,5 % 379 750 11 7,9 % 657 1270 12 9,8 % 360 660 13 13,7 % 869 1540 14 6,8 % 752 990 15 11 % 350 480 16 14 % 412 730 17 7,5 % 566 880 18 7 % 549 770 19 9,5 % 691 1300 20 5,4 % 512 670 21 8,2 % 301 360 22 6,3 % 574 1110 23 7,8 % 349 600 24 4,4 % 499 660 25 8,5 % 887 1430
Berikut ini adalah hasil akhir dari
perhitungan data-data yang telah ada
dengan menggunakan persamaan yang
telah ditentukan dalam metode ANFIS.
No Nama ALKES Data
Masukan Hasil Prediksi Perband ingan Layer (%) 1 ABBOCAT 20 500 338 1,29% 2 ABBOCAT 24 990 534 11,5 % 3 BLOOD TRANSFUSI SET 1100 791 12,8% 4 FILM X- RAY 780 405 7,8% 5 FOLEY CHATETER NO 16 980 675 2,8 % 6 FOLEY CHATETER NO 18 660 499 3,7 % 7 HANDSCONE 6,5 STERIL 980 679 9,2% 8 HANDSCONE 7 STERIL 660 499 4,6 % 9 HANDSCONE 7,5 NON STERIL 490 253 10,3 % 10 INFUS SET MACRO 750 379 13,5 %
11 INFUS SET MICRO 1270 657 7,9 %
12 INFUS SET PUMP 660 360 9,8 % 13 NASAL OKSIGEN 1540 869 13,7 % 14 NGT NO 12 990 752 6,8 % 15 NGT NO 18 480 350 11 % 16 SPINOCAIN 730 412 14 % 17 NEBULIZER ADULT 880 566 7,5 % 18 SPUIT 5CC 770 549 7 % 19 SPUIT 50CC 1300 691 9,5 % 20 SPUIT 100CC 670 512 5,4 % 21 ELASTIS VERBAN 360 301 8,2 %
22 TREEWAY STOP COCK 1110 574 6,3 %
23 HD
CHATETER 600 349 7,8 %
24 NEBULIZER
PEDIATRIC 660 499 4,4 %
25 SPUIT 3CC 1430 887 8,5 %
Use case merupakan fungsionalitas dari
suatu sistem, sehingga user atau pengguna
aplikasi dapat mengerti kegunaan aplikasi yang
akan dibangun. Use case diagram adalah
tekhnik merekam persyaratan fungsional
sebuah sistem. Sebuah use case
merepresentasikan sebuah interaksi antara user
dengan sistem. Use case diagram Skenario
setiap bagian pada use case menunjukkan
proses apa yang terjadi pada setiap bagian di
dalam use case tersebut, dimana user
memberikan perintah pada setiap bagian dan respon apa yang diberikan oleh sistem kepada
user setelah user memberikan perintah pada
setiap bagian-bagian use case . Bagaimana
proses yang terjadi pada aplikasi Dinas Kesehatan Kota Medan dapat kita lihat pada gambar 2
Gambar 2 Use Case Diagram
Skenario use case Diagram pada
proses mempersediaan alat kesehatan yaitu
user menampilkan form untuk melakukan
input data sehingga menampilkan pilihan input data alkes, input harga, input kebutuhan alkes, input persediaan alkes. Data kemudian pilih menu proses sehingga diperoleh hasil akhir . Skenario dari use case keluar yaitu user akan keluar dari program, kemudian sistem menutup tampilan program.
4. Algoritma dan Implementasi INPUT :
Data nama Alkes Merupakan
nama alkes yang akan diinput
Data Tahun I (x1) Memasukan
data tahun pertama ( 2014 )
Data Tahun II (x2) Memasukan
data ditahun ke dua ( 2015 )
Nilai FCM Hasil pada
pengclusteran
Nilai lapis I,II,III,IV,V Hasil pada
setiap lapis
Nilai Epoh,toleranasi eror,momentum dan laju
pembelajaran Nilai yang telah
ditentukan ( konstanta )
OUTPUT :
Hasil Data Prediksi Jumlah Persediaan Alat Kesehatan
PROSES :
Menentukan Nilai FCM
Clustering dengan FCM
[X1,X2]= f_fcm (X1,X2, ) Dimana X1
adalah data tahun pertama X2 tahun ke 2
Hitung mean dan deviasi standar
[X1,X2]= max(U) Nilai
maksimun dari hasil mean dan deviasi standar for = X1
ty=[ ]
else if = X2
for = X1 = mean (ty) Hasil
mean data pertama
else if = X2 = mean (ty) Hasl
mean data ke dua end
Menentukan Lapisan I
X =[μa1]; [μa2]; [μb1]; [μb2] nilai
X dibagi menjadi a1 a2, b1 dan b2
μ
fungsi keanggotaan Generalized Bell
for i =1: m i menyatakan untuk X1
atau X2
mu[μa1]; [μb1]=1/(1+(=[μa2]-tc (1+(=[μb2]
Hasil lapisan pertama end
Menentukan Lapisan II
for W1=[μa1]* [μb1] formula untuk
tahun pertama
W2=[μa2]* [μb2] formula untuk
tahun ke dua end
Menentukan Lapisan III dengan Normalised
firing strength
for Ŵ1= W1 and W2/ W1 Ŵ1 merupakan
hasil lapisan ke 3 di tahun pertama
Ŵ2= W1 and W2/ W2 Ŵ2 merupakan
hasil lapisan ke 3 di tahun ke dua end
Menentukan lapisan IV dan V
R=rekursif_LSE (Ŵ1 and Ŵ2)
Pn (Ŵ1 and Ŵ2) -1
Pn
menyatakan hasil RLE untuk hasil lapisan ke 4
Ŵ1Xi,i=1,2 Xi
end if
C11, C12, C10, C21, C22, C20 Merupakan
consequent parameters hasil dari nilai
koefisien end
Menentukan Hasil Prediksi If epoh = 400
EPS = 106
Lr = 0,4 Mc = 0,9 end
5. Kesimpulan Dan Saran 5.1 Kesimpulan
Setelah menyelesaikan skripsi yang berjudul “Perancangan Aplikasi Prediksi Jumlah Persediaan Alat Kesehatan dengan Metode Anfis”, Penulis menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Menentukan jumlah alat kesehatan yang
akan dibutuhkan merupakan suatu kerja yang mampu untuk memperhitungkan jumlah stok agar dana dapat dimanfaatkan secara maksimal.
2. Metode Anfis adalah metode yang lebih
efektif dalam penentuan prediksi jumlah
kebutuhan alkes, sehingga dapat
mengurangi terjadinya kelebihan dan kekurangan dalam penyediannya.
3. Dengan memanfaatkan sistem
komputerisasi suatu permasalahan dapat didokumentasikan dalam bentuk program yang dapat digunakan di dalam proses penarikan kesimpulan terhadap suatu permasalahan.
5.2 Saran
Penulis ingin memberikan beberapa saran yang berguna untuk pengembangan skripsi ini yaitu:
1. Program aplikasi ini relatif mudah
dioperasikan akan tetapi program ini
masih membutuhkan panduan
penggunaan program yang lebih terperinci agar sistem ini dapat dijalankan dengan baik, terutama bagi pemula.
2. Sistem yang disarankan dapat
dikembangkan lagi sesuai dengan
kebutuhan sistem seperti dilengkapi dengan fasilitas keamanan data dari jaringan komputer.
3. Aplikasi ini masih jauh dari
kesempurnaan, apabila terdapat kesalahan baik dalam penyajian, penulisan dan penyampaian maka penulis berharap agar
para pembaca berkenan untuk
memberikan saran dalam pengembangan aplikasi ini agar menjadi lebih baik lagi
Daftar Pustaka
1. Jogiyanto, H.M, Analisis dan Desain
Sistem Informasi, Penerbit
Andi,Yogyakarta, 2005.
2. Jogiyanto, H.M, Pengenalan Komputer,
Penerbit Andi, Yogyakarta, 2005.
3. Junindar, Panduan Lengkap Menjadi
Programmer MenggunakanVB.Net,2008.
4. Sutabri, Tata, Analisis Sistem Informasi,
Penerbit Andi, Yogyakarta,2012.
5. Sutabri, Tata, Konsep Sistem Informasi,
Penerbit Andi, Yogyakarta,2012.
6. Kusumadewi, Sri, Neuro Fuzzy&Jaringan
Syaraf, Penerbit Graha
Ilmu,Yoyakarta,2010
7. Kusumadewi, Sri, & Purnomo,Hari
Aplikasi Logika Fuzzy Untuk pendukung
keputusan, Penerbit Graha