Enterprise Risk
Management
Definisi ERM:
“suatu proses yang berpengaruh pada sebuah
entitas, jajaran direksi, pihak manajemen, dan
personel lain yang diaplikasikan pada penetapan
strategy perusahaan, didisain untuk
mengidentifikasi kejadian yang potensial yang
dapat berpengaruh pada entitas, dan mengelola
risiko yang dapat diterima, dan memberikan
jaminan keamanan yang beralasan dalam rangaka
mencapai tujuan perusahaan
Kenapa ERM penting
Prinsip yang melandasi
• Setiap entitas untuk memberikan suatu nilai bagi stakeholder
• Nilai ini sangat tergantung pada keputusan manajemen mulai dari
perumusan strategy sampai dengan kegiatan operasional setiap hari
ERM mendukung penciptaan nilai dengan memudahkan manajemen untuk :
• Menghadapi kejadian potensial yang menciptakan ketidakpastian • Memberikan respon yang tepat untuk mengurangi risiko yang
Framework ERM
1. Framework ini mendefinisikan komponen penting,
penyamaan bahasa, dan memberikan arahan dan
bimbingan yang jelas bagi enterprise risk management.
2. Objektif bisa dilihat bisa dilihat dalam empat kategori
Strategic
Operations
Reporting
Framework ERM
ERM mempertimbangkan akivitas seluruh
level organisasi
– Enterprise-level
– Division atau subsidiary
– Proses Business Unit
Framework ERM
• ERM memerlukan sebuah entitas melihat portofolio
dari risiko
• Management mempertimbangkan bagaimana risiko
individual saling berkaitan
• Management mengmebangkan suatu cara melihat
portofolio dari dua perspektif: - Level Business Unit
Framework ERM
Terdapat delapan
komponen dari
framwork yang saling
berkaitan
Internal Environment
• Membuat philosophy sehubungan dengan risk
management. Baik untuk kejadian yang diarapkan atau tidak diharapkan yang mungkin terjadi
• Buat budaya risiko entitas
• Pertimbangkan selalu aspek bagaimana tindakan
organisasi yang mungkin berakibat pada budaya risiko tersebut
Objective Setting
• Digunakan ketika management mempertimbangkan
strategy risiko dalam penetapan objektif
• Bentuk ‗risk appetite‘ dari entity — helicopter viw dari
berapa besar risk management dan BOD dapat menerima risiko
• Toleransi Risiko, tingkat penerimaan dalam variasi
Event Identification
• Pembedaan antara risiko dan peluang
• Kejadian yang dapat memberikan pengaruh negatif yang menggambarkan risiko
• Kejadian yang dapat memberikan pengaruh positif yang
menggambarkan oportunity kembali ke penetapan stratgy • Termasuk dalam mengidentifikasikan kejadian ini, baik internal
maupun eksternal yang dapat mempengaruhi strategy dan pencapaian objektif
• Menentukan bagaimana faktor internal dan eksternal bersatu dan berinteraksi mempengaruhi profile risiko
Risk Assessment
• Memperkenankan entity untuk memahami sampai di mana kejadian potensial yang dapat berpengaruh terhadap objektif
• Penilaian risiko dari dua perspektif
- Likelihood (kemungkinan terjadi) - Impact (pengaruh)
• Adalah biasa menilai risiko dan hal normal pula dalam mengukur risiko terkait dengan objektif
• Lakukan penilaian kalitatif dan kuantitatif dalam penilaian risiko • Kaitkan jangka waktu dengan jangka waktu objktif
Risk Response
• Identifikasai dan evaluasi kemungkinan respon atas risiko
• Evaluasi pilihan terkait dengan risk appetite entity, cost dan benefit dari respon risiko potensial, dan tingkat di mana respon akan menurunkan pengaruh atau
kemungkinannya
• Pilih dan lakukan respon atas evaluasi dari portofolio risiko dan respon
Control Activities
• Policy dan prosedur yang menjamin respon
terhadap risiko, seperti halnya arahan lain dari
entity
• Terjadi pada seluruh organisasi, pada selruh
level dan fungsi
• Termasuk aplikasi dan informasi umum
kontrol teknologi
Information & Communication
• Identifikasi manajemen, mendapatkan dan
mengkomunikasikan informasi yang berhubungan
dalam bentuk ddan jangka waktu yang memungkinan yang bertanggungjawab menjalanakan kewajibannya.
• Komunikasi berlangsung dalam pengertian luas,
Monitoring
Efektifitas dari komponen ERM yang lain dimonitor melalui:
• Aktivitas monitoring terus-menerus • Evaluasi terpisah
Internal Control
Sistem kontrol internal yang
kuat adalah sangat penting
dalam keefektifan ERM
Internal Auditor
•
Memegang peranan penting dalam memonitor
ERM, tapi tidak merupakan kewajiban utama
untuk implementasi dan pemeliharaannya
•
Membantu manajemen dan BOD atau komite
audit pada proses :
- Monitoring
- Evaluasi
- Pemeriksaan - Reporting
ERM Roles & Responsibilities
•
Management
•
The board of directors
•
Risk officers
Key Implementation Factors
1. Disain organisasi dari bisnis 2. Membentuk organisasi ERM 3. Melakukan penilaian risiko
4. Menentukan risk appetite keseluruhan 5. Mengidentifikasi respon risiko
6. Komunikasi hasil risiko 7. Monitoring
8. Pengawasan dan review rutin oleh manajemen
Organizational Design
•
Strategy dari bisnis
•
Objektif utama dari bisnis
•
Obektif terkait yang diturunkan ke bawah
organisasi dari objktif utama bisnis
•
Menugaskan elemen organisasi dan pimpinan
Contoh: Keterkaitan
• Misi
―To provide high-quality accessible and affordable community-based health care‖
• Objectif Strategic
―To be the first or second largest, full-service health care provider in mid-size metropolitan markets‖
• Objectif Terkait
―To initiate dialogue with leadership of 10 top
under-performing hospitals and negotiate agreements with two this year‖
Membentuk ERM
•
Menentukan pilisophy risiko
•Survey budaya risiko
•
Pertimbangkan integritas organisasi dan nilai
etika
Contoh: Organisasi ERM
ERM Director
Vice President and Chief Risk Officer
Corporate Credit Risk Manager Insurance Risk Manager ERM Manager ERM Manager FES Commodity Risk Mg. Director
Penilaian Risiko
Penilaian Risiko adalah identifikasi
dan analisis dari risiko untuk
mencapai objektif bisnis. Ini
menjadi dasar untuk menentukan
bagaimana risiko itu dikelola
Contoh: Model Risiko
• Risiko Environmental
– Capital Availability
– Regulatory, Political, and Legal
– Financial Markets and Shareholder Relations
• Risiko Proses
– Risiko Operations – Risiko Empowerment
– Risiko Information Processing / Technology – Risiko Integrity
– Risiko Financial
• Information for Decision Making
– Risiko Operational – Risiko Financial – Risiko Strategic
Analisis Risiko
Kontrol Risiko Share atau Transfer RisikoManajemen
Risiko
Level Proses Level ActivitasMonitor
Risiko
Identifikasi PengukuranPenilaian
Risiko
Menentukan ‘RISK APPETITE’
• ‗Risk appetite‘ adalah nilai risiko — dalam pengertian luas —
kemampuan entity dalam menerima nilai risiko
• Menggunakan terminologi kuantitative dan kualitative (seperti
pendapatan atas risiko vs risiko reputasi), dan pertimbangkan toleransi risiko (variasi yang dapat diterima)
Pertanyaan utama:
• Risiko apa yang tidak bisa diterima organisasi ?
(misal lingkungan atau kompromi kualitas)
• Risiko apa yang akan diambil organisasi pada inisiatif baru ?
(misal line product baru)
• Risiko apa yang dapat diterima orgnisasi untuk menantang
objektif ?
IDENTIFIKASI RESPON RISIKO
• Kuantifikasi besarnya risiko • Pilihan yang tersedia :
- Accept = monitor - Avoid = hilangkan
- Reduce = lakukan kontrol
- Share = kerjasama dengan pihak lain
(sperti asuransi)
Pengaruh vs. Peluang
Control
Share Mitigate & Control
Accept Risiko Tinggi Risiko Sedang Risiko Sedang Risiko Rendah
Rendah
Tinggi
Tinggi
P
E
N
G
A
R
U
H
PELUANG
Contoh : Penilaian risiko Call Center
Tinggi
P
E
N
G
A
R
U
H
Risiko Tinggi Risiko Sedang Risiko Sedang Risoko Rendah • Kehilangan telpon • Kehilangan komputer • Credit risk• Customer menunggu lama
• Customer tidak tersambung
• Customer tidak dapat jawaban
• Salah Entry
• Peralatan usang
• Call berulang atas problem
yang sama
• Fraud
• Hilang transaksi
Contoh : Proses Account Payable
Objektif
Risiko
Aktivitas
Kontrol
Kontrol
Kelengkapan
Transaksi
Accrual dari
material tidak open liabilities
tercatat
Invois di-
accrued
setelah closing
Komunikasi Hasil
• Dashboard risiko dan respon terkait
(status visual dari posisi risiko utama relatif terhadap toleransi risiko)
• Flowchart dari proses dengan kontrol utama tercatat • Penjelasan objektif bisnis dishubungkan dengan risiko
operasional dan respon
• List dari risiko utama yang dimonitor atau digunakan • Pemahaman Manajemen atas tanggung jawab risiko
Monitor
•
Kumpulkan dan tampilkan informasi
•
Lakukan analisis
- Risiko yang ditangani dengan baik
- Kontrol yang dilakukan untuk
Pengawasan Manajemen &
Review Rutin
•
Accountability atas risiko
•
Ownership
•
Update
-
Perubahan pada objektif bisnis
- Perubahan pada sistem
Nilai Tambah dari Internal auditor :
• Review sistem critical control dan proses manajemen risiko.
• Lakukan review dari penilaian manajemen risiko yang efektif dan kontrol
internal.
• Berikan advice atas perbaikan dan disain sistem kontrol dan strategi mitigasi
risiko
• Terapkan penkatan risk-based dalam perencanaan dan eksekusi proses internal
audit.
• Menjamin bahwa sumber daya internal audit diarahkan pada area yang sangat
penting dalam organisasi
• Tantang dasar dalam penilaian manajmen risiko dan evaluasi kecukupan dan
efektivitas penyajian strategy risiko
• Fasilitasi Workshop ERM.
• Mendefinisikan risk toleransi risiko yang belum diidentifikasi atas dasar