BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Nilai perusahaan yang optimal sangat penting bagi seorang manajer dan
bagi seorang investor. Bagi seorang manajer yang mampu meningkatkan nilai
perusahaan maka manajer telah berhasil menunjukan kinerja yang baik atas
prestasi yang di capai bagi perusahaan. Sedangkan bagi investor menganggap
bahwa dengan meningkatkan nilai perusahaan merupakan pandangan yang
baik terhadap perusahaan oleh karena itu investor akan tertarik untuk
berinvestasi yang nantinya membuat harga saham mengalami penaikan
(Widodo dan Kurnia, 2016).
Peranan manajemen dan pemegang saham sangat penting dalam
menentukan besarnya keuntungan dan kemakmuran yang kelak akan di
peoleh perusahaan. Salah satu tugas manajer keuangan adalah memperhatikan
kemakmuran para pemegang saham atau investor, hal itu disebabkan investor
akan menitikberatkan pada harga pasar saham atau nilai pasar untuk
mengetahui perkembangan nilai perusahaan (Rahmawati dkk, 2015).
Fenomena nilai perusahaan yang terjadi di Indonesia salah satunya
mengenai kinerja perusahaan di pasar modal Indonesia. Sulistiono, (2016)
menyatakan bahwa kinerja perusahaan yang go public tidak terlepas dari pesatnya perkembangan pasar modal Indonesia. Perkembangan tersebut
mencapai 6,5 % pada tahun 2011, ketika pertumbuhan ekonomi di dunia
hanya 2 %. Sedangkan tingkat inflasi Indonesia adalah sebesar 3,8 %
merupakan tingkat inflasi terendah seluruh di negara kawasan Asia Pasifik.
Tumbuhnya pasar modal di Indonesia ditunjukkan dengan jumlah
emiten 396 perusahaan pada tahun 2008 menjadi 485 perusahaan pada
pertengahan 2012. Perkembangan volume transaksi dan nilai transaksi juga
mengalami perkembangan yang pesat, hal ini di tandai dengan IHSG
mencapai 4.000 dan mengalami kenaikan menjadi 4.320 pada 16 Oktober
2012. Keadaan ini menunjukkan peningkatan kinerja perusahaan secara
keseluruhan dan mencerminkan peningkatan nilai perusahaan, karena nilai
perusahaan memberikan gambaran tentang kondisi fundamental perusahaan
dan situasi pasar yang mempengaruhi para pelaku pasar modal Indonesia.
Berbagai faktor yang menentukan nilai perusahaan menurut antara lain
keputusan pendanaan, keputusan investasi, profitabilitas dan ukuran
perusahaan. Faktor utama nilai perusahaan adalah keputusan pendanaan.
Keputusan pendanaan merupakan suatu keputusan tentang bentuk dan
komposisi pendanaan yang akan di pergunakan oleh perusahaan. Keputusan
pendanaan dapat meningkatkan nilai perusahaan, asumsi ini timbul karena
pendanaan didanai melalui hutang Achmad dan Amanah, (2014). Keputusan
pendanaan merupakan salah satu keputusan yang paling kritis dan pekerjaan
yang menantang untuk manajer keuangan, hal itu disebabkan karena
keputusan ini memiliki dampak langsung pada kinerja keuangan dan struktur
Penelitian Yunitasari dan Priyadi, (2014) sejalan dengan penelitian
Sartini dan Purbawangsa, (2014) berpendapat bahwa keputusan pendanan
berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Penelitian tersebut
bertolak belakang dengan penelitian Widodo dan Kurnia, (2016) yang
mengemukakan bahwa keputusan pendanaan tidak berpengaruh signifikan
terhadap nilai perusahaan.
Keputusan investasi juga memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan.
Keputusan investasi merupakan keputusan yang terpenting dari keputusan
lainnya dalam hubungannya dengan peningkatan nilai perusahaan. Keputusan
investasi yaitu keputusan yang diambil untuk menanamkan modal pada satu
atau lebih aset untuk mendapatkan keuntungan atau laba dimasa yang akan
datang (Tarima dkk, 2016).
Keputusan investasi sangat penting karena akan mempengaruhi
keberhasilan dalam mencapai tujuan perusahaan. Dalam keputusan investasi
perusahaan diharapkan dapat memutuskan mengenai seberapa besar dana
yang akan diinvestasikan pada aktiva lancar dan aktiva tetap serta pos-pos
yang berkaitan dengan aktiva lain perusahaan. Adanya kesempatan investasi
yang menghasilkan keuntungan merupakan esensi pertumbuhan bagi suatu
perusahaan. Jika terdapat kesempatan investasi yang menguntungkan, maka
manajer berusaha mengambil kesempatan tersebut untuk memaksimumkan
kesejahteraan pemegang saham, karena semakin besar kesempatan investasi
yang menguntungkan maka investasi yang dilakukan akan semakin besar
Menurut penelitian Clementin dan Priyadi, (2016) sejalan dengan
penelitian Hemastuti, (2014) menyatakan bahwa keputusan investasi
berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Namun bertolak
belakang dengan penelitian Achmad dan Amanah, (2014) menyatakan bahwa
keputusan investasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai
perusahaan.
Nilai perusahaan juga dapat dipengaruhi oleh laba besar kecilnya
profitabilitas. Profitabilitas menunjukan tingkat keuntungan bersih yang
mampu diraih oleh perusahaan pada saat menjalankan kegiatan
operasionalnya. Profitabilitas dapat digunakan oleh investor untuk melakukan
penilaian secara tepat, sejauh mana tingkat pengambalian dari aktivitas
investasi yang dilakukakannya. Profitabilitas yang tinggi mencerminkan
bahwa perusahaan dapat menghasilkan keuntungan yang tinggi dan
kemakmuran pemegang saham akan meningkat (Clementin dan Priyadi,
2016).
Perusahaan yang memiliki profitabilitas yang tinggi juga akan menarik
minat para investor untuk berlomba-lomba membeli saham perusahaan
karena investor menilai nampaknya manajemen perusahaan telah berhasil
mengelola aset dan modal yang dimiliki hingga memperoleh keuntungan
yang maksimal. Sehingga dengan demikian profitabilitas dapat
mempengaruhi nilai perusahaan (Clementin dan Priyadi, 2016).
Menurut Putra dan Lestari, (2016) sejalan dengan penelitian Mindra dan
signifikan terhadap nilai perusahaan. Bertolak belakang dengan penelitian
yang di lakukan oleh Moniaga, (2013) mengemukakan bahwa profitabilitas
tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Faktor terakhir yang mempengaruhi nilai perusahaan adalah ukuran
perusahaan. Ukuran perusahaan tercermin dari total aktiva suatu perusahaan,
aktiva merupakan cerminan dari pendapatan serta aset-aset yang dimiliki oleh
perusahaan, semakin besar aktivanya maka semakin tinggi nilai perusahaan.
Selain itu ukuran perusahaan merupakan hal yang menjadi pertimbangan
untuk mendapatkan modal di pasar modal (Solikin, dkk 2015).
Semakin besar ukuran suatu perusahaan maka perusahaan dianggap
semakin mudah untuk mendapatkan sumber pendanaan bagi operasional
perusahaan. Semakin baik dan semakin banyaknya sumber dana yang
diperoleh maka akan mendukung operasional perusahaan secara maksimum,
sehingga akan meningkatkan harga saham dari perusahaan (Pantow, dkk
2015).
Penelitian yang dilakukan oleh Nurhayati, (2013) sejalan dengan
penelitian yang dilakukan oleh Putra dan Lestari, (2016) menyatakan bahwa
ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.
Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Pantow, dkk (2015) yang
mengemukakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan tidak
signifikan terhadap nilai perusahaan.
Penelitian ini mereplikasi penelitian yang dilakukan oleh Widodo dan
kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. Pada perusahaan consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2014.
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian Widodo dan Kurnia (2016)
yaitu penelitian sebelumnya menggunakan sampel perusahaan consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2014, sedangkan penelitian ini menggunakan sampel perusahaan yang termasuk dalam indeks
LQ45 periode 2012-2016. Penelitian ini mengganti variabel kebijakan dividen
menjadi ukuran perusahaan, karena kebijakan dividen dalam objek penelitian
LQ45 selama tahun pengamatan tidak membagikan dividennya secara
berturut-turut. Penelitian ini juga menambahkan variabel profitabilitas karena
variabel tersebut diyakini berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
Berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang menunjukan hasil yang
masih beragam, maka peneliti tertarik untuk meneliti kembali faktor-faktor
yang mempengaruhi nilai perusahaan. Sehingga peneliti memilih judul
“Pengaruh keputusan pendanaan, keputusan investasi, profitabilitas dan
ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan”. Objek penelitian ini
mengambil sampel pada perusahaan yang termasuk dalam perusahaan LQ45
yang terdaftar di BEI. Penelitian ini penting dilakukan karena memberikan
gambaran mengenai kondisi suatu perusahaan dilihat dari keputusan
pendanaan, keputusan investasi dan kebijakan dividen terhadap nilai
perusahaan pada perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ45 periode
2012-2016. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi sumber informasi bagi
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka peneliti merumuskan
masalah sebagai berikut:
1. Apakah keputusan pendanaan berpengaruh positif signifikan terhadap nilai
perusahaan?
2. Apakah keputusan investasi berpengaruh positif signifikan terhadap nilai
perusahaan?
3. Apakah profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai
perusahaan?
4. Apakah ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap nilai
perusahaan?
C. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian
Berdasarkan latar belakang, pembahasan masalah dan perumusan
masalah diatas maka tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Tujuan Penelitian
Dari perumusan masalah diatas, maka dalam penelitian ini dapat
ditarik tujuan sebagai berikut:
a. Untuk menguji adanya pengaruh positif signifikan keputusan
pendanaan terhadap nilai perusahaan.
b. Untuk menguji adanya pengaruh positif signifikan keputusan investasi
c. Untuk menguji adanya pengaruh positif signifikan profitabilitas
terhadap nilai perusahaan.
d. Untuk menguji adanya pengaruh positif signifikan ukuran perusahaan
terhadap nilai perusahaan.
2. Manfaat Penelitian
Penelitian yang dilakukan, hasilnya dapat memberikan manfaat
dalam beberapa aspek sebagai berikut:
a. Bagi Akademis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam
pengembangan ilmu akuntansi mengenai nilai perusahaan dan
faktor-faktor yang mempengaruhinya yang diwakili oleh keputusan
pendanaan, keputusan investasi, profitabilitas dan ukuran perusahaan
sebagai penelitian pendalaman yang lebih spesifik.
b. Bagi Investor
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada
pihak investor mengenai laporan keuangan yang digunakan didalam
perusahaan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam berinvestasi.
c. Bagi Perusahaan
Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pihak
manajemen dalam praktek pengambilan keputusan pendanaan,
d. Bagi peneliti lain
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk penelitian
selanjutnya serta dapat memperbaiki kekurangan yang ada dalam