45
BAB IV
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
4.1 Pengumpulan Data
Melalui wawancara dan pengamatan secara langsung dengan pihak terkait dalam hal pengambilan keputusan, peneliti melakukan pengamatan langsung di-tiga fabricator yang telah dijadikan alternative yaitu PT.GMI, PT.BMT, PT.MF, agar pengamatan focus maka peneiliti berpedoman pada kriteria dan subkriteria yang diperoleh dari wawancara.
4.1.1 Kriteria dan Subkriteria dari Wawancara
Dari masing-masing criteria yang telah ditentukan didapatkan juga subkriteria yang cukup mendukung criteria tersebut. Berikut ini adalah beberapa kriteria dan subkriteria dalam hal pemilihan fabricator :
1. Kriteria Standard (S) a) Standar Material (S1)
Fabrikator harus mempunyai pengetahuan tentang standar material untuk piping.
b) Standar Tenaga Kerja (S2)
Fabrikator harus mempunyai tenaga kerja yang kompeten dan sesuai standar dalam bidang migas
c) Standar Fasilitas (S3)
Fabrikator harus mempunyai fasilitas-fasilitas yang standar untuk proses fabrikasi
d) Standar Keselamatan Kerja (S4)
Fabricator harus mempunyai standar keselamatan kerja untuk lingkungan dan karyawannya
e) Procedure Pengetesan (S5)
Fabrikator harus mempunyai pengetahuan dan prosedur untuk pengetesan pipa.
2. Kriteria Harga (H)
a) Respon dalam Memberikan Penawaran Harga (H1)
Kecepatan fabricator dalam merespon permintaan penawaran harga.
b) Kelengkapan Dokumen Penawaran Harga (H2)
Breakdown scope pekerjaan yang ditawarkan dalam dokumen penawaran harga.
3. Kriteria Quality (Q) a) Penyediaan Material (Q1)
Fabrikator mampu menyediakan material yang sesuai dengan vendor list customer
b) Proses Fabrikasi (Q2)
Fabrikator mampu menjaga kualitas proses fabrikasi sehingga menghasilkan produk standar
Fabrikator harus mampu menghasilkan produk yang lulus dalam pengetesan standar
d) Kemudahan untuk dihubungi (Q4)
Kemampuan supplier dalam hal kemudahan untuk dihubungi. 4. Kriteria Pengiriman (P)
a) Tepat Waktu (P1)
Fabrikator harus dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sesuai dengan jadual yang sudah ditetapkan bersama.
b) Standar Pengepakan (P2)
Fabrikator harus mempunyai pengetahuan dan procedure untuk pengepakan dan pengangkutan pipa dan skid.
4.1.2 Alternatif pengamatan Langsung
Alternatif yang diperoleh untuk pemilihan fabricator adalah sebagai berikut :
1. PT. BMT (F1) 2. PT. GMI (F2) 3. PT. MF (F3)
4.2 Pengolahan Data
Dari hasil wawancara kuisioner maka langsung dituangkan dalam pola keterkaitan antar kriteria – kriteria, maupun dengan subkriteria lalu dilanjutkan dengan penggunaan sotfware Super Decisions.
4.2.1 Pola Identifikasi Unsur-unsur Terkait
Pola keterkaitan hubungan ini bertujuan untuk menjelaskan keterkaitan antar elemen baik berupa inner dependence (keterkaitan dalam elemen) ataupun outer dependence (Keterkaitan antar elemen). Hubungan ini diperoleh melalui hasil wawancara dan hasil pengisian kuesioner penelitian hubungan keterkaitan antara elemen-elemen yang terkait dalam pemilihan fabrikator yang diisi oleh Manager Engineering.
1. Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada
Cluster Subkriteria Standar Material (S1)
Gambar 4.1 Pola Keterkaitan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Standar Material (S1)
pada Cluster Subkriteria Standar Tenaga Kerja (S2)
`Gambar 4.2 Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Standar Tenaga Kerja (S2)
3. Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Standar Fasilitas (S3)
Gambar 4.3 Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Standar Standar Fasilitas (S3)
4. Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Standar K3 (S4)
Gambar 4.4 Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Standar K3 (S4)
5. Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Standar Pengetesan (S5)
Gambar 4.5 Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Standar Proc.Pengetesan (S5)
pada Cluster Subkriteria Respon Dalam Memberikan Penawaran Harga (H1)
Gambar 4.6 Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Penawaran Harga (H1)
7. Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Kelengkapan Dokumen Penawaran Harga (H2)
Gambar 4.7 Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Kelengkapan Dokumen Penawaran (H2)
8. Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Penyediaan Material (Q1)
Gambar 4.8 Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Penyediaan Mat'l (Q1)
9. Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Proses Fabrikasi (Q2)
Gambar 4.9 Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Proses Fabrikasi (Q2)
pada Cluster Subkriteria Lulus Standar Pengetesan (Q3)
Gambar 4.10 Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Proses Lulus Standar Pengetesan FAT (Q3)
11.Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Kemudahan Update Progress (Q4)
Gambar 4.11 Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Proses Kemudahan Update Progress (Q4)
12.Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Tepat Waktu (P1)
Gambar 4.12 Pola Keterkaitan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Tepat Waktu (P1)
13.Pola Keterkaitan Inner Dependence dan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Standar Pengepakan (P2)
Gambar 4.13 Pola Keterkaitan Outer Dependence pada Cluster Subkriteria Penegepakan (P2)
Struktur keterkaitan ANP terdiri dari kriteria yang didalamnya terdapat subkriteria dan alternatif-alternatif. Struktur keterkaitan ANP ini memiliki hubungan keterkaitan antar kriteria, subkriteria dan masing-masing alternatif baik inner dependence atau outer dependence. Struktur keterkaitan ANP ini merupakan rangkuman dari semua identifikasi dari semua elemen-elemen yang berkaitan. Struktur keterkaitan ini dipakai sebagai pola dasar dalam memasukkan pola keterkaitan dengan memakai software Super Decisions. Berikut dibawah ini gambar 4.14 adalah gambar Struktur Keterkaitan ANP.
STANDAR (S)
· Standar Material (S1)
· Standar Tenaga Kerja (S2)
· Standar Fasilitas (S3)
· Standar Keselamatan Kerja
(S4) · Standar Pengetesan (S5) Harga (H) · Respon dalam Memberikan Penawaran Harga (H1) · Kelengkapan Dokumen Penawaran Harga (H2) · Final Harga (H3) Quality (Q) · Penyediaan Mat'l (Q1) · Proses Fabrikasi (Q2)
· Lulus Standar Pengetesan
(Q3) Pengiriman (P) · Tepat Waktu (P1) · Standar Pengepakan (P2) FABRIKATOR · PT. TCM (F1) · PT. Elpucika (F2) · PT. MUPM
4.2.3 Penggunaan Superdecisions dalam Pengolahan Data
a. Pembobotan, Pengujian, Konsistensi dan Penentuan Hasil Prioritas Pembobotan terhadap kriteria, subkriteria dan alternatif dilakukan dengan membuat hasil perbandingan berpasangan yang diperoleh dari kuesioner. Hasil kuesioner tersebut kemudian disusun dalam suatu matriks
perbandingan berpasangan (pairwise comparison) yang dilanjutkan dengan membuat supermatriks untuk menentukan hasil prioritas. Pembobotan terhadap kriteria, subkriteria, alternatif, cluster, dan pembuatan supermatriks menggunakan software Super Decisions 1.6.0 dengan tahapan sebagai berikut :
1. Membuat node comparison
· Kliki Design, pilih Node Comparison
· Pilih salah satu cluster yang akan dilakukan perbandingan berpasangan terhadap (with respect to) salah satu parent node dengan menggunakan panah ke kiri dan ke kanan, kemudian klik
Do Comparison
· Pilih salah satu cara pengimputan nilai perbandingan berpasangan dengan Questionnaire, Matrix, Verbal, atau Grapich.
· Isi penilaian perbandingan berpasangan antar node dalan cluster tersebut teradap parent node
· Untuk melihat hasil bobot vector dan rasio inkonsistensi perbandingan berpasangan tersebut, klik Show new priorities
· Ulangi ketiga langkah diatas untuk keseluruhan node comparison yang terjadi dalam model tersebut.
2. Membuat cluster comparasion
· Klik Design, pilih Cluster Comparison
· Pilih salah satu cluster yang akan dijadikan parent cluster dengan menggunakan panah ke kiri dan ke kanan, kemudian klik Do Comparison
· Pilih salah satu cara penginputan nilai perbandingan berpasangan yaitu Questionaire, Matrix, Verbal, atau Graphic
parent cluster tersebut untuk melihat hasil bobot vector dan resio inkonsistensi perbandingan berpasangan tersebut, klik Show new priorities
· Ulangi ketiga langkah diatas, untuk keseluruhan cluster comparison yang terjadi dalan model tersebut.
b. Nilai Bobot dan Pengujian Konsistensi antar Subkriteria dengan Alternatif
Dari perhitungan dengan menggunakan software super decisions didapat data nilai bobot antar alternatif yang dipilh dengan subkriteria yang saling berpengaruh sebagai berikut :
Tabel 4.1 Bobot alternatif terhadap subkriteria standar
Alt. Fabc BOBOT
S.Material S.Tg. Kerj S.Fas S.K3 S.Prcd GMI 0,40000 0,225537 0,10000 0,725848 0,088983 BMT 0,20000 0,100652 0,30000 0,102034 0,323316 MF 0,40000 0,673811 0,60000 0,172118 0,587631
JUMLAH 1 1 1 1 1
CR 0.0000 0,0824 0,0000 0,0279 0,0088
Tabel 4.2 Bobot alternatif terhadap subkriteria harga
Alt. Fabc BOBOT
Penawaran Kelengkapan Doc GMI 0,108525 0,333069 BMT 0,344544 0,097390 MF 0,546931 0,569541 JUMLAH 1 1 CR 0,0516 0,0237
Tabel 4.3 Bobot alternatif terhadap subkriteria quality BOBOT
Peny.
Material Process.Fab Pengujian.Fat
Update Progress GMI 0,4330650 0,352189 0,416117 0,121957 BMT 0,100499 0,088746 0,126007 0,319618 MF 0,466437 0,559065 0,457875 0,558425 JUMLAH 1 1 1 1 CR 0,0033 0,0516 0,0064 0,0176
Tabel 4.4 Bobot alternatif terhadap subkriteria pengiriman BOBOT Pengepakan Tepat Waktu GMI 0,259927 0,195800 BMT 0,195800 0,493386 MF 0,327476 0,310814 JUMLAH 1 1 CR 0,2090 0,0516
Subkriteria yang Berhubungan untuk Penentuan Pemilihan Fabrikator Dari perhitungan dengan menggunakan software super decisions didapat data nilai bobot antar subkriteria yang saling berpengaruh sebagai berikut :
Tabel 4.5 Bobot antar subkriteria pada subkriteria standar
S.Material S.Tg. Kerj S.Fas
BOBOT JML CR BOBOT JML CR BOBOT JML CR
Peny. Material 0,400000 1 0 Process.Fab 0,400000 0,547216 1 0,1304 0,280892 1 1,8364 Pengujian.Fat 0,200000 0263037 0,463919 Update Progress 0,189711 0.255189 S.Fas S.Material S. Tg. Kerj 0,289417 1 0,9638 S.K3 0,331314 S.Prcd 0,379269 Penawaran 0,33333 1 0 Keleng.Doc 0,666667
Tabel 4.6 Bobot antar subkriteria pada subkriteria standar (lanjutan)
S.K3 S.Prcd
BOBOT JUMLAH CR BOBOT JUMLAH CR
Peny. Material Process.Fab 0 0,33333 1 0 Pengujian.Fat 0,666667 Update Progress Pnawaran 0,666667 1 0 Keleng.Doc 0,33333 S. Tg. Kerj 0,493386 1 0,0516 S.Fas 0,310814 S.Prcd 0,195800
Tabel 4.7 Bobot antar subkriteria pada subkriteria pengiriman Penawaran BOBOT JUMLAH CR Pengujian.Fat 0,380172 1 0,6999 Peny. Material 0,289930 Process.Fab 0,330898 S.Fas 0,383490 1 0,0806 S.Prcd 0,124777 S.Material 0,218543 S.Tg. Kerj 0,273191
Tabel 4.8 Bobot antar subkriteria pada subkriteria quality
Process.Fab BOBOT JUMLAH CR Pengepakan 0,2500 1 0 Tepat waktu 0,7500
d. Nilai Bobot dan Pengujian Konsistensi antar Cluster dengan Subkriteria untuk Penentuan Pemelihan Fabrikator
Dari perhitungan dengan menggunakan software super decisions didapat data nilai bobot antar cluster dengansubkriteria yang saling berpengaruh sebagai beikut :
Tabel 4.9 Bobot antar cluster
Standart Harga Quality Pengiriman Standart 0,215794 0,215794 0,221741 0, ,221741 Harga 0,070670 0,070670 Quality 0,477496 0,477496 0,554380 0,554380 Pengiriman 0,141081 0,141081 0,126603 0,126603 Fabrikator 0,094959 0,094959 0,097276 0,097276 CR 0,0841 0.0841 0,0806 0,0806