• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDIDIKAN AGAMA KATHOLIK DAN BUDI PEKERTI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PENDIDIKAN AGAMA KATHOLIK DAN BUDI PEKERTI"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Fx Sulis Bayu S., S.Pd.
    • Sumarsono, S.Ag.
    • Yohanes Prihatin Lelono Broto, S.Ag., M.M.
    • Drs. Iwan Suyawan, M.Pd
    • Dra. Vipti R. Nugraheni, M.Ed
  • Pengajar:
    • Hamid Muhammad, Ph.D
    • Drs. Purwadi Sutanto, M.Si
    • Dr. Eko Warisdiono
    • Dra. Elia Ulfah
    • Dra. Hastuti Mustikaningsih
    • Drs. Zulfikri Annas, M.Ed.
    • Dr. Hamka
    • Deni Hadiana, M.Si
    • Mustahdi, M.Ag
    • Prof. Supriyono
    • Dr. Enung Suryana
    • Dra. Ismun Darjatiningsih, M.Pd.
  • Sekolah: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
  • Topik: Modul Pelatihan Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
  • Tipe: modul pelatihan
  • Tahun: 2018
  • Kota: Jakarta

I. PENDAHULUAN

Modul ini memberikan pengantar tentang Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti dalam konteks Kurikulum 2013. Pentingnya pendidikan karakter dalam pembelajaran ditekankan, dengan fokus pada penguatan nilai-nilai karakter seperti religiositas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas. Modul ini bertujuan untuk membantu guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang efektif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di abad 21.

II. RASIONAL

Rasional di balik pengembangan Kurikulum 2013 mencakup kebutuhan untuk menyelaraskan dokumen kurikulum dengan praktik pembelajaran. Perbaikan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan konsistensi antara dokumen kurikulum dan pelaksanaannya. PPK dijadikan sebagai landasan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui integrasi nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran.

III. BAHAN BACAAN

Bahan bacaan yang dianjurkan mencakup Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta buku teks yang relevan. Ini termasuk panduan penyusunan RPP, model-model pembelajaran, dan panduan penilaian, yang bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang implementasi Kurikulum 2013 dan penguatan pendidikan karakter.

IV. TUJUAN

Modul ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan guru dalam menyiapkan perangkat pembelajaran yang menguatkan karakter peserta didik serta kemampuan literasi dan keterampilan abad 21. Selain itu, modul ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memfasilitasi pembelajaran yang efektif dan penilaian yang sesuai dengan tuntutan kurikulum.

V. HASIL YANG DIHARAPKAN

Hasil yang diharapkan dari pelatihan ini adalah guru yang terampil dalam menyiapkan perangkat pembelajaran, mampu memfasilitasi proses pembelajaran dan penilaian yang mendukung karakter peserta didik, serta mampu mengembangkan program pembelajaran yang efektif dan relevan dengan konteks pendidikan saat ini.

VI. ALUR PENYAJIAN MATERI MODUL

Alur penyajian materi modul dijelaskan secara sistematis untuk memudahkan pemahaman dan implementasi oleh guru. Setiap modul terdiri dari unit-unit yang saling berkaitan, mencakup analisis kompetensi, perancangan RPP, praktik pembelajaran, dan penilaian hasil belajar, yang semuanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

VII. MODUL 1: ANALISIS KOMPETENSI, PEMBELAJARAN, DAN PENILAIAN

Modul ini berfokus pada analisis kompetensi, SKL, KI-KD, dan silabus. Pembahasan mencakup pengembangan indikator pencapaian kompetensi dan materi pembelajaran yang relevan dengan pendidikan karakter. Ditekankan pentingnya integrasi keterampilan abad 21 dalam proses pembelajaran.

7.1 UNIT 1: ANALISIS SKL, KI-KD, DAN SILABUS

Unit ini membahas keterkaitan antara SKL, KI, KD, dan silabus serta pengembangan indikator pencapaian kompetensi. Fokus pada penguatan pendidikan karakter melalui keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah menjadi inti dari pembelajaran.

7.2 UNIT 2: ANALISIS MATERI DALAM BUKU TEKS PELAJARAN

Membahas langkah-langkah dalam merancang materi pembelajaran berdasarkan analisis buku teks. Guru diharapkan dapat mengembangkan materi yang berkaitan dengan muatan lokal dan aktualisasi dalam kegiatan kepramukaan, serta mendorong keterampilan HOTS pada peserta didik.

7.3 UNIT 3: ANALISIS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN

Unit ini membahas karakteristik dan prinsip pembelajaran yang berbasis aktivitas. Ditekankan pentingnya pembelajaran yang interaktif dan kontekstual untuk meningkatkan keterampilan abad 21 di kalangan peserta didik.

7.4 UNIT 4: ANALISIS PENILAIAN HASIL BELAJAR

Membahas proses penilaian yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan analisis hasil belajar. Penilaian harus berorientasi pada perbaikan kompetensi dan perilaku peserta didik, serta menyusun program remedial atau pengayaan yang sesuai.

Gambar

Gambar 1. Peta Modul
Gambar 2. Peta Kompetensi
Gambar 3a. Bagan alur penyajian Modul 1 Unit 1
Gambar 3b. Bagan alur penyajian materi modul 1 unit 2
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian ini didapatkan hasil terdapat perbedaan yang bermakna pada jumlah tubulus yang rusak antara masing–masing kelompok perlakuan

Tes ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penguasaan atau daya serap siswa terhadap materi pelajaran yang ingin disajikan dalam proses pembelajaran, dan tingkat pemahaman tentang

Sedangkan Payamta & Sholikah (2001) yang menganalisis pengaruh merger dan akuisisi terhadap kinerja perbankan di Indonesia menggunakan CAMEL dengan hasil penelitian tidak

[r]

Standardized mortality ratio (SMR) merupakan penduga sederhana resiko relatif pada pemetaan penyakit (Wakefield & Elliott 1999), yang selanjutnya disebut sebagai

 Asesmen awal medis dilaksanakan dalam 24 jam pertama sejak rawat inap atau lebih dini/cepat sesuai kondisi pasien atau kebijakan rumah sakit..

(2012) raportoivat, että kun maidontuotannon elinkaariarvioinnissa (LCA, Life Cycle Assessment) huomioidaan sivutuotteena syntyvän naudanlihan

Pengantar Akuntansi, Edisi 21 , Penerbit Salemba Empat, Jakarta.. Sistem Informasi Berbasis Komputer : Konsep Dasar dan