BAB I
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
Perkembangan industri otomotif di indonesia saat ini mulai berkembang maju ditandai dengan munculnya berbagai kendaraan bermotor atau mobil. Hal ini sesuai dengan data penjualan mobil di Indonesia tahun 2015 mencapai 1,2 juta unit (Gabungan Industri Bermotor Indonesia,2015) sedangkan penjualan motor tahun 2014 sebesar 7,8 juta unit (data AISI, 2014). Banyaknya permintaan kendaraan membuat konsumen mulai memikirkan pentingnya kendaraan sebagai mobilitas sehari-hari. Kendaraan yang digunakan setiap hari perlu memperoleh perawatan khusus agar tidak mengalami permasalahan dalam performanya. Adanya kesadaran konsumen dalam pentingnya perawatan kendaraan tersebut, membuat pengusaha yang bergerak dalam bidang otomotif bersaing untuk memberikan kualitas produk yang terbaik bagi konsumen. Kualitas produk yang ditawarkan berupa suku cadang, perawatan, hingga oli yang dibuat menggunakan teknologi canggih serta komposisi produk yang telah dirancang oleh para ahli. Sehingga kendaraan akan menjadi tahan lama dan tidak mengalami masalah yang serius pada mesinnya.
Salah satu alat transportasi yang berkembang saat ini adalah sepeda motor. Tingginya permintaan sepeda motor, dipengaruhi oleh harga yang semakin terjangkau di kalangan masyarakat dan hampir sebagian di masyarakat memilikinya, bahkan hampir dalam satu keluarga memiliki sepeda motor lebih dari satu. Selain itu, suku cadang yang digunakan mudah dijumpai di pasaran. Salah satu diantaranya adalah minyak pelumas, produsen selalu menggunakan teknologi terkini dalam
proses pembuatan minyak pelumas agar mendapatkan produk yang berkualitas. Sebanyak 650 juta liter pelumas pertahun diperlukan pasar (Industrial Marketing Specialist Pertamina Lubricant Oil). Namun, tidak semua konsumen mengerti tentang pelumas yang memilki kandungan yang baik bagi kendaraannya. Pelumas yang tidak memilki kandungan yang sesuai bagi setiap merek kendaraan akan menyebabkan kerusakan bagi mesin. Bahkan pihak bengkel yang bertugas merawat kendaraan konsumen belum mengerti adanya perbedaan spesifikasi pelumas antara buku manual kendaraan dengan stiker panduan yang menempel di kap mesin.
Informasi yang kurang jelas mengenai penggantian oli dalam jangka waktu satu bulan sekali itu diketahui oleh konsumen yang kurang memahami mesin akan membuat kesalahan dalam perawatan kendaraan. Masyarakat yang salah memahami hal tersebut, terjadi karena kurangnya sosialisasi yang diberikan bengkel yang mereka gunakan dalam perawatan kendaraan serta promosi produk suku cadang yang tidak jelas. Saat ini ada sekitar 200 merek pelumas beredar di Indonesia (Asosiasi Pelumas Indonesia (ASPELINDO). Promosi yang dilakukan oleh pihak pelumas kendaraan yang relatif banyak dalam berbagai merek seperti Castrol Penzoill, Shell, Evalube, Revtex, Fuchs, Petromas dan lain-lain, menyebabkan konsumen bingung dalam menetukan produk mana yang akan mereka pergunakan dalam kendaraan mereka.
Komposisi pelumas mesin yang memilki mutu baik adalah terdapat aditif deterjen dan dispersant yang berfungsi untuk membersihkan jelaga, varnish, dan
lacquer (produk oksidasi yang dihasilkan dari teroksidasinya lapisan tipis pelumas pada permukaan metal yang panas). Apabila pelumas berubah warna, itu
menunjukan bahwa deterjen dan disperant dalam pelumas itu telah bekerja dengan baik sehingga kondisi mesin kendaraan bermotor tetap sangat diperlukan untuk perawatannya. Perawatan yang baik dan teratur untuk sepeda motor merupakan faktor penting dalam menjaga kondisi kendaraan yang baik. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah oli sebagai pelumas yang berada pada mesin kendaraan. Perawatan yang tergolong sederhana adalah penggantian rutin oli pelumas. Apabila penggunaanya tidak sesuai dengan aturan maka akan terjadi kerusakan mesin pada kendaraan. Perawatan yang tergolong sederhana adalah penggantian rutin minyak pelumas, karena apabila mengganti dengan berbagai merek pelumas di pasaran yang tidak sesuai dengan spesifikasinya akan berkaitan juga dengan penggantian suku cadang lainnya.
Pada saat melumasi komponen yang sifatnya lebih penting dan rumit seperti mesin diperlukan pelumas yang lebih encer. Pelumas yang lebih encer, dapat bergerak melalui permukaan komponen yang saling bergesekan. Selain itu kondisi yang lebih encer ini memastikan setiap permukaan logam tertutup pelumas. (Parameter Utama Analisa Pelumas, ). Pelumas mesin sangat penting karena didalam mesin terjadi berbagai macam gesekan yang memerlukan pelicin maka penggantiannya harus lebih sering dibandingkan dengan pelumas lainnya.
Salah satu merek oli yang menjadi kepercayaan konsumen adalah Top 1 oli sintetik bagi kendaraan mobil maupun motor Indonesia. Saat ini, oli Top 1 telah menjadi minyak pelumas kendaran bermotor yang semakin diminati masyarakat. Top 1 adalah oli sintetik yang didesain khusus untuk mobil dan motor konsumen. Minyak pelumas ini berasal dari negeri Paman Sam Amerika Serikat, sebuah negara industri
yang sangat mengedepankan kendali mutu. Top 1 Oli sintetik tidak hanya mengagumkan dalam kualitas produknya tetapi juga untuk melindungi mobil dan motor konsumennya di Indonesia. Oli Top 1 di produksi oleh PT Pertamina yang khusus digunakan bagi kendaraan berbahan bakar mesin. Top 1 adalah oli terdiri dari base oil (minyak lumas dasar) + aditif. Oli sintetik tergantung dari base oil dari oli tersebut. Base oil terbagi menjadi 2 yaitu base oil mineral yang masih banyak mengandung kontaminan dan base oil sintetik yang sudah dijernihkan dari kontaminan sehingga kualitasnya jauh lebih bagus dibanding bas oil mineral.
Base oil sintetik telah melalui berbagai proses permurnian untuk menghilangkan unsur dan senyawa yang merugikan, contohnya : sulfur,nitrogen dan senyawa aromatic. Dengan dihilangkan unsur-unsur tersebut, oli sintetik jauh lebih stabil dan lebih tahan terhadap oksidasi. Top 1 memiliki keunggulan yaitu memperpanjang waktu penggantian oli, jauh lebih tahan terhadap oksidasi dan gesekan, menghemat bahan bakar, meningkatkan daya mesin dan mesin menjadi lebih bersih. Tingkat kemurnian oli sintetik yang digunakan sangat baik, bebas dari bahan aromatik dan sulfur serta memiliki ketahanan yang luar biasa terhadap oksidasi dan gesekan. Ini adalah keunggulan dasar dari penggunaan oli sintetik pada Top 1. Oli Sintetik yang digunakan pun harus memenuhi beberapa kriteria seperti faktor penguapan, indeks viskositas, perlindungan anti friksi, perlindungan suhu ekstrim,dan beberapa faktor lainnya.
Persaingan di pasar pelumas makin ketat, dengan demikian memunculkan persaingan yang kuat diantara pengusaha oli. Ditandai dengan berbagai merek baru kini selalu muncul di pasaran, dari 10 merek, kini ada lebih dari 200 merek. Dari
merk-merk yang ada, beberapa berasal dari lokal, namun juga ada yang dari luar negeri. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan hadirnya pemain baru. Pengusaha-pengusaha otomotif di dunia mulai memperbaiki kualitas produk yang mereka kembangkan. Hal itu terlihat dari kemajuan kendaraan dari jenis mobil dan sepeda motor generasi terbaru yang lebih ramah lingkungan, rendah emisi, dan tentunya hemat bahan bakar. Karena itu merek oli Top 1 akan selalu siap menemani anda berkendara menghadapi berbagai rintangan di Indonesia. Baik itu melintasi rintangan yang landai di sepanjang garis pantai, ataupun rintangan yang membutuhkan keahlian di daerah perbukitan. Top 1 juga siap menghadapi suhu panas di daerah tropis dataran rendah, hingga suhu dingin di puncak pegunungan. Top 1 oli sintetik mobil-motor Indonesia mempunyai perlindungan anti friksi yang membuat hati tetap tenang.
Top 1 sudah dikenal dalam berbagai komunitas otomotif, dan itu menjadi bukti bahwa TOP 1 sebagai oli sintetik terbaik bagi mobil-motor Indonesia. Penghargaan TOP BRAND adalah hasil survey terhadap 3.000 konsumen di Indonesia : Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makasar. Hasilnya Oli Top 1 unggul dalam Top of mind, Market Share dan loyalitas konsumen dibanding merek lain. Tingginya kebutuhan tersebut ditandai dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mendorong permintaan minyak pelumas. Berdasarkan data dari (TBI) TOP Brand Index, Market share oli pelumas dari tahun 2013-2014-2015 sebagai berikut:
Tabel 1.1
Market Share Oli Pelumas Tahun 2013-2015
Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015
No Merek TBI No Merek TBI No Merek TBI
1 Top 1 29,1% 1 Top 1 22,9% 1 Top 1 20,8%
2 Castrol 19,1% 2 Yamalube 18,9% 2 Yamalube 16,6% 3 Yamalube 12,0% 3 Federal 12,8% 3 Federal 14,3% 4 Federal 8,6% 4 Castrol 10,8% 4 Castrol 12,5% 5 Enduro Lub 5,0% 5 Pertamina Enduro 6,6% 5 Pertamina Enduro 8,6% 6 Mesran Super 3.8% 6 Shell Helix 4,0% 6 Mesran Super 4.8% 7 Evalube 3,3% 7 Mesran Super 3,1% 7 Repsol 4,3% 8 Repsol 2,8% 8 Evalube 4,0% 9 Shell Helix 2,9% Sumber : Top Brand Indonesia, 2013-2015
Dari perbandingan data merek oli pelumas di Indonesia , Top 1 selalu berada di urutan pertama dibandingkan merek lainnya. Top 1 mengalami penurunan dalam waktu 2013-2014 sekitar 6,2% dan pada tahun 2014-2015 sekitar 2,1%.Kondisi ini juga menunjukkan bahwa masih tinggi minat konsumen terhadap produk Oli Top 1, walaupun Oli Top 1 dari tahun ke tahun mengalami sedikit penurunan tetapi tidak begitu berdampak pada keputusan pembelian. Merek yang sudah dikenal dan diminati banyak orang biasanya dijadikan simbol sebagai suatu produk yang sukses , sehingga berpengaruh terhadap kondisi emosional konsumen. Meskipun di pasar banyak beredar produk-produk pesaing tetapi semuanya itu akan tergantung dari keputusan pembelian konsumen.
Dari uraian diatas, persaingan yang ada menunjukkan pentingnya keputusan pembelian konsumen. Menurut Setiadi (2008)menyatakan bahwa keputusan pembelian adalah sebuah pendekatan penyelesaian masalah pada kegiatan manusia untuk membeli suatu barang atau jasa dalam memenuhi kebutuhannya yang terdiri
dari pengenalan kebutuhan keinginan, pencarian informasi, evaluasi terhadap alternatif pembelian, keputusan pembelian, dan tingkah laku setelah pembelian. Keputusan pembelian itu ternyata juga dipengaruhi oleh inovasi produk, penelitian yang dilakukan Charles, et al (2002) menunjukkan bahwa aspek budaya perusahaan dengan kemampuan berinovasi menghubungkan inovasi dari kerangka kerja serta meningkatkan kinerja perusahaan melalui keputusan membeli konsumen. Demikian juga penelitian Tammamudin (2012) menunjukkan bahwa inovasi produk terdapat pengaruh yang signifikan terhadap keputusan membeli sehingga semakin tinggi inovasi produk maka semakin tinggi keputusan membeli.
Menurut Luthfia (2012) kualitas mencakup daya tahan, kehandalan, kekuatan dan kemudahan dari produk untuk menjalankan fungsinya dalam pengemasan dan reparasi produk dan ciri-ciri lainnya. Produk didefinisikan sebagai persepsi konsumen yang dijabarkan oleh produsen melalui hasil produksinya mutu atau kualitas produk dipengaruhi oleh faktor yang akan menentukan bahwa mutu barang dapat memenuhi tujuannya, yaitu untu meningkatkan volume penjualan (Iswayanti 2010)
Penelitian yang dilakukan Hasan(2008) berpendapat bahwa harga adalah segala bentuk biaya moneter yang dikorbankan oleh konsumen untuk memperoleh , memiliki, memanfaatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanan dari suatu produk. Perusahaan harus menetapkan harga jual untuk yang pertama kalinya, terutama pada saat mengembangkan produk baru. Penetapan harga jual berpotensi menjadi suatu masalah karena keputusan penetapan harga jual cukup kompleks dan harus memperhatikan berbagai aspek yang mempengaruhinya. Menurut Widiana dan
Sinaga (2010) harga adalah sejumlah uang yang ditambahkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari produk dan peyanannya. Dapat juga disampaikan harga adalah nilai dari produk atau jasa yang diharapkan pekayanannya , yang harus dikeluarkan atau dibayar oleh konsumen untuk mendapatkan sejumlah produk.
Menurut Yanti, et al (2013) strategi diferensiasi atau strategi pembeda adalah salah satu cara yng dapat diterapkan untuk menarik minat konsumen terhadap produk yang ditawarkan kpadanya, sehingga perusahaan tidak kalah bersaing denagn prusahaan lainnya. Strategi diferensiasi yang terdiri dari diferensiasi produk, pelayanan, citra, harga dan promosi merupakan hal-hal yang penting yang perlu diperhatikan dalam menghadapi persaingan. Adapun menurut Sahetapy (2013) dengan memperhatikn diferensiasi produk yang ditawarkan maka, minat beli konsumen itu sendiri dapat dengan baik tercapai dan mampu menguasai pangsa pasarnya. Diferensiasi produk adalah kegiatan memodifikasi produk menjadi menarik. Diferensiasi ini memerlukan penelitian pangsa yang cukup agar bisa benar-benar berbeda , diperlukan pengetahuan produk desain.
Menurut Susanto (2004) citra merek adalah apa yang dipersepsikan oleh konsumen mengenai sebuah merek. Dimana hal ini meyangkut bagaimana seorang konsumen menggambarkan apa yang mereka pikirkan mengeni sebuah merek dan apa yang mereka rasakan mengenai merek tersebut ketika mereka memikirkannya. Menurut Setiadi (2003) menyatakan bahwa brand image dibangun berdasarkan kesan, pemikiran ataupun pengalaman yang dialami seseorang terhadap suatu merek yang pada akhirnya akan membentuk sikap terhadap merek yang bersangkutan. Dari pengertian tersebut , maka perusahaan harus dapat mencipatakn merek yang menarik,
mudah diingat serta menggambarkan manfaat dari produk sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen.
Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini berusaha mengetahui dan menganalisi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian oli top 1. Oleh karena itu, penelitian menggunakan judul “PENGARUH INOVASI PRODUK, KUALITAS PRODUK, HARGA, DIFERENSIASI PRODUK DAN
CITRA MEREK TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN
PEMBELIAN OLI TOP 1 DI SEMARANG”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka peneliti dapat merumuskan masalah sebagi berikut:
1. Bagaimana pengaruh inovasi produk oli Top 1 terhadap keputusan pembelian konsumen di Semarang?
2. Bagaimana kualitas produk oli Top1 terhadap keputusan pembelian kosumen di Semarng?
3. Bagaimana pengaruh harga oli Top1 terhadap keputusan pembelian konsumen di Semarang?
4. Bagaimana pengaruh diferensiasi produk oli Top 1 terhadap keputusan pembelian konsumen di Semarang?
5. Bagaimana pengaruh citra oli Top 1 terhadap keputusan pembelian konsumen di semarang?
1.3 Tujuan Penelitian
Sedangkan tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui pengaruh inovasi produk oli Top 1 terhadap pengambilan keputusan pembelian konsumen di Semarang.
2. Untuk mengetahui pengaruh kualitas produk oli Top 1 terhadap pengambilan keputusan pembelian konsumen di Semarang.
3. Untuk mengetahui pengaruh harga oli Top 1 terhadap pengambilan keputusan pembelian konsumen di Semarang.
4. Untuk mengetahui pengaruh diferensiasi produk oli Top 1 terhadap pengambilan keputusan pembelian konsumen diSemarang.
5. Untuk mengetahui pengaruh citra merek oli Top 1 terhadap keputusan pembelian konsumen di Semarang.
1.4 Manfaat Penelitian
Adapun hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi kegunaan bagi pihak-pihak sebagai berikut :
1. Bagi Konsumen :
Memberi pemahaman dan tambahan informasi kpada para konsumen, terutama konsumen OLI TOP 1 dalam melakukan proses pembelian.
2. Bagi Perusahaan:
Memberi kontribusi dan tambahan informasi kepada perusahaan dalam hal kualitas produk, harga, citra merek, customer satisfaction dan service quality sehingga dapat digunakan perusahaan dalam meningkatkan pangsa pasar dan penjualan.
3. Bagi Kalangan Akademik :
Memberi kontribusi dan tambahan referensi kepada kalangan akademik,terutama mahasiswa yang akan melakukan penelitian mengenai oli TOP 1.