• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGENDALIAN KUALITAS ATRIBUT KEMASAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (FMEA) PADA PROSES PRODUKSI AIR MINUM DALAM KEMASAN SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGENDALIAN KUALITAS ATRIBUT KEMASAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (FMEA) PADA PROSES PRODUKSI AIR MINUM DALAM KEMASAN SKRIPSI"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

PENGENDALIAN KUALITAS ATRIBUT KEMASAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (FMEA)

PRODUKSI AIR MINUM DALAM KEMASAN

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

PENGENDALIAN KUALITAS ATRIBUT KEMASAN MENGGUNAKAN FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (FMEA) PADA PROSES

PRODUKSI AIR MINUM DALAM KEMASAN

SKRIPSI

Oleh :

Ni Wayan Anik Satria Dewi NIM: 1211205009

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS UDAYANA BUKIT JIMBARAN

2016

PENGENDALIAN KUALITAS ATRIBUT KEMASAN MENGGUNAKAN PADA PROSES

(2)

PENGENDALIAN KUALITAS ATRIBUTKEMASAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (FMEA)PADA PROSES

PRODUKSI AIR MINUM DALAM KEMASAN

SKRIPSI

Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Teknologi Pertanian pada Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana

Oleh :

NI WAYAN ANIK SATRIA DEWI NIM : 1211205009

BUKIT JIMBARAN 2016

(3)

Ni Wayan Anik Satria Dewi. 1211205009. 2016.Pengendalian Kualitas Atribut Pengemasan Menggunakan Metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) Pada Proses Produksi Air Minum Dalam Kemasan.Di bawah bimbingan Ir.Sri Mulyani, MP.sebagai Pembimbing I dan I Wayan Arnata S.TP.,M.Si. sebagai Pembimbing II. Teknologi Industri Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Udayana. Bukit Jimbaran. 2016

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) menentukan jenis cacat pada gelas plastik kemasan produk 240 ml, 2) menentukan faktor-faktor penyebab cacat pada produk, 3) merumuskan alternatif perbaikan untuk mengurangi tingkat cacat produk. Penelitian dilakukan dengan melaksanakan studi pendahuluan dan pustaka, pengumpulan data, pengolahan data dan analisis data.Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan: histogram,p-chart, diagram tulang ikan dan metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA). Data dianalisis untuk memperoleh nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi untuk memberikan alternatif usulanperbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis cacat yaitu: cacat bocor,cacat cup 240 ml, cacat penyok, cacat label, dan cacat jumlah volume dengan rata-rata cacat produk 3,53% dari total produksi perbulan. Faktor-faktor penyebab cacat produksi (AMDK) pada produk kemasan gelas plastik (cup) 240 ml diurutkan berdasarkan tingkat cacatnya adalah faktor manusia (men), bahan pengemas dan bahan baku (material), lingkungan (measurement and environment), metode (method), dan mesin (machine). Setelah dilakukan pengawasan terhadap kelima faktor tersebut tingkat kecacatan produk berkurang menjadi 2,4% pada bulan Februari – Maret 2016.Alternative usulan perbaikan yang dilakukan untuk mengurangi tingkat kecacatan produk gelas plastik (cup) 240 ml adalah mengendalikan segala proses dalam divisi pengemasan terutama proses pengecekan karena proses pengecekan memiliki nilai RPN tertinggi yaitu 576.

(4)

Ni Wayan Anik Satria Dewi. 1211205009. 2016.Atributes of Packaging Quality Control Method Using Failure Mode Effect Analysis (FMEA) in Drinking Water Production.Supervised by Ir.Sri Mulyani, MP.and I Wayan Arnata S.TP.,M.Si. Agroindustrial Technology.Faculty of Agricultural Technology.Udayana University.Bukit Jimbaran. 2016

ABSTRACT

The purpose of study: 1. determine the types of defects in the product packaging plastic cups 240 ml, 2. determine the factors that cause defects in the product, 3. formulated alternatif improvements to reduce the defect rate of the product. Research carried out by carrying out preliminary studies and literature, collection of data and then processed and analyzed. Data processing is done using: histogram, p-chart, fishbone diagram and Method Failure Mode Effect Analysis (FMEA). The data are analyzed to devire the value of the Risk Priority Number (RPN) to provide the highest proposed improvement alternatif. The results showed that the types of defects are: leaking cup defects, dents glass defects, labeling defect, amount of volume defect and defect content of the product and disability amount to an average of product defects 3,53% of the total production per month. Factors that cause disability if sorted by degree are: human, packaging materials, environment, methods,and machinery. Once the causes of defects is controlled decrease the number of defects with an average value of 2,4% of total production per month. Recommendations for improvement are given is to control all the processes in the packaging division, especially the checking process, because the checking process has the highest RPN value with a value of 576

(5)

RINGKASAN

Air minum dalam kemasan (AMDK) merupakan kebutuhan primer dalam kehidupan manusia.Perkembangan produk AMDK di dalam negeri sangat mengalami kemajuan.Bukti nyata kemajuan industri yaitubanyaknya persaingan antar perusahaan dalam produk AMDK yang mereka pasarkan salah satunya adalah PT.Tirta Tamanbali.PT.Tirta Tamanbali merupakan perusahaan yang menghasilkan produk AMDK dengan merk dagang Nonmin. Perusahaan memiliki masalah dalam pengendalian kualitas produk kemasannya terutama pada proses pengemasan.

Berdasarkan pengamatan pendahuluan yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2015 hingga bulan Desember 2016 di PT.Tirta Tamanbali menunjukkan bahwa proses pengemasan gelas plastik 240 ml memiliki tingkat kecacatan tertinggi dengan rata-rata 300-500 reject perhari atau diatas 3%. Hal ini perlu ditindaklanjuti dan dianalisis secara akurat dengan mengaplikasikan teori pengendalian kualitas statistik (Statistical Quality Control).

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis-jenis cacat produksi yang sering terjadi pada produk kemasan gelas plastik(cup) 240 ml, menentukan faktor-faktor penyebab cacat produksi pada produk kemasan gelas plastik(cup) 240 ml dan merumuskan alternatif usulan perbaikan yang dilakukan untuk mengurangi tingkat kecacatan produk gelas plastik 240 ml. Langkah-langkah dalam pelaksanaan penelitian adalah studi pendahuluan, studi pustaka, pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis data.Pengambilan data dalam penelitian dengan melaksanakan pengamatan langsung di perusahaan.

(6)

Hasil pengamatan bulan januari 2016 menunjukkan bahwa rata-rata cacat produk Nonmin cup 240 ml sebesar 3.53% dan melebihi toleransi perusahaan yaitu maksimal 3% dengan standar deviasi 0,002. Jenis-jenis cacat yang terjadi adalah cacat gelas bocor, cacat gelas penyok, cacat label / lead cup, cacat jumlah volume dan cacat isi produk dengan tingkat kecacatan 3,53% pada bulan Januari 2016.

Faktor-faktor penyebab cacat produksi (AMDK) pada produk kemasan gelas plastik (cup) 240 ml diurutkan berdasarkan tingkat cacatnya adalah faktor manusia (men), bahan pengemas dan bahan baku(material), lingkungan (measurement and environment), metode (method), dan mesin (machine).Setelah dilakukan pengawasan terhadap kelima faktor tersebut tingkat kecacatan produk berkurang menjadi 2,4% pada bulan Februari-Maret 2016. Hasil pengamatan bulan Februari dan Maret 2016 (30 hari) menunjukkan bahwa rata-rata proporsi ketidaksesuaian per pengamatan sebesar 0.024 atau 2,4% atau 114 produk perhari dengan standar deviasi 0,002. Hasil ini menunjukkan bahwa ada penurunan persentase cacat dari 3,53% menjadi 2,4% dengan menerapkan pengawasan terhadap faktor-faktor penyebab cacat.

Alternatif usulan perbaikan yang dilakukan untuk mengurangi tingkat kecacatan produk gelas plastik (cup) 240 ml berdasarkan analisis menggunakan metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA)adalah mengendalikan segala proses dalam divisi pengemasan terutama proses pengecekan karena proses pengecekan memiliki nilai RPN tertinggi yaitu 576.

(7)
(8)

RIWAYAT HIDUP

NI WAYAN ANIK SATRIA DEWI, dilahirkan di Desa Tohpati Banjarangkan Klungkung pada tanggal 23 Juli 1994. Penulis merupakan anak pertama dari pasangan I Nyoman Sukarta dan Ni Nengah Darmini.

Penulis memulai pendidikan di Taman Kanak-kanak di TK Dharma Praja di Denpasar Timur, dari tahun 2000 hingga 2001, dan melanjutkan sekolah dasar di SD Dwijendra Denpasar dari tahun 2001 hingga tahun 2003, dan di SD Negeri 6 Sesetan Denpasar Selatan dari tahun 2003 hingga 2006. Masa pendidikan sekolah menengah pertama di SMP Negeri 1 Tembuku Bangli dari tahun 2006 hingga 2009.Penulis melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah atas di SMA Negeri 1 Banjarangkan Klungkung dari tahun 2009 hingga tahun 2012.Melalui jalur SNMPTN Undangan, penulis diterima menjadi mahasiswa Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana.

Selama masa perkuliahan penulis aktif dalam kegiatan kemahasiswaan baik sebagai panitia pelaksana, maupun sebagai panitia pengarah.Penulis juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan mulai dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Industri Pertanian sebagai Koordinator Dapartemen Ilmu dan Penalaran dan penanggung pawab dalam kegiatan Kunjungan Ilmiah. Selain dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan, penulis juga aktif di lingkungan masyarakat sebagai Sekretaris Organisasi Karang Taruna STT. Eka Karsa Yudha Winangun.

(9)

KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur penulis haturkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa karena berkar rahmat-Nya, tugas akhir yang berjudul “Pengendalian Kualitas Atribut Kemasan Menggunakan Metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) Pada Proses Produksi Air Minum Dalam Kemasan”dapat terselesaikan dengan baik.

Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat kelulusan dalam menyelesaikan studi pada Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana.

Penulis telah mendapatkan banyak bantuan, doa dan dukungan dari berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada:

1. Ibuk dan Bapak yang sangat penulis cintai, yang selalu memberikan doa dan cinta di dalam hidup penulis.

2. Ibu Ir.Sri Mulyani, MPsebagaiDosen Pembimbing I dan Bapak I Wayan Arnata S.TP, M.Si, sebagai Dosen Pembimbing II yang banyak memberi bimbingan, arahan, saranpada penyusunan skripsi ini.

3. Ibu Ir Amna Hartiati, MP sebagai Dosen Penguji I, Bapak Dr. Ir. Lutfi Suhendra, M.P sebagai Dosen Penguji II dan Bapak I Wayan Gede Sedana Yoga, S.TP, M.Agb, sebagai Dosen Penguji III yang banyak memberikan bimbingan, arahan, saran pada penyusunan skripsi ini.

4. Bapak Dr. Ir. Dewa Gede Mayun Permana, MS., selaku Dekan Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana.

(10)

5. Ibu Ir.Amna Hartiati, MP, selaku Ketua Jurusan Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana

6. Seluruh staf dan kepegawaian akademik di lingkungan Fakultas Teknologi Pertanian yang selalu memberikan bimbingan dan bantuan selama penulis melaksanakan perkuliahan.

7. Ibu Wahyu Dian Savitri, SE selaku Manager di CV. Tirta Tamanbali, sekaligus Pembimbing Perusahaan penulis dan seluruh staf karyawan PT.Tirta Tamanbali Bangli yang selalu memberikan arahan untuk penulis. 8. Keluarga besar yang telah banyak memberikan dukungan moral maupun

material, motivasi dan doa dalam penyelesaian tugas akhir ini.

9. I Wayan Sugiana yang selalu membantu dalam semua kegiatan yang dilakukan penulis, terima kasih untuk doa, dukungan, dan perhatiannya. 10. Sahabatpenulis Desi, Ravi, Rima, Ticha, Frety, Novi, Anggiyang sangat

membantu dalam semua kegiatan yang dilakukan penulis. Terima kasih untuk doa, dukungan dan perhatiannya.

11. Semua teman-teman di Fakultas Teknologi Pertanian dari angkatan 2012 sampai angkatan 2016 yang tidak bisa disebut satu persatu , terima kasih atas segala bantuannya selama perkuliahan, membuat tugas, praktikum hingga terselesaikannya skripsi ini.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, sehingga kritik dan saran sangat diperlukan untuk menyempurnakan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat sebagaimana mestinya.

(11)

DAFTAR ISI Halaman JUDUL... i ABSTRAK ... iii RINGKASAN ... v PENGESAHAN ... vii

RIWAYAT HIDUP ... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv I. PENDAHULUAN ... 1 1.1.Latar Belakang ... 1 1.2.Perumusan Masalah ... 3 1.3.Tujuan Penelitian ... 3 1.4.Manfaat Penelitian ... 3

II. TINJAUAN PUSTAKA ... 4

2.1. Sejarah Perusahaan ... 4

2.2. Kualitas ... 5

2.3. Kualitas Atribut ... 9

2.4. Produk Cacat ... 10

2.5. Statistika Pengendalian Kualitas ... 10

(12)

2.7. Alat-Alat Pengendalian Mutu ... 14

III. METODE PENELITIAN ... 17

3.1.Tempat dan Waktu Penelitian ... 17

3.2.Alat dan Bahan ... 17

3.3.Pelaksanaan Penelitian ... 17

3.4.Metode Analisis ... 20

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 27

4.1.Jenis – Jenis Cacat Produksi ... 27

4.2.Faktor – Faktor Penyebab Cacat ... 31

4.3.Alternatif Usulan Perbaikan ... 39

V. PENUTUP ... 53

5.1.Kesimpulan ... 53

5.2.Saran ... 54

DAFTAR PUSTAKA ... 55

(13)

DAFTAR TABEL

No Judul Halaman

1. Teknik pengumpulan data ... 19

2. Nilai S (severity) ... 24

3. Nilai O (occurance) ... 25

4. Nilai D (detection) ... 25

5. Deskripsi cacat proses pengemasan kemasan 240 ml ... 27

6. Deskripsi fungsi proses pengemasan ... 39

7. Tabel pengisian nilai S (severity), O (occurance), D (detection) dalam metode FMEA pada produk Nonmin kemasan 240 ml ... 40

8. Urutan risk priority number (RPN) ... 46

(14)

DAFTAR GAMBAR

No Judul Halaman

1. Diagram alir pelaksanaan penelitian... 18

2. Histogram jenis cacat produksi AMDK Nonmin 240 ml ... 28

3. Histogram rata-rata jumlah cacat ... 29

4. Histogram nilai standar deviasi masing-masing cacat produksi ... 29

5. Diagram fishbone cacat gelas bocor ... 32

6. Diagram fishbone cacat gelas penyok ... 34

7. Diagram fishbone cacat lead ... 35

8. Diagram fishbone cacat volume produk ... 36

(15)

DAFTAR LAMPIRAN

No Judul Halaman

1. Penilaian nilai occurance dalam metode Failure Mode and Effect

Analysis produk Nonmin kemasan 240 ml bulan Januari 2016 ... 57

2. Penilaian nilai detection dalam metode Failure Mode and Effect Analysis produk Nonmin kemasan 240 ml bulan Februari Maret 2016 ... 58

3. Data produksi dan jenis-jenis cacat AMDK bulan Januari 2016 ... 59

4. Data produksi dan jenis-jenis cacat AMDK bulan Februari-Maret 2016 ... 60

5. Perhitungan rumus cacat ... 61

6. Simulasi program SPSS 17.0 for windows untuk peta kendali p-chart ... 63

7. Data produksi dan cacat bulan Juli 2015 ... 64

8. Data produksi dan cacat bulan Agustus 2015 ... 65

9. Data produksi dan cacat bulan September 2015 ... 66

10. Data produksi dan jenis-jenis cacat bulan Oktober 2015 ... 67

11. Data produksi dan jenis-jenis cacat bulan November 2015 ... 68

Referensi

Dokumen terkait

Perwujudan kemauan politik semacam ini diharapkan terjadi secepatnya, karena sangat dibutuhkan bukan hanya dalam rangka menghadapi transisi dalam produksi kayu tropika

Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang yang masih sangat membutuhkan pembangunan. Tanpa adanya pembangunan suatu bangsa tidak akan

Peningkatan pendapatan asli daerah dan belanja tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan ekonomi sesuai dengan hukum Wagner yang mengatakan bahwa pendapatan per

Sebagai seorang individu yang berada pada masa peralihan, remaja memiliki tugas dalam perkembangannya, dan tugas yang utama adalah memecahkan krisis identitas versus

Sedangkan tingginya evapotranspirasi pada T 4 (tiga baris naungan) kemungkinan lebih banyak disumbang dari tanspirasi, karena tanaman memiliki bobot dan tinggi tanaman, serta

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa dalam adat perkawinan suku Batak Toba penyampaian umpasa hanya terdapat pada dua tahapan yaitu pada tahapan Marhata

Desain tata letak atau layout dan grid menggunakan sistem layout 2 grid. Konten tiap halaman disesuaikan berdasarkan kepadatan informasi penting yakni mulai dari

Penanganan wanita hamil dengan epilepsi perlu mendapat perhatian khusus mengingat kemungkinan terjadinya komplikasi baik pada ibu maupun bayi.Memang sebagian besar wanita