BAB IV HASIL DAN ANALISA. Jumlah volume didapatkan dari hasil survey yang konfersikan dalam satuan

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL DAN ANALISA

4.5 Analisa Volume Lalu-Lintas

Jumlah volume didapatkan dari hasil survey yang konfersikan dalam satuan smp/jam.

Tabel 4.1 Data Arus Kendaraan Pagi Arah Tangerang – Jakarta (Jalur B)

KEND.BERAT MENENGAH BUS BESAR TRUK BESAR ARUS TOTAL

TIME Kend/jam SMP/jam Kend/jam SMP/jam Kend/jam SMP/jam Kend/jam SMP/jam

1.2 1.2 1.8

1 4 5 6 7 8 9 10 11

06.30 - 07.30 479 574.80 67 80.40 4 7.20 550 662.40

07.30 - 08.30 685 822.00 95 114.00 6 10.80 786 946.80

08.30 - 09.30 715 858.00 99 118.80 6 10.80 820 987.60

ARAH TANGERANG - JAKARTA SENIN PAGI 8 JANUARI 2007 2596.80

06.30 - 07.30 496 595.20 69 82.80 4 124.20 634 802.20

07.30 - 08.30 708 849.60 98 117.60 5 176.40 904 1143.60

08.30 - 09.30 740 888.00 102 122.40 6 183.60 944 1194.00

ARAH TANGERANG - JAKARTA RABU PAGI 10 JANUARI 2007 3139.80

06.30 - 07.30 484 580.80 59 72.00 2 108.00 604 760.80

07.30 - 08.30 692 830.40 84 102.00 3 153.00 862 1085.40

08.30 - 09.30 722 866.40 88 106.80 3 160.20 900 1133.40

ARAH TANGERANG - JAKARTA SABTU PAGI 13 JANUARI 2007 2979.60

06.30 - 07.30 480 576.00 70 87.60 2 131.40 626 795.00

07.30 - 08.30 686 823.20 100 124.80 3 187.20 894 1135.20

08.30 - 09.30 716 859.20 105 129.60 3 194.40 932 1183.20

ARAH TANGERANG - JAKARTA MINGGU PAGI 14 JANUARI 2007 3113.40

Sumber : Hasil Survey dan Analisis

Tabel 4.2 Data Arus Kendaraan Sore Arah Tangerang – Jakarta (Jalur B)

KEND.BERAT MENENGAH BUS BESAR TRUK BESAR ARUS TOTAL

TIME Kend/jam SMP/jam Kend/jam SMP/jam Kend/jam SMP/jam Kend/jam SMP/jam

1.2 1.2 1.8

1 4 5 6 7 8 9 10 11

15.30 - 16.30 474 568.80 56 67.20 2 3.60 532 639.60

16.30 - 17.30 730 876.00 86 103.20 3 5.40 819 984.60

17.30 - 18.30 675 810.00 80 96.00 3 5.40 758 911.40

ARAH TANGERANG - JAKARTA SENIN SORE 8 JANUARI 2007 2535.60

15.30 - 16.30 507 608.40 109 130.80 6 10.80 622 750.00

16.30 - 17.30 779 934.80 168 201.60 6 10.80 953 1147.20

17.30 - 18.30 721 865.20 155 186.00 5 9.00 881 1060.20

ARAH TANGERANG - JAKARTA RABU SORE 10 JANUARI 2007 2957.40

15.30 - 16.30 442 530.40 54 64.80 4 7.20 500 602.40

16.30 - 17.30 680 816.00 82 98.40 4 7.20 766 921.60

17.30 - 18.30 629 754.80 76 91.20 4 7.20 709 853.20

ARAH TANGERANG - JAKARTA SABTU SORE 13 JANUARI 2007 2377.20

15.30 - 16.30 668 801.60 53 63.60 2 3.60 723 868.80

16.30 - 17.30 434 520.80 81 97.20 2 3.60 517 621.60

17.30 - 18.30 668 801.60 75 90.00 2 3.60 745 895.20

ARAH TANGERANG - JAKARTA MINGGU SORE 14 JANUARI 2007 2385.60

(2)

Tabel 4.3 Data Arus Kendaraan Pagi Arah Jakarta – Tangerang (Jalur A)

KEND.BERAT MENENGAH BUS BESAR TRUK BESAR ARUS TOTAL

TIME Kend/jam SMP/jam Kend/jam SMP/jam Kend/jam SMP/jam Kend/jam SMP/jam

1.2 1.2 1.8

1 4 5 6 7 8 9 10 11

06.30 - 07.30 947 1136.40 79 94.80 4 7.20 1030 1238.40

07.30 - 08.30 810 972.00 68 81.60 4 7.20 882 1060.80

08.30 - 09.30 673 807.60 56 67.20 3 5.40 732 880.20

ARAH JAKARTA - TANGERANG SENIN PAGI 8 JANUARI 2007 3179.40

06.30 - 07.30 911 1093.20 73 87.60 4 7.20 988 1188.00

07.30 - 08.30 716 859.20 76 91.20 3 5.40 795 955.80

08.30 - 09.30 664 796.80 60 72.00 3 5.40 727 874.20

ARAH JAKARTA - TANGERANG RABU PAGI 10 JANUARI 2007 3018.00

06.30 - 07.30 838 1005.60 67 80.40 4 7.20 909 1093.20

07.30 - 08.30 875 1050.00 70 84.00 4 7.20 949 1141.20

08.30 - 09.30 688 825.60 55 66.00 4 7.20 747 898.80

ARAH JAKARTA - TANGERANG SABTU PAGI 13 JANUARI 2007 3133.20

06.30 - 07.30 962 1154.40 72 86.40 4 7.20 1038 1248.00

07.30 - 08.30 823 987.60 75 90.00 4 24.00 902 1101.60

08.30 - 09.30 684 820.80 59 70.80 4 0.00 747 891.60

ARAH JAKARTA - TANGERANG MINGGU PAGI 14 JANUARI 2007 3241.20

Sumber : Hasil Survey dan Analisis

Tabel 4.4 Data Arus Kendaraan Sore Arah Jakarta – Tangerang (Jalur A)

KEND.BERAT MENENGAH BUS BESAR TRUK BESAR ARUS TOTAL

TIME Kend/jam SMP/jam Kend/jam SMP/jam Kend/jam SMP/jam Kend/jam SMP/jam

1.2 1.2 1.8

1 4 5 6 7 8 9 10 11

15.30 - 16.30 1105 1326.00 75 90.00 4 7.20 1184 1423.20

16.30 - 17.30 869 1042.80 59 70.80 3 5.40 931 1119.00

17.30 - 18.30 805 966.00 54 64.80 3 5.40 862 1036.20

ARAH JAKARTA - TANGERANG SENIN SORE 8 JANUARI 2007 3578.40

15.30 - 16.30 1031 1237.20 71 85.20 6 10.80 1108 1333.20

16.30 - 17.30 857 1028.40 56 67.20 4 7.20 917 1102.80

17.30 - 18.30 770 924.00 51 61.20 4 7.20 825 992.40

ARAH JAKARTA - TANGERANG RABU SORE 10 JANUARI 2007 3428.40

15.30 - 16.30 1001 1201.20 69 82.80 4 7.20 1074 1291.20

16.30 - 17.30 832 998.40 57 68.40 3 5.40 892 1072.20

17.30 - 18.30 747 896.40 51 61.20 3 5.40 801 963.00

ARAH JAKARTA - TANGERANG SABTU SORE 13 JANUARI 2007 3326.40

15.30 - 16.30 1094 1312.80 67 80.40 3 5.40 1164 1398.60

16.30 - 17.30 936 1123.20 56 67.20 2 3.60 994 1194.00

17.30 - 18.30 778 933.60 50 60.00 2 3.60 830 997.20

ARAH JAKARTA - TANGERANG MINGGU SORE 14 JANUARI 2007 3589.80

Sumber : Hasil Survey dan Analisis

Dari hasil survey ternyata untuk lalu – lintas pagi puncaknya terjadi pada jam 08.30 – 09.30 baik pada jalur A, sedangkan pada jalur B terjadi pada pukul 06.30 – 07.30. Pada sore hari pada jalur A volume maksimal terjadi pada pukul 15.30 – 16.30, sedangkan pada jalur B rata – rata terjadi pada pukul 16.30 – 17.30.

4.5 Analisa Kapasitas

Keadaan dasar jalan bebas hambatan pada Gerbang Tol Kb Jeruk – Tangerang didefinisikan sebagai berikut :

(3)

2. Lebar lajur lalu-lintas efektif 3.25 m (masing – masing jalur) 3. Lebar efektif bahu jalan

- Bahu Luar = 0.5 m - Bahu dalam = 0.5 m 4. Alinyemen datar

Dari data – data diatas dapat ditentukan faktor – faktor penyesuaian untuk menghitung kapasitas.

C = Co x FCw x FCsp (2.1) Dimana :

C = Kapasitas sesungguhnya (smp/jam)

Co = Kapasitas dasar (ideal) untuk kondisi (ideal) tertentu (smp/jam) FCw = Penyesuaian lebar jalan

FCsp = Faktor penyesuaian pemisahan arah (hanya untuk jalan tak Terbagi). = 1.00

a. Co (kapasitas dasar) smp/jam = 3400 b. FCw (Faktor lebar jalur) = 0.96

C = Co x FCw x FCsp Æ 3400 x 0.96 x 1.00 = 3264 smp/jam 4.2.1 Tingkat Pelayanan

Untuk mengetahui tingkat pelayanan dar Tol Kebun Jeruk, baik pada arah Tangerang – Jakarta, maupun Jakarta – Tangerang adalah dengan membandingkan antara volume kendaraan dalam smp/jam dengan kapasitas dari jalan dalam smp/jam, tetapi sebelumnya di hitung kapasitas dari jalur penghubung itu sendiri untuk memperoleh tingkat pelayanannya, yaitu sebagai berikut :

(4)

Cr = CMW,L – QMW,L Dimana :

CR = Kapasitas Jalur Penghubung (Ramp) (SMP/Jam)

CMW,L = Kapasitas Lajur Kiri Jalan Bebas Hambatan (C = Co x FCw x FCsp) (SMP/Jam)

QMW,L = Volume Kendaraan (SMP/Jam) a. Pada arah Tangerang – Jakarta Pagi

V = 1194 smp/jam ; C = 3264 smp/jam CR = 3264 – 1194 = 2070 smp/jam = = 2070 1194 C V 0.58 Æ Tingkat pelayanan C Tabel 4.5 Tingkat Pelayanan

TIME V Cr V/C Tingkat

(SMP/Jam) (SMP/Jam) Pelayanan

SENIN 987.60 2276 0.43 B RABU 1194.00 2070 0.58 C SABTU 1133.40 2131 0.53 C

MINGGU 1183.20 2081 0.57 C

Sumber : Hasil Analisis

b. Pada arah Tangerang – Jakarta Sore V = 1147.20 smp/jam ; C = 3264 smp/jam CR = 3264 – 1147.20 = 2117 smp/jam = = 2117 20 . 1147 C V 0.54 Tingkat pelayanan C Tabel 4.6 Tingkat Pelayanan

TIME V C Cr V/C Tingkat

(SMP/Jam) (SMP/Jam) (SMP/Jam) Pelayanan

SENIN 984.60 3264 2279 0.43 B

RABU 1147.20 3264. 2117 0.54 C

SABTU 921.60 3264. 2342 0.39 B

MINGGU 1398.60 3264 1865 0.75 C

(5)

c. Pada arah Jakarta – Tangerang Pagi V = 1238.4smp/jam ; C = 3264 smp/jam CR = 3264 – 1238.37 = 2026 smp/jam = = 2026 37 . 1238 C V 0.61 Æ Tingkat pelayanan C Tabel 4.7 Tingkat Pelayanan

TIME V C Cr V/C Tingkat

(SMP/Jam) (SMP/Jam) (SMP/Jam) Pelayanan

SENIN 1238.4 3264 2026 0.61 C

RABU 1188.00 3264 2076 0.57 C

SABTU 1141.20 3264 2123 0.54 C

MINGGU 1248.00 3264 2016 0.62 C

Sumber : Hasil Analisis

d. Pada arah Jakarta – Tangerang Sore V = 1333.20 smp/jam ; C = 3264 smp/jam CR = 3264 – 1333.20 = 1931 smp/jam = = 1931 20 . 1333 C V 0.69 Æ Tingkat pelayanan C Tabel 4.8 Tingkat Pelayanan

TIME V C Cr V/C Tingkat

(SMP/Jam) (SMP/Jam) (SMP/Jam) Pelayanan

SENIN 1423.20 3264 1841 0.77 D

RABU 1333.2 3264 1931 0.69 C

SABTU 1291.2 3264 1973 0.65 C

MINGGU 1398.6 3264 1865 0.75 C

Sumber : Hasil Analisis 4.5 Analisa Kecepatan Kendaraan

Besarnya kecepatan tidak diperoleh langsung dari survey, tetapi diturunkan dari data waktu tempuh kendaraan pada jalur khusus bus ramp utara (jalur B arah Jakarta) dan ramp selatan (jalur A arah Tangerang).

Besarnya kecepatan kendaraan tersebut dibedakan atas ada dan tidaknya kendaraan berhenti.

(6)

Analisa data dilakukan untuk mendapatkan hubungan antara volume dan kecepatan sehingga meghasilkan besarnya pengaruh akibat kendaraan berhenti terhadap kecepatan kendaraan.

4.3.1 Kecepatan Rata – rata Ruang

Panjang segmen untuk mendapatkan waktu tempuh kendaraan yaitu sepanjang 100 m, dengan rumus V = L/TT untuk mendapatkan suatu seri data kecepatan kendaraan.

Dimana :

V = Kecepatan rata – rata kendaraan ringan (km/jam) L = Panjang segmen (km)

TT = Waktu tempuh rata – rata kendaraan ringan sepanjang segmen (jam) Kecepatan rata – rata ruang yang diperoleh ini dibedakan antara ada dan tidak ada kendaraan berhenti, yaitu sebagai berikut :

1. Kecepatan ada kendaraan berhenti Jalur A (Jakarta – Tangerang)

a. Kecepatan minimum pada jalur A (Jakarta – Tangerang) V1 = kecepatan senin = 10.24m/dt 77 . 9100 = Æ 2.84 Km/Jam V2 = kecepatan minggu = 11.32m/dt 83 . 8100 = Æ 3.14 Km/Jam

(7)

Table : 4.9 Kecepatan Ada Kendaraan Berhenti Pagi

Pengamatan Segmen Waktu V (m/dt) Pengamatan Segmen Waktu V (m/dt)

1 100 8.06 12.4 1 100 9.77 10.24 2 100 7.41 13.5 2 100 6.16 16.24 3 100 6.90 14.49 3 100 9.01 11.1 4 100 6.88 14.54 4 100 5.76 17.35 5 100 6.48 15.43 5 100 5.75 17.4 6 100 7.32 13.67 6 100 6.33 15.8 7 100 5.98 16.71 7 100 7.03 14.22 8 100 5.69 17.56 8 100 5.51 18.14 V tot 118.3 V tot 120.49

SENIN PAGI V rata-rata= 14.79 SENIN PAGI V rata-rata= 15.06

1 100 7.55 13.25 1 100 5.60 17.85 2 100 8.18 12.23 2 100 6.57 15.21 3 100 6.16 16.24 3 100 8.24 12.13 4 100 6.47 15.45 4 100 5.97 16.75 5 100 6.04 16.57 5 100 5.49 18.22 6 100 8.16 12.26 6 100 6.30 15.87 7 100 5.49 18.23 7 100 8.87 11.28 8 100 6.44 15.54 8 100 9.56 10.46 V tot 119.77 V tot 117.77

RABU PAGI V rata-rata= 14.97 RABU PAGI V rata-rata= 14.72

1 100 7.96 12.56 1 100 8.03 12.45 2 100 7.02 14.25 2 100 6.98 14.32 3 100 6.39 15.65 3 100 8.90 11.24 4 100 5.49 18.21 4 100 5.49 18.2 5 100 7.03 14.23 5 100 5.60 17.85 6 100 8.17 12.24 6 100 6.39 15.65 7 100 9.87 10.13 7 100 7.54 13.27 8 100 7.01 14.27 8 100 5.68 17.61 V tot 111.54 V tot 120.59

SABTU PAGI V rata-rata= 13.94 SABTU PAGI V rata-rata= 15.07

1 100 8.17 12.24 1 100 7.57 13.21 2 100 7.04 14.21 2 100 6.08 16.45 3 100 5.69 17.58 3 100 8.83 11.32 4 100 6.05 16.54 4 100 8.81 11.35 5 100 6.48 15.43 5 100 6.97 14.34 6 100 6.85 14.59 6 100 6.42 15.58 7 100 6.15 16.26 7 100 7.56 13.22 8 100 7.02 14.24 8 100 5.64 17.74 V tot 121.09 V tot 113.21

MINGGU PAGI V rata-rata= 15.14 MINGGU PAGI V rata-rata= 14.15 Sumber : Hasil Survey dan Analisis

Pada jalur A (Jakarta-Tangerang) kecepatan maksimumnya terjadi pada hari rabu dengan nilai 18.22 m/dtk (5.06 Km/Jam), sedangkan kecepatan minimumnya sebesar 10.24 m/dtk (2.84 Km/jam) yang terjadi pada hari senin. Di tabel juga terlihat, bahwa kecepatan pada hari kerja kebih besar dibandingkan dengan hari libur.

Pada jalur B (Tangerang-Jakarta) kecepatan maksimumnya terjadi pada hari rabu dengan nilai 18.23 m/dtk (5.06 Km/Jam), sedangkan kecepatan minimumnya sebesar 10.13 m/dtk (2.81 Km/Jam yang terjadi pada hari sabtu. Kecepatan rata –

(8)

rata terbesar terjadi pada hari libur yaitu sebesar 15.14 m/dtk (4.21 Km/Jam), walaupun tidak terpaut terlalu jauh dengan hari kerja.

2. Kecepatan kendaraan tanpa berhenti Jalur A (Jakarta – Tangerang) pagi

V = kecepatan minimum senin = 5.24m/dt 08

.

19100 = Æ 1.46 Km/Jam Table 4.10 Kecepatan Kendaraan Tanpa Berhenti Pagi

Pengamatan Segmen Waktu V (m/dt) Pengamatan Segmen Waktu V (m/dt)

1 100 19.08 5.24 1 100 14.93 6.7 2 100 16.67 6 2 100 15.82 6.32 3 100 18.18 5.5 3 100 17.39 5.75 4 100 14.08 7.1 4 100 11.67 8.57 5 100 13.51 7.4 5 100 18.35 5.45 6 100 14.71 6.8 6 100 16.08 6.22 7 100 13.89 7.2 7 100 18.18 5.5 8 100 14.93 6.7 8 100 13.79 7.25 V tot 51.94 V tot 51.76

SENIN PAGI V rata-rata= 6.49 SENIN PAGI V rata-rata= 6.47

1 100 15.85 6.31 1 100 16.29 6.14 2 100 16.00 6.25 2 100 15.36 6.51 3 100 13.09 7.64 3 100 15.50 6.45 4 100 13.87 7.21 4 100 13.19 7.58 5 100 16.29 6.14 5 100 15.29 6.54 6 100 17.73 5.64 6 100 19.01 5.26 7 100 11.35 8.81 7 100 14.04 7.12 8 100 18.66 5.36 8 100 12.15 8.23 V tot 53.36 V tot 53.83

RABU PAGI V rata-rata= 6.67 RABU PAGI V rata-rata= 6.73

1 100 16.05 6.23 1 100 19.12 5.23 2 100 14.75 6.78 2 100 13.74 7.28 3 100 18.69 5.35 3 100 13.87 7.21 4 100 19.38 5.16 4 100 13.87 7.21 5 100 13.26 7.54 5 100 14.56 6.87 6 100 15.48 6.46 6 100 13.79 7.25 7 100 15.80 6.33 7 100 17.30 5.78 8 100 13.99 7.15 8 100 17.36 5.76 V tot 51 V tot 52.59

SABTU PAGI V rata-rata= 6.38 SABTU PAGI V rata-rata= 6.57

1 100 13.81 7.24 1 100 18.35 5.45 2 100 14.99 6.67 2 100 13.12 7.62 3 100 16.00 6.25 3 100 16.00 6.25 4 100 17.51 5.71 4 100 15.95 6.27 5 100 11.71 8.54 5 100 15.50 6.45 6 100 14.75 6.78 6 100 13.30 7.52 7 100 13.81 7.24 7 100 13.42 7.45 8 100 15.48 6.46 8 100 18.94 5.28 V tot 54.89 V tot 52.29

MINGGU PAGI V rata-rata= 6.86 MINGGU PAGI V rata-rata= 6.54 Sumber : Hasil Survey dan Analisis

Pada jalur A (Jakarta-Tangerang) kecepatan maksimumnya terjadi pada hari senin dengan nilai 8.57 m/dtk (2.3 Km/jam), sedangkan kecepatan minimumnya sebesar

(9)

5.23 m/dtk (1.45 km/Jam) yang terjadi pada hari sabtu. Di tabel terlihat bahwa kecepatan pada hari libur lebih mendominasi atau relatif lebih besar dibandingkan dengan hari libur, walaupun nilai rata – rata kecepatan terbesarnya terjadi pada hari rabu.

Pada jalur B (Tangerang-Jakarta) kecepatan maksimumnya terjadi pada hari rabu dengan nilai 8.81 m/dtk (2.45 Km/jam), sedangkan kecepatan minimumnya sebesar 5.16 m/dtk (1.43 Km/Jam) yang terjadi pada hari sabtu, dengan kecepatan rata – rata terbesar terjadi pada hari libur yaitu sebesar 6.86 m/dtk (1.91 Km/Jam), walaupun tidak terpaut terlalu jauh dengan hari kerja. Dari hasil data kecepatan baik yang ada kendaraan berhenti maupun yang tanpa berhenti, maka dapat dihitung penurunan kecepatan yang terjadi pada pintu tol Kebun Jeruk. Perhitungan didapatkan dari hasil pengurangan antara kecepatan kendaraan tanpa berhenti dengan kecepatan ada kendaraan berhenti, yaitu sebagai berikut :

Vpenurunan = Vtanpa – Vada

Penurunan kecepatan pada jalur A

Nilai minimum Æ Vmin senin = 10.24 – 6.7 = 3.54 m/dtÆ0.98 Km/jam Vmin minggu = 11.32 – 6.25 = 5.07 mdtÆ 1.41 Km/jam Nilai maksimumÆVmax senin = 17.40 – 5.45 =11.95 m/dtÆ3.32 Km/jam Vmax minggu = 17.74 – 5.28 =12.46 mdtÆ3.47 Km/Jam Nilai rata – rata ÆV senin max = 8.59 m/dt Æ 2.39 Km/Jam

(10)

Tabel 4.11 : Penurunan Kecepatan Pagi

Pengamatan TANPA ADA V (m/dt) Pengamatan TANPA ADA V (m/dt)

1 5.24 12.40 7.16 1 6.7 10.24 3.54 2 6 13.50 7.50 2 6.32 16.24 9.92 3 5.5 14.49 8.99 3 5.75 11.10 5.35 4 7.1 14.54 7.44 4 8.57 17.35 8.78 5 7.4 15.43 8.03 5 5.45 17.40 11.95 6 6.8 13.67 6.87 6 6.22 15.80 9.58 7 7.2 16.71 9.51 7 5.5 14.22 8.72 8 6.7 17.56 10.86 8 7.25 18.14 10.89 V tot 66.36 V tot 68.73

SENIN PAGI V rata-rata= 8.30 SENIN PAGI V rata-rata= 8.59

1 6.31 13.25 6.94 1 6.14 17.85 11.71 2 6.25 12.23 5.98 2 6.51 15.21 8.7 3 7.64 16.24 8.6 3 6.45 12.13 5.68 4 7.21 15.45 8.24 4 7.58 16.75 9.17 5 6.14 16.57 10.43 5 6.54 18.22 11.68 6 5.64 12.26 6.62 6 5.26 15.87 10.61 7 8.81 18.23 9.42 7 7.12 11.28 4.16 8 5.36 15.54 10.18 8 8.23 10.46 2.23 V tot 66.41 V tot 63.94

RABU PAGI V rata-rata= 8.30 RABU PAGI V rata-rata= 7.99

1 6.23 12.56 6.33 1 5.23 12.45 7.22 2 6.78 14.25 7.47 2 7.28 14.32 7.04 3 5.35 15.65 10.3 3 7.21 11.24 4.03 4 5.16 18.21 13.05 4 7.21 18.20 10.99 5 7.54 14.23 6.69 5 6.87 17.85 10.98 6 6.46 12.24 5.78 6 7.25 15.65 8.4 7 6.33 10.13 3.8 7 5.78 13.27 7.49 8 7.15 14.27 7.12 8 5.76 17.61 11.85 V tot 60.54 V tot 68

SABTU PAGI V rata-rata= 7.57 SABTU PAGI V rata-rata= 8.5

1 7.24 12.24 5 1 5.45 13.21 7.76 2 6.67 14.21 7.54 2 7.62 16.45 8.83 3 6.25 17.58 11.33 3 6.25 11.32 5.07 4 5.71 16.54 10.83 4 6.27 11.35 5.08 5 8.54 15.43 6.89 5 6.45 14.34 7.89 6 6.78 14.59 7.81 6 7.52 15.58 8.06 7 7.24 16.26 9.02 7 7.45 13.22 5.77 8 6.46 14.24 7.78 8 5.28 17.74 12.46 V tot 66.2 V tot 60.92

MINGGU PAGI V rata-rata= 8.28 MINGGU PAGI V rata-rata= 7.615

JALUR B JALUR A

Sumber : Hasil Analisis

Gambar 4.1 : Grafik Penurunan Kecepatan Pada Jalur B Pagi GRAFIK PENURUNAN KECEPATAN PADA JALUR B

PAGI (m/dt) 0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 14.00 16.00 1 2 3 4 5 6 7 8 JUMLAH PENGAMATAN N IL A I P E NU RU NAN (m /d t)

(11)

Penurunan yang terjadi pada jalur A maksimalnya terjadi pada hari minggu sebesar 12.46 m/dt dan minimalnya sebesar 3.54 m/dtk pada hari senin. Penurunan kecepatan pada hari kerja lebih besar dengan nilai rata – rata 8.59 m/dtk, walaupun pada hari libur penurunan kecepatan yang terjadi juga tidak terlalu jauh dengan hari kerja.

Sedangkan penurunan yang terjadi pada jalur B maksimalnya terjadi pada hari minggu sebesar 13.06 m/dt dan minimalnya sebesar 3.8 m/ dtk di hari yang sama. Penurunan kecepatan pada hari kerja lebih besar dengan nilai rata – rata 8.30 m/dtk, walaupun pada hari libur penurunan kecepatan yang terjadi juga tidak terlalu jauh dengan hari kerja.

4.4 Analisa Kelambatan dan Antrian Akibat Kendaraan Berhenti

Hambatan yang terjadi akibat dari kendaraan yang berhenti merupakan tertutupnya lajur yang bersifat sementara waktu. Oleh sebab itu diperlukan interval waktu yang singkat untuk menganalisis pengaruh kendaraan berhenti yang diakibatkan naik turunnya penumpang dari kendaraan, sehingga hasil yang diperoleh mendekati kenyataan di lapangan.

Faktor – faktor yang mempengaruhi sehingga terjadinya kelambatan dan antrian akibat berhentinya kendaraan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang adalah : volume kedatangan, lama hambatan, dan kapasitas jalan.

Pada analisis pengaruh penumpang dipintu Tol Kebon Jeruk – Tangerang yang mengakibatkan kendaraan pengangkut penumpang berhenti, sehingga lajur jalan tol tersebut terhambat oleh suatu kondisi yang bersifat hampir sempurna sehingga besar kapasitas bottleneck (Cb) adalah sepertiga dari kapasitas (C).

(12)

1. Waktu Gangguan

Total waktu gangguan diperoleh dengan menggunakan rumus :

q -C Cb -C r x Tq ⎟⎟ ⎠ ⎞ ⎜⎜ ⎝ ⎛ = Dimana :

a. r = Waktu terhalangnya suatu lajur akibat aktifitas naik – turun penumpang Æ 0.54 (menit)

b. C = Kapasitas jalan normal = 3264 smp/jam Æ 54.4 (smp/menit) c. Cb = Kapasitas bottleneck = 54.4 / 3 Æ 18.13 (smp/mnt) q -C Cb -C r x Tq ⎟⎟ ⎠ ⎞ ⎜⎜ ⎝ ⎛ = Æ smp/mnt 1 smp/mnt 0.4478 11.04 -54.40 18.13 -54.40 x 0.54 Tq ⎟= ⇒ ⎠ ⎞ ⎜ ⎝ ⎛ =

Tabel 4.12 : Data Perhitungan Total Waktu Gangguan Pagi Tangerang - Jakarta (Jalur B). ` r C Cb Q Tq Tq2 NO (menit) (smp/mnt) (smp/mnt) (smp/mnt) (smp/mnt) (smp/mnt) 1 0.54 54.40 18.13 11.04 0.4478 0.2005 2 0.50 54.40 18.13 15.78 0.4719 0.2227 3 0.46 54.40 18.13 16.46 0.4356 0.1897

rata - rata senin pagi = 0.4517 0.2043

1 0.62 54.40 18.13 13.37 0.5452 0.2973

2 0.57 54.40 18.13 19.06 0.5853 0.3426

3 0.47 54.40 18.13 19.90 0.4942 0.2443

rata - rata rabu pagi = 0.5416 0.2947

1 0.44 54.40 18.13 12.68 0.3864 0.1493

2 0.49 54.40 18.13 18.09 0.4899 0.2400

3 0.50 54.40 18.13 18.89 0.5072 0.2573

rata - rata sabtu pagi = 0.4612 0.2155

1 0.53 54.40 18.13 13.25 0.4662 0.2174

2 0.51 54.40 18.13 18.92 0.5186 0.2689

3 0.53 54.40 18.13 19.72 0.5536 0.3064

rata - rata minggu pagi = 0.5128 0.2642

Sumber : Hasil Analisis

Total waktu gangguan maksimal terjadi pada hari rabu dengan 0.5853 smp/mnt, (1 smp/mnt) sedangkan minimalnya terjadi pada hari sabtu sebesar 0.3864 smp/mnt dengan nilai rata – rata total waktu gangguan maksimalnya sebesar 0.5416 smp/mnt (1 smp/mnt) pada hari rabu dan terkecilnya terjadi pada hari senin sebesar 0.4517 smp/mnt (1 smp/mnt)

(13)

Gambar 4.2 : Grafik Total Waktu Gangguan Jalur B (Tq)

Grafik T otal Waktu Gangguan Pagi Jalur

B (T q)

0.00 0.20 0.40 0.60 0.80 1 2 3

WAKTU PENGAM ATAN (JAM )

NIL A I WAKT U G ANG G UAN (s m p /m e n it ) senin rabu sabtu mingu

Sumber : Hasil Analisis 2. Kendaraan terganggu

η = Tq x q Dimana :

η = Jumlah kendaraan yang teranganggu (kendaraan)

Tq = Total waktu terjadinya antrian (menit) sejak awal blockade Sampai kembali normal setelah kendaraan yang menghalangi bergerak.

q = Volume kendaraan (kend/menit)

Jumlah kendaraan yang terganggu pada Jalur A (Jakarta - Tangerang) pagi hari, yaitu sebagai berikut :

• η = 0.45x 11.04 = 4.94 smp/mnt Æ 5 smp/mnt η2 = 24.44 smp/mnt Æ 25 smp/mnt

(14)

Tabel 4.13 : Jumlah Kendaraan Terganggu (η) Pagi Tangerang - Jakarta NO Q Tq η = Tq x q η2 (smp/mnt) (smp/mnt) (smp/mnt) smp2 1 11.04 0.45 4.94 24.44 2 15.78 0.47 7.45 55.45 3 16.46 0.44 7.17 51.40 rata - rata senin pagi = 6.52 43.76

1 13.37 0.55 7.29 53.14

2 19.06 0.59 11.16 124.45

3 19.90 0.49 9.84 96.74 rata - rata rabu pagi = 9.43 91.44

1 12.68 0.39 4.90 24.01

2 18.09 0.49 8.86 78.54

3 18.89 0.51 9.58 91.81

rata - rata sabtu pagi = 7.78 64.79

1 13.25 0.47 6.18 38.16

2 18.92 0.52 9.81 96.27

3 19.72 0.55 10.92 119.16

rata - rata minggu pagi = 8.97 84.53

Sumber : Hasil Analisis

Gambar 4.3 : Grafik Jumlah Kendaraan Terganggu (η) Pagi Tangerang - Jakarta (Jalur B).

Grafik Ke ndaraan T e rganggu Jalur B Pagi 0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 1 2 3

WAKTU PENGAM ATAN (JAM )

N IL A I K E N D A R A A N TE R G A N G G U (s m p) s enin rabu s abtu minggu

Sumber : Hasil Analisis

Jumlah kendaraan yang terganggu maksimal terjadi pada hari kerja atau hari rabu sebesar 11.16 smp/mnt (12 smp/mnt) dan minimalnya terjadi pada hari pekan juga yaitu hari sabtu sebesar 4.90 smp/mnt (5 smp/mnt).

3. Analisa kelambatan

Analisa terhadap kelambatan yang terjadi dibedakan atas : a. Kelambatan individu maksimum (Dm)

Perhitungan dengan menggunakan persamaan.

Dm = q Cb 1 r x ⎟⎟ ⎠ ⎞ ⎜⎜ ⎝ ⎛ −

(15)

Dimana :

q = Volume kendaraan (kend/menit) r = Waktu terhalangnya suatu lajur (menit) Cb = Kapasitas bottleneck (kend/menit)

Æ Dm = -0.34mnt Dm 0.1183 11.04 18.13 1 x 0.54 = 2 = ⎠ ⎞ ⎜ ⎝ ⎛ − mnt

Tabel 4.14 : Kelambatan Individu Maksimum (Dm) Pagi Tangerang - Jakarta (Jalur B). NO r Cb Q Dm Dm2 (menit) (smp/mnt) (smp/mnt) menit (mnt) 1 0.54 18.13 11.04 -0.34 0.1183 2 0.50 18.13 15.78 -0.07 0.0056 3 0.46 18.13 16.46 -0.05 0.0021 rata - rata senin pagi = 0.0420

1 0.62 18.13 13.37 -0.22 0.0483

2 0.57 18.13 19.06 0.03 0.0008

3 0.47 18.13 19.90 0.04 0.0017

rata - rata rabu pagi = 0.0169

1 0.44 18.13 12.68 -0.19 0.0365

2 0.49 18.13 18.09 0.00 0.000001

3 0.50 18.13 18.89 0.02 0.0004

rata - rata sabtu pagi = 0.0123

1 0.53 18.13 13.25 -0.19 0.0380

2 0.51 18.13 18.92 0.02 0.0004

3 0.53 18.13 19.72 0.04 0.0018

rata - rata minggu pagi = 0.0134

Sumber : Hasil Analisis

Waktu kelambatan individu maksimal terjadi pada hari kerja atau hari senin sebesar 0.1183 menit, sedangkan minimalnya sebesar 0.000001 menit terjadi pada hari sabtu. Rata – rata maksimalnya sebesar 0.00420 menit pada hari senin, dan minimalnya sebesar 0.0123 menit pada hari sabtu.

Gambar 4.4 : Grafik Kelambatan Individu Maksimum Jalur B Pagi

Grafik Kelambatan Individu Maksimum Jalur B Pagi (Dm)

0.00 0.10 0.20

1 2 3

WAKTU PENGAM ATAN (JAM )

NI L A I K E L A M B AT AN IN D IV IDU M A KS IM UM ( m n t) senin rabu sabtu minggu

(16)

4. Kelambatan individu rata – rata Dr

Perhitungan kelambatan individu rata – rata di dapatkan dari persamaan berikut :

2 q Cb 1 r x Dr ⎟⎟⎠ ⎞ ⎜⎜ ⎝ ⎛ − = Æ Dimana :

Cb = Kapasitas bottleneck (kend/menit) q = Volume kendaraan (kend/menit) r =Waktu terhalang suatu lajur (menit)

Æ Minimum senin 2 11.04 18.13 1 x 0.54 Dr ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎝ ⎛ − = = - 0.17 = 0.0296 menit. Tabel 4.15 : Kelambatan Individu Rata – rata (Dr) Jalur B

NO Dm Dr Dr2

menit menit menit2

1 -0.34 -0.17 0.0296

2 -0.07 -0.04 0.0014

3 -0.05 -0.02 0.0005

rata - rata senin pagi = 0.0105

1 -0.22 -0.11 0.0121

2 0.03 0.01 0.0002

3 0.04 0.02 0.0004

rata - rata rabu pagi = 0.0042

1 -0.19 -0.10 0.0091

2 0.00 0.00 0.0000003

3 0.02 0.01 0.0001

rata - rata sabtu pagi = 0.0031

1 -0.19 -0.10 0.0095

2 0.02 0.01 0.0001

3 0.04 0.02 0.0005

rata - rata minggu pagi = 0.0034 Sumber : Hasil Analisis

Dari tabel terlihat untuk waktu kelambatan rata – rata maksimumnya yaitu sebesar 0.0296 menit pada hari senin atau hari kerja, sedangkan nilai terendahnya yaitu sebesar 0.0000003 menit pada hari sabtu atau hari pekan.

(17)

Gambar 4.5 : Grafik Kelambatan Individu Rata – rata Pagi Jalur B (Dr)

Grafik Kelambatan Individu Rata - Rata Jalur B Pagi (Dr) 0.00 0.01 0.02 0.03 0.04 1 2 3

WAKTU PENGAM ATAN (JAM )

NI L A I KE L A M BAT AN INDI V IDU Ra ta -R a ta (m nt) senin rabu sabtu minggu

Sumber : Hasil Analisis 5. Kelambatan system (D)

Kelambatan sistem yang diakibatkan oleh kendaraan yang berhenti dapat ditentukan dengan persamaan sebagai berikut :

2 Tq x Cb) -(q r x D = Æ 2 0.45 x 18.13) -(11.04 x 0.54 D = = - 0.85 smp/mnt Æ D2 = 0.7227 smp/mnt Æ 1 smp/mnt Tabel 4.16 : Kelambatan Sistem (D) Pagi Tangerang – Jakarta (Jalur B)

NO r Cb Q Tq D D2

(menit) (smp/mnt) (smp/mnt) (smp/mnt) (smp/mnt) (smp/menit2)

1 0.54 18.13 11.04 0.45 -0.85 0.7227

2 0.50 18.13 15.78 0.47 -0.28 0.0778

3 0.46 18.13 16.46 0.44 -0.17 0.0276

rata - rata senin pagi = -0.43 0.2760

1 0.62 18.13 13.37 0.55 -0.80 0.6416

2 0.57 18.13 19.06 0.59 0.15 0.0239

3 0.47 18.13 19.90 0.49 0.21 0.0421

rata - rata rabu pagi = -0.15 0.2359

1 0.44 18.13 12.68 0.39 -0.47 0.2193

2 0.49 18.13 18.09 0.49 -0.01 0.0000

3 0.50 18.13 18.89 0.51 0.10 0.0091

rata - rata sabtu pagi = -0.13 0.0761

1 0.53 18.13 13.25 0.47 -0.60 0.3626

2 0.51 18.13 18.92 0.52 0.10 0.0107

3 0.53 18.13 19.72 0.55 0.23 0.0540

rata - rata minggu pagi = -0.09 0.1425 Sumber : Hasil Analisis

(18)

Gambar 4.6 Grafik Kelambatan Sistem (D) Pagi Tangerang – Jakarta Grafik Ke lambatan Siste m Jalur B Pagi (Dr)

0.00 0.20 0.40 0.60 0.80 1 2 3

WAKTU PENGAM ATAN (JAM )

NI L A I KE L A M BAT AN INDI V IDU Ra ta Ra ta (m n t) senin rabu sabtu minggu

Sumber : Hasil Analisis

Kelambatan sistem maksimum yang terjadi pada hari senin dan mewakili hari kerja yaitu sebesar 0.7227 smp/menit (1 smp/mnt), sedangkan pada hari pekan yang diwakili hari minggu sebesar 0.3626 smp/menit.

6. Analisa antrian

Suatu antrian terjadi akibat volume kendaraan yang datang melebihi kapasitas bottleneck (Cb) yang terbentuk karena kendaraan yang berhenti.

Analisa terhadap antrian dibedakan atas : a. Antrian maksimum (Qm)

Qm = r x (q – Cb)

Qm = 0.54 x (11.04 – 18.13) = -3.80 smp/mnt Æ 14.42 smp/menit

(19)

Tabel 4.17 : Antrian Maksimum (Qm) Pagi Tangerang – Jakarta NO r Cb Q Qm Qm2 (menit) (smp/mnt) (smp/mnt) (smp/mnt) (smp/menit2) 1 0.54 18.13 11.04 -3.80 14.42 2 0.50 18.13 15.78 -1.18 1.40 3 0.46 18.13 16.46 -0.76 0.58

rata - rata senin pagi = 5.47

1 0.62 18.13 13.37 -2.94 8.63

2 0.57 18.13 19.06 0.53 0.28

3 0.47 18.13 19.90 0.83 0.69

rata - rata rabu pagi = 3.20

1 0.44 18.13 12.68 -2.42 5.88

2 0.49 18.13 18.09 -0.02 0.0005

3 0.50 18.13 18.89 0.38 0.14

rata - rata sabtu pagi = 2.01

1 0.53 18.13 13.25 -2.58 6.67

2 0.51 18.13 18.92 0.40 0.16

3 0.53 18.13 19.72 0.84 0.71

rata - rata minggu pagi = 2.51 Sumber : Hasil Analisis

Dari tabel dapat diketahui bahwa antrian maksimum terbesar terjadi pada hari senin dengan 14.42 smp/mnt (15 smp/mnt), sedangkan antrian minimum terjadi pada hai senin, yaitu sebesar 0.0005 smp/mnt.

Gambar 4.7 : Grafik Antrian Maksimum

Grafik Antrian Maksimum Pagi Tangerang - Jakarta (Jalur B) (Qm) 0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 14.00 16.00 1 2 3

WAKTU PENGAM ATAN (JAM )

NI L A I ANT R IAN M AKS IM UM (s m p ) senin rabu sabtu minggu

Sumber : Hasil Analisis b. Antrian rata – rata (Qr)

Q = Qm/2

Æ Min senin pagi = - 0.76/2 = - 0.38 smp Æ 0.145 smp/mnt

(20)

Tabel 4.18 : Antrian Rata –Rata (Qr) Pagi Jalur B NO Qm Qrata2 Q2 (smp/mnt) (smp/mnt) (smp/menit2) 1 -3.80 -1.90 3.605 2 -1.18 -0.59 0.350 3 -0.76 -0.38 0.145

rata - rata senin pagi = 1.367

1 -2.94 -1.47 2.158

2 0.53 0.26 0.070

3 0.83 0.42 0.172

rata - rata rabu pagi = 0.800

1 -2.42 -1.21 1.469

2 -0.02 -0.01 0.0001

3 0.38 0.19 0.035

rata - rata sabtu pagi = 0.501

1 -2.58 -1.29 1.668

2 0.40 0.20 0.040

3 0.84 0.42 0.176

rata - rata minggu pagi = 0.628 Sumber : Hasil Analisis

Gambar 4.8 : Grafik Antrian Rata –Rata (Qm) Pagi Jalur A

Grafik Antrian Rata - Rata Pagi Jalur B (Qm)

0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00 3.50 4.00 1 2 3

WAKTU PENGAM ATAN (JAM )

NI L A I ANT RI AN RAT A RAT A (s m p ) senin rabu sabtu minggu

Sumber : Hasil Analisis

Antrian rata – rata maksimum sebesar 3.605 smp/mnt (4smp/mnt) pada hari senin atau hari kerja, antrian minimum sebesar 0.0001 smp/mnt terjadi pada hari sabtu atau hari pekan.

(21)

Tabel 4.19 : Hasil Perhitungan Antrian dan Kelambatan Akibat Kendaraan Berhenti Pagi Tangerang – Jakarta (Jalur B)

NO Q Tq η = Tq x q Qm Qrata2 D Dm Dr (smp/mnt) smp/mnt smp/mnt smp smp smp mnt mnt 1 11.04 0.4478 4.9432 14.4195 3.6049 0.7227 0.1183 0.0296 2 15.78 0.4719 7.4463 1.3984 0.3496 0.0778 0.0056 0.0014 3 16.46 0.4356 7.1695 0.5814 0.1453 0.0276 0.0021 0.0005 SENIN 1 13.37 0.5452 7.2896 8.6329 2.1582 0.6416 0.0483 0.0121 2 19.06 0.5853 11.1556 0.2793 0.0698 0.0239 0.0008 0.0002 3 19.90 0.4942 9.8354 0.6899 0.1725 0.0421 0.0017 0.0004 RABU 1 12.68 0.3864 4.8995 5.8758 1.4690 0.2193 0.0365 0.0091 2 18.09 0.4899 8.8626 0.0005 0.0001 0.00003 0.000001 0.0000003 3 18.89 0.5072 9.5820 0.1412 0.0353 0.0091 0.0004 0.0001 SABTU 1 13.25 0.4662 6.1775 6.6734 1.6683 0.3626 0.0380 0.0095 2 18.92 0.5186 9.8116 0.1593 0.0398 0.0107 0.0004 0.0001 3 19.72 0.5536 10.9160 0.7054 0.1763 0.0540 0.0018 0.0005 MINGGU

Sumber : Hasil Analisis

Dari hasil analisis untuk perhitungan antrian dan kelambatan baik pada hari senin, rabu, sabtu dan minggu nilai maksimum rata – rata terjadi pada jam pertama dan minimumnya terjadi pada jam kedua kecuali pada hari senin yang terjadi pada jam ke tiga.

4.5 Analisa Naik – Turun Penumpang

Survey dilakukan untuk mengetahui jumlah dari penumpang yang naik – turun dari bus. Berikut merupakan tabel yang menunjukkan besarnya naik – turun penumpang dari bus.

Tabel 4.20 : Naik – Turun Penumpang Pada Arah Tangerang - Jakarta

TIME SENIN RABU SABTU MINGGU TOTAL

NAIK TURUN NAIK TURUN NAIK TURUN NAIK TURUN NAIK TURUN

06.30 - 07.30 194 181 197 152 95 45 142 94 628 472 07.30 - 08.30 316 326 351 237 191 152 449 317 1307 1032 08.30 - 09.30 247 306 185 88 209 215 368 326 1009 935 Vol. Puncak 316 326 351 237 209 215 449 326 1307 1032 Pagi 07.30 - 08.30 07.30 - 08.30 07.30 - 08.30 07.30 - 08.30 08.30 - 09.30 08.30 - 09.30 07.30 - 08.30 08.30 - 09.30 07.30 - 08.30 07.30 - 08.30 15.30 - 16.30 142 83 167 75 173 49 304 154 786 361 16.30 - 17.30 295 134 220 108 258 71 261 164 1034 477 17.30 - 18.30 263 156 139 59 245 65 252 155 899 435 Vol. Puncak 295 156 220 108 258 71 304 164 1034 477 Sore 16.30 - 17.30 17.30 - 18.30 16.30 - 17.30 16.30 - 17.30 16.30 - 17.30 16.30 - 17.30 15.30 - 16.30 16.30 - 17.30 16.30 - 17.30 16.30 - 17.30

Sumber : Hasil Survey

Pada jalur B dari tabel terlihat bahwa puncak dari pergerakan dari penumpang baik yang naik maupun yang turun total pagi terjadi pada pukul 08.30 – 09.30

(22)

minimalnya terjadi pada pukul 06.30 – 07.30 sebesar 628 penumpang untuk penumpang naik dan 472 untuk penumpang turun. Pada sore hari puncak dari naik turun penumpang terjadi sekitar pukul 16.30 – 17-30 dengan nilai naik 2034 penumpang dan turun 477 penumpang, sedangkan mobilisasi penumpang yang naik maupun turun sore hari terendah totalnya terjadi pada 15.30 – 16.30 pada dengan nilai naik 786 penumpang dan turun 361 penumpang.

Gambar 4.9 : Grafik Naik – Turun Penumpang Jalur A Pagi Hasil Survey Naik - Turun Penumpang Pagi Arah

Tangerang - Jakarta (Jalur B)

0 100 200 300 400 500 06.30 - 07.30 07.30 - 08.30 08.30 - 09.30 Waktu Surv e y Ju m lah naik senin naik rabu naik sabtu naik minggu turun senin turun rabu turun sabtu turun minggu

Sumber : Hasil Survey

4.6 Waktu Naik – Turun Penumpang

waktu naik – turun penumpang adalah waktu yang dibutuhkan sautu bus untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Penulis melakukan delapan kali pengujian terhadap bus – bus yang sedang menaikkan dan menurunkan penumpang selama kurang lebih 2 jam pengamatan.

Tabel 4.21 Waktu Naik-Turun Penumpang Arah Tangerang – Jakarta

SENIN RABU SABTU MINGGU

PENGAMATAN PAGI SORE PAGI SORE PAGI SORE PAGI SORE

(menit) (menit) (menit) (menit)

1 1.31 3.22 1.25 2.34 1.45 2.54 2.32 1.56 2 2.42 2.45 1.54 2.06 1.35 1.28 2.15 1.52 3 1.16 2.13 1.06 2.45 1.32 1.39 1.56 1.58 4 1.51 2.54 1.56 1.26 1.16 2.57 1.45 2.34 5 1.23 1.56 1.13 3.14 1.24 3.00 1.52 3.19 6 1.15 1.03 2.34 2.51 2.07 2.26 2.09 3.24 7 1.46 2.26 3.02 1.56 2.24 2.13 2.18 2.46 8 2.23 1.19 2.57 1.58 1.26 2.34 1.35 2.57 TOTAL 12.47 16.38 14.47 16.9 12.09 17.51 14.62 18.46 RATA-RATA 1.56 2.05 1.81 2.11 1.51 2.19 1.83 2.31

(23)

Gambar 4. 10 Waktu Naik-Turun Penumpang Arah Tangerang – Jakarta

WAKTU NAIK TURUN PENUMPANG

0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5

SENIN RABU SABTU MINGGU

HARI WA K T U ( m e n it ) senin pagi senin sore rabu pagi rabu sore sabtu pagi sabtu sore minggu pagi minggu sore

Sumber : Hasil Survey

Dari hasil pengamatan yang penulis lakukan di lokasi, waktu yang dibutuhkan untuk suatu bus untuk menaikkan dan menurunkan penumpang pada arah Tangerang – Jakarta selama empat hari, terlihat bahwa waktu yang dibutuhkan rata – ratanya lebih dari satu menit dengan waktu terkecil yaitu pada sabtu pagi dengan waktu 1.51 menit dan waktu terbesarnya yaitu pada hari minggu sore yaitu sebesar 2.31 menit.

Figur

Tabel 4.1  Data Arus Kendaraan Pagi Arah Tangerang – Jakarta (Jalur B)

Tabel 4.1

Data Arus Kendaraan Pagi Arah Tangerang – Jakarta (Jalur B) p.1
Tabel 4.3  Data Arus Kendaraan Pagi Arah Jakarta – Tangerang (Jalur A)

Tabel 4.3

Data Arus Kendaraan Pagi Arah Jakarta – Tangerang (Jalur A) p.2
Tabel 4.4  Data Arus Kendaraan Sore Arah Jakarta – Tangerang (Jalur A)

Tabel 4.4

Data Arus Kendaraan Sore Arah Jakarta – Tangerang (Jalur A) p.2
Tabel 4.5 Tingkat Pelayanan

Tabel 4.5

Tingkat Pelayanan p.4
Tabel 4.7 Tingkat Pelayanan

Tabel 4.7

Tingkat Pelayanan p.5
Table : 4.9 Kecepatan Ada Kendaraan Berhenti Pagi

Table :

4.9 Kecepatan Ada Kendaraan Berhenti Pagi p.7
Tabel  4.11 : Penurunan Kecepatan Pagi

Tabel 4.11 :

Penurunan Kecepatan Pagi p.10
Gambar 4.1 : Grafik Penurunan Kecepatan Pada Jalur B Pagi

Gambar 4.1 :

Grafik Penurunan Kecepatan Pada Jalur B Pagi p.10
Tabel 4.12 : Data Perhitungan Total Waktu Gangguan Pagi Tangerang -  Jakarta (Jalur B)

Tabel 4.12 :

Data Perhitungan Total Waktu Gangguan Pagi Tangerang - Jakarta (Jalur B) p.12
Gambar 4.2 : Grafik Total Waktu Gangguan Jalur B (Tq)

Gambar 4.2 :

Grafik Total Waktu Gangguan Jalur B (Tq) p.13
Grafik Ke ndaraan T e rganggu Jalur B  Pagi  0.002.004.006.008.0010.0012.00 1 2 3

Grafik Ke

ndaraan T e rganggu Jalur B Pagi 0.002.004.006.008.0010.0012.00 1 2 3 p.14
Tabel 4.13 : Jumlah Kendaraan Terganggu (η) Pagi Tangerang - Jakarta   NO  Q  Tq  η = Tq x q  η 2    (smp/mnt)  (smp/mnt)  (smp/mnt)  smp 2 1 11.04  0.45  4.94  24.44  2 15.78  0.47  7.45  55.45  3 16.46  0.44  7.17 51.40  rata - rata senin pagi =  6.52  4

Tabel 4.13 :

Jumlah Kendaraan Terganggu (η) Pagi Tangerang - Jakarta NO Q Tq η = Tq x q η 2 (smp/mnt) (smp/mnt) (smp/mnt) smp 2 1 11.04 0.45 4.94 24.44 2 15.78 0.47 7.45 55.45 3 16.46 0.44 7.17 51.40 rata - rata senin pagi = 6.52 4 p.14
Gambar 4.3 : Grafik Jumlah Kendaraan Terganggu (η) Pagi Tangerang -  Jakarta (Jalur B)

Gambar 4.3 :

Grafik Jumlah Kendaraan Terganggu (η) Pagi Tangerang - Jakarta (Jalur B) p.14
Gambar 4.4 : Grafik Kelambatan Individu Maksimum Jalur B Pagi

Gambar 4.4 :

Grafik Kelambatan Individu Maksimum Jalur B Pagi p.15
Tabel 4.14 : Kelambatan Individu Maksimum (Dm) Pagi Tangerang -  Jakarta (Jalur B).  NO  r  Cb  Q  Dm  Dm 2    (menit)  (smp/mnt)  (smp/mnt)  menit  (mnt)  1 0.54  18.13  11.04  -0.34  0.1183  2 0.50  18.13  15.78  -0.07  0.0056  3 0.46  18.13  16.46  -0.0

Tabel 4.14 :

Kelambatan Individu Maksimum (Dm) Pagi Tangerang - Jakarta (Jalur B). NO r Cb Q Dm Dm 2 (menit) (smp/mnt) (smp/mnt) menit (mnt) 1 0.54 18.13 11.04 -0.34 0.1183 2 0.50 18.13 15.78 -0.07 0.0056 3 0.46 18.13 16.46 -0.0 p.15
Tabel 4.15 : Kelambatan Individu Rata – rata (Dr) Jalur B

Tabel 4.15 :

Kelambatan Individu Rata – rata (Dr) Jalur B p.16
Gambar 4.5 : Grafik Kelambatan Individu Rata – rata Pagi Jalur B (Dr)  Grafik Kelambatan Individu Rata - Rata Jalur

Gambar 4.5 :

Grafik Kelambatan Individu Rata – rata Pagi Jalur B (Dr) Grafik Kelambatan Individu Rata - Rata Jalur p.17
Gambar 4.6 Grafik Kelambatan Sistem (D) Pagi Tangerang – Jakarta

Gambar 4.6

Grafik Kelambatan Sistem (D) Pagi Tangerang – Jakarta p.18
Gambar 4.7 : Grafik Antrian Maksimum

Gambar 4.7 :

Grafik Antrian Maksimum p.19
Tabel 4.17 : Antrian Maksimum (Qm) Pagi Tangerang – Jakarta   NO  r  Cb  Q  Qm  Qm2     (menit)  (smp/mnt)  (smp/mnt)  (smp/mnt)  (smp/menit2)  1 0.54  18.13  11.04  -3.80  14.42  2 0.50  18.13  15.78  -1.18  1.40  3 0.46  18.13  16.46  -0.76  0.58

Tabel 4.17 :

Antrian Maksimum (Qm) Pagi Tangerang – Jakarta NO r Cb Q Qm Qm2 (menit) (smp/mnt) (smp/mnt) (smp/mnt) (smp/menit2) 1 0.54 18.13 11.04 -3.80 14.42 2 0.50 18.13 15.78 -1.18 1.40 3 0.46 18.13 16.46 -0.76 0.58 p.19
Grafik Antrian Rata - Rata Pagi Jalur B (Qm)

Grafik Antrian

Rata - Rata Pagi Jalur B (Qm) p.20
Tabel 4.18 : Antrian Rata –Rata (Qr) Pagi Jalur B  NO  Qm  Qrata2  Q 2    (smp/mnt)  (smp/mnt)  (smp/menit 2 )  1 -3.80  -1.90  3.605  2 -1.18  -0.59  0.350  3 -0.76  -0.38  0.145

Tabel 4.18 :

Antrian Rata –Rata (Qr) Pagi Jalur B NO Qm Qrata2 Q 2 (smp/mnt) (smp/mnt) (smp/menit 2 ) 1 -3.80 -1.90 3.605 2 -1.18 -0.59 0.350 3 -0.76 -0.38 0.145 p.20
Gambar 4.8 : Grafik Antrian Rata –Rata (Qm) Pagi Jalur A

Gambar 4.8 :

Grafik Antrian Rata –Rata (Qm) Pagi Jalur A p.20
Tabel 4.19 : Hasil Perhitungan Antrian dan Kelambatan Akibat Kendaraan  Berhenti Pagi Tangerang – Jakarta (Jalur B)

Tabel 4.19 :

Hasil Perhitungan Antrian dan Kelambatan Akibat Kendaraan Berhenti Pagi Tangerang – Jakarta (Jalur B) p.21
Tabel 4.20 : Naik – Turun Penumpang Pada Arah Tangerang - Jakarta

Tabel 4.20 :

Naik – Turun Penumpang Pada Arah Tangerang - Jakarta p.21
Gambar 4.9 : Grafik Naik – Turun Penumpang Jalur A Pagi

Gambar 4.9 :

Grafik Naik – Turun Penumpang Jalur A Pagi p.22
Tabel 4.21    Waktu Naik-Turun Penumpang Arah Tangerang – Jakarta

Tabel 4.21

Waktu Naik-Turun Penumpang Arah Tangerang – Jakarta p.22
Gambar 4. 10 Waktu Naik-Turun Penumpang Arah Tangerang – Jakarta  WAKTU NAIK TURUN PENUMPANG

Gambar 4.

10 Waktu Naik-Turun Penumpang Arah Tangerang – Jakarta WAKTU NAIK TURUN PENUMPANG p.23

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :