• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERENCANAAN PRODUKSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERENCANAAN PRODUKSI"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

PERENCANAAN

PRODUKSI

(2)

Dengan semakin banyaknya barang dan jasa yang diperjual belikan dan dikonsumsi oleh konsumen. Hal ini akan membuat kegiatan pabrik untuk

menambah atau menciptakan kegunaan suatu

barang dan jasa tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan melalui sistem produksi, dengan mengubah faktor-faktor produksi yang tersedia sehingga menjadi

barang dan jasa. Disini manajemen berperan untuk mengkombinasikan faktor-faktor produksi

sedemikian rupa sehingga dapat dihasilkan produk dan jasa lebih berdaya guna dan berhasil guna,

(3)

• Karena sasaran yang ingin dicapai adalah

keuntungan yang maksimal dan memberikan kepuasan kepada konsumen. Maka diperlukan suatu perencanaan produksi sebelum kegiatan produksi dilaksanakan atau dimulai. Sebab tanpa adanya perencanaan produksi yang baik

kemungkinan akan membuat terjadinya

penyimpangan dalam kegiatan produksi dan berakibat kepada kecewanya konsumen yang menggunakan produk tersebut.

Perencanaan produksi

berguna untuk membandingkan antara rencana dengan

kenyataan, sehingga apabila terjadi penyimpangan, maka akan segera dapat dilakukan tindakan

koreksi sebelum produk/jasa yang dikeluarkan dari pabrik.

(4)

Pengertian :

Produksi : Semua kegiatan dalam menciptakan

dan menambah kegunaan suatu barang atau jasa.

Proses Produksi yaitu cara, metode atau teknik

untuk menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan faktor-faktor produksi

Manajemen Produksi adalah suatu kegiatan

untuk mengatur dan mengkordinasikan

penggunaan sumber-sumber daya berupa sumber daya manusia, sumber daya dana serta bahan

secara efektif dan efisien, guna menciptakan dan menambah kegunaan (utility) suatu barang dan jasa

(5)

Penambahan dalam perancangan atau desain sistem produksi meliputi :

– Seleksi dan desain hasil produksi (produk) – Seleksi dan perancangan proses serta

peralatan

– Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi

– Rancangan tata letak (lay-out) dan arus kerja atau proses

– Rancangan tugas

– Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas

(6)

Beberapa proses penciptaan dan penambahan kegunaan / faedah :

Faedah Bentuk (form utility) : suatu benda

akan bertambah manfaat atau kegunaannya apabila adanya perubahan bentuk.

Faedah Waktu (Time utility) : suatu benda

akan bertambah manfaatnya atau kegunaannya apabila disesuaikan dengan tempat atau

digunakan pada waktu yang tepat.

Faedah Tempat (place utility): suatu benda

akan bertambah manfaatnya atau kegunaannya secara ekonomis apabilah berpindah tempat,

dari satu tempat ke tempat yang lain.

Faedah Milik (possesion) : suatu benda akan

bertambah manfaatnya atau kegunaannya apabila sudah berpindah tangan atau pemilik.

(7)

Dalam kegitan proses produksi untuk mengubah

atau mengelolah suatu produk dapat dibedakan dari beberapa sifat proses produksi, yaitu :

Proses Ekstraktif : suatu proses produksi yang

sufatnya mengubah bahan-bahan mentah yang bersumber dari alam.

Proses Pabrikasi : suatu proses produksi yang

sifatnya mengubah bahan mentah menjadi bahan/barang jadi.

Proses Analitik : suatu proses produksi yang

sifatnya memisahkan bahan mentah menjadi

beberapa macam barang jadi.(gas bumi menjadi minyak bensin, solar dan minyak tanah)

(8)

Proses Sintetik : suatu proses yang sifatnya

mengkombinasikan bahan mentah menjadi satu barang jadi atau prodduk (Pil, Obata-obatan)

Proses Perakitan : suatu proses produksi yang

sifatnya menggabungkan komponen-komponen menjadi barang jadi / produk (TV, Radio, Dll)

Penciptaan jasa-jasa, suatu kegiatan

administrasi, menyediakan data atau informasi bagi yang membutuhkan.

(9)

Jenis Proses produksi.

• Dalam melaksanakan kegiatan produksi ada 2 jenis proses produksi yang dilakukan oleh suatu perushaan dalam menghasilkan suatu barang atau jasa.

• Proses produksi yang terus-menerus (continuous

production) yaitu suatu proses produksi yang dilakukan oleh suatu perusahaan secara tetap atau terus-menerus dari waktu kewaktu.

• Proses produksi yang terputus-putus ( intermitten

production) yaitu suatu proses produksi yang dilakukan oleh suatu perusahaan tidak secara terus menerus dari waktu ke waktu atau dipengaruhi oleh pesanan

(10)

Pola Produksi

yaitu penentuan jumlah produksi yang akan dilakukan oleh suatu perusahaan guna melayani penjualan.

Dimana pola produksi mempunyai 3 pilihan dalam melayani penjualan yaitu :

Stabilitas produksi yaitu suatu pola yang

dilakukan oleh perusahaan secara tetap atau stabil dari waktu kewaktu dalam kegiatan produksi.

Stabilitas persediaan akhir yaitu suatu pola yang

dilakukan oleh perusahaan dalam kegiatan

produksi yang disesuaikan dengan persediaan akhir dan ditentukan sama dari waktu kewaktu.

Produksi dan persediaan akhir tidak stabil, yaitu

suatu pola yang dilakukan oleh perusahaan

dengan mengikuti fluktuasi penjualan, baik dalam produksi maupun persediaan akhir.

(11)

Perencanaan Pabrik.

Dalam kegiatan perencanaan pabrik ada beberapa faktor yang mempengaruhinya yaitu:

1. Faktor primer yang mencakup :

• bahan mentah

• letak pasar

• pengakutan

• suplay tanaga kerja

2. Faktor sekunder mencakup :

• rencana masa depan

• kemungkinan perluasan

• fasilitas service

• sikap masyarakat setempat

• Fasilitas pembelanjaan

• keadaan tanah

• iklim

(12)

Pengendalian Produksi.

• Pengendalian produksi digunakan untuk mengendalikan produksi agar apa yang telah ditetapkan oleh

perusahaan dapat dicapai.

Adapun tahap-tahap dalam pengendalian produksi :

• Planning, yaitu merencanakan jumlah, waktu produksi dan sebagainya.

• Routing, yaitu penengtuan urutan dari suatu kegiatan dalam kegiatan produksi

• Scheduling, yaitu pembuatan jadwal untuk pelaksanaan dalam proses produksi

• Dispatcing, yaitu suatu perintah yang dibuat untuk mulai melakukan pekerjaan atau kegiatan proses produksi.

• Follow Up, yaitu tindak lanjut dari planning, routing,

(13)

Sitem Produksi dan Operasi

• Sistem Produksi dan operasi adalah suatu keterkaitan antara unsu-unsur yang berbeda secara terpadu,

menyatu dan menyeluruh dalam pentranformasiaan masukan menjadi suatu keluaran. Konsep Biaya

• Biaya dapat dikelompokkan atas dasar hubungan sebagai berikut :

1. Biaya dalam hubungannya dengan produk :

• Biaya pabrikasi (factory cost) yaitu biaya yang diperlukan untuk memproses bahan baku (bahan pembantu)

menjadi barang. Biaya ini terdiri :

– bahan baku langsung (direct materials) – Tenaga kerja langsung (direct labour)

(14)

Overhead pabrik (factory overhead), semua biaya produksi kecuali biaya bahan baku dan biaya

tenaga kerja langsung, yang terdiri dari :

• biaya bahan tidak langsung (minyak pelumas, kain lap dll)

• biaya tenaga kerja tidak langsung ( gaji mandor, gaji penyelia, gaji pemeriksa pabrik)

• Biaya tidak langsung lainnya, biaya selain bahan baku langsung dan tenaga kerja tidak

langsung(sewa pabrik, asuransi kecelakaan,

(15)

1. Dua Unsur utama biaya produksi dapat

digabungkan dalam terminologi biaya, yaitu :

• Biaya utama (prime cost) yaitu gabungan biaya bahan baku langsung dan biayan tenaga kerja langsung.

• Biaya konversi (conversion cost) yaitu gabungan antara biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead

Biaya non pabrikasi.

• Biaya ini dapat dibedakan menjadi :

• Biaya pemasaran (marketing cost)

• Biaya administrasi dan umum (administration and public cost)

(16)

2. Biaya dalam hubungannya dengan volume produksi.

• Biaya Variabel (variable cost) yaitu biaya yang berubah total menurut perbandingan searah dengan perubahan tingkat aktivitas

• Biaya Tetap (fixed cost) yaitu biaya secara total tidak

berubah (konstan) tanpa memandang perubahan tingkat aktivitas dan biaya satuan akan berbanding terbalik

dengan perubahan volume keluaran.

3. Biaya dalam hubungannya dengan departemen pabrikasi :

• Departemen produksi (production depatement)

(17)

4. Biaya dapat dikendalikan atau tidak dapat dikendalikan

• Biaya terkendalikan (controlable cost) yaitu biaya yang dapat langsung dipengaruhi oleh pimpinan dalam jangka waktu tertentu

• Biaya tidak terkendali (unctrolable cost) yaitu biaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh pimpinan berdasarkan wewenang yang dimiliki.

5. Biaya dalam hubungannya dengan pengambilan keputusan.

• Biaya relevan (relevant cost) yaitu biaya yang dikeluarkan di masa yang akan datang dan terdiri dari beberapa alternatif.

• Biaya tidak relevan (irrelevant cost) yaitu biaya dengan keputusan apapun tidak akan berubah.

6. Berdasarkan priode penentuan biaya

• Biaya masa lalu (historical cost) yaitu biaya yang sudah terjadi atau sudah dikeluarkan

• Biaya masa depan (future cost) yaitu biaya yang diperlukan pada periode yang akan datang

7. Biaya yang digolongkan atas dasar objek atau pusat biaya

• Biaya langsung (direct cost) yaitu biaya terjadi atau manfaatnya dapat diidentifikasikan pada objek atau pusat biaya.

• Biaya tidak langsung (indirect cost) yaitu biaya yang terjadi atau manfaatnya tidak dapat diidentifikasikan pada objek atau pusat biaya tertentu.

Referensi

Dokumen terkait

Alternatif kebijakan yang perlu diterapkan oleh pemerintah setempat dalam penge- lolaan perikanan budidaya di Danau Maninjau adalah kebijakan yang mengarah kepada

Dengan mengacu penelitian yang pernah dilakukan, peneliti berkeinginan untuk melakukan penelitian dengan membandingkan pengukuran tekanan cuff menggunakan manometer dan

Pencatatan semua transaksi dari kegiatan usaha Anda mengikuti ketentuan Akuntansi yang benar seperti jurnal, buku besar, dan akun – akun akuntansi.. Pencatatan semua transaksi

APLIKASI PENUNJUKAN LOKASI HALTE BUSWAY DENGAN AUGMENTED REALITY BERBASIS ANDROID Beserta perangkat yang ada (jika diperlukan) Dengan Hak Bebas Royalti ini Universitas

Oleh karena itu kegiatan produksi yang dilakukan berdasarkan pesanan (order) maka jumlah produksinya biasanya sedikit atau relatif kecil, sehingga perencanaan produksi

 Kegiatan di kawasan tertentu atau tempat tertentu di dalam daerah pabean.  Penyerahan Barang Kena Pajak tertentu/penyerahan Jasa Kena Pajak tertentu.  Impor Barang Kena

Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terdapat kontribusi yang signifikan kohesivitas kelompok terhadap komitmen organisasi guru SMA Negeri di

115 Berdasarkan kenyataan di atas, jelas menunjukkan bahawa Tuan Guru Haji Abdul Latif telah menyumbangkan jasa yang amat besar dalam bidang dakwah dengan membanteras