• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

35

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi Penelitian

Objek penelitian dilakukan di Sekolah Yayasan Salsabila Hidayatullah Sumenep di Jalan Payudan Barat No.3 desa Pabian Kecamatan Kota Sumenep Kabupaten Sumenep Jawa Timur.

B. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survei. Metode penelitian survei digunakan untuk mendapatkan data dan informasi tentang sampel dari satu populasi dan untuk pengumpulan data dilakukan dengan mengedarkan kuesioner (Sugiyono,2015).

C. Populasi dan Teknik pengambilan Sampel

1. Populasi

Menurut Morissan (2012), “Populasi adalah sebagai suatu kumpulan subjek, variabel, konsep, atau fenomena. Kita dapat meneliti setiap anggota populasi untuk mengetahui sifat populasi yang bersangkutan”. Untuk data populasi penelitian ini adalah guru dari Yayasan Salsabila yaitu sebanyak 38 orang.

(2)

2. Sampel

Sampel adalah suatu bagian dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut sehingga dapat menjadi pertimbangan apabila Populasi besar dan tidak memungkinkan (keterbatasan dana, tenaga dan waktu) bagi peneliti untuk mengambil seluruh populasi yang ada sehingga bisa mengambil sampel (Sugiyono,2008). Sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 38 sampel.

3. Teknik pengambilan Sampel

Margono (2004) “Teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif”. Menurut Suharsimi Arikunto (2010) Apabila jumlah populasi kurang dari 100 maka sampel diambil semua, Apabila populasi lebih dari 100 maka dapat di ambil 10-15% atau lebih. Sampel yang digunakan yaitu seluruh total populasi yaitu 38 orang dengan tingkat kepercayaan 95%.

D. Definisi Operasional Variabel

Variabel dalam penelitian ini terdapat variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dari penelitian ini adalah pelatihan (X1) dan pengembangan (X2) dan variabel terikat pada penelitian ini yaitu kinerja karyawan (Y). Dan Kesiapan Untuk Berubah menjadi variabel mediasi (Z).

(3)

Definisi Konsep Variabel Definisi Operasioanal Variabel Indikator Pelatihan (X1) Pelatihan adalah proses kegiatan yang mengajarkan karyawan dalam keterampilan yang dibutuhkan (Gary Dessler, 2009) Pelatihan adalah kegiatan yang dilakukan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan guru dalam melakukan pekerjaannya sesuai standar kinerja Yayasan Salsabila. • Instruktur menguasai materi

• Kesiapan peserta dalam pelatihan

• Kesesuaian materi dengan kebutuhan pekerjaan

• Ketepatan metode pelatihan sesuai dengan materi pelatihan (Mangkunegara,2017) Pengembangan (X2) Pengembangan adalah proses aktivitas kegiatan sumberdaya manusia dalam pengamalan ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas sdm dalam Pengembangan adalah proses aktivitas guru di Yayasan Salsabila dalam pengamalan ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas guru dalam kegiatan belajar mengajar

• Aktif dalam mengikuti kegiatan ilmiah (mengikuti perkembangan IPTEK yang mendukung profesi) • Melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik • Memanfaatkan media pembelajaran dengan pendekatan saintifik

(4)

pekerjaannya

(Zainal & Elham, 2007) • Memodifikasi atau mengembangkan metode pembelajaran (Majid, 2011) Kinerja (Y) Kinerja adalah tingkat keberhasilan seseorang dalam melaksanakan tugas dan dibandingkan dengan kriteria yang telah ditentukan. (Rivai, 2009) Kinerja merupakan hasil yang dicapai seorang guru dengan kemampuan yang dimiliki sesuai dengan kompetensi yang telah di tetapkan meliputi Kompetensi

Padegogik, Kompetensi Profesional,

Kompetensi Sosial dan Kompetensi

Kepribadian.

Kompetensi Padegogik • Menyelesaikan semua

kegiatan pembelajaran sesuai dengan tugas yang telah diberikan • Membuat dan

mengumpulkan laporan pembelajaran anak didik mulai dari aspek bakat, minat, potensi dan kebutuhan • Mengumpulkan

laporan penilaian, evaluasi proses dan hasil belajar anak didik.

Kompetensi Profesional • Mengumpulkan

laporan catatan hasil struktur materi dan pengembangan metode yang mendukung pembelajaran.

(5)

Kompetensi Sosial • Memiliki dan merekap

catatan hasil

perkembangan anak didik dari orangtua wali atau sesama pendidik Kompetensi Kepribadian • Memiliki prestasi/penghargaan dalam bidang keguruan (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.16 Tahun 2007) Kesiapan untuk berubah (Z) Kesiapan untuk berubah adalah sikap perilaku seseorang terhadap perubahan, seperti kemampuan dalam mengimplementasik an perubahan yang Kesiapan untuk berubah adalah sikap perilaku seorang guru di Yayasan Salsabila terhadap perubahan, seperti kemampuan dalam

mengimplementasikan perubahan yang akan direncanakan (Change • Keyakinan bahwa perubahan yang di rencanakan tepat • Keyakinan bahwa perubahan akan memberikan dampak positif • Keyakinan akan kemampuannya dalam menerapkan perubahan

(6)

akan direncanakan (Change Efficacy), Perubahan dilakukan untuk keuntungan organisasi (appropriateness), Komitmen para pemimpin terhadap perubahan yang akan direncanakan (Management Support) dan Perubahan bermanfaat bagi anggota organisasi (personal benefit). ( Holt et al, 2007 ) Efficacy), Perubahan dilakukan untuk keuntungan organisasi (appropriateness), Komitmen para pemimpin terhadap perubahan yang akan direncanakan (Management Support) dan Perubahan bermanfaat bagi anggota organisasi (personal benefit). (Holt et al, 2007)

E. Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan oleh peneliti yaitu data kuantitatif yaitu data yang diolah secara statistik atau pengukuran dengan peringkat (Sugiyono,2015). Sumber data yang digunakan untuk

(7)

penelitian ini yaitu menggunakan data primer. Menurut Jonathan (2016) Data yang diperoleh dalam penelitian bisa dengan menyebarkan kuesoner, mewawancari responden ataupun dengan observasi dan dokumentasi. sumber data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah :

a. Data Primer ialah data yang diperoleh dari hasil wawancara serta memberikan atau membagikan kuesoner pada karyawan perusahaan yang dapat memberikan data atau informasi yang berhubungan dengan penulisan skripsi ini.

b. Data Sekunder ialah data yang diperoleh dari laporan-laporan tertulis serta informasi tentang keadaan perusahaan.

Sumber data dari penelitian ini yaitu menggunakan data primer yang dimana data primer ini harus digali oleh peneliti melalui alat penelitian seperti kuesoner. Data dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari objek penelitian dengan menyebarkan kuesoner. Selain itu data sekunder didapat dari beberapa jurnal, artikel dan situs di internet yan berkaitan dengan penelitian ini.

F. Teknik Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data yang tepat peneliti harus membuat data kuesoner yang sesuai dengan fenomena atau gejala yang ada selain itu bahasa yang digunakan di dalam kuesoner harus bisa dimengerti oleh responden sehingga responden memberikan tanggapan yang baik.

(8)

G. Pengukuran Data

Adapun pengukuran data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah menggunakan skala Likert. Penelitian ini menggunakan alat Kuesoner yang dimana tanggapan responden akan diukur dengan Skala Likert. Menurut Sugiyono (2012) Skala Likert :”mengukur sikap,pendapat, persepsi seseorang tentang fenomena sosial”. Berikut adalah nilai bobot yang digunakan dalam Skala Likert

Tabel 3.1 Nilai Bobot Skala Likert

H. Uji Instrumen Penelitian

Uji Instrumen digunakan ketika penelitian menggunakan kuesoner, untuk mengukur apakah kuesoner tersebut valid atau tidaknya maka harus di uji dengan uji validitas da uji Reliabilitas.

Skor Pelatihan Pengembangan Kesiapan Untuk Berubah

Kinerja

5 Sangat baik Sangat baik Sangat tinggi Sangat tinggi

4 Baik Baik Tinggi Tinggi

3 Cukup Cukup Cukup Cukup

2 Tidak baik Tidak baik Rendah Rendah

1 Sangat tidak baik

Sangat tidak baik

Sangat rendah Sangat rendah

(9)

1. Uji validitas

Uji Validitas adalah uji ketepatan atau valid tidaknya dalam mengukur data dari kuesoner dan lebih tepatnya yaitu membandingkan nilai r hitung setiap item dengan nilai r table. Dan apabila nilai r hitung lebih besar dari nilai r table maka dinyatakan valid sedangkan apabila r hitung lebih kecil dari nilai r table maka dinyatakan tidak valid (Sugiyono,2017). Adapun cara yang digunakan untuk menguji Validitas bisa menggunakan SPSS. Rumus dari koefisien korelasi yaitu :

𝑟 = 𝑛 ∑ 𝑋𝑌 − (∑ 𝑋 ∑ 𝑌)

√[𝑛 ∑ 𝑋2 − (∑ 𝑋) 2][𝑛 ∑ 𝑌2− (∑ 𝑌)2]

r = koefisien korelasi n = jumlah sampel X = nilai skor pertanyaan Y = nilai skor total

2. Uji Reliabilatas

Uji Reliabilitas menunjukkan apakah kuesoner yang diberikan reliable atau tidak apabila digunakan untuk mengukur gejala yang sama. Metode yang biasa digunakan untuk uji kehandalan adalah teknik sekali ukur dan lebih cepatnya Uji reabilitas ini menggunakan SPSS. Penggunaan pengujian reliabilitas oleh peneliti adalah untuk menilai konsistensi pada objek dan data, apakah instrument yang digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama.

(10)

I. Uji Asumsi klasik

1. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan oleh peneilti untu mengetahui data penelitian yang didapat berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dapat dilakukan dengan cara Uji Komogorov Smirnov, Uji tersebut dapat digunakan dengan program SPSS (Statistical Product and Service

Solution). Uji tersebut dapat ditentukan dengan :

- Apabila nilai signifikan lebih dari 0,05 maka data tersebut dinyatakan berdistribusi normal.

- Apabila nilai signifikan kurang dari 0,05 maka data tersebut dinyatakan tidak normal.

2. Uji multikolinieritas

Uji muktikolinieritas dengan menghitung koefisien korelasi ganda dan membandingkannya dengan koefisien korelasi antar variabel bebas. Selain itu, uji digunakan untuk mengetahui kesalahan standar estimasi model dalam penelitian. menurut Gunawan (2016)

- Jika VIF lebih dari 10 atau nilai Tolerance lebih dari 0,1 maka tidak terdapat masalah multikolinerlieritas.

- Jika VIF kurang dari 10 atau nilai Tolerance kurang dari 0,1 maka terdapat masalah multikolinerlieritas

(11)

3. Uji Heteroskedastisitas

Heteroskedastisitas artinya varians variabel dalam model tidak sama. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk melihat adanya kasus heteroskedastisitas adalah dengan melakukan Uji Glejser. Uji ini mengusulkan untuk meregres nilai absolut residual terhadap variabel independen (Gunawan, 2016). Jika residual memiliki varians yang sama disebut homoskedastisitas. Dan jika variansnya tidak sama disebut heteroskedastisitas.

- Apabila nilai signifikan lebih dari 0,05 maka tidak terjadi gejala heteroskedastisitas

- Apabila nilai signifikan kurang dari 0,05 maka terjadi gejala heteroskedastisitas

J. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data digunakan peneliti untuk mendeskripsikan teknik apa yang digunakan untuk menganalisis data yang telah didapatkan. Teknik analisis data yang akan digunakan peneliti yaitu :

1. Rentang Skala

Rentang Skala digunakan untuk menganalisis data dengan mendeskripsikan setiap variabel dalam objek penelitian, maka peneliti menggunakan Rentang Skala dengan skala likert. Berikut adalah rumus dari skala likert :

RS = 𝑛(𝑚−1)

(12)

RS

=

38(5−1)

5

RS = 30,4 Keterangan : n = Jumlah sampel

m = Jumlah alternative jawaban tiap item

Tabel 3.2 Rentang Skala

2. Analisis Jalur (Path Analysis)

Analisis jalur (Path Analysis) digunakan apabila skala pengukurannya menggunakan skala interval. Menurut Robert D. Rutherford (1993) Analisis jalur adalah teknik untuk menganalisis antar variabel, variabel bebas apakah saling berhubungan langsung terhadap variabel terikat atau tidak behubungan langsung terhadap variabel terikat. Teknik analisis jalur penelitian ini menggunakan program SPSS (Statistical Product and

Service Solution). Analisis Jalur pada penelitian ini merupakan gabungan

antara model regresi linier berganda dengan variabel mediasi. Analisis Rentang

Skala

Pelatihan Pengembangan Kesiapan untuk berubah Kinerja 38 – 67 Sangat tidak baik Sangat tidak baik

Sangat rendah Sangat rendah

68 – 97 Tidak baik Tidak baik Rendah Rendah

98 – 127 Cukup Cukup Cukup Cukup

128 – 157 Baik Baik Tinggi Tinggi

158 – 190 Sangat baik Sangat baik Sangat tinggi Sangat tinggi

(13)

jalur dalam penelitian ini digunakan untuk melihat pengaruh langsung atau tidaknya antara variabel bebas (pelatihan), (pengembangan) dengan variabel terikat (kinerja) dan (kesiapan untuk berubah) sebagai variabel mediasi. Untuk memperjelas konsep analisis jalur maka Berikut adalah tahap tahap yang akan di lakukan dalam analisis jalur :

Gambar 3.1 Diagram Jalur

Persamaan Struktural • 𝑌1 = 𝑏 𝑋1 • 𝑌2 = 𝑏 𝑋1 + 𝑏 𝑍 • 𝑌3 = 𝑏 𝑋2 • 𝑌4 = 𝑏 𝑋2 + 𝑏 𝑍 Keterangan : 𝑋1 = Pelatihan 𝑋2 = Pengembangan 𝑌 = Kinerja

(14)

b = Koefisien regresi

3. Uji Hipotesis

Uji hipotesis ini untuk mengukur apakah ada pengaruh signifikan antara variabel dependent dengan variabel independent. Untuk menganalisis uji hipotesis ini dibagi menjadi dua pengujian yaitu Uji t dan Uji Sobel. Untuk pengujian secara parsial menggunakan uji t dan sedangkan uji mediasi menggunakan Uji Sobel, Dan untuk memperkuat pengujian disini peneliti menggunakan program SPSS.

Hipotesis 1 = Pengaruh Pelatihan terhadap Kinerja Guru

Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Pelatihan terhadap kinerja guru maka diperlukannya Uji t. Berikut adalah langkah langkah analisis yang dapat dilakukan:

- Menentukan hipotesis

Ho = tidak adanya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat Ha = adanya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat - Menghitung angka t hitung dengan menggunakan program SPSS. - Menentukan dasar pengambilan keputusan :

• Jika 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≤ 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 atau nilai signifikan ≥ 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak.

• Jika 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≥ 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 atau nilai signifikan ≤ 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima.

(15)

Ho1 = Apabila 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≤ 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka Ho diterima. Dengan demikian maka program Pelatihan tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Guru di Yayasan Salsabila.

Ha1 = Apabila 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≥ 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka Ha diterima. Dengan demikian

program Pelatihan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Guru di Yayasan Salsabila.

Hipotesis 2 = Pengaruh Pelatihan terhadap Kinerja guru melalui Kesiapan untuk berubah

Untuk melihat pengaruh pelatihan terhadap kinerja melalui kesiapan untuk berubah maka menggunakan Uji sobel yang mana untuk menganalisis variabel mediasi dengan rumus Uji Sobel :

z =

𝑎𝑏

√𝑏2 𝑆𝐸𝑎 2 + 𝑎2 𝑆𝐸𝑏 2

Keterangan :

a = koefisien regresi variabel independen terhadap mediasi

b = koefisien regresi variabel mediasi terhadap dependen

𝑆𝐸𝑎 = Standart Error of estimation dari pengaruh variabel independen terhadap mediasi

𝑆𝐸𝑏 = Standart Error of estimation dari pengaruh variabel mediasi

(16)

Untuk memperkuat pengujian peneliti mmenggunakan program SPSS untuk uji sobel dengan ketentuan apabila nilai z > 1,96 maka terjadi pengaruh mediasi.

Hipotesis 3 = Pengaruh Pengembangan terhadap Kinerja Guru

Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Pengembangan terhadap kinerja guru maka diperlukannya Uji t. Berikut adalah langkah langkah analisis yang dapat dilakukan:

- Menentukan hipotesis

Ho = tidak adanya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat Ha = adanya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat - Menghitung angka t hitung dengan menggunakan program SPSS. - Menentukan dasar pengambilan keputusan :

• Jika 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≤ 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 atau nilai signifikan ≥ 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak.

• Jika 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≥ 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 atau nilai signifikan ≤ 0,05 maka Ho ditolak

dan Ha diterima. - Interpretasi Hipotesis

Ho3 = Apabila 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≥ 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka Ha diterima. Dengan demikian program Pengembangan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Guru di Yayasan Salsabila.

(17)

Ha3 = Apabila 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≥ 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka Ha diterima. Dengan demikian program Pengembangan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Guru di Yayasan Salsabila.

Hipotesis 4 = Pengaruh Pengembangan terhadap Kinerja guru melalui Kesiapan untuk berubah

Untuk melihat pengaruh pengembangan terhadap kinerja melalui kesiapan untuk berubah maka menggunakan Uji sobel yang mana untuk menganalisis variabel mediasi dengan rumus Uji Sobel :

z =

𝑎𝑏

√𝑏2 𝑆𝐸

𝑎 2 + 𝑎2 𝑆𝐸𝑏 2

Keterangan :

a = koefisien regresi variabel independen terhadap mediasi

b = koefisien regresi variabel mediasi terhadap dependen

𝑆𝐸𝑎 = Standart Error of estimation dari pengaruh variabel independen terhadap mediasi

𝑆𝐸𝑏 = Standart Error of estimation dari pengaruh variabel mediasi terhadap dependen

Untuk memperkuat pengujian peneliti mmenggunakan program SPSS untuk uji sobel dengan ketentuan apabila nilai z > 1,96 maka terjadi pengaruh mediasi.

Gambar

Tabel 3.1 Nilai Bobot Skala Likert
Tabel 3.2 Rentang Skala
Gambar 3.1 Diagram Jalur

Referensi

Dokumen terkait

apabila langkah mitigasi yang dilakukan dirasa masih menyisakan dampak yang besar maupun probablitas yang tinggi maka perlu dilakukan langkah transfer risiko (3)

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat memberikan informasi tentang peran serta koperasi dalam meningkatkan keterampilan beternak pada peternak

Tentu, pada tataran realita tidak mungkin akan kita dapati praksis yang sesuai dengan teori yang berasas tersebut. Jika setiap orang tetap akan memaksakan pengaplikasian di

hipertrofi atau peningkatan isi sekuncup NOC :  Cardiac Pump effectiveness  Circulation Status  Vital Sign Status Kriteria Hasil: o Tanda Vital dalam rentang normal (Tekanan

Pokok Bahasan : Ruang lingkup, Sistem, Peran Dan Fungsi Manajemen SDM Dalam Organisasi Sub Pokok Bahasan : Ruang Lingkup dan Sistem Manajemen SDM (Sesi 2)1. Kegiatan Pembelajaran

Prestasi kerja adalah kesuksesan seseorang dalm memjalanka suatu pekerjaan atau hasil yang dicapai menurut ukuran yang berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan. Prestasi kerja

[r]

Kepuasan hidup diketahui dari skor yang diperoleh subjek setelah mengisi skala kepuasan hidup. Adapun komponen aitem kepuasan hidup antara lain: 1) Pada sebagian besar