MELALUI ALGORITMA DIJKSTRA BERBASIS ANDROID DI KOTA PURWOKERTO
GEOGRAPHICAL INFORMATION SYSTEM OF MOTORCYCLE WASH THROUGH ANDROID-BASED DIJKSTRA ALGORITHM IN
PURWOKERTO CITY Tito Pinandita1), Lukman Nur Arifin2)
1)2)Teknik Informatika – Fakultas Teknik dan Sains – Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Jl. Raya Dukuhwaluh Purwokerto 53182 1)[email protected]
Abstrak
Dijkstra merupakan salah satu algoritma yang efektif dalam memberikan lintasan terpendek dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Prinsip dari algoritma dijkstra adalah dengan pencarian dua lintasan yang paling kecil. Algoritma ini perlu diterapkan untuk membangun sistem informasi geografis tempat pencucian kendaraan bermotor di kota purwokerto berbasis android. Berdasarkan aplikasi yang dibangun dapat mempermudah mencari lokasi terdekat tempat pencucian kendaraan bermotor menggunakan android degan menerapkan algoritma dijkstra. Algoritma Dijkstra bekerja dengan membuat jalur ke satu simpul optimal pada setiap langkah. Jadi pada langkah ke n, setidaknya ada n node yang sudah kita tahu jalur terpendek. Dengan adanya aplikasi ini dapat memberikan informasi rute terpendek untuk mencari lokasi pencucian mobil menggunakan algoritma dijkstra.
Kata Kunci - Dijkstra, Tempat Pencucian, Android. Abstract
Dijkstra algorithm is one of the shortest in providing effective from one location to another.The principle of an algorithm dijkstra is to search the least. two stagesThese algorithms should be introduced to build a geographical information system of vehicles in the city purwokerto. based on androidBased on applications built to ease to find the nearest location of the motor vehicle use android in applying. dijkstra algorithmDijkstra algorithm works by making optimal way to one point at each step.So in a step to, n at least n node which we have know the shortest line.With the application of this can tell us to seek the shortest route car wash dijkstra algorithm.
Keywords - Dijkstra, Washing Place , Android.
PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Pesatnya perkembangan jaman berpengaruh terhadap kebutuhan alat trasnportasi. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya jumlah kendaraan bermotor yang ada di kota purwokerto. Kendaraan bermotor membantu manusia dalam melakukan aktivitas secara efisien dalam segi waktu. Berdasarkan data Unit Pelayanan Pajak Daerah Kabupaten Banyumas mengeluarkan sebuah laporan mengenai rincian luas wilayah, jumlah, dan kepadatan penduduk serta jumlah kendaraan bermotor menurut kecamatan di wilayah UPPD Kabupaten Banyumas. Berikut adalah data jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Banyumas dengan jumlah kendaraan roda 4 atau lebih 62.431 dan jumlah kendaraan roda 2 dan roda 3 510.358.(UPPD Banyumas, 2019).
Pertumbuhan kendaraan bermotor berdampak pada kebutuhan akan tempat pencucian kendaraan. Saat ini banyak yang belum mengetahui tempat-tempat atau titik lokasi tempat pencucian kendaraan bermotor di kota Purwokerto, padahal keberadaan tempat pencucian kendaraan bermotor sangat penting dibutuhkan pengendara kendaraan bermotor apabila kendaraan terlihat kotor. Pada saat ini gadget menjadi kebutuhan bagi masyarakat modern, sehingga penggunaan perangkat tersebut memungkinkan untuk pengguna kendaraan bermotor yang mayoritas menggunakan perangkat android. Hali ini dapat terealisasi melalui teknologi sistem informasi geografis berbasis android.
Karena teknologi sistem informasi geografis berbasis android ini dapat membantu untuk mencari lokasi keberadaan tempat pencucian kendaraan bermotor sebagai solusi ketika ingin mencari tempat pencucian kendaraan bermotor. Pengendara kendaraan bermotor membutuhkan perangkat android yang didukung oleh Global Positioning System (GPS) untuk mencari keberadaan lokasi tempat pencucian kendaraan bermotor yang ada di kota Purwokerto.
GPS (Global Positioning System) adalah sistem radio navigasi dan penetuan posisi menggunakan satelit yang dimiliki dan dikelola oleh Amerika Serikat. Sistem ini digunakan oleh banyak orang sekaligus dalam segala cuaca, serta didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan tiga dimensi yang teliti dan juga informasi mengenai waktu secara kontinyu di seluruh dunia. GPS adalah satu-satunya sistem navigasi satelit yang berfungsi dengan baik. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima dipermukan, dan digunakan untuk menentukan posisi, kecepatan, arah dan waktu. Sistem yang serupa dengan GPS antara lain: GLONASS Rusia, Galileo Uni Eropa, IRNSS India. Perangkat GPS akan menunjukkan lokasi objek dalam format koordinat, seperti pada peta biasa. Cara kerja sistem GPS pada dasarnya adalah menentukan jarak antar posisi satelit-satelit GPS. Untuk melakukan penerapan GPS dalam penerapan letak posisi sekarang menuju sebuah objek pada peta dapat dilakukan beberapa penanda/ Marker salah satunya adalah menggunakan Algoritma Djkstra yang bertujuan dalam mengambil keputusan dimana letak tempat pencucian kendaraan bermotor di kota Purwokerto (Hadiono, 2018).
lintasan terpendek dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Prinsip dari algoritma dijkstra adalah dengan pencarian dua lintasan yang paling kecil. Algoritma dijkstra memiliki iterasi untuk mencari titik yang jaraknya dari titik awal adalah paling pendek (Nugroho, 2009).
Berdasarkan permasalahan di atas, penelitian ini akan membahas tentang pencarian lokasi tempat pencucian kendaraan bermotor di kota purwokerto berbasis sistem informasi geografis menggunakan perangkat android dengan menggunakan algoirtma dijkstra yang diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi pengendara bermotor ketika ingin mencari lokasi tempat pencucian kendaraan bermotor ketika kendaraannya terlihat kotor.
B. Tinjauan Pustaka 1. Penelitian Terdahulu
Ningrum, (2016) telah melakukan penelitian dengan judul penerapan algoritma Floyd-warshall dalam menentukan rute terpendek pada pemodelan jaringan pariwisata di kota Semarang, tujuan dari penelitiannya adalah menerapkan algoritma Floyd-warshall dalam mencari jalur terpendek jaringan pariwisata kota semarang.
Galih, (2018) telah melakukan penelitian dengan judul implementasi algoritma dijkstra pada aplikasi wisata kuningan berbasis android, tujuan penelitiannya adalah untuk memudahkan wisatawan dalam mencari destinasi wisata, perlu sebuah aplikasi.
Ojekudo, dan Akpan (2017) telah melakukan penelitian tentang penerapan algoritma dijkstra untuk menentukan jalur terpendek. Penelitian ini membahas masalah alamat dari Dominion Paints Nig. Ltd dalam mengankut produk-produk mereka dari pabrik produk-produksi mereka ke toko-toko penjualan dengan menyajikan analisis jalur terpendek dengan algoritma dijkstra.
Maw, dan WaiPhyoEi (2017), telah melakukan penelitian tentang pencarian rute dan jalur terpendek berdasarkan algoritma dijkstra untuk mobile robot. Perhitungan jalur terpendek antara lokasi yang berbeda tampaknya menjadi masalah utama dalam jaringan jalan yang lebar.
Yusuf, (2017), telah melakukan penelitian tentang implementasi algoritma dijkstra dalam menemukan jarak terdekat dari lokasi pengguna ke tanaman yang dituju berbasis android. Tujuan dari pembuatan aplikasi ini adalah untuk menunjukan jalan dari lokasi pengguna menuju tanaman loakasi yang dituju. 2. Landasan Teori
A. Pengertian SIG
Sistem informasi geografis merupakan sejenis perangkat lunak (software) yang dapat digunakan untuk pemasukan, penyimpanan, manipulasi, menampilkan dan keluaran informasi geografis berikut atribut dari Sistem Informasi Geografis (Prahasta, 2009).
B. Pengertian Android
Android merupakan sebuah sistem operasi perangkat mobile berbasis linux yang mencakup operasi, middleware, dan aplikasi (Supardi, 2011). Beberapa pengertian lain dari Android, yaitu:
1) Merupakan platform terbuka (Open
Source) bagi para pengembang
(Programmer) untuk membuat aplikasi.
2) Merupakan sistem operasi yang dibeli Google Inc. dari Android Inc.
3) Bukan bahasa pemrograman, akan tetapi hanya menyediakan lingkungan hidup atau run time enviorment yang disebut DVM (Dalvic Virtual
Machine) yang telah dioptimasi untuk device/alat dengan sistem memori.
C. Pengertian Algoritam Dijkstra
Algoritme Dijkstra, (sesuai penemunya Edsger Dijkstra), adalah sebuah algoritma yang dipakai dalam memecahkan permasalahan jarak terpendek (shortest path problem) untuk sebuah graf berarah (directed graph). Algoritma ini dipublikasikan pada tahun 1959 jurnal Numerische Mathematik yang berjudul “A Note on Two Problems in Connexion with
Graphs” dan dianggap sebagai algoritma greedy.
Diskripsi matematis untuk grafik dapat diwakili G = {V. E}, yang berarti sebuah grafik (G) didefenisikan oleh satu set simpul (Vertex = V) dan koleksi Edge (E).
Sebagai contoh hitunglah Jarak terdekat dari V1 ke V7 pada gambar berikut ini.
Gambar 1. Graf berarah
Hasil setiap stepnya dapat dilihat pada tabel berikut ini. Gambar 2. Perhitungan Dijkstra
Dengan demikian jarak terpendek dari V1 ke V7 adalah 16 dengan jalur V1->V2->V3->V5->V6->V7 (Girsang, 2017).
METODE
Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yaitu mengembangkan aplikasi sistem informasi geografis tempat pencucian kendaraan bermotor menggunakan algoritma dijkstra berbasis android di kota purwokerto untuk mencari lokasi tempat pencucian kendaraan bermotor serta booking antrian pencucian kendaraan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Rekayasa Perangkat Lunak, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Muhammadiyah
definisi kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Dan Definisi Kebutuhan
Sistem informasi geograafis tempat pencucian kendaraan bermotor menggunakan algoritma dijkstra di kota purwokerto berbasis android memiliki tujuan untuk mengetahui letak atau posisi tempat pencucian kendaraan bermotor yang ada di kota purwokerto.
Use Case Diagram
Use Case Diagram ini dirancang dari hasil kebutuhan fungsional yang telah dirancang dapat digunakan sebagai acuan untuk dipetakan berdasarkan aktor dalam sistem ini. Berikut pemodelan Use Case Diagram yang telah digambarkan pada gambar 3
Gambar 3. Use Case Diagram B. Implementasi
Implementasi antarmuka untuk aplikasi SIG ini merupakan implementasi dari perancangan yang dilkaukan sebelumnya. Implementasi meliputi Menu, Pesan antrian pencucian, Rute terpendek, Konfirmasi pemesanan. Gambar dari aplikasi dapat dilihat pada Gambar 4 sampai Gambar 6.
Gambar 4. Menu
Gambar 7. Konfirmasi Pemesanan
Gambar 8. Rute Terpendek C. Pengujian
Tahapan Pengujian digunakan untuk mengetahui apakah perangkat lunak berfungsi dengan benar. Pengujian black box testing merupakan pengujian yang dilakukan hanya mengamati hasil eksekusi melalui data uji dan memeriksa fungsional dari perangkat lunak.
PENUTUP Simpulan
Kesimpulan yang didapatkan pada penelitian ini adalah:
1. Memberikan informasi rute terpendek untuk mencari lokasi pencucian mobil menggunakan algoritma dijkstra.
2. Mendapatkan antrian pemesanan sehingga tidak perlu melakukan proses pendaftaran di lokasi pencucian.
3. Melakukan integrasi sistem antara sistem aplikasi untuk pelanggan dan pemilik tempat pencucian.
4. Memperkirakan jarak dari tempat pengguna android dengan tempat pencucian.
Saran
Saran yang disampaikan untuk pengembangan selanjutnya sebagai berikut: 1. Penambahan fitur notifikasi pemesanan kepada pemilik apabila ada
pemesanan masuk.
2. Penambahan keterangan jarak pada algoritma djikstra dari tempat pengguna aplikasi dengan tempat pencucian.
3. Dapat menghitung ulang jarak terdekat menuju tujuan dari posisi naru untuk memudahkan efisiensi jarak dan waktu tempuh.
DAFTAR PUSTAKA
Galih, E. C. & Krisdiawan, R. A. (2018). Implementasi algoritma dijkstra pada aplikasi wisata kuningan berbasis android. Jurnal Nuansa Informatika. P-ISSN: 1858-3911, e-P-ISSN: 2614-5405. No.1. Vol 12. Hal 9-19.
Girsang, A. S. (2017). Algoritma dijkstra. Available at:
https://mti.binus.ac.id/2017/11/28/algoritma-dijkstra/ (Diakses: 24 Juli
2019).
Hadiono, Taufik, M., Koesmarjianto & Darmono, H. (2018). Sistem komunikasi
Radio dan Laboratorium. Malang: POLINEMA PRESS.
Maw W. & WaiPhyoEi. (2017). Pencarian rute dan jalur terpendek berdasarkan algoritma dijkstra untuk mobile robot. International Journal of Science,
Engineering and Technology Research. ISSN: 2278-7798. Vol 6. Hal
1442-1449.
Ningrum, F. W. & Andrasto, T. (2016). Penerapan Algoritma Floyd-Warshall dalam Menentukan Rute Terpendek pada Pemodelan Jaringan Pariwisata di Kota Semarang. Jurnal Teknik Elektro. ISSN 1411-0059. No.1. Vol.8.
shortest routeproblem. IOSR Journal of Mathematics. E-ISSN: 2278-5728, p-ISSN: 2319-765X. Vol 13. Hal 20-32.
Prahasta, E. (2009). Konsep-konsep dasar Sistem informasi geografis. Bandung: Informatika.
Supardi, Y. (2014). Semua Bisa Menjadi Programmer Android Case Study. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
UPPD Banyumas [Internet]. (2019). Purwokerto: UPPD Banyumas. Tersedia dalam: http://dppad.jatengprov.go.id/up3ad-banyumas/, (diakses tanggal 20 Maret 2019).
Yusuf, M. S., Az-Zahra, H. M. & Apriyanti, D.H. (2017). Implementasi Algoritma Dijkstra dalam menemukan jarak terdekat dari lokasi pengguna ke tanaman yang dituju berbasis android. Jurnal pengembangan teknologi informasi dan