• Tidak ada hasil yang ditemukan

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

SALINAN

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOM OR 71/PMK.02/2008

TENT ANG

PENGEMBALIAN NILAI TUNAl lURAN PENSIUN PEGA W AI NEGERI SIPIL YANG DIBERHENTIKAN TANP A HAK PENSIUN

MENTERI KEUANGAN, Menimbang

Mengingat

a. bahwa berdasarkan Keputusan Presiden NomoI' 56 Tahun 1974 ten tang Pembagian, Penggunaan, Cara Pemotongan, dan Besarnya luran-luran yang Dipungut dari Pegawai Negeri, Pejabat Negara, dan Penerima Pensiun sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 1977, Pegawai Negeri Sipil telah dipungut iuran pensiun dari penghasilan Pegawai Negeri Sipil setiap bulan;

b. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 10 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1981 tentang Asuransi Sosial Pegawai Negeri Sipil, Pegawai Negeri Sipil yang berhenti tanpa hak pensiun, baik yang berhenti dengan hormat maupun tidak dengan hm'mat, dikembalikan nilai tunai iuran asuransi sosialnya;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Perahuan Menteri Keuangan ten tang Pengembalian Nilai Tunai luran Pensiun Pegawai Negeri Sipil yang Diberhentikan Dengan Tidak Iv1endapatkan Hak Pensiun;

1. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1969 ten tang Pensiun Pegawai Dan Pensiun Janda/Duda Pegawai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1969 NomoI' 42; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2906);

2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Talum 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor (890); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 ten tang Peraturan Gaji

Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1977 Nomor 11, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098), sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2007 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 NomoI' 25);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 ten tang Pem.berhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1979 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3149);

"

/

f

I I

(2)

Memperha tikan

Menetapkan

2

-5. Peraturan Pemerintah Nom.or 25 Tahun 1981 tentang Asuransi Sosial Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 37, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3200);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 1981 ten tang Pengalihan Bentuk Perusahaan Umum Tabungan Dan Asuransi Sosial Pegawai Negeri Menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 NomoI' 38);

7. Perah1l'an Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 ten tang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 NomoI' 15 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263);

8. Kepuhlsan Presiden NomoI' 56 Tahun 1974 tentang Pembagian, Penggunaan, Cara Pemotongan, Penyetoran, dan Besarnya luran-luran yang Dipungut dari Pegawai Negeri, Pejabat Negara, dan Penerima Pensiun sebagaimana telah diubah dengan Kcpuhlsan Presidcn NomoI' 8 Tahun 1977;

9. Keputusan Presiden NomoI' 20/P Tahun 2005;

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara NomoI': B/400/M.PAN/2/2008 tanggal 11 Pebruari 2008 hal Pengembalian Nilai Tunai luran Pensiun Pegawai Negeri Sipil yang Diberhentikan Tanpa Hak

Pensiun;

MEMUTUSKAN :

PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PENGEMBALIAN

NILAI TUNAl lURAN PENSIUN PEGA WAI NEGERI SIPIL YANG DIBERHENTIKAN TANPA HAK PENSIUN.

Pasal1

Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan:

1. Pegawai Negeri Sipil adalah Pegawai Negcri Sipil Pusat dan Pcgawai Negeri Sipil Daerah, termasuk Calon Pegawai Negeri Sipil, kecuali Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Dep'artemen Pertahanan dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

2. Isteri/ suami adalah isterij suami dari Pegawai Negeri Sipil yang sah menurut hukum, yang tercatat dalam daftar keluarga pada instansi yang bersangku tan.

3. Anak adalah anak kandung yang sah dari Pegawai Negeri Sipil atau anak kandung/ anak yang disahkan menurut undang-undang yang tercatat dalam daftar keluarga pada instansi yang bersangkutan.

(3)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

3

-4. Ahli waris adalah orang tua atau saudara kandung dalam hal Pegawai Negeri Sipil tidak mempunyai isterij suami atau anak, dibuktikan dengan dokumen yang disahkan oleh pejabat yang berwenang serendah-rendahnya Lurah atau Kepala Desa.

5. luran pensiun adalah sejumlah uang yang dipotong dari penghasilan Pegawai Negeri Sipil sebesar 4,75% dari penghasilan yang akan digunakan untuk penyelenggaraan program pensiun Pegawai Negeri Sipil.

6. Pl adalah penghasilan terakhir sebulan sesaat sebelum berhenti sebagai Pegawai Negeri Sipil, berdasarkan Peraturan Pcmerintah Nomor 6 Tahun 1997 ten tang Peraturan Gaji Pokok Pegawai Negeri Sipil yang terdiri dari Gaji Pokok, Tunjangan IsterijSuami dan Tunjangan Anak. 7. P2 adalah penghasilan terakhir sebulan sesaat sebelum peserta bcrhenti

sebagai Pegawai Negeri Sip iI, terdiri dari Gaji Pokok, Tunjangan lstrijSuami dan Tunjangan Anak.

8. F1 adalah Faktor yang dikaitkan dengan masa iuran sejak mcnjadi peserta sampai dengan diberhentikan sebagai peserta, yang dihitung dalam satuan tahun.

9. F2 adalah Faktor yang dikaitkan dengan mafia iuran sejak atau setelah tanggal 1 Janum"i 2001 sampai dengan diberhentikan sebagai pcserta, yang dihitung dalam satuan tahun.

Pasal 2

(1) Pegawai Negeri Sipil yang diberhentikan tanpa hak dengan hormat maupun tidak dcngan hormat pengembalian nilai tunai iuran pensiun.

penslUn baik berhak atas

(2) Pegawai Negeri SipiI sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Pegawai Negeri Sipil yang berhenti terhitung mulai tanggal1 Februari 1975 atau sekurang- kurangnya telah membayar iuran 1 (satu) bulan.

Pasal3

(1) Bagi PNS yang diberhentikan tanpa hak pensiun sebelum tanggal 1 Januari 2001, besarnya pengembalian nilai tunai iuran pensiun ditetapkan berdasarkan formula scbagai bcrikut :

(4)

4

-(2) Bagi PNS yang menjadi perserta setelah tanggal 1 Januari 2001 yang diberhentikan tanpa hak pensiun, besarnya pengembalian nilai hmai iuran pensiun ditetapkan berdasarkan formula sebagai berikut :

III

F,

x

P,

III

(3) Bagi PNS yang menjadi peserta sebelum tanggal 1 Januari 2001 dan diberhentikan tanpa hak pensiun setelah tanggal 1 Januari 2001, besarnya pengembalian nilai tunai iuran pensiun ditetapkan berdasarkan formula sebagai berikut :

Pasal 4

Bagi Pegawai Negeri Sipil yang diberhentikan tanpa hak pensiun sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini, diberikan pengembalian nilai tunai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ditambah hasil pengembangan sebesar 9% per tahun yang dihitung sejak yang bersangkutan diberhentikan sampai dengan ditetapkannya Peraturan Menteri Keuangan In1.

Pasal 5

(1) Besarnya Faktor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan Pasal 4 sesuai dengan Lampiran Peraturan Menteri Keuangan ini.

(2) Besarnya pengembalian nilai tunai iuran pensiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan Pasal 4 sekurang-kurangnya sebesar Rp 200.000,00 (Liua rahlS ribu rupiah).

Pasal6

Pendanaan untuk keperluan pengembalian nilai hmai iuran pensiun Pegawai Negeri Sipil bersumber dari akumulasi iuran pensiun.

Pasal 7

(1) Pegawai Negeri Sipil yang berhenti tanpa hak pcnsiun dapat mengajukan permintaan pengembalian nilai tunai iuran pensiunnya kepada PT T ASPEN (PERSERO).

(2) Apabila Pegawai Negeri Sipil yang berhenti tanpa hak pensiun telah meninggal dunia, maka pengembaIian nilai tunai iuran pensiunnya dapat diajukan oleh isterij suami, anak atau ahli warisnya yang sah.

(5)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

5

-PasalS

(1) Surat permintaan pengembalian nilai hmai iuran pensiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) dilampiri dengan:

a. Surat Keputusan pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri SipiljPegawai Negeri Sipil;

b. Surat Keputusan Pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil; c. Fotokopi KTP atau karhl identitas pcmohon yang masih berlaku; d. Surat Keterangan Pcmberhentian Pembayaran (SKPP) gaji.

(2) Bagi Pega"vai Ncgeri Sipil yang diberhentikan sebelum berlakukannya Perahuan Menteri Keuangan ini dan telah menerima THT, surat permintaan pengembalian nilai hmai iuran pensiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) dilampiri dengan fotokopi KTP atau karhl idcntitas pemohon yang masih berlaku.

(3) Apabila Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan telah meninggal dunia, maka istrij suami, anak a tau ahli waris, yang mengurus pengembalian iuran pensiun Pegawai Negeri Sipil harus menyampaikan persyaratan sebagaimana pada ayat (1) atau ayat (2) dan Surat Keterangan Ahli Waris.

Pasal 9

Peraturan ~denteri Keuangan ini berlaku pada tanggal ditetapkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Perahlran Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal

8 Mei 2008

MENTERI KEUANGAN ttd.

(6)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

NOf\IOR 71 j Pf\1K.02j2008 TENT ANG

PENGEf\IBALLA.N NILAI TUN,A.I lURAN

PENSIUN PEGAWAI NEGERI SIPIL

Yf\NG DIBERHENTIKAN TANP/\ HAK

PENSIUN

TABEL FAKTOR NILAI TUNAl lURAN PENSIUN PNS

Peri ode Berhenti

Masa I 01-02-1975 01-05-85 01-07-1991 01-01-1992 01-01-1993 01-01-1994 01-01-1995 01-01-2001 luran s.d. s.d. s.d. s.d. s.d. s.d. s.d. s.d. 30-04-1985 30-06-991 31-12-1991 31-12-1992 31-12-1993 31-12-1994 31-12-2000 seterusnya _mmQnm_ nmmmQ:QQQ nmnQ:QQ~ hm_hn~_·g_Q9 nn __mQ:Qgg __n __mm_Q:QQ~_m m __Q:999 m_nn_9:g9_9 mmnm_Q:99g m __J_m __nn_n_mQ:~l~ mm_Q:~l~ _mnnnhg:_?i? __m mQ:§~_?hn __n__h_Q:?±~ n nQ:§~_? n_mn_9:§_~_?-mmnn-Q:§Z.~i 2 1.251 1.251 1.723 1.723 1.723 1.723 1.723 1.7801 --- ---. --- --- ---.-.- ---_.--- ----.---3 1.856 1.856 2.584 2.584 2.584 2.584 2.584 2.669 --- --- ----.--- ---_.- --- --- --- ---_.-4 2.371 2.371 3.364 3.364 3.364 3.364 3.364 3.505 ---.----._--- --- ---._--- --- --- --- --- --- ---5 2.889 2.88<:: 4.160 4.160 4.160 4.160 4.160 4.407 --- --- --- --- --- --- --- ---_hn__~mm nOonnm~:~~§ Oo_nOo~:~~§ mi_·_?_~_?_m__mnn~:§i_? m_m__nni:~i~ _mmmn~:§i_? mnnn~:~i_? _nm_mn?}:?_~

7 3.712 3.712 5.535 5.535 5.535 5.535 5.535 5.956

--- --- --- --- --- --- --- ---

---8 4.124 4.124 5.855 5.855 5.855 5.855 5.855 6.821

--- --- --- --- --- --- ---

---9 4.446 6.212 6.248 6.371 6.453 6.476 7.756

::::::i:Q::::: :::::::::::::::::::: :::::::~;?~!.:::::::::::::~:.:~~~:::::::::::::~;~~:i:::::::::::::?:i:Q~ ::::::::::::?j~:?I:::::::::?j~:~

::::::::::::~j~:~

11 4.873 7.179 7.262 7.765 7.995 8.147 8.905

--- --- --- --- --- --- ---.-- --- ---,

12 7.550 8.038 8.451 8.67Q 8.926 9.437i

--- --- --- --- --- --- --- ---

---,..., l,"; ,

nm_!}mOo _Oo_nnhnOon_mh m __nm _nm mZ:_?.?:(_mnm_.__§:il_! _m__h_nn~:~~!. mnnmn~}§_~ _mn ~J?_~_?n __m_h__~:~~il

14 8.055 8.68<:: 9.310 9.873 10.361 10.579

--- --- ---.--- --- --- --- --- --- ---nm_!_~__n m n_hnn m_mmm_ nmmm_§:_~_~~_mmnnn~:~_~_~n mnn_~:~~~ _mmn}Q:~~§ n_m}9:~_?g __mmn]}}~_~ ____n!_~mn mmhmnhmh _m Oomn nn?:_~_~?n __nnhn_~:~~!. __nnnm __~:~~!. _m_m_}Q::??~ hn}}:_?_?_?nnn ]_2:§:?_~ n_m!?m __m_nOo__mm_Oo n Oo_m_n__n n§.f?.?:~n __h m_~}!?g __m_mJQ:?_~! __m __n_}Q:§g_~ nmn1_~:.?g_?mm_m!}::?g_~ m_J?mOo Oom mnnnn _Ooh_h_m__n _h__hnhn __nhn _nh_h__h_~:i§_~ _h h_!_Q:~~?'m __n __}2:9!?! nnm1}--?_?_?.__m_m!_~:~_?~, ______!_~mn m_m_n__n_mn _mm_mnm _mmm m_nn _m__nmmmm __nm JQ}?? _n n}1:}2.~ m_n_1~:9_~! _mn_m!}:1?9 20 11.311 12.173 13.528 --- --- ---.--- --- --- --- --- ---. 21 12.286 13.902' --- --- --- --- ---.---._--- --- --- --- ---22 14.295 m_nhn_nn __mnnm_mn __m_mnmm_ mmmm __m_m nmnn m_h_ h m__m_m__m _m__m mn_m _mOonm_mn__n mmm_n_n'l 23 14.7071 --- --- --- --- --- --- --- --- ---24 15.137 --- --- --- --- --- ----.----.--- --- ---25 15.590 --- --- --- --- --- ----.--- --- ---26 15.628 --- --- --- --- --- --- --- --- ---27 15.671 --- --- --- ---_.---. ---_.--- --- --- --- ---28 15.713 --- --- --- --- --- --- --- --- ---29 15.758 --- --- ----.--- --- --- --- --- ---30 15.805 MENTERI KEUANGAN ttd.

Gambar

TABEL FAKTOR NILAI TUNAl lURAN PENSIUN PNS Peri ode Berhenti

Referensi

Dokumen terkait

Sekolah harus bersikap bahwa sekolah lebih berkepentingan, dengan sikap seperti ini, sekolah harus selalu mengambil inisiatif mendekati industri, untuk memaksimalkan seluruh

Hasil Olahan Data Induk Firm Size (Ukuran Perusahaan) Tabel 4.2.5. Firm Size (Dalam

54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah serta menindaklanjuti proses seleksi untuk Paket Pekerjaan Pengawasan Rehabilitasi Prasarana Jalan Kampus

Prinsip struktur tiga babak dikemas dengan rapat dalam tiga hingga 20 menit durasi film, membuat banyak pembuat film untuk memilih cerita yang sederhana, dengan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) aktivitas siswa dan guru menggunakan model pembelajaran Learning Cycle (LC) pada materi getaran dan gelombang, (2)

Panitia Pengadaan Barang/Jasa Dinas Tata Ruang Kota Bitung Tahun Anggaran 2013 mengundang Saudara untuk dapat hadir dalam Pembuktian Dokumen Kualifikasi yang akan dilaksanakan pada

Berdasarkan Surat Penetapan Penyedia Jasa dari Pejabat Pengadaan Barang/Jasa Unit Pemakaman Dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukoharjo TAHUN 2016 Nomor

Faktor-faktor yang mempengaruhi aliran keluarnya barang dan jasa pariwisata ( outflow ) secara dominan adalah variabel jarak ekonomi antara Indonesia dengan negara asal