• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA KINERJA PULVERIZED COAL BOILER DI PLTU KAPASITAS 3x315 MW

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISA KINERJA PULVERIZED COAL BOILER DI PLTU KAPASITAS 3x315 MW"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISA KINERJA PULVERIZED COAL BOILER

DI PLTU KAPASITAS 3x315 MW

Andrea Ramadhan ( 0906488760 ) Jurusan Teknik Mesin – Universitas Indonesia

email : [email protected]

ABSTRAKSI

Pulverized Coal (PC) Boiler adalah bejana tertutup yang didalamnya terdapat proses

pembakaran untuk mengubah air menjadi uap panas yang bertekanan tinggi yang dalam proses pembakarannya menggunakan bahan bakar batubara yang dihaluskan terlebih dahulu dan dialiri udara panas lalu dibakar pada burner. Untuk meminimalisasi biaya operasional dibutuhkan efisiensi yang tinggi dari boiler. Dengan memonitor emisi gas buang dari boiler, efisiensi pembakaran dapat dikontrol untuk menghemat bahan bakar dan menurunkan pengeluaran biaya operasional. Selain itu juga diperlukan adanya perhatian terhadap konsentrasi terbentuknya gas beracun seperti NOx dari proses pembakaran karena menyangkut aspek lingkungan. Diharapkan dengan studi ini bisa diketahui apa saja yang mempengaruhi efisiensi pembakaran dari emisi gas buang dan juga diketahui karakteristik parameter-parameter yang mempengaruhi terbentuknya NOx sehingga bisa ditemukan adanya rekomendasi untuk usaha peningkatan efisiensi pembakaran dan penekanan konsentrasi NOx yang terbentuk.

ABSTRACT

Pulverized Coal (PC) boiler is a closed vessel in which there is a combustion process to convert water into high-pressure steam that in the combustion process using pulverized coal for fuel. By monitoring the flue gas from boilers, combustion efficiency can be controlled to save fuel and reduce operational expenses. It also required to focus on the formation of NOx concentration of the combustion process as it involves environmental aspects. Hopefully with this study,it can be discovered anything that affects combustion efficiencyfrom theemissions and also known characteristic of parameters that affect the NOx formed so that can be found on any efforts to increase combustion efficiency and efforts to decrease NOx formed.

(2)

1.PENDAHULUAN

Boiler digunakan untuk menghasilkan

uap yang akan menggerakkan turbin uap, turbin uap terkoneksi dengan generator dan menghasilkan listrik. Sering kali proses pembakaran dan perpindahan panas pada boiler bekerja tidak efisien, menyebabkan pemborosan bahan bakar, uap yang dihasilkan tidak optimal, mengakibatkan kerja turbin tidak maksimal, sehingga daya listrik yang dihasilkan berkurang.

Dengan memonitor gas buang dari

boiler, combustion efficiency/efisiensi

pembakaran dapat dikontrol untuk menghemat bahan bakar dan menurunkan pengeluaran biaya operasional.

Combustion efficiency merupakan kalkulasi tentang seberapa efektif proses pembakaran terjadi. Untuk mendapatkan nilai efisiensi pembakaran maksimum diperlukan terjadinya pembakaran sempurna. Pembakaran sempurna terjadi ketika semua energi yang ada di batubara terbakar seluruhnya dan kandungan karbon dan hidrogen terbakar secara keseluruhan tanpa terkecuali. Pembakaran sempurna terjadi ketika jumlah udara untuk pembakaran bernilai tepat dalam hal ini disebut air fuel ratio (AFR) dan juga terjadi mixing yang tepat antara udara dan bahan bakar serta temperatur yang tepat untuk pembakaran. Untuk mendapatkan

nilai efisiensi pembakaran dapat dilihat dari emisi yang terbentuk pada gas buang. Selain untuk menghitung efisiensi pembakaran juga, emisi perlu dimonitor karena faktor lingkungan. Emisi dari hasil pembakaran ini menghasilkan banyak gas beracun yang berbahaya bagi lingkungan. Oleh karena itu pengontrolan terhadap emisi sangat diperlukan untuk mengevaluasi performa boiler.

2. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan tujuan dari tugas akhir ini adalah sebagai berikut :

1. Menghitung efisiensi pembakaran (combustion efficiency) dari PC Boiler PLTU X.

2. Menganalisa hubungan emisi gas buang terhadap efisiensi pembakaran.

3. Menganalisa hubungan NOx dan oksigen.

4. Mencari peluang penambahan efisiensi untuk menekan konsumsi bahan bakar

3. PERUMUSAN

a) Menghitung nilai HHV dan LHV dari bahan bakar.

Untuk menghitung HHV dan LHV bahan bakar dapat dihitung jika ultimate

(3)

ini mengenai kandungan persentase dari C, H, O, N, S dari bahan bakar. Dalam hal ini bahan bakar yang digunakan adalah batubara. Jika ultimate analysis dari batu bara diketahui maka HHV dan LHV dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut.

( )

HHV =Higher Heating Value Btu/Ib LHV =Lower Heating Value Btu/Ib C =fraksi massa dari karbon Ib/Ib of fuel H =fraksi massa dari hidrogen Ib/Ib of fuel O =fraksi massa dari oksigen Ib/Ib of fuel S =fraksi massa dari sulfur Ib/Ib of fuel W =fraksi massa dari moisture Ib/Ib of fuel

b) Menghitungexcess air (E)

Dari data flue gas analysis mengenai emisi gas buang yaitu kandungan O2, N2,

dan CO dapat dilakukan perhitungan

excess air.Excess air merupakan udara

berlebih yang dimasukkan kepembakaran dibandingkan dengan udara stoikiometri untuk pembakaran. Dapat dilakukan perhitungan untuk mencari excess air dengan rumus berikut jika hanya O2 saja

yang diketahui.

E = excess air (%) O2=kandungan O2pada gas buang (%) K2=konstantajenisbahanbakar

K2=97 (untuk batubara)

c) Menghitung wet flue gas produced (w)

Dengan diketahuinya excess air, jenis bahan bakar dan HHV dari bahan bakar maka dapat dihitung jumlah udara basah yang dihasilkan dari proses pembakaran dengan simbol w. Dengan diketahuinya jumlah udara untuk pembakaran maka nantinya dapat dihitung nilai flue gas loss.

[ ( ) ]

W=wet flue gas produced (Ib/Ib) E=excess air (%) HHV=higher heating value (Btu/Ib) A=konstanta pembakaran bahanbakar =750 untuk batubara low rank coal d) Wet flue gas loss (L)

Dengan diketahui wet flue gas

produced (w), HHV dari bahan bakar, flue gas temperature (Tf) dan ambient

temperature (Ta) maka dapat dicari

nilainya. flue gas loss (L) dengan rumus berikut.

L=wet flue gas loss (%)

W=wet flue gas produced (Ib/Ib) cp= specific heat = 0,27 untuk batubara Tf=flue gas temperature (oF) Ta=ambient temperature (oF)

(4)

HHV=Higher heating value (Btu/Ib) LHV=Lower heating value (Btu/Ib) e)Menghitung efisiensi pembakaran

Dengan diketahui losses yang terjadi maka efisiensi pembakaran dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut.

L = wet flue gas loss (%)

Z = radiation and convection loss (%) U = uncounted loss (%)

Nilai efisiensi yang dihitung menggunakan rumus di atas adalah

combustion efficiency LHV based. Untuk

mencarinilai combustion efficiency HHV

based dapat dihitung dengan rumus

sebagai berikut.

HHV=Higher heating value (Btu/Ib) LHV=Lower heating value (Btu/Ib)

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Efisiensi pembakaran

Berikut ini adalah hasil perhitungan efisiensi pembakaran PC boiler secara aktual yang kemudian dibandingkan

dengan efisiensi pembakaran pada saat

commisioning. Perhitungan dilakukan pada

saat beban 50 % sampai dengan 100 %. Dari tabel di bawah terlihat efisiensi pembakaran commisioning lebih tinggi daripada aktual. Hal ini dikarenakan beberapa hal diantaranya adalah excess air, temperatur gas buang dan kualitas batubara yang digunakan. Excess air dan temperatur gas buang berbanding terbalik dengan efisiensi pembakaran. Dengan kualitas batubara yang lebih baik dapat berpengaruh terhadap efisiensi pembakaran. Semakin tinggi kualitas batubara maka semakin tinggi efisiensi pembakaran. Excess air (%) aktual commisioning beban 50% 75 71 75% 35 30 100% 18 15

temperatur gas buang (oC)

aktual commisioning beban 50% 165 127 75% 170 150 100% 176 163 efisiensi pembakaran aktual commisioning beban 50% 81,80% 85,40% 75% 83,50% 86,01% 100% 84,90% 86,09% HHV (kcal/kg) 4300 5270

(5)

Hubungan NOx dan oksigen

Grafik di atas adalah grafik NOx vs oksigen yang dibagi menjadi 2 yaitu grafik dengan oksigen kurang dari 7 % yang berwarna biru dan grafik dengan oksigen lebih dari 7 % yang berwarna merah. Untuk grafik NOx dengan oksigen kurang dari 7 % terlihat bahwa NOx berbanding lurus dengan oksigen. Semakin tinggi nilai oksigen semakin tinggi NOx terbentuk. Semakin banyak oksigen yang ada maka kemungkinan terjadinya reaksi oksigen dan nitrogen akan semakin besar sehingga NOx yang terbentuk akan semakin banyak seiring meningkatnya oksigen. Namun hal ini terjadi hanya sampai oksigen mencapai 7 %. Ketika oksigen lebih dari 7 % terlihat bahwa NOx berbanding terbalik dengan oksigen. Semakin tinggi oksigen maka semakin sedikit NOx yang terbentuk. Hal ini bisa terjadi karena dengan oksigen yang banyak berarti jumlah udara berlebih yang

dimasukkan ke dalam pembakaran semakin tinggi sehingga proses mixing antara udara dan bahan bakar semakin baik. Mixing yang baik ini akan mengurangi jumlah NOx yang terbentuk.

5. KESIMPULAN DAN SARAN

1. Untuk beban 50 – 100 %, Efisiensi pembakaran aktual mencapai 80,2 % - 84,7 % sedangkan comisioning 85,3 % - 86%.

2. Efisiensi pembakaran PC boiler secara aktual lebih rendah daripada commisioning dikarenakan perbedaan kualitas batubara, temperatur gas buang dan excess air.

3. Excess air dan temperatur gas buang berbanding terbalik dengan efisiensi pembakaran 0 100 200 300 400 0 2 4 6 8 10 12 NOx (mg/m3) oksigen (%)

NOx vs oksigen

(6)

4. NOx mencapai nilai maksimum ketika oksigen bernilai kurang lebih 7 %

5. Perlu dilakukan penekanan excess air untuk mencapai efisiensi maksimum dan NOx minimum

6. DAFTAR PUSTAKA

1. Babcock and Wilcox, Steam /Its

Generation and Use, Babcock and

Wilcox Company, United States of America, 1978.

2. Chengel, Yunus A.,

Thermodynamics-An Engineering Approach,

McGraw-Hill, 1994.

3. Djokosetyardjo, M.J.,KetelUap, PT PradnyaParamita, Jakarta, 1987.

4. Ganapathy, V, Industrial Boilers and

Heat Recovery Steam Generators, New

York, 2003

5. IrsanHelmi, SkripsiPerancangan Boiler

untuk PLTU Berkapasitas 7MW,

Universitas Indonesia, 2005.

6. GamaEsa, SkripsiAnalisi Perbandingan

Efisiensi Termal Steam Boiler dengan Menggunakan Bahan Bakar Gas Alam dan Residu, Universitas Indonesia,

2009 7. www.einstrumentsgroup.com 8.http://www.alentecinc.com/papers/NOx/ The%20formation%20of%20NOx_files /The%20formation%20of%20NOx.htm 9. www.boilerenergyefficiency.com

Gambar

Grafik  di  atas  adalah  grafik  NOx  vs  oksigen yang dibagi menjadi 2 yaitu grafik  dengan  oksigen  kurang  dari  7  %  yang  berwarna  biru  dan  grafik  dengan  oksigen  lebih  dari  7  %  yang  berwarna  merah

Referensi

Dokumen terkait

Gambar 4.6 Grafik hubungan enthalpy uap, tekanan superheater, suhu air umpan, dan produksi uap dengan efisiensi boiler ...4.

Dari hasil analisis didapatkan kesimpulan berupa pengoperasian Coal Feeder berperan penting dalam keandalan dan efisiensi proses pembangkitan energi listrik PLTU Jeneponto

Dari hasil analisa yang telah dilakukan maka hubungan variasi tekanan superheater dengan efisiensi boiler tidak konstan naik melainkan naik turun, hubungan variasi suhu

vi Analisis Termodinamika pengaruh Temperatur Ekstraksi Turbin High Presure untuk Feedwater Heater terhadap Heat rate dan Efisiensi Boiler pada PLTU Teluk Balikpapan 2x110 MW

Selain itu dengan penggunaan economiser pada mesin boiler tersebut dapat meningkatkan efisiensi kerja mesin, hal ini dikarenakan pemanfaatan panas gas buang untuk memanaskan terlebih

Penelitian dilakukan untuk mendapatkan hubungan variasi tekanan superheater dengan efisiensi boiler, hubungan variasi suhu air umpan dengan efisiensi boiler, dan pengaruhnya terhadap konsumsi bahan