• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KINERJA METODE LUCY-RICHARDSON DAN BLIND DECONVOLUTION

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS KINERJA METODE LUCY-RICHARDSON DAN BLIND DECONVOLUTION"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

62 Jurnal Teknologi Rekayasa Volume 22 No.1, April 2017

ANALISIS KINERJA METODE LUCY-RICHARDSON DAN BLIND DECONVOLUTION

Dian Eka Apriliyani

Jurusan Teknik Informatika, Universitas Gunadarma [email protected]

Abstrak

Deblurring merupakan operasi restorasi citra yang bertujuan untuk mengurangi efek blur atau kekaburan pada citra, sehingga citra terlihat lebih baik. Efek blur dapat terjadi akibat pergerakan dari suatu objek yang disebut motion blur, serta akibat kurang fokusnya pada saat pengambilan gambar disebut gaussian blur. Metode yang digunakan dalam proses deblurring adalah metode Lucy Richardson dan Blind Deconvolution. Kedua metode ini diujicobakan untuk diukur kinerjanya. Pengukuran kinerja dari kedua metode ini dilakukan menggunakan parameter perhitungan nilai PSNR. Proses deblurring memanfaatkan pengetahuan tentang proses terjadinya citra terdegradasi, salah satunya adalah nilai PSF, akan tetapi pada citra asli yang sudah mengalami blur akan sulit diketahui nilai PSFnya. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan perkiraan PSF dengan menggunakan UnderPSF, InitPSF, dan OverPSF. Penelitian ini didukung dengan menggunakan program komputer Matlab R2011a untuk merestorasi citra digital. Metode Blind Deconvolution memberikan nilai PSNR yang lebih besar dibandingkan dengan Lucy Richardson yang berarti metode Blind Deconvolution lebih baik dalam merestorasi citra karena semakin besar nilai PSNR semakin baik hasil citra. Kata Kunci : Deblurring, Gaussian, Lucy Richardson, Blind Deconvolution

PERFORMANCE ANALYSIS OF LUCY-RICHARDSON ANDBLIND

DECONVOLUTIONMETHODS Abstract

Deblurring is an image restoration operation to decrease the blur effect or blur on the image, so the image seen well. The blur effects occur due to the object movement called motion blur, and by the lack of focus during the image shooting called gaussian blur. The methods for deblurring are Lucy Richardson andBlind Deconvolution methods. Both methods are been tested to be measure its performance. The measuring of the performance from this both methods are conducted using PSNR value calculation parameters. The deblurring process utilize the knowledge concerning the occurrence process of image degradation, one of them is PSF score, but on the original image that has blur experience PSF score will be difficult to know. Therefore, on this research PSF estimation is been conducted by using UnderPSF, InitPSF, and OverPSF. To restore digital images the research is been supported with Matlab R2011a computer programs. The Blind Deconvolution gives bigger PSNR score compare to theLucy Richardson it means the Blind Deconvolution method is better in image restoration because the bigger PSNR score the better the image result.

(2)

Apriliyani, Analisis Kinerja ... 63

PENDAHULUAN

Pada perkembangan teknologi yang canggih seperti sekarang ini, fasilitas dalam pengambilan gambar atau memo-tret menjadi salah satu tujuan utama pada sebuah gadget. Fasilitas ini sangat ber-guna untuk mengabadikan setiap kejadian yang akan menjadi kenangan dimasa yang akan datang, yang hanya terjadi satu kali dan tidak dapat diulang, selain itu dari sebuah gambar atau citra juga bisa terdapat sebuah informasi.

Tidak semua gambar dapat lang-sung digunakan karena kualitas citra yang dihasilkan kurang bagus atau perlu diolah terlebih dahulu sehingga bisa disimpan atau digunakan untuk sebuah informasi. Masalah yang umum terjadi adalah ka-rena ketidakjelasan atau kekaburan pada suatu gambar disebut dengan blur yang merupakan suatu kesalahan pada saat pengambilan citra.

Blur terjadi akibat tidak didapatkan kefokusan pada objek. Terdapat dua jenis kekaburan (blur) yang sering dialami oleh para pengambil citra, antara lain Gaus-sian Blur dan Motion Blur. GausGaus-sian blur merupakan suatu kekaburan pada citra yang diakibatkan karena titik fokus dari objek yang akan diambil gambarnya, sedangkan motion blur adalah kekaburan pada citra yang diakibatkan karena adanya gerakan pada objek pada saat pengambilan citra dengan kamera. Oleh karena itu, diperlukan suatu proses untuk menanggulangipermasalahan tersebut [6].

Deblurring merupakan salah satu operasi restorasi citra yang bertujuan untuk mengurangi efek blur. Deblurring memiliki beberapa metode, antara lain filtering yang bekerja dengan metode iteratif, yaitu algoritma Lucy-Richardson dan Blind-Deconvolution. Berdasarkan percobaan tentang teknik deblurring secara cepat, menyebutkan bahwa metode Lucy-Richardson pilihan tepat untuk memulihkan kekaburan pada citra [2]. Metode Lucy-Richardson ini efektif jika nilai PSF diketahui dan terkandung sedikit nosie pada citra, sedangkan Blind Deconvolution adalah sebuah metode yang dapat digunakan untuk merestorasi citra yang mengalami efek blur tanpa harus mengetahui nilai PSF.

METODE PENELITIAN

Alur penelitian merupakan penje-lasan mengenai tahap-tahap secara siste-matis dan logis yang akan dilakukan untuk penelitian ini. Pada setiap tahap saling berhubungan antara tahap satu dengan lainnya hingga tahap penelitian yang terakhir. Penelitian yang dilakukan yaitu pengukuran kinerja pada metode Lucy-Richardson dan Blind Deconvolu-tion kemudian menganalisis hasil yang lebih baik dari pengukuran tersebut. Untuk melakukan pengujian ini dibantu oleh aplikasi program komputer. Gambar 1 adalah langkah-langkah penelitian yang dilakukan.

(3)

64 Jurnal Teknologi Rekayasa Volume 22 No.1, April 2017

Studi literatur merupakan tahap pertama pada alur penelitian untuk men-dapatkan parameter yang digunakan seba-gai bahan pengukuran kinerja metode-metode penelitian ini dari beberapa jurnal, parameter yang digunakan dalam metode ini adalah PSNR atau biasa disebut peak signal-to-noise ratio. Tahap pengumpulan data merupakan tahap untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, data yang dikum-pulkan berupa citra blur berwarna dengan jenis blur, Gaussian blur dan Motion blurberformat .jpg yang digunakan seba-gai input data. Setelah data yang dibutuh-kan sudah didapatdibutuh-kan, langkah selanjut-nya adalah melakukan pengukuran kiner-ja. Tahap pengukuran kinerja merupakan tahap pengukuran kinerja masing-masing metode untuk kemudian dibandingkan kinerja mana yang lebih baik dalam melakukan proses deblurring. Pada tahap ini, dimulai dengan input citra berwarna diubah menjadi citra grayscale, tujuan dari perubahan jenis citra ini untuk mem-percepat proses perhitungan, menghemat memori komputer, dan juga syarat untuk perhitungan proses berikutnya atau perhi-tungan PSNR.

Setelah itu dilakukan proses deblurring. Pada proses deblurring terda-pat dua metode yang dibutuhkanyaitu menggunakan metode Lucy-Richardson dan Blind Deconvolution. Pada kedua metode dilakukan proses deteksi tepi untuk mengurangi noise yang ada pada citra blur, selanjutnya mengalikan nilai iterasi atau pengulangan proses karena ada beberapa gambar jika iterasi terlalu besar maka gambar tersebut bisa menimbulkan artifak atau guratan noise hasil porses perbaikan citra.Pada tahap terkahir proses deblurring melakukan pengukuran kinerja dari kedua metode, parameter yang digunakan adalah perhitungan PSNR. Untuk mendapatkan nilai PSNR, terlebih dahulu melakukan

perhitungan MSE (Mean Square Error). Perhitungan MSE adalah nilai error kuadrat rata-rata antara citra asli dengan citra hasil restorasi. Setelah nilai MSE didapatkan, maka memasukkan nilai ter-sebut kedalam rumus PSNR. Hasil perhitungan PSNR, jika semakin besar nilai PSNR maka hasil kualitas citra deblurring semakin. Tahap terakhir dari alur penelitian ini adalah menganalisis hasil yang didapatkan dari semua proses uji coba penlitian ini.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Jenis data yang digunakan adalah citra berwarna mengalami jenis blur berbeda yaitu Gaussian Blur dan Motion Blur, dan citra tersebut berformat .jpg. Citra yang digunakan pada masing-masing jenis blur citra menggunakan citra berupa manusia, hewan, bunga, dan bangunan.

Citra asli dikonversikan menjadi citra grayscale untuk mempermudah perhitungan terhadap nilai PSNR pada masing-masing metode, karena syarat utama dalam perhitungan PSNR adalah citra harus memiliki dua dimensi yaitu M x N.

Pada tahap uji coba ini, citra asli direstorasi dengan operasi deblurring menggunakan metode Lucy-Richardson dan Blind Deconvolution dengan jenis blur, Gaussian blur dan Motion blur. Pengujian ini dibutuhkan nilai iterasi untuk membantu mendapatkan hasil proses restorasi yang lebih baik. Nilai iterasi pada masing-masing metode yang diujicobakan yaitu 1, 5, 10.

Jenis blur yang akan diujicobakan pada metode ini yaitu Gaussian blur dan Motion blur. Tabel 1 merupakan hasil citra Gaussian blur yang telah direstorasi menggunakan metode Lucy-Richardson, sedangkan pada Tabel 1 merupakan restorasi hasil citra Motion blur.

(4)

Apriliyani, Analisis Kinerja ... 65

Tabel 1. Hasil Citra Gaussian Blur Metode Lucy-Richardson

Tabel 2. Hasil Citra Motion Blur Metode Lucy-Richardson

Metode Blind Deconvolution

Sama seperti metode Lucy-Richard-son, jenis blur yang digunakan untuk uji coba yaitu Gaussian blur dan Motion blur. Tabel 3 merupakan hasil citra

Gaus-sian blur yang telah direstorasi meng-gunakan Blind Deconvolution, sedangkan Tabel 4 merupakan restorasi hasil citra Motion blur.

(5)

66 Jurnal Teknologi Rekayasa Volume 22 No.1, April 2017

Tabel 3. Hasil Citra Gaussian Blur Metode Blind Deconvolution

Tabel 4. Hasil Citra Motion Blur Metode Lucy-Richardson

Tahap pengukuran kinerja adalah melakukan perhitungan dari kedua meto-de menggunakan parameter perhitungan PSNR, perhitungan PSNR ini digunakan agar hasil proses deblurring terbaik yang didapatkan lebih akurat.

Berdasarkan hasil uji coba pada Tabel 1 dan 2 secara penglihatan mata pada iterasi ke 1 mendapatkan hasil lebih baik dan noise yang terkandung pada citra yang mengalami Gaussian blur dan

Motion blur sedikit berkurang diban-dingkan dengan iterasi ke 5 dan ke 10, bahkan pada iterasi ke 10 citra yang dihasilkan muncul artifact atau guratan noise hasil proses dekonvolusi. Tidak hanya pada metode Lucy-Richardson saja yang menghasilkan citra lebih baik pada iterasi ke 1, tetapi juga pada hasil citra metode Blind Deconvolution yang ter-dapat pada Tabel 3 dan 4 menter-dapatkan hasil yang sama.

(6)

Apriliyani, Analisis Kinerja ... 67

Tabel 5. Nilai PSNR Menggunakan Gaussian Blur

Gaussian Blur Lucy-Richardson Blind Deconvolution

Citra\Jumlah Iterasi 1 5 10 1 5 10

mbah.jpg 58.1877 58.1434 58.1167 71.9674 69.8782 69.7792 kelinci.jpg 59.9397 59.9349 59.9255 80.9958 74.7432 74.5924 bunga.jpg 64.6037 64.3163 64.2257 74.5753 72.1553 71.8152 museum.jpg 57.1306 56.934 56.5691 63.04 60.8054 60.6504

Tabel 6. Nilai PSNR Menggunakan Motion Blur

Motion Blur Lucy-Richardson Blind Deconvolution

Citra\Jumlah Iterasi 1 5 10 1 5 10

ball.jpg 64.5849 64.1287 63.0856 71.0452 68.3648 64.5487 lari.jpg 67.1593 66.2308 64.0081 68.0244 65.9539 63.0018 mawar.jpg 67.5448 67.5277 67.4376 76.1164 75.3446 73.6955 gundar.jpg 65.0751 65.0481 64.908 71.659 70.8881 69.6357

Uji coba penelitian ini diukur dengan menggunakan perhitungan PSNR, hasil citra dapat dikatakan lebih baik jika nilai PSNR yang didapatkan lebih besar dibandingkan dengan yang lain. Ber-dasarkan hasil uji coba pada Tabel 5 dan 6nilai PSNR yang didapatkan dari metode Lucy-Richardson pada masing-masing gambar jenis Gaussian Blur dan Motion Blur mendapatkan nilai yang lebih besar pada iterasi ke 1 dibandingkan dengan iterasi ke 5 dan ke 10 yang cenderung menurun. Nilai yang didapatkan pada masing-masing citra jenis Gaussian Blur yaitu, gambar manusia 58.1877, hewan 59.9397, bunga 62.3563, bangunan 57.1306, sedangkan nilai pada gambar jenis Motion Blur, manusia 64.5849, hewan 67.1593, bunga 67.5448, dan bangunan 65.0751. Sama seperti Lucy-Richardson pada Blind Deconvolution juga mendapatkan nilai PSNR yang lebih besar pada iterasi ke 1 pada kedua jenis blur, tetapi nilai PSNR pada masing-masing gambar menggunakan metode ini cenderung lebih besar dibandingkan

dengan metode Lucy-Richardson, Nilai yang didapatkan pada masing-masing gambar jenis Gaussian Blur yaitu, gambar manusia 71.9674, hewan 80.9958, bunga 73.9358, manusia 63.04, sedangkan nilai pada gambar jenis Motion Blur, manusia 71.0452, hewan 68.0244, bunga 76.1164, bangunan 71.659. Terdapat perbedaan nilai cukup signifikan yang dihasilkan dari kedua metode tersebut dan metode Blind Deconvolution mendapatkan nilai PSNR lebih besar yang artinya semakin besar nilai PSNR semakin baik citra yang dihasilkan setalah dilakukan proses restorasi citra. Dan dibandingkan lagi antara metode Lucy-Richardson dengan Blind Deconvolution, nilai PSNR yang didapatkan lebih besar citra yang diha-silkan dari metode Blind Deconvolution, sebagai contoh pada gambar mbah.jpg yang mengalami Gasussian blur pada Lucy-Richardson mendapatkan nilai PSNR 58.1877 sedangkan hasil dari me-tode Blind Deconvolution mendapatkan nilai PSNR 71.9674.

(7)

68 Jurnal Teknologi Rekayasa Volume 22 No.1, April 2017

SIMPULAN DAN SARAN

Hasil pengukuran kinerja pada metode Lucy-Richardson pada iterasi ke 1 lebih besar dibandingkan dengan iterasi ke 5 dan 10 yang mendapatkan nilai PSNR relatif menurun. Citra yang diha-silkan dari metode ini cenderung lebih gelap dari citra blur asli.

Hasil dari pengukuran kinerja pada metode Blind Deconvolution sama se-perti Lucy-Richardson, nilai PSNR yang didapatkan lebih besar pada iterasi ke-1 tetapi citra yang dihasilkan dari proses deblurring lebih terang.

Pengukuran kinerja dari kedua me-tode ini menggunakan parameter PSNR dan dilakukan beberapa iterasi, iterasi yang digunakan adalah iterasi ke 1, 5 dan 10, serta citra yang digunakan dalam penelitian ini yaitu citra manusia, hewan, bunga dan bangunan yang memiliki keru-sakan gambar dengan jenis GaussianBlur dan Motion Blur. Terdapat perbedaan nilai cukup signifikan yang dihasilkan dari kedua metode tersebut dan metode Blind Deconvolution mendapatkan nilai PSNR lebih besar dibandingkan Lucy-Richardson yang artinya citra yang dihasilkan pada proses deblurring oleh Blind Deconvolution lebih baik.

Aplikasi deblurring dibuat untuk mendukung dalam menganalisis kinerja metode Lucy-Richardson dan Blind De-convolution untuk mendapatkan metode terbaik dari restorasi citra. Citra yang digunakan pada penelitian ini sudah mengalami blur jenis Gaussian blur dan Motion blur, oleh karena itu sulit diketahuinya nilai PSF yang terdapat pada citra.

Penelitian ini masih jauh dari kata sempurna, masih banyak kekurangan. Pa-da penelitian selanjutnya Pa-dapat mengha-silkan yang lebih baik dengan menggu-nakan paramater pengukuran kinerja yang lain. Hasil citra yang didapatkan dari proses deblurring juga sudah rgb tidak grayscale.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Abdul Kadir. 2014. Dasar Pengolahan Citra dengan DELPHI. Yogyakarta: Andi Publisher.

[2] Al-Ameen, Zohair. 2012. “A Comprehensive Study on Fast Image Deblurring Techniques”. International Journal of Avanced Scienxe and Technology. Vol. 44. No 1. Hal 1-10.

[3] Al-Amri, Salem Saleh. 2010. “Deblured Gaussian Blurred Images”. Journal of Computing. Vol. 2. No 4. Hal 33-35.

[4] Feriza A Irawan. 2012. Buku Pintar

Pemrograman MATLAB.

Yogyakarta: MediaKom.

[5] Ramadevi, Y, et al. 2010. “Segmentation anda Object Recognition Using Edge Detection Techniques”. International Journal of Computer Science and Information Technology. Vol. 2. No 6. Hal 153-161.

[6] Rinaldi Munir. 2004. Pengolahan Citra Digital dengan Pendekatan

Algoritmik. Bandung:

PenerbitInformatika.

[7] Sharma, Pratibha. 2014. “Blind Deconvolution Deblurring Technique In Image Processing”. International Journal for Research in Applied Science and Engineering Technology. Vol. 2. No 9. Hal 355-359.

[8] Thakur, Madri. 2014. “Image

Restoration Based On

Deconvolution by Richardson Lucy Algorithm”. International Journal of Engineering Trends and Technology. Vol. 14. No 4. Hal 161-165.

[9] T. Sutoyo. et al. 2009. Teori Pengolahan Citra Digital. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

[10] The Matworks, Inc. 2004, “Understanding Deblurring”.

(8)

Apriliyani, Analisis Kinerja ... 69

http://www.mathworks.com/help/i

mages/understanding-deblurring.html#bqqhk6c. Diakses pada tanggal 14 April 2014.

[11] Yeka Hendriyani. 2012. “Restorasi Citra Kabur (Blur) Menggunakan

Algoritma Lucy-Richardson”. Jurnal Teknologi Informasi dan Pendidikan. Vol. 5. No 2. Hal 166-174.

Gambar

Tabel 1. Hasil Citra Gaussian Blur Metode Lucy-Richardson
Tabel 3. Hasil Citra Gaussian Blur Metode Blind Deconvolution
Tabel 5. Nilai PSNR Menggunakan Gaussian Blur

Referensi

Dokumen terkait

memiliki strategi untuk mengatasi kendala kunjungan ke guru yaitu dengan pertemuan KKG (Kelompok Kerja Guru). Dalam KKG segala hambatan yang menyangkut administrasi dapat

Penelitian ini merupakan metode penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan versi ADDIE. Adapaun tahapan dalam penelitian ini adalah :

Air (H2O) terutama air yang bisa diminum perlu menjadikan perhatian, air merupakan sumber kehidupan yang dibutuhkan seluruh makluk di. Air yang bisa diminum air

Pengaruh tanggung jawab sosial terhadap citra perusahaan menurut Grahame dalam Hardepp (2006:14) bahwa sebuah citra perusahaan yang baik selalu menandakan kepercayaan

Pemahaman ini sejalan dengan konsep yang disampaikan Roestiyah, Brainstorming adalah suatu teknik atau cara mengajar yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas, ialah

Sehubungan dengan hal tersebut kami mohon ijin dan bantuan bagi mahasiswa yang bersangkutan agar dapat mengambil data di tempat Bapak/Ibu. Demilaan pennohonan

a. Jenis penelitian ini diperuntukkan bagi dosen baru dengan kepangkatan asisten ahli. Selain untuk kepentingan akademik, adanya penelitian ini juga dimaksudkan

pesantren menganggap politik bisa dijadikan sebagai salah satu alat perjuangan dan mempermudah dakwah mereka, mereka berpendapat partai politik sebagai alat perjuangan