• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI DAFTAR ISI... 1 DAFTAR TABEL... 4 DAFTAR GAMBAR... 5 DAFTAR SINGKATAN... 6 BAB I PENDAHULUAN... 9 BAB II KEGIATAN INTERNAL...

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR ISI DAFTAR ISI... 1 DAFTAR TABEL... 4 DAFTAR GAMBAR... 5 DAFTAR SINGKATAN... 6 BAB I PENDAHULUAN... 9 BAB II KEGIATAN INTERNAL..."

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

1

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ... 1

DAFTAR TABEL ... 4

DAFTAR GAMBAR... 5

DAFTAR SINGKATAN ... 6

BAB I PENDAHULUAN ... 9

BAB II KEGIATAN INTERNAL ... 10

2.1 Kegiatan Utama Subdit Tata Ruang ... 10

2.1.1 Koordinasi Perencanaan ... 10

2.1.2 Selaku Anggota Pokja I BKPRN ... 11

2.1.3 Selaku Anggota Pokja III BKPRN ... 12

2.1.4 Selaku Anggota Pokja IV BKPRN ... 12

2.1.5 Workshop Green Building and Accessiblity Towards Smarter Green City ... 12

2.1.6 FGD Kajian Pengaruh Kebijakan Konservasi Sumber Daya Air di dalam DAS terhadap Sektor Kehutanan dan Sektor Lainnya ... 12

2.1.7 Kunjungan Kerja DPRD Provinsi Gorontalo ... 13

2.1.8 Kunjungan Kerja DPRD Kabupaten Luwu ... 13

2.1.9 Penyusunan Lampiran Pidato Kenegaraan Presiden RI Tahun 2015 ... 13

2.2 Kegiatan Utama Subdit Pertanahan ... 13

2.2.1 Penyusunan Renja K/L ... 13

2.2.2 Penyusunan Lampiran Pidato 2015 ... 14

2.2.3 Sosialisasi Peraturan Tanah Adat/Ulayat... 14

2.2.4 Koordinasi Penyepakatan Nomenklatur Kementerian ATR/BPN ... 14

2.2.5 Penyusunan Profil Pertanahan ... 14

2.2.6 Koordinasi Reforma Agraria ... 15

2.3 Kegiatan Utama Subdit Informasi dan Sosialisasi ... 15

2.3.1 Strategi Komunikasi ... 15

2.3.2 Pengelolaan Media Informasi dan Sosialisasi TRP ... 15

2.3.3 Sosialisasi Kajian TRP ... 17

2.3.4 Buletin TRP ... 17

2.3.5 Newsletter TRP ... 17

(3)

2

2.3.7 Pembangunan Manajemen Pengetahuan Bidang TRP ... 17

2.3.8 Inovasi Anugerah Pangripta Nusantara (APN) ... 18

2.3.9 Kajian Dukungan SCDRR 2015 ... 18

2.4 Kegiatan Utama Sekretariat Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional ... 18

2.4.1 Penyusunan Kajian : Harmonisasi Implementasi UU 41/1999 terhadap UU 26/2007 ... 18

2.4.2 Fasilitasi dan Mediasi : Integrasi Rperpres Kawasan Perbatasan dengan RPJMN ... 18

2.4.3 Penyusunan Laporan: Kegiatan BKPRN Semester 1/2015 ... 18

2.4.4 Pengembangan Media Komunikasi Bidang Penataan Ruang ... 19

2.5 Kegiatan Utama Sekretariat Reforma Agraria Nasional (RAN) ... 19

2.5.1 Rapat Koordinasi Sertipikasi Tata Batas Kawasan Hutan di Provinsi Kalimantan Tengah ... 19

2.5.2 Publikasi dan Sosialisasi Reforma Agraria Nasional ... 19

2.5.3 Kebijakan Pendaftaran Tanah Stelsel Positif ... 19

2.5.4 Koordinasi Program Agraria Daerah ... 19

2.6 Review Anggaran Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan Bulan Juli 2015 ... 19

BAB III KEGIATAN EKSTERNAL ... 21

3.1 Penyusunan Laporan dan Materi Sosialisasi ke Daerah ... 21

3.2 Pengembangan Kawasan Industri Konawe ... 21

3.3 Sosialisasi Perpres 38 Tahun 2015 Tentang Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur ... 22

3.4 Rapat Koordinasi Pembangunan Daerah Tertinggal, Kawasan Perbatasan, Kawasan Strategis dan Pengurangan Risiko Bencana ... 22

3.5 Konsolidasi Penyusunan Laporan PP 39/2006 Triwulan I dan II TA 2015 Kementerian PPN/Bappenas ... 22

3.6 Seminar Green Cities ... 23

3.7 Rapat Koordinasi Program Penataan Agraria dan Tata Ruang di Provinsi Kalimantan Utara ... 23

3.8 Penjajakan Rencana Pembangunan Kota Sofifi ... 24

3.9 Kajian Pengembangan Energi Baru Terbarukan ... 25

3.10 Penyusunan Pedoman Penataan Ruang Berbasis PRB terkait Peran K/L dalam Penataan Ruang Berbasis Risiko Bencana ... 25

3.11 Rapat Fasilitasi Penyusunan Dokumen Perencanaan RDTR di Kawasan Industri... 26

3.12 Pembahasan Usulan Perubahan Kegiatan dalam Rangka Penyusunan RKA-K/L Tahun 2016 ... 26

(4)

3

3.14 Rapat Koordinasi Penyediaan Peta Skala Besar 1:5.000 Tahun Anggaran 2015... 27

3.15 Rapat Penyempurnaan Substansi dan Redaksi RTR KSN Perbatasan Negara di Aceh– Sumatera Utara; Riau–Kepulauan Riau; Sulawesi Utara –Gorontalo–Sulawesi Tengah– Kalimantan Timur–Kalimantan Utara ... 28

3.16 Pembahasan Rencana Perpanjangan Program Protarih ... 28

3.17 Paparan Konsep Pembangunan Kota Baru oleh Dit. Perkotaan dan Perdesaan, Bappenas ... 29

3.18 Persiapan Seminar Adat Ulayat dan Pembahasan Materi Peraturan Menteri ATR No. 9 Tahun 2015 tentang Hak Komunal ... 30

3.19 Konsinyasi ke-3 Penyusunan Pedoman Penataan Ruang Berbasis Pengurangan Risiko Bencana... 30

3.20 Koordinasi Penyediaan Peta Skala Besar untuk RDTR ... 31

3.21 Rakernas Kedeputian Bidang Pengembangan Regional dan Otda: Rapat Diskusi Knowledge Management Kedeputian Regional ... 31

3.22 Rapat Evaluasi Rancangan Perda Tentang RTRW Provinsi Kalimantan Selatan ... 32

3.23 FGD Sinkronisasi Pemanfaatan Ruang di Kawasan Perbatasan ... 33

BAB IV RENCANA KEGIATAN ... 34

BAB V PENUTUP ... 41

(5)

4

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Statistik Situs TRP (trp.or.id) ... 15

Tabel 2. Statistik Pengunjung Portal (tataruangpertanahan.com) ... 16

Tabel 3. Rencana Kegiatan Subdit Tata Ruang ... 34

Tabel 4. Rencana Kegiatan Subdit Pertanahan ... 35

Tabel 5. Rencana Kegiatan Subdit Informasi dan Sosialisasi... 35

Tabel 6. Rencana Kegiatan Sekretariat BKPRN ... 37

(6)

5

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Statistik Pengunjung Situs TRP (trp.or.id) ... 16 Gambar 2. Statistik Pengunjung Portal (tataruangpertanahan.com) ... 16 Gambar 3. Target dan Realisasi Anggaran Direktorat TRP Bulan Juli 2015... 20

(7)

6

DAFTAR SINGKATAN

ADB : Asian Development Bank AMDAL : Analisis Dampak Lingkungan API : Adaptasi Perubahan Iklim APN : Anugerah Pangripta Nusantara APP : Alokasi Pendanaan Pembangunan AoI : Area of Interest

ATR : Agraria Tata Ruang

BAPPENAS : Badan Perencanaan Pembangunan Nasional BAPPEDA : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah BIG : Badan Informasi Geospasial

BINDA : Pembinaan Daerah BIROREN : Biro Perencanaan

BKPRD : Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah BKPRN : Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional

BKPP : Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan BLU : Badan Layanan Umum

BNPB : Badan Nasional Penanggulangan Bencana BPBD : Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPK : Badan Pemeriksa Keuangan

BPKP : Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan BPN : Badan Pertanahan Nasional

BPS : Badan Pusat Statistik BUMD : Badan Usaha Milik Daerah BUMN : Badan Usaha Milik Negara DIRJEN : Direktorat Jenderal DIT : Direktorat

DJA : Direktorat Jenderal Anggaran DPRD : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah FGD : Focus Group Discussion

FPRLH : Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup GI : Geospasial Informasi

GIS : Geographic Information System GUP : Ganti Uang Persediaan

INFOSOS : Informasi dan Sosialisasi

JICA : Japan International Cooperation Agency K/L : Kementerian/Lembaga

KEMHUT : Kementerian Kehutanan KEMDAGRI : Kementerian Dalam Negeri KEMENHUB : Kementerian Perhubungan KEMENKEU : Kementerian Keuangan KEMENKO : Kementerian Koordinator KEMEN PU : Kementerian Pekerjaan Umum

KKDT : Kawasan Khusus dan Daerah Tertinggal KKP : Kementerian Kelautan dan Perikanan KLH : Kementerian Lingkungan Hidup

(8)

7 KLHS : Kajian Lingkungan Hidup Strategis

KSN : Kawasan Strategis Nasional K/L : Kementerian/Lembaga KM : Knowlegde Management KRB : Kawasan Rawan Bencana KSN : Kawasan Strategis Nasional

KSPN : Kawasan Strategis Pariwisata Nasional

KSPPN : Kebijakan dan Strategi Pembangunan Perkotaan Nasional KTP : Kartu Tanda Penduduk

LAPAN : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional LIPI : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

LP2B : Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan LH : Lingkungan Hidup

LK : Lembar Kerja LS : Lungsum Salary

NSPK : Norma. Standar, Prosedur dan Kriteria OTDA : Otonomi Daerah

PERDA : Peraturan Daerah PERPRES : Peraturan Presiden

PERMENDAGRI: Peraturan Menteri Dalam Negeri PIC : Person in Charge

POKJA : Kelompok Kerja PP : Peraturan Pemerintah

PPNS : Penyidik Pegawai Negeri Sipil PRB : Pengelolaan Risiko Bencana

PROTARIH : Program Tata Ruang dan Investasi Hijau PU : Pekerjaan Umum

PUPR : Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat PUSDATIN : Pusat Data dan Informasi

RAN : Reforma Agraria Nasional RAPERDA : Rancangan Peraturan Daerah RAKERNAS : Rapat Kerja Nasional

RDTR : Rencana Detail Tata Ruang RENSTRA : Rencana Strategis

RKP : Rencana Kerja Pemerintah

RKPD : Rencana Kerja Pemerintah Daerah

RPJMD : Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah RPJMN : Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional RPJPN : Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional RTR : Rencana Tata Ruang

RTRW : Rencana Tata Ruang Wilayah

RTRWK : Rencana Tata Ruang Wilayah Kampung RTRWN : Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional RTRWP : Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi

RZWP3K : Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil SCDRR : Safer Community through Disaster Risk Reduction SDA : Sumber Daya Alam

(9)

8 SDM : Sumber Daya Manusia

SEB : Surat Edaran Bersama SIMTARU : Sistem Informasi Tata Ruang SK : Surat Keputusan

SOP : Standar Operating Procedure SOTK : Susunan Organisasi dan Tata Kerja SPM : Standar Pelayanan Minimal

STRATKOM : Strategi Komunikasi TARUNAS : Tata Ruang Nasional TRP : Tata Ruang dan Pertanahan UU : Undang-Undang

(10)

9

BAB I

PENDAHULUAN

Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan memiliki dua jenis kegiatan, yang dibagi menjadi: 1) kegiatan internal; dan 2) kegiatan eksternal. Kegiatan internal adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan sesuai dengan rencana kegiatan direktorat yang telah disusun pada awal tahun 2015. Khusus untuk kegiatan internal, kegiatan ini dijelaskan ke dalam bentuk kegiatan utama dan sub-kegiatan. Sedangkan kegiatan eksternal adalah kegiatan yang mengundang Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak luar. Umumnya, kegiatan ini bersifat koordinasi lintas sektor.

Pada laporan ini dijelaskan secara rinci pelaksanaan kegiatan yang telah dilaksanakan selama Bulan Juli 2015 oleh Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan. Laporan ini merupakan tanggung jawab pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan dalam mengelola perencanaan pembangunan bidang Tata Ruang dan Pertanahan, yang dijabarkan ke dalam kegiatan Sub Direktorat Tata Ruang, Sub Direktorat Pertanahan, Sub Direktorat Informasi dan Sosialisasi, Sekretariat Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional (BKPRN), dan Sekretariat Reforma Agraria Nasional (RAN).

(11)

10

BAB II

KEGIATAN INTERNAL

Untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat pencapaian kinerja atas kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan, Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan secara rutin melaksanakan evaluasi kinerja seluruh bagian melalui mekanisme rapat rutin internal yang diselenggarakan setiap minggu dan setiap bulan.

Evaluasi kinerja dilakukan dengan maksud untuk dapat mengetahui dengan pasti apakah pencapaian hasil, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam pelaksanaan rencana kerja dapat dinilai dan dipelajari untuk perbaikan pelaksanaan rencana pembangunan dimasa mendatang. Fokus utama evaluasi diarahkan kepada keluaran (output) dari pelaksanaan rencana kerja. Berikut rangkuman laporan pelaksanaan kegiatan internal baik kegiatan utama maupun kegiatan pendukung.

2.1

Kegiatan Utama Subdit Tata Ruang

2.1.1 Koordinasi Perencanaan

Sebagai bagian dari koordinasi perencanaan tata ruang, Subdit Tata Ruang telah hadir dan memberikan masukan dalam beberapa rapat, diantaranya:

1. Rapat Koordinasi Pembangunan Daerah Tertinggal, Kawasan Perbatasan, Kawasan Strategis dan Pengurangan Resiko Bencana.

Dalam rapat tersebut dilakukan pembahasan tentang belum adanya roadmap pembagian tugas antara Kementerian ATR dan BNPP terkait penyusunan RDTR di kawasan perbatasan, serta belum optimalnya upaya dalam menginternalisasi pengurangan risiko bencana dalam kerangka pembangunan berkelanjutan di Pusat dan Daerah. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, akan dilakukan penyepakatan dalam mekanisme pembagian tugas antara BNPP dengan Kementerian ATR terkait penyusunan RDTR. BNPP juga akan melakukan penyusunan list lokasi prioritas yang perlu disusun RDTRnya. 2. Rapat Koordinasi Penyediaan Peta Skala Besar untuk RDTR

Rapat ini diselenggarakan pada tanggal 29 Juli 2015 di Ruang Rapat 204, dihadiri oleh BIG, LAPAN, Kementerian ATR, Dit. Pengembangan Wilayah Bappenas, dan Dit. Industri, IPTEK, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bappenas. Tujuan diselenggarakannya rapat tersebut adalah untuk mengkoordinasikan penyediaan CSRT untuk penyusunan peta skala besar 1:5000 antara BIG, LAPAN dan Kementerian ATR. Sudah ada kesepakatan terkait anggaran maupun spesifikasi CSRT antara BIG dan LAPAN. Mekanisme perjanjian kerjasama dan penunjukan langsung juga telah disepakati oleh BPKP. Hal yang masih menjadi persoalan adalah karena belum sepakatnya Kementerian ATR untuk membantu pendanaan penyediaan CSRT mengingat terdapat anggaran sebesar 101 M untuk penyediaan peta. Kementerian ATR diharapkan dapat berkontribusi karena jika CSRT belum dimiliki maka pembuatan peta tematik pun sulit untuk dilakukan. Terkait pemilihan lokasi sebaiknya merujuk pada roadmap yang dibuat Kementerian ATR terkait lokasi prioritas penyusunan RDTR yaitu sebanyak 1400 lokasi.

3. Rapat Fasilitasi Penyusunan Dokumen Perencanaan RDTR di Kawasan Industri Rapat ini diselenggarakan pada tanggal 9 Juli 2015 di Kementerian Perindustrian yang bertujuan untuk mendiskusikan pengadaan peta dan kesepakatan luasan delineasi RDTR untuk kawasan industri. Kementerian ATR/BPN hingga saat ini belum selesai

(12)

11 mendelineasi seluruh wilayah RDTR di kawasan industri, terutama di Wilayah I (Sumatera dan Kalimantan). Pada kawasan industri yang lain, BIG berencana menggunakan data CSRT (Citra Tegak Satelit Resolusi Tinggi), namun pendanaan BIG tidak mampu untuk menyediakan foto udara. Selanjutnya, diperlukan pertemuan dengan Kementerian ATR/BPN, Kemenperin, Bappenas (termasuk Dit. PW dan Dit. IPTEK), LAPAN, dan BIG untuk membahas mekanisme pendanaan penyediaan peta RDTR di Kementerian Teknis selain BIG dan LAPAN. Kementerian ATR/BPN akan melanjutkan pendelineasian berdasarkan data shp dari Kemenperin dan perkiraan delineasi lokasi yang akan dilewati foto udara dari BIG.

4. Rapat Percepatan Pembangunan Infrastruktur Perumahan dan Permukiman Tahun 2015-2019

Rapat ini diselenggarakan di Diamond Ballroom Arion Swiss Belhotel pada tanggal 7 Juli 2015, dengan tujuan untuk membahas isu-isu utama lintas sektor yang akan dihadapi dan strategi koordinasi yang diperlukan dalam mencapai terget Universal Akses 100-0-100 pada tahun 2019. Strategi koordinasi yang dilakukan adalah dengan mengkolaborasikan program-program K/L yang terkait, penggabungan Pokja AMPL dan Pokja PKP serta dengan melakukan sinkronisasi kegiatan antar sektor (penggunaan pedoman yang sama, basis data yang komprehensif, fokus kegiatan yang terfokus, pemanfaatan pendanaan dari dana dekonsentrasi dan penetapan payung hukum implementasi). Selain itu, adapun pembahasan mengenai rencana penyelenggaraan KSAN pada Bulan November 2015, meskipun hingga saat ini terkait tema dan konsep masih tentatif.

2.1.2 Selaku Anggota Pokja I BKPRN

Selaku anggota Pokja I BKPRN, Subdit Tata Ruang telah hadir dan memberikan masukan pada 3 (tiga) kegiatan yang diselenggarakan pada Bulan Juni 2015, yaitu:

1. Rapat Evaluasi Raperda RTRW Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2015-2034. Dalam evaluasi RTRW Provinsi Kalimantan Tengah masih adanya perbedaan luasan kawasan hutan, baik antara yang ditetapkan oleh KLHK dengan yang tercantum di dalam draft Ranperda RTRW Provinsi Kalimantan Tengah. Selanjutnya, perlu dilakukan pengecekan kembali terhadap substansi RTRW Provinsi Kalimantan Tengah terkait masukan yang diberikan K/L yang hadir. Terkait perluasan kawasan hutan harus ada clean and clear sebelum dilakukan evaluasi lebih lanjut.

2. Penyempurnaan Substansi dan Redaksi RTR KSN Perbatasan Negara di Aceh dan Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Riau-Kep. Riau, Provinsi Sulawesi Utara- Gorontalo-Sulawesi Tengah-Kalimantan Timur-Kalimantan Utara.

Hal-hal yang dibahas dalam rapat ini antara lain, sumber peta yang masih menggunakan SK Menhut tahun 1986 dan 1999. Dari 9 (Sembilan) RTR Kawasan Perbatasan Negara, 5 sudah ditetapkan melalui Perpres; 3 berstatus Rperpres, dan 1 berstatus materi teknis (RTR Perbatasan laut Lepas). Garis pantai dalam Rperpres menggunakan peta RBI tahun 2011 skala 1:50.000, sedangkan batas NKRI menggunakan Peta batas NKRI Agustus 2014 dan update status ZEE Laut Sulawesi. Selanjutnya, Kementerian Kehutanan dan Dishidros akan memberikan peta yang paling mutakhir kepaada Kementerian ATR. Perlu dilakukan konfirmasi program/kegiatan strategis dalam RPJMN 2015-2019 sudah diakomodasi dalam Rperpres, khususnya dalam indikasi program.

(13)

12

2.1.3 Selaku Anggota Pokja III BKPRN

Dalam perannya sebagai anggota Pokja III BKPRN, Subdit Tata Ruang telah hadir dan memberikan masukan dalam Konsinyasi ke-3 Penyusunan Pedoman Penataan Ruang Berbasis Pengurangan Risiko Bencana. Saat ini, draft pedoman penataan ruang berbasis pengurangan risiko bencana telah tersusun, namun masih perlu penyempurnaan pada beberapa bab yang belum sempat dibahas. Akan dilakukan diskusi per kelompok untuk penyempurnaan bab-bab yang masih terkendala tersebut.

2.1.4 Selaku Anggota Pokja IV BKPRN

Selaku anggota dalam Pokja IV BKPRN, Subdit Tata Ruang telah hadir dan memberikan masukan dalam Pembangunan Kawasan Industri Konawe di Provinsi Sulawesi Tenggara. Dalam pertemuan tersebut dilakukan pembahasan tentang penyusunan AMDAL yang tidak dapat dilakukan karena ketidaksesuaian dengan rencana tata ruang (RTRW Kab. Konawe) dan adanya kawasan yang terdelineasi sebagai Daerah Irigasi, hal tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri PU No. 293/KPTS/M/2014. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, perlu segera dilakukan konfirmasi melalui surat balasan resmi dari Kementerian Pertanian dan Kementerian KKP terkait arahan pengembangan di kawasan yang didelineasi sebagai kawasan industri tersebut. Terhadap isu alihfungsi lahan rawa menjadi industri, perlu segera dilakukan tinjauan KLHS.

2.1.5 Workshop Green Building and Accessiblity Towards Smarter Green City

Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan yang diwakili oleh Subdit Tata Ruang telah hadir dan memberikan masukan dalam Workshop Green Building and Accessiblity Towards Smarter Green City yang diselenggarakan pada tanggal 6 Juli 2015 di Hotel Ambhara. Seminar diselenggarakan untuk menginformasikan kegiatan “Green Cities”. Metropolitan perlu diciptakan sebagai Green City salah satunya karena backwash effect lebih besar dari pada spread effect sehingga metropolitan berkembang pesat yang menyebabkan kondisi lingkungan menurun. Delapan atribut kota hijau: Green Planning and Design, Green Open Space, Green Waste, Green Transportation, Green Water, Green Energy, Green Building, dan Green Community.

Dalam mewujudkan pemanfaatan ruang yang universal, perlu menjalin kemitraan yang lebih kuat antar stakeholder yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, asosiasi profesi, LSM dan masyarakat.

2.1.6 FGD Kajian Pengaruh Kebijakan Konservasi Sumber Daya Air di dalam

DAS terhadap Sektor Kehutanan dan Sektor Lainnya

Subdit Tata Ruang telah hadir dan memberikan masukan dalam FGD Kajian Pengaruh Kebijakan Konservasi Sumber Daya Air di Dalam DAS Terhadap Sektor Kehutanan dan Sektor Lainnya diselenggarakan pada tanggal 7 Juli 2015 di Ruang Rapat Balai Pengelolaan DAS Citarum-Ciliwung, Bogor. Rapat ini bertujuan untuk membahas upaya-upaya pemulihan DAS yang menjadi lokus penting dalam RPJMN 2015-2019 terkait isu ketahanan air. Isu ketahanan air ini pun berkaitan erat dengan upaya pencapaian target ketahanan pangan pemerintahan Jokowi-JK. Beberapa DAS yang menjadi prioritas yaitu DAS Citarum, DAS Brantas, DAS Serayu dan DAS Musi. Pada FGD kali ini membahas isu-isu terkait pengelolaan

(14)

13 DAS dan upaya-upaya dalam mengembangkan koordinasi antara BPDAS dengan KPH. Hingga saat ini belum ada framework dalam mengelola DAS. Oleh karena itu, kedepannya diharapkan disusun suatu framework (program, kelembagaan dan pendanaan) yang menjadi acuan dalam pengelolaan DAS. Terkait bidang tata ruang, framework tersebut akan dijadikan input ketika merencanakan pola ruang kawasan DAS dalam RTRW.

2.1.7 Kunjungan Kerja DPRD Provinsi Gorontalo

Sehubungan dengan kegiatan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Provinsi (KSP) Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo dan Sekitarnya tahun 2014-2034, DPRD Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo melakukan konsultasi dengan Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan pada tanggal 2 Juli 2015 di Ruang Rapat Sekretariat BKPRN. Dalam rapat tersebut dilakukan pembahasan rancangan perda KSP sebagai tindak lanjut dari RTRWP Gorontalo saat ini sedang dalam tahap pengajuan dokumen teknis kepada ATR. Permasalahan yang dihadapi adalah terkait peta dan persetujuan substansi yang belum keluar. Terkait masalah peta, seharusnya yang dijadikan dasar pembuatan peta merupakan peta dasar yang bersumber dari BIG.

2.1.8 Kunjungan Kerja DPRD Kabupaten Luwu

DPRD Kabupaten Luwu telah melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan terkait Ranperda RDTR Kawasan Perkotaan Belopa Tahun 2015-2035, pada tanggal 7 Juli 2015 di Ruang Rapat SG-5 Bappenas. Beberapa permasalahan yang terjadi yaitu: 1) Perbedaan luasan wilayah; 2) Adanya delineasi kawasan hutan di dalam kawasan perkotaan Belopa; 3) Sinkronisasi dengan rencana sektoral lainnya. Beberapa masukan yang diberikan dalam konsultasi tersebut, yaitu:

1. Diharapkan adanya koordinasi dengan BIG terkait perbedaan luasan wilayah administrasi Kota Belopa.

2. Penyelesaian delineasi kawasan hutan dapat dilakukan dengan menggunakan Perber 4 Menteri dengan nantinya akan dibuat tim IP4T yang akan menilai usulan perubahan kawasan hutan tersebut atau dengan mengubah jalur jalan yang akan dibangun dengan tidak melewati kawasan hutan lindung.

3. Perlu disinkronkan antara RDTR dengan LP2B, RZWP3K, RPJMN 2015-2019 dan rencana sektoral lainnya.

2.1.9 Penyusunan Lampiran Pidato Kenegaraan Presiden RI Tahun 2015

Telah tersusun draft II Lampid 2015, rancangan Lampid dan finalisasi rancangan awal lampiran pidato kenegaraan Presiden RI Tahun 2015 bidang Tata Ruang.

2.2

Kegiatan Utama Subdit Pertanahan

2.2.1 Penyusunan Renja K/L

Subdit Pertanahan Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan telah melakukan rapat pembahasan Renja K/L Kementerian ATR/BPN. Sehubungan dengan waktu pembahasan yang sangat singkat, Berita Acara pembahasan masih dalam proses tandatangan di DJA.

(15)

14 Selanjutnya perlu dilakukan pembahasan nomeklatur kegiatan, output dan satuan di Kementerian ATR/BPN.

2.2.2 Penyusunan Lampiran Pidato 2015

Dalam penyusunan Lampid 2015, Subdit Pertanahan telah melakukan penyusunan perbaikan Draf Lampid 2015 Bidang Pertanahan. Draf Lampid telah disampaikan kepada Deputi Bidang Evaluasi dan telah dilakukan perbaikan melalui “buka warung”. Saat ini, Subdit Pertanahan masih menunggu hasil perbaikan dari Deputi Evaluasi.

2.2.3 Sosialisasi Peraturan Tanah Adat/Ulayat

Pada tanggal 6 Juli 2015, Subdit Pertanahan telah menyelenggarakan Diskusi Mengenai Substansi Permen ATR/Ka. BPN No.9/2015 terkait Tanah Adat/Ulayat yang bertempat di Ruang Rapat SG-3 Bappenas. Kegiatan ini bertujuan untuk mendiskusikan terkait pembentukan Permen ATR/Ka. BPN No.9 Tahun 2015 dan penjelasan filosofis dibalik pembentukan peraturan menteri tersebut. Dalam rapat tersebut terdapat perbedaan yang mendasar mengenai pengertian perlindungan negara terhadap masyarakat adat yang terdapat pada Pemen ATR/Ka. BPN No. 9/2015 dengan peraturan perundangan yang ada sebelumnya. Adanya kekhawatiran dengan diberlakukannya Permen tersebut dapat menimbulkan penyerobotan kawasan hutan sehingga menimbulkan permasalahan lain. Selain itu, Permen tersebut justru dikhawatirkan akan mengancam eksistensi masyarakat adat yang ada, karena dengan memberikan sertipikat hak komunal dapat dilakukan jual beli, sewa, kerjasama dengan pihak lain. Dari sisi substansi, Permen tersebut masih terdapat hal-hal yang belum jelas dalam pengaturannya. Hasil kesepahaman dan kesimpulan dalam diskusi ini, akan disampaikan ke Direktur masing-masing. Dan akan dilaksanakan rapat kembali untuk menyepakati rencana tindak dari Permen ATR/Ka. BPN No.9 Tahun 2015.

2.2.4 Koordinasi Penyepakatan Nomenklatur Kementerian ATR/BPN

Pada Rapat Koordinasi Pembahasan Nomenklatur Kemneterian ATR/BPN, telah dilakukan pembahasan di internal Subdit Pertanahan, masukan yang ada telah disampaikan kepada BPN. Dari pihak internal BPN juga telah melakukan pembahasan nomeklatur, sehingga terdapat perbedaan antara nomenklatur yang disampaikan ke Bappenas sebelumnya. Untuk melakukan pembahasan nomenklatur Kementerian ATR/BPN akan diagendakan rapat lanjutan pada Bulan Agustus 2015.

2.2.5 Penyusunan Profil Pertanahan

Dalam kegiatan pengumpulan data dan informasi pertanahan, Subdit Pertanahan Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan telah mengumpulkan 7 Provinsi (Yogyakarta, Jawa Timur, Suamtera Selatan, Jawa Barat, Bengkulu, Bali dan Maluku Utara). Draft profil pertanahan yang telah disusun meliputi dua provinsi, yaitu Yogyakarta dan Jawa Timur. Selanjutnya, Subdit Pertanahan akan menghubungi kembali provinsi yang belum menyampaikan data dan informasi tersebut.

(16)

15

2.2.6 Koordinasi Reforma Agraria

Pada tanggal 12 Agustus 2015 di Ruang Rapat 203 Bappenas, telah diselenggarakan Rapat Koordinasi Pembentukan Sekretariat Reforma Agraria Nasional di Kementerian ATR/BPN. Rapat ini merupakan salah satu koordinasi tim Sekretariat Reforma Agraria Nasional (RAN) yang ada di Bappenas dengan tim Sekretariat Reforma Agraria Nasional yang ada di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional untuk membahas substansi kegiatan yang ada pada masing-masing sekretariat.

Saat ini Kementerian ATR/BPN sedang menyusun tim sekretariat dengan melibatkan K/L terkait. Pelaksanaan kegiatan tim sekretariat akan dilakukan secara swadaya dan tidak melibatkan konsultan (outsourcing). Beberapa kendala yang masih dihadapi oleh tim sekretariat di BPN antara lain: anggaran kegiatan baru ada karena terkait dengan SOTK; tim koordinasi sekretariat RAN berada di Direktorat Penatagunaan Tanah, namun secara tupoksi, kegiatan tersebut merupakan kewenangan Dit. Landreform. Selanjutnya akan dilakukan rapat koordinasi lebih lanjut untuk memastikan kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik.

2.3

Kegiatan Utama Subdit Informasi dan Sosialisasi

2.3.1 Strategi Komunikasi

Pada Bulan Juli 2015 Subdit Infosos sedang dalam tahap finalisasi buku panduan stratkom TRP. Hingga saat ini telah tersusun draft outline Buku Panduan Stratkom TRP. Untuk tahap finalisasi buku panduan masih dalam tahap koreksi untuk perbaikan.

2.3.2 Pengelolaan Media Informasi dan Sosialisasi TRP

Dit. TRP memiliki empat media informasi dan sosialisasi elektronik, yaitu : 1) Portal TRP (tataruangpertanahan.com); 2) Situs internet TRP (trp.or.id). Berita dalam situs TRP diperbaharui setiap hari; 3) Milis TRP, dan 4) FB TRP. Kegiatan rutin dalam pengelolaan media ini adalah penambahan konten, perbaikan sistem, penambahan menu, dan evaluasi. Berikut data statistik perkembangan jumlah kunjungan Situs TRP:

Tabel 1. Statistik Situs TRP (trp.or.id) Month visitors Unique Number of visits Pages

Jan-15 282 354 511 Feb-15 234 293 525 Mar-15 674 844 1.312 Apr-15 731 925 1.694 Mei-15 1.301 1.459 1.975 Juni-15 984 1.153 1.572 Juli-15 1.012 1.124 1.536

(17)

16 Gambar 1. Statistik Pengunjung Situs TRP (trp.or.id)

Tabel 2. Statistik Pengunjung Portal (tataruangpertanahan.com) Month visitors Unique Number of visits Pages

Jan-15 1.848 2.195 6.332 Feb-15 1.742 2.110 6.220 Mar-15 2.430 2.864 7.752 Apr-15 2.521 2.887 7.951 Mei-15 3.000 3.340 7.528 Juni-15 3.747 4.140 8.539 Juli-15 2.993 3.246 6.519

Gambar 2. Statistik Pengunjung Portal (tataruangpertanahan.com)

Berdasarkan data statistik diatas, pada Bulan Juli 2015, jumlah pengunjung Situs TRP mengalami penurunan dari bulan sebelumnya. Pada Bulan Juni 2015, jumlah pengunjung situs TRP mencapai 1.153 Pengunjung, sedangkan di Bulan Juli 2015 jumlah pengunjung turun menjadi 1.124 Pengunjung. Begitu pula dengan keadaan Portal TRP yang mengalami penurunan, pada Bulan Juni 2015 pengunjung sekitar 4.140 Pengunjung dan mengalami kenaikan pada Bulan Juli 2015 menjadi 3.246 Pengunjung. Untuk menghadapi kenaikan dan

Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Unique visitors 282 234 674 731 1.301 984 1.012 Number of visits 354 293 844 925 1.459 1.153 1.124 Pages 511 525 1.312 1.694 1.975 1.572 1.536 0 500 1000 1500 2000 2500

Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Unique visitors 1.848 1.742 2.430 2.521 3.000 3.747 2.993 Number of visits 2.195 2.110 2.864 2.887 3.340 4.140 3.246 Pages 6.332 6.220 7.752 7.951 7.528 8.539 6.519 0 1.000 2.000 3.000 4.000 5.000 6.000 7.000 8.000 9.000

(18)

17 penurunan yang terjadi pada situs dan portal TRP, Subdit Infosos TRP telah melakukan pengelolaan dan updating seluruh media informasi TRP dan untuk penginformasian berita di situs sudah menggunakan hyperlink ke bahan-bahan terkait.

2.3.3 Sosialisasi Kajian TRP

Selain Subdit Tata Ruang, Subdit Infosos juga turut berpartisipasi dalam Konferensi IRSA 2015 yang akan diselenggarakan pada tanggal 3-5 Agustus 2015 di Bali. Subdit Infosos membantu dalam penyusunan paper kajian evaluasi outcome dengan Ibu Mia Amalia yang juga menjadi presenter.

2.3.4 Buletin TRP

Pada Bulan Juli 2015, Subdit Infosos Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan telah melakukan pengumpulan bahan untuk Buletin Tata Ruang dan melakukan proses edit dan layout. Sampai saat ini, 80% artikel telah masuk proses layout. Selanjutnya, akan dilakukan proses pencetakan setelah proses layout selesai.

2.3.5 Newsletter TRP

Pada Bulan Juli 2015, telah terbit dan dipublikasikan Newsletter Juni 2015 di media informasi TRP. Saat ini, Subdit Infosos sedang melakukan penyusunan kerangka untuk Newsletter Juli 2015. Penyusunan Newsletter dan materi Newsletter diagendakan dapat selesai pada Bulan Agustus 2015.

2.3.6 Pengelolaan Lahan Rawa

Pada tanggal 13 Juli 2013, Subdit Infosos yang diwakili oleh Ibu Santi Yulianti telah hadir dalam Rapat Pengelolaan Lahan Rawa yag diselenggarakan di Ruang Rapat SG-3 Bappenas. Rapat dilakukan oleh Pokja Rawa, Direktorat Pengairan dan Irigasi dalam rangka penjelasan Permen PUPR terkait pengelolaan lahan rawa. Dalam rapat disampaikan bahwa penyusunan peta rawa merupakan amanat dalam PP Rawa untuk menetapkan fungsi lindung dan budidaya pada lahan rawa. Sebagai dasar pengukuran lahan rawa berstandar nasional, perlu dilakukan penyusunan SNI pemetaan rawa. Sebaiknya penetapan rawa harus didahului oleh pedoman, Direktorat Operasional Pemeliharaan Irigasi Kementerian PUPR akan menyiapkan materi terkait.

2.3.7 Pembangunan Manajemen Pengetahuan Bidang TRP

Dalam memajukan Manajemen Pengetahuan Bidang TRP, Subdit Infosos akan melakukan kegiatan evaluasi Knowledge Management. Dari evaluasi yang terselenggara, sudah ditetapkannya masukan dari para PIC direktorat untuk perbaikan sistem KM. Hasil Evaluasi KM tersebut sudah masuk dalam sosialisasi KM TRP di Kedeputian Regional. Setelah itu K-Map masing-amsing direktorat dilakukan penyusunan pada Bulan Juli 2015. Dalam penyusunan K-Map tersebut masih diperlukan koordinasi penetapan waktu dengan masing-masing PIC direktorat.

(19)

18

2.3.8 Inovasi Anugerah Pangripta Nusantara (APN)

Dalam rangka penyusunan buku pedoman inovasi APN 2015, hingga Bulan Juli 2015 telah terkumpul 10 Kabupaten/Provinsi yang menyerahkan penjelasan inovasi daerah. Lambatnya provinsi dan kabupaten dalam mengirimkan daftar inovasi menjadi kendala dalam penyusunan buku pedoman tersebut. Selanjutnya, akan dilakukan penyusunan proposal penjelasan singkat inovasi daerah untuk mendapatkan bantuan pendanaan penyusunan buku inovasi daerah.

2.3.9 Kajian Dukungan SCDRR 2015

Subdit Infosos dan Subdit Tata Ruang telah hadir dalam penyusunan pedoman penataan ruang berbasis PRB. Telah dilakukan pembahasan teknis dengan masing-masing kelompok penyusun pedoman. Dalam tahap finalisasi Bab I dan Bab IV disusun oleh Bappenas. Lambatnya penyusunan pedoman dikarenakan adanya pemahaman materi pedoman yang sering berubah. Selanjutnya, akan diagendakan pelaksanaan workshop atau lokakarya dengan Kementerian/Lembaga pada minggu ke-3 Bulan Agustus 2015.

2.4

Kegiatan Utama Sekretariat Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional

2.4.1 Penyusunan Kajian : Harmonisasi Implementasi UU 41/1999 terhadap

UU 26/2007

Dalam desk study yang dilakukan Sekretariat BKPRN, ditargetkan tersusunnya draf awal TOR kegiatan. Tersusunnya draf awal TOR kegiatan tersebut diagendakan dapat selesai pada Minggu ke-I Agustus 2015. Selanjutnya, akan dilakukan rapat internal untuk mereview draft TOR kajian harmonisasi UU No. 41 Tahun 1999 (Minggu ke-III Agustus 2015).

2.4.2 Fasilitasi dan Mediasi : Integrasi Rperpres Kawasan Perbatasan dengan

RPJMN

Sekretariat BKPRN bersama Subdit Tata Ruang Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan telah hadir dan melakukan penghimpunan data untuk masukan RPerpres Kawasan Perbatasan di Aceh-Sumut; Riau-Kepri; dan Sulut-Gorontalo-Sulteng-Kaltim-Kaltara yang diselenggarakan pada tanggal 23 Juli 2015 di Hotel Grand Kemang, Kebayoran Baru. Dalam pertemuan tersebut telah diperoleh peta pengembangan infrastruktur RPJMN 2015-2019 dari Direktorat Pengembangan Wilayah dan Peta Kegiatan Perbatasan 2015 dari Direktorat KKDT. Selanjutnya, akan dilakukan penyampaian data peta kepada Kementerian ATR pada Minggu ke-II Agustus 2015.

2.4.3 Penyusunan Laporan: Kegiatan BKPRN Semester 1/2015

Pada kegiatan ini BKPRN telah melakukan pengiriman tabel konfirmasi kemajuan data pelaksanaan agenda kerja BKPRN 2014-2015 dari K/L anggota BKPRN pada Minggu ke-I Bulan Juli 2015. Hingga saat ini masih banyak K/L yang belum mengirimkan bahan dan data kemajuan kegiatan. Untuk menindaklanjuti hal tesebut, akan diagendakan secara tentatif pada Bulan Agustus 2015 untuk menyelenggarakan rapat konfirmasi data untuk penyusunan draft laporan dalam Rakor BKPRN Tingkat Es. III.

(20)

19

2.4.4 Pengembangan Media Komunikasi Bidang Penataan Ruang

Sekretariat BKPRN telah melakukan pemantauan dalam perkembangan sistem informasi terpadu melalui e-BKPRN, web dan milis BKPRN. Penggunaan sistem e-BKPRN oleh seluruh K/L anggota BKPRN hingga saat ini masih tertunda dikarenakan kurangnya komitmen untuk menggunakan e-BKPRN dan adanya perubahan SOTK. Dalam hal ini, sekretariat BKPRN akan melakukan review internal terhadap penggunaan dan kebutuhan e-BKPRN pasca dinalisasi SOTK. Sedangkan untuk pengembangan sistem informasi melalui web dan milis BKPRN telah dilakukan penambahan regulasi terkait tata ruang dalam web dan milis BKPRN sebanyak 133 regulasi. Saat ini, status penyelesaian RTR belum terupdate karena terkendala persoalan SOTK di Kementerian ATR. Selajutnya akan dilakukan pemutakhiran data infromasi melalui web dan milis BKPRN.

2.5

Kegiatan Utama Sekretariat Reforma Agraria Nasional (RAN)

2.5.1 Rapat Koordinasi Sertipikasi Tata Batas Kawasan Hutan di Provinsi

Kalimantan Tengah

Sekretariat RAN telah menyampaikan rencana pelaksanaan tata batas kawasan hutan dalam rapat koordinasi sertipikasi tata batas kawasan hutan di Kalimantan tengah. Kalimantan Tengah telah disepakati dan siap untuk menjadi salah satu percontohan dalam pelaksanaan tata batas kawasan hutan. Selanjutnya, akan dilakukan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Tata Batas Kawasan Hutan bersama 4 K/L (Bappenas, BIG, ATR, dan Kehutanan) pada tanggal 18 Agustus 2015.

2.5.2 Publikasi dan Sosialisasi Reforma Agraria Nasional

Dalam pembuatan Majalah Agraria Indonesia Edisi II, Sekretariat RAN telah melakukan penyusunan sebesar 80%. Layout Majalah Agraria telah disepakati. Namun, masih ada artikel yang sampai saat ini belum terselesaikan. Finalisasi artikel, layout dan pencetakan majalah akan dilakukan segera.

2.5.3 Kebijakan Pendaftaran Tanah Stelsel Positif

Dalam Kebijakan Pendaftaran Tanah Stelsel Positif, Sekretariat RAN telah menyelenggarakan Rapat koordinasi teknis pelaksanaan seminar pembahasan Permen ATR No. 9/2015. Dalam rapat koordinasi tersebut telah tersusun TOR pelaksanaan kegiatan seminar Permen ATR dan disepakatinya narasumber serta tanggal pelaksanaan acara seminar. Selanjutnya, akan dilakukan penyusunan undangan dan TOR pembicara.

2.5.4 Koordinasi Program Agraria Daerah

Dalam rapat koordinasi tersebut telah dilakukan penyusunan TOR dan kisi-kisi narasumber serta undangan pelaksanaan rapat teknis Proda Kaltim. Rapat teknis persiapan pelaksanaan seminar PRODA diagendakan terselenggara pada tanggal 3 September 2015.

2.6

Review Anggaran Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan Bulan Juli 2015

Pada Bulan Juli 2015, beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan antara lain adalah: (a) Pembahasan Renja K/L mitra TRP yaitu Kementerian

(21)

20 ATR/BPN 2016; (b) Penyusunan Lampiran Pidato Presiden RI Bidang Tata Ruang dan Pertanahan; (c) Pemantauan dan evaluasi Bidang Pertanahan ke Provinsi Jawa Tengah dan Kalimantan Tengah; (d) Penyusunan Profil Tata Ruang dan Pertanahan Daerah; (e) Penyusunan Laporan Kegiatan BKPRN Semester 1/2015; (f) Pengembangan sistem informasi melalui web dan milis BKPRN; (g) Rapat koordinasi pembahasan penyediaan peta dasar skala besar untuk penyusunan RDTR; (h) Penyusunan K-Map TRP dan direktorat di Kedeputian Bidang Pengembangan Regional dan Otonomi Daerah; dan (i) Kegiatan rutin update media informasi dan media sosialisasi TRP, dan penerbitan eNewsletter Juni 2015 dan penyusunan eNewsletter Juli 2015.

Realisasi penyerapan anggaran Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan hingga akhir Bulan Juli 2015 adalah 43% (persen) atau sebesar Rp. 1,952,689,819,-. Rincian realisasi angka tersebut adalah dari pelaksanaan kegiatan: (i) Perencanaan sebesar 44%, (ii) Pemantauan dan Evaluasi sebesar 27%, (iii) Kajian sebesar 49%, (iv) Koordinasi Strategis BKPRN sebesar 49%, (v) Koordinasi Strategis RAN sebesar 36%, (vi) Knowledge Management (KM) sebesar 24%, dan (vii) Penelaahan Renstra K/L sebesar 99%.

Realisasi ini dilakukan melalui TUP, UP, dan LS antara lain untuk Belanja Perjalanan Dinas, Belanja Bahan untuk rapat koordinasi, Honorarium Bulanan, Belanja Jasa Konsultan dan Belanja Jasa Lainnya untuk Bulan Juli 2015. Berikut merupakan diagram rencana dan realisasi penyerapan anggaran Direktorat TRP sampai dengan akhir Bulan Juli 2015.

Gambar 3. Target dan Realisasi Anggaran Direktorat TRP Bulan Juli 2015

5

10

22

28

40

53

61

69

82

88

92

100

0 2,25

9,32

22,9428,09

35

43

0

20

40

60

80

100

% Rencana % Realisasi

(22)

21

BAB III

KEGIATAN EKSTERNAL

Pada bab ini dijelaskan ulasan singkat mengenai partisipasi Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak eksternal direktorat, baik oleh unit kerja/unit organisasi di lingkungan Kementerian PPN/Bappenas ataupun kementerian/lembaga lain pada Bulan Juli 2015. Kegiatan ini dihadiri secara langsung oleh Direktur Tata Ruang dan Pertanahan atau didisposisikan ke Kepala Sub Direktorat maupun Staf.

3.1

Penyusunan Laporan dan Materi Sosialisasi ke Daerah

Rapat yang dipimpin oleh Direktur Pengembangan Wilayah ini diselenggarakan pada tanggal 1 Juli 2015 di Ruang Rapat 204 Bappenas. Tujuan diselenggarakannya pertemuan ini adalah untuk koordinasi penyusunan laporan tahunan dan materi sosialisasi ke daerah. Sosialisasi akan dilaksanakan pada Bulan Agustus 2015. Data untuk laporan tahunan masih harus menunggu data dari Direktorat APP dan Biro Renortala. Materi presentasi menggunakan materi yang tercantum di dalam buku panduan dekonsentrasi. Khusus untuk APN, sampai dengan saat ini, menurut informasi dari Biro Renortala, sebagian besar provinsi sudah menggunakan dana untuk persiapan APN 2015.

3.2

Pengembangan Kawasan Industri Konawe

Pada tanggal 2 Juli 2015, Direktorat TRP yang diwakili oleh Direktur Tata Ruang dan Pertanahan, Bapak Oswar Mungkasa, hadir dalam rapat persiapan kunjungan lapangan antara Pemerintah Konawe, Kementerian Perindustrian, BIG, Kementerian ATR/BPN, dan Bappenas. Pertemuan ini diselenggarakan di Konawe Sulawesi Tenggara.

Dalam kunjungan tersebut ditemui beberapa hal yang perlu menjadi catatan, antara lain: a. Dari seluruh luasan peruntukan kawasan industri seluas 5.000 Ha yang telah

dibangun kurang lebih baru sekitar 100 Ha.

b. Rencana Kawasan Industri tersebut mengambil alih sebagian lokasi daerah irigasi rawa. Selain itu, sawah seluas 10 Ha dan sebagian kawasan hutan juga terkena rencana perluasan kawasan industri.

c. Pada dasarnya pihak pengembang kawasan industri berkomitmen untuk tetap mempertahankan saluran irigasi yang ada, termasuk bersedia untuk tidak memasukkan kawasan hutan dan area persawahan ke dalam kawasan industri. d. Tidak tersedia peta skala besar (1:5000) sehingga menyulitkan untuk mendelineasi

kawasan industri di lapangan.

Untuk menindaklanjuti permasalahan tata ruang pengembangan kawasan indsutri Konawe tersebut, perlu dilakukan pertemuan lanjutan di forum BKPRN dengan agenda; 1) Menyepakati perubahan alokasi ruang menjadi daerah irigasi rawa kawasan industri; 2) Menyepakati penyiapan peta dasar dan tematik (1:5000) pada kawasan tersebut; 3) Meminta klarifikasi pada Kementerian Perindustrian terhadap luasan Kawasan Industri seluas 5.000 Ha berikut rencana dan tahapan pemanfaatannya.

(23)

22

3.3

Sosialisasi Perpres 38 Tahun 2015 Tentang Kerjasama Pemerintah dan

Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur

Pada tanggal 3 Juli 2015 di Aula MSAP, Universitas Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan telah diselenggarakan Sosialisasi Perpres 38 Tahun 2015 Tentang Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur. Terkait dengan bidang pertanahan dalam sosialisasi tersebut disinggung pada pasal 10 Bab V tentang pengadaan tanah yang dijelaskan melalui mekanisme pengadaan tanah sesuai dengan UU No. 2/2012 Tentang Pengadaan Tanah. Dijelaskan dalam pasal tersebut bahwa pengadaan tanah dapat bersumber dari anggaran belanja negara maupun anggaran belanja daerah. Selain itu, pengadaan tanah juga dapat bersumber dari anggaran BUMN dan BUMD atau badan usaha yang melalui kerjasama dengan BUMN atau BUMD yang bersangkutan.

Dalam padal 10 ayat 4 yang menyatakan bahwa apabila KPBU layak secara finansial, Badan Usaha Pelaksana dapat membayar kembali sebagian atau seluruh biaya pengadaan tanah yang telah dilaksanakan oleh Menteri/Kepala Lembaga/Kepala terdapat kejanggalan. Hal ini menimbulkan kejanggalan karena memberikan interpretasi berbeda terhadap kepemilikan aset berupa tanah pada pembangunan infrastruktur yang dikerjasamakan melalui KPBU. Selanjutnya, perlu dilakukan konfirmasi terhadap bunyi pasal 10 ayat 4 sehingga tidak menimbulkan persepsi yang salah, terutama terhadap kepemilikan aset di akhir masa pelaksanaan kerjasama melalui mekanisme KPBU.

3.4

Rapat Koordinasi Pembangunan Daerah Tertinggal, Kawasan

Perbatasan, Kawasan Strategis dan Pengurangan Risiko Bencana

Pada tanggal 3 Juli 2015 di Hotel Millenium, Direktur KKDT menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pembangunan Daerah Tertinggal, Kawasan Perbatasan, Kawasan Strategis dan Pengurangan Risiko Bencana. Tujuan diselenggarakannya rapat tersebut adalah untuk mendapatkan pemahaman yang sama mengenai sasaran/target, mekanisme/langkah dan fokus terhadap strategi koordinasi yang akan dilakukan oleh KDPDTT, BNPP, BNPB, SEKDENAS KEK.

Terkait penyusunan RDTR di Kawasan Perbatasan, BNPP perlu menyusun roadmap terkait lokasi-lokasi prioritas yang perlu disusun RDTRnya lima tahun mendatang dan diserahkan kepada Kementerian ATR/BPN, BIG dan Bappenas serta perlunya kesepakatan untuk mekanisme pembagian tugas yang jelas antara BNPP dengan Kemen-ATR terkait penyusunan RDTR. Akan dilakukan 25 pengembangan KEK hingga tahun 2019 yang terdiri atas 8 penetapan KEK lama dan 17 KEK baru. Sementara 2 KEK telah dinyatakan siap beroperasi yaitu KEK Sei Mangkei pada 27 Januari 2015 dan KEK Tanjung Lesung pada 23 Februari 2015. Selanjutnya, akan dilakukan penyelesaian terhadap Pedoman Penataan Ruang Berbasis PRB, pemantauan penyusunan list Lokasi Prioritas yang akan disusun RDTRnya oleh BNPP, dan melakukan koordinasi kesepakatan untuk mekanisme pembagian tugas yang jelas antara BNPP dengan Kementerian ATR terkait penyusunan RDTR.

3.5

Konsolidasi Penyusunan Laporan PP 39/2006 Triwulan I dan II TA 2015

Kementerian PPN/Bappenas

Dalam rangka mengonsolidasikan penyusunan laporan dari pelaksanaan PP No. 39 Tahun 2006 Program dan Kegiatan Kementerian PPN/Bappenas untuk Triwulan I dan II TA 2015. Peserta terdiri dari PPK seluruh UKE I dan para penanggungjawab (koordinator kegiatan)

(24)

23 penyusunan laporan PP 39/2006 dari UKE II di Bappenas, Kasubdit Kelembagaan Biro Renortala menyelenggarakan rapat terkait Konsolidasi Penyusunan Laporan PP 39/2006 Triwulan I dan II TA 2015 Kementerian PPN/Bappenas, pada tanggal 6 Juli 2015 di Ruang Rapat Biro Renortala.

Untuk penyusunan laporan ini, aplikasi dapat dilihat di [email protected] dengan mendapatkan username dan password yang dapat digunakan untuk memantau target dan capaian kinerja dari masing-masing program dan kegiatan di unit kerja yang bersangkutan. Hal-hal yang perlu dilaporkan dalam monev ini berupa : (a) target per triwulan. Untuk e-monev K/L merupakan target anggaran kegiatan, (b) realisasi per triwulan yang merupakan realisasi anggaran kegiatan yang sesuai SP2D atau Data SAI serta realisasi indikator kinerja kegiatan, (c) Masalah dan tindak lanjut dalam pelaksanaan kegiatan.

Batas akhir memasukan data terkait laporan program dan kegiatan masing-masing dari unit kerja yang diinput ke dalam aplikasi e-monev ini diharapkan paling lambat tanggal 13 Juli 2015. Untuk Direktorat TRP sudah melakukan input data tersebut yang berdasarkan realisasi anggaran per PPK (SP2D) sampai dengan per 30 Juni 2015 sebesar 35,22%.

3.6

Seminar Green Cities

Seminar Green Cities diselenggarakan di Hotel Ambhara pada tanggal 6 juli 2015, dengan tujuan untuk menginformasikan kegiatan “Green Cities”. Dalam seminar tersebut terdapat 3 (tiga) paparan, yaitu: paparan pembuka “Green Buildings and Accessibility Towards Smarter Green Cities” dan paparan Pengembangan Kota Hijau Dalam Keterpaduan Infrastruktur Metropolitan.

Pokok-pokok bahasan materi yang disampaikan dalam rapat:

Metropolitan perlu diciptakan sebagai Green City salah satunya karena backwash effect lebih besar dari pada spread effect sehingga metropolitan berkembang pesat yang menyebabkan kondisi lingkungan menurun.

 Peran Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) adalah melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan strategi keterpaduan antara pengembangan kawasan dengan infrastruktur PUPR termasuk dalam mendorong keterpaduan pengembangan kota hijau.

Delapan atribut kota hijau: Green Planning and Design, Green Open Space, Green Waste, Green Transportation, Green Water, Green Energy, Green Building, dan Green Community.

 Perlunya pengawasan dalam rangka perwujudan bangunan gedung yang fungsional dan sesuai dengan tata bangunan gedung yang serasi dan selaras dengan lingkungannya.

Dalam rangka mewujudkan pemanfaatan ruang yang universal, perlu menjalin kemitraan yang lebih kuat antar stakeholder yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, asosiasi profesi, LSM dan masyarakat.

3.7

Rapat Koordinasi Program Penataan Agraria dan Tata Ruang di Provinsi

Kalimantan Utara

Pada tanggal 6 Juli 2015, Subdit Pertanahan Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan Bappenas telah hadir dalam Rapat Koordinasi Program Penataan Agraria dan Tata Ruang di Provinsi

(25)

24 Kalimantan Utara. Rapat tersebut dipimpin oleh Direktur Jenderal Penataaan Agraria, kementerian ATR/BPN. Pada rapat yang terbagi kedalam 2 (dua) sesi ini, disimpulkan bahwa perlu dilakukan integrasi perencanaan tata ruang dengan penatagunaan tanah, sehingga diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan pengadaan tanah untuk pembangunan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pilot project integrasi tersebut akan dilakukan di Provinsi Kalimantan Utara yaitu Kota Tanjung Selor untuk itu dalam rapat selanjutnya akan mengundang Direktorat Perkotaan dan Perdesaan, Bappenas.

Terkait upaya mengintegrasikan perencanaan tata ruang dengan penatagunaan tanah yang direncanakan setelah libur Idul Fitri dan perlu melibatkan juga staf Subdit Tata Ruang, akan diselenggarakan rapat lanjutan. Menteri PPN/Kepala Bappenas perlu menyurati Menteri ATR/BPN untuk mempercepat penyelesaian draf Perpres Reforma Agraria dan Perpres BLU Bank Tanah.

3.8

Penjajakan Rencana Pembangunan Kota Sofifi

Pada tanggl 6-8 Juli 2015, Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan yang diwakili oleh Kasubdit Tata Ruang telah hadir dalam Penjajakan Rencana Pembangunan Kota Sofifi yang diselenggarakan di Ruang Rapat Bappeda Maluku Utara.

Hasil kunjungan lapangan adalah sebagai berikut:

 BWK 1, 2, 3 (Selatan) sudah berkembang sebagian besar untuk permukiman penduduk dan juga untuk pelabuhan eksisting saat ini yang digunakan untuk penyeberangan dari pulau-pulau lain ke Sofifi.

 BWK 4 (Utara) sebagian besar digunakan untuk bangunan perkantoran dengan luasan persil yang sangat besar. Selain itu, di BWK ini telah dibangun rumah sakit yang sampai dengan saat ini belum beroperasi.

 BWK Penunjang (Utara BWK 4) sebagian besar berupa kawasan lindung yang terdiri dari hutan produksi masyarakat dan hutan lindung. Hutan konservasi mengambil sebagian kecil BWK Penunjang. Di dalam rencana yang telah disusun, akan dibangun bandara dan pelabuhan beserta cold storage.

 Transportasi antarpulau menggunakan armada penyeberangan yang dioperasikan oleh dinas perhubungan. Alternatif penyeberangan lain diselenggarakan oleh swasta dengan biaya yang sangat tinggi (Rp50.000/trip).

 Transportasi di dalam pulau menggunakan armada informal yang disediakan oleh penduduk seperti misalnya becak motor (bentor) dan juga angkot gelap (plat hitam). Biaya per trip untuk bentor kurang lebih Rp10.000-Rp30.000. Biaya per trip angkot gelap kurang lebih Rp.50.000. Tidak ada trayek yang terstruktur untuk transportasi di dalam pulau. Biaya transportasi sangat tinggi dibandingkan dengan kota-kota yang memiliki sistem transportasi publik.

 Jarak antara BWK 1, 2, 3 dan BWK 4 cukup jauh sehingga biaya transportasi untuk para PNS yang berkantor di BWK 4 yang bertempat tinggal di luar Pulau Halmahera (Tidore dan Ternate) sangat tinggi, sekitar Rp150.000/hari bila menggunakan kapal swasta, Rp65.000/hari bila menggunakan kapal penyeberangan umum.

 Sebagian besar PNS tidak tinggal di Sofifi karena tidak ada fasilitas pendidikan dan kesehatan yang memadai untuk keluarga.

(26)

25

3.9

Kajian Pengembangan Energi Baru Terbarukan

Pertemuan ini diselenggarakan pada 7 Juli 2015 di Ruang Rapat Staf Ahli Menteri PPB Bidang SDA dan Perubahan Iklim dengan tujuan untuk membahas pencapaian kajian pengembangan energi baru terbarukan dari masing-masing perwakilan tim penulis kajian.

Beberapa pencapaian yang sudah dilakukan sebagai berikut:

1. Pengumpulan data-data terkait demand kebutuhan energi listrik di seluruh wilayah di Indonesia sudah dilakukan. Data tersebut didasarkan pada data tingkat elektrifikasi. Berdasarkan data elektrifikasi juga diketahui wilayah-wilayah prioritas yang harus mendapat perhatian pemerintah. Pengumpulan tersebut dilakukan oleh perwakilan Direktorat ETI Bappenas.

2. Data-data terkait sebaran sumber daya mineral dan pertambangan sudah dipetakan sebagai gambaran kondisi eksisting dari sumber energi saat ini oleh Direktorat SDEMP Bappenas. Termasuk data mengenai jumlah yang sudah digunakan, cadangan/potensi dan sebaran.

3. Sudah dilakukan pengumpulan data-data terkait potensi pengembangan energi baru terbarukan di beberapa wilayah di Indonesia seperti rencana pembangunan pembangkit listrik (uap, angin, arus laut, air, panas bumi dan nuklir), pengembangan biofuel dan pengembangan solar cell.

4. Outline laporan akhir kajian sudah dibuat meskipun sifatnya masih tentatif, sedangkan untuk outline dan isu yang akan disampaikan dalam policy brief belum disepakati.

Terkait peran Direktorat TRP didalam penyusunan kajian hingga saat ini belum jelas mengingat masih banyaknya data yang belum lengkap dan belum tersusunnya grand design kajian yang komprehensif.

3.10 Penyusunan Pedoman Penataan Ruang Berbasis PRB terkait Peran K/L

dalam Penataan Ruang Berbasis Risiko Bencana

Tanggal 8 Juli 2015, Plt. Setdijen ATR/BPN mengadakan pertemuan antara Kementerian ATR/BPN, SCDRR-UNDP dan Bappenas terkait penyelesaian Bab 4 dalam Penataan Ruang Berbasis Risiko Bencana. Penyempurnaan yang dilakukan adalah mengisi tabel peran masing-masing K/L dalam penataan ruang berbasis PRB.

Hasil perumusan untuk peran Bappenas sebagai berikut:

 Perencanaan Tata Ruang dilakukan untuk memastikan bahwa upaya pengurangan risiko bencana sudah tercantum dalam RPJMN dan telah sesuai dengan arahan dalam RTRWN.

 Pemanfaatan Ruang dilakukan untuk menjamin teralokasinya program dan pendanaan di K/L sesuai dengan Rencana Tata Ruang berbasis pengurangan risiko bencana.

 Pengendalian Pemanfaatan Ruang dilakukan dengan memfasilitasi terselenggaranya penyelesaian konflik sebagai Sekretariat BKPRN dan mengkoordinasikan K/L terkait dalam rangka penyelenggaraan PPNS.

Selanjutnya akan diselenggarakan Workshop K/L yang diagendakan pada tanggal 6 Agustus 2015.

(27)

26

3.11 Rapat Fasilitasi Penyusunan Dokumen Perencanaan RDTR di Kawasan

Industri

Dalam rangka mendiskusikan pengadaan peta dan kesepakatan luasan delineasi RDTR untuk Kawasan Industri, Direktur Pengembangan Fasilitasi Industri Wilayah III Kementerian Perindustrian menyelenggarakan Rapat Fasilitasi Penyusunan Dokumen Perencanaan RDTR di Kawasan Industri pada tanggal 9 Juli 2015 di Kementerian Perindustrian.

Berberapa hal yag disampaikan dalam rapat, diantaranya:

 Kementerian ATR/BPN belum selesai mendelineasi seluruh wilayah RDTR di Kawasan Industri terutama di Wilayah I (Sumatera dan Kalimantan).

 BIG berencana melakukan kegiatan akuisisi data foto udara di enam Kawasan Industri di TA 2015 (alokasi anggaran dari BIG). Enam lokasi tersebut yaitu KI Kuala Tanjung, KI Sei Mangke, KI Tanggamus, KI Mandor, KI Morowali, dan KI Konawe.  Pada Kawasan Industri yang lain, BIG berencana menggunakan data CTSRT (Citra

Tegak Satelit Resolusi Tinggi) namun pendanaan BIG tidak mampu untuk menyediakan foto udara.

 Menurut Kementerian Perindustrian dan Bappenas, nomenklatur sebaiknya tetap menggunakan RDTR dan dalam 20 tahun ke depan kawasan tersebut akan menjadi kawasan perkotaan, seperti halnya Kawasan Jababeka.

 Menurut Kementerian ATR/BPN tidak tepat menggunakan nomenklatur Rencana Detail Tata Ruang, tetapi lebih tepat menggunakan nomenklatur Rencana Rinci Tata Ruang. Hal tersebut dikarenakan didalam RTRW Provinsi maupun Kab/Kota ditetapkan sebagai Rencana Rinci, apabila tetap menggunakan nomenklatur RDTR, RTRW harus direvisi.

Dari poin-poin rapat tersebut disimpulkan bahwa diperlukan adanya pertemuan dengan Kementerian ATR/BPN, Kemenperin, Bappenas (termasuk Dit. PW dan Dit. IPTEK), LAPAN, dan BIG untuk membahas mekanisme pendanaan penyediaan peta RDTR di Kementerian Teknis selain BIG dan LAPAN (poin h). Kementerian ATR/BPN akan melanjutkan pendelineasian berdasarkan data shp dari Kemenperin dan perkiraan delineasi lokasi yang akan dilewati foto udara dari BIG.

3.12 Pembahasan Usulan Perubahan Kegiatan dalam Rangka Penyusunan

RKA-K/L Tahun 2016

Dalam rangka membahas perubahan usulan kegiatan dalam penyusunan RKA-K/L khususnya Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN tahun 2016, pada tanggal 10 Juli 2015 di Ruang Rapat SS-4 Bappenas, Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan menyelenggarakan Rapat Pembahasan Usulan Perubahan Kegiatan dalam Rangka Penyusunan Kegiatan RKA K/L Tahun 2016.

Dalam rapat tersebut dilakukan pembahasan perihal anggaran yang terkait dengan Quickwins yang akan dilaksanakan oleh Puskum Kemen. ATR/BPN yaitu untuk kegiatan Perpres Bank Tanah dan Reforma Agraria, dan Puskum Kemen ATR/BPN sudah berkonsultasi dengan Bappenas terkait hal tersebut. Realokasi anggaran yang diajukan oleh Puskum Kemen. ATR disarankan tetap dalam satu program, agar tidak perlu dikonsultasikan dengan DPR.

(28)

27 Perubahan nomenklatur sesuai dengan perubahan SOTK di Kemen. ATR/BPN, sehingga diharapkan perubahan kegiatan sesuai dengan perubahan Eselon 1. Perubahan nomenklatur berakibat berubahnya output kegiatan (ada yang berubah dan ada yang dihapus). Dalam perubahan nomenklatur ini, tidak dimungkinkan untuk merubah nomenklatur pada tahun 2015, namun untuk tahun 2016 masih memungkinkan untuk dilakukan perubahan. Selanjutnya, akan diadakan penelaahan RKA-K/L Kementerian ATR/BPN.

3.13 Audiensi Pemda Kabupaten Sintang ke Bappenas

Pada tanggal 10 Juli 2015, Pemda Kabupaten Sintang melakukan kunjungan kerja ke Kementerian PPN/Bappenas. Dalam pertemuan tersebut semula akan dipimpin oleh Menteri PPN, namun dikarenakan adanya rapat terbatas yang mendadak, sehingga rapat dipimpin oleh Deputi Bidang pengembangan Regional dan Otda. Dalam pertemuan tersebut dilakukan pembahasan terkait konfirmasi status penetapan Propinsi Kapuas Raya, karena berdasarkan UU No. 23/2014 diterapkan masa persiapan tiga tahun untuk calon Daerah Otonom Baru (DOB). Sintang telah diusulkan sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN), namun belum ada jawaban dari Kementerian ATR. Saat ini draft RTRW Kab. Sintang tengah dalam proses penetapan sebagai Perda. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, perlu kejelasan fokus analisa, karena berkenaan dengan beberapa entitas daerah yaitu Provinsi Kalbar, Provinsi Kapuas Raya, Kabupaten Sintang, Kota Sintang dan Kota Baru di dalam Kota Sintang.

3.14 Rapat Koordinasi Penyediaan Peta Skala Besar 1:5.000 Tahun Anggaran

2015

Sehubungan dengan adanya Surat dari Kementerian Pertanahan untuk mewawancarai Direktur Tata Ruang dan Pertanahan, Bappenas terkait konsep poros maritim menurut pandangan Bappenas. Pada tanggal 13 Juli 2015 di Ruang Rapat Dirjen Tata Ruang, Lt. 5, Wing II, Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN mengadakan pertemuan antara BIG. LAPAN,Bappenas, dan Kementerian ATR/BPN.

Poin-poin diskusi dalam rapat:

 BIG berencana melakukan kegiatan akuisisi data foto udara di 6 Kawasan Industri di TA 2015 (alokasi anggaran dari BIG) yaitu di KI Kuala Tanjung, KI Sei Mangke, KI Tanggamus, KI Mandor, KI Morowali, dan KI Konawe.

 Kementerian Perindustrian bersedia mendanai pembelian foto udara dan akuisisi data foto udara di 8 KIP lainnya.

 LAPAN tidak menganggarkan dana penyediaan citra pada tahun 2015, sehingga BIG berencana membiayai pengadaan citra tersebut melalui mekanisme BLU LAPAN. Hingga saat ini proses terhambat oleh peringatan BPKP terkait sanksi administratif yang akan menjadi temuan. Namun, kegiatan tetap dilakukan, melalui pendampingan dari BPKP, BIG juga telah meminta fatwa dari BPK mengenai permasalahan tersebut.  Kepala Pusat BIG mengintruksikan untuk mengalokasikan dana pembelian citra yang semula 60 M menjadi 100 M. Kemampuan LAPAN mengadakan citra hanya sebesar 98 M, sehingga alokasi dana untuk penyediaan peta di Kemen ATR/BPN diharapkan dapat dipergunakan untuk pembelian citra.

 Kementerian ATR/BPN akan mengalokasikan dana untuk melakukan penyusunan peta dasar skala besar 1:5000 di lokasi-lokasi yang sudah tersedia foto udaranya di BIG dengan data tahun 2013-2014.

(29)

28 Bappenas diminta untuk mengadakan Rapat Koordinasi Lanjutan untuk mengkoordinasikan kesepakatan kegiatan apa saja yang perlu dilakukan untuk alokasi penyediaan peta skala besar 1:5000 sebesar 101 M di TA 2015. Selanjutnya, akan dilakukan penyusunan Surat Tanggapan atas hasil rapat kepada Kementerian ATR/BPN dari Bapak Direktur TRP. Sebaiknya, perlu diselenggarakan rapat koordinasi lanjutan terkait pembahasan penggunaan dana 101 M untuk penyediaan peta skala besar 1:5000 TA 2015.

3.15 Rapat Penyempurnaan Substansi dan Redaksi RTR KSN Perbatasan

Negara di Aceh–Sumatera Utara; Riau–Kepulauan Riau; Sulawesi Utara

–Gorontalo–Sulawesi Tengah–Kalimantan Timur–Kalimantan Utara

Pada tanggal 23 Juli 2015 di Hotel Grand Kemang, telah diselenggarakan Rapat Penyempurnaan Substansi dan Redaksi RTR KSN Perbatasan Negara di Aceh–Sumatera Utara; Riau–Kepulauan Riau; Sulawesi Utara–Gorontalo–Sulawesi Tengah–Kalimantan Timur–Kalimantan Utara, dengan Pimpinan Rapat Plt. Dirjen Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN.

Dalam rapat tersebut disampaikan beberapa hal, diantaranya:

 Dari sembilan RTR Kawasan Perbatasan Negara, lima sudah ditetapkan melalui Perpres; tiga berstatus Rperpres; dan satu berstatus materi teknis (RTR Perbatasan Laut Lepas). Tiga Rperpres Perbatasan tersebut telah diajukan kepada Presiden pada tanggal 27 Mei 2015.

 RDTR perbatasan akan disusun oleh Kementerian ATR dengan bekerjasama dengan BNPP (misalnya dengan cara BNPP yang menyediakan petanya).

 Akan diterbitkan Inpres untuk menginstruksikan penyesuaian Rencana Tata Ruang dengan Nawacita dan RPJMN 2015-2019. Apabila belum sesuai, RTR yang bersangkutan perlu disesuaikan.

 Garis pantai dalam Rperpres menggunakan peta RBI tahun 2011 skala 1:50.000. Sedangkan batas NKRI menggunakan Peta batas NKRI Agustus 2014+ update status ZEE Laut Sulawesi.

Saat ini, sumber peta masih menggunakan SK Menhut tahun 1986 dan 1999. Kementerian Kehutanan akan memberikan peta yang paling mutakhir kepada Kemen ATR. Konfirmasi program/kegiatan strategis dalam RPJMN 2015-2019 sudah diakomodasi dalam Rperpres, khususnya dalam indikasi program. Selanjutnya, akan dilakukan pengecekan nama kecamatan agar mengacu pada Permendagri No. 56/2015.

3.16 Pembahasan Rencana Perpanjangan Program Protarih

Dalam rangka pembahasan mengenai rencana perpanjangan program Protarih di Papua yang akan segera berakhir pada Juli 2015, Kementerian Dalam Negeri yang dipimpin oleh Bapak Edison Siagian mengadakan Rapat Pembahasan Rencana Perpanjangan Program Protarih pada tanggal 23 Juli 2015 di Ruang Rapat Praja Bakti II Lt. 2, Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri. Rencana perpanjangan program Protarih bertujuan untuk memastikan produk-produk Protarih dapat diinternalisasi ke dalam sistem pemerintahan baik pusat maupun daerah dan penguatan kapasitas stakeholder terkait yaitu pemerintah daerah dan pemerintah pusat sehingga program Protarih dapat berkelanjutan. Protarih berfokus pada dukungan kebutuhan provinsi Papua dalam Implementasi Perda No. 23/2013 tentang RTRW Provinsi Papua tahun 2013-2033, khususnya untuk pemenuhan

(30)

29 mandat utamanya yaitu mempertahankan kawasan hutan Papua sebesar 90% sampai tahun 2033 dan mewujudkan visi 100 tahun Papua untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua secara berkelanjutan. Pelaksanaan perpanjangan program Protarih dilakukan pada Agustus 2015–akhir Maret 2016 dengan anggaran GBP 1,551 juta (sekitar IDR 31 Milyar). Pendanaan tersebut merupakan dana sisa yang belum terserap hingga program berakhir. Beberapa pencapaian pelaksanaan Protarih di Provinsi Papua yaitu pembuatan Sistem Informasi Manajemen Tata Ruang (SIMTARU), protokol verifikasi pemanfaatan ruang di Papua, panduan penyusunan pedoman penataan ruang perkampungan di Papua, strategi promosi wirausaha rendah karbon dan investasi hijau di dua lokasi percontohan yaitu Numfor dan Wollo serta pembentukan K2MPD sebagai lembaga pengelola program-program pembangunan internasional di Provinsi Papua. Fokus perpanjangan program Protarih dilakukan dalam beberapa hal yaitu terkait upaya peningkatan kapasitas, koordinasi, sosialisasi dan dukungan teknis dalam pengelolaan produk Protarih yang akan dilakukan kepada pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan desa sehingga program Protarih dapat berkelanjutan.

Salah satu yang akan dilakukan sebagai exit strategy dalam pelaksanaan program Protarih adalah dibentuknya Steering Committee. Pertemuan terkait pemilihan Steering Committee program Protarih akan dilakukan dalam waktu dekat.

3.17 Paparan Konsep Pembangunan Kota Baru oleh Dit. Perkotaan dan

Perdesaan, Bappenas

Pada tanggal 28 Juli 2015 di Ruang Rapat 203, Bappenas, telah diselenggarakan rapat terkait Paparan Konsep Pembangunan Kota Baru oleh Dit. Perkotaan dan Perdesaan, Bappenas. Rapat dipimpin oleh Sahli Bidang Maritim dan Tata Ruang, Bappenas dan dihadiri oleh perwakilan beberapa instansi meliputi Kemendagri, Kemen KKP, Kemen ESDM, LIPI, dan IPB, serta direktorat teknis Bappenas, yaitu Dit. Kelautan dan Perikanan, Dit. TRP, dan Dit. Perkotaan dan Perdesaan.

Dalam rapat tersebut dilakukan diskusi dengan dasar paparan konsep Pembangunan Kota Baru oleh Dit. Perkotaan dan Perdesaan. Lokasi Kota Baru di Kalimantan Timur dapat menjadi salah satu lokasi yang dikaji. Konsep Kota Maritim yang akan dibangun adalah kota Pelabuhan Internasional yang dapat menampung kapal laut generasi keenam (terakhir) lengkap dengan kawasan industri dan perkantoran modern serta permukiman yang menunjang kegiatan ekonomi dunia. Kota ini menargetkan volume lalu lintas perdagangan dunia yang sebesar 40%nya melalui wilayah Indonesia. Dipilih enam kota yang akan dikaji dengan diantaranya adalah Lombok Utara, Sorong, Belitung, dan Kota Baru. Sementara ini, lokasi uji yang memiliki kedalaman pantai ideal adalah Lombok Utara, namun demikian perlu dikaji beberapa hal lain.

Perlu segera menyusun kriteria detail untuk menilai lokasi-lokasi uji coba di enam wilayah kota yang telah ditetapkan dan setelah kriteria tersebut tersusun, perlu dilakukan kunjungan lapangan oleh Tim dengan sekaligus penjajakan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten terkait.

Gambar

Tabel 1. Statistik Situs TRP (trp.or.id)  Month  Unique  visitors  Number of visits  Pages  Jan-15  282  354  511  Feb-15  234  293  525  Mar-15  674  844  1.312  Apr-15  731  925  1.694  Mei-15  1.301  1.459  1.975  Juni-15  984  1.153  1.572  Juli-15  1.
Tabel 2. Statistik Pengunjung Portal (tataruangpertanahan.com)  Month  Unique  visitors  Number of visits  Pages  Jan-15  1.848  2.195  6.332  Feb-15  1.742  2.110  6.220  Mar-15  2.430  2.864  7.752  Apr-15  2.521  2.887  7.951  Mei-15  3.000  3.340  7.52
Gambar 3. Target dan Realisasi Anggaran Direktorat TRP Bulan Juli 2015
Tabel 3. Rencana Kegiatan Subdit Tata Ruang
+4

Referensi

Dokumen terkait

Dari hadis diatas rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya , agar menuntut ilmu, terutama sekali adalah ilmu agama kepada orang yang menguasai ilmu tersebut,

Penelitian ini bertujuan untuk membuat katalis logam transisi (Co, Ni, Cu, Zn) yang diembankan pada zeolit fluka yang digunakan untuk proses konversi etanol menjadi

siswa dalam mengikuti pelajaran matemtika(4) kurangnya contoh dan latihan, dan (5) siswa kurang dilibatkan dalam pembelajaran. Untuk memperoleh hasil yang optimal perlu kesiapan

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama R.I, menyatakan bahwa lembaga di bawah ini telah melakukan updating data Pendidikan Islam (EMIS) Periode Semester GENAP

{ Jika P bukan pohon kosong: menghasilkan list yang elemennya adalah semua elemen pohon P dengan urutan Preorder, jika semua alokasi berhasil.. { Jika P bukan pohon

“rt” Membuka file teks untuk pembacaan data “wt” Membuka file teks untuk penulisan data “at” Menambah data kedalam file teks. “r+t” Membuka file teks untuk

Rangkaian program counter (PC) dan memori instruksi mengeluarkan 16-bit alamat yang akan didistribusikan ke elemen-elemen dalam prosessor seperti control unit dan register

• Fungsi getche getche getche getche() () () ()dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan.