ilumYA
Atltzl
Efek Hari Per&ngangan..ffek
Hari
Perda
gangan
Terhadap
Return
Saham: Suatu
Telaah
atas
Anomali
Pasar
Efisien
Muxrve
At:rpze
UNrvrnsres Necrnr Yocvexenre
Abstract
EFFICIENT market hypothesis is one of most important concept in financial mana-gement literature. This concept has significant implications because in a
truly
efficientmarket
it
should be impossiblefor
investorto
get abnormal investment return.Theidea of an efficient market has generated tremendous controversy over the years and
still
continues today.A
number of investors refuse to acceptit
but many believe that market efficiency exists. Basedon
researches done,it
isfound
that there are some anomalies found, these are empirical result which seem to be inconsistentwith
marketefficiency.
This
paper triesto
deeply discuss one of the anomalies called dayof
theweek effect, some determinants of this anomaly and also explain its implications
for
investors.
Keywords:
Market
Efficiency, Anomaly, Day of the week effect,Mon&y
effectPeNoeHulueN
l/
eberadaan pasar modal cukup vitalA.bagi
perekonomian suatu
negara. Secaraumum
pasarmodal
berfungsi sebagailembaga perantara
(interme-diaries) karenadapat
menghubungkanpihak
yang mempunyai kelebihan danadengan
pihak
yang
kekurangan dana.Di
sampingitu
pasar modal juga&pat
mendorong terciptanya alokasi dana yang efisien karena pihak yang kelebihan dana (investor) dapat memilih altematif inves-tasi yang paling optimal.
Dari investasi yang dilakukan investor mengharapkan untuk mendapatkan ting-kat keuntungan yang sering disebut de-ngan
return
dan besarnya sesuai dengantingkat risiko
yang ditanggung. Gunamengoptimalkan return ini maka investor akan menempuh banyak cara termasuk
mengamati perilaku harga saham harian. Berdasarkan penelitian diindikasikan bila perilaku harga tersebut temyata bersifat
musiman
(seasonal) sehingga memberikemungkinan
bagiinvestor mengikuti
trading pattern tertentu. Dengan
mema-hami
pola
return
sahammusiman
ini
diharapkan
investor dapat
mengambil keputusanuntuk membeli/menjual
sa-ham dengan tepat.
Untuk
mendukung investasidi
pasar modal investor menginginkan agarinfor-masi yang diterima adalah benar, sistem perdagangan di bursa
&pat
dipercaya dantidak
a&
pihak lain yang memanipulasiinformasi maupun per&gangan.
Hal ini
mengimplikasikan bahwa efisiensi pasar
menjadi salah satu perhatian utama dari investor,
di
mana diharapkan harga yangterbentuk di pasar sudah menggambarkan informasi yang ada.
Artikel
ini
akan membahas konsePpasar efisien
&n
menelaah pola musiman saham yang dipengaruhi oleh perbe&anhari
perdagangan, yang dalamliteratur
keuangan
termasuk
sebagai salah satupenyimpangan
terhadap
konsep pasarefisien
(anomali
pasar). Secara khusus juga akan diulas variasi dari polamusim-an
ini
antara lain adalah Monday/week-end effect beserta beberapa faktor yang melatarberlakanginy4 termasuk implika-sinya bagi investor.PnunernseN
Efisiensi
Pasar Konsep PasarEfisien
Konsep ini pertama kali dikemukakanoleh Fama pa& tahun r97o (efficient
mar-ket hypothesis) yang mendefinisikan pasar
efuien jika harga sekuritas mencerminkan secara
penuh informasi
yanga&.
Dari
sini
ditekankan dua
aspekyaitu fully
reflect
yangberarti
harga sekuritasse-cara
akurat
menggambarkan informasidi
pasar daninformation
available yangbermakna apabila
menggunakan
in-formasi yang tersedia investor
secaraakurat dapat mengekspektasikan harga sekuritas bersangkutan. Pengertian serupa
diungkapkan
Jones
(:oo4:314)
Yangmenyatakan pasar efisien sebagai pasar
di
mana harga semua sekuritas secaracepat
dantepat
dapat
mencerminkansemua informasi yang tersedia- Efisiensi
dalam artian
ini
sering juga disebutse-bagai
efisiensi informasional.
Dengandemikian
harga saham sekarang akan merefleksikan:r.
Semua informasi yang telahdiketa-JllRltAL l[t!U lllAHAJtllI[]l Vol.3No.r-Tahun
huibatk informasi lampau misal
pendapat-an perusahaan tahun lalu, informasi
se-karang dan kejadian yang sudah
diumum-kan
tetapi belum
dilakukan
misalnya pemecahan saham.z.
Informasi lain yang dianggap ber-alasanuntuk disimpulkan
contohnya apabila investor percayatingkat
bungaakan
turun
dalam
waktu
dekat
maka harga akan mencerminkan kepercayaaninvestor tersebut sebelum
penurunan tingkat bunga benar-benar terjadi.Pasar
efisien
akantercapai
apabila syarat-syaratberikut ini
&pat
terpenuhifloneq
zoo4:3r5):r.
Terdapat sejumlah besar investoryang
rasionaldan
ingin
memaksimal-kan
keuntungan sehingga mereka akanberpartisipasi
aktif
di
pasar denganmenganalisis, menilai dan
memperdagang-kan saham. Semua investor bertindak
se-bagai price taker dan
tidak
a&
tindakanseorang
pun
yang dapat mempengaruhi harga sekuritas.z.
Informasi tersedia tanpa biaya dandapat diperoleh secara luas oleh semua
pelaku pasar dalam waktu yang sama'
3.
Informasi yang &hasilkan bersifatacak (random).
4.
Investor bereaksi secara cepat&n
sepenuhnyaterha&p
informasi baru yang menyebabkan harga saham dengan segeraakan melakukan penYesuaian.
Fama (r97o) pada awalnya mengklasifi-kasikan efrsiensi pasar ke
&lam
tigakate-gori
berdasarkantiga
macam informasisebagai
berikut:
r.
Efuiensi pasarbentuk lemah (weak formefficiency), apabila harga sekuritas su-dah secara penuh mencerminkaninforma-si
masalalu.
Dalam pasar semacamini
harga saham mengikuti random walkmengimplikasikan bahwa efisiensi pasar
menjadi salah satu perhatian utama dari investor,
di
mana diharapkan harga yangterbentuk di pasar su&h menggambarkan informasi yang ada.
Artikel ini
akan membahas konseppasar efisien dan menelaah pola musiman saham yang dipengaruhi oleh perbedaan
hari
perdagangan, yang dalamliteratur
keuangan
termasuk
sebagai salah satupenyimpangan
terhadap
konsep pasarefisien (anomali
pasar). Secara khusus juga akan diulas variasi dari polamusim-an
ini
antara lain adalah Monday,/week-end effect beserta beberapa faktor yang melatarberlakanginya, termasukimplika-sinya bagi investor.
PsNrSIHAsAN
Efisiensi
Pasar Konsep PasarEfisien
Konsep ini pertama kali dikemukakan oleh Fama pa& tahun r97o (efficient mar-ket hypothesis) yang mendefinisikan pasar
efuien jika harga sekuritas mencerminkan secara
penuh
informasi yang ada.Dari
sini
ditekankan dua
aspekyaitu fully
reflect
yangberarti
harga sekuritasse-cara
akurat
menggambarkan informasidi
pasar daninformation
available yangbcrmakna apabila
menggunakan
in-formasi
yangtersedia investor
secaraakurat
dapat mengekspektasikan harga sekuritas bersangkutan. Pengertian serupadiungkapkan
Jones (zoo4:314)
yang menyatakan pasar efisien sebagai pasardi
mana harga semua sekuritas secaracepat
dantepat
dapat
mencerminkansemua informasi yang tersedia. Efisiensi
&lam
artianini
sering juga disebutse-bagai
efisiensi informasional.
Dengandemikian
harga saham sekarang akanmerefeksikan:
r.
Semua informasi yang telahdiketa-Jl,Rl{AL lltrlu MAt{ll[M${
Vol. No. r - Tahun
hui ba& informasi lampau misal pendapat-an perusahapendapat-an
tahun
lalu, informasise-karang dan kejadian yang sudah
diumum-kan
tetapi belum
dilakukan
misalnyapemecahan saham.
z.
Informasi lain yang dianggap ber-alasanuntuk disimpulkan
contohnya
apabila investor percayatingkat
bungaakan
turun
dalam
waktu
dekat
maka harga akan mencerminkan kepercayaaninvestor tersebut sebelum
penurunan tingkat bunga benar-benar terjadi.Pasar
efisien
akantercapai
apabilasyarat-syarat
berikut ini
dapat terpenuhi(Jones, zoo4:3r5):
r.
Ter&pat
sejumlah besar investor yang rasionaldan
ingin
memaksimal-kan
keuntungan sehingga mereka akanberpartisipasi
aktif
di
pasar
denganmenganalisis, menilai dan memper&gang-kan saham. Semua investor bertindak
se-bagai price taker
&n
tidaka&
tindakanseorang pun yang dapat mempengaruhi harga sekuritas.
z.
Informasi tersedia tanpa biaya dandapat diperoleh secara luas oleh semua
pelaku pasar drlam waktu yang sama.
3.
Informasi yang &hasilkan bersifatacak frandom).
4.
Investor bereaksi secara cepat&n
sepenuhnya terhadap informasi baru yang menyebabkan harga saham dengan segeraakan melakukan penyesuaian.
Fama (r97o) pa& awalnya mengklasifi-kasikan efisiensi pasar ke dalam tiga
kate-gori
berdasarkantiga
macam informasisebagai berikut:
r.
Efisiensi pasar bentuk lemah (weak form efficiency), apabila harga sekuritassu-dah secara penuh mencerminkan
informa-si
masalalu.
Dalam pasar semacamini
harga saham mengikuti random walk
dak dapat digunakan
untuk
memprediksi harga saham saatini.
Dengan demikianstrategi perdagangan berdasar hubungan harga histories
tidak
dapat menghasilkan abnormal return bagi investor.z.
Efisiensi pasar bentuk setengahku-at
(semi strongform
efficiency), apabila harga sekuritas secarapenuh
mencer-minkan semua informasi yang
dipublikasi
kan. Investortidak
dapat
memperoleh abnormalreturn
dengan memanfaatkaninformasi
publik
seperti penerbitan sa-ham baru, pengumuman laba&n
dividen, pengumuman perubahan praktek akun-tansi, merger, pemecahan saham maupun pengumuman lainnya.3.
Efisiensi pasar bentuk kuat (strongform
efficiency), apabila harga sekuritassudah mencerminkan semua informasi
yang tersedia
baik
yang dipublikasikan maupunprivat
Di
sini tidak ada seorangpun investor yang bisa memperoleh
ab-normal return karena mempunyai
infor-masi privat. Dalam keadaan semacam
ini
pasar modalseperti rumah
lelang yang ideal karena harga selalu wajar dan tidaka&
investor yangmampu
memPeroleh perkiraan lebih baik tentang harga saham (Husnan, r9g8:z7o).Ketiga
bentuk
efisiensi tersebut ber-hubungan satu samalain
&lam
bentuk [image:4.595.49.559.25.792.2]tingkatan kumulatif seperti terlihat dalam gambar berikut:
Tingkatan tersebut mengimplikasikan bahwa pasar efisien setengah kuat adalah
juga pasar efisien
bentuk
lemah, tetapi tidak berlaku sebaliknya. Demikian pulahalnya pasar efisien
bentuk kuat
adalahjuga pasar efisien
bentuk
setengah kuatdan bentuk lemah.
Pada tahun r99r Fama
menyemPurna-kan
konsep
pasarefisien
lebih lanjut
dengan membaginya menjadi klasifikasi yang lebih umum yaitu:
r.
Return predictability. Apabila
efuiensi bentuk lemah hanya menekankan kekuatan prediksi return masa lalu maka
prediktabilitas retum mencakup
kemam-puan prediksi retum menggunakan varia-bel yang lebih luas lagi seperti &viden dan
tingkat bunga.
z.
Event studies. Sama halnya dengan efuien bentuk setengah kuat maka tingkatefisiensi kedua ini merujuk
pa&
keadaan di mana harga sekuritas bukan hanya men-cerminkan informasi masa lalu tetapi juga informasi yang dipublikasikan.3.
Privateinformation.
Kategoriini
ti&k
berbeda jauh dengan efisiensiben-tuk
kuat
di
mana harga sekuritas secarapenuh telah mencerminkan semua
infor-masi yang dipublikaslkan maupuntidak
Pasar Efisien
Bentuk
Lemah
Pasar Efisien
Bentuk
SetengahKuat
dipublikasikan.
Implikasi
PasarEfisien
Konsep pasar efisien
memiliki
implikasi penting bagi investor khususnyaterkait
dengan strategi perdagangan yang
dipilih.
Investor yangti&k
percaya dengan pasar efisien akan cenderung melakukanstra-tegi
perdaganganaktif
di
mana merekaakan berusaha
untuk
memperoleh
return lebih tinggi dibanding sesama in-vestor lainnya.
Untuk
menganalisis danmenilai
saham dengantepat
investor
dapat
menggunakan analisisteknikal,
fundamental atau gabungan keduanya. Seorang analis teknikal percaya bahwa iadapat mengetahui pola-pola pergerakan
harga saham di masa depan dengen men-dasarkan pada obsewasi pergerakan harga
saham
di
masalalu. Filosofi
ini
tentu
saja bertentangan dengan konsep pasar
efisien yang menyatakan
bila
informasi pasar masalalu
su&h
tercermin
dalam harga sekuritas. Pasar dianggap sebagai sumber&ta
yang paling baik oleh karenaitu
analisisteknikal
memakai data yangdihasilkan oleh
pasar secarahistoris
seperti harga danvolume
perdaganganuntuk
mengestimasi
perilaku
hargasaham masa mendatang.
Levy
(dalam Tandelilin, uoor:248) mengemukakan be-berapa asumsi yang mendasari pendapat tersebut:r.
Nilai pasar barang dan jasaditentu-kan oleh interaksi permintaan dan pena-waran.
:.
Interaksi permintaan&n
penawaran ditentukan oleh berbagai faktor baikrasio-nal maupun tidak rasional. Faktortersebut
meliputi
berbagai variabel ekonomi dan fundamental serta faktor lain seperti opiniyang beredar, mood investordan ramalan investor.
Jl,Rl{AL llfi U MAllAJtMtl{
VoL3No.r-Tahun:oo7
3.
Harga sekuritas secara individual dannilai
pasar secara keseluruhancen-derung bergerak
mengikuti
suatu trendselama jangka
waktu
yangrelatif
pan-jang.
4.
Trend perubahan harga dan nilaipasardapat berubah karena perubahan hu-bungan permintaan dan penawaran, yang
bisa dideteksi dengan
melihat
diagram reaksi pasar yang terjadi.Strategi investasi aktif yang dilakukan
investor dapat berupa strategi pemilihan
saham, rotasi sektor
&n
markettiming
(Jones, zoo4::9r). Pemilihan saham
me-rupakan strategi yang paling rasional
&n
populer
di
manainvestor
secaraaktif
melakukan seleksi
untuk
men&patkan
saham terbaik dengan mendasarkan pada analisis
fun&mental.
Se&ngkan strategi rotasi sektor bisa dilakukan oleh investordengan dua cara
(tndelilin,
zoor:zo3)yai-tu
(r)
melakukan investasi padasaham-saham perusahaan yang bergerak pada
sektor
tertentu untuk
mengantisipasiperubahan
siklis
ekonomidi
kemudian hari atau [z) melakukan modifikasi atauperubahan
terhadap
bobot portofolio
saham-saham pada sektor
industri
yang berbeda-bedauntuk
mengantisipasi per-ubahansiklis
ekonomi, pertumbuhan
dan
nilai
saham perusahaan. Strategiterakhir yaitu
markettiming
dijalankaninvestor dengan secara
aktif
mengamati pergerakan harga saham di pasar sehingga dapat menentukan waktu yang tepatun-tuk
masukke
pasar guna memperoleh keuntungan dan sebaliknyajuga
dapat memperkirakanwaktu
keluar&ri
pasar sehingga menghindari kerugian.Sementara
itu
analisis fundamentalmencoba mengestimasikan harga saham di masa depan dengan cara (r)
ffiuilYAfi.mt
Efek Hari Per&ngangan...
mempengaruhi harga saham dan (z)
me-nerapkan hubungan variabel-variabel
tersebut sehingga diperoleh taksiran harga
saham.
Investor
membuat
keputusan investasi dengan membandingkan nilai intrinsik saham hasil analisis dengan nilaipasar. Apabila nilai
intrinsik
leblhkecil/
Dua komponen nilai
suatu sekuritas:r. Manfaat yang diharapkan, beruPa
dividen
maupun labaz. Risiko investasi yang akan
mempengaruhi
tingkat
keuntungan yang layak atau PERDilakukan dengan
I
,t
Gunakan model valuasi
dividen
atau
Gunakan model PER
besar dibanding nilai pasar maka investor
akan
membeli/
menjual saham tersebut. Kerangka untuk melakukan analisisfunda-mental terlihat dalam gambar berikut:
Sumber: Jones, C.P. zoo4. Investments: Analysis and Management, P.3og
Se&ngkan investor yang yakin dengan
kebenaran konsep pasar efisien akan
cen-derung menggunakan strategi investasi
pasif.
Di
sini
investor
percaya bahwaharga pasar yang terjadi adalah harga yang mencerminkan nilai intrinsik saham, oleh karena
itu
investortidak
akan berusaha secaraaktif
melakukan tindakan perda-gangan saham yangbisa memberikan
abnormal return. Pilihan strategi investasi pasifdapat berupa strategi beli dan tahan
(buy
andhold)
dan strategi mengikuti indeks pasar (Jones, zoo4:288). Dalamstrategi beli dan tahan investor membeli sejumlah saham dan tetap memegangnya selama beberapa waktu. Meski demikian
hal
ini
tidak
bermaknainvestor tidak
melakukan apa-apa. Secara rasionalin-vestor akan menyeleksi saham yang akan dimasukkan ke dalam portofolionya dan
juga melakukan penyesuaian
jika
risikoportofolio
mengalami perubahanmele-bihi
toleransinya. Se&ngkan strategi ke-dua dilakukan investor dengan berusahamembentuk portofolio yang menyerupai
kinerja indeks pasar.
Anomali
PasarDari
berbagai penelitian yang dilakukan diidentifikasi adanya penyimpangan ter-hadap konsep pasar efisien yang seringdisebut anomali pasar, karena faktor pe-nyebabnya sulit dilelaskan dengan tepat.
Anomali
ini
seringdiartikan
sebagai anexception to a rule or a model. Levi (1996) mengklasifikasikan anomali pasar tersebut menjadi empat yaitu anomali perusahaan
(firm
anomaly), anomali musiman(sea-sonal anomaly), anomali Peristiwa
(event anomaly),
dr.,
anomali akuntansi (accounting anomaly). Beberapa anomalipasar
tersebut dijelaskan terperinci
sebagai
berikut (Gruber
et
al.,
zoo3; Cahyaningdyah, zoo 4; Jones, zoo4) :L,akukan analisis terhadap:
r.
Ekonomi
dan pasar z.Industri
r.
Size effect, adalah anomali perusa-haan yang diungkapkan oleh Banz(r98r)
melalui
studinya yang menunjukkan
bahwa
excessreturn
yang diperoleh
perusahaan
berukuran kecil
cenderunglebih tinggi
dibandingkan
perusahaanberukuran besar.
z.
P/E
ratioeffec!
merupakanano-mali
yangmemperlihatkan
bila
saham dengan rasioP/E
yang rendahmemiliki
return lebih tinggi
dibanding
saham dengan rasio P,/E tinggi.Apabila
pasarmemang efisien maka seharusnya
tidak
ada hubungan antara rasio P,/E dengan
re-turn karena rasio ini merupakan informasi
umum
yang seharusnya telah tercermin dalam harga saham. Reinganum(r98r)
membuktikan
secaraempiris
bila
P/E
effect terkait erat dengan size effect
kbih
lanjut Fama & French (r99r) menemukan
bila P/E
effect
ini
akan hilang apabiladilakukan
kontrol
terhadap ukuran danmarket
to
book perusahaan.3.
Market to book effect menyatakan apabila saham yang mempunyai market to book tinggi akan cenderung mempunyai tingkat return yang lebih besar dibanding-kan dengan saham yangmemiliki
marketto
book ren&h.
l,akonishok, Shleifer&
Vishny
(1993) menemukan perbedaansebesar 7.80/o per tahun.
4.
January
effect,
adalah anomali
musiman yang memperlihatkan apabilareturn di
bulan Januari cenderung lebihtinggi
dibanding
return
di
bulan
lain.Kecenderungan
ini
lebih besar padaper-usahaan kecil dan terjadi pada
lima
hari pertama perdagangan di awal bulan.l.
Holiday effect, menunjukkan ke-cenderungan return sahampa&
satu harisebelum
libur
(pre holidayreturn)
danreturn
saham sehari setelahlibur
(postholiday
return) lebih
tinggi
dibandingJURI{AT IIIIIU MAI{A JIMEil
Vol.3No.r-Tahun
return saham di hari-hari biasa.
6.
The day of the week effect adalah anomalidi
manaperbe&an
hariperda-gangan berpengaruh terhadap pola return
saham dalam satu minggu. Variasi anomali
ini dikenal antara lain adalah
Mon&y
ef-fect dan weekend effect.7.
Intradayeffect,
mengungkapkan bila return saham suatu jam perdagangantertentu berbeda dengan jam perdagangan
lain meski masih berada dalam satu hari yang sama.
8. Turn of the month effect
yaitu
anomalidi
manatingkat
pengembalianpa&
awal bulan selalu lebih tinggi ataupositif dibandingkan dengan akhir bulan
yang bisa mencapai negatif
&n
turn of
the year effect apabila perbe&an return
terkait dengan waktu di sekitar pergantian tahun.
Efek
Hari
PerdaganganEfek
hari
perdagangan atau dayof
theweek effest merupakan salah satu bentuk
penyimpangan konsep pasar efisien, yang
merumuskan
bila
seharusnyareturn
harian rata-rata
yangdiperoleh
suatusaham adalah sama dan
tidak
berbedasignifikan pada
hari
perdagangan yang berbeda.Anomali
dayof the
week
di-jumpai hampirdi
semua pasarmo&l
di
dunia. Fenomena
ini
merupakan bagian dari pengujian prediktabilitas returnme-makai pola musiman (seasonaliry) yang
memperlihatkan
adanyareturn
saham yang lebih tinggi atau lebih rendahpa&
periode
tertentu.
Polareturn
musimanatau
seringdisebut anomali
kalendersemacam
ini
selaindijumpai
di
pasar saham ternyata juga ditemukandi
pasar valuta asing (Corhay, Fatemi & Rad 1995)dan pasar obligasi
pemerintah/ T-bill
MUI{rYA
[UtZl
Efek Hari Perdangangan...
Monday/
WeekendEffect
Dari beragam penelitian di berbagai pasar
modal secara
umum ditemukan
apabilareturn saham hari Senin cenderung lebih
rendah dlbanding hari lainnya sementara
return hari Jumat cenderung lebih tinggi.
Anomali semacam
ini
merupakan bagiandari day ofthe week pattem dan disebut de-ngan Monday effect atau weekend effect.
Kedua
istilah
ini
seringdipertukarkan
(interchangeablyJ, meskipun
a&
penelitiyang
menSgunakan
weekend effect
untuk
menggambarkanperilaku
hargadari
Friday close sampaiMon&y
open sedangkan Mondayeffect
dipakaiuntuk
menunjukkan perilaku harga dari
Mon&y
open sampai
Mon&y
close. Pola returnsemacam
ini
pertamakali
diungkapkanoleh Cross (1973) yang mengamati return
S&P
5oo Index
antaratahun
r953-r97o. Temuan sama diidentifikasioleh
French(rg8o)
dengan data sama antara tahun 1953-r977menjumpai
return
rata-rataSenin yang negatif dan berbedlsignifikan
dengan
hari-hari
kerja
bursa yanglain
selama seminggu.Hasil
ini
diperkuat
oleh Gibbons
&
Hess
(tg8r)
dengan menggunakan&ta
dari 3o sahamteraktif
di
Dow
JonesIndustrial
Index
(DJIA)
mengkonfirmasi hasil yang diperolehse-belum
nya danmenyimpulkan tingkat
pengembaliannegatif
padahari
Senin.Demikian pula halnya Keim &Stambaugh (1984) yang mencoba meneliti lebih detail
dengan memakai waktu pengamatan yang
lebih
panjangdan
portofolio
investasi yanglebih
banyak.Studi
Berument
&
Kiymaz (zoor)
tentang
pengaruh hariperdagangan terhadap return saham
me-nemukan return tertinggi diperoleh
pa&
hari Rabu dan return terendah pada hariSenin, yang berarti mendukung
bukti
em-piris penelitian sebelumnya.Lakonishok
&
Maberly
(1996) dalamTandelilin &
Algifari
(zoozJ menelitifak-tor-faktor
yang mempengaruhi return sa-ham harian diNew
York Stock Exchange(NYSE),
di
mana mereka menduga adapengaruh dari pola aktivitas perdagangan harian yang dilakukan investor individual.
Hasilnya
mengidentifikasi bila
hasrat individual melakukan transaksi pada hari Senin relatif lebih tinggi dibandingkan de-ngan hari perdagangan lainnya. Tingginyaaktivitas
perdagangan sahamhari
Senindisebabkan hasrat
investor individual
untuk
menjual lebih tinggi dibandingkanmembeli saham. Tekanan tersebut
meng-akibatkan harga saham pada
hari
Senincenderung
lebih
rendah dibanding hari perdaganganlainnya.
SedangkanKato
(rggo)
menguji perilaku
return
hariansaham
di
Bursa Efek Jepang danmengin-dikasikan adanya
perbe&an
pola&y
of
the week effect
dengan bursa Amerika.Pola return saham Senin yang lebih rendah dibanding return saham hari perdagangan
lain ditemui
di
Jepang padahari
Selasa.Hal
ini
didugaterkait
dengan hubungan antara return saham di bursa efek Amerika(NYSE)
denganreturn
sahamdi
bursaefek
Jepang (TSE).Untuk membukti
kan hakini
diadakan pengujian terhadap koefisien korelasi harga saham kedua bursatersebut
dandisimpulkan
ada korelasiyang sangat kuat antara return saham hari
sebelumnya
(t-r)
di
Amerika dan returnsaham hari perdagangan berikutnya
(t=o)
di Jepang.
Pengujian lebih komprehensif
dilaku-kan Jaffe
& Westerfield (rg8s)
dalamWibowo
(zoo4). Selain NYSE,pa&
tahunr98z mereka memperhatikan bursa saham
Jepang,
Inggris,
Kanada danAustralia.
Hasilnya memperlihatkan
bila return
untuk tiap
bursa. Denganmengasumsi-kan
investor
terbesar adadi
Amerika
maka
mereka menyimpulkan hal ini
disebabkan
faktor jauh
dekatnya jarak(proximity)
denganAmerika.
Rata-ratareturn
terburuk untuk
bursaNew
York,Toronto
danLondon terjadi hari
Seninse&ngkan
di
bursa Tokyo dan Australia terjadi hari Selasa. Jarak antar negarame-nyebabkan
a&nya
perbedaanwaktu
di
mana
Tokyo
dan Sydney masing-masinglebih awal
r4
dan 15jam
dibandingkanNew York.
Sementarawaktu
Londonadalah lima jam lebih cepat
&n
Torontosatu jam lebih lambat. Perbedaan
ini
me-nyebabkan return negatifyang terjadi hariSenin
di
Amerika
di
negaralain justru
ditemukan
di
hari
Selasa. Pengamatan Aggarwal &Rivoli
GgSgJd
bursa negaraberkembang
yaitu Filipina
Hongkong,Malaysia, dan Singapura memperlihatkan
Mon&y
effect terjadi&
tiga negarater-akhir,
sedangkanFilipina
justru
terjadi
Tuesday effecg
di
mana return terendah terjadi hari Selasa. Dengan demikian feno-menaMon&y
effectini
secara luas telahdidokumentasikan di berbagai pasar modal
baik pasar
mo&l
yangsu&h
majumau-pun yang masih berkembang.
Eksistensi
Monday/
weekend effectmerupakan satu tantangan tersendiri
bagi konsep efisiensi
pasar.Apabila
pola
semacamini
memang ada danda-pat
diprediksikan
makainvestor
dapat memanfaatkannya sebagai strategi perda-gangan guna mendapatkan keuntungary dimana pembelian saham dilakukan hari Senin dan penjualannyakembali
ditun-da hingga Jumat. Sampai saatini
belum adasatu
alasanpun
yang secarakuat
dapat
menerangkanMonday/weekend
effect. Satu penjelasan yang representatif
di
satu pasar modalbelum tentu
dapatJURr{Ar. rU{U rvllilAJHll$l .Vol.3No.r-TahunzooT
diterapkan
di
bursa lain,
mengingat
perbedaankarakteristik
dan perilaku
investor.
Di
sampingitu,
data
sampelmaupun metode penelitian
cukup
bera-gam sehingga menghasilkan temuan yang juga bervariasi. Beberapa penjelasan yang mencoba mengungkapkan alasanterjadi-nya Monday/weekend effect antara lain
(Cahyaningdyah, zoo4; Wibowo, zoo4):
r.
Adanya penangguhan antaratra-ding
dansettlement
(antara terjadinyatransaksi jual beli dan penyelesaian
pem-bayaran).
Hipotesis
ini
dikemukakan
Lakonishok &
tevi
tahun 1982. Pada saatmelakukan studinya
(tahun
1968-198o)lag
waktu
yangterjadi
adalahlima
hari yang menyebabkanjika tidak
ada harilibur
di
antaranyamaka
pembayaran te4adi pada hari yang sama dengan terja-dinya transaksi namunjatuh
pada pekan depannya. Tetapi&ri
hasil riset merekasendiri hipotesis tersebut ternyata
tidak
terbukti.
Hasil agak bertentangan dilapor-kan Katoet
al. (1989) yang menyatakan bahwa settlement system merupakan pen-jelasan bersifat parsial atas terjadinya efekakhir pekan di Jepang.
z.
Kesalahan pengukuran dalampe-nelitian tentang Monday effect (Gibbons
& Hess,
r98r;
Keim & Stambaugh, rg84). Studi yang mayoritas dilakukan mengukurreturn Senin antara harga penutupan Jumat
dan
hargapenutupan
Senin. Rogalski(rg8l)
lewat penelitiannya
berusahamenjawab
apakah hargaturun
antarapenutupan Jumat
&n
pembukaan Senin atau selama hari Senin Rogalski membagi return harian menjadi dua kelompok yaitu non-trading weekend return [penutupanJumat
sampai pembukaanSenin)
dan Monday trading hours (pembukaanSe-nin
sampai penutupan Senin). Ternyataffit HY{
fi.Itzr
terjadi selama periode non-trading. Meski
demikian
Haris
(1986) mengungkapkanhal
sebaliknyadi
manareturn
negatif
tidak hanya terjadi pada akhir minggu te-tapi juga pada hari pertama perdagangandi
awal
minggu.Lebih lanjut
Connely(1989) menyatakan apabila deteksi day
of
the week effect termasuk
Mon&y
effecttergantung dari metode estimasi dan pe-ngujian serta sampel yang dipakai.
3.
Adanya perbedaan perilakuperda-gangan investor individual dan institusio-nal. Lakonishok
&
Maberly
(r99o)
me-nemukan
bahwa investor institusional
melakukan transaksi perdagangan lebihsedikit
padahari
Senin, sedangkanin-vestor
individual
melakukan
transaksiperdagangan
lebih
banyak
terutama
adalah order
jual. Akumulasi
informasidan perhitunSan yang dilakukan investor sepanjang
liburan
akhir
pekan
segera direalisasikan pada hari pertama bursadi-buka pekan berikutnya. Kamara (dalam
Wibowo, zoo4) menyimpulkan hal serupa
setelah memperhatikan melemahnya
Mon-day effect pada S&P 5oo sejak akhir
rg8o-an
di
mana peran investor institusionalpada periode tersebut semakin dominan.
4.
Munculnya informasi
yangtidak
menguntungkan selamaakhir
minggu,yang mempengaruhi mayoritas investor
secara negatif dan mendorong penjualan saham pada Senin berikutnya (Angelidis
&
Lyroudi, zoo3).
Semakin banyaknyainvestor
yangmenjual
saham mening-katkanjumlah
penawaran secara drastisyang mengakibatkan harga akan
jatuh,
sebagai konsekuensinya
return
sahammenjadi negatif.
Dyl & Mabe.b
Gs88)lewat studinya
menemukan
jika
in-formasi
ti&k
menyenangkan bagi investor(unfavorable
information) lebih
banyakdiumumkan pada saat pasar
ditutup
hariJumat sehingga menekan harga saham pada perdagangan hari Senin selanjutnya. Hal ini
sesuai
pula
dengan penelitian Abraham& Ikenberry
(1994) apabilaretum
Senin yang negatif merupakan konsekuensi dariinformasi
yang
diumumkan
pada sesi perdagangan sebelumnya. Apabila returnhari
Jumat
negatif (bad Friday)
makahampir
8oo/oreturn
Senin berikutnya
juga negatif sebaliknyajika
return Jumatpositif
maka lebih dari 5o0lo return Seninberikutnya juga positif.
5.
Faktor
psikologis
investor
yangkurang rasional dan banyak dipengaruhi
faktor emosi dan hasrat (mood) sehingga
turut
mempengaruhi
aktivitas
perda-gangan.Investor tidak menyukai
hariSenin (sindrom "Blue Monday'J
dan menganggapSenin
sebagaihari
yangterburuk
dibandinghari lain
sepanjangminggu karena merupakan hari pertama
kerja
dan sebaliknya,Jumat
a&lah
ha-ri
terbaik
sebabhari kerja terakhir.
Ini
mengakibatkan investor cenderung me-rasa pesimis
di
hari
Senin danoptimis
di
hari Jumat.
Kecenderungan perilakukurang rasional ini membuat return Senin secara rata-rata
a&lah negatif
(Rystorm&
Benson, 1989; Dubois & Louvet&lam
Gumanti &Ma'ruf
zoo4).Pengujian
Smirlock
& Stark
Ggg6)memakai data Dow
Jones
Industrial
Index periode
1963-1983 secaraumum
mendukung M orday
/
weekend effectte-tapi
ada keunikandi
mana efekini
telahbergeser
dari karakteristik
perdaganganaktif dl
hari
Senin menjadi karakteristiknon-perdagangan
di
akhir pekan. Di
samping
itu
jugadijumpai return positif
apabila memakai harga penutupan hari
Jumat
&n
harga pembukaan hari Senin-Ri-set terbaru memperlihatkan apabila pola
dan mendekati nol di bursaAmerika
pa&
periode pengamatan sampai zooz (schwert
dalam Wibowo, zoo3). Hal ini disebabkan
publikasi yang gencar atas fenomena
ini
mendorong
investor Amerika
Serikatmenyesuaikan portofolionya sehingga efek
akhir pekan akhirnya sirna.
Week-Four
Effect
dan RogalskiEffect
Wang,
Li &
Erickson (1997) meneliti pe-ngaruh hari Senin terhadap return sahamdengan
data
berbagaiindeks
(NYSE-AMEX,
S&P Composite Index,Nas&d
untuk periode Juli 196z sampai Desember
1993. Hasil yang diperoleh menyimpulkan bahwa
terjadi return
negatif
pada hari Senin duaminggu
terakhir
pada bulanbersangkutan sementara return pada hari
Senin
tiga
minggu pertama meskipun
masih negatif tetapi
tidak
sigaifikan. Halini
ditunjukkan melalui
pengujian yangmengeluarkan
return
minggu
keempatdan kelima mengakibatkan Monday effect
tidak terjadi lagi. Hasil tersebut lebih jauh
dikonfirmasi oleh Sun & Tong (zooz) yang
menemukan apabila
return
Senin yang negatif secara aktual terkonsentrasi pada minggu keempat setiap bulan antaratang-gal 18-26. Fenomena ini kemudian disebut
dengan week-four effect Hasil ini menurut
mereka antara lain disebabkan keberadaan investor individual yang jumlahnya cukup banyak
di
pasar modalAmerika.
Jenis investor ini umumnya akan meningkatkanaktivitas
perdagangannya pada minggu keempat dankelima
karena kebutuhanlikuiditas,
di
mana mereka melakukanpembayaran bulanan di akhir bulan. Oleh
karena
itu
investor
individu
cenderungmembeli
saham pada pergantian bulandan
melikuidasinya mendekati akhir
bulan. Alasan
inilah
yang menjelaskanreturn yang rendah pada periode minggu
keempat dan
kelima
(Cahyaningdyah, zoo4).Satu hubungan merurik antara Monday
effect dengan January effect yang terjadi
di
bursa
Amerika
dikemukakan
oleh Rogalski fdalam Cahyaningdyatr, zoo4).Anomali ini mendokumentasikan apabila
rata-rata
return
Senindi
bulan
Januari adalahpositif
sementarareturn
Senin dibulan lainnya
a&lah
negatif, atau dengankata lain Monday effect
menghilangdi
bulan Januari.Hal
ini
disebabkan returnnegatif hari Senin akan hilang akibat
ke-bera&an January effect,
di
mana retumsaham bulan tersebut memang cenderung
lebih
tinggi dibandingkanbulan
lainnya.Anomali tersebut dikenal dengan Rogalski effect.
Penguiian
Dayof
the WeekEffect
di
Indonesia
Pengujian
&y
of the week effect khusus-nya yangterkait
denganMonday/
week-end
effect telah
banyak
dilakukan
di
Indonesia.Algifari
GSgg)
meneliti
4o sahamteraktif
yangdiper&gangkan di
BEJperiode
Januari-Desember r996
menjumpai fenomena dayof the
weekeffect
di
manahari
per&gangan Selasa,Rabu dan
Jumat
berpengaruh terhadapreturn saham tetapi hal ini
tidak
ditemu-kan
padahari
perdagangan Senin danKamis.
SementaraPrimawurti (zoo:)
yang
menguji
35 sahamteraktif
tahun2ooo-2oo1
tidak
berhasil membuktikan fenomena weekendeffect maupun
re-verse
weekend effect. Studi
empiris
Gumanti & Ma'ruf (zoo4) terhadap retumsaham
kelompok
LQ
45 menunjukkanrata-rata
return
saham harian terbesar te4adl pada hari perdagangan Jumat danterendah pada
hari
perdagangan Senin,\
MUIIIYA AI.IIZA Efek Hari Per&ngangan..
signifikan. Hasil
berbeda ditemukan
Wibowo
(zoo4)
yang mengidentifikasi a&nya pola harian (weekday effect) dan akhir pekan (weekend effect) pada returndan volatilitas
di
BEI periode Novemberrgg4-Oktober
zoo4,baik
PadaIHSG
maupun
LQ
eS.Akan tetaPi
berbeda dengan Rogalski(rg8l)
maka return yang negatifjustru
ti&k
terjadi
pada periodenon
trading tetapi
selama trading hoursdi hari Senin.
Penelitian
terbaru
lainnya dilakukanCahyaningdyah (zooa) terhadap sampel
73 saham
teraktif
tahun 2oor-2oo3mem-perlihatkan terjadinya day
of the
weekeffect di BEI. Return terendah juga
dijum-pai pada hari Senin (Monday effect)
se-mentara return tertinggi ditemukan pada
hari
Jumat
(weekendeffect).
Pengujianselanjutnya tentang
week four
effect
menunjukkan
bukti
empiris
berbedakarena Monday
effect
ti&k
digerakkan oleh return Senin yang negatif di minggukeempat dan kelima- Return
hari
Senindalam tiga minggu pertama masih negatif signifikan meskipun return Senin minggu
keempat dan
kelima
sudah dikeluarkan&ri
pengujian. Rogalski effectyangmem-perlihatkan hubungan
antaraMonday
effect
dengan Januaryeffect
dalampe-nelitian tersebut ditemukan
terjadi di
bulanApril.
Pengujian mengindikasikanbila return
Senindi
bulan Januariti&k
lebih tinggi
dari return
Senindi
bulanlain, bahkan tetap negatif
&n
lebih
ren-dah dibanding
return
Senin
di
bulan
non Januari. Dengandemikian
Mondayeffect
ti&k
menghilangdi
bulan Januari. Temuanini
sesuai studi Wong&
Yuanto(1999) maupun Puspitasari
(rooz)
yangmembuktikan
January
effect
adalahanomali
yangtidak
relevan
terjadi di
Indonesia.
Di
BEJjustru
dibuktikan
bila return
April
cenderunglebih
tinggidibanding
return bulan
lainnya
sesuai dengan sistem pelaporan keuangan yangmewajibkan perusahaan menyampaikan
laporan Keuangan perusahaan maksimal
rzo hari sesudah tanggal
tutup
buku yangterjadi
di
bulan
April.
Faktor
lainnyaadalah adanya
praktek
manajemen laba yang dilakukan banyak perusahaanmem-berikan sentimen positif kepada pasar
se-hingga akhirnya mendorong peningkatan harga saham.
PsNrffup
Keberadaan pola return bersifat musiman (seasonal) yang persisten di berbagai pasar
saham
membawa
beberaPaimPlikasi
penting.
Pertama, Penemuan semacamitu
bertentangan dengan hipotesis pasarefisien yang selama
ini
mengasumsikan pergerakan saham bersifat acak&n
tidak
&pat
diprediksi. Dalam tataran teoretis halini
secaratidak
langsung menggoyahkan pula model ekspektasi return yang selamaini
banyak dipakai seperti Capital AssetPricing
Model (CAPM)
danArbitrage
PricingTheory (APT)
dimana keduanya mendasarkan pada asumsi pasar efisien'Di
masa depan perlu dilakukan lebih banyak
pengujian terhadap anomali
seperti
day
of
the week effect
sehingga bisadiambil kesimpulan yang lebih konklusif,
terutama
untuk
mengetahuifaktor-faktor
penyebabnya. Sampai
saatini
belum
ditemukan
penjelasanekonomi
rasionalyang
secarakonklusif
bisa
menjawab anomali semacamini.
Perbaikanterkait
dengan
metodologi penelitian
terus
ditawarkan
oleh
banyak
peneliti
yangbisa
jadi
sifatnya
sangatkondisional,
banyak
dilakukan pengujian
memakaiARCH-GARCH
(Yalcin & Yucel, zoo3),QTARCH
(Bonnazet
al.,
zoor),
yangmasing-masing
memiliki
kelebihan
dan
kekurangan. Kedua,bagi investor
diharapkan
memiliki
kepekaan terhadap peristiwa yang dapat mempengaruhi harga saham termasuk anomali pasar yang dapatdigunakan sebagai pertimbangan dalam
memilih
strategi
perdagangantertentu
yang bisa memaksimalkan keuntunganyang dapat diperoleh, baik melalui strategi
akti{, pasif maupun kombinasi keduanya.
Pilihan strategi
ini
tentunya akan sangatdipengaruhi
oleh
kepercayaan investorterha&p
konsep pasar efisien.DerT en Pusraxe
Abraham, Abraham and
Ikenberry, David L (rgg<). "The Individual Investorand
the
Weekend Effect", Journal
of
Financial and Quantitative Analysis. Vol.
zg, p.263-zV.
Algifari
(rggg).
"Pengaruh Hari
Perdagangan
Terha&p
Return Saham diBursa Efek Jakarta", Tesis Program Studi
Manajemen
Magister
Sainsllmu-llmu
Ekonomi Universitas Gadjah Mada.
Angelidis,
D
and
K.
Lyroudi
(uoo3J. "Seasonalitiesin
French Stock Market",Working Paper presented atrrth
Annual Conference of the Multinational
Finance Society. Constantinopel Turkey. Cahyaningdyatr,
Dwi
(zoo4).'Analisis PengaruhHari
Perdagangan TerhadapReturn
Saham: PengujianWeek-Four
Effect dan Rogalski EfFectdi
Bursa Efek Jakarta", Tesis Program Studi ManajemenMagister
Sains
Ilmu-llmu
Ekonomi
Universitas Gad;ah
Ma&.
Dyl,
EdwardA.
and Maberly, EdwinD
(rg88).
"
A
PossibleExplanation
of
the
Weekend Effect", Financial AnalystJURIIAI. IIIIU TIAI{T JTMtl{
Vol.3No.r-TahunzooT Journal. Vol.
al.
Gumanti, T.A dan Ma rufi, Farid (zoo4).
"Efek
Akhir
Pekanterhadap
Return
Saham", Manajemen Usahawan Indonesia.
No.
rr,
November, p. zz-28.Jones, Charles
P
(zoo4J. Investment Analysis and Management,9th
edition.John
Wiley
& Sons.Lakonishok,
Josef.and
Maberly,
E(rg9o).
"The
WeekendEffect:
TradingPatterns
of
Individual
andInstitutional
Investor", Journalof
Finance.Vol
XLV,
No.r, p.z3r-243.Megginson,
William
L.
Corporate
Finance Theory, Addison-Wesley.
Primawurti,
Galuh
(zoo3).'Analisis
WeekendEffect
dan Reverse WeekendEffect
Terha&p
Return Saham&
BursaEfek Jakarta", Skripsi Fakultas Ekonomi
Universitas Gadlah Mada.
Sun,
Qian and Tong,
Wilson.H.S.
zooz.'Another New Look at theMon&y
Effect". Journal
of
Business Finance andAccounting
zg(7),p.rrz3-rr47.
Tandelilin,
Eduardus.zoor.
AnalisisInvestasi dan Manajemen Portofolio. Edisi Pertama, BPFE Yogyakarta.
Tandelilin,
Eduardus dan
Algifari.
(:ooz).
"Pengaruh
Hari
PerdaganganTerhadap
Return
Sahamdi
Bursa Efek Jakarta".dalam
BungaRampai Kajian
Teori
KeuanganIn
Memoriam
Prof. Dr. Bambang Riyanto, p.51r-523.Wang,
K.,
Li,
Yuming
and Erickson,J.
,997."
A
New
Look at
the
MondayEffect". Journal
of
Finance. Vol.LII,
No.5, p. zrTr-2186.