• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI DAN PERUMUSAN HIPOTESIS"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

12 A. Tinjauan Penelitian Terdahulu

Kartini (2011) tentang Analisis Pengaruh Economic Value Added (Eva), Market Value Added (Mva), Dan Arus Kas Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Industri Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda menyatakan bahwa Economic Value Added (Eva), Market Value Added (Mva), Dan Arus Kas tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap return Saham Pada Perusahaan Industri Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.

Perbedaan dengan penelitian yang akan saya lakukan yaitu pada data perusahaan yang digunakan, dalam penelitian tersebut menggunakan data tahun 2005-2009 pada perusahaan Industri Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, sedangkan pada penelitian ini menggunakan data tahun 2012-2016 pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Husniawati(2008) tentang Analisis Pengaruh Economic Value Added, Market Value Added, dan Risiko Sistematik terhadap Return Saham pada Perusahaan Food and Baverages dengan menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda, menunjukkan bahwa Economic Value Added, Market Value Added, dan Risiko Sistematik mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Return Saham pada Perusahaan Food and Baverages. Perbedaan dalam penelitian ini yaitu terkait data perusahaan yang digunakan, dalam penelitian tersebut menggunakan data tahun 2003-2007 pada perusahaan Food and Baverages, sedangkan pada penelitian ini menggunakan data tahun 2012-2016 pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

(2)

Hidayat (2011) tentang “Pengaruh Economic Value Added, Market Share dan Earning per Shares terhadap Return saham pada perusahaan manufaktur jenis cunsumers goods di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2004-2007 menggunakan tekhnik analisis regresi linear berganda menyatakan bahwa secara simultan variabel EVA, Market Shares dan EPS mempunyai pengaruh terhadap return saham perusahaan consumers good yang ada di Bursa Efek Indonesia, dan secara parsial variabel EVA, Market Shares dan EPS seluruhnya mempunyai pengaruh terhadap return saham.

Perbedaan dalam penelitian ini yaitu data dan perusahaan yang digunakan, dalam penelitian tersebut menggunakan data tahun 2004-2008 pada perusahaan manufaktur jenis consumers goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sedangkan pada penelitian ini menggunakan data tahun 2012-2016 pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Widiati (2011) dalam penelitiannya tentang Analisis Pengaruh Economic Value Added dan Market Value Added terhadap Return Saham Pada Perusahaan Otomotif yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2007-2010, dengan menggunakan metode analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) berpengaruh terhadap Return saham

(3)

Perbedaan dalam penelitian ini yaitu data yang digunakan, dalam penelitian tersebut menggunakan data tahun 2007-2010 pada perusahaan otomotif yang Terdaftar di Bursa Efek, sedangkan pada penelitian ini menggunakan data tahun 2012-2016 pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Ansori (2015) dalam penelitiannya tentang Analisis Pengaruh Economic Value Added dan Market Value Added terhadap Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) terhadap Return saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian secara parsial mengatakan bahwa Economic Value Added (EVA) terhadap Return saham mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap return saham dan (MVA) juga mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Return saham.

Hal yang membedakan dalam penelitian ini yaitu data dan perusahaan yang digunakan, dalam penelitian tersebut menggunakan data tahun 2011-2013 pada perusahaan manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek, sedangkan pada penelitian ini menggunakan data tahun 2012-2016 pada peusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

(4)

B. Teori dan Kajian Pustaka

Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu membahas mengenai saham, return saham , Economic Value Added serta Market Value Added, berikut ulasan teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu :

1. Saham dan Return Saham

Fahmi (2012:85) mendefiniskan tentang saham yaitu :

a) Saham merupakan tanda bukti penyertaan kepemilikan modal/dana pada suatu perusahaan.

b) Saham adalah kertas yang teracantum dengan jelas nilai nominal,nama perusahaan, disertai dengan hak dan kewajiban yang dijelaskan kepada setiap pemegangnya.

c) Persediaan yang siap untuk dijual.

Dalam pasar modal terdapat dua jenis saham yang paling umum dikenal oleh publik yaitu saham biasa (common stock), dan saham istimewa (preferred stock). Saham biasa (common stock) adalah surat berharga yang dijual oleh suatu perusahaan yang menjelaskan nilai nominal (rupiah,dolar,yen dan sebagainya) di mana pemegangnya diberi hak untuk mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) serta berhak untuk menentukan membeli right issue (penjualan saham terbatas) atau tidak. Sedangkan saham istimewa (preferred stock) adalah surat berharga yang dijual oleh suatu perusahaan yang menjelaskan nilai nominal (rupiah,dolar,yen,dan sebagainya) di mana pemegangnya akan memperoleh pendapatan tetap dalam bentuk dividend yang akan diterima setiap kuartal.

(5)

Zubir (2013:4) menyatkan return saham atau tingkat pengembalian merupakan selisih antara jumlah yang diterima dengan jumlah yang diinvestasikan”. Return saham terdiri dari capital gain dan dividend yield. Capital gain adalah selisih antara harga jual dan harga beli saham per lembar dibagi dengan harga beli, dan dividend yield adalah dividend per lembar dibagi dengan harga beli saham per lembar. Rate of return merupakan ukuran terhadap hasil suatu investasi, dalam melakukan investasi, orang akan memilih investasi yang memberikan hasil (rate of return) yang tinggi.

𝑹𝒂𝒕𝒆 𝒐𝒇 𝑹𝒆𝒕𝒖𝒓𝒏 =(𝑯𝒂𝒓𝒈𝒂 𝑱𝒖𝒂𝒍 − 𝑯𝒂𝒓𝒈𝒂 𝑩𝒆𝒍𝒊) + 𝑫𝒊𝒗𝒊𝒅𝒆𝒏

𝑯𝒂𝒓𝒈𝒂 𝑩𝒆𝒍𝒊

Hartono (2014:235) menyatakan bahwa “Return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi”. Return dapat berupa return realisasi (Realized Return) atau return ekspektasian (Expected Return). Return realisasi merupakan return yang telah terjadi yang dihitung berdasarkan data historis. Return ekspektasian adalah return yang diharapkan akan diperoleh investor dimasa mendatang, jadi return ekspektasian sifatnya belum terjadi. Return suatu investasi terdiri dari yield atau dividend dan capital gain (loss).

2. Economic Value Added (EVA)

a) Pengertian Economic Value Added (EVA)

Wijaya dan Tjun (2009), “Economic Value Added adalah indikator internal yang mengukur kekayaan pemegang saham suatu perusahaan dalam jangka waktu tertentu. EVA mengukur seberapa efisien perusahaan menggunakan modalnya untuk menciptakan nilai tambah ekonomis. Nilai

(6)

tambah ekonomis tercipta jika perusahaan menghasilkan return on total capital yang melebihi cost of capital. Brigham dan Houston (2014:111) menyatakan EVA adalah kelebihan NOPAT terhadap biaya modal. Jadi EVA merupakan nilai yang ditambahkan oleh manajemen kepada pemegang saham selama satu tahun tertentu”.

EVA merupakan pengukuran kinerja keuangan yang dianggap sesuai dengan harapan kreditur dan pemegang saham, karena EVA memperhitungkan tingkat risiko. Semakin tinggi risiko atau cost of capital yang ditanggung perusahaan, maka semakin tinggi pula tingkat pengembalian (return) yang harus diberikan kepada investor atau pemegang saham. Jika tingkat pengembalian investasi perusahaan tidak mampu menutupi risikonya, EVA perusahaan itu akan bernilai negatif. Sebaliknya, tingkat pengembalian investasi yang lebih besar dari cost of capitalnya, maka akan menghasilkan EVA positif.

Konsep Economic Value Added (EVA) mengukur nilai tambah dengan cara mengurangi biaya modal (cost of capital) yang timbul akibat investasi yang dilakukan oleh perusahaan. Economic Value Added (EVA) yang positif menandakan perusahaan berhasil menciptakan nilai bagi pemilik modal Karena perusahaan mampu menghasilkan tingkat pengembalian yang melebihi tingkat modalnya. Hal ini sejalan dengan tujuan untuk memaksimumkan nilai perusahaan. Sebaliknya, Economic Value Added (EVA) yang negatif menunjukan bahwa nilai perusahaan menurun, karena

(7)

tingkat pengembalian lebih rendah dari biaya modal. Economic Value Added (EVA) dapat diformulasikan sebagai berikut :

EVA = NOPAT – Biaya Modal

EVA= EBIT (1 - T) – (Total Modal operasi yang berasal dari investor x Persentase biaya modal setelah pajak) Keterangan:

NOPAT = Net Operating Profit After tax

Biaya Modal = Capital Chargers = Invested Capital x WACC (Brigham dan Houstan, 2014:111)

b) Komponen Modal sebagai Pembentuk EVA (Economic Value Added) Modal berasal dari dua sumber, yaitu hutang dan ekuitas. Kompensasi yang diterima oleh pemilik ekuitas adalah dalam bentuk dividend dan Capital gain. Setiap sumber dana baik hutang maupun modal memiliki cost of capital. Total biaya modal menunjukkan besarnya kompensasi atau pengembalian yang dituntut investor atas yang diinvestasikan di perusahaan. Biaya modal penting dipertimbangan untuk memaksimumkan nilai perusahaan, agar dapat mengambil keputusan yang tepat dalam berinvestasi. Rudianto (2006: 340) beberapa langkah yang harus dilakukan manajemen dalam mengukur kinerja perusahaan dengan menggunakan EVA, yaitu :

1) Menghitung biaya modal (cost of capital)

Biaya modal adalah biaya yang harus dibayar oleh perusahaan atas penggunaan dana untuk investasi yang dilakukan perusahaan baik dana yang berasal dari utang atau dari pemegang saham. Biaya modal ini antara

(8)

lain meliputi biaya utang (cost of debt), biaya modal saham preferen (cost of preferred stock), biaya modal saham biasa (cost of common stock) dan biaya laba ditahan (cost of retained earning).

2) Menghitung besarnya struktur permodalan/ pendanaan (capital structure)

Modal suatu perusahaan dapat dibangun dengan berbagai alternatif komposisi modal. Struktur modal (capital structure) menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melakukan usahanya dengan stabil yang di ukur dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk membayar beban-beban keuangan (bunga) atas hutang-hutangnya dan akhirnya membayar hutang tersebut beserta pokoknya (principal) tepat pada waktunya.

3) Menghitung biaya modal rata-rata tertimbang (Wieghted Average Cost of Capital = WACC)

Biaya modal suatu perusahaan bergantung tidak hanya pada biaya hutang dan pembiayaan ekuitas, tetapi juga seberapa banyak dari masing-masing itu dimiliki oleh struktur modal. Hubungan ini digabungkan dalam biaya modal rata-rata tertimbang (weighted average cost of capital) atau WACC, karena perusahaan memiliki struktur modal optimal yang merupakan perpaduan antara hutang saham preferen. Biaya modal rata-rata tertimbang (Weighted Average Cost of Capital) atau WACC mencerminkan rata-rata biaya modal di masa yang akan datang yang diharapkan, maka untuk perhitungan WACC perlu dipertimbangkan biaya

(9)

modal setiap komponen, yaitu biaya modal sendiri (Ke) dan biaya pinjaman (Kd).

c) Ukuran kinerja EVA (Economic Value Added)

Konsep EVA merupakan alternatif yang dapat digunkan dalam mengukur kinerja perusahaan di mana fokus penilaian kinerja adalah pada penciptaan nilai perusahaan. Penilaian kinerja dengan menggunakan pendekatan EVA menyebabkan perhatian manajemen sesuai dengan kepentingan pemegang saham. Dengan EVA, para manajer akan berpikir dan bertindak seperti halnya pemegang saham yaitu memilih investasi yang memaksimumkan tingkat pengembalian serta dengan meminimumkan tingkat biaya modal, sehingga nilai perusahaan dapat dimaksimumkan.

Sebagai pengukur kinerja perusahaan, EVA secara langsung menunjukkan seberapa besar perusahaan telah menciptakan modal bagi pemilik modal. EVA dapat dikelompokkan ke dalam 3 kategori yang berbeda, yaitu:

1) Nilai EVA > 0 atau EVA bernilai positif artinya pada posisi ini berarti manajemen perusahaan telah berhasil menciptakan nilai tambah ekonmis bagi pemegang saham.

2) Nilai EVA = 0 artinya pada posisi ini berarti manajemen perusahaan berada dalam titik impas. Perusahaan tidak mengalami kemunduran tetapi sekaligus tidak mengalami kemajuan secara ekonomi.

3) Nilai EVA < 0 atau EVA bernilai negatif artinya pada posisi ini berarti tidak terjadi proses penambahan nilai ekonomis bagi pemegang saham,

(10)

dalam arti laba yang dihasilkan tidak dapat memenuhi harapan para kreditor dan pemegang saham perusahaan (investor).

(Brigham dan houston , 2014:112) 3. Market Value Added (MVA)

a) Pengertian Market Value Added (MVA)

Brigham dan Houston (2014:111) “Market Value Added (MVA) adalah perbedaan antara nilai pasar saham perusahaan dengan jumlah ekuitas modal investor yang telah diberikan”. Jadi, kekayaan atau kesejahteraan pemilik perusahaan (pemegang saham) akan bertambah bila MVA bertambah. Tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan kekayaan pemegang saham, tujuan ini jelas memihak pada keuntungan pemegang saham.

b) Perhitungan Market Value Added (MVA) MVA dapat dirumuskan sebagai berikut:

MVA = nilai pasar dari saham – ekuitas modal yang diberikan oleh pemegang saham

MVA = nilai pasar – modal yang di investasikan

MVA= (saham beredar) (harga saham) – total ekuitas saham biasa Sumber : Brigham dan Houston (2014:111)

Nilai pasar mencerminkan keputusan pasar mengenai bagaimana manajer yang sukses telah menginvestasikan modal yang sudah dipercayakan kepadanya, dalam mengubahnya menjadi lebih besar. Semakin besar MVA, menunjukkan indikasi MVA semakin baik. Dari

(11)

paparan tersebut dapat disimpulkan indikator yang digunakan untuk mengukur yaitu:

1) Jika Market Value Added (MVA) > 0, bernilai positif, perusahaan berhasil meningkatkan nilai modal yang telah diinvestasikan oleh penyandang dana.

2) Jika Market Value Added (MVA) < 0, bernilai negatif, perusahaan tidak berhasil meningkatkan nilai modal yang telah diinvestasikan oleh penyandang dana

4. Keterkaitan EVA dan MVA terhadap Return

a) Pengaruh Economic Value Added (EVA) terhadap Return.

EVA merupakan nilai yang ditambahkan oleh manajemen kepada pemegang saham selama satu tahun tertentu”. (Brigham dan Houston , 2014:112). EVA bernilai positif berarti perusahaan memperoleh laba karena tingkat pengembalian melebihi biaya modalnya, sehingga perusahaan yang memiliki EVA positif maka mampu menciptakan nilai tambah pada perusahaannya.

Nilai perusahaan pada dasarnya dapat diukur dengan harga pasar saham perusahaan karena harga pasar saham perusahaan mencerminkan penilaian investor secara keseluruhan atas setiap ekuitas yang dimiliki sehingga diperlukan suatu analisa menyeluruh atas keadaan keuangan perusahaan tersebut untuk memperoleh return yang maksimal (Atmaja, 2002 :34).

(12)

Perusahaan yang memiliki EVA tinggi cenderung dapat menarik investor untuk berinvestasi di perusahaan tersebut, karena semakin tinggi EVA semakin tinggi pula nilai perusahaan. Semakin tinggi nilai perusahaan, maka investor yang berinvestasi melalui saham pada perusahaan juga akan bertambah, sehingga akan menaikkan harga saham yang kemudian akan meningkatkan return saham melalui capital gain. Semakin tinggi capital gain dan dividend, maka return saham juga akan semakin tinggi. Hal ini menunjukkan pengaruh positif EVA terhadap return yang diperoleh pemegang saham.

b) Pengaruh Market Value Added (MVA) terhadap Return.

Kekayaan atau kesejahteraan pemilik perusahaan (pemegang saham) akan bertambah bila MVA bertambah (Brigham dan Houston , 2014:112). Perusahaan yang baik ditunjukkan dengan nilai MVA lebih besar dari nol. MVA yang tinggi membuat harga saham juga tinggi. Harga Saham meruapakan salah satu indikator pengelolaan perusahaan. Keberhasilan dalam menghasilkan keuntungan dan memberikan kepuasan bagi investor secara rasional. Harga saham yang tinggi akan memberikan keuntungan bagi investor untuk emmeperoleh keuntungan yang berupa capital gain dan citra perusahaa (Sartono, 2005:70).

Jadi, kekayaan atau kesejahteraan pemilik perusahaan (pemegang saham) akan bertambah bila MVA bertambah melalui meningkatnya capital gain dari meningkatnya harga saham. Hal ini akan berpengaruh terhadap return saham yang akan diperoleh pemegang saham. Semakin

(13)

tinggi capital gain dan dividend, maka return saham yang diperoleh pemegang saham juga akan meningkat. Hal ini menunjukkan pengaruh positif MVA terhadap return yang diperoleh pemegang saham.

C. Kerangka Pikir

Keterikatan antara variabel bebas dan variabel terikat dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 2.1. Kerangka Pikir

Penelitian ini menggunakan variabel Economic Value Added dan Market Value Added untuk melihat apakah terdapat pengaruh terhadap return saham. Objek penelitian yang akan dituju yaitu perusahaan otomotif yang tersedia di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. XI (EVA) X2 (MVA) Y (RETURN)

(14)

D. Hipotesis Penelitian

Hipotesis penelitian yang diajukan dalam penelitian ini berdasarkan latar belakang masalah, kajian Teori yang mendukung serta penelitian penelitian yang terkait dengan EVA dan MVA terhadap Return saham, maka dibuat Hipotesis yaitu: Apaakah terdapat Pengaruh EVA dan MVA terhadap Return Saham pada perusahaan Otomotif. .

Gambar

Gambar 2.1. Kerangka Pikir

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis Ketersediaan sarana dan prasarana pertanian dalam mendukung ketahanan pangan di Kecamatan Anreapi sudah berjalan cukup baik, namun masih

Kata kunci: Klausula Baku, Jasa Parkir, Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Akad syariah, Dinas Perhubungan Kota Malang. Di dalam Layanan Jasa Parkir telah menerapkan

Konsep ini mengacu pada hubungan pengasuhan ibu dan bayi jika hubungan pengasuhan terhadap bayinya cukup baik, maka pada saat bayi itu berkembang melalui 3 tahapan

ILMU DIPLOMATIK MELAYU DALAM KESUSASTERAAN MELAYU TRADISIONAL 4.1 Pengenalan 4.2 Strategi Diplomatik Melayu dalam Naskhah Sastera Melayu Tradisional 4.3 Pemilihan Dan

Pernikahan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi manusia dalam daur kehidupan yang dilaksanakan dalam suatu upacara yang terhormat serta mengandung unsur

Jenis dan Sumber data yang dikumpulkan dalam penelitian ini menggunakan data primer, yaitu data yang langsung diperoleh dari pengisian daftar pertanyaan (

Pajak reklame sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah sangat. potensial, hal ini bisa dilihat dalam daftar penerimaan pajak reklame dalam

Sesuai Perda Nomor 18 Tahun 2012, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah bidang perencanaan