APLIKASI PENDEKATAN
CO
OPERATTW TEARNING
DALAM
PEMBELAIARAN MENULIS
PARAGRAF
Oleh
:IIB.
Sumardi
(PGSDFIP
UNY)
Abstrak
Pembelajaran
menulis
paragraf bertujuan
meningkatkanketerampilan mahasiswa dalam menyusun paragraf.
Aplikasi
pendekatanCooperative
Learning dapat
membanfu meningkatkan proses
menulisparagraf.
Proses pembelajaran dengan
aplikasi
pendekatan
cooperativelearning,
mahasiswadiajak berlatih
menulis paragraf
secara kelompok.Mahasiswa akan
dibagi
menjadi
beberapakelompok dalam
satu
kelas berdasarkan kemampuan yang bersrfat hiterogen.Kelompok
yang bersifat hiterogenini
akan membanfu mahasiswadalam
prosessaling
menolongatau
membantu.
Anggota yang pandai akan
membantu
yang
lemah sehingga terjadi saling mengisi dalam berlatih menyusun paragraf.Hasil yang
diharapkandari
menerapkan pendekatan cooperativelearning
adalah
peningkatan
keterampilan menyusun
paragraf
bagimahasiswa/
anak. Keterampilan menulis paragraf
ini
sebagai
bekal meningkatkan profesionalitas.Kata
kunci:,
Pendekatan Cooperative Learning, ParagrafA.
Pendahuluan
Menulis
merupakankegiatan yang bersifat
produktif.
Untukdapat mengajarkan
menulis
mahasiswa
harus
memahami
apasebenarnya
yang dimaksud
dengan menulis.'Pemahaman
terhadapmateri menulis
akan mempermudahdalam
penyampaian bahan ajar,selain
itu
calon
dosen/guru mendapat gambaran mengenailangkah-langkah
dalam
pembelajaran
menulis.
Jadi,
dengan
memahami berbagai hal tentang menulis akan membantu atau memperlancar dalam melaksanakan tugas pembelajaran menulis dan dapat digunakan sesuaidengan kebutuhanan pembelajaran
lain.
Menulis
dan
mengarangmerupakan
dua
kegiatanyang saling
berkaitantidak
berdiri
sendiri-sendiri.Mengarang
pada
hakikatnya
bukan hanya menulis
simbol-simbol grafis tetapi
mengarang adalah menuangkanbuah
pikiran
kedalam
bahasatulis melalui kalimat
-kalimat
yar;9dirangkai
secarautuh,
lengkap,
jelas
sehingga
buah pikiran
tersebut
dapatdikomunikasikan kepada pembaca.
Secarasingkat
kegiatan
dalamkarang
mengarang, pengarang menggunakan bahasa
tulis
untukmenyatakan
isi
hati secara menarik dan mudah dipahami(Byme,l979).
PELANGI PENDIDIKAN Vol. X, No. 1 Juli2009
Kemampuan
menulis harus
dimiliki
sejak
awal
sesudahmenyimak, berbicara,
dan
membaca.Manusia
awalnya
menyimakdahulu
baru
menginjak tahap berikutnya, berbicara.
Sesudah dapatberbicara ada
usaha
untuk
menulis
itu.
Menurut
Sri
Hastuti,PH; keterampilanmenulis
dapatdicapai
melalui
bebagailatihan
terusmenerus.
Dalam
pembelajaran
harus
menggunakan
berbagaiteknis/metode
yang
dapat
membantu
memperlancar
pencapaian keterampilan tersebut.Menurut
psikologi
sosial, dalam
diri
setiap
individu
adadorongan
untuk bekerja
sama denganindividu
lain
dalam
mencapaitujuan.
Setiapindividu
mempunyai potensi membanfu sesama dalambentuk
pernbelajaran
teman
sebaya.
Potensi
ini
belum
banyakdiaktualisasikan dalam proses pembelaj aran pendidikan formal, karena
masih
banyak
guru
(dosen)
yang
berpandangan
pembelajaran konvensional, pembelajaran yang menempatkan guru sebagai sentral,.Selvin (1995)
mencoba
mengimplementasikan
sifat
dasar manusia yang suka bekerja sama dan saling tolong menolong tersebutdalam
suatumodel,
pembelajaran yang disebut cooperative learning.Dalam model
pernbelajaranini
pada
dasarnyakelas dibagr
menjadibeberapa kelompok
kecil
yang
anggotanya
bersifat
heterogen.Anggota-
anggotakelompok
tersebutsaling
bekerjasama,yang
kuatmembantu yang lemah dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.
Oleh
karena
hal
itulah,
mahasiswa/siswaharus
dipersiapkan atau dibekali berbagai keterampilan. Salah satu keterampilan berbahasaIndonesia
yaitu
keterampilanmenulis.
Keterampilan
ini
merupakan ddsar utama dalarn men)rusun berbagai aspek bahasa tulis.B.
Ilakikat
Paragraf
1.
Pengertian
Paragraf
Paragraf merupakan himpunan dari
kalimat- kalimat
yang bertalian dalam satu rangkaianuntuk
mernbentuk sebuah gagasan. Paragrafmerupakan
gagasanyang lebih tinggr /lebih luas
dari
kalimat.Sebuah paragraf menjadi
jelas
setelah adauraian
atau penjelasanyarrg menampilkan pokok-pokok
pikiran
yang berkaitan
dan mendukung gagasan pokok(Keraf
1997).2.
JenisParagraf
Paragraf merupakan bagian
dari
sebuah karangan yangterdiri
atasbeberapa bagian seperti berikut:
b.
Paragraf
isi
atau
penghubung
yang
membangun
badan karangan.c.
Paragraf penutup
atau
pengalih
yang
mengakhiri
sebuahkaran gan (Ker af ,l 9 9 7 ).
Berdasarkan pendapat
tersebut dapat disimpulkan
bahwasebuah
paragraf dibangun
oleh
beberapakalimat
yarLg saling berhubungankarena hanya
membicarakansatu
gagasan pokok.Semua
kalimat
dalam
paragraf
saling
berkaitan
(Akhadiah, dkk.1992:ll
l).
3.
JenisParagraf
yanglain
Mengernbangkan paragraf berdasarkan
letak
kalimat
topik-n,va.
terdin
atas
paragraf
deduktif
induktif
dan
paragrafdeskriptif atau naratif
dan
paragraf campuran.
Masing-masingparagraf tersebut akan diuraikan sebagai berikut:
a.
Paragraf
deduktit
adalah paragraf
yang
kalimat
topiknyaterletak
di
awal
paragraf (Soedjito, I 99 1 :3 1 ).b.
Paragrafinduktif,
adalahjenis paragraf yangkalimat
utamanyaterletak
diakhir
paragraf. Dalarn
hal
ini
paragrafitu
bersifatinduktif
(Keraf, I 980 : 7 1 ).c.
Paragrafdeskriptif
adalah paragraf yang tanpakalimat
utama.Paragraf
deskriptif
semuakalimat dalam
paragrafitu
salingbekerja
sama,
saling
membantu
menggambarkan pikiran
terdapatdalam
paragraf,
semuakalimat
itu
merupakan satukesatuan
isi
(Soedjito,1986:15).
Muchlisoh,
dkk,199Z:314mengatakan
bahwa
paragrafdeskriptif
tidak memiliki
kalimatutama
dan kalimat
penjelas,
tetapi
semua
kalimat
dalam paragraf menduduki posisi yang sama pentingnya.d.
Paragrafdeduktif-
induktif
adalahkalimat
utamanya berada diawal dan akhir
paragraf.
Kalimat
topic
di
akhir
paragraftersebut
sebagai
kalimat
penegas,
karena
fungsinya menegaskan kembali apa yang dikemukakan pada awal paragraf ( Sri Hastuti PH, 1993:104).Berdasarkan beberapa
maqtm
paragraf
di
atas,
dalampembelajaran
ini
menulis
jenis
paragraf
induktif,
deduktif, deduktif-induktif,
dan deskriptif. Adapun sebagai alasannya adalah menulisjenis
paragraf tersebut sangat penting bagi para mahasiswa agar dapatmenuliskan paragrafitu
secara bervariasi tidak monoton.PELANGI PENDIDIKAN Vol.
X
No. 1 Juli20094.
Syarat Pembentukan
Paragraf
Paragraf yang
baik
harus memenuhi beberapaunsur
yaitu kesatuan, ke,paduan,dan
kelengkapan
(Akhadiah ,1992:
ll2).
Ketiga unsur tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
a.
Paragraf
dianggap mernpunyai kesatuan,jika
kalimat
-kalimat
dalam paragraf
itu
tidak
terlepasdari topiknya
atau selalu relevan dengan topik.b.
Paragraf bukanlah merupakan kumpulankalimat- kalimat
yang masing-masingberdiri
sendiri, tetapi dibangun oleh kalimat-kalimat yang mempunyai hubungan timbalbalik.
Jadi kepaduandititikberatkan pada hubungan antara kalimat dengan kalimat.
c.
Unsur kelengkapand.
Paragraf yangbaik
harus memenuhi unsur kelengkapan yaitu paragrafdikatakan
leng4<ap,jika
sudahberisi
kalimat-kalimat
penjelas yang cukup untuk menunjang kejelasan kalimat topik.
Proses
kelengkapan
Aktivitas
menulis melalui
beberapa tahapan,yaitu (1)
pramenulis,
(2)
penulisan, dan(3)
revisi
(Akhadiah,
1997:78). Ketigatahapan menulis tersebut dapat
dijelaskan seperti
berikut:a.
Pra menulisPada
tahap
ini
seseorangmenulis
melakukan
berbagaikegiatan,
misalnya
menemukan
ide, judul
karangan, menentukan tujuan,memilih
jenis
tulisan,
dan mengumpulkan bahantulisan. Ide tulisan
dapat bersumberdari
pengalaman, observasi, bahan bacaan, dan sebagainya.b.
MenulisTahap menulis
dimulai
dengan menjabarkanide
kedalambentuk tulisan. Ide-ide
itu
dituangkan dalam bentuk kalimat danparagraf. Selanjutnya,
paragtaf-paragraf
itu
dirangkaikanmenjadi
satu karanganyang
utuh.
Padatahap
ini
diperlukan pada berbagai pengetahuan kebahasaandan
teknik
penulisan, seperti (1) pemilihankat4 (2)
gayabahasa, dan(3)
ejaan.c.
MerevisiPada
tahap
merevisi dilakukan
koreksi
terhadapkeseluruhan
karangan.
Koreksi
dilal<ukanterhadap
berbagaiaspek seperti
(1)
struktur karangan
,
dan(2)
kebahasaan.Struktur
karangan
meliputi
sistematika
dan
penalaran, sedangkan aspek kebahasaanmeliputi pilihan
kata,
ejaan, dan tanda baca. Tahaprevisi
masihdimungkinkan
perubahanjudul
karangan apabilajudul
tidak sesuai denganisi
karangan.Sumardi
C.
Hakikat
CooperativeLearning
Kerjasama atau gotong royang atau kooperasi merupakan suatu
fenomena
kehidupan
yang
sudah terbiasa
terjadi dalam
kehidupanmasyarakat
kita,
bahkan dalam
kehidupan
anak. Mereka
salingbekerl'asama
dan
membantu
dalam
menyelesaikanatau
mencapaitujuan,
secaratidak
terorganisir, yang
kuat
membanfuyang
lemah, sementarayang kuat
membanfuyang lemah
,sedangkanyang
lemahjuga
memperhatikan yang kuat. Dalambidang
pembelajaran hal yangdemikian
sudah
tidak lagr
asing.
Guru
membentuk
kelompok-kelompok kerja untuk
mengerjakantugas tertentu
secara bersama.Dengan
kerjasama
antarmanusia
dapat
membangkitkan
dan menghrmpun tenaga atau energy secara bersama y,ang disebut synergy.Prinsip kerjasama dalam rangka membangun synergy
inilah
yang akan diterapkan melalui cooperative learning(udin
Swinata
putra, 2001)cooperative learning
berangkatdari
suatu asumsi bahwa alurproses belajar
tidak
harus berasaldari
guru menuju siswa. Siswajuga
memiliki
potensiuntuk
saling mengajar siswa yanglain
dalam bentukpeer"
teaching
.
Batkan
banyak
hasil
penelitian
menunjukan bahwa pengajaranoleh
teman sebayalebih
efektif
dari
pada pengajaran olehguru(Anita Lie,2003).
Slavin
(dalam
Rusdi
,1998)
mendefinisikan
cooperativelearning
sebagai suatu pendekatan pembelajaran ,dimana siswa bekei3adalam
suatukelompok yang
heterogen ,yang anggotanyaterdiri
dariempat
atau
enam orang.
Heterogenitas anggotakelompok
tersebutditinjau
dari
berbagai sudut, seperti
kemampuan
akademis, jeniskelamin, maupun
status
sosial. Dalam
hal
ini
Burden
dan
Byrd
(1999:99) merumuskan
"cooperative learning
is
a
meansof
grouping
students insmall, mixed
ability learning
teams. The teacher present the group witha
problem
to solveor
task toperform.
studentin
thegroup
the work among themselves,help
one anotlte,praise
and critize
one another's contributions. Studentswork
ingroup
offour to
six member cooperatewith
each other to learn thematerial".
Berdasarkan dua pendapat
di
atas maka dapat dikenali beberapa pembelajaran yang menggunakan pernbelaj aran cooperative,yakni
(a) mahasiswabekerja dalam
suatukelompok,
dimana setiap kelompokberanggota empat sampai enam
orang;
(b)
kelompok
tersebut merupakan perpaduan antara yang bekemampuantinggi,
sedang ataurendah;
(c)
guru
menyajikan
permasalahanatau problem
untukdipecahkan
dalam kelompok;(d)
murid(mahasiswa)bekerja
dalamPELANGI PENDIDIKAN VoI. X, No. 1 JuIi2OO9
rangka
menyelesaikan
suatu tugas ataupun
menyelesaikan
suatu rnasalah-Rusdi(1998)
menyatakanbahwa dalam cooperative learning
terdapat dua
hal
yang menarik,yakni
:(a) lingkungan kehidupan yangcompetitive memunculkan keinginan siswa untuk berkompetisi, dan (b)
jika
cooperativelearning
dilaksanakan denganbaik
akan memberikan sumbanganyang
positif
terhadap
prestasi
akademis,
keterampilansosial dan harga
diri.
Sehat Saragih
(2002)
menyatakan bahwamelalui
pendekatancooperative
learning
mahasiswadipacu
untuk berfikir
dalam
rangka memecahkan masalah, mengimplementasikan konsep,menyumbangkanpengetahuannya
kepada anggota
lain
Melalui
pendekatan
ini
mahasiswa
dilatih untuk
menghargai pendapat oranglain,
namuniuga
latihan
menyatakan pendapat kepadaorang
lain
dalam
suasana kerjakelompok.
Mahasiswajuga
diharapkan mampubelajar
merefleksikanproses
pemikiran mereka
sendiri
dan
membuat koneksi
antara pengalaman mereka dalam diskusi kelompok.Dalam
kaitannya dengan pelaksanaan pendekatan cooperativelearning,Arends(dalam Sahat
Saragih,2002) menyatakan
bahwapendekatan
demikian
akan menguntungkan keduabelah pihak, baik
bagi yang berkemampuan rendah, maupun yang berkemampuantinggi
.Bagi yang
berkemampuanrendah
,prestasimereka akan
tergolongsebagai akibat mereka berinteraksi dengan yang berkemampuan
tinggi
,sementara
itu
bagi
yang
berkemampuantinggi juga
akan
memiliki
kepuasan karena mereka dapat menjadi
tutor bagi
yang lemah .Dalamcooperative
learning,
mahasiswayang pandai
memiliki
kesempatanuntuk
membanfu temannya
yang kurang
pandai
,sementara itu
mahasiswa
yang kurang pandai,
pemahamannyaakan
meningkat karenaditolong
oleh temannya
dalamkelompok yang
lebih
pandai.Sekalipun
demikian
woolfolk
dan Nicholich (1984)
mengingatkanbahwa
cooperative
learning
tidak
selalu menjamin bahwa
semuaanggota
kelompok
diuntungkan
dengan pendekatanini
.
Hal
yangdemikian sangat tergantung
pada
dinamika kelompok.
Anggota kelompok y,angtidak mau terlibat
aktif
melalui
pengajuan pertanyaanatau memberi
jawaban
atas pertanyaandari
anggotalain
tentu
tidakakan diuntungkan. Bahkan
bagi
anggota yangbersifat
introvert lebth
cocok melalui pendekatan
individual.
Menurut
Slavin (1995) dalam
cooperative
learning
pesertadidik
mengungkapakan gagasan,bekerja
sama,
dan belajar
untukbertanggung
jawab. Metode
cooperativelearning
menekan kegunaantujuan dan
kesuksesantim,
yang hanya
dapat merekacapai
apabilaSumardi
semua anggota
tim
mereka mempelajaritujuan
sebagaimana yangia
pikirkan.
Tiga konsep pokok untuk semua metode cooperativelearning
adalah penghargaan terhadap
tim,
tanggungjawab
terhadapindividual
dan
kesempatan
yang
sama
untuk
sukses.
Karena
itu
perlu dikembangkanmodel
pembelajarangotong-
royong atar
cooperative learning yang memberi kesempatan kepada siswa yang kemampuannyaberbeda
untuk
saling
bergotong-
royong
.Hasil-hasil
penelitian sebelumnyatelah
menunjukan bahwa
suasanacooperative learning
telah meningkatkan prestasi belajar, hubungan sosial, dan penyesuaian sosial(Anit a
Lie,2003)
Mengingat tujuan
cooperativelearning
yang demikian,
makapengelompokan mahasiswa merupakan
masalah tersendiri.
Johnsondan
,rohnson(dalam Rusdi
,1998)
menyatakanbahwa
penempatanmahasiswa secara sembarangan
dalam
suatu
kelompok
tidak
akan rnenghasilkan kerj asam a y aflg b aik. Untuk mengefekt ifkarr c o o p e r a t iv elearning,
mahasiswaharus saling
mengenal,berkomunikasi
secaraakurat, saling
menerimadan
mendukung,dan
dapat menyelesaikanmasalah secara
konstruktif.
Menurut
Lundgren
(dalam
SahatSaragih,2002) beberapa
unsur
dasardemi
terlaksanalya
cooperativelearning
adalah
mahasiswamemiliki
tanggungjawab,persepsi
dan tujuan yang sama dalam kelompoknya.Menurut
Webb
(datam Woodfolk ,1984)
efektif
tidaknyacooperative
learning
sangattergantung dengan
aktivitas
apa
yangterjadi
didalam
kelompok.
Cooperative
learning
tidak
memberikanjaminan bahwa
setiap
kelompok
memperoleh keuntungan
denganurodel pembelajaran tersebut. Hanya
mereka
yang mau berpartisipasiaktif
dalam
pembelajaran
dengan
cara
.mengajukan
pertanyaan,menjawab dan berusaha menjelaskan sesuatu kepada
yang
lain
akanmemperoleh kemajuan.
Bagr siswa yang
memiliki
sifat
introvert,tertutup
dan
pemalu
barangkali
lebih
cocok
dengan
modelpembelaj aran individual.
Slavin
sepertidikutip
oleh
Udin
S Winata
Putra(2001)
telahmengkaji
kemanfaatandari
penggunaancooperative
rewords
atauhadiah
yang
diberikan
atas suatu kerjasamadan
struktur
kerjasamadalam suatu kegiatan kelompok. Hasilnya ternyata meyakinkan bahwa belajar bersama dalam suatu kelompok dapat mernbantu proses belajar.
Roger dan
David
Johnson (dalamAnita
Lie,2002) menyatakan bahwa tidak semua kerja kelompok dapat disebut cooperative learning.Untuk
mencapaihasil kerja kelompok yang maksimal
dapat lima
prasyaratyang
perlu
dipertimbangkur,
yakni
saling
ketergantunganPELANGI PENDIDIKAN VoI. X, No. 1 JuIi2OO9
positif,
tanggungjawab
perseorangan,tatap muka,komunikasi
antar anggota dan evaluasi proses kelompok.Dengan diterapkan cooperative learning menurut Kagan (dalam
Rusdi,
1998) akan mernbawa berbagaikeuntutrgffi,
yaitu : (a)
semuapeserta
didik
mendapat kesempatan memperoleh
reward
setelahmenyelesaikan
materi pelajaran,
dan
(b)
peserta
didik
mendapatkesempatan memperoleh
reward
setelah
menyelesaikan
materipelajaran,
dan
(c)
reward yang diberikan
kepadakelompok
dapatdigunakan
untuk
memberikan
motivasi
berprestasi kepada
semua pesertadidik.
Untuk
memastikan bahwa setiap anggotatim ikut
berkontribusipada
group total,
siswa-siswadiberi
point
dengan membandingkanpenampilan mereka dengan penampilan siswa yang
lain
dalamdivisi.
Divisi ini
ditetapkan berdasarkan tes kemampuan, dimana setiapdivisi
terdiri
atas empat sampai enam siswa .Siswa yang berprestasi terbaikdirancang
untuk
divisi
l,
terbaik berikutnya
untuk
divisi
2
dan seterusnya(Woolfolk
dan Nicholich, I 984).Priest (dalam
Rusdi
,1998) mengemukakan bahwa cooperativelearning
memiliki
tujuh
komponen utama,yakni :
(a) kejelasan tujuanyang hendak dicapai
,
(b)
penyrapan pengajaran, termasuk didalamnyapembentukan
kelompok
,penyiapan fugas peserta telah memahamiisi
pelajaran,
(c)
kepastian
bahwa
peserta
didik
telah
memahami isi
pelajaur,(d)
pembentukantim
yang anggotanya bersifat heterogen, (e)kuis individual
yang dilakukan dalam rangka meyakinkan keberhasilan pesertadidik
dalambelajar dan
indikator
tanggungjawab
siswa,(f)
kemajuan skor secara
individual
,dan (g) reward terhadap terhadaptim.
Menurut
Slavin
(1995)
keseluruhan
siklus
aktivitas
itu
meliputi
' presentasi guru, kerja
tim,
dan kuis.Rusdi
(1998)
dalam
penelitiannya
yang terkait
denganimplementasi pendekatan
cooperative
learning memberi
deskripsi sebagaiberikut (1)
pembentukankelompok
yang memadukan antarakeinginan
siswa
dan
ketentuan
dari
guru
merupakan
alternativepembentukan kelompok yang
baik
dalam rangka membentuk kelompokyang
mau
bekerjasama,
(2)
pemberian wewenang
untukmengkoordinasi anggota
kelompok
dan
tanggung
jawab
untuk memajukankelompok
merupakan salah satu pendekatanyang
efektif
dalam rangka
mengaktifkan
siswa yang
pandai,(3)
pemberian kesempatan kepada siswa yang kurang pandai untuk mengerjakan tugasyang
sederhana,
merupakan salah satuteknik
yang dapat digunakandaiarn
rangka
memberikan
kesempatan
kepada
mereka
untukSumardi
ternyata dapar
mTngkatkan
prestasi berajar,
baik
daram
bidangkognitif
maupunetektif.
Sementaraitu
hasil
peneritian Sahatsaragi;
Q002) membuhikan bahwa
penggunakanpendekatan
cooperativelearning
dapar
meningkatkan
prestasi belajar
mahasiswa
darampembel aj aran kalkulus.
D.
Aptikasi
Pendekatan
CooperativeLearning dalam
pembelajaran
llenulis
Paragraf.
Aphlasi
-penf gkatan cooperative rearning dalam pembelajaran
menulis paragraf melarui langkah- langkah sebagai berikut.
1.
Pengelompokan
mahasiswadalam
kelasPen*eeiompokan
menggunakan
kriteria
tiap
kelompokterdii
dari
4
sampai
5
orang.
persyaratanl,ang
hal";s
dlpai.:hi bah*a
anggorakelompok
tersebut anggotanyabLsifat
hiterogin.Kehiteroginan
kerompok
tersebut merupakan perpaduan*I*u
1'ang bekemampuan
tinggr,
sedang atau rendah. Sebagai gambaranau'al
sebelum mengelompokan mahasiswa/murid,
pengajar harustahu
lebih
dahulu
datatingkat kecerdasannya.
nai."r"v"
apabilajunilah
mahasiswadalam
safu kelas tersebut ada30
orang,^makadata
kecerdasanmahasiswa
itu
dikelompokan
kedalini
tiga
kelompok
yaitu_mahasiswa
yang mempunyai kecerdasantingfi,
.
sedang, dan rendah.Kel k- kelom k teisebut
idi
bawahTujuan
diadakan pengelompokanini
agar:(a)
mahasiswabekerja dalam suatu kelompok, dimana setiap
kelompol
beranggotalima
orang;
(b)
kelompok
tersebut merupakan perpaduan antarayang
bekemampuantinggi,
sedangatau rendah;
1ty
guruldosenAplikasi P endekatan Cooperative Learning dalam Pembelajaran Menulis paragraf
l--
t2KeIo
I
A. Tinggi
B.Tinggi
H.Sedang I.Sedang(-.t .Rendah
u
C.Tinggi
I.Sedang J.Sedang .
K.Sedang V.Rendah
III
D.Tinggi
M.Sedang N.Sedang W.Rendah
X.Rendah
IV
E.Tinggi
O.Sedang P.Sedang Y.Rendah Z.Rendah
vlrrr
F.Tinggi I
G.Tinggi
Q.Sedang I
S.SedangR.Sedang
I
f.Sedang
AA.Rendah
I
eC.nendah
PELANGI PENDIDIKAN Vol. X, No. 1 Juli2009
menyajikan
permasalahan atauproblern
untuk
dipecahkan dalamkelompok;(d)
murid(mahasiswa)
bekeda
dalam
rangkamenyelesaikan suatu tugas ataupun menyelesaikan suafu masalah .
2.
Rancansan
PemMenulis
Dosen /g,Jru
rnemberikanmateri cara
menulisparagraf dengan
contoh-contoh
paragraf
kepadakelompok
untuk
dibahassecara
bersama-
sama dalam satu kelompok.Mahasiswa/siswa
melakukan kerj a kelompok
Setelah
ke{a
kelompokselesai, mahasiswa
diberitugas menulis
paragrafsebanyak
4 (
paragraf pernbuka, paragrafisi,
danperagraf penutup)
secaraindividual
Pada
pembelajaranberikutnya diadakan
pemberian
nilai
kelompok,bag
kelompok
yang
meperoleh
skor
nilai
tertinesr diberikan reward.
Aplikasi
Pendekatan c ooperativelearning Dalam
Pembelajaran
Dosen/guru memberikan informasi kepada
mahasiswa,bahwa perkuliahan akan
menggunakan
metode
cooperativelearning. Adapun langkah-
langkah kegiatan sebagaiberikut:
(l)
dosen membagi mahasiswa menjadi
6
kelompok berdasarkan hasiltes awal, (2) dosen memberikan materi kepada tiap kelompok untuk dibahas bersama- sama,
(3)
dosen memberitahu kepada mahasiswabahwa
sesudah pembahasanmateri
selesai
dilanjutkan
praktik
menulis paragraf secaraindividual (4)
pertemuanberikutnya
bagikelompok
yang mendapatnilai
denganjumlah
skor
tertings
akan mendapatkan reward.1.
Meningkatkanketerampilanmenulis paragraf.
3.
l0
4.
Monitorin
g Pembelajaran
Moiitorirrg
berfungsi untuk
mendokumentasikan pengaruhtindakan yang
ditrarapkan
menghasilkan perubahan.Monitoring
dilakukan oleh
dosenlguru
sendiri saat pelaksanaan pembelajaransedang berlangsung dengan mencatat
kejadian- kejadian.
Dosenmelakukan
monitoiing piluktut
u*
perkuliahanmenulis
paragrafuntuk
mengetahui
-tindakan
yang
akan
dilaksanakan- Hasil
f"rgu*utur;dan
catatandari
dosen/guru
sebagai masukan bahanienitsi
atau melakukan evaluasi selanjutnya'RefleksidanRevisiRancanganPelaksanaanPembelajaran
Menulis Paragraf
a-
RefleksiRefleksiadalahmengingatdarrrnerenungkankembaii
suatutindakanyangsudalrdicatatdalamobservasiuntuk
memahamipror"r,
riasalah,
kendala dalam tindakan strategi (SuwarsihMadya,lgg4:23)'Refleksimerupakanbagian
fenting
dalam-setiap
langt<ah paoses pembelajaran.
Hal
ini
untukmengatasipermasalahandenganmerevisiperencanaan
sebelumnyu,"roui
temuandi
lapangan'
Dalam
pembelajaraninikegiatanrefleksidifokuskanpadatigatahapanyaitu:(1)
tahap penemuan masalah,(2)
tahap merancangtindakan'
(3)tahappelaksanaan'Hasilmonitoringpadapembelajaranitu
ur.**""vimpulkanbahwaindikatoryangmenunjukkansuatu
pembelajaranmenulisparagrafmelaluicooperativelearning.
b.
itevisi
Pelaksanaan Pembelajaran Menulis ParagrafHasil refleksi yang
dilakukan
oleh
dosen/guru
dapatmenyimpulkat
permasalahan
yang muncul
saat
prosespelaksanaan
pemtelajaran' Adapun
rancangan pembelajaranLerikutnya yang merupakan pembelaj aran lanjutan' 5.
6.
Menulis
PaKeterangan:
l.
2. 3.@gidenganskorTo--
looKemampuan menulis sedang dengan
tkt'9t
9? Kemampuan menulis rendah dengan skor 50- 59Aplikasi Pendekatan Cooperative
L"oryin!
- ^ iatam Pembelajaran Menulis Paragraf, 1-
12lEnrmqf
Ppnilaian
u
No. Unsur Yang
Dinilai
Bobot Maksimal SkorI Kohesi 20
)
Koherensi 20J. Pilihan kata 15
4. Eiaan 15
5. Tandabaca
l0
6. Kelenskapan Paragraf 20
Jumlah 100
PELANGI PENDIDIKAN Vol. X, No. 1 Juli2009
E.
PENUTUP
Aplikasi
pendekatan cooperativelearning
dalam pembelajaranmenulis paragraf dalam rangka meningkatkan keterampilan mahasiswa/
murid
dapat meggunakan berbagaivariasi
metode atau pendekatan.Berbagai
metode atau
pendekatan
yang
sudah
kita
pakai
dalammenyajikan pembelajaran menulis paragraf kurang dapat meningkatkan keterampilan
menulis
paragraf secarakomprehensif. Oleh
karenaitu
perlu
dicari
ataa
mencoba menggunakan pendekatan
baru
yaitu
c o o p er ativ e I e arnin
g.
C o op e r a t ht e I e arnin g mengaj ak mahasiswa I anakmelakukan pemecahan masalah secara bersama
atau gotong
royong.Dengan
cara
ini
anaU
mahasiswa
yang pandai dapat
membantukawannya yang berkemampuan sedang atau rendah dalam menyusun paragraf. Rasa sosial dan kebersamaan yang
tinggi
akan meningkatkankepercayaan
diri
sehingga akan meningkatkanketerampilan
menulisparagraf
bagi
anali,'
mahasiswa y-airgkeiriampuannya setiang
atarrrendah.
Daftar
PustakaAllen,
M.J dan Yen, WendM.
(1979)fnfioduction
to measurement Theory.Califomia:
Books Publishing Company.Anita
Lie. (2003). CooperativeLearning: Memratikun
cooperativelearning di ruang- ruong
kelas. Jakarta: Grasindo.Burden, Paul R. dan Byrd, David
M. (
1999).Method
of effective Teaching. Boston:Allyn
and Bacon.Cece. Rahmadi dan
Didi
Suherdi.( 1999).Evaluasi
Pengajaran.Jakarta:Depdikbud.
Depdikbud . (1,gg4). Kamus Besar Bahasa
Indonesia.Jakarta:
Balai
'Pustaka.
Sehat Saragih. (2002). Pendekatan Cooperative
Learning
dalam PembelajaranKalkulus
dengan menggunakan Peta Konsep.Jurnal Kependidikan,
No.I,
Th.XXXII,
hlm.
17-30.
Slameto. (1995).
Belajar
danFaktir-factor
yang
mempengaruhinya.Jakarta: Rineka Cipta.
S1'aiful Bahri Djamarah dan swan Zain. (1996). Stategi
Belajar Mengajar.
Jakarta: Rineka Cipta.
\\-oolfolk, Anita
E. (1984).Educational Psycologyfor
Theachers.Englewood
Cliffs:
Prentice-Hall,
Inc.