• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemilihan Topik & Outline Penulisan Karya Ilmiah PPs 09.ppt

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pemilihan Topik & Outline Penulisan Karya Ilmiah PPs 09.ppt"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

TEKNIS PENULISAN

TEKNIS PENULISAN

KARYA ILMIAH

KARYA ILMIAH

Burhan Nurgiyantoro

Burhan Nurgiyantoro

FBS/PPs Universitas Negeri Yogyakarta

FBS/PPs Universitas Negeri Yogyakarta

(2)

PENDAHULUAN

Menulis itu mudah, terutama bagi yang mau menulis Jadi, syarat pertama untuk bisa menulis dan menjadi

penulis adalah kemauan

Jika kemauan belum muncul, padahal tuntutan

menghasilkan karya tulis terus menghantui kita, kita harus memotivasi diri sendiri

Jadi, syarat kedua untuk jadi penulis adalah kemampuan memotivasi diri sendiri

Bagaimana cara memotivasi diri sendiri?

Tergantung diri sendiri, tetapi keinginan-keinginan tertentu sering manjur untuk maksud itu

Misalnya, karena ingin cepat selesai kuliah, namanya dikenal orang (terkenal), pendapatnya diketahui orang, membuat tulisan karena masalah seperti itu belum ditulis orang, menanggapi tulisan, pendapat, atau mereaksi

(3)

Pendahuluan lanjutan…

Lazimnya, orang mempunyai kemauan dan termotivasi karena memiliki pengetahuan dan kemampuan

Pengetahuan dan kemampuan adalah syarat berikutnya untuk menjadi penulis

Tetapi, jika kita telah mempunyai kemauan dan motivasi, pengetahuan dan kemampuan lebih mudah untuk

dikembangakan

Pengetahuan dan kemampuan berkaitan dengan isi tulisan, apa yang diuraikan dalam karyatulis

Namun, ia juga berkaitan dengan cara dan tatacara mengungkapnya

Yang terakhir itu berkaitan dengan kemampuan

membahasakan apa yang ingin diungkapakan dan format penulisan

Jadi, pada intinya, untuk menjadi penulis atau menghasilkan karya tulis orang harus memiliki kemauan, motivasi,

(4)

Pendahuluan lanjutan…

Pengetahuan dan kemampuan juga terkait dengan cara mengungkapkan gagasan: aspek bahasa

Kemampuan mengungkapkan ide dalam bahasa yang benar dan komunikatif adalah kunci keberhasilan seeseorang untuk menjadi penulis

Singkatnya, ada dua unsur pengetahuan & kemampuan yang harus dimiliki: apa yang akan diungkapkan (isi) dan

bagaimana cara mengungkapkan (bentuk)

Aspek isi dan bentuk adalah dua hal yang mendukung eksistensi sebuah karya tulis; keduanya saling terkait dan saling melengkapi

Tulisan dengan bahasa yang benar jika isi tidak meyakinkan, orang akan malas membaca karena tidak memberi nilai

tambah

Tulisan dengan ide yang bagus, orisinal, dan luas, tetapi jika bahasanya tidak benar akan kacau (bahasa menunjukkan karakter penulis)

Berlatih menulis karya ilmiah mesti melibatkan kedua unsur itu

(5)

PEMILIHAN TOPIK

Pertanyaan: apa yang harus (akan) saya tulis adalah hal yang

paling sering dipertanyakan setiap orang yang bermaksud

menulis

Apa yang harus ditulis berarti: topik, tema, isi, masalah, apa

yang diungkapkan

Tidak sedikit orang yang kebingungan untuk memilih topik,

tidak tahu apa yang harus ditulis, padahal ia bukan orang

bodoh

Termasuk mahasiswa S2 dan S3 yang kebingungan memilih

topik, judul, penelitian tesis dan disertasi

Padahal, pemilihan topik adalah hal pertama yang mesti

dilalui jika seseorang ingin menulis tentang apa saja

Jika topik (judul) telah ditemukan, boleh dikatakan kerja

penulisan karya telah 50% selesai karena selebihnya tinggal

mengembangkannya

(6)

Cara Pemerolehan Topik

Karangan

Membaca:

Langkah pertama seseorang yang ingin menulis adalah

membaca dan membaca untuk mendapatkan “ilham”

Membaca apa saja yang menarik (ingat: penulis yang baik

adalah pembaca yang lebih baik lagi)

Lewat bacaan akan diperoleh berbagai pengetahuan dan

pengalaman yang berharga

Juga akan diperoleh gaya penulisan yang baik yang dapat

dijadikan “teladan” sementara sebelum orang menemukan gaya sendiri

Lewat bacaan orang disadarkan bahwa ternyata begitu

banyak persoalan (topik, permasalahan) yang dapat diangkat menjadisebuah karya tulis

Dari situ kita dapat memperoleh “ilham”, ide, gagasan, atau

hal-hal lain yang dapat juga dijadikan topik penulisan

(7)

Apa Saja yang Sebaiknya

Dibaca?

Jurnal:

Jurnal lazimnya memuat berbagai hasil penelitian atau teori mutakhir

Jurnal yang sesuai dengan bidang, minat, kepentingan, atau keperluan

Jurnal lazimnya bersifat spesifik dan serumpun, jadi satu jurnal memuat berbagai teori dan temuan yang serumpunJurnal mudah didapatkan: tiap PT, fakultas menerbitkannya,

dalam dan luar negeri

Buku Referensi:

Buku lazimnya memuat berbagai teori, pendapat, kutipan

berbagai hasil penelitian terkait, dan lain-lain yang lebih luas dan mendalam

Nilai kemutakhiran buku lazimnya dinilai kalah dibanding

jurnal (walau tahun penerbitannya sama; ingat buku terbitan 2 atau 3 dekade yang lalu saja masih sering dirujuk)

Pada kenyataannya buku lebih praktis untuk dimiliki dan

(8)

Apa Saja

lanjutan…

Majalah Ilmiah:

Majalah ilmiah, mirip jurnal, juga lazim memuat berbagai artikel mutakhir baik teori, pendapat, maupun acuan terhadap hasil penelitian

Lazimnya isi majalah lebih heterogen dibandingkan dengan jurnal yang spesifik

Majalah populer pun baik juga dibaca karena di dalamnya juga sering dimuat hal-hal ilmiah, namun dengan kemasan populer  Juga fakta, berita, dan feature

Surat Kabar Harian

Setiap kali terbit, surat kabar harian memuat artikel (ilmiah, semiilmiah)

Topik artikel sudah pasti untuk tiap hari (misal, untuk terbitan minggu hampir semua harian menampilkan artikel seni dan sastra)

(9)

Cara Pemerolehan lanjutan…

Diskusi dengan Sejawat

Diskusi dengan sejawat secara santai tetapi kadang agak serius tentang topik aktual

Diskusi dengan sejawat dapat menjadi ajang brainstorming yang efektif

Aktivitas diskusi dapat melahirkan atau memunculkan ide-ide baru dan segar yang layak ditindaklanjuti dengan penulisan

kelanjutan diskusi sejawat bisa berupa konsultasi dengan pakar bidang yang bersangkutan Imisal untuk menemukan topik

penelitian)

Menghadiri Seminar dan membaca Makalah Seminar

Menghadiri seminar secara aktif mirip dengan diskusi sejawat

tetapi lebih formal; terutama seminar dengan tema yang relevan dengan bidang atau menarik minat

Jika tidak sempat, usahakan dapat memperoleh makalahnyaLewat kegiatan itu kita akan disadarkan bahwa ternyata ada

begitu banyak topik yang dapat digali dan diungkap

Kita dapat memperoleh “ilham” dan kemudian mencoba

(10)

Cara Pemerolehan lanjutan…

Merenung, Berimajinasi

Merenung dan berimajinasi bukan berfantasi atau berkhayal;

orang sering salah tafsir

Semua karya besar, apa pun namanya, pasti lewat imajinasi

pencipta atau penulisnya

Imajinasi mengandung aktivitas dan produktivitas; berimajinasi =

creative thinking

Berimajinasi adalah aktivitas mengolah semua input,

menyintesis dan mengevaluasinya, kemudian

mengungkapkannya kembali dalam bentuk “karya” yang orisinal

Orisinal dalam arti “barang baru” milik penulis ybs dan sesuai

dengan kepribadiannya

 Kualitas keluaran berimajinasi, selain ditentukan oleh kualitas imajinasi orang ybs, juga kualitas input (banyak,luas,

mendalamnya; input=bahan penulisan=topik dan bahan pengembangannya)

(11)

CARA PEMILIHAN PEMILIHAN TOPIK

CARA PEMILIHAN PEMILIHAN TOPIK

Membaca dan mencari berbagai topik dan permasalahan

Membaca dan mencari berbagai topik dan permasalahan

yang baik dan layak dicermati sebanyak mungkin baik-baik

yang baik dan layak dicermati sebanyak mungkin baik-baik

saja

saja

Tetapi, daya tahan tubuh dan daya rekam otak kita terbatas;

Tetapi, daya tahan tubuh dan daya rekam otak kita terbatas;

demikian juga waktu juga amat terbatas

demikian juga waktu juga amat terbatas

Kita lazimnya tidak menguasai dan ahli di banyak bidang

Kita lazimnya tidak menguasai dan ahli di banyak bidang

(walau ada orang yangahlidi berbagai bidang)

(walau ada orang yangahlidi berbagai bidang)

Maka, perlu pembatasan topik dan masalah apa saja yang

Maka, perlu pembatasan topik dan masalah apa saja yang

sebaiknya kita cari, cermati, dan kembangkan dalam rangka

sebaiknya kita cari, cermati, dan kembangkan dalam rangka

membuat karya tulis

membuat karya tulis

Artinya, topik dan permasalahan perlu dibatasi agar tulisan

Artinya, topik dan permasalahan perlu dibatasi agar tulisan

dapat lebih memfokus, mendalam, dan tuntas

dapat lebih memfokus, mendalam, dan tuntas

Tulisan sedikit tetapi mendalam dan tuntas, akan lebih baik

Tulisan sedikit tetapi mendalam dan tuntas, akan lebih baik

daripada nggladrah tetapi tidak jelas fokusnya

daripada nggladrah tetapi tidak jelas fokusnya

Jika memiliki sejumlah topik,sebaiknya itu dikembangkan ke

Jika memiliki sejumlah topik,sebaiknya itu dikembangkan ke

dalam judul-judul tulisan yang berbeda

(12)

Cara Pemilihan lanjutan…

Cara Pemilihan lanjutan…

Pertimbangan dalam pemilhan topik penulisan

Pertimbangan dalam pemilhan topik penulisan

antara lain dapat disebutkan:

antara lain dapat disebutkan:

Menarik:

Menarik:

menarik diri sendiri

menarik diri sendiri

mungkin karena sesuai bidang keahlian, mempunyai

mungkin karena sesuai bidang keahlian, mempunyai

pengetahuan yang memadai

pengetahuan yang memadai

faktor khusus yang menyebabkan kita tertarik

faktor khusus yang menyebabkan kita tertarik

Mempunyai kemampuan untuk melakukan:

Mempunyai kemampuan untuk melakukan:

penulis harus yakin bahwa topik yang dipilihitu dapat

penulis harus yakin bahwa topik yang dipilihitu dapat

dijangkau oleh kemampuannya

dijangkau oleh kemampuannya

lazimnya dilatarbelakangi oleh bidang keahlian

lazimnya dilatarbelakangi oleh bidang keahlian

didukung oleh referensi (laboratorium, narasumber,

didukung oleh referensi (laboratorium, narasumber,

sumber data) yang dapat dijakangkau

sumber data) yang dapat dijakangkau

untuk penelitian besar (tesis, disertasi, hibah) juga

untuk penelitian besar (tesis, disertasi, hibah) juga

harus didukung oleh ketercukupan waktu dan biaya

(13)

Cara Pemilihan lanjutan…

Cara Pemilihan lanjutan…

Aktual:

Aktual:

aktual, sedang menjadi

aktual, sedang menjadi

topic of the day

topic of the day

banyak orang menaruh perhatian pada masalah itu

banyak orang menaruh perhatian pada masalah itu

diperlukan sumbangsaran dari berbagai sudut

diperlukan sumbangsaran dari berbagai sudut

pandang/keilmuan untuk solusi suatu permasalahan

pandang/keilmuan untuk solusi suatu permasalahan

terutama jika kita ingin menulis di media masa, tetapi

terutama jika kita ingin menulis di media masa, tetapi

juga berlaku untuk penulisan dan penelitian yang lain

juga berlaku untuk penulisan dan penelitian yang lain

hanya kadar aktualitasnya berbeda

hanya kadar aktualitasnya berbeda

Bermanfaat: ada dampak positif, misalnya bagi

Bermanfaat: ada dampak positif, misalnya bagi

pengembangan keilmuan (lazimnya sesuai dengan

pengembangan keilmuan (lazimnya sesuai dengan

bidang yang digarap)

bidang yang digarap)

solusi atau sumbangsaran bagi suatu persoalan

solusi atau sumbangsaran bagi suatu persoalan

keilmuan/kemasyarakatan

keilmuan/kemasyarakatan

(14)

PEMBUATAN

PEMBUATAN

OUTLINE

OUTLINE

Menulis pada hakikatnya adalah mengungkapkan ide

Menulis pada hakikatnya adalah mengungkapkan ide

dan gagasan ke dalam wujud bahasa tertulis

dan gagasan ke dalam wujud bahasa tertulis

Ide, gagasan, atau materi yang ada di pikiran banyak

Ide, gagasan, atau materi yang ada di pikiran banyak

sekali (baik yang sudan siap diungkap maupun yang

sekali (baik yang sudan siap diungkap maupun yang

masih berupa kelebatan-kelebatan pikiran yang harus

masih berupa kelebatan-kelebatan pikiran yang harus

dikembangkan)

dikembangkan)

Agar dapat diungkapkan dengan sistematis-logis dan

Agar dapat diungkapkan dengan sistematis-logis dan

dengan bahasa yang benar, semua harus ditata,

dengan bahasa yang benar, semua harus ditata,

disistematiskan, dan dipersiapkan dengan baik

disistematiskan, dan dipersiapkan dengan baik

Penataan itu sebaiknya konkret, tidak hanya di pikiran

Penataan itu sebaiknya konkret, tidak hanya di pikiran

saja, dalam bentuk tulisan yang dapat dibaca

saja, dalam bentuk tulisan yang dapat dibaca

berulang-ulang

ulang

Penataan pikiran itu sebenarnya berupa perencanaan

Penataan pikiran itu sebenarnya berupa perencanaan

tentang apa saja yang akan dituliskan dan bagaimana

tentang apa saja yang akan dituliskan dan bagaimana

pengurutannya

pengurutannya

Itulah yang kemudian disebut sebagai

Itulah yang kemudian disebut sebagai

outline

outline

karya

karya

tulis

(15)

Pembuatan lanjutan…

Pembuatan lanjutan…

 OutlineOutline (secara kamus): garis besar, bagan, skema, sketsa, (secara kamus): garis besar, bagan, skema, sketsa,

kerangka

kerangka

 OutlineOutline karangan: kerangka karangan, garis besar karangan karangan: kerangka karangan, garis besar karangan  OutlineOutline berisi kerangka topik dan sub-subtopik yang akan berisi kerangka topik dan sub-subtopik yang akan

dikembangkan menjadi sebuah tulisan yang lengkap-jadi

dikembangkan menjadi sebuah tulisan yang lengkap-jadi

 OutlineOutline mencantumkan judul karangan dan sub-subjudul mencantumkan judul karangan dan sub-subjudul

(bab, bagian) (semuanya sementara)

(bab, bagian) (semuanya sementara)

 OutlineOutline haruslah sudah memberikan gambaran jelas tentang haruslah sudah memberikan gambaran jelas tentang

masalah yang diuraikan dalam karangan

masalah yang diuraikan dalam karangan

 Semua subjudul harus mendukung tema karangan yang Semua subjudul harus mendukung tema karangan yang

secara jelas tercermin dalam judul; semua subjudul

secara jelas tercermin dalam judul; semua subjudul

mendukung judul utama karangan

mendukung judul utama karangan

 Semua sub-subjudul harus mendukung subjudulSemua sub-subjudul harus mendukung subjudul

 Semua subjudul menunjukkan secara konkret tentang apa Semua subjudul menunjukkan secara konkret tentang apa

saja yang akan diuraikan dalam batang tubuh karangan

saja yang akan diuraikan dalam batang tubuh karangan

 Dengan membaca Dengan membaca outlineoutline, mestinya orang sudah dapat , mestinya orang sudah dapat

membayangkan apa isi karangan secara keseluruhan

membayangkan apa isi karangan secara keseluruhan

Outline

Outline

yang jadi tidak lain adalah daftar isi

yang jadi tidak lain adalah daftar isi

sebuah karya tulis

(16)

Langkah pembuatan Outline

Langkah pembuatan Outline

 Penyakit yang menghantui penulis pemula (sering juga: yang Penyakit yang menghantui penulis pemula (sering juga: yang telah berpengalaman) adalah memulai sebuah tulisan

telah berpengalaman) adalah memulai sebuah tulisan

 Kebingungan itu biasanya meliputi pertanyaan: apa yang Kebingungan itu biasanya meliputi pertanyaan: apa yang harus pertama dituliskan, serta bagaimana pengalimatan

harus pertama dituliskan, serta bagaimana pengalimatan

dan pengalineaannya

dan pengalineaannya

 Kebingunan pertama disebabkan oleh adanya sejumlah Kebingunan pertama disebabkan oleh adanya sejumlah gagasan yang “berebut” untuk lebih dahulu diuliskan;apa

gagasan yang “berebut” untuk lebih dahulu diuliskan;apa

yang mesti dituliskan diawal penulisan

yang mesti dituliskan diawal penulisan

 Atau sebaliknya, kebingugnan karena takada gagasan yang Atau sebaliknya, kebingugnan karena takada gagasan yang akan diungkapkan

akan diungkapkan

 Kebingungan kedua menyangkut aspek bahasa, bahasa tulis-Kebingungan kedua menyangkut aspek bahasa, bahasa tulis-menulis

menulis

 Bagi mahasiswa/pelajar yang sedang belajar menulis Bagi mahasiswa/pelajar yang sedang belajar menulis

ketepatan unsur bahasa bahasa tampaknya lebih ditekankan

ketepatan unsur bahasa bahasa tampaknya lebih ditekankan

 Tetapi, bagi para penulis sungguhan (mahasiswa S2/S2 Tetapi, bagi para penulis sungguhan (mahasiswa S2/S2 masuk kelompok ini), aspek isi karangan lebih ditekankan

masuk kelompok ini), aspek isi karangan lebih ditekankan

 Hal itu tidak berarti masalah bahasa diabaikan, tetapi Hal itu tidak berarti masalah bahasa diabaikan, tetapi semestinya itu sudah baik (kalau belum baik, ya…

semestinya itu sudah baik (kalau belum baik, ya…

kebangeten)

(17)

Langkah lanjutan …

Langkah lanjutan …

Cara pembuatan

Cara pembuatan outlineoutline sebagai berikut sebagai berikut

 Tuliskan judul (sementara) karangan yang akan dibuatTuliskan judul (sementara) karangan yang akan dibuat

 Tuliskan semua topik/subtopik/ide yang terkait dengan judul Tuliskan semua topik/subtopik/ide yang terkait dengan judul (tema) karangan

(tema) karangan

 Biarkan semua subtopik/ide itu bermunculan begitu saja, Biarkan semua subtopik/ide itu bermunculan begitu saja, tidak usah terburu mengurutkannya secara logis-kronologis

tidak usah terburu mengurutkannya secara logis-kronologis

 Setelah semua subtopik/ide dituangkan (sementara), Setelah semua subtopik/ide dituangkan (sementara), cermati satu per satu berdasarkan cakupan dan urutan

cermati satu per satu berdasarkan cakupan dan urutan

 Cakupan dimaksudkan sebagai satu subtopik dan sub-Cakupan dimaksudkan sebagai satu subtopik dan sub-subtopik yang menjadi bawahannya yang memang

subtopik yang menjadi bawahannya yang memang

berkaitan secara logika

berkaitan secara logika

 Atau, satu subjudul dengan subjudul-judul yang Atau, satu subjudul dengan subjudul-judul yang mendukungnya

mendukungnya

 Urutkan tiap subjudul dan sub-subjudul ke dalam Urutkan tiap subjudul dan sub-subjudul ke dalam

pengurutan yang menunjukkan alur pemikiran yang

pengurutan yang menunjukkan alur pemikiran yang

logis-kronologis

kronologis

 Urutan subjudul langsung mendukung judul,dan sub-Urutan subjudul langsung mendukung judul,dan sub-subjudul mendukung langsung sub-subjudul

(18)

Langkah lanjutan …

Langkah lanjutan …

 Setelah pengurutan subjudul dan sub-subjudul secara Setelah pengurutan subjudul dan sub-subjudul secara

logis-kronologis selesai, cermati sekali lagi:

logis-kronologis selesai, cermati sekali lagi:

 Mungkin ada yang perlu ditambahkan, dibuang, atau Mungkin ada yang perlu ditambahkan, dibuang, atau

dipindah letaknya ke bagian yang yang lebih sesuai

dipindah letaknya ke bagian yang yang lebih sesuai

 Jika sudah, selesailah pembuatan Jika sudah, selesailah pembuatan

outline

outline

karangan itu karangan itu

dan dilanjutkan membuat karangan secara utuh

dan dilanjutkan membuat karangan secara utuh

 Tetapi, itu tetap bersifat sementaraTetapi, itu tetap bersifat sementara karena dalam proses karena dalam proses

penulisan selalu saja terjadi perubahan: pengurangan,

penulisan selalu saja terjadi perubahan: pengurangan,

pemindahan, atau penambahan sub-subjudul atau

pemindahan, atau penambahan sub-subjudul atau

ide-ide baru yang muncul kemudian

ide baru yang muncul kemudian

 Pengembangan Pengembangan

outline

outline

menjadi karangan yang utuh menjadi karangan yang utuh

dapat dimulai dari subjudul mana saja tergantung

dapat dimulai dari subjudul mana saja tergantung

kesiapan refenrensi

kesiapan refenrensi

 Tetapi, alur logika yang runtut harus tetap diusahakan Tetapi, alur logika yang runtut harus tetap diusahakan

pada akhir penulisan

pada akhir penulisan

 Tiap subjudul dan sub-subjudul harus secara jelas Tiap subjudul dan sub-subjudul harus secara jelas

mendukung tema karangan

(19)

Contoh Outline Jadi

Contoh Outline Jadi

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA

BERWAWASAN MULTIKULUTURAL

BERWAWASAN MULTIKULUTURAL

A. PENDAHULUAN

A. PENDAHULUAN

B. PENDIDIKAN BERWAWASAN MULTIKULTURAL

B. PENDIDIKAN BERWAWASAN MULTIKULTURAL

C. PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA BERWAWASAN

C. PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA BERWAWASAN

MULTIKULTURAL

MULTIKULTURAL

1. Pembelajaran Bahasa Berwawasan

1. Pembelajaran Bahasa Berwawasan

Multikultural

Multikultural

2. Pembelajaran Sastra Berwawasan

2. Pembelajaran Sastra Berwawasan

Multikultural

Multikultural

D. PENUTUP

(20)

Contoh Outline Perbaikan Penambahan

Contoh Outline Perbaikan Penambahan

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA

BERWAWASAN MULTIKULUTURAL

BERWAWASAN MULTIKULUTURAL

A. PENDAHULUAN A. PENDAHULUAN

1. Kondisi Pendidikan Bahasa dan Sastra di Indonesia Dewasa Ini

1. Kondisi Pendidikan Bahasa dan Sastra di Indonesia Dewasa Ini

2. Pentingnya Inovasi dalam DuniaPendidikan di Indonesia

2. Pentingnya Inovasi dalam DuniaPendidikan di Indonesia

B. PENDIDIKAN BERWAWASAN MULTIKULTURAL B. PENDIDIKAN BERWAWASAN MULTIKULTURAL

1. Hakikat Pendidikan Berwawasan Multikultural

1. Hakikat Pendidikan Berwawasan Multikultural

2. Pentingnya Implementasi Pendidikan Berwawasan Multikultural

2. Pentingnya Implementasi Pendidikan Berwawasan Multikultural

3. Pendekatan Pendidikan Berwawasan Multikultural

3. Pendekatan Pendidikan Berwawasan Multikultural

C. PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA BERWAWASAN C. PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA BERWAWASAN

MULTIKULTURAL MULTIKULTURAL

1. Pembelajaran Bahasa Berwawasan Multikultural

1. Pembelajaran Bahasa Berwawasan Multikultural

a. Pembelajaran Keterampilan Berbahasaa. Pembelajaran Keterampilan Berbahasa

b. Implementasi Pembelajaran Bahasa Berwawasan Multikultural b. Implementasi Pembelajaran Bahasa Berwawasan Multikultural 2. Pembelajaran Sastra Berwawasan Multikultural

2. Pembelajaran Sastra Berwawasan Multikultural

a. Sastra: Budaya dalam Tindaka. Sastra: Budaya dalam Tindak

b. Sastra Bermuatan Multikulturb. Sastra Bermuatan Multikultur

c. Implementasi Pembelajaran Sastra Berwawasan Multikultural c. Implementasi Pembelajaran Sastra Berwawasan Multikultural D. PENUTUP

(21)

Outline untuk Alinea

Outline untuk Alinea

 Pembuatan Pembuatan outlineoutline biasanya hanya sampai pada penulisan biasanya hanya sampai pada penulisan judul, subjudul, dan sub-subjudul

judul, subjudul, dan sub-subjudul

 Perincian ke dalam sub-subjudul menjadi banyak atau Perincian ke dalam sub-subjudul menjadi banyak atau sedikit tergantung pada luas dan kompleksnya topik tiap sedikit tergantung pada luas dan kompleksnya topik tiap

subjudul subjudul

 Tetapi, bagi penulis pemula, mengembangkan sub-subjudul Tetapi, bagi penulis pemula, mengembangkan sub-subjudul menjadi alena-alinea yang mendukungnya pun sering tidak menjadi alena-alinea yang mendukungnya pun sering tidak

semudah yang dibayangkan semudah yang dibayangkan

 Untuk itu, dapat juga dibuat “Untuk itu, dapat juga dibuat “outline-outlineoutline-outline” tiap alinea ” tiap alinea tersebut

tersebut

 Outline yang dimaksudkan di sini tidak lain adalah pikiran-Outline yang dimaksudkan di sini tidak lain adalah pikiran-pikiran pokok yang dapat dinyatakan dalam satu/dua kata; pikiran pokok yang dapat dinyatakan dalam satu/dua kata; tiap kata/kata-kata akan dikembangkan menjadi satu alinea tiap kata/kata-kata akan dikembangkan menjadi satu alinea  Tuliskan semua kata/kata-kata itu yang terlintas di pikiran, Tuliskan semua kata/kata-kata itu yang terlintas di pikiran,

tidak usah berpikir urutannya dulu tidak usah berpikir urutannya dulu

 Selanjutnya kurang lebih sama dengan proses pembuatan Selanjutnya kurang lebih sama dengan proses pembuatan

outline

(22)

Manfaat Outline

Sebelum menulis, disarankan agar kita membuat

outline terlebih dahulu, baik ditulis secara formal

maupun sekadar coret-coretan kecil

Namun, disarankan outline itu betul-betul

dituliskan sehingga dapat dijadikan rujukan

berpikir sambil berproses menulis

Mungkin saja ada penulis yang tidak membuat

outline, tetapi dapat menghasilkan tulisan yang

baik.

Namun, para penulis pemula sebaiknya membuat

outline untuk dapat lebih menata proses

bekerjanya secara lebih baik

(23)

Manfaat lanjutan…

Memungkinkan kita, penulis, melihat keseluruhan gagasan yang akan ditulis

Alur logika uraian gagasan dapat dilihat secara jelas Jika terjadi kekurangtepatan penempatan sub-subtopik

secara alur logika, kita dapat memperbaikinya agar lebih runtut

Jika ada suatu topik yang kurang relevan dengan tema keseluruhan (judul), topik itu dapat dibuang

Sebaliknya, jika suatu topik penting ternyata belum

muncul, ia dapat ditambahkan pada subjudul yang tepat Dapat dihindari adanya ketumpangtindihan

gagasan-gagasan di beberapa subjudul; pilih di tempat mana suatu topik secara tepat ditempatkan

Memungkinkan penulis untuk memiliki kepastian langkah kerja, dan memilih mana yang akan dikerjakan dulu

Pengembangan outline menjadi karangan tidak harus

(24)

Manfaat lanjutan…

Memudahkan mencari referensi, rujukan,

sumber bahan, atau narasumber dengan pasti

Penjabaran judul menjadi subjudul,

sub-subjudul, dst, secara langsung akan

menunjukkan bahan apa saja, rujukan apa saja,

yang dibutuhkan untuk menguraikan

topik-topiktersebut menjadi sebuah karangan yang

dapat dipertanggungjawabkan

Menjamin ketuntasan uraian tiap subjudul dan

sub-subjudul

Memudahkan penulis sendiri untuk menemukan

dan mengecek ulang di bagian-bagian mana

yang masih memerlukan pembenahan

(25)

Catatan Penutup

Catatan Penutup

 Kegiatan menulis itu sebenarnya mudah dilakukan jika kita mau Kegiatan menulis itu sebenarnya mudah dilakukan jika kita mau

melakukannya

melakukannya

Dosen jelas mempunyai tanggungjawab moral untuk menulis dan Dosen jelas mempunyai tanggungjawab moral untuk menulis dan

menulis sejalan dengan kegiatan meneliti dan meneliti

menulis sejalan dengan kegiatan meneliti dan meneliti

Tanggung jawab itu berkaitan dengan fungsi PT yang sebagai Tanggung jawab itu berkaitan dengan fungsi PT yang sebagai agen of agen of

changing

changing

 Dosen, peneliti, ilmuwan, dan juga guru adalah mengembangkan dan Dosen, peneliti, ilmuwan, dan juga guru adalah mengembangkan dan

kemudian menranformasikan keilmuawan kepada khalayak

kemudian menranformasikan keilmuawan kepada khalayak

Itu motivasi diri idealnya; kita wajib menumbuhkan motivasi diriItu motivasi diri idealnya; kita wajib menumbuhkan motivasi diri

Motivasi yang lain: karena alasan nama, popularitas, eksistensi diri, Motivasi yang lain: karena alasan nama, popularitas, eksistensi diri,

uang, naik pangkat, dll

uang, naik pangkat, dll

Jadi, mengapa kita tidak mau dan mampu memotivasi diri kita sendiri Jadi, mengapa kita tidak mau dan mampu memotivasi diri kita sendiri

untuk menulis dan menulis

untuk menulis dan menulis

Mulai sekarang juga diputuskan untuk segera menulis, topik apa pun Mulai sekarang juga diputuskan untuk segera menulis, topik apa pun

yang ditulis

yang ditulis

 Tidak ada kata terlambat walau sudah berkepala 5 atau 6, apalagi Tidak ada kata terlambat walau sudah berkepala 5 atau 6, apalagi

masih 4, 3, apalagi 2

masih 4, 3, apalagi 2

(26)

TERIMA

TERIMA

KASIH

KASIH

Selamat Menulis

Selamat Menulis

Semoga Menjadi

Semoga Menjadi

Penulis yang Andal

Referensi

Dokumen terkait

Batang Tubuh UUD 1945 terdiri dari rangkaian pasal-pasal merupakan perwujudan pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945, yang tidak lain adalah pokok pikiran

3) Daftar pustaka disusun dengan gaya Vancouver sesuai urutan penampilan di dalam naskah. Tidak dibenarkan menuliskan daftar pustaka yang tidak disinggung sama

Ciri-ciri artikel sekunder menurut (R IFAI , 1995; S OEHARDJAN 1997) antara lain adalah: (1) menyajikan hasil analisis ilmiah terhadap sejumlah artikel primer yang

Dari berbagai macam pengertian karya ilmiah di atas dapat disimpulkan, bahwa yang dimaksud karya ilmiah dalam makalah ini adalah, suatu karangan yang berdasarkan penelitian

UUD 1945 terdiri dari rangkaian pasal-pasal yang merupakan perwujudan dari pokok-pokok pikiran terkandung dalam UUD 1945 yang tidak lain adalah pokok pikiran: persatuan Indonesia,

yang saya kirimkan ke NALARs Jurnal Arsitektur Universitas Muhammadiyah Jakarta: Belum pernah dipublikasikan di jurnal lain Tidak sedang dipublikasikan di jurnal lain Orisinil/ tidak

UUD 1945 terdiri dari rangkaian pasal-pasal yang merupakan perwujudan dari pokok-pokok pikiran terkandung dalam UUD 1945 yang tidak lain adalah pokok pikiran: persatuan Indonesia,

Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan