• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERWA 62 2005 PERATURAN INVESTASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERWA 62 2005 PERATURAN INVESTASI"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PERATURAN WALIKOTA PONTIANAK NOMOR 62 TAHUN 2005

TENTANG

PROSEDUR DAN TATA CARA PERIZINAN USAHA/INVESTASI DI KOTA PONTIANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA PONTIANAK Menimban

g : a. bahwa mengingat kemampuan pemerintah dalammelakukan investasi sangat terbatas, maka investasi pihak swasta dalam pembangunan di Kota Pontianak menjadi sangat penting;

b. bahwa untuk mendorong percepatan pembangunan

Kota Pontianak yang menjadi gerbang masuk Provinsi Kalimantan Barat perlu dilakukan upaya memacu investasi dari pihak dunia usaha/swasta;

c. bahwa salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk mendorong dunia usaha/swasta menanamkan investasinya adalah dengan memberikan kepastian hukum berupa kejelasan proses/perizinan dalam bentuk prosedur tetap perizinan usaha/investasi Kota Pontianak;

d. bahwa berdasarkan pertimbangan huruf a,b dan c di atas, dipandang perlu menetapkan suatu ketetapan baku prosedur perizinan usaha/investasi Kota Pontianak, dalam suatu keputusan;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara Tahun 1953 Nomor 9) sebagai Undang-Undang (Lembaran Negara Tahun 1959 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1820);

2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (Lembaran Negara Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2043);

3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian (Lembaran Negara Tahun 1984 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3274) ;

(2)

Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Nomor Pengelolaan Lingkungan Hidup (lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3699);

7. Undang-Undang nomor 32 … 7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Nomor 126 tahun 2004, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 51 tahun 1993 tentang Analisis Mengenai Dampak lingkungan (Lembaran Negara Tahun 1993 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3538); Oleh Warga Negara Asing dan Atau Pihak Asing Yang Resmi

12 Keputusan Menteri Negara Investasi / Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 38/SK/ 1999 Pontianak (Lembaran Daerah Tahun 2000 Nomor 27 Seri C Nomor 8);

14

(3)

15

. Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 9 Tahun2002 tentang Jasa Informasi Pariwisata, Usaha Jasa Konsultasi Pariwisata, dan Usaha Jasa Promosi Pariwisata Daerah (Lembaran Daerah Tahun 2002 Nomor 25 Seri E Nomor 5);

16

. Peraturan Daerah Nomor 12 tahun 2004 tentangRencana strategis Kota Pontianak Tahun 2004. (Lembaran Daerah Tahun 2004 Nomor 39 Seri E Nomor 20);

17

. Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 17 Tahun2004 Tentang Pembentukan Lembaga Teknis Daerah Kota Pontianak (Lembaran Daerah Tahun 2004 Nomor 44 Seri D Nomor 10);

MEMUTUSKAN

Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA PONTIANAK TENTANG PROSEDUR DAN TATA CARA PERIZINAN USAHA / INVESTASI DI KOTA PONTIANAK

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Walikota ini yang dimaksud dengan : a. Daerah adalah Kota Pontianak

b. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kota Pontianak c. Kepala Daerah adalah Walikota Pontianak

d. Investor adalah setiap Orang yang mengajukan permohonan penanaman modal.

e. Badan adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, Perseroan komanditer, perseroan lainnya, Badan Usaha Milik Negara atau Daerah dengan nama dan dalam bentuk apapun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, atau organisasi yang sejenis, lembaga, bentuk usaha tetap dan bentuk usaha lainnya. f. PMA adalah Penanaman Modal Asing.

g. PMDN adalah Penanaman Modal Dalam Negeri. h. PMD adalah Penanaman Modal Daerah.

i. Rekomendasi adalah Izin Pendahuluan yang diberikan kepada investor yang akan atau sudah menanamkan modalnya di Kota Pontianak.

j. Tim adalah Tim Perizinan Usaha/Investasi Kota Pontianak yang ditunjuk oleh Walikota Pontianak.

(4)

MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 2

(1) Pemberian Izin Pendahuluan Investasi dimaksudkan untuk pengaturan, pembinaan, pengawasan dan pengendalian atas usaha atau kegiatan Investasi oleh orang atau Badan.

(2) Tujuan pemberian Izin Pendahuluan adalah untuk melindungi kepentingan umum serta pelaksanaannya lebih terarah.

Pasal 3

(1) Setiap Izin Pendahuluan yang merupakan dukungan Pemerintah Daerah terhadap Investasi dicantumkan persyaratan teknis yang wajib dilaksanakan sesuai dengan peraturan perUndang-Undangan yang berlaku.

(2) Pencantuman persyaratan teknis tersebut disesuaikan dengan jenis/bidang usaha dan atau kegiatan yang dimohon dan atau dilaksanakan.

BAB III

OBYEK DAN SUBYEK IZIN Pasal 4

(1) Objek Izin adalah jenis usaha/jasa yang sifatnya menginvestasikan modalnya diwajibkan memiliki izin pendahuluan yang dikeluarkan oleh Walikota.

(2) Subjek Izin adalah setiap orang pribadi atau badan yang akan atau yang telah menginvestasikan modalnya di daerah.

BAB IV

TATA CARA PEMBERIAN IZIN Pasal 5

(1) Setiap orang pribadi atau badan yang menginvestasikan modalnya di daerah diwajibkan memiliki izin pendahuluan yang dikeluarkan oleh Walikota.

(2) Setiap orang pribadi atau badan yang akan mendapatkan izin pendahuluan dari walikota terlebih dahulu mengajukan permohonan dengan mengisi Formulir atau Daftar Isian yang telah disediakan dan disampaikan kepada Walikota melalui Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Daerah Kota Pontianak.

(3) Jenis Perizinan

A. Izin Pendahuluan berupa :

(5)

a. Dukungan Pemerintah Kota Pontianak terhadap investor yang akan atau telah melakukan investasi di Kota Pontianak dalam bentuk Rekomendasi

b. Rekomendasi diberikan kepada setiap orang atau badan yang akan melakukan investasi di Kota Pontianak;

c.Masa berlaku rekomendasi investasi adalah selama 3 (tiga) bulan dan dapat diperpanjang paling banyak 1 (satu) kali.

B. Izin Penggunaan Tata Ruang.

C. Izin Operasional

1. Izin Operasional diajukan oleh orang pribadi atau badan setelah memperoleh Rekomendasi dan atau izin prinsip investasi dengan mengajukan permohonan melalui Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Daerah Kota Pontianak setelah melalui perubahan.

2. Izin Operasional terdiri dari :

a. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

b. Surat Izin Tempat Usaha (SITU)

c. Izin Udang-Undang Gangguan (IUUG) HO

d. Izin Pariwisata

e. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

f. Tanda Daftar Industri (TDI)

Ketentuan Izin Operasional mengacu kepada Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2004 tentang Rencana strategis Kota Pontianak Tahun 2004

Pasal 6

(1) Dukungan Pemerintah Daerah dalam bentuk Rekomendasi

Investasi diterbitkan setelah mendapat masukan dari Tim Asistensi Perizinan Usaha/Investasi yang ditunjuk oleh Walikota

BAB V

PERSYARATAN PERMOHONAN IZIN PENDAHULUAN Pasal 7

Persyaratan yang menjadi kelengkapan permohonan izin pendahuluan :

A. Rekomendasi Investasi

1

. Mengajukan Permohonan dukungan investasi dengan mengisiformulir/daftar isian yang telah disediakan

2

(6)

. 4

. Foto Copy KTP 5

. Foto Copy Sertifikat Tanah/Lahan 6

. Proposal

Pasal 8

(1) Izin Pendahuluan dapat diperpanjang 1 (satu) kali dengan mengajukan permohonan dan disertai alasan-alasan yang dapat diterima

(2) Pengajuan permohonan perpanjangan dilakukan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum berakhir masa berlakunya izin.

BAB VI

PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN Pasal 9

(1) Perubahan Lokasi harus mengajukan permohonan baru.

(2) Setiap perubahan terhadap Site Plan harus mendapat izin dari Walikota.

(3) Setiap Orang atau Badan yang telah memperoleh Izin Pendahuluan dan Izin Operasional diharuskan menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan 3(tiga) bulan sekali.

(4) Pengawasan dapat juga dilakukan dengan melakukan pemeriksaan lapangan yang dilaksanakan KP2T dan PMD Kota Pontianak, bila dipandang perlu dapat mengikut sertakan Instansi Teknis terkait yang ditugaskan oleh Walikota.

(5) Laporan sebagaimana dimaksudkan ayat (3) pasal 9 keputusan ini disampaikan kepada Walikota melalui Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Daerah Kota Pontianak;

(6) Izin Pendahuluan dinyatakan tidak berlaku lagi apabila :

a. Batas waktu masa berlakunya telah habis.

b. Pemilik/pemegang izin tidak mematuhi dan melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagaimana yang tercantum dalam izin pendahuluan dan izin-izin lainnya.

c. Pemilik/pemegang izin menghentikan kegiatannya.

(7)

BAB VII PENUTUP Pasal 10

(1). Dengan berlakunya peraturan ini, maka Keputusan Walikota Pontianak Nomor 66 Tahun 2002 dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi.

(2). Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan ini akan diatur dan ditetapkan kemudian oleh Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Daerah, sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya.

Pasal 11

Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal di-Undangkan.

Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan peraturan ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Pontianak.

LEMBARAN DAERAH KOTA PONTIANAK

TAHUN 2005 NOMOR

.

69 SERI E NOMOR 20.

Ditetapkan di Pontianak

pada tanggal 21 Nopember 2005

WALIKOTA PONTIANAK

ttd

dr. H. BUCHARY ABDURRACHMAN

Diundangkan di Pontianak

pada tanggal 21 Nopember 2005

SEKRETARIS DAERAH KOTA PONTIANAK

Drs. H. HASAN RUSBINI

Referensi

Dokumen terkait

Sebelum mengajukan permohonan untuk mendapatkan pembayaran secara berkala, pengusaha pabrik terlebih dahulu mengajukan permohonan secara tertulis kepada

Dalam penyelenggaraan undian berhadiah Bank Syariah Mandiri (BSM), pihak penyelenggara mengajukan permohonan izin terlebih dahulu ke Menteri Sosial Republik

(2) Untuk mendapatkan izin tempat penjualan minuman beralkohol orang pribadi atau Badan atas kuasanya harus mengajukan permohonan secara tertulis kepada Bupati melalui KP2SP-PM

(2) Permohonan izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan mengisi formulir permohonan Izin Pengelolaan Limbah B3 untuk kegiatan penyimpanan limbah

(2) Untuk memiliki izin sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) Pasal ini, orang pribadi atau badan Wajib Retribusi mengajukan permohonan secara tertulis kepada

(1) Wawancara Pers sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf d, dilakukan dengan pers mengisi formulir permohonan secara tertulis atau melalui media lainnya

Prosedur dan Tata Cara Perizinan Usaha Hotel di Kota Makassar yaitu (1) Pemohon harus terlebih dahulu mengajukan permohonan secara tertulis kepada Walikota melalui

Setiap Pemohon yang mengajukan permohonan Surat Izin Gangguan di Kantor Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bangka Tengah akan mengisi Formulir Permohonan Izin