PROVINSI SUMATERA BARAT
MENUJU PROVINSI LAYAK
ANAK
oleh:
LENNY N. ROSALIN, SE, MSc, MFin
Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
2
Pasal 1 (1) UU No. 35/2014 tentang Perubahan Atas
UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak
SDM Berkualitas
Produktifitas
Inovasi dan
Kreatifitas
Anak Berkualitas
Produktifitas
Nasional dan
Daya Saing
Pendapatan
Nasional
Ketahanan
Nasional
Tabungan Nasional
Investasi Nasional
Investasi Fisik
dan Sosial
Investasi SDM
PERIODISASI PERKEMBANGAN ANAK
4
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
Masa dalam Kandungan
Masa formatif pertumbuhan fisik
Bawah Tiga Tahun
Perkembangan motorik (otot dan refleks), penyenpurnaan panca indra, bahasa, keterdekatan sosial dan emosional dengan pengasuh
Bawah Lima Tahun
Penyempurnaan otot, tulang,
kemampuan bahasa, persiapan sekolah
Usia Sekolah
Belajar norma sosial-kultural, keterampilan skolastik
Masa Remaja
Pemenuhan Hak dan Perlindungan
Anak diamanatkan oleh
Konvensi
Internasional PBB tentang
Konvensi Hak Anak
(diratifikasi
melalui Keputusan Presiden No.
39 Tahun 1990)
dan dijabarkan ke
dalam berbagai peraturan
perundang-undangan dan
KONVENSI HAK ANAK
UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2002
tentang Perlindungan Anak
UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2014
tentang Perubahan Atas UU No. 23 Tahun 2002
tentang Perlindungan Anak
U R U S A N P E M E R I N TA H A N
U R U S A N P E M E R I N TA H A N
KONKUREN
(34 Urusan Bersama Pusat, Provinsi, Kab/Kota)
KONKUREN
(34 Urusan Bersama Pusat, Provinsi, Kab/Kota)
ABSOLUT
ABSOLUT
Wajib/Obligatory Wajib Pelayanan Dasar:
a. Pendidikan b. Kesehatan
c. PU dan Penataan Ruang
d. Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
e. Ketentraman, Ketertiban Umum dan Linmas
f. Sosial
Wajib/Obligatory Wajib Pelayanan Dasar:
a. Pendidikan b. Kesehatan
c. PU dan Penataan Ruang
d. Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
e. Ketentraman, Ketertiban Umum dan Linmas
f. Sosial
Pilihan/Optional (8 Sektor Unggulan) a. Kelautan dan
Perikanan b. Pariwisata c. Pertanian d. Kehutanan e. ESDM
f. Perdagangan g. Perindustrian h. Transmigrasi
Pilihan/Optional (8 Sektor Unggulan) a. Kelautan dan
Perikanan b. Pariwisata c. Pertanian d. Kehutanan e. ESDM
f. Perdagangan g. Perindustrian h. Transmigrasi
1. Dilaksanaka n sendiri 2. Dekonsentra
si 3. TP
1. Dilaksanaka n sendiri 2. Dekonsentra
si 3. TP
STRUKTUR URUSAN PEMERINTAHAN
(UU No. 23 Tahun 2014)
1. Politik Luar Negeri
2. Pertahanan 3. Keamanan 4. Yustisi
5. Moneter dan Fiskal
Nasional 6. Agama
1. Politik Luar Negeri
2. Pertahanan 3. Keamanan 4. Yustisi
5. Moneter dan Fiskal
Nasional
6. Agama Wajib/Obligatory
Wajib Tidak Pelayanan Dasar:
a. Tenaga Kerja
b.PP dan PA
c. Pangan d. Pertanahan
e. Lingkungan Hidup f. Adminduk dan Capil g. PM dan Desa
h. Pengendln Penddk dan KB
Wajib/Obligatory
Wajib Tidak Pelayanan Dasar: a. Tenaga Kerja
b.PP dan PA
c. Pangan d. Pertanahan
e. Lingkungan Hidup f. Adminduk dan Capil g. PM dan Desa
h. Pengendln Penddk dan KB
Pemerintahan
Umum
Pemerintahan
Umum
k. Koperasi, UKM
l. Penanaman Modal
m.Kepemudaan dan OR
International Covenant
on Civil & Political Rights (ICCPR)
Ratifikasi : UU No. 12 Tahun 2005
International Covenant on Economic,
Social and Cultural Rights (ICESCR)
Ratifikasi : UU No. 11 Tahun 2005
Universal Declaration of Human Rights
8
Konvensi Hak Anak (KHA)
Ratifikasi: Keppres 36/1990
Konsekuensi Negara
1. Membuat aturan
hukum terkait
anak
2. Mensosialisasika
n hak anak
sampai ke anak
3. Membuat
Laporan Berkala
ke PBB
1. Memenuhi semua hak
anak
2. Melindungi semua anak
3. Menghormati pandangan
anak
Kewajiban Negara
Mempunyai 3 Opsional Protokol:
1. Protokol KHA tentang Prostitusi, Pornografi Anak, dan Perdagangan Anak (UU 10/2012)
2. Protokol KHA tentang Keterlibatan Anak dalam Konflik Bersenjata (UU 9/2012)
5 KLASTER KONVENSI HAK ANAK
KLASTER I
KLASTER II
KLASTER III
KLASTER IV
KLASTER V
Pemenuhan
Hak Anak
Perlindungan
Khusus Anak
PERLINDUNGAN
ANAK
Koord: Deputi IV Bid. TKA
DI ERA OTONOMI DAERAH
KONVENSI HAK ANAK
diimplementasikan ke dalam
“Sistem Pembangunan Berbasis Hak Anak”,
dalam bentuk:
KABUPATEN/KOTA LAYAK ANAK (KLA)
1
2
3
4
5
6
APA ?
KABUPATEN/KOTA LAYAK ANAK
MENGAPA ?
DIMANA ?
KAPAN ?
SIAPA melakukan apa?
12
kabupaten/kota yang mempunyai
sistem
pembangunan berbasis hak anak
melalui
pengintegrasian
komitmen
dan
sumber daya
pemerintah, masyarakat
dan
dunia usaha
,
yang
terencana
secara
menyeluruh
dan
berkelanjutan
dalam
kebijakan, program
dan
kegiatan
untuk menjamin
pemenuhan hak dan
perlindungan anak.
APA
Kab/Kot
a
Hijau
Kab/Kot a Aman Bencana
Kab/Kota
Sehat
Kab/Kot
a Layak
Anak
(KLA)
Kab/Kota
Peduli
HAM
Kab/Kot
a
Inklusi
KLA Terintegrasi dengan
“Sistem Kabupaten/Kota di Indonesia”
Kab/Kot
a
PRINSIP-PRINSIP PEMBANGUNAN ANAK
Kepentingan Terbaik
bagi Anak
semuatindakan yang menyangkut anak, maka yang terbaik bagi anak harus menjadi
pertimbangan utama
Non Diskriminasi
semua hak yang terkandung dalam KHA diberlakukan kepada setiap anak tanpa ada pengecualianHak Hidup, Kelangsungan
Hidup, dan Perkembangan
hak hidup yg melekat pada diri setiap anak harus diakui dan dijamin
Menghargai
Pandangan
Anak
hal-hal yang menyangkut
kehidupan anak, perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan
MENGAPA
KLA diperlukan?
•
Anak 1/3 dari total penduduk.
•
Amanah Internasional dan
Nasional.
•
Anak merupakan investasi
SDM.
•
Anak sebagai tongkat estafet
INDONESIA
LAYAK
ANAK
KELUARGA
RAMAH
ANAK
PROVINSI
LAYAK
ANAK
KAB/KOTA
LAYAK ANAK
KECAMATAN LAYAK ANAK
DESA/ KELURAHAN LAYAK ANAK
RW LAYAK ANAK RT LAYAK
ANAK
2009
Permeneg PP No. 2 Tahun 2009 ttg
Kebijakan KLA
2009
Permeneg PP No. 2 Tahun 2009 ttg
Kebijakan KLA
2010
•KLA sbg salah satu program prioritas Presiden yang tertuang dalam INPRES 01 Tahun 2010
•Permen PP-PA No. 13/2010 ttg Pedoman
Pengembangan KLA di Provinsi
•Permen PP-PA No.
14/2010 ttg Juknis Pengembangan KLA di Desa/Kelurahan
2010
•KLA sbg salah satu program prioritas Presiden yang tertuang dalam INPRES 01 Tahun 2010
•Permen PP-PA No. 13/2010 ttg Pedoman
Pengembangan KLA di Provinsi
•Permen PP-PA No. 14/2010 ttg Juknis Pengembangan KLA di Desa/Kelurahan
2011
•Permen PP-PA No. 11 Tahun 2011 ttg Kebijakan KLA
•Permen PP-PA No. 12 Tahun 2011 ttg Indikator KLA
•Permen PP-PA No. 13 Tahun 2011 ttg Pedoman KLA
(pengganti Permeneg PP No. 2 Tahun 2009)
•Permen PP-PA No. 14 Tahun 2011 ttg Evaluasi KLA
2011
•Permen PP-PA No. 11 Tahun 2011 ttg Kebijakan KLA
•Permen PP-PA No. 12 Tahun 2011 ttg Indikator KLA
•Permen PP-PA No. 13
Tahun 2011 ttg Pedoman KLA
(pengganti Permeneg PP No. 2 Tahun 2009)
•Permen PP-PA No. 14 Tahun 2011 ttg Evaluasi KLA
2012
Indikator KLA
terintegrasi ke dalam
perubahan Permendagri ttg EKPD
Indikator KLA
terintegrasi ke dalam ASIA
2012
Indikator KLA
terintegrasi ke dalam
perubahan Permendagri ttg EKPD
Indikator KLA
terintegrasi ke dalam ASIA
2011
Pengemb KLA di
2011
Pengemb KLA di
2030
Pengemb KLA di 60 kab/kota
2012
Pengemb KLA di 60 kab/kota
2013
Pengemb KLA di 184 kab/kota
2013
Pengemb KLA di 184 kab/kota
2006
Piloting KLA di 5 kab/kota
2006
Piloting KLA di 5 kab/kota
2008 2008
2014
Pengemb KLA di 239 kab/kota
2014
Pengemb KLA di 239 kab/kota
2015
Pengemb KLA di 264 kab/kota
2015
Pengemb KLA di 264 kab/kota
18
Dunia Layak Anak (World Fit for Children) 2000
Dunia Layak Anak (World Fit for Children) 2000
Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2010
Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2010
Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2006, revitalisasi 2010
Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2006, revitalisasi 2010
Klaster I
Klaster I Klaster IIKlaster II Klaster IIIKlaster III Klaster IVKlaster IV
5 KLASTER HAK ANAK *)
5 KLASTER HAK ANAK *)
Media
Media
Lembaga Yudikatif
Lembaga Yudikatif
Lembaga Legislatif
Lembaga Legislatif
Dunia Usaha
Dunia Usaha
Pemerintah:
K/L, SKPD Prov, SKPD Kab/Kota
Pemerintah:
K/L, SKPD Prov, SKPD Kab/Kota
KELUARGA
KELUARGA
ANAK
ANAK
PEMENUHAN HAK ANAK
PEMENUHAN HAK ANAK PERLINDUNGAN KHUSUS ANAKPERLINDUNGAN KHUSUS ANAK
Provinsi Layak Anak (PROVILA) 2006, revitalisasi 2010
Provinsi Layak Anak (PROVILA) 2006, revitalisasi 2010
Desa/Kelurahan Layak Anak (DEKELA) 2014
Desa/Kelurahan Layak Anak (DEKELA) 2014
*)
Klaster I: Hak Sipil dan Kebebasan
Kalster II: Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif Klaster III: Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan
Klaster IV: Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang dan Keg. Budaya Klaster V: Perlindungan Khusus
Kecamatan Layak Anak (KELANA) 2014
Kecamatan Layak Anak (KELANA) 2014
Klaster V: 15 Kategori
AMPK
Klaster V: 15 Kategori
AMPK
24 K/L
117 Es II
SIAPA yang
berperan
mewujudkan
KLA ?
Masyarakat
Masyarakat
RW
Menteri
PERGURUAN TINGGI
Asedep PHKA Dir Dik
BAGAIMANA
mengembangkan KLA?
•
Top-down
Nasional/pusat provinsikab/kota
•
Bottom-up
Gerakan masyarakat Individu & Keluarga
RT/RW desa/kelurahan kecamatan
kab/kota
•
Kombinasi
bottom-up
dan
top-down
1. Komitmen
2. Pembentukan Gugus Tugas 3. Pengumpulan Data Basis
4. Penyusunan Rencana Aksi Daerah 5. Pelaksanaan
6. Pemantauan & Evaluasi 7. Pelaporan
Tahap Persiapan
Tahap Perencanaan
TAHAPAN PENGEMBANGAN
INDIKATOR KLA:
Untuk Mengukur KLA
Setiap kabupaten/kota dapat dikategorikan sebagai
KLA apabila telah memenuhi hak dan melindungi
anak, yang diukur dengan 31 Indikator KLA:
22
INDIKATOR
Penguatan Kelembagaan
6
indikator
Kabupaten/Kota Layak Anak
III. KESEHATAN DASAR DAN
KESEJAHTERA-AN IV.
PENDIDIKAN, PEMANFAATAN WAKTU LUANG DAN KEGIATAN
BUDAYA
I.
HAK SIPIL DAN KEBEBASAN
II. LINGKUNGAN
KELUARGA DAN PENG. ALTERNATIF V.
PERLINDUNGAN
KHUSUS PENGUATAN KELEMBAGAAN 7. Akta Kelahiran
8. Fasilitas Informasi Layak Anak
9. Forum Anak (FA)
15. Prevelensi Angka Gizi Buruk, Gizi Kurang, Stunting, Gizi Lebih
18. Imunisasi Dasar Lengkap 17. Pelayanan Ramah Anak
di Fasilitas Kesehatan 16. ASI Eksklusif
19. Layanan Kespro Remaja, NAPZA, HIV/AIDS, Keswa, Disabilitas 23. Pengembangan Anak
Usia Dini Holistik-Integratif (PAUD HI)
24. Wajib Belajar 12 Tahun
25. Sekolah Ramah Anak
26. Rute Aman dan Selamat ke/dari Sekolah
27. Fasilitas Kegiatan Kreatif dan Rekreatif yg Ramah Anak
29. Jumlah Proses Diversi bagi Anak yg Berkonflik dg Hukum
28. Anak yg Memerlukan Perlindungan Khusus memperoleh Pelayanan
30. Adanya Mekanisme Penanggulangan Bencana dengan Memperhatikan Anak
31. Penarikan Pekerja Anak
22. Kawasan Tanpa Rokok 12. Tersedia Lembaga Konsultasi bagi Orang Tua/Keluarga tentang Pengasuhan Anak
21. Rumah Tangga dng Akses Air Bersih 11. Penurunan Perkawinan Usia
Anak
13. Program Pengasuhan Berkelanjutan
14. Angka Kematian Bayi
24
Amanat UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas
UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
Pemerintah Daerah berkewajiban dan bertanggung jawab
untuk melaksanakan dan mendukung kebijakan nasional
dalam penyelenggaraan perlindungan anak di daerah.
(Pasal 21 ayat 4)
Kebijakan sebagaimana dimaksud pada ayat (4)
diwujudkan melalui komitmen daerah membangun
Kabupaten/Kota Layak Anak. (Pasal 21 ayat 5)
Ketentuan lebih lanjut mengenai kebijakan
Kabupaten/Kota Layak Anak diatur dalam
Indikator Kinerja Utama
(IKU) KPP-PA TAHUN 2015-2019
1. Jumlah K/L dan Pemda yang melaksanakan pembangunan
yang responsif gender dan perlindungan anak;
2. Jumlah K/L dan Pemda yang melaksanakan perlindungan
perempuan dan anak;
3. Jumlah Kabupaten/Kota menuju Kabupaten/
Kota Layak Anak;
4. Jumlah K/L dan Pemda yang menerapkan sistem data gender
dan anak;
5. Persentase hasil pengawasan fungsional yang
ditindaklanjuti;
Jumlah Kabupaten/Kota yang Menginisiasi
KLA
Tahun 2010-2015
26
20100 2011 2012 2013 2014 15 Agst 2015
50 100 150 200 250 300
20 30
60
90 100
120
20
64
86
189
239
264
Target Capaian
Sumber: Data Base KLA Tahun 2015, KPP-PA
Sudah Inisiasi & Belum
Menerima Award
41%
Sudah Inisiasi &
Menerima Award
15%
Belum Inisiasi
44%
DATA KABUPATEN/KOTA PENGEMBANGAN
“KLA”
TAHUN 2015
28
PENERIMA PENGHARGAAN KLA BERDASARKAN KATEGORI
Tahun 2011, 2012, 2013 dan 2015
Nindya
Madya
Pratama
0
Kategori Penghargaan KLA:
1.Kabupaten/Kota Layak Anak
2.Utama
3.Nindya
4.Madya
5.Pratama
PRIORITAS-PRIORITAS
“TUMBUH KEMBANG ANAK”
30
KLASTER 1
1. Percepatan Kepemilikan Akta Kelahiran
2. Informasi Layak Anak (ILA)
3. Telepon Sahabat Anak (TeSA)
4. Pembentukan Forum Anak (FA)
s.d. Desa/Kelurahan
5. Penguatan FA sebagai Pelopor dan Pelapor (2P)
6. Partisipasi Anak dalam Perencanaan Pembangunan (PAPP)
mulai Musrenbangdes/kelurahan hingga nasional
KLASTER 2
7. Pengasuhan Anak
keluarga dan lembaga pengasuhan
alternatif
8. Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA)
9. Pencegahan Perkawinan Usia Anak (PPA)
10. Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI)
KIE
11. Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA)
PRIORITAS-PRIORITAS
“TUMBUH KEMBANG ANAK”
KLASTER 3
13. Pelayanan Ramah Anak di Fasilitas Kesehatan:
- Puskesmas Ramah Anak (PRA)
- Rumah Sakit Ramah Anak (RSRA)
14. Pemenuhan Hak Anak atas Kesehatan: Gizi, ASI, Kespro,
Rokok
KLASTER 4
15. Sekolah Ramah Anak (SRA)
16. Ruang Kreatifitas Anak (RKA)
INTEGRASI
17. Revitalisasi KLA
selain menggarap kabupaten/kota yang
“belum”, sejak 2015 lebih difokuskan pada:
- Kecamatan Layak Anak (KELANA)
INTI KLUSTER IV
PENDIDIKAN, WAKTU
LUANG DAN KEGIATAN
BUDAYA (1)
Negara menjamin hak anak atas pendidikan
a) Mewajibkan pendidikan dasar dan
GRATIS
WAJAR 12 TAHUN
b) Mendorong pendidikan menengah
umum
dan
kejuruan
serta
mempermudah akses bagi setiap
anak
•
Melaksanakan disiplin di sekolah
dengan cara yang sesuai dengan
martabat anak dan KHA (disiplin positif )
SRA
•
Kerjasama internasional dibidang pendidikan
mendorong
kehadiran di
sekolah dan
penurunan
tingkat putus
sekolah
= MENCAPAI TUJUAN PENDIDIKAN
Pengembangan : KURIKULUM
PENDIDIKAN DAN RKA
o
Kepribadian
o
Bakat
o
Mental dan
o
Fisik anak semaksimal mungkin
Pengembangan rasa hormat sesuai
HAM pada :- KEWAJIBAN ANAK
o Orangtua anak
o Identitas budaya RKA o Bahasa
o Nilai-nilai dan Tahapan peradaban
yang berbeda
o Cinta Lingkungan
PERLINDUNGAN TERHADAP SEMUA YANG MERUGIKAN ANAK SELAMA DI SEKOLAH
SRA
MEMBEBASKAN MEMBUAT INSTITUSI PENDIDIKAN BERDASARKAN STANDAR
INTI
INTI KLUSTER
IV
Anak mempunyai hak atas :
• Waktu luang dan istirahat
• Berpartisipasi penuh dalam ;
Dunia seni
Budaya
SEKOLA
H
satuan pendidikan formal, nonformal, dan informal yang
aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan
hidup, mampu
menjamin, memenuhi, menghargai
hak-hak anak dan
perlindungan
anak dari kekerasan,
diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya serta
mendukung
partisipasi anak
terutama dalam
perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawasan, dan
mekanisme pengaduan
terkait pemenuhan hak dan
perlindungan anak di pendidikan.
KEBIJAKAN
•
KERPRES NOMOR 36/1990 TTG RATIFIKASI KHA
•
UU NOMOR 20/2003 TTG SISDIKNAS
•
UU NOMOR 23/2002 DAN UU NOMOR 35/2014 TTG PERLINDUNGAN
ANAK DAN PERUBAHANNYA
KONDISI
SEKOLAH
•
1/3 Waktu anak berada di sekolah
•
Keprihatinan orang tua, keluarga, masyarakat dan pemerintah
karena kondisi anak-anak di sekolah yang rawan kekerasan,
keracunan, kecelakaan, kotor, kondisi gedung yang mudah
rubuh jika ada bencana dll
•
Masih tingginya angka kekerasan di sekolah
KELEMBAGAAN
•
Adanya program dari kementerian/lembaga yang saat ini
sudah berbasis sekolah dan menunjang terhadap kondisi yang
diinginkan dalam SRA
•
SRA merupakan salah satu indikator penting dalam KLA
Prinsip
Sekolah
Ramah
Anak
•
Nondiskriminasi
•
Kepentingan terbaik
bagi anak
•
Hidup, kelangsungan
hidup, dan
perkembangan
•
Penghormatan terhadap
pandangan anak
KOMPONEN SRA
1. Kebijakan SRA (komitment tertulis, SK
Tim SRA, program yang mendukung
SRA)
2. Pelaksanaan proses belajar yang
ramah anak (Penerapan Disiplin
Positif)
3. Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Terlatih Hak-hak Anak
4. Sarana dan Prasarana yang ramah
anak (tidak membahayakan anak,
mencegah anak agar tidak celaka)
5. Partisipasi anak
6. Partisipasi Orang Tua, Lembaga
Masyarakat, Dunia Usaha,
PE
ME
PROGRAM BERBASIS SEKOLAH DAN
INOVASI YANG MENDUKUNG SRA
42
PANGAN JAJAN SEHAT DAN KANTIN KEJUJURAN (BPOM/DINAS
KESEHATAN/KPK)
ISIP
LIN
PO
SITI
F/TA
NPA
LINGKUNGAN/SEK
OLAH
ADIWIY
ATA/Sek
olah Hija
(
Madrasah/sek olah amanSEK
OLA
H IN
SAN
CEN
DIK
IA
(KEM
ENA
G
Pro
gra
m
ino
va
si
Prog
ram
inov
asi
Pro
gra
m
ino
vas
STAKE HOLDER SEKOLAH RAMAH ANAK
BAPPENAS
KEM
EN
DIK
BU
D
KEM
ENA
G
KEMENDAGRI
KEMENKES
KEMENHUT
- LH
BPOM
KEMENPP DAN PA
BNPB
KEMEN
PU
BNN
KPAI
MENKO PMK
Tahapan Pembentukan SRA
Persiapan
•
SOSIALISASI
•
Komitment Sekolah
•
Konsultasi dgn anak
•
Kebijakan SRA
•
Membentuk Tim
SRA (sekolah + GT
KLA cluster 4)
•
Identifikasi potensi
Persiapan
•
SOSIALISASI
•
Komitment Sekolah
•
Konsultasi dgn anak
•
Kebijakan SRA
•
Membentuk Tim
SRA (sekolah + GT
KLA cluster 4)
•
Identifikasi potensi
Perencanaan
•
Menyusun Rencana
Aksi/program
Tahunan
•
Merencanakan
kesinambungan
kebijakan, program,
dan kegiatan “
yang sudah ada
(UKS, Adiwiyata, dll)
serta program
lainnya
•
Membuat
mekanisme
pengaduan
Perencanaan
•
Menyusun Rencana
Aksi/program
Tahunan
•
Merencanakan
kesinambungan
kebijakan, program,
dan kegiatan “
yang sudah ada
(UKS, Adiwiyata, dll)
serta program
lainnya
•
Membuat
mekanisme
pengaduan
Pelaksanaan
•
Melaksanakan
Rencana
Aksi/program SRA
Tahunan dengan
mengoptimalkan
semua sumber daya
termasuk dr
pemerintah,
masyarakat, dan
dunia usaha, alumni
dll
•
Melakukan upaya
pemenuhan
Komponen SRA
Pelaksanaan
•
Melaksanakan
Rencana
Aksi/program SRA
Tahunan dengan
mengoptimalkan
semua sumber daya
termasuk dr
pemerintah,
masyarakat, dan
dunia usaha, alumni
dll
•
Melakukan upaya
pemenuhan
Komponen SRA
Pemantauan,
Evaluasi, dan
Pelaporan
•
Pemantauan setiap
3 bulan
•
Evaluasi setiap 6
bulan
•
Laporan ke Gugus
Tugas KLA
Pemantauan,
Evaluasi, dan
Pelaporan
•
Pemantauan setiap
3 bulan
•
Evaluasi setiap 6
bulan
•
Laporan ke Gugus
PERKEMBANGAN SRA
KEBIJAKAN
- Permeneg PP dan PA No. 08/2014 - Draft Perpres Gerakan SRA
- Juknis SRA - Modul ToT SRA
- Modul Pelatihan SRA bagi Guru - Pedoman SRA SMA, SMP, SD
- Target 40.800 SRA di RKP 2017 Kemendikbud
JUMLAH
GRAFIK PERTUMBUHAN SRA
JANUARI – SEPTEMBER TAHUN 2016
0 200 400 600 800 1000 1200
319
371
376
445
769826 831
837
955
SRA di Indonesia September, 2016
PROVINSI
KABUPATEN/KOTA
KET
1. SUMATERA UTARA ( 7 Kab/Ko) Kab. Labuhan Batu (77), Binjai, Tebing Tinggi, Sergai (10), Langkat, Deli Serdang (9), Kota Medan (Tk. Pembina, SDN Binsus,SMPN 1,SMPN2,MPM Binsus, SMAN 1,SMAN 2,SMAN Binsus, SMKN 1)
108 SRA
2. SUMATERA BARAT (2 Kab/Ko) Kota Padang (31) dan Pariaman (120) 151 SRA 3. SUMATERA SELATAN (2 Kab/Ko) Musi Banyuasin (SMAN 2) Kab. Ogan Komering Ilir 2 SRA 4. RIAU ( 3 kab/ko) Kabupaten Siak, Kab. Bengkalis dan Kota Dumai
(SDN Binsus Dumai Barat, SDN Binsus Dumai, SMPN I Binsus, SMPN 2, SMAN Binsus, SMAN 2), Kota
Pekanbaru (SMAN 4 Pekanbaru, SMPN 20
Pekanbaru, SDN 18 Pekanbaru, TK Islam As-Shofa Pekanbaru)
12 SRA
5. KEPUAUAN RIAU ( 1 kab/ko) Kota Tanjung Pinang 1 SRA 6. BANGKA BELITUNG ( 3 kab/ko) Kabupaten Bangka, Bangka Tengah (6) dan Belitung 8 SRA
7. BENGKULU Kab Kepahiang (2) 2 SRA
8. LAMPUNG ( 3 kab/ko) Kabupaten Lampung Selatan, Bandar Lampung dan
Kota Metro 3 SRA
INISIASI SRA DI INDONESIA SEPTEMBER, 2016
955 SRA di 94 Kabupaten/Kota, di 25 Provinsi
PROVINSI KABUPATEN/KOTA KET
9. BANTEN ( 3 kab/ko) Kabupaten Serang, Tangerang Selatan, Kota Cilegon
(SMPIT Raudhatul Jannah) 3 SRA
10. DKI Jakarta ( 1 wilayah ) Jakarta Selatan (SMAN 3) 1 SRA
11. JAWA BARAT (15 kab/ko) Cimahi( SMAN 3), Kota Bogor (SMAN 3) , Kota
Bandung (SMAN 15, SMPN 11), Kota Banjar (SMAN 1), Kab. Bandung (SMAN I Margahayu), Kab. Bandung Barat (SMAN I Batujajar), Kab. Sumedang (SMKN I), Kota Cirebon ( SMAN 3), Kab. Kuningan (SMAN I Cigugur), Kab. Tasikmalaya (SMAN I Manonjaya), Kab.Subang (SMKN I), Kab. Karawang (SMAN I ), Kab. Cianjur (Madrasah Aliah Negeri), Kab. Sukabumi (SMK Yasti), Kab. Purwakarta (SMAN 3),
16 SRA
12. JAWA TENGAH ( 19 kab/ko) Kab. Boyolali, Banjarnegara, Cilacap, Salatiga, Kudus, Semarang (4), Sragen, Pati, Magelang, Wonogiri, Demak, Tulung Agung, Kebumen, Klaten, Brebes (264 SRA), Jepara, Rembang, Kota Surakarta (4), dan Kota Semarang
288 SRA
13. DIY ( 1 kab/ko) Kota Yogjakarta 4 SRA 14. JAWA TIMUR ( 7 kab/ko) Kab. Jombang, Sidoarjo, Pacitan, Malang (37),
INISIASI SRA DI INDONESIA SEPTEMBER, 2016
955 SRA di 94 Kabupaten/Kota, di 25 Provinsi
PROVINSI KABUPATEN/KOTA KET
15.BALI ( 3 kab/ko) Kab. Badung (2 SD Kuta Selatan, 2 SD kec. Kuta), Kota Denpasar (SD No 22 Dauh Puri, SMPN 10 Denpasar, SMP Dwijendra Denpasar, SMAN 8 Denpasar, SDN Panjer, SMPN 1dan 8, SMAN 1,2,3,4,5,6, SDN 1 Pegayungan, SMP Wisata Sanur, SMKN 1,2 dan 3, SD 17 Pemecutran), Kab. Gianyar (SDN 2 Kab. Gianyar, SDN 3 Sukawati, SMPN 1 Gianyar, SMPN 1 Blahbatu)
27 SRA
16. NUSA TENGGARA TIMUR
(1 kota) Kota Kupang (SDK Don Bosco 1 dan 2, SDG 3,4,5 dan 6, SDK St.Yoseph 1 dan 2, SDI Fatufeto 1 dan 2, SDG Namosin, SDI
Tenau, SDI RSS Liliba, SDI Osmok, SDK St. Arnoldus Penfui, SDN Angkasa, SDG Oebufu, SDI Bakunase 1, SDN Naikoten 1, SD Muhammadiyah 2 Kupang, SDI liliba)
21 SRA
17. KALIMANTAN TIMUR ( 6 kab/ko) Kab. Kukar Kartanegara (SDN 018, SDN 028 Tenggarong), Bulungan, Kota Samarinda, dan Kota Balikpapan (SD
Bahayangkari, SMPN KPS, SMAN I, SMKN I), Kab. Kubu Raya, Kab. Paser (SD 031)
10 SRA
18. KALIMANTAN BARAT ( 3 kab/ko) Kab. Sintang (SMAN 3, SMPN 1, SDN 07), Singkawang dan
Kota Pontianak 5 SRA
19. KALIMANTAN TENGAH ( 1 kota) Kota Palangkaraya (8) 8 SRA
INISIASI SRA DI INDONESIA SEPTEMBER, 2016
955 SRA di 94 Kabupaten/Kota, di 25 Provinsi
PROVINSI KABUPATEN/KOTA KET
20. KALIMANTAN SELATAN ( 1
kab/ko) Kab. Banjar Baru (1); Kab Hulu Sungai Selatan (19); Kab Tanah Laut (4) 24 SRA 21. SULAWESI SELATAN ( 3 Kab/kota) Kota Makassar ( SDIT Arrahmah, SD Pertiwi, SMPN 17, SMAN
17), Kab. Bantaeng, Kab. Soppeng (2) 7 SRA
22. SULAWESI TENGGARA (1 kota) Kota Kendari (85 SRA) 85 SRA
23. MALUKU UTARA Halmahera Barat (100); Ternate (4) 104 SRA
24. MALUKU ( 1 kota) Kota Ambon (12) 12 SRA